Mereka datang bergelombang sejak Ashar hingga selepas Isya untuk memeriahkan peringatan Hari Lahiir (Harlah) NU ke-87. Peringatan tersebut dikemas dengan "Pengajian Budaya dan Bedah Buku Atlas Wali Songo."
| Hadirin Penuhi Halaman PBNU (Sumber Gambar : Nu Online) |
Hadirin Penuhi Halaman PBNU
Halaman PBNU disulap menjadi tempat pertunjukan; dialasi karpet, dipayungi tenda putih. Di situlah hadirin duduk. Yang tidak kebagian terpaksa berdiri berdesak-desakan hingga ke pojok-pojok. Di hadapan hadirin atau sebelah kanan gedung PBNU, berdiri sebuah panggung.Haedar Nashir
Selepas Isya, acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Kemudian sambutan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.“Harlah NU kali ini diadakan kecil-kecilan. Nanti yang besar insya Allah diadakan pada 16 Rajab 1434 atau sesuai dengan penanggalan Hijriyah,” kata kiai kelahiran Cirebon 1953 tersebut.
Haedar Nashir
Acara dilanjutka dengan penampilan grup musik kolaborasi Kiai Kanjeng yang dipimpin Emha Ainun Najib. Personil berseragam hitam-hitam tersebut melantunkan shalawat-shalawat, termasuk syair Tanpo Waton.Sekarang sedang berlangsung bedah buku Atlas Wali Songo. Pembedahnya Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dan penulis buku tersebut Agus Sunyoto. Bedah buku dipandu Emha Ainun Najib yang akrab disapa Cak Nun.
Harlah yang bernuansa sejarah tersebut berlangsung akrab; kadang diselipi tertawa karena guyonan Cak Nun.
?
?
Penulis: Abdullah Alawi
Dari Nu Online: nu.or.id
Haedar Nashir AlaSantri, Daerah, Pendidikan Haedar Nashir