| Fakultas Ushuluddin Retas Jalan Integrasi Pesantren dan IAIN (Sumber Gambar : Nu Online) |
Fakultas Ushuluddin Retas Jalan Integrasi Pesantren dan IAIN
“IAIN Walisongo awalnya dibentuk memang untuk melanjutkan keilmuan santri pascapesantren,” kata Gus Rozin di hadapan ratusan peserta yang menghadiri halaqah harlah ke-44 Fakultas Ushuluddin, Senin (29/9).Selain itu, roh pesantren yang berkenaan dengan moralitas juga masuk ke dalam fakultas Ushuluddin Fakultas ini memang diadakan untuk membangun paradigma keilmuan yang dinamis, berpikir kritis, dan dialektis.
Haedar Nashir
"Untuk kembali merekatkan hubungan pesantren dengan fakultas Ushuluddin, perlu diadakan dialog terus-menerus," tambah Gus Rozin.Haedar Nashir
Sementara narasumber kedua Dr Musahadi menegaskan pentingnya integrasi antara pesantren dan perguruan tinggi dalam konteks pembangunan karakter bangsa. “Pasalnya, pesantren ibarat harta itu luar biasa bagi pembangunan mental," papar Musa.Tampak hadir dalam halaqah ini Rais Syuriyah NU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh, Ketua NU Jateng Abu Hafsin Umar, mahasiswa IAIN Walisongo, delegasi pesantren sekaresidenan Semarang, dan pengurus cabang RMI seprovinsi Jawa Tengah. (M Zulfa/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Haedar Nashir Halaqoh Haedar Nashir