Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Nilai Mulia Ulama Terletak pada Kearifannya

Pamekasan, Haedar Nashir. Nilai mulia ulama terletak di kearifannya dalam menyikapi ragam persoalan umat. Tanpa kearifan, seseorang yang dilekati label ulama akan kurang memberi banyak manfaat.

Demikian ditegaskan Pengasuh Pesantren Panempan Pamekasan KH Kholilurrahman saat menjadi penceramah dalam lailatul ijtima Ranting NU Tlagah, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (12/2) malam.

Nilai Mulia Ulama Terletak pada Kearifannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Nilai Mulia Ulama Terletak pada Kearifannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Nilai Mulia Ulama Terletak pada Kearifannya

Karenanya, Anggota DPR RI tersebut mengimbau kepada ulama dan kiai NU untuk tidak mudah terprovokasi dan memprovokasi isu-isu kebangsaan yang kurang mencerahkan. Langkah yang baik ialah fokus memberdayaan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, mantan Ketua PCNU Pamekasan ini menambahkan, NKRI harga mati untuk NU. Setuap gerakan yang berupaya merongrong NKRI harus dilawan dengan cerdas tanpa terpancing provokasi yang dapat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat.

"Kami berharap agar kegiatan semacam lailatul ijtimadirutinkan untuk menyampaikan ajaran keNUan guma membentengi Aswaja dari benturan orang-orang luar," tegasnya.

Haedar Nashir

Mantan Bupati Pamekasan ini menguraikan, NU mempunyai dasar-dasar yang mesti melekat dalam kehidupan nahdliyin. Yakni, tasamuh (toleran), tawazun (berimbang), dan tawassuth (menengah).

Haedar Nashir

"NU harus juga mengusahakan pemberdayaan ekonomi umat. Karena ketika ekonomi sudah berdaya, kita akan makin lapang dalam berjuang," tukasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Syariah, Tokoh Haedar Nashir

Rabu, 07 Februari 2018

Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah

Jakarta, Haedar Nashir. Komunitas PPM ASWAJA dan Sarkub ? menyalurkan sepeda motor kepada aktivis NU yang bertugas membantu dakwah dan pendidikan Islam di Papua untuk mempermudah jangkauan dakwah hingga ke pelosok, Ahad (20/12). Pasalnya dakwah di perkotaan sangat jauh berbeda dengan dakwah yang dilakukan para da’i di daerah Papua.

Fasilitas ini sangat membantu dan memudahkan dakwah agar bisa lebih luas hingga ke daerah-daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Penyerahan berlangsung di halaman pesantren Ya Bunaya Yoka Waena Papua. Penyerahan sepeda motor juga dihadiri oleh Ustadz Fiqi selaku Pengurus MUI provinsi Papua.

Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah

Ustadz Fiqi mengapresiasi kiriman bantuan terhadap aktivis NU Papua.

Haedar Nashir

"Papua adalah satu provinsi yang mana pluralismenya luar biasa, sehingga Papua sangat membutuhkan para dai yang mempunyai jiwa pluralisme juga. Dengan adanya aktivis yang dikirim oleh PPM ASWAJA, Sarkub dan LDNU menjadi satu mata air baru yang bisa menjernihkan dan menyirami tanah Papua ini dengan dakwah yang santun sehingga mampu mengayomi segala macam warna yang ada di Papua," ujar Ustad Fiqi.

Haedar Nashir

Selama ini, menurutnya, para aktivis NU di Papua memiliki sarana dan prasarana yang sangat minim meski semangat aktivis NU ? luar biasa dengan berbagai kegiatan di tanah Papua ini. Dengan adanya motor ini semoga dakwah yang sudah dilaksanakan bisa menjangkau daerah yang belum tersentuh.

Abdul Wahab selaku Kordinator Aktifis NU yang dikirim oleh PPM ASWAJA dan Sarkub berharap adanya motor operasional itu dapat membantu dan meringankan beban aktivis NU dalam menjangkau aktivitas dakwah di daerah Papua.

"Semoga Allah SWT memberikan pertolongan-Nya kepada para dai yang sedang mensyiarkan Islam rahmatal lil alamin ala aqidah ahlussunah wal jamaah," ujar Wahab.

Menurut Abdul, motor itu dibeli dari dana sumbangan para donator yang dikirim oleh PPM ASWAJA. Kami ucapkan kepada segenap donatur yang sudah memberikan bantuan melalui PPM ASWAJA dan Sarkub, semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam segala urusannya, dan semoga menjadi amal saleh para donatur yang dapat memberikan berkah dan manfaat kepada umat," pungkas Abdul Wahab.

Sepeda motor diserahkan langsung kepada Ustadz Yustafat yang hadir mewakili aktivis NU Papua. Sahabat yang ? ingin menyisihkan rezekinya untuk membantu dawah Islam, pendidikan anak dan kegiatan sosial ? kemanusian di Papua bisa menyumbangkannya dalam bentuk buku tulis, pensil, kitab Iqro, kitab tuntunan sholat, Juz Amma, Al-Quran, sarung, peci, baju koko, jilbab, dan lain-lain. Sumbangan bisa dikirimkan langsung ke kordinator Sarkub Papua. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Tokoh Haedar Nashir

Kamis, 25 Januari 2018

Revolusi Mental Harus Dimulai dari Lingkungan Keluarga

Bogor, Haedar Nashir

Forum antar-Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (Fapsedu) kumpulkan ratusan tokoh lintas agama se Indonesia untuk membahas masalah revolusi mental melalui keluarga. Pembahasan itu di rangkai dalam seminar nasional yang digelar di Hotel Pangrango 2 Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/4).   

Revolusi Mental Harus Dimulai dari Lingkungan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)
Revolusi Mental Harus Dimulai dari Lingkungan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)

Revolusi Mental Harus Dimulai dari Lingkungan Keluarga

Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty dalam pembukaannya mengatakan, bahwa revolusi mental berarti siap menjadi orang yang berintegritas, etos kerja yang tinggi dan semangat gotong royong. Pembentukan karakter inilah menjadikan manusia jujur, cerdas dan mau bekerjasama, serta saling tolong menolong demi kemaslahatan umum. "Jadi, manusia yang dikatakan berhasil melakukan revolusi mental adalah manusia yang merdeka dan demokratis, tentu bebas dari sifat feodalistis," ujarnya dihadapan para peserta seminar.

Dikatakannya, saat bicara penduduk, tentu tidak lepas dari masalah kuantitas, kualitas dan mobilitas penduduk. Tiga masalah pokok inilah yang menjadi konsen dan tugas BKKBN dalam menggarap penduduk Indonesia sesuai dengan peraturan Undang-undang nomor 5 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga yakni KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga). "Ini berarti, soal kuantitas, soal kualitas kependudukan dan soal data kependudukan yang harus kita tingkatkan," ujar Surya.

Revolusi mental berbasis Pancasila ini, akan menghasilkan tri sakti Bung Karno yakni berdikari dalam ekonomi, keadilan dan kerakyatan yang sesuai dengan lima sila Pancasila. "Inilah yang menjadi semangat kami untuk menghadapi tantangan kependudukan dalam menghadap bonus demografi," ujarnya

Haedar Nashir

Untuk itulah, peran tokoh agama didalam melakukan revolusi mental masyarakat sangat penting, karena kualitas, kuantitas kependudukan menjadi berbeda menakala karakter masyarakat menjadi baik. Tanpa itu, tentu akan menjadi bencana yang sangat mengerikan. "Kerusuhan, pembegalan, dan kriminal di masyarakat akan menjadi bencana negara Indonesia, belum lagi menghadapi MEA, makanya tanpa revolusi mental penduduk kita tidak akan bisa bersaing dengan negara lain," terang Surya. 

