Seminar ini menghadirkan Wakil Ketua LBM PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali, intelektual muda yang juga santri Mbah Sahal Ulil Abshar Abdalla dan Arief Subhan.
| Fiqih Jangan Hanya Teoritis, Harus Punya Agenda Praksis (Sumber Gambar : Nu Online) |
Fiqih Jangan Hanya Teoritis, Harus Punya Agenda Praksis
“3 tahun lalu KH MA Sahal Mahfudh wafat, meninggalkan keluarga, santri, warga NU. Namun, sehari penuh saya berada di Kajen, Kiai Sahal seperti masih hidup; orang-orang sowan dan mendiskusikan pemikirannya,” ungkap Kiai Moqsith.Dia menegaskan, salah satu pemikiran keislaman Kiai Sahal yang masih relevan hingga sekarang adalah fiqih sosialnya. “Melalui fiqih sosial ini, Kiai Sahal hendak menegaskan bahwa fiqih tidak cukup hanya canggih secara teoritis. Fiqih pun harus memiliki agenda praksis,” ujar Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta ini.
Haedar Nashir
Kiai Moqsith juga tidak memungkiri bahwa kini murid-murid Kiai Sahal bertungkus lumus mensistematisasikan pemikiran-pemikiran Kiai Sahal melalui sejumlah riset, diskusi, dan workshop.?“Di Kajen, ada sejumlah kiai dan nyai muda yang berjuang untuk itu. Di samping Gus Rozin, tentu ada Ning Tutik N. Jannah Bunda Ak-za,Jamal Pati, dan lain-lain,” ungkapnya. (Red: Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id