Minggu, 05 Agustus 2007

Sholawat Badar Berkumandang untuk SBY

Jakarta, Haedar Nashir. Kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk bersilaturrahmi dengan para pengurus Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah di Asrama Haji Pondok Gede, Senin (30/6) malam mendapatkan sambutan meriah.



Sholawat Badar Berkumandang untuk SBY (Sumber Gambar : Nu Online)
Sholawat Badar Berkumandang untuk SBY (Sumber Gambar : Nu Online)

Sholawat Badar Berkumandang untuk SBY

Seusai doa penutup, jamaah tarekat yang memenuhi ruangan melantunkan sholawat badar yang membuat suasana semakin religius. Mereka berebutan untuk bisa bersalaman dengan orang nomor satu di Indonesia ini.

Dengan sabar, lelaki asal Pacitan ini menyalami satu-persatu jamaah yang sebagian besar berpakaian putih-putih sehingga diperlukan waktu sekitar 10 menit untuk berjalan yang sebenarnya hanya beberapa meter dari gedung menuju mobilnya. Wajah SBY juga tampak ceria dan penuh senyum mendapatkan sambutan yang luar biasa ini. Sesekali, terdengar teriakan “Hidup SBY”.

Haedar Nashir

Beberapa pejabat negara yang mendampingi silaturrahmi Presiden Yudhoyono adalah Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkominfo M. Nuh, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Menteri Kehutanan MS Kaban dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.?

Sebenarnya, Presiden dijadualkan membuka acara munas yang berlangsung pada 28-30 Juni ini, namun karena kendala waktu, akhirnya acara dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla dan pertemuan dengan presiden dikemas dalam bentuk “Dialog dengan Presiden Yudhoyono”.

Haedar Nashir

Dalam pesannya, SBY mengajak umat Islam untuk membangun peradaban baru dengan mengedepankan peradaban Islam yang menjadi bagian dari peradaban umat manusia. Nilai-nilai perdamaian dan toleransi harus terus dikedepankan. Ia juga meminta agar para ulama mampu membumikan nilai-nilai Islam di Indonesia. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah, Kajian Islam Haedar Nashir

Kamis, 02 Agustus 2007

Pagar Nusa: Presiden Harus Tegas Terhadap Teroris!

Jakarta, Haedar Nashir - Ketua PP Pencak Silat NU Pagar Nusa M Heru Taufiq menyatakan bahwa Presiden Jokowi harus tegas dalam menindak teroris. Gus Heru menilai, pemerintah hendaknya menetapkan status "darurat terbatas" untuk meningkatkan pengamanan atas ancaman terorisme di DKI Jakarta.

"Presiden Joko Widodo harus bertindak tegas terhadap pelaku teror. Pemerintah harus memutus jaringan teror dengan program deradikalisasi taktis dan sistematis. Memberikan perilaku aman kepada warga negara, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah," ungkap Gus Heru, yang juga keluarga dekat Pesantren Tebuireng.

Pagar Nusa: Presiden Harus Tegas Terhadap Teroris! (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa: Presiden Harus Tegas Terhadap Teroris! (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa: Presiden Harus Tegas Terhadap Teroris!

Untuk itu, ia menegaskan bahwa penetapan status darurat terbatas menjadi opsi strategis untuk mengantisipasi ancaman teror lanjutan. "Ancaman aksi teror sudah menghantui warga negeri, khususnya di DKI Jakarta. Teror hari ini, bisa saja terjadi di daerah lain, dengan motif dan tujuan yang sama, yakni mengancam keutuhan NKRI," terang Heru.

Haedar Nashir

Ia mengapresiasi kinerja Polri yang cukup tanggap dan dalam waktu singkat melumpuhkan para teroris. "Kita dukung kerja polisi, dan kami memberikan apresiasi atas penanganan dalam waktu yang cukup singkat sehingga bisa memberikan rasa aman pada masyarakat," ucap Gus Heru.

Haedar Nashir

Untuk itu, tambah Gus Heru, upaya deradikalisasi perlu dikonseptualisasi dengan semangat "hubbul wathan" . "Prinsip Hubbul Wathan ini sudah menjadi semangat kaum pesantren dalam membela bangsa sejak masa kemerdekaan. Tentu saja, semangat ini dapat dikontekstualkan untuk menguatkan NKRI dari ancaman kekerasan jaringan teroris. Pagar Nusa siap membela Indonesia dengan program deradikalisasi berkelanjutan," terang Heru.

Dalam keterangan pers yang diterima media ini, Gus Heru menegaskan bahwa deradikalisasi perlu mengintegrasikan kekuatan aparat negara dan ormas-ormas Islam yang selama ini terbukti membela NKRI.

Siang tadi, Kamis (14/1), sekitar pukul 10.00 WIB terjadi ledakan di kawasan Sarinah, Jakarta. Ledakan keras terjadi di Pos Polisi dan Starbucks Sarinah Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Data yang dirilis Polda Metro Jaya, terdapat 20 korban luka, 6 orang anggota polisi, 10 warga sipil, dan 4 Warga Negara Asing. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam Haedar Nashir