Ia berharap, seminar tokoh lintas agama berhasil merumuskan dan menghasilkan pokok-pokok penting tentang  revolusi mental kependudukan yang digali dari berbagai sumber pedoman dan kitab lintas agama. "Kami meminta para tokoh agama yang tergabung dalam Fapsedu merumuskan revolusi mental dalam mendukung program nawa cita," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Fapsedu KH. Cholil Nafis mengatakan, pasca reformasi diantara institusi negara yang lemah adalah BKKBN dalam artian pegawai yang terbatas dan kewenangan yang berkurang. Karena bahasan kekeluargaan terbagi di banyak institusi lain, ada di Kemensos, Kemenag dan lain sebagainya. "Kami ingin saat bicara keluarga tidak perlu di pecah-pecah melainkan hanya ada di BKKBN, agar lebih fokus mengurusi keluarga Indonesia," ujar mantan pengurus Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) ini.

Oleh karena itu, lanjutnya, kekurangan ini, tentu butuh tokoh agama yang  lebih maksimal dalam berperan. Bahwa berdirinya republik ini  tidak lepas dari peran tokoh agama. Berani berjuang, berani mati juga karena peran tokoh agama. Meskipun agama tidak diformalkan menjadi sebuah negara agama namun dan memilih Pancasila sebagai dasar negara demi keutuhan NKRI. "Maka sangat tepat sekali para tokoh agama berkumpul untuk membicarakan peran tokoh agama didalam melakukan revolusi mental melalui jalur keluarga demi terciptanya karakter bangsa," ungkapnya.

Menurutnya, peran tokoh agama didalam keluarga, dan bahkan dalam menentukan arah tujuan bangsa adalah sangat sentral. Tidak mungkin perubahan hanya menyerahkan kepada sekolah, apalagi dengan masyarakat atau institusi lain. "Mari kita bersatu bersama-sama untuk merevolusi mental dengan spirit agama," ujar Cholil.

Haedar Nashir

Banyaknya kasus perceraian di  Indonesia, terjadinya pelecehan anak, kekerasan rumah tangga dan tindak kriminal didalam kelurga adalah bukti bahwa didalam keluarga butuh sentuhan tokoh agama untuk meluruskan dan menjadi keluarga yang baik dan kokoh. "Sekali lagi, peran tokoh agama di dalam keluarga sangat penting, karena tanpa revolusi mental selamanya tidak ada perubahan," pungkas Cholil. (Huda/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Hikmah Haedar Nashir

Minggu, 21 Januari 2018

Bahtsul Masail LBMNU Pamekasan Berlangsung Seru

Pamekasan, Haedar Nashir. Perjalanan bahtsul masail yang digelar Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Pamekasan berlangsung seru, akhir pekan kemarin (12/5) dan bertempat di pendopo Kecamatan Pegantenan. Pengasuh pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Larangan, Pamekasan, KH Syaifuddin Syam bertindak sebagai mushahhih.

Bahtsul Masail LBMNU Pamekasan Berlangsung Seru (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail LBMNU Pamekasan Berlangsung Seru (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail LBMNU Pamekasan Berlangsung Seru

Keseruan tersebut tidak terlepas dari semangat peserta. Pasalnya, para pengurus MWC NU dari 13 kecamatan di Pamekasan saling beradu argumen dengan ragam kitab kuning di tangannya. Sekitar 3 jam dihabiskan untuk berdiskusi guna mengupas tuntas 2 masalah, yaitu tentang penggunaan ruang kelas di luar peruntukannya dan khatib Jumat meninggalkan rukun/syarat khutbah.

Sebagaimana dimaklumi, deskripsi masalah yang pertama berangkat dari fakta yang sering terjadi di Madura. Ada suatu yayasan mengelola beberapa unit lembaga, yaitu PAUD, RA/TK, MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA/SMK yang waktu pelaksanaannya dilaksanakan pagi hari, juga Madrasah Diniyah yang waktu belajarnya sore atau malam hari.

Haedar Nashir

Dari deskripsi masalah tersebut, diajukan 2 pertanyaan. Pertama, bagaimana hukumnya menggunakan ruang kelas yang peruntukan bantuannya untuk MI dipergunakan oleh unit lembaga yang lain yang waktu belajarnya bersamaan? Kedua, bolehkah unit lembaga yang waktu belajarnya tidak bersamaan dengan MI seperti Madrasah Diniyah mempergunakan ruang kelas tersebut, mengingat tidak sesuai peruntukan dan pada saat itu tidak dipakai?

Haedar Nashir

Adapun deskripsi masalah berikutnya juga berangkat dari kenyataan. Pasalnya, khatbah Jumat termasuk salah satu syarat sahnya sembahyang Jumat. Dalam khatbah tersebut ditentukan rukun dan syarat sahnya. Berkaitan dengan hal tersebut, terjadi dalam pelaksanaan sembahyang Jumat seorang khotib meninggalkan salah satu syarat atau rukun khutbah. Mamum tahu, sembahyang lagi di rumahnya dengan niat sembahyang Zuhur.

Ada 2 pertanyaan yang diajukan. Pertama ialah wajibkah mamum mengingatkan khotib tersebut dan bagaimana caranya? Kedua, kalau khotib diingatkan tetap tidak menghiraukan, apa yang harus dilakukan mamum selanjutnya?

Dari penelusuran kitab kuning yang dilakukan peserta bahtsul masail, dicetuskanlah beberapa jawaban atas permasalahan di atas.

Jawaban dari permasalahan yang pertama ialah tidak boleh, kecuali ada qorinah yang dikembalikan kepada urf.

Adapun permasalahan yang kedua dijawab wajib, cuma cara menegur khotib masih mauquf, belum disepakati.

Tetapi dalam sambutannya, ketua NU Pamekasan KH Abd Ghoffar menegaskan bahwa takmir masjid punya wewenang untuk menegur dan meluruskan kesalahan khutbah Jumat dari khotib dimaksud.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Aswaja, Ahlussunnah Haedar Nashir

Jumat, 19 Januari 2018

Batas Awal dan Akhir Qunut Nazilah

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Haedar Nashir, sekali waktu kami mendengar soal qunut nazilah yang dibaca pada saat bencana dialami umat Islam. Pertanyaan saya, bencana seperti apa yang menuntut kita membaca qunut nazilah dan sampai kapan kita harus mengamalkan qunut tersebut? Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Abdus Salam/Jakarta Utara).

Batas Awal dan Akhir Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)
Batas Awal dan Akhir Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)

Batas Awal dan Akhir Qunut Nazilah

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Musibah sesekali datang menimpa umat Islam. Dalam kondisi demikian, umat Islam harus tetap bersabar sambil mencari solusi atas musibah yang mendera.

Haedar Nashir

Selain itu, kita juga dianjurkan untuk membaca qunut di setiap shalat wajib lima waktu. Qunut ini disebut doa qunut nazilah atau qunut karena musibah.

