Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Juara II Festival Film NU

Jombang, Haedar Nashir. Arziqi Mahlil dan Munzir, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh berhasil meraih Juara II dalam festival film pendek dokumenter Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung 1-5 Agustus 2015 di Jombang Jawa Timur.

Pengumuman juara festival film ini dipublikasikan melalui situs resmi NU (nu.or.id), Sabtu (1 agustus 2015), disebutkan, juara pertama diraih M. Iskandar Tri Gunawan dengan judul Bulan Sabit di Kampung Naga karya dan berhak menerima hadiah 20 juta, film ini mengungkap Islam pembawa misi rahmatan lil alamin, bukan hanya rahmatan lil muslimin. Untuk juara kedua dengan hadiah 15 juta dimenangkan oleh Arziqi Mahlil & Munzir dengan judul Dalae (dalail khairat), film ini menceritakan pemuda di desa berusaha melestarikan yang tumbuh dan berkembang Dalail di Aceh, sebaliknya dengan pemuda kota, sementara juara ke tiga Vedy Santoso dengan judul Al Ghoriib, ini mengisahkan seorang mualaf dari Jerman yang mondok di pesantren.

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Juara II Festival Film NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa UIN Ar-Raniry Juara II Festival Film NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Juara II Festival Film NU

Arziqi Mahlil mengungkapkan, keikutsertaannya bersama Munzir pada festival film pendek dokumenter NU ini bersama yayasan Aceh Documentary, dari Aceh ada sekitar lima film yang ikut pada festival itu, dan semuanya masuk nominasi 15 karya terbaik film pendek Muktamar NU ke-33 tahun 2015.

Haedar Nashir

"Kami memilih tema tentang Dalae, ini menurut kami sangat penting, karena merupakan salah satu budaya di Aceh yang sangat kental dengan masyarakat, selama ini kami melihat budaya meudalae di Aceh sudah pudar, sudah jarang sekali, padahal budaya ini dapat mempersatukan masyarakat dan salah satu media dakwah," ujar Arziqi.

Ditambahkan, pembuatan film ini dilakukan di gampong Lamhui Kuta Cot Gli Aceh Besar dan diproduksi oleh Yayasan Aceh Documentary (ADC), ini dibawah bimbingan Adoc dalam ajang ADC pada tahun 2014.  

Haedar Nashir

"Kita berharap, dengan lahirnya karya film ini dapat menginspirasi para pemuda di Aceh untuk terus menggalakkan dalae di malam hari, selain sebagai nilai ibadah, ini juga dapat dijadikan sebagai ajang silaturrahmi dan pemersatu masyarakat di gampong-gampong," ujar Mahasiswa semester VIII jurusan Komunikasi UIN Ar-Raniry.

Hamzah Sahal, koordinator tim kreatif Muktamar ke-33 NU mengatakan, panitia menerima 69 karya film yang didaftarkan oleh peserta dari seluruh Indonesia, ke-69 judul film tersebut melibatkan tidak kurang 75 sutradara muda yang berasal dari 13 provinsi, Jawa Tengah, Tawa Timur, DI Jogjakarta dan Aceh paling banyak mengirimkan karya.

"Dewan juri memilih tiga film di atas sebagai juara karena cukup menarik secara ide, cukup matang dalam eksekusi gagasan, cukup dalam teknis penyajian," kata Sahal. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Warta, Pondok Pesantren Haedar Nashir

Sabtu, 17 Februari 2018

Agar Tak Dieksekusi, Banser Pasang Lambang NU di Rumah PKI

Malang, Haedar Nashir. Membincang Tragedi geger 1965 dalam berbagai perspektif memang tidak ada habisnya. Dalam Dialog Kebangsaan bersama penulis Buku Putih "Benturan NU-PKI 1948-1965" di Malang, Kamis (1/5), sejarawan Agus Sunyoto mengatakan, PKI dan NU pada saat itu adalah sama-sama korban perubahan politik di Indonesia.

Agar Tak Dieksekusi, Banser Pasang Lambang NU di Rumah PKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Agar Tak Dieksekusi, Banser Pasang Lambang NU di Rumah PKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Agar Tak Dieksekusi, Banser Pasang Lambang NU di Rumah PKI

Menurutnya, peristiwa tersebut bukanlah antar NU-PKI saja, dengan tuduhan NU sebagai pelaku pembantaian. Banyak pihak-pihak selain NU yang terlibat, seperti TNI, Muhammadiyah, Marhaen dan beberapa kelompok massa yang lain. NU dalam hal ini adalah korban yang menjadi kambing hitam sejarah.

Di daerah yang menjadi wilayah konflik PKI seperti di Kediri, beberapa pimpinan Ansor bahkan menyembunyikan atau melindungi warga PKI yang akan dieksekusi. Rumah-rumah anggota PKI diberi tanda lambang NU agar penyergapan terhadap mereka tidak dilakukan.

Setelah peristiwa konflik, bahkan banyak anak korban yang dididik oleh kiai, disekolahkan dan diberi pekerjaan sebagai bentuk rekonsiliasi awal. Banyak anak anggota PKI yang dididik kiai itu kini sudah berstatus PNS.

Namun sejarah tidak selalu ditulis secara obyektif. Fakta yang menyebutkan bahwa beberapa warga NU terbunuh, juga fakta bahwa para kiai menolong dan berteman damai dengan PKI tidak pernah diungkap dalam sejarah. “Hal ini sengaja ditutup-tutupi, untuk menyudutkan NU,” tegas Agus Sunyoto yang juga pengasuh pondok pesantren Global Tarbiyatul Arifin itu, di home theater Humaniora, UIN Maliki Malang.

Haedar Nashir

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Soekiman, mantan aktivis lekra. Menurut bapak 78 tahun ini, di daerahnya Blitar, dirinya dan Banser justru membentuk suatu perkumpulan untuk melindungi keluarga korban PKI. Dan aktivitas ini berlanjut hingga ke berbagai daerah Jawa Timur. (Diana Manzila/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Anti Hoax Haedar Nashir

Jumat, 02 Februari 2018

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis

Banyuwangi, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banyuwangi melatih puluhan kader-kadernya menulis. Semangat belajar secara serius diperlihatkan oleh peserta. 

Yusri Nurdian Muslim, misalnya, tetap memaksakan diri untuk menulis dengan modal telepon pintar miliknya. Dalam momen latihan ini, ia menuliskan  masalah pendidikan, khususnya rotasi sistem berjalannya pendidikan yang ada di daerah.

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis

Kesulitan dalam menuliskan paragraf awal tak bisa dihindarkan oleh pemuda asal Kecamatan Blimbingsari ini. Namun, ia tak sungkan menanyakan kepada teman-teman yang ada di samping kanan-kirinya, tentang kebingungan apa yang harus dituliskan, bagaimana menentukan angle cerita, dan berbagai hal teknis tulis-menulis lainnya.

"Karena ini kan masih pertama kali ikut pelatihan menulis. Banyak teman-teman saya yang sudah mahir. Tapi saya akan terus coba. Wajar jika banyak tanya sana-sini. Maklumlah," tuturnya, saat dimintai keterangan di tengah-tengah acara pelatihan bertajuk IPNU Ngaji Jurnalistik Bareng Kumparan, di Aula Lantai Dua kantor PCNU Banyuwangi, Selasa (22/08/2017) pagi.

Didampingi para pemateri yang hadir, Yusri tak segan-segan menunjukkan hasil tulisannya kepada teman dan narasumber. Meski hasil hanya beberapa paragraf saja, Editor Kumparan Rina Nurjanah memberikan apresiasi atas tekadnya belajar menulis.

Haedar Nashir

"Meski ide pokok antarparagraf kurang sinkron dan banyak typo. Tapi tak mengapalah. Karena masih proses tahap awal ia belajar. Saya sangat mengapresiasi sekali tekadnya belajar menulis," ungkap Rina.

Hal yang tidak disangka Yusri memiliki harapan dan cita-cita yang terlampau tinggi, bagi kalangan penulis tingkat awal. "Saya juga memiliki cita-cita ingin jadi penulis buku best seller yang setara dengan Andrea Hirata," tutup Yusri.

Di acara ini mereka juga diajak untuk membuat akun baru di Media Kumparan. Para peserta dipersilahkan untuk membuat tulisan apapun di sana. "Karena misi kami adalah memberikan edukasi kepenulisan dan sekaligus memberikan motivasi penulis baru tetap menulis dalam wadah Media Kumparan," jelas Rina. (M. Sholeh Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Cerita, Anti Hoax Haedar Nashir

Minggu, 28 Januari 2018

Ansor Lampung Dorong Kader Terampil dan Produktif

Pesawaran, Haedar Nashir

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Lampung berkomitmen meningkatkan kapasitas kader dengan menggelar pelatihan wirausaha baru produktif di Pesantren Minhadlul Ulum, Trimulyo, ? Tegineneng, Pesawaran asuhan KH M Syaifudin Fatoni.?

