Jumat, 10 Desember 2010

Guru Besar UIN Ar-Raniry Sebut Radikalisme Rentan Berkembang di Aceh

Banda Aceh, Haedar Nashir. Guru Besar Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Muhammad Hasbi Amiruddin mengungkapkan kerentanan paham radikalisme dan terorisme berkembang di wilayahnya.

Guru Besar UIN Ar-Raniry Sebut Radikalisme Rentan Berkembang di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Besar UIN Ar-Raniry Sebut Radikalisme Rentan Berkembang di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Besar UIN Ar-Raniry Sebut Radikalisme Rentan Berkembang di Aceh

"Catatan sejarah masa lalu salah satu penyebab radikalisme dan terorisme mudah berkembang di Aceh," kata Hasbi dalam pembukaan Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh, Kamis (8/9).

Perkembangan teknologi, lanjut Hasbi, menjadi bumbu tambahan yang menjadikan radikalisme dan terorisme berpotensi tumbuh subur di Aceh. "Lewat medial sosial misalnya, paham dan dogma yang mengajarkan kebencian semakin mudah menyebarluas," tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh Asisten III Bidang Administrasi dan Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Syahrul, yang menyebut potensi radikalisme dan terorisme sudah sempat muncul di wilayahnya.

"Kita sama-sama mengetahui sudah pernah ada kamp pelatihan di Jalin, pernah ada tembak menembak di Aceh Besar, dan ada pengikut ISIS yang mengklaim punya empat ribu pengikut di Aceh," ungkap Syahrul.

Haedar Nashir

Untuk meredam agar potensi tersebut tidak berubah menjadi aksi-aksi terorisme, Syahrul menyebut keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan. Pemerintah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam memberikan apresiasi yang besar kepada BNPT atas kegiatan pelibatan masyarakat yang sudah dilaksanakan.

Haedar Nashir

"Keterlibatan masyarakat, termasuk media massa akan sangat membantu mencegah terorisme. Media massa harus bisa menyajikan informasi yang benar yang tidak semakin memperkeruh suasana," tegas Syahrul.

Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme adalah rangkaian kegiatan dari program Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme yang dilaksanakan BNPT bersama FKPT di 32 provinsi se-Indonesia. Satu kegiatan lainnya adalah visit media, kunjungan dan diskusi dengan redaksi media massa pers. (Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Halaqoh, Pendidikan Haedar Nashir

Senin, 06 Desember 2010

Sistem Manajemen Madrasah dan Pesantren Resmi Diluncurkan

Salatiga, Haedar Nashir. Sistem manajemen madrasah dan pesantren (Simapes) versi 1.1 resmi diluncurkan pada saat pembinaan administrasi pondok pesantren II di aula Pesantren Al-Falah Salatiga, Jateng. Pembinaan ini dibuka oleh kepala bagian tata usaha Kantor Wilayah Kementrian Agama Jawa Tengah, Drs H Andewi Susetyo, SH.

Sistem Manajemen Madrasah dan Pesantren Resmi Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sistem Manajemen Madrasah dan Pesantren Resmi Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sistem Manajemen Madrasah dan Pesantren Resmi Diluncurkan

Simapes menjadi bagian penting pesantren dan madrasah dalam pengorganisasian dan pencataan administrasi. "Terdapat delapan pengendalian dalam sebuah kegiatan ataupun organisasi, mulai perencanaan, pengorganisasisan, kebijakan dan pelaksanaan, prosedur, pembinaan personil, pencatatan, pelaporan dan review internal," ungkap Susetyo.?

Kali ini, M Niam Sutaman, Lc, LLM, MPh, berkesempatan mewakili RMINU Jawa Tengah untuk meluncurkan Simapes versi 1.1 dihadapan ustadz dan santri peserta pramuka santri Nusantara se-Jawa Tengah. Terdapat penambahan dari versi 1.0 untuk menyempurnakan aplikasi administrasi ini.

Haedar Nashir

Simapes menjadi salah satu ikhtiar RMINU Jateng mengembangkan lembaga pendidikan Islam agar menjadi lebih baik. Lembaga yang baik tentu diikuti dengan nidhom (manajemen) yang baik, biasanya lembaga tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan dari manajemen sebagaimana tujuan yang ingin dicapai.

Selain pelatihan dan sosialisasi simapes versi 1.1 ini, santri yang peserta pramuka santri nusantara tingkat Jawa Tengah berjumlah 160 santri mendapatkan pembinaan dari kwarda Jateng dan Kementrian Agama wilayah Jawa Tengah. Pembinaan ini menjadi salah satu persiapan untuk mengikuti pramuka santri nusantara tingkat nasional pada 31 Mei 2015 di Banjarmasin. (M Zulfa/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen, Pertandingan Haedar Nashir