Haedar Nashir

Lalu bencana kategori apa saja yang membolehkan kita untuk mengamalkan qunut nazilah? Apakah hanya bencana alam saja, tidak untuk bencana kemanusiaan? Ada baiknya kita melihat pandangan Syekh M Nawawi Banten dalam kutipan Nihayatuz Zein berikut ini.

?) ? ? ? ? ? (? ?) ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Qunut nazilah) sunah dibaca pada i’tidal rakaat terakhir (di semua shalat yang diwajibkan) lima waktu sehari (karena sebuah musibah) yang menimpa umat Islam meskipun menimpa hanya seorang Muslim yang punya pengaruh luas seperti penawanan seorang alim atau seorang tokoh pemberani, sama saja baik musibah itu berbentuk kekhawatiran atas serangan musuh meskipun mereka adalah umat Islam sendiri, paceklik, kemarau panjang, wabah, maupun pes,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zein, Bandung, Syirkah Al-Ma’arif, tanpa tahun, halaman 67).

Kutipan ini jelas mengatakan bahwa bencana kemanusiaan juga menjadi sebab pengamalan qunut nazilah bahkan untuk menghindari serangan musuh meskipun musuh itu umat Islam sendiri.

Penyebab doa qunut nazilah ini mencakup bencana alam seperti hujan, paceklik, atau bencana kemanusiaan seperti penyerangan, penawanan, gangguan masalah keamanan, atau tindakan brutal dan sewenang-wenang lainnya sebagaimana keterangan berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?

Artinya, “Qunut juga disunahkan pada i‘tidal rakaat terakhir di setiap shalat wajib karena sebuah musibah yang menimpa umat Islam secara umum seperti paceklik, khawatir dari serangan musuh, kemarau panjang, hujan mengandung mudharat misalnya terhadap lahan pertanian, atau musibah yang menimpa beberapa orang Muslim yang berpengaruh luas seperti penawanan seorang alim atau seorang tokoh pemberani karena mudharat umat Islam tanpa keduanya; berdasarkan riwayat sahih bahwa Rasulullah SAW membaca qunut sebulan penuh seraya berdoa untuk mengecam pembunuh para sahabatnya di Bi’ri Ma‘unah untuk menolak kesewenang-wenangan para pelaku, bukan untuk memperbaiki korban tewas karena itu tidak mungkin. Diqiyas pula kasus selain kekhawatiran serangan musuh,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 2012 M/1433-1434 H, juz I, halaman 183).

Adapun pengamalan qunut nazilah hanya terbatas pada shalat wajib lima waktu. Kesunahan qunut nazilah tidak berlaku pada jenis shalat lainnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sembahyang sunah, nazar, dan shalat jenazah tidak termasuk kategori shalat wajib. Karena itu membaca qunut nazilah pada shalat jenazah makruh karena shalat itu harusnya sebentar. Di luar kategori ‘musibah’ adalah qunut yang dibaca bukan karena musibah. Ini jelas makruh,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 2012 M/1433-1434 H, juz I, halaman 183).

Qunut nazilah diamalkan sejauh bencana yang menimpa umat Islam itu masih berlangsung. Kalau bencana itu sudah tidak lagi berlangsung, maka qunut nazilah tidak lagi disunahkan. Hal ini disinggung oleh Sayyid Bakri dalam I‘anatut Thalibin berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Tidak disunahkan sujud sahwi karena meninggalkan qunut nazilah karena qunut nazilah merupakan sunah sementara di dalam ibadah shalat di mana kesunahan qunut itu hilang seiring dengan hilangnya musibah yang menimpa,” (Lihat Sayyid Bakri bin Sayyid M Syatha Ad-Dimyathi, I‘anatut Thalibin, tanpa tahun, Syirkah Isa Al-Babi Al-Halabi, Daru Ihyail Kutubil Arabiyah, juz I, halaman 198).

Dari pelbagai keterangan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa doa merupakan senjata ampuh orang-orang beriman. Terlebih lagi Rasulullah SAW mencontohkan bagaimana doa qunut menjadi salah satu jalan dalam menghadapi sebuah musibah yang sedang mendera umat Islam. Tentu saja qunut nazilah diamalkan sesuai dengan ketentuan syara’ yang diatur dalam kitab fiqih.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Tokoh, PonPes Haedar Nashir

Selasa, 09 Januari 2018

IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik

Malang, Haedar Nashir

Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengadakan pelatihan jurnalistik di Gedung Aula MA Khairuddin, Jalan Murcoyo 1 Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Kegiatan yang berlangsung Ahad (31/1) ini dihadiri oleh pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Gondanglegi, kepala MA Khairuddin, para pengurus Pimpinan Ranting se-Kecamatan Gondanglegi dan para pelajar tingkat SLTA/sederajat se-Gondanglegi.

IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik

“Kegiatan ini merupakan program kerja awal di tahun ini di bidang Departemen Litbang dan Media IPNU-IPPNU Kecamatan Gondanglegi masa khidmah 2015-2017,” kata ketua pelaksana, Muhammad Fathoni.

Haedar Nashir

IPNU-IPPNU Gondanglegi menggelar kegiatan ini untuk mengembangkan kreativitas pelajar-pelajar NU dalam mengasah bakat dalam penulisan berita, karya ilmiah, artikel dan lain-lain.

Haedar Nashir

Pelatihan jurnalistik yang mengusung tema "Mencetak Kader-Kader Jurnalis yang Berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah" ini dirangkai dengan tasyakuran dan doa bersama dalam rangka hari lahir (harlah) ke-90 NU yang jatuh pada 31 Januari 2016.

Ketua PAC IPNU Gondanglegi HasanuddinKhozin mengapresiasi panitia yang telah menyukseskan kegiatan ini. “Semoga pelajar NU Gondanglegi ke depannya bisa lebih bermanfaat bagi agama bangsa dan negara,” tuturnya.

Hasan menambahkan, untuk program kegiatan IPNU-IPPNU Gondanglegi selanjutnya adalah makesta akbar yang akan dilaksanakan di Desa Ganjaran dan diikuti semua pimpinan ranting se-Kecamatan Gondanglegi. (Ansori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu, Tokoh, Sholawat Haedar Nashir

Kamis, 28 Desember 2017

Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi

Jakarta, Haedar Nashir

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mendukung upaya Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang berencana membentuk Pusat Arbitrase dan Mediasi Indonesia (PAMI).

Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi

 

“Pada prinsipnya pemerintah memberikan dukungan kepada Apindo mau membentuk lembaga arbitrase dan mediasi Indonesia. Ya, silahkan saja, akan tetapi harus sesuai peraturan perundang-undangan,” kata Menaker Hanifsaat menerima audiensi Apindo, Jumat (22/9/2017).

Haedar Nashir

Menaker Hanif berharap nantinya keberadaan PAMI ini dapat membantu kinerja Kemnaker dalam menjaga hubungan industrial yang baik antara pekerja/buruh dan pengusaha.

Haedar Nashir

 

"Inisiasi pembentukan lembaga ini datang dari Apindo. Kami hanya bersifat mendukung saja. Tentunya ini hal yang bagus. Saya harap PAMI bisa membantu Kemnaker dalam menjalankan tugasnya yang dalam hal ini adalah hubungan industrial," katanya.





Menurutnya pengusaha atau buruh, pokoknya siapa saja yang mempunyai masalah hubungan industrial nantinya bisa minta bantuan ke PAMI. "Penyelesaian sengketa melalui mekanisme Arbitrase saya harap akan lebih efisien sehingga mampu meningkatkan produktivitas pelaku usaha,” kata Menaker.