Ansor Lampung Dorong Kader Terampil dan Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Lampung Dorong Kader Terampil dan Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Lampung Dorong Kader Terampil dan Produktif

"Ilmu itu penting, Insyaallah ilmu yang diberikan akan bermanfaat dengan aplikasi di lapangan oleh kader," ujar Sekretaris Ansor Lampung, Budi H Yunanto, Rabu (26/10).

Pelatihan Wirausaha Baru Produktif tersebut bertema "Meningkatkan Keterampilan dan Produktifitas Menciptakan Nilai Tambah dan Mampu Menjawab Tantangan Baru". Kerja sama Pimpinan Pusat GP Ansor dan Kementerian Tenaga Kerja RI.

Pelatihan berlangsung 24-27 Oktober 2016 tersebut diikuti kader Ansor dari 7 kabupaten/kota: Lampung Tengah, ? Lampung Timur, Lampung Barat Metro, Pesawaran, Way Kanan dan Pringsewu.

Haedar Nashir

Materi diberikan meliputi motivasi wirausaha, budidaya tanaman organik, pembuatan pupuk serta pakan organik.

Peningkatan kapasitas kader Ansor Lampung dipimpin Hidir Ibrahim juga dilakukan pada 17-20 Oktober 2016 dengan menggelar Pendidikan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) ? digelar PW GP Ansor Lampung di Pesantren Darus Sholihin Kabupaten Tulang Bawang Barat. (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Pendidikan, AlaNu Haedar Nashir

Haedar Nashir

Senin, 22 Januari 2018

“Ibadah Haji Adalah Ibadah Anugerah"

Pringsewu, Haedar Nashir. Sebentar lagi musim ibadah haji datang. Para jamaah yang tahun ini berangkat menunaikan rukun Islam kelima itu sudah mempersiapkan diri, baik secara mental maupun fisik. Tidak terkecuali calon jamaah haji Kabupaten Pringsewu, Lampung, yang mendapat kesempatan berangkat tahun 2015 ini.

Beberapa dari mereka tampak sudah mulai mempersiapkan diri dan mengundang sanak saudara serta masyarakat sekitar untuk hadir mendoakan keberangkatan mereka pada acara walimatus safar lil hajj (syukuran jelang pemberangkatan haji).

“Ibadah Haji Adalah Ibadah Anugerah (Sumber Gambar : Nu Online)
“Ibadah Haji Adalah Ibadah Anugerah (Sumber Gambar : Nu Online)

“Ibadah Haji Adalah Ibadah Anugerah"

Menurut informasi dari Bagian Kesmasag Pemda Kabupaten Pringsewu, calon jamaah haji Kabupaten Pringsewu akan dilepas secara resmi oleh Bupati Pringsewu, Sabtu (5/9) di gedung NU Kabupaten Pringsewu.

Haedar Nashir

Semakin dekatnya musim haji dan pernak-pernik rukun Islam yang kelima ini diangkat oleh KH. Hambali menjadi materi utama pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) yang dilaksanakan rutin di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (23/8).

Haedar Nashir

Menurut KH Hambali yang juga Ketua MUI Kabupaten Pringsewu, tidak semua orang dapat melaksanakan Ibadah haji ke Baitullah. Ibadah haji merupakan ibadah yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang mampu.

"Mampu di sini artinya adalah mampu dalam banyak hal seperti mampu materi, fisik serta mampu dalam hal keilmuan di bidang haji," katanya seraya mengutip ayat al-Quran surat Ali Imran ayat 97 yang menjelaskan tentang hal tersebut.

Menurut KH Hambali, mereka yang dapat berangkat haji ke Tanah Suci adalah mereka yang telah menerima anugerah dari Allah SWT. Oleh karena itu ia menyarankan kepada jamaah haji khususnya yang berangkat pada tahun ini untuk dapat memanfaatkan anugerah Allah ini dengan sebaik baiknya.

"Pergunakan waktu sebaik-baiknya untuk berbagai macam ibadah seperti umrah, shalat arbain, membaca Quran dan Ibadah-Ibadah lain yang disunahkan," terangnya.

Namun KH Hambali juga mengingatkan kepada para Jamaah untuk tetap menjaga kondisi kesehatan fisik dan mental selama pelaksanaan ibadah haji agar syarat, rukun dan wajib haji dapat dilaksanakan dengan sempurna juga.

Tampak hadir pada kesempatan kegiatan Jihad ini beberapa pengurus NU yang juga akan melaksanakan ibadah haji pada tahun ini, seperti Adi Ben Slamet (Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu), Muhammad Faozan (Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu) dan Ustadz Sodiqin (Ketua MWCNU Kecamatan Pringsewu). (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Internasional, Ahlussunnah Haedar Nashir

Kamis, 18 Januari 2018

Warga NU Hadapi Konflik SDA di Berbagai Daerah

Jakarta, Haedar Nashir. Warga Nahdlatul Ulama (nahdliyin) dihadapkan pada konflik-konflik sumber daya alam di berbagai daerah. Mislanya di Banyuwangi, Rembang, Pati, Kulonprogo, Kebumen, Cilacap, dan Lampung dan daerah-daerah lain.

“Konflik-konflik ini akan menguras energi NU,” kata Ketua PBNU Imam Azis pada diskusi Membaca Konflik di Indonesia dan Dunia yang digelar Pengurus Pusat Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama di Hotel Milenium Kebon Sirih, Jakarta Kamis (28/8).

Warga NU Hadapi Konflik SDA di Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Hadapi Konflik SDA di Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Hadapi Konflik SDA di Berbagai Daerah

Menurut Imam Azis, warga NU di Kulonprogo memiliki tanah yang luas dan menghasilkan buah-buahan yang bagus. Tapi karena di dalamnya mengandung pasir besi, mereka harus berhadapan dengan perusahaan tambang Australia yang diberikan izin pemerintah tanpa melibatkan mereka. ?

Di Kebumen, masyarakat nahdliyin di Urutsewu harus berhadapan dengan militer, di Lampung harus berhadapan dengan perusahaan tambang dari Thailand, di Pati dan Rembang berhadapan dengan PT Semen Indonesia.

Haedar Nashir

Imam Aziz menyebut pola-pola yang terjadi di lapangan adalah berhadapannya tiga pihak, yaitu pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat. Pemerintah dalam hal ini sangat mudah memberikan izin kepada perusahaan-perusahaan tambang.

Haedar Nashir

“Tanpa pemberitahuan, tanpa tahu prosesnya, rakyat tiba-tiba tahu ada alat-alat berat di sekitar mereka. Mau tidak mau masyarakat melakukan perlawanan tanpa tahu juntrungannya,” keluhnya.

Pola kedua, menurut Imam Azis perusahaan? melakukan manipulasi Analisi dampak lingkungan (Amdal). Dalam hal ini Imam Aziz menyebut kongkalikong antara pemerintah daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan perusahaan. Berdasar pengalaman, masyarakat selalu dikalahkan.

“Roadmap pemerintahan yang akan datang, jika hasil tambang dijadikan pemasukan utama negara, otaknya pertumbuhan ekonomi, rakyat akan menjadi tumbal,” tegasnya. (Abdullah Alawi) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Anti Hoax Haedar Nashir

Rabu, 17 Januari 2018

Sidang Itsbat: 1 Dzulhijjah Ahad, Idul Adha 15 Oktober

Jakarta, Haedar Nashir. Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Dzulijjah 1434 H jatuh pada Ahad, 6 Oktober 2013. Penetapan ini sekaligus menegaskan bahwa hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) dilaksanakan 15 Oktober 2013.

Sidang Itsbat: 1 Dzulhijjah Ahad, Idul Adha 15 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)
Sidang Itsbat: 1 Dzulhijjah Ahad, Idul Adha 15 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)

Sidang Itsbat: 1 Dzulhijjah Ahad, Idul Adha 15 Oktober

Keputusan tersebut disepakati dalam Sidang Itsbat Awal Dzulhijjah 1434 H yang diselenggarakan Kemenag di Jakarta, Sabtu (5/10) setelah menerima laporan dari beberapa titik pemantauan hilal (rukyatul hilal) di Indonesia.

