| Saran Guru Besar Belanda untuk NU (Sumber Gambar : Nu Online) |
Saran Guru Besar Belanda untuk NU
"NU harus mempunyai strategi jika ingin benar-benar kembali kepada khittah," ujar Martin yang mengaku telah mengamati beberapa kali perhelatan lima tahunan NU atau muktamar berlangsung, di Jombang,, Rabu (5/8).Dalam praktiknya, di mana pun tempat dan organisasinya, kata Professor Studi Kurdi di Freie Universität (Universitas Bebas) Berlin (1996-1997) itu menambahkan, para peserta yang mengikuti setiap kegiatan berlokasi jauh seringkali berharap mendapat imbalan.
Haedar Nashir
"Sebagai organisasi besar, NU seharusnya bisa mengambil iuran anggotanya secara sistematis dan mengelolanya secara transparan," kata Dosen tamu pascasarjana di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1991-1993) itu pula.Haedar Nashir
Tetapi sebagai konsekuensi logis atas hal itu, ujar dia pula, NU akan memerlukan badan yang menjalankan transparansi.Pendiri International Institute of the Study of Islam in Modern World (ISIM) itu mengandaikan, kalau orang dari Sulawesi Utara datang ke Jombang, apa mungkin swadaya atau mungkin harus ditolong oleh sponsor?
Martin yang menjadi konsultan metode penelitian di LIPI pada 1986-1990 itu lalu menambahkan, dana diperoleh NU dari anggotanya atau sponsor bisa dipakai untuk menjamin transportasi sehingga bisa membantu wakil cabang peserta datang ke muktamar.
"Dalam hal ekonomi, pola semacam itu bisa membantu," demikian Martin van Bruinessen, penulis buku "Kitab Kuing: Pesantren dan Tarekat" itu. (Gatot Arifianto/Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Haedar Nashir Berita, RMI NU Haedar Nashir