 

Hanif mengingatkan semua pihak harus berkepentingan terhadap peningkatan daya saing. "Kalangan pengusaha dan dunia industri serta Serikat pekerja/serikat buruh juga harus mendukung dan bertanggung jawab peningkatan kompetensi dan  daya saing anggotanya," kata Hanif.

 

Dalam Audiensi tersebut, Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani mengharapkan Menaker Hanif berkenan hadir dan memberikan keynote speech dalam peresmian PAMI.

"Saat ini, PAMI belum secara resmi diluncurkan. Direncanakan launching akan dilaksanakan pada tanggal 28 September 2017 di Jakarta," kata Hariyadi.





Nantinya,  kata Hariyadi, PAMI akan berfungsi untuk membantu pihak-pihak yang berselisih atau yang mempunyai masalah hubungan industrial supaya lebih mudah masuk ke proses-proses penyelesaian. (Red. Kendi Setiawan).  

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Lomba Haedar Nashir

Senin, 18 Desember 2017

PP LDNU: Doa Bersama di Istiqlal Sukses

Jakarta, Haedar Nashir

Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) menilai acara Doa Bersama di Masjid Istiqlal Jakarta, Ahad (18/4) meerupakan acara besar pertama yang digelar oleh PBNU pertama kali sejak Muktamar NU ke-32 di Makassar lalu. PP LDNU juga menilai bahwa acara tersebut sukses dan terselenggara dengan baik.



PP LDNU: Doa Bersama di Istiqlal Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LDNU: Doa Bersama di Istiqlal Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LDNU: Doa Bersama di Istiqlal Sukses

Penilaian ini didasarkan pada jumlah kehadiran jamaah yang mencapai puluhan ribu serta kehadiran sejumlah tokoh penting NU seperti Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan Rais Am Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thoriqoh Mutabaroh an-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya. Sementara perwakilain pemerintah yang hadir antara lain, Direktur Urais dan Pembinaan Syariah Dr. H. Rohadi Abdul Fatah Kementerian Agama Rohadi Abdul Fatah, Sekretaris Daerah Pemda DKI Muhayat. Dan hadir mewakili pihak keluarga KH Abdurrahman Wahid adalah Zanuba Arifah Chafsoh (puteri almarhum).

Dalam ceramahnya, Habib Luthfi bin Yahya mengajak seluruh umat Islam, khususnya warga Nahdliyin untuk mencintai Rasulullah SAW dan keluarganya. Termasuk juga mencintai orang-orang yang mencintai Rasulullah SAW dengan menyokong kegiatan-kegiatan yang mengugah semangat cinta Rasul.

Haedar Nashir

"Rasulullah SAW adalah mahluk Allah yang paling berhak mendapatkan cinta dari mahluk Allah lainnya. bahkan Allah SWT menjanjikan, akan menempatkan seorang Muslim di surga bersanding dengan yang dicintai. Jadi marilah berharap disandingkan di Surga bersama Rasulullah SAW dengan mencintainya dan berharap pada Syafaatnya," ajak habib Luthfi.

Sementara itu, Sekretaris LDNU Ustadz KHoirul Huda Basyir menyatakan, banyaknya para jamaah yang menghadiri Doa bersama dan memenuhi seluruh kawasan Masjid Istiqlal merupakan bukti bahwa NU dan warga Nahdliyin masih merupakan mayoritas Muslim di Jakarta dan sekitarnya.

Haedar Nashir

"Hal ini juga berarti bahwa suara NU dan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah beserta amalan-amalan warga Nahdliyin masih merupakan idiologi dominan Islam Indonesia," tandas Khoirul Huda Basyir. (min)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri, Ahlussunnah, Tokoh Haedar Nashir

Rabu, 13 Desember 2017

Rindu Budaya Salam(an) Sungkem

Salaman atau saliman dalam budaya Indonesia adalah suatu kegiatan berjabat tangan, biasanya dilakukan ketika seorang anak berpamitan pergi kepada orang tuanya, seorang murid yang bertemu dengan guru dan saudara atau keluarga ketika di jalan, atau ketika seseorang bertemu dengan teman-temannya.  Secara refleks kita akan mengulurkan tangan untuk mengajak salaman.

Salaman atau saliman sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti “selamat”. Erat kaitannya dengan budaya mengucap salam dalam umat muslim. Dalam pelaksanaannya pun tidak selalu mengucap salam, namun lebih menekankan berjabat tangan sebagai rasa hormat. Sekali lagi di Indonesia, kegiatan salaman tidak melulu selalu diidentikkan dengan orang Islam walaupun berasal dari bahsa Arab. Karena makna salaman sudah dipakai oleh masyarakat umum sebagai milik bersama.

Salaman dalam tulisan adalah yang disebut orang Jawa sebagai sungkem. Salaman dan sungkem mempunyai persamaan yaitu kegiatan berjabat tangan, bedanya sungkem mempunyai nilai rasa hormat yang lebih tinggi. Sungkem bukanlah berjabat tangan biasa seperti yang dilakukan antar teman atau seseorang dengan seseorang yang derajatnya setara.

Rindu Budaya Salam(an) Sungkem (Sumber Gambar : Nu Online)
Rindu Budaya Salam(an) Sungkem (Sumber Gambar : Nu Online)

Rindu Budaya Salam(an) Sungkem

Namun sungkem dilakukan kepada seseorang yang lebih tinggi derajatnya seperti orang tua, guru atau ustadz/ustadzah. Caranya pun berbeda, sungkem disertai dengan mencium tangan seseorang yang kita sungkemi. Pada saat hari raya Idul Fitri pasti setiap anggota keluarga melakukan sungkeman, entah itu anak kepada orang tua, cucu kepada kakek nenek atau keponakan kepada paman dan bibi.

Pada zaman penulis masih menempuh pendidikan MI (Madrasah Ibtidaiyah -setara SD- ), penulis masih ingat dengan jelas setiap akan masuk kelas dan akan keluar kelas (waktu akan pulang) murid-murid antri berbaris rapi untuk sungkeman kepada sang guru. Jika direnungkan, betapa luhurnya budaya ini, penulis tidak yakin kalau dinegara lain diajarkan budaya sungkeman ini sebagai salah satu tata krama di sekolah. Jikalau ada mungkin juga masih tergolong bangsa Asia atau bangsa Timur.

Namun yang penulis sayangkan, semakin kesini budaya sungkeman mulai luntur, atau memang budaya sungkeman hanya diajarkan waktu MI/SD?

Haedar Nashir

Menurut pengalaman penulis, semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin langka sekali budaya sungkeman ini. Mulai MTs (Madrasah Tsanawiyah -setara SD-) hingga MA (Madrasah Aliyah -setara SMA-) budaya ini agak jarang, mungkin karena sekolah madrasah, jadi antara murid dan guru yang berbeda jenis kelamin agak menjaga jarak. Namun menurut penulis hal seperti ini bisa disiasati, bisa saja to murid perempuan hanya salaman dengan ibu guru dan begitu juga dengan murid laki-laki hanya salaman dengan bapak guru.