Sidang Itsbat dipimpin Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Abdul Djamil. Dia menuturkan, penetapan awal bulan haji ini didasarkan hisab yang menyatakan ketinggian hilal lebih dari dua derajat, sudut elongasi lebih dari tiga derajat, dan umur bulan lebih dari delapan jam, serta laporan tim rukyat yang berhasil melihat hilal.

Haedar Nashir

“Maka diputuskan awal Dzulhijah jatuh pada Ahad, 6 Oktober 2013 dan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Selasa, 15 Oktober 2013," katanya.

Sebelumnya, sebagaimana dilansir situs resmi Bimas Islam Kemenag, Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag Dr H Ahmad Izzuddin menjelaskan, Tim Hisab Rukyat Kemenag berkesimpulan bahwa ijtimak menjelang awal Zulhijjah 1434 H M terjadi Sabtu ini, bertepatan pada 29 Zulqa’dah 1434 H sekitar pukul 07.35 WIB.

Haedar Nashir

Saat matahari terbenam pada tanggal tersebut, papar Izzuddin, posisi hilal antara 02° 48 52.33” (dua derajat empat puluh delapan menit enam detik) sampai 04° 44 00.00 (empat derajat empat puluh empat menit).

Tim Hisab Kemenag juga menilai, penetapan ini sudah memenuhi syarat dengan kriteria penetapan awal bulan hijriyah tentang posibilitas keterlihatan bulan sabit (imkanur rukyat) dua derajat. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Anti Hoax Haedar Nashir

Selasa, 16 Januari 2018

Rekomendasi Ulama Penting untuk Kebijakan Pemerintah

Pekalongan, Haedar Nashir. Di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, peran ulama dan umara (pemerintah) menjadi sebuah kesatuan penting dalam mewujudkan kehidupan yang ideal. Sudah semestinya, kedua elemen tersebut saling mengisi dalam perumusan berbagai kebijakan yang menyangkut kemaslahatan umat.

Rekomendasi Ulama Penting untuk Kebijakan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekomendasi Ulama Penting untuk Kebijakan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekomendasi Ulama Penting untuk Kebijakan Pemerintah

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada pembukaan Muktamar XII Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) dan Halaqoh II Ulama Thoriqoh Luar Negeri di Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (15/1).

"Saya senang ketika banyak insiatif dari para ulama untuk ikut berperan aktif. Kita menunggu rekomendasi dari para ulama sehingga dapat kita adopsi menjadi kebijakan yang penting," terang Ganjar.

Menurutnya, peran ulama juga dapat menjadi kontrol bagi kebijakan yang akan diambil maupun yang telah dibuat oleh pemerintah.

Haedar Nashir

"Kalau umara, kita membuat kebijakan ada dasar filosofis sosiologis yang bisa kita terapkan untuk kebaikan umat manusia. Tapi ketika dasar pengambilan itu tidak tepat, mungkin kebijakan keliru. Maka, peran ulama menjadi penting, ketika banyak insiatif yang dimunculkan," papar Ganjar.

Lebih lanjut dijelaskan Ganjar, dalam konteks formal nantinya perlu ada upaya dari pemerintah untuk melibatkan para ulama dalam proses perencanaan pembangunan. Harapannya, para ulama dapat memberikan masukan, serta mengontrol. Hal ini juga sebagai wujud perkawinan peran ulama dan umara menjadi satu untuk membentuk program bersama

Haedar Nashir

Ditambahkan Ganjar, Muktamar dan Halaqah ulama ini juga dapat menjadi momentum bagaimana menyikapi sebuah perubahan zaman, yang diiringi dengan kemajuan teknologi.

"Islam sebagai rahmatan lil alamin tentu banyak nilai formula tuntunan ajaran yang dapat kita ambil," kata dia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ubudiyah, Anti Hoax, Sunnah Haedar Nashir

Iran Tunjukkan Komitmen Dalam Perjanjian Nuklir

Washington, Haedar Nashir. Iran harus memusnahkan 15.000 unit mesin pengaya uranium sebagai bagian dari butir kesepakatan dengan Barat, demikian laporan Institute for Science and International Security (ISIS) di Washington.

Selain itu, Iran juga harus menutup sebuah fasilitas pengayaan uranium bawah tanah, mengubah reaktor air berat, dan setuju untuk menjalani proses pengawasan selama 20 tahun, tambah ISIS. Temuan itu diserahkan secara eksklusif kepada Wall Street Journal.

Iran Tunjukkan Komitmen Dalam Perjanjian Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)
Iran Tunjukkan Komitmen Dalam Perjanjian Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)

Iran Tunjukkan Komitmen Dalam Perjanjian Nuklir

Dua inspektur Badan Tenaga Atom Internasional memeriksa proses pengayaan uranium di Iran tengah pada 20 Januari 2014.

Haedar Nashir

Keputusan datang setelah Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) memastikan pada Senin bahwa Teheran telah mulai mengurangi aktivitas nuklir utama sebagai langkah awal penerapan kesepakatan November antara Iran dan enam kekuatan dunia. Pada saat yang sama, Uni Eropa dan AS sepakat melonggarkan sejumlah sanksi ekonomi Iran.

Haedar Nashir

Menurut IEAE, Iran telah menurunkan aktivitas di reaktor plutonium air berat Arak dan mulai memindahkan cadangan uranium dengan tingkat kemurnian 20% yang mendekati level senjata. IAEA pun setuju untuk meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas nuklir Iran, termasuk di antaranya kunjungan harian ke sejumlah fasilitas di kota Natanz dan Qom.

“Ini hari penting dalam upaya menjamin bahwa Iran memiliki program nuklir yang [ditujukan bagi jalan] damai,” ujar kepala kebijakan asing Uni Eropa, Catherine Ashton.

Pengumuman Iran itu memulai masa enam bulan negosiasi internasional demi mencapai kesepakatan permanen. Para pejabat Amerika dan Iran mengatakan pembicaraan resmi akan dimulai dalam dua pekan mendatang di Jenewa.

Menurut ISIS, langkah-langkah yang diumumkan pada Senin masih jauh dari yang akan disyaratkan dalam kesepakatan final.

Rekomendasi institut tersebut tidak dipandang keras. Laporan menyambut bahwa Iran akan mempertahankan sejumlah kemampuan untuk menghasilkan bahan bakar nuklir sebagai bagian kesepakatan akhir melalui pengayaan uranium dalam jumlah kecil bagi kepentingan sipil.

Sebaliknya, koalisi anggota legislatif AS berupaya meloloskan aturan yang mensyaratkan pelucutan total kemampuan Teheran dalam memperkaya uranium sebagai bagian dari kesepakatan akhir.

David Albright, kepala ISIS, adalah mantan inspektur senjata PBB yang menjadi penasihat kendali senjata pemerintah. Menurutnya, kajian tersebut dikembangkan oleh riset independen dan melalui pembicaraan mendalam dengan para pejabat pemerintahan Obama dalam beberapa bulan terakhir mengenai masalah Iran.

Para petinggi Departemen Luar Negeri menolak berkomentar atas kesimpulan laporan ISIS. Namun, para pejabat senior AS dalam beberapa pekan terakhir mengatakan bahwa pengurangan aktivitas Arak dan penurunan cakupan kemampuan pengayaan uranium Iran menjadi hal penting demi mencapai kesepakatan akhir.

Laporan ISIS berfokus pada upaya menggagalkan kemampuan Iran untuk menghasilkan bahan bakar senjata melalui dua cara yang tengah dikembangkan Teheran: pengayaan uranium, dan produksi plutonium. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Cerita, Anti Hoax Haedar Nashir

Rabu, 27 Desember 2017

Ketajaman Hati Kiai Syamsuri Dahlan

Pada tahun 1984 M, Habib Umar bin Ahmad Al-Muthohar dari Semarang sedang mengikuti KKN di Kecamatan Kedungjati, salah satu kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kala itu, Habib Umar mendapat cerita dari masyarakat setempat yang menyatakan bahwa di Brabo, desa yang masih sekecamatan dengan tempat di mana Habib Umar mengikuti kegiatan purna mahasiswa itu, terdapat ulama sepuh yang alim, shalih.

Sebagaimana biasa, Habib Umar ketika mendengar kisah orang seperti demikian, ingin sekali sowan ngalap (mencari) berkah serta doa-doa kiai tersebut. Dan ia pun datang ke kediaman Kiai Syamsuri Dahlan beserta satu teman lain bernama Ir. Budi (kini Staf Wali Kota Semarang).

