Menurut Sekretaris Umum Pagar Nusa M. Fathurohman, seribu orang yang akan hadir itu terdiri dari dua jenis peserta yaitu peserta penuh yang memiliki hak suara dan bicara pada kongres; dan peserta peninjau, yang memiliki hak bicara, saran, tapi tidak memiliki hak suara.
| 1000 Pendekar Pagar Nusa Siap Hadiri Kongres (Sumber Gambar : Nu Online) |
1000 Pendekar Pagar Nusa Siap Hadiri Kongres
Lebih jauh Fathurohman menjelaskan, peserta itu berasal dari Pengurus Wiilayah, dan Pengurus Cabang Pagar Nusa seluruh Indonesia, serta undangan.Haedar Nashir
“Pengurus Wilayah Pagar Nusa sekarang sudah 21 wilayah dan 220 Pengurus Cabang. Peserta dari wilayah akan mendelegasikan 5 orang, sedangkan dari PC 3 orang,” ujarnya.Haedar Nashir
Menurut Fathurohman, cabang-abang Pagar Nusa tersebar luas di seluruh Indonesia melalui jalur kiai-kiai di pesantren, masjid, dan cabang-cabang NU.“Setiap kiai di Nusantara, pada dasarnya adalah ahli beladiri silat. Mereka, selain ahli ilmu agama juga ahli beladiri. Dengan demikian, komunikasi pendirian PagarNusa pun melalui kiai dan pesantren,” tambahnya.
Beberapa agenda yang akan digelar pada Kongres II Pagar Nusa bertema Meneguhkan Solidaritas dan Kepatriotan untuk Kewibawaan Bangsa yang Bermartabat ini adalah ceramah umum Menteri Pertahanan Republik Indonesia dengan tema Mempertegas Komitmen Kebangsaan; Partisipasi Pendekar Pagar Nusa dalam Rangka Menjaga Kewibawaan Bangsa Indonesia yang Bermartabat.
Kemudian sarasehan bertema Pencak Silat; Warisan Leluhur yang Hampir Punah? dengan narasumber Menteri Pariwisata RI, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Ketua Umum PB IPSI dan Ketua Umum Pagar Nusa.
Selanjutnya, membahas dunia pengobatan yang akan menyandingkan Permadi dari pengobatan alternatif dan Kementerian Kesehatan RI dari sudut pandang pengobatan modern.
Agenda berikutnya adalah rapat-rapat komisi. Tapi sebelum itu, PBNU akan memberikan pengarahan mengenai Pagar Nusa; Partisipasi Kebangsaan dan ke-NU-an.
Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis : Abdullah Alawi
Dari Nu Online: nu.or.id
Haedar Nashir Nahdlatul, Pendidikan Haedar Nashir