Apalagi ketika menjadi mahasiswa perguruan tinggi di kota besar, budaya sungkeman seperti suatu hal yang tidak penting. Bukan dari segi mahasiswa atau anak didiknya saja yang kurang membudayakan sungkeman, tapi hal yang agak mengecewakan adalah ketika dosen itu sendiri tidak bersedia di sungkemi.

Ada fenomena lucu yang sering penulis temui, sungkeman yang dilakukan mahasiswa kepada dosen biasanya dilakukan berdasarkan alasan tertentu, misalnya saja ketika seorang mahasiswa datang terlambat, untuk menarik hati agar dosen tidak marah mahasiswa sering kali melakukan sungkem agar dosen luluh dan “tidak jadi” memarahi mahasiswa yang datang terlambat tersebut. Mungkin ini salah satu trik yang cerdas, hehe.

Salaman atau sungkeman merupakan budaya Indonesia yang menggambarkan karakter bangsa sebagai bangsa yang menjunjung tinggi rasa hormat dan kasih sayang kepada sesama manusia. Tidak hanya itu, salaman dan sungkeman juga salah satu cara untuk memperertat silaturrahim, persaudaraan dan pertemanan diantara manusia.

Haedar Nashir

Semoga tulisan ini memberikan kita pencerahan betapa penting budaya salaman dan sungkeman, walaupun kelihatannya sepele namun penulis yakin manfaat dan hikmah dari budaya ini sangat besar dan bermanfaat.

Ayu Ulfa Dewi, Mahasiswa Program Studi Jawa FIB UI

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Pesantren, Kajian Haedar Nashir

Selasa, 12 Desember 2017

Hasan Bisri Pimpin KMNU IPB

Bogor, Haedar Nashir. Hasan Bisri terpilih menjadi Ketua KMNU IPB dalam Musyawarah Besar (Mubes) yang bertempat di RK. AGB 202A Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Sabtu (28/2) lalu. Mubes yang diketuai oleh Amir Muzakki ini dihadiri oleh segenap civitas KMNU IPB mulai dari anggota, pengurus, alumni, dan pembina.

Agenda yang dilaksanakan tiap tahun di akhir kepengurusan ini terdiri dari sidang pembahasan AD/ART, sidang laporan pertanggungjawaban kepengurusan 2014-2015, pemilihan ketua KMNU, serta pemilihan Dewan Pertimbangan. Sidang ini dipimpin oleh M. Mulya Tarmidzi (presidium sidang I), Isna Nur Arifina (presidium sidang II), dan Irfan Sofyan (presidium sidang III).

Hasan Bisri Pimpin KMNU IPB (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasan Bisri Pimpin KMNU IPB (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasan Bisri Pimpin KMNU IPB

Dalam sidang AD/ART ditetapkan dan disahkan AD/ART yang diamandemen untuk disesuaikan dengan AD/ART KMNU Nasional yang baru saja terbentuk Januari lalu. 

Haedar Nashir

Mantan Ketua KMNU IPB, Achmad Mujib Dalam sambutannya menyatakan, bahwa ke depannya akan banyak tantangan dan peluang bagi KMNU IPB. "Saya yakin dan percaya ke depannya  KMNU IPB akan semakin baik dengan sumber daya yang potensial serta kepengurusan yang lebih professional," ujar Mujib.

Haedar Nashir

Sebelumnya, dalam musyawarah pemilihan ketua KMNU IPB yang dimoderatori oleh Ikrom Mustofa (mahasiswa berprestasi KMNU IPB), terdapat empat calon ketua yaitu Hamdan Ubaidillah, Hasan Bisri, A. Hijayat Ibnun, serta Hamzah Alfarisi. 

Dua calon yang cukup kuat diperdebatkan untuk menduduki kursi panas ketua KMNU IPB yakni Hasan Bisri dan A. Hijayat Ibnun. Keduanya mempunyai potensi, daya tarik, ciri khas, semangat, dan kapabilitas yang sudah tidak diragukan lagi oleh sebagian besar peserta musyawarah. 

Pada akhirnya, musyawarah sepakat menunjuk Hasan Bisri sebagai ketua KMNU IPB terpilih periode 2015-2016. Hasan dinilai lebih mampu merangkul semua civitas KMNU, mempunyai problem solving yang baik, serta pola pikir yang visioner dalam memetakan potensi yang ada.

Dalam sambutannya Hasan menyatakan, bahwa dia ingin bersama-sama bersinergi dengan semua elemen yang ada di KMNU IPB, melakukan yang terbaik menuju KMNU IPB yang lebih banyak berkarya bagi umat. 

Sidang terakhir memilih dan menetapkan Dewan Pertimbangan KMNU IPB yang terdiri dari 10 pengurus KMNU IPB periode sebelumnya. (Afifah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Anti Hoax, Tokoh Haedar Nashir

Jumat, 08 Desember 2017

GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa

Asahan, Haedar Nashir. Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Utara (Sumut) Mulia Banurea meminta seluruh pimpinan cabang (PC) dan pimpinan anak cabang (PAC) se-Sumut agar menggiatkan kaderisasi. Sebagai realisasi program PW GP Ansor Sumut, ia mendorong kader organisasi pemuda NU ini ada di setiap desa.

GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa

"Ansor adalah elemen pemuda yang berada di garda terdepan dalam mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, kader Ansor harus ada di setiap desa guna menjaga keutuhan NKRI," kata Mulia saat menjadi narasumber pada Latihan Kader Dasar (PKD) yang digelar PC GP Ansor Kabupaten Asahan, di Pesantren Darul Hikmah Kisaran, Asahan, Sabtu (31/1).

Mulia menegaskan, untuk bisa berjuang, kader Ansor sebagai kader muda Nahdlatul Ulama (NU) harus mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental. Karena itu, seluruh kader Ansor harus mengikuti PKD agar mengetahui nilai-nilai dasar perjuangan organisasi ini.

Haedar Nashir

"Kader Ansor harus menjaga komitmen terhadap ajaran Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja). Prinsip Aswaja antara lain bersikap toleran terhadap perbedaan pandangan, terutama dalam hal-hal yang bersifat furuiyah, sehingga tidak terjadi perasaan saling terganggu, saling memusuhi, dan sebaliknya akan tercipta persaudaraan yang islami (ukhuwwah islâmiyyah)," katanya.

Haedar Nashir

Hadir dalam acara itu, Rais Syuriah PCNU Asahan? H Ahmad Fadelah Pane, Wakil Ketua PW GP Ansor Sumut Armansyah Harahap, Sekretaris Parulian Siregar, serta unsur pengurus PW GP Ansor Sumut di antaranya M Uliansyah, Jasmi Assayuti, Dedi Hermanto Sitorus, Ketua Caretaker PC Ansor Asahan Safrizal, dan Ketua Panitia Budi Suherman.

?

Sedangkan Rais Syuriah PC NU Asahan H Ahmad Fadelah Pane mengatakan, mazhab Ansor adalah Imam Syafii yang Aswaja, bukan Imam Samudra yang tidak mengakui NKRI.

Ketua Caretaker PC NU Asahan melaporkan, PKD yang digelar 30 Januari sampai 02 Februari itu dirangkai dengan pembentukan PAC di sejumlah kecamatan di Asahan, dan konferensi cabang (konfercab) GP Ansor Asahan. (Hamdani/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Tokoh Haedar Nashir

Minggu, 03 Desember 2017

Ribuan Nahdliyin Rembang Gelar Istigotsah untuk Indonesia

Rembang, Haedar Nashir



Ribuan umat Islam Kabupaten Rembang, Ahad (13/11), memadati lapangan Desa Banggi, Kecamatan Kaliori, Rembang untuk mengikuti istighotsah dan?