Ketajaman Hati Kiai Syamsuri Dahlan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketajaman Hati Kiai Syamsuri Dahlan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketajaman Hati Kiai Syamsuri Dahlan

Sampai di ndalem Kiai Syamsuri, Habib Umar mendapati piantun sepuh itu sedang duduk siang, santai di atas kursi besar dan lebar, khas mebel kuno dengan memakai baju putih tanpa dikancingkan di bagian dada.

Haedar Nashir

Habib Umar menyapa, mengucap salam “Assalamualaikum...”

Melihat ada tamu datang, Kiai Syamsuri segera tergopoh berdiri, menatap tepat menuju pintu di mana Habib ini berdiri, seraya menyambut dengan kalimat hangat

“Waalaikumussalam... Monggo, monggo... Ndhoro Sayyid. Monggo Ndhoro Sayyid”, silakan masuk, Tuan. Silakan masuk.”

Haedar Nashir

Sejurus kemudian Kiai Syamsuri masuk ke dalam ruangan dalam rumah, berganti baju yang lebih layak untuk hormat tamu.

Parasaan heran dan tanda tanya besar menyelimuti hati Habib Umar yang masih terlalu muda dan belum banyak dikenal khalayak seperti sekarang ini, "Bagaimana bisa, Kiai Syamsuri mengenali saya sebagai keturunan Nabi SAW (sayyid/habib) sedangkan Kiai Syamsuri sendiri belum pernah sekalipun bertemu dengan saya,” gumamnya dalam hati.

Usai bincang-bincang cukup, Habib Umar memberanikan diri bertanya, “Mbah, panjenengan belum pernah bertemu saya, bagaimana panjenengan tahu bahwa saya ini termasuk sayyid.”

Gandane ketawis, Bib (aromanya terlihat jelas, Bib)!” Jawab Kiai Syamsuri dengan singkat, jelas. Jawaban ini membuat hati Habib Umar merinding.

Habib Umar mengibaratkan kisah tersebut dengan cerita Nabi Ya’qub saat berpisah dengan Nabi Yusuf, di mana Nabi Ya’qub mengenali baju yang diberikan kepadanya adalah milik Yusuf hanya melalui ciuman aroma baju yang dibawa saudara Nabi Yusuf ketika sudah mendekati rumah sang ayah. Hal ini mereka dapatkan karena kekuatan cinta di antara mereka.

Cerita ini disampaikan Habib Umar Al Muthohar saat menyampaikan mauidhah hasanah di Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo dan diulang kembali saat pelacak Buku Biografi Jejak Kiai Syamsuri Dahlan sowan ke kediamannya di Semarang. (Mundzir)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nasional, Pondok Pesantren, Anti Hoax Haedar Nashir

Sabtu, 16 Desember 2017

Kiai Subekhan: Pembiaran Maksiat Datangkan Musibah

Brebes, Haedar Nashir. Pengasuh Pondok Pesanteren Assalafiyah Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, KH Subekhan Makmun, menegaskan, bila ada pembiaran terhadap kemaksiatan maka akan ditimpakan bencana.

Kiai Subekhan: Pembiaran Maksiat Datangkan Musibah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Subekhan: Pembiaran Maksiat Datangkan Musibah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Subekhan: Pembiaran Maksiat Datangkan Musibah

Hal itu terjadi, kata dia, ketika para pemimpin daerah atau pemimpin umat sudah acuh tak acuh terhadap kemaksiatan yang terjadi di daerah tersebut.

Kiai Subekhan menyampaikan hal tersebut saat mengisi mauidlotul khasanah dalam Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW di Pendopo Bupati Brebes, Kamis (30/1) malam.

Haedar Nashir

Menurutnya, azab akan ditimpakan kepada pelaku kemaksiatan secara pribadi-pribadi. Allah tidak akan menimpakan azab kepada orang yang tidak berdosa. Tetapi ketika kemaksiatan sudah menjamur, membudaya dan tidak ada tindakan preventif maupun kuratif dari pemerintah setempat maka azab akan ditimpakan pula kepada orang-orang yang tidak berdosa.

Haedar Nashir

“Apalagi kalau pemerintah setempat menyetujui atau memberi ijin beroperasinya tempat-tempat yang mengundang maksiat, maka azab akan ditimpakan kepada orang yang tidak berdosa juga,” ucapnya.

Diibaratkan, lanjutnya, ketika ada seekor semut menggigit orang maka ketika orang tersebut mengetahui semut bersembunyi ke sarangnya, maka sarang tersebut dibakarnya. “Akibatnya, semut-semut lain yang tidak nakal, ikut terbakar,” katanya.

Untuk itu, kata kiai, Pemerintah Kabupaten harus terus memfasilitasi berbagai kegiatan yang mendorong peningkatan Iman dan Takwa kepada Allah SWT. “Biarlah Brebes penuh dengan jalan yang berlobang, tetapi jangan sampai ada “lubang-lubang” yang berjalan. Jangan sampai ada lokalisasi di Brebes,” tandas kiai.

Kiai mengajak kepada seluruh pengunjung untuk bersyukur karena Kabupaten Brebes terhindar dari marabahaya. Wujud dari rasa syukur, setiap saat harus menghindarkan diri dari perbuatan maksiat dan dzolim. “Agar nikmat tidak lepas, maka harus diikat dengan syukur,” terangnya.

Peringatan Nabi Muhammad SAW yang mengambil tema memetik hikmah, merajut ukhuwah dan menuju masa depan cerah di hadiri ribuan pengunjung. Selain mauidlotul khasanah juga digelar, semaan Quran oleh 30 orang Hafidz dan Istighosah yang dipimpin pengasuh Pesanteren Darussalam Jatibarang Kidul, Kec Jatibarang Brebes KH Syeh Sholeh Basalamah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mengajak kepada seluruh warga Brebes untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Termasuk meneladani pemimpin umat Nabi Muhammad SAW. Dia menjelaskan, kalau Kabupaten Brebes dalam tahun 2014 menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Jateng dan Musyawarah Jamiatul Ahlit Thoriqoh Muktabaroh An Nahdliyah (JATMAN) tingkat Jateng.

Kegiatan keagamaan, kata Bupati, menjadi agenda yang tidak terputus bagi Pemkab Brebes. “Semoga dengan ikhtiar peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT, akan membawa Brebes menjadi daerah yang baldatul toyibatun warobun ghofur, rakyat sejahtera dalam lindungan Allah SWT,” pungkas Bupati. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax Haedar Nashir

Selasa, 12 Desember 2017

Hasan Bisri Pimpin KMNU IPB

Bogor, Haedar Nashir. Hasan Bisri terpilih menjadi Ketua KMNU IPB dalam Musyawarah Besar (Mubes) yang bertempat di RK. AGB 202A Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Sabtu (28/2) lalu. Mubes yang diketuai oleh Amir Muzakki ini dihadiri oleh segenap civitas KMNU IPB mulai dari anggota, pengurus, alumni, dan pembina.

Agenda yang dilaksanakan tiap tahun di akhir kepengurusan ini terdiri dari sidang pembahasan AD/ART, sidang laporan pertanggungjawaban kepengurusan 2014-2015, pemilihan ketua KMNU, serta pemilihan Dewan Pertimbangan. Sidang ini dipimpin oleh M. Mulya Tarmidzi (presidium sidang I), Isna Nur Arifina (presidium sidang II), dan Irfan Sofyan (presidium sidang III).

Hasan Bisri Pimpin KMNU IPB (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasan Bisri Pimpin KMNU IPB (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasan Bisri Pimpin KMNU IPB

Dalam sidang AD/ART ditetapkan dan disahkan AD/ART yang diamandemen untuk disesuaikan dengan AD/ART KMNU Nasional yang baru saja terbentuk Januari lalu. 

Haedar Nashir

Mantan Ketua KMNU IPB, Achmad Mujib Dalam sambutannya menyatakan, bahwa ke depannya akan banyak tantangan dan peluang bagi KMNU IPB. "Saya yakin dan percaya ke depannya  KMNU IPB akan semakin baik dengan sumber daya yang potensial serta kepengurusan yang lebih professional," ujar Mujib.

Haedar Nashir

Sebelumnya, dalam musyawarah pemilihan ketua KMNU IPB yang dimoderatori oleh Ikrom Mustofa (mahasiswa berprestasi KMNU IPB), terdapat empat calon ketua yaitu Hamdan Ubaidillah, Hasan Bisri, A. Hijayat Ibnun, serta Hamzah Alfarisi. 

Dua calon yang cukup kuat diperdebatkan untuk menduduki kursi panas ketua KMNU IPB yakni Hasan Bisri dan A. Hijayat Ibnun. Keduanya mempunyai potensi, daya tarik, ciri khas, semangat, dan kapabilitas yang sudah tidak diragukan lagi oleh sebagian besar peserta musyawarah. 

Pada akhirnya, musyawarah sepakat menunjuk Hasan Bisri sebagai ketua KMNU IPB terpilih periode 2015-2016. Hasan dinilai lebih mampu merangkul semua civitas KMNU, mempunyai problem solving yang baik, serta pola pikir yang visioner dalam memetakan potensi yang ada.

Dalam sambutannya Hasan menyatakan, bahwa dia ingin bersama-sama bersinergi dengan semua elemen yang ada di KMNU IPB, melakukan yang terbaik menuju KMNU IPB yang lebih banyak berkarya bagi umat. 

Sidang terakhir memilih dan menetapkan Dewan Pertimbangan KMNU IPB yang terdiri dari 10 pengurus KMNU IPB periode sebelumnya. (Afifah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Anti Hoax, Tokoh Haedar Nashir

Senin, 11 Desember 2017

Kearifan Ulama Kunci Kemajuan Bangsa

Demak, Haedar Nashir. Nahdlatul Ulama sebagai organisasi sosial keagamaan berkiprah dalam menegakkan dan mendirikan bangsa Indonesia. Organisasi para kiai tersebut tak habis dibicarakan orang, mulai dari kronologi, apresiasi, peran sampai visi kejuangannya.

Dalam sejarahnya, NU berkiprah tak hanya lingkup Indonesia saja, melainkan di dunia internasional, sesuai dengan tujuan pendirian NU itu sendiri.

Kearifan Ulama Kunci Kemajuan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kearifan Ulama Kunci Kemajuan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kearifan Ulama Kunci Kemajuan Bangsa

Mustasyar NU Demak KH M Nurul Huda mengutip pendapat peneliti asal Timur Tengah Dr.Abdul Azis At Turisi yang mengatakan Indonesia mendatang akan menjadi pemimpin dunia karena keragaman dan kearifan para ulama Nahdlatul Ulama.

Haedar Nashir

“Beberapa puluh tahun yang lalu Dr.Abdul Azis sudah mengatakan Indonesia bakal menjadi pemimpin dunia terutama pemimpin bagi negara negara muslim, kok tidak Arab Saudi atau negara yang lain, itu alasannya apa….? Alasannya karena NU nya?” tutur kiai Pengasuh Pesantren At Taslim Demak tersebut.

Haedar Nashir

Ia menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara pada acara Refleksi Harlah NU ke 91 dan peringatan 100 hari wafatnya KH MA Sahal Mahfud di Aula Depan Pesantren Attaslim Krajaan Bintor Demak, Jumat (9/5) yang diselenggarakan MWC NU Demak.

Lebih lanjut KH Nurul Huda memaparkan, kearifan dan kealiman para ulama NU merupakan kunci utama yang diwariskan dari leluhurnya, yaitu Wali Songo. Para wali menyebarkan faham Aswaja di tengah tengah masyarakat melalui pesantren. Di antara ulama rujukan para pejuang NU dari segi ajaran yakni KH Mahfudz Atturmusi, KH Masum Lasem dan KH Hasyim Asy’ari.

“KH Mahfudz, Mbah Maksum serta Mbah Hasyim telah memberi pencerahan pada para alim yang telah menyebarkan Aswaja ke seluruh pelosok tanah air yang dulu sulit digoyahkan oleh para penjajah” imbuh cucu Mbah Maksum ini.

Sementara Rais Syuriyah NU Demak KH Alawy Mas’udi mengatakan, para ulama NU dalam memimpin umat menempatkan pesantren sebagai kawah condrodimuko ideologi agama. Pada saat yang sama para ulama menempatkan kebangsaan sebagai bagaian terpenting. Pandangan ini perlu dikembangkan dan ditingkatkan lagi agar bangsa Indonesia tidak goyah pengaruh global.

“Diakui atau tidak namanya pesantren sebelum, dan saat penjajahan sampai saat ini merupakan benteng utama bangsa Indonesia. Ini bahkan diakui dunia luar kalau ingin menghancurkan Indonesia, maka hancurkan NU yang berbasis pesantren,” tegas KH Alawy.

Harlah NU yang diisi acara refleksi dengan tema “Meneguhkan Kembali Visi Perjuangan NU” tersebut diikuti pengurus MWC, Ranting NU se-Kecamatan Demak Kota, serta santri, Direktur RSI NU Demak dan masyarakat sekitar. (A.Shiddiq Sugiarto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Nahdlatul Haedar Nashir

Sabtu, 09 Desember 2017

Nonton Film di Gedung Bioskop

Nonton film di gedung bioskop biasa disingkat “Nonton”. Aktivitas ini merupakan kelaziman masyarakat masa kini baik di perkotaan maupun di pedesaan. Dengan harga terjangkau, pengunjung gedung bioskop bisa menikmati film terbaru sebelum tayang umum di televisi. Kendati demikian, ada juga bioskop kelas kere yang memutar film lama.

Nonton di gedung bioskop, menurut banyak pengunjungnya, lebih asyik daripada nonton film sendirian di televisi atau di laptop. Efek sound sistem yang menggelegar luar biasa ini memberikan pengalaman istimewa bagi mereka yang nonton. Ditambah lagi suasana gelap ruangan saat film diputar. Sementara nonton film di rumah akan mengganggu kenyamanan tetangga bila volume sound sistem dikuatkan seperti lazimnya di gedung bioskop.

Nonton Film di Gedung Bioskop (Sumber Gambar : Nu Online)
Nonton Film di Gedung Bioskop (Sumber Gambar : Nu Online)

Nonton Film di Gedung Bioskop

Lalu bagaimana kedudukan nonton di mata hukum. DR Yusuf Qaradhawi dalam karyanya Al-Halal wal Haram fil Islam menerangkan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Haedar Nashir

Tidak perlu ragu bahwa pertunjukkan film dan sejenisnya merupakan sarana penting dari sekian banyak sarana hiburan. Sebagai sarana, kedudukan film bioskop sama seperti sarana lainnya. Artinya, ia bisa jadi digunakan untuk kebaikan. Tetapi ada kalanya film dimanfaatkan untuk keburukan. Secara substansi, pertunjukan bioskop tidak masalah. Kedudukan hukumnya didasarkan pada pesan dan isi film.

Haedar Nashir

Kami, kata Qaradhawi, memandang aktivitas nonton di gedung bioskop halal dan baik-baik saja. Lalu, Qaradhawi menyebutkan sejumlah syarat antara lain agar pengunjung menjauhkan film-film yang menampilkan kefasikan atau menafikan aqidah, syariah, maupun adab Islam.

Begitu juga film-film yang membangkitkan kesenangan-kesenangan duniawi, dosa, atau mendorong orang untuk berbuat kriminal.

Selain itu, aktivitas nonton tidak melalaikan pengunjung gedung bioskop dari kewajiban duniawi seperti aktivitas sekolah atau mencari nafkah, dan kewajiban agama seperti sembahyang lima waktu. Terakhir, kata Qaradhawi, pengunjung gedung bioskop mesti menjauhkan diri dari kerumunan dan desakan-desakan yang membangkitkan syahwat laki-laki dan perempuan. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga, Kajian Islam, Anti Hoax Haedar Nashir

Centralo Culturale Islamico, Pusat Kebudayaan Islam di Roma, Italia

Roma, Haedar Nashir - Ahad, 11 Juni 2017, saya diajak berbuka puasa bersama oleh salah seorang? jamaah, namanya Pak Didit. Beliau adalah salah seorang staf KBRI Roma yang sudah tinggal di kota itu sejak 42 tahun lalu. Saya dikenalkan dengan sebuah masjid besar dan terbesar di Eropa, yang terletak di Roma, Italia.

Dalam bahasa Italia, masjid ini disebut juga Centralo Culturale Islamico atau Pusat Kebudayaan Islam. Meskipun mayoritas penduduk Roma adalah umat Katolik, tidak menghalangi kebebasan kaum muslimin untuk menjalankan ibadah puasa dari fajar sampai maghrib.

Centralo Culturale Islamico, Pusat Kebudayaan Islam di Roma, Italia (Sumber Gambar : Nu Online)
Centralo Culturale Islamico, Pusat Kebudayaan Islam di Roma, Italia (Sumber Gambar : Nu Online)

Centralo Culturale Islamico, Pusat Kebudayaan Islam di Roma, Italia

Kehangatan kebersamaan Muslim terdapat di dalam masjid yang menjadi pusat berkumpulnya kaum muslimin untuk melaksanakan sholat berjamaah dan ibadah-ibadah yang lainnya.