Ribuan Nahdliyin Rembang Gelar Istigotsah untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Nahdliyin Rembang Gelar Istigotsah untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Nahdliyin Rembang Gelar Istigotsah untuk Indonesia

manaqib kubra yang diadakan oleh Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An-Nahdliyah (Jatman) Syubiyyah Lasem dan Rembang.?

Kegiatan itu diisi pembacaan manaqib dipimpin oleh KH Abdurrozaq Imam, KH Tamamuddin Mundji, KH Syauqi Wahab, KH Arif Zaenal Arifin, KH Ustukhri Irsyad, dan KH Zaim Ahmad Mashoem. Disertai pembacaan istighotsah oleh KH Najib, KH Mohammad Faqih Mudawwam dan KH Awani dilanjutkan mauidlah hasanah oleh KH Dzikron Abdullah dari Kabupaten Semarang dan diakhiri "Banggi Bersholawat" bersama Habib Helmi dari Kabupaten Pati.

"Ini wujud andil kita kepada negara, khususnya Kabupaten Rembang dan umumnya negara Indonesia menjadi sebuah negeri yang baldatun thoyibatun wa robbun ghofur sesuai dengan cita-cita nasional yang tercantum di pembukaan Undang-Undang Dasar 1945," kata Mudir Jatman Idarah Syubiyyah Rembang, KH Arif Zaenal Arifin.

Haedar Nashir

Bupati Rembang KH Abdul Hafidz dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada para mursyid Jatman, yang telah menyelenggaraklan acara yang sangat bermanfaat di Kabupaten Rembang.?

"Berkat doa para alim dan kiai, bu nyai dan kita semuanya menunjukkan bersama-sama agar bangsa dan negara ini tetap utuh, tidak bercerai berai. Kalau kita menengok di negara-negara lain utamanya di Timur Tengah, negara Islam bercerai berai akibat ulah kelompok-kelompok yang sengaja memecah belah dengan mengatasnamakan Islam.(Ahmad Asmui/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh Haedar Nashir

Rabu, 29 November 2017

Latih Sportivitas, Santri Nurul Jadid “Tarung Bebas”

Probolinggo, Haedar Nashir. Para santri Pondok Pesantren Nurul Jadid dilatih memiliki nilai sportivitas tinggi. Upaya itu dilakukan melalui lomba “Tarung Bebas” yang dilaksanakan di halaman pondok pesantren yang terletak di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Selasa (14/5).

Pertandingan yang disaksikan ribuan santri putra tersebut merupakan kegiatan tahunan. Perguruan Bela Diri Nurul Jadid (PBDJ) yang berada di bawah naungan Pagar Nusa di Kabupaten Probolinggo sebagai penyelenggara.

Latih Sportivitas, Santri Nurul Jadid “Tarung Bebas” (Sumber Gambar : Nu Online)
Latih Sportivitas, Santri Nurul Jadid “Tarung Bebas” (Sumber Gambar : Nu Online)

Latih Sportivitas, Santri Nurul Jadid “Tarung Bebas”

Menurut Ketua PBDNJ, Ubaidillah, Tarung Bebas tersebut dilakukan dalam rangka mengolahragakan dan menumbukan semangat sportivitas santri dalam mengikuti berbagai ajang kompetesi.

Haedar Nashir

“Santri di pondok ini bukan hanya diajarkan mengaji, melainkan diajak berolah raga juga, karena bagaimanapun, kalau badan tidak sehat, santri tidak akan mungkin mengaji,” katanya.

Haedar Nashir

Di samping itu, tambah Ubaidillah, pertandingan ini merupakan ajang seleksi para pendekar muda berbakat, sehingga potensi dan keahlian mereka dapat diketahui, guna diikutkan pada festival lomba setingkat lebih tinggi. Bahkan ada yang masuk seleksi tingkat nasional.

Ada tiga kategori yang diperlombakan, yaitu kategori pra-remaja, remaja, dan dewasa. Pertandingan tersebut memeprlombakan 98 kategori, yang mana nantinya akan dipilih jura 1 dan 2.

Lebih jauh, Ubaidillah mengatakan, di Nurul Jadid ada perkumpulan pencak silat yang terdiri dari Harimau Terbang, Tapak Sakti, dan Cimande. Kemudian semua perguruan tersebut dimasukkan dalam satu wadah, yaitu PBDNJ, “Tentunya PBDNJ ini berada di bawah komando Pagar Nusa Kabupaten Probolinggo, mengingat pengasuh kita adalah tokoh NU,” katanya.

Redaktur        : Abdullah Alawi

Kontributor    : Hasan Baharun

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Nusantara Haedar Nashir

Selasa, 28 November 2017

GP Ansor Canangkan Nusantara Bebas Narkoba

Jakarta, Haedar Nashir - Pimpinan Pusat GP Ansor (PP GP Ansor) ke depan menggalang gerakan nasional antinarkoba. Mereka melihat peredaran narkoba sedemikian rupa maraknya di Indonesia. Pihak GP Ansor berupaya sedapat mungkin menanggulangi penyalahgunaan narkoba khususnya di kalangan pemuda.

Gagasan ini disepakati dalam Rapat Kerja (Raker) GP Ansor di The Media Hotel, Jakarta, Sabtu  (23/4). Raker yang dihadiri seluruh pengurus PP GP Ansor, Ketua Wilayah GP Ansor, dan tamu undangan berjalan penuh khidmah.

GP Ansor Canangkan Nusantara Bebas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Canangkan Nusantara Bebas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Canangkan Nusantara Bebas Narkoba

Agenda Raker berisi pemaparan program kerja setiap bidang masing-masing. Ketua bidang Sosial, Budaya, dan Lingkungan Hidup Idy Muzayyad menjelaskan bahwa salah satu program utamanya adalah mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Narkoba ini sangat berbahaya dan sudah menjangkiti para generasi muda secara luas. Untuk itu kami ingin Ansor bergerak cepat menanggulangi dan membantu para korban untuk kembali hidup sehat”, ujarnya.

Haedar Nashir

Wasekjen GP Ansor Mohamad Fadlilah mempertegas komitmen Ansor dalam  menghadang narkoba. “Kami berkoordinasi dengan BNN untuk melakukan tes urine para pengurus GP Ansor. Memang sengaja kami tidak menginformasikan kepada para pengurus lainnya sehingga banyak yang kaget. Kami juga akan menularkan ini ke daerah-daerah,” tutur Fadil.

Ketua Umum GP Ansor H Yaqut Cholil Qaumas (Gus Tutut) dan Sekjen GP Ansor Adung Abdul Rahman juga terlihat mengikuti tes urine. “Ini menjadi contoh para pengurus Ansor, baik di pusat maupun daerah,” kata Gus Tutut.

Haedar Nashir

Tes urine ini diikuti oleh banyak pengurus lainnnya secara bergiliran.