Haedar Nashir

Sebagaimana dulu ketika zaman Nabi, masjid bukan hanya dijadikan sebagai tempat untuk ibadah, tetapi juga sebagai pusat budaya. Masjid difungsikan untuk berdiskusi dan bermusyawarah. Masjid menjadi tempat belajar mengajar. Bahkan masjid adalah tempat mengatur strategi.

Centralo Culturale Islamico Roma, dibangun atas hasil kesepakatan Organisasi Islam sedunia atau yang disebut OKI. Tercatat ada 23 negara yang menjadi perintis dan menyetujui dibangunnya pusat kebudayaan Islam di Roma.

Haedar Nashir

Adapaun negara-negara yang mendukung adalah Algeria, Saudi Arabia, Bahrain, Bangladesh, Brunei Darussalam, Egitto, Emirat Arab, Giordania, Indonesia, Iraq, Kuwait, Libia, Malaysia, Maroko, Mauritania, Oman, Pakistan, Qatar, Senegal, Sudan, Tunisia, Turki, dan Yaman.

Masjid yang menjadi kebanggaan kaum Muslim di Roma ini diresmikan pada 21 Juni 1995 yang bertepatan dengan tanggal 23 Muharram 1416 H oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz as-Su’ud.

Semoga masjid yang telah terbangun di Roma ini menjadi pusat bertukar ilmu pengetahun dan budaya antarbangsa dan negara, juga menjadi tempat berkumpulnya kaum muslimin dan mempererat persaudaraan, meskipun beda bahasa dan warna kulit. (H Khumaini Rosadi, dai anggota Tim Inti Dakwah Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Roma, Italia)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah, Nahdlatul Ulama, Anti Hoax Haedar Nashir

Rabu, 06 Desember 2017

Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin

Assalamu’alaikum wr. wb. Pak Ustad yang terhormat, saya pernah mendengar ada orang yang pernah menikah dengan jin. Bahkan ada juga dalam sinetron yang saya lihat di salah satu televisi swasta, terlepas apakah itu cerita fiktif atau bukan yang jelas ada cerita pernikahan dengan jin meskipun tidak dijelaskan bagaimana proses akadnya. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana hukum menikah dengan jin. Dan atas jawabannya, kami ucapkan terimakasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb (Yunus/Jakarta)

***

Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin (Sumber Gambar : Nu Online)
Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin (Sumber Gambar : Nu Online)

Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin

Assalamu’alaikum wr. wb. Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Mengenai pernikahan manusia dengan jin sebenarnya bukan soal baru. Kami juga pernah mendengar cerita pernikahan manusia dan jin, yang notabenenya adalah dua makhluk yang berlainan alam dan berbeda materi penciptaannya. Namun kami belum pernah menyaksikan bagaimana pernikahan manusia dengan jin bisa berlangsung. Hanya saja dalam benak kami, jin merubah dirinya menjadi wujud manusia seperti kita.

Para ulama juga sebenarnya juga jauh-jauh hari sudah membincang tentang pernikahan manusia dengan jin, bahkan sampai ada yang mempuyai anak dari hasil pernikahan tersebut. Dan mayoritas ulama memakruhkan pernikahan tersebut. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Taimiyah.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Haedar Nashir

“Bahwa merasukinya jin pada manusia bisa jadi karena dorongan syahwat, hawa nafsu, atau jatuh cinta sebagaimana yang terjadi antara manusia dengan manusia lainnya. Dan terkadang antara manusia dengan jin terjadi pernikahan sampai melahirkan anak. Hal ini banyak terjadi dan sudah diketahui secara umum. Sungguh, para ulama telah menyebutkan hal tersebut dan membicarakannya. Dan mayoritas ulama memakruhkan pernikahan (manusia) dengan jin” (Ibnu Taimiyah, Majmu’ al-Fatwa, Mesir-Dar al-Wafa`, cet ke-3, 1426 H/2005 M, juz, 19, h. 39)      

Di antara barisan para pakar hukum Islam yang memakruhkan pernikahan manusia dengan jin adalah imam Malik pendiri madzhab maliki.  Alasannya adalah adanya kekhawatiran nanti kalau ada perempuan hamil akibat melakukan zina bisa saja mengaku bahwa ia dihamili jin.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  

“Dan terdapat riwayat dari imam Malik ra bahwa beliau membolehkan pernikahan manusia dengan jin, akan tetapi beliau memakruhkannya karena (khawatir) perempuan-perempuan yang hamil sebab zina mengaku-aku bahwa kehamilannya itu dari jin” (Lihat Ibnu Hajar al-Haitsami, al-Fatawi al-Haditsiyyah, Bairut-Dar al-Fikr, tt, h. 50)

Haedar Nashir

Di kalangan madzhab syafii sendiri juga terjadi perselisihan pendapat. Ada yang memperbolehkan, dan ada yang tidak. Di antara pendapat yang tidak memperbolehkan pernikahan manusia dengan jin adalah al-Bariji dan Ibnu Yunus. Alasan yang dikemukakan adalah adanya perbedaan jenis antara bangsa manusia dan jin. Ini artinya manusia hanya boleh menikah dengan manusia. Hal ini didasarkan atas firman Allah swt berikut ini;

? ? ? ? ? ?. “Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri” (Q.S. An-Nahl [16]: 72)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ?. “Ibnu Yunus berpendapat bahwa di antara yang menjadi penghalang pernikahan adalah perbedaan jenis. Karenanya maka tidak boleh bangsa manusia menikah dengan bangsa jin. Dan pendapat inilah yang difatwakan al-Bariji karena didasarkan kepada firman Allah swt, ‘Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri’ (Q.S. An-Nahl [16]: 72]” (Lihat Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib Syarhu Raudl ath-Thalib, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1422 H/2000 M, juz, 3, h. 162)

Dari penjelasan di atas setidaknya dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam soal pernikahan manusia dengan jin ternyata terjadi perbedaan di antara para ulama. Dan kami lebih memilih pendapat yang tidak memperbolehkan pernikahan tersebut.

Pertimbangan kami memilih pendapat yang tidak memperbolehkan di samping alasan yang dikemukakan oleh ulama di atas adalah, ketiadaan aturan teknis yang memadai yang menjelaskan mengenai pernikahan manusia dengan jin.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca. 

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)      

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu, Anti Hoax, RMI NU Haedar Nashir

Selasa, 05 Desember 2017

Referendum di Mesir Tewaskan 9 Orang

Jakarta, Haedar Nashir. Hari terakhir referendum atau jajak pendapat tentang rancangan konstitusi Mesir akan mulai dibuka pukul 09.00 waktu setempat, Rabu (15/01) ini.

Sampai Selasa (14/01), sedikitnya sembilan orang tewas akibat bentrokan antara aparat keamanan dan pendukung mantan Presiden Mohammed Morsi yang menyatakan memboikot referendum ini. Demikian laporan yang dilansir oleh laman BBC Indonesia.

Referendum di Mesir Tewaskan 9 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Referendum di Mesir Tewaskan 9 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Referendum di Mesir Tewaskan 9 Orang

Sejauh ini belum diketahui berapa jumlah warga Mesir yang memberikan suaranya. Stasiun TV Al-Hayat TV mengutip Kementerian kehakiman mengatakan suara yang suhad masuk "melebihi 50%" di hari pertama pemungutan suara.

Haedar Nashir

Sekitar 160.000 tentara dan lebih 200.000 anggota kepolisian dikerahkan untuk mengamankan referendum di seluruh Mesir.

Haedar Nashir

Bentrokan terjadi di tiga kota bagian selatan ibukota Kairo, Selasa (14/01).

Kampanye dukungan untuk konstitusi baru membanjiri siaran televisi dan radio milik negara. Namun kampanye yang menolak konstitusi baru sulit ditemukan di jalan-jalan.

Jajak pendapat ini bertujuan untuk mengganti konstitusi lama yang disahkan oleh Morsi, beberapa bulan sebelum dia disingkirkan oleh militer.

Sedangkan konstitusi baru disusun oleh sebuah komite yang berisi 50 orang dan hanya dua diantaranya berasal dari partai Islam.

Ikhwanul Muslimin, partai pendukung mantan Presiden Morsi, yang dinyatakan terlarang karena dianggap sebagai kelompok teror, menyerukan aksi boikot.