Idy mempertegas bahwa GP Ansor harus bergerak cepat dan tepat. “Ansor telah membentuk Badan Ansor Antinarkoba (Baanar) yang akan berperan aktif melakukan pencegahan, pemberantasan, dan pendampingan korban narkoba. Ansor juga akan bekerja sama dengan pihak manapun yang mempunyai misi sama. Intinya Nusantara bebas penyalahgunaan narkoba,” tegas Idy. (Ogie/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Olahraga, RMI NU Haedar Nashir

Kamis, 23 November 2017

Silaturrahim Kiai dan Alumni Pesantren Krapyak Bahas Masa Depan NU

Bantul, Haedar Nashir. Pada acara Silaturrahim Kiai-Alumni Pesantren Krapyak dalam rangka Menyambut Haul ke-28 Al-Maghfurlah Kiai Ali Maksum, Ahad (5/2), mengemuka tentang rasa optimis terhadap NU di masa depan.?

Acara yang berlangsung di kompleks Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Krapyak, Bantul, DIY tersebut menghadirkan tiga pembicara yakni, KH As’ad Said Ali, KH Zaim Maksum, dan KH Masyhuri Malik.?

Silaturrahim Kiai dan Alumni Pesantren Krapyak Bahas Masa Depan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturrahim Kiai dan Alumni Pesantren Krapyak Bahas Masa Depan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturrahim Kiai dan Alumni Pesantren Krapyak Bahas Masa Depan NU

Mendapatkan kesempatan pertama untuk berbicara, Kiai As’ad Said Ali mengemukakan tentang fakta terkini organisasi NU.?

“Ini ada anak muda NU yang melakukan penelitian di Alvara menemukan fakta bahwa NU merupakan organisasi paling dikenal dan masyarakat Indonesia banyak yang berafiliasi kepada NU,” kata Kiai As’ad di hadapan ratusan peserta yang hadir.?

Ke depan, lanjut Kiai As’ad, saya tetap optimis, NU akan tetap ada di masa depan, meski kini selalu coba dihancurkan oleh kelompok-kelompok yang tidak suka terhadap NU. Utamanya yang ingin menguasai NKRI, karena NU adalah penjaga NKRI.?

Haedar Nashir

Senada dengan Kiai As’ad Said Ali, Kiai Zaim Maksum, cucu Kiai Maksum Lasem juga optimis NU bisa bertahan dan tetap istiqomah menjaga NKRI.

Haedar Nashir

“Saya optimis, NU akan selalu ada tetapi memang ada beberapa hal yang harus dibenahi, misalnya kemandirian organisasi,” tandas Kiai Zaim.?

Sementara itu, KH Masyhuri Malik (mantan Ketua LAZISNU Pusat) mengutip Kiai As’ad, mengemukakan gagasan tentang perlunya sebuah wadah yang bisa menampung orang-orang NU yang tidak masuk struktural.?

“Orang-orang NU yang menjadi tentara, kemudian pebisnis, dan anak-anak muda yang ahli IT kan tidak mungkin masuk kepengurusan. Nah makanya, perlu ada sebuah wadah yang bisa menampung mereka. Kita harus memaksimalkan semua potensi yang kita miliki,” tegasnya. (Nur Rokhim/Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Kyai, Lomba Haedar Nashir

Minggu, 19 November 2017

Innalillah, Hj Tutty Alawiyah Wafat

Jakarta, Haedar Nashir

Innallillahi wainna ilaihi raajiuun, Muslim Indonesia kembali berduka dengan meninggalnya salah satu ulama perempuan Hj Tutty Alawiyah, yang juga ketua Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), pada Rabu, 4 Mei pukul 07.15 di Rumah Sakit MMC Jakarta. ?

Dalam informasi yang beredar di sosial media, keluarga Tutty, H Dailami Firdaus menyampaikan berita duka tersebut dan menyampaikan rumah duka berada di jl Jatiwaringian No 51 Pondok Gede Bekasi, depan bank BNI.? Syifa Fauziyah, salah satu putri almarhum yang dihubungi Haedar Nashir menjelaskan, almarhum ibunya meninggal salah satunya karena infeksi paru. Ia menambahkan, jenazah akan dimakamkan di kompleks Pesantren Yatim Assafiiyah di Jatiwaringin ba’da Ashar.?

Innalillah, Hj Tutty Alawiyah Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillah, Hj Tutty Alawiyah Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillah, Hj Tutty Alawiyah Wafat

Beberapa hari sebelumnya, beredar berita hoax bahwa Hj Tuty Alawiyah meninggal yang kemudian diklarifikasi oleh pihak keluarga bahwa berita tersebut tidak benar. Karena itu, info yang kembali beredar kali ini mendapat pertanyaan dari berbagai anggota berbagai grup WA.?

Tutty yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Pemberdayaan Perempuan ini dilahirkan pada 30 Maret 1942 di Jakarta dari pasangan KH Abdullah Syafiie dan Hajjah Rogayah. Ayahnya merupakan ulama terkenal asal Betawi sehingga dari kecil ia sudah dididik ilmu agama dengan baik.?

Haedar Nashir

Ia melanjutkan lembaga pendidikan yang didirikan oleh ayahnya dibawah naungan Yayasan Perguruan As-Syafiiyah yang didirikan tahun 1933. Di bawah pengelolaannya, lembaga pendidikan tersebut semakin besar dengan memiliki unit Pesantren Putra-Putri dan Yatim, Pesantren Tinggi Darul Agama, Sekolah Tinggi Wiraswasta, serta Universitas Islam Syafiiyah.?

Selain aktif dalam mengembangkan dakwah, Tutty juga aktif dalam dunia politik. Ia pernah menjadi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada tahun 1998 hingga tahun 1999 pada Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan. Ia juga pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat dari tahun 1992 hingga 2004 dari Utusan Golongan. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam, Doa, Tokoh Haedar Nashir

Haedar Nashir

Selasa, 31 Oktober 2017

Mencari Pemimpin yang Berani Berkorban

Jika ada masalah di suatu negara, organisasi atau lembaga, yang memiliki tanggung jawab paling besar atas kinerja adalah pemimpinnya. Kualitas seorang pemimpin menentukan capaian atas organisasi yang dipimpinnya. Karena itulah upaya merekrut pemimpn yang terbaik dalam setiap tingkatan menjadi tema besar yang dibahas oleh para ahli dari waktu ke waktu. Menemukan orang yang tepat untuk memimpin berarti sudah menyelesaikan setengah dari pekerjaan.

Secara teknis, banyak orang yang memiliki kemampuan manajerial, tetapi yang menjadi masalah saat ini adalah mencari orang yang amanah, yang dapat dipercaya untuk menjalankan visi dan misi lembga yang dipimpinnya. Keberhasilan seorang pemimpin adalah ketika ia menempatkan amanah yang dipercayakan kepadanya di atas kepentingan pribadinya, bukan sekedar soal keahlian teknis bagaimana mengelola orang lain. Lembaga pendidikan, banyak mengajarkan bagaimana teknik-teknik kepemimpinan. Nilai kepemimpinan, lebih banyak dilahirkan dalam ajaran agama dan moral.

Mencari Pemimpin yang Berani Berkorban (Sumber Gambar : Nu Online)
Mencari Pemimpin yang Berani Berkorban (Sumber Gambar : Nu Online)

Mencari Pemimpin yang Berani Berkorban

Momentun hari raya Idul Adha ini mengingatkan kembali tentang pentingnya kemauan pemimpin untuk bersedia berkorban atau menunda kepentingan pribadinya demi kepentingan yang lebih besar. Kebanyakan orang yang berebut untuk menjadi pemimpin dikarenakan motivasi untuk kaya, terkenal, berkuasa, atau motif-motif pribadi lainnya, sekalipun retorika yang diucapkan adalah demi kepentingan rakyat atau masyarakat. Perilaku yang ditampilkan ketika memimpin adalah membuat kebijakan yang menguntungkan dirinya atau dalam banyak kasus adalah melakukan tindakan korupsi.