Pemerintahan sementara mengklaim bahwa rancangan ini memberikan lebih banyak kebebasan dan hak, serta menjadi kunci menuju stabilitas. (mukafi niam)

Foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Sejarah, Pahlawan Haedar Nashir

Sabtu, 02 Desember 2017

Ormas-Ormas Temanggung Nyatakan Tolak ISIS

Temanggung,Haedar Nashir. Sejumlah organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Temanggung menolak Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) masuk wilayah itu. Sebab, organisasi tersebut diprediksikan akan mengganggu stabilitas keamanan lantaran ideologi yang diusung tidak sesuai dengan dasar negara.

"Secara tegas kami menolak keberadaannya. Apapun ISIS tidak boleh masuk di wilayah kami. Organisasi tersebut tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, bahkan dalam Islam sendiri tidak demikian. Kami melihat mereka sangat tidak tepat berada di negara kita," kata Ketua GP Ansor Temanggung, Yami Blumut.

Ormas-Ormas Temanggung Nyatakan Tolak ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Ormas-Ormas Temanggung Nyatakan Tolak ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Ormas-Ormas Temanggung Nyatakan Tolak ISIS

Penolakan yang dilayangkan Yami bukan tanpa alasan. Pihaknya mengaku telah mendalami tentang organisasi tersebut dari referensi yang ditemukan. Hasilnya, ISIS dinilai akan justru menyebabkan keruntuhan NKRI ketimbang memperkuatnya.

Haedar Nashir

"Bagi kami, NKRI harga mati, tidak hanya slogan, tetapi sudah menjadi ideologi bagi kami. Untuk itu, kami akan menolak mereka yang akan menghancurkan NKRI," terang pria yang anggota KPU Temanggung ini.

Haedar Nashir

Yami menjelaskan, terkait dengan ISIS ini, pihaknya sebagai pucuk pimpinan organisasi sayap Nahdlatul Ulama ini telah menyosialisasikan kepada seluruh anggotanya. Setelah sosialisasi terhadap anggota dirampungkan, pihaknya kemudian meminta seluruh anggota GP Ansor dan Banser untuk menyosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya ISIS. "Tidak hanya menolak, kami telah melakukan sesuatu sebagai bentuk penolakan tersebut," lanjutnya.

Penolakan serupa dilayangkan oleh Jaringan GUSDURian Temanggung. Organisasi yang konsen meneterjemahkan dan mengaplikasikan pemikiran KH. Abdurrahman Wahid ini menilai ISIS justru akan menyebabkan kegoyahan NKRI. "Ini sudah menyangkut ketahanan negara, bukan lagi soal keamanan. Karena mereka mau mengganti ideologi negara," kata juru bicaranya, Azrul Ahsani.

Dijelaskan, penolakan terhadap ISIS yang dilakukan oleh komunitas lintas iman ini, didasari atas kenyataan bahwa kekayaan primordial di Indonesia harus dijaga keragamannya, bukan untuk diseragamkan. Untuk itu, menghargai para pendiri bangsa, penolakan ISIS merupakan hal yang harus dilakukan. "Temanggung saja sudah beragam agama dan etnisnya, apalagi seluruh Indonesia yang lebih luas. Ini akan sangat berbahaya," tandasnya.

Selain melayangkan penolakan, pihaknya juga mendukung langkah aktif yang dilakukan TNI/Polri untuk memberantas aktivis organisasi yang berbasis di Timur Tengah ini. Menurutnya, tidak hanya harus menghukum para aktivisnya, melainkan karena merupakan bentuk organisasi terlarang, pemerintah juga harus mengeluarkan regulasi yang menegaskan larangan organisasi yang hendak mengubah dasar negara. "Tidak hanya ISIS, apa pun organisasinya yang hendak mengubah dasar negara dari Pancasila ke ideologi manapun, kita harus menolaknya. Bukan karena sentimen keagamaan, melainkan atas dasar menjaga keragaman Indonesia," tandasnya.

PC PMII Temanggung juga mengajukan penolakan atas ISIS. Penolakan tersebut dengan alasan ISIS merupakan kelompok radikal yang akan memperburuk citra Islam di mata dunia. Untuk menghentikan citra tersebut berkembang, langkah pematahan sejak dini harus dilakukan. "Indonesia dikenal dengan citra Islam moderat, jangan sampai dikotori dengan Islam yang radikal seperti ISIS," tandas Ketua PC PMII Temanggung, Rozakul Yazid.

"Pengaruh dari gerakan-gerakan radikal ini perlu diwaspadai secara mendalam, karena mampu tumbuh diberbagai aspek, agama, politik, ekonomi, sosial, budaya, bahkan psikologi. Oleh karena itu perlu dipahami arti kata radikal sendiri," kata Kasdim Mayor Infantri Hufron, di sela acara "Seminar Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila" dihadapan perwakilan pelajar SMA/SMK dan mahasiswa yang dihelat di aula Hotel Kintamani.

Untuk mendukung upaya menangkal ISIS sendiri, peran ormas-ormas Islam yang ada di Temanggung juga sangat diharapkan dalam upayanya mendeteksi dini serta mengantisipasi salah satu gerakan radikal ini.

"Perlu diwaspadai pergerakan ISIS ini tertutup. Selain pelajar, ormas-ormas Islam yang ada di Temanggung juga patut meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dan segera mendeklarasikan seruan anti ISIS karena mampu memecah belah Islam secara umum. Ini berbahaya bagi umat Islam. Apalagi di kabupaten ini pernah digunakan sebagai lokasi persembunyian teroris beberapa saat lalu," kata Kasi Politik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Kabupaten Temanggung, Sri Widodo. (zah/alw)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax Haedar Nashir

Rabu, 15 November 2017

Tembang Tombo Ati Diracik dari Syekh Ibrahim Al-Khawas

Islam, begitu lekat dengan Nusantara. Sekarang saja, Indonesia menjadi negara terbesar penduduk beragama Muslim. Namun hebatnya, hal itu tidak membuat Indonesia lantas mengubah citranya menjadi "kearab-araban".?

Memang, Islam dibawa Rasulullah Muhammad salallahu alaihi wasallam yang berkebangsaan Arab. Namun, Islam di Nusantara bisa menyatu dengan santun dengan budaya lokal yang tak bertentangan dengan Islam.?

Tembang Tombo Ati Diracik dari Syekh Ibrahim Al-Khawas (Sumber Gambar : Nu Online)
Tembang Tombo Ati Diracik dari Syekh Ibrahim Al-Khawas (Sumber Gambar : Nu Online)

Tembang Tombo Ati Diracik dari Syekh Ibrahim Al-Khawas

Hal ini tentu tak lepas dari peran seorang dai sejati. Adalah Wali Songo yang merupakan cikal bakal kebesaran islam di Nusantara. Mereka paham betul dengan firman Alah dalam Surah An-Nahl ayat 125:

? ? ? ? ? ? ?...

Haedar Nashir

Artinya: "Dan serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan Hikmah (kebijaksanaan) dan nasehat yang baik"

Oleh karena itu, mereka tidak semena-mena dalam berdakwah. Salahsatu bukti dari kebijaksanaan mereka tercermin apik lewat sejarah tembang "Tombo Ati" gubahan Sunan Bonang.?

Haedar Nashir

Ya, sudah menjadi tradisi Nusantara, khususnya orang jawa. Adalah menyusupkan pelajaran-pelajaran tentang peri kehidupan lewat lagu. Hal itu bukan tanpa sebab, melainkan telah terbukti bahwa cara tersebut lebih mudah dipaham dan dihafal oleh masyarakat nusantara.?

Sehingga, merasuknya nasihat akan lebih cepat ke dalam hati dan keberhasilan dakwah pun berpeluang besar. Inilah kutipan teks tembang "Tombo Ati" oleh Sunan Bonang:

“Tombo ati iku limo perkarane

kaping pisan moco Qur’an lan maknane

kaping pindo shalat wengi lakonono

kaping telu wong kang sholeh kumpulono

kaping papat kudu weteng ingkang luwe





kaping limo dzikir wengi ingkang suwe

salah sawijine sopo biso ngelakoni

mugi-mugi Gusti Allah njembatani” ?

Ternyata, tembang tersebut dibuat bukan asal mengarang, melainkan senada dengan perkataan Syekh Ibrahim Al-Khawash radhiyallahu anhu ? yang termaktub jelas dalam kitab At Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran karya Syaikh Abi Zakariya Yahya bin Syarafuddin An Nawawi As Syafii. Dalam kitab tersebut dijelaskan:





? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?: ? ? ?: ? ? ?, ? ?, ? ?, ? ? ?, ? ?.

Artinya: Telah berkata tuan mulia yang memiliki beberapa karunia dan ilmu kemakrifatan, Ibrahim Al Khawash Radiyallahu taala anhu: Obat hati itu ada lima: mambaca Quran dengan bertadabbur (memikir-mikir) makananya, mengosongkan perut (puasa), menegakkan malam (dengan beribadah), berdzikir khusuk di waktu sahur, dan bergaul dengan orang-orang sholih.

Demikianlah Islam Nusantara, Islam yang santun. Sudah tidak saatnya lagi untuk memperdebatkan: mana dalilnya? Apakah Rasul juga melakukannya? Dan lain sebagainya. Yang perlu disadari dan digarisbawahi adalah bahwa Islam di Nusantara telah dibawa oleh orang-orang pilihan Allah. Para kekasih Allah, waliyullah. Para Wali Songo. Yang tentu, tidak diragukan lagi tingkat kealiman dan keihlasannya dalam berdakwah.?

Kalaupun toh kita merasa belum menemukan dalilnya, berhusnudzanlah, itu berarti memang ilmu kita yang memang sedikit sekali. Percayalah! (Ulin Nuha Karim/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Kyai, Anti Hoax Haedar Nashir

Sabtu, 11 November 2017

Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh

Judul: Dialog Problematika Umat

Penulis: KH. MA Sahal Mahfudz

Penerbit: Khalista Surabaya dan LTN PBNU

Cetakan: I, Januari 2011

Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh

Tebal: xii+464 hal.

Peresensi: Ahmad Shiddiq *


Haedar Nashir

Orang mengenal Kiai Sahal sebagai sosok kiai yang bersahaja. Namun, di balik kesederhanaannya, pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati, Jawa Tengah ini memiliki keluasan ilmu yang jarang dimiliki oleh kiai kebanyakan. Tidak salah kalau kemudian dalam penelitian yang dilakukan Dr Muzammil Qomar, beliau disejajarkan dengan nama-nama besar semisal (alm) KH Achmad Shiddiq sebagai tokoh yang mempunyai pemikiran liberal. Bahkan? beberapa waktu yang lalu kiai bernama lengkap Muhammad Ahmad Sahal Mahfudz ini di anugerahi Doctor Honoris Causa (Dr HC) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta karena keteguhannya dalam fikih Indonesia.

Kiai Sahal adalah figur, pemimpin, ekonom, pendobrak kebekuan, kemunduran, kemiskinan, dan latar belakang. Sosok multidisipliner dan dinamisator kalangan pesantren serta Nahdlatul Ulama, dua lembaga yang membesarkan juga dibesarkannya. Sebagai ulama, Kiai Sahal tidak diragukan lagi kapasitas keilmuan agamanya, khususnya penguasaan terhadap kitab kuning atau al-turast al-islami. Kapasitas keulamaan ini terlihat dari karya yang sangat banyak meliputi berbagai aspek keilmuan.

Haedar Nashir

Dunia pesantren maupun akademisi begitu memberikan apresiasi sekaligus kepercayaan kepadanya untuk bisa mentransformasikan keilmuan di berbagai tempat, termasuk lewat berbagai media yang telah memberikan kesempatan kepada beliau untuk mengisi rubrik khusus sebagai kolumnis maupun forum dialog atau bathsul masail, yang diantaranya menjadi buku ini.

Dengan pemikiran yang tajam, ia mampu memberikan solusi secara kronologis, jelas, transparan dan sistematis dari setiap problema umat yang disodorkan kepadanya. Disini dibahas tuntas problematika mengenai bersuci, shalat, puasa Ramadhan, zakat dan pemberdayaan ekonomi umat, haji, rumah tangga, antara tuntutan ibadah dan rekayasa teknologi, akidah-akhlak, mengagungkan kitab suci, makanan, dan etika sosial.

Bagi Kiai Sahal, fiqh bukanlah konsep dogmatif-normatif, tapi konsep aktif-progresif. Fiqh harus bersenyewa langsung dengan ‘af al al-mutakallifin sikap perilaku, kondisi, dan sepak terjang orang-orang muslim dalam semua aspek kehidupan, baik ibadah maupun mu’amalah (interaksi sosial ekonomi). Kiai Sahal tidak menerima kalau fiqh dihina sebagai ilmu yang stagnan, sumber kejumudan dan kemunduran umat, fiqh justru ilmu yang langsung bersentuhan dengan kehidupan riil umat, oleh karena itu fiqh harus didinamisir dan revitalisir agar konsepnya mampu mendorong dan menggerakkan umat Islam meningkatkan aspek ekonominya demi mencapai kebahagian dunia-akhirat.

Kontekstualisasi dan aktualisasi fiqh adalah dua term yang selalu dikampanyekan Kiai Sahal baik secara ‘qauli (teks) melalui acara seminar, simposium, dan sejenisnya. ‘kitabi (tulisan) dikoran, majalah, makalah, serta fi’li (tindakan) dalam bentuk aksi langsung di tengah masyarakat dengan program-program riil dan konkret yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam buku ini, jelas bahwa umat Islam sekarang dalam sebuah kebingungan menghadapi dunia modern. Dunia modern yang selama ini dibanggakan oleh masyarakat, ternyata malah menyisakan problem yang memprihatinkan. Dunia modern diagung-agungkan dengan berbagai kecanggihan informasi, transportasi, dan alat-alat teknologi lainnya ternyata gagal membentuk pribadi muslim yang luhur dan mampu mengorbankan serta pengabdian dirinya untuk masyarakat. Semua orang dengan bangga berkata sebagai orang modern, tetapi ternyata hatinya berpenyakit dan begitu menyedihkan bila ditinjau dalam segi agama.

Bagi Kiai Sahal, kebenaran sesuatu selain dari dalil-dalil naqliyah juga bisa berasal dari dalil aqliyah. Memang al-Qur’an dan al-Hadits merupakan sumber hidayah yang paling utama dan esensial bagi umat Islam. Namun peran akal juga tidaklah kalah penting. Dalam beberapa ayat, peran akal sangat istimewa bahkan orang-orang yang diberi ilmu derajatnya tinggi dihadapannya. Hasil pemikiran sains yang berkembang sekarang dapat kita jadikan sebagai petunjuk untuk mempertebal keimanan asalkan tidak bertentangan dengan ketetapan syariah. Dengan demikian, sains dan ilmu pengetahuan yang bersumber dari akal pikiran bukan bid’ah, atau kemusyrikan dan kekufuran. Bahkan sains dan ilmu pengetahuan diperintahkan Allah untuk dipelajari dan dikembangkan. Ini penting karena berguna meningkatkan kualitas hidup manusia dan bahkan bisa mempertebal iman.

Pergulatan panjang Kiai Sahal dalam lapangan fiqh sosial ini ternyata membawa perubahan besar dan dahsyat dalam lapangan pemikiran pesantren dan akademis? (perguruan tinggi), ekonomi kerakyatan, kebudayaan, kelembagaan (pesantren dan NU), dan politik kebangsaan. Dari kalangan peasntren, pemikiran progresif fiqh sosial Kiai Sahal mendorong santri dan Gus-Gus muda pesantren belajar secara mendalam ilmu usul fiqh dan mengembangkan untuk merespons tantangan modernisasi sekarang ini. Lalu muncullah pemikir-pemikir muda pesantren dan NU progresif, transformatif, dan inovatif, dan mereka jauh lebih berani keluar mainstream pemikiran NU, tetapi tetap dalam koridor ahlusunnah wal jamaah.



Dengan demikian, dilihat dari kacamata akademik pesantren Kiai Sahal mampu menyediakan informasi yang komprehensif dan cermat dalam menganalisis serta akurat dalam menyajikan jawaban-jawaban umat. Rais Aam PBNU ini, telah lebih maju dengan memberikan tawaran gagasan-gagasan segar terkait problematika umat dengan pengembangan qawaid ushuliyah untuk menjadikan fiqh sebagai bagian dari peradaban modern.

Wal-hasil buku setebal 464 ini dapat menjadi inspirasi kaum muda dalam mengembangkan lebih jauh gagasan-gagasan ulama sekaliber KH MA Sahal Mahfudz dan tentunya patut menjadikan buku ini, rujukan menemukan jawaban hukum Islam yang berkaitan problematika umat. Selain mudah dibaca oleh siapa saja, buku ini memberikan jawaban nuansa berbeda yang disesuaikan dengan zaman kontemporer. Waallahu a’lamu bi al-shawab.

*) Penulis Santri Pesantren Luhur Al-Husna dan Redaktur Pena Pesantren Surabaya Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Halaqoh, Anti Hoax Haedar Nashir