Nabi Ibrahim dan Ismail telah memberi teladan kepada kita, bagaimana bapak dan anak atau pemimpin dan pengikut ini mematuhi ketetapan yang Maha Kuasa untuk mengorbankan apa yang paling mereka cintai, yaitu anak kesayangan bagi Ibrahim dan bahkan hidup itu sendiri bagi Ismail. Nabi Ismail bersedia menjalani perintah ayahnya karena adanya keyakinan penuh bahwa perintah yang dilakukan mengandung kebenaran, apa pun risikonya. Ujian akan? pengorbanan diri tersebut berakhir dengan kebahagiaan ketika malaikat datang menggantikan Ismail yang akan disembelih dengan kambing.

Haedar Nashir

Pesan inilah yang setiap tahun kita ulang-ulang melalui perayaan Idul Adha. Sayangnya, pesan paling inti tersebut tak banyak menginspirasi para pemimpin untuk meniru Nabi Ibrahim. Bukan berarti Idul Adha tidak memiliki makna, pembagian daging kurban bagi fakir miskin tetap memberi sesuatu yang berharga, sekalipun hanya bisa menikmati daging kurban selama beberapa dalam satu tahun. Jika pemimpin memiliki integritas sehingga pengikutnya percaya, maka orang-orang yang termarginalkan bukan hanya bisa makan daging satu-dua hari pada Idul Adha, tetapi mereka akan berdaya dan memiliki pilihan makan apa saja yang dikehendaki, kapan saja dia mau. Itulah yang terjadi pada negara-negara yang sudah sejahtera.

Haedar Nashir

Kini, yang banyak terjadi adalah, pemimpin yang tidak mau berkorban dan karena tingkat kepercayaan pengikut terhadap pemimpin yang rendah, mereka juga tidak mau berkoban. Akhirnya masing-masing pihak berusaha memanfaatkan segala kesempatan yang ada untuk kepentingan dirinya sendiri.

Dengan kasat mata, kita melihat para pemimpin yang hidup bermewah-mewahan berupa rumah besar, mobil mahal, makanan dan pakaian kelas satu sementara di sisi lainnya, rakyat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti makanan, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Masyarakat merasa hidup dalam kondisi tidak aman, saling curiga satu sama lain karena masing-masing mencari kelengahan orang lain untuk keuntungan pribadi. Sesungguhnya, para pemimpin pun sekarang juga merasa hidup tidak aman karena perilaku penyalahgunaan wewenangnya kapan saja bisa terkuak. Sekarang atau ketika sudah selesai menjabat.

Dalam situasi saling menyendera ini, apa yang harus dilakukan. Pemimpin mementingkan diri sendiri dan rakyat berusaha berusaha mengambil segala kesempatan yang ada. Apakah kerusakan akan dibiarkan sampai taraf yang menghancurkan atau semua pihak bersedia berkorban untuk memperbaiki yang ada. Idealnya semua? pihak menyadari permasalahan yang ada, lalu bersama-sama memperbaiki keadaan. Tetapi kondisi ideal tersebut susah tercapai. Karena itu, pemimpin harus mulai membangun kepercayaan bahwa segala kebijakan dan tindakan yang dilakukan untuk kepentingan orang banyak. Dan itu membutuhkan waktu yang panjang karena rakyat sudah bosan dibohongi terus menerus oleh pemimpinnya. Jika modal dasar kepercayaan tersebut sudah diperoleh, maka pelan tapi pasti rakyat akan mengikuti pemimpin dan negeri ini akan bisa maju dengan cepat.

Tapi yang pasti pengorbanan itu harus kita mulai dari masing-masing kita sendiri, menyebarkannya kepada orang terdekat, dan dari waktu ke waktu meluas. Jangan sampai kita berteriak-teriak meminta perubahan sedangkan diri kita sendiri tidak mau berubah. (Ahmad Mukafi Niam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Tokoh, Sejarah Haedar Nashir

Sabtu, 21 Oktober 2017

Muktamar Akan Jawab 3 Pertanyaan Pokok soal Pasar Bebas

Jakarta, Haedar Nashir

Muktamar ke-33 NU yang dihelat di Jombang, Jawa Timur, 1-5 Agustus 2015 bakal menyoroti berbagai persoalan dan mencarikan jawabannya dari sudut pandang agama. Salah satu pokok bahasan yang diangkat adalah tentang pasar bebas (free trade).

Persoalan seputar pasar bebas masuk dalam materi diskusi Komisi Bahtsul Masail Maudlu’iyah. Komisi ini bertugas mengaji serangkaian problem dengan jawaban konseptual-tematik, tak sekadar halal-haram. Draf deskripsi masalah dan jawaban tentang hal ini telah rampung disusun melalui diskusi intensif para pakar yang terlibat dalam komisi yang diketuai Katib Syuriah PBNU KH Afifuddin Muhajir tersebut.

Muktamar Akan Jawab 3 Pertanyaan Pokok soal Pasar Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Akan Jawab 3 Pertanyaan Pokok soal Pasar Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Akan Jawab 3 Pertanyaan Pokok soal Pasar Bebas

Dalam draf itu dijelaskan, Indonesia yang tak bisa menghindar dari sistem perdagangan global dalam waktu dekat menghadapi salah satu mekanisme perdagangan global, yakni pasar bebas. Penjualan produk antar negara tidak lagi dikenakan pajak, bea masuk atau hambatan perdagangan lainnya. Peran pemerintah kurang lebih seperti wasit yang memastikan tidak ada kecurangan, sementara aturan mainnya ditentukan oleh regulasi internasional seperti GATT (General Agreement on Tariffs and Trade), WTO (World Trade Organisation), GATS (General Agreement on Trade in Services), TRIPs (Trade Related Intellectual Property Right), TRIMs (Trade Related Invesment Measures), AoA (Agreement on Agriculture) dan sebagainya.

Dalam konteks lokal Asia Tenggara, Negara-negara yang tergabung didalam ASEAN telah sepakat untuk memberlakukan pasar bebas yang disebut AFTA (Asean Free Trade Area) pada bulan Desember 2015. Beberapa poin kesepakatan AFTA antara lain adalah penghapusan pembatasan komoditas dan penghapusan bea masuk impor komoditas yang berada dalam kategori General Exception (GE). Di luar GE, diberlakukan CEPT- AFTA (Common Effective Preferential Tariffs For ASEAN Free Trade Area), yakni tahapan penurunan tarif dan penghapusan hambatan non-tarif. Komoditas CEPT-AFTA umumnya adalah komoditas yang terkait dengan keamanan nasional, keselamatan, atau kesehatan manusia, binatang, dan tumbuhan, serta untuk melestarikan obyek-obyek arkeologi dan budaya.

Dengan diberlakukannya AFTA, arus barang, jasa, investasi, tenaga terampil dan modal akan berputar secara bebas di antara negara ASEAN. Mereka yang memiliki daya saing tinggi akan meraup keuntungan besar, sementara yang tidak memiliki daya saing akan menjadi pasar bagi pihak lain. Berdasarkan data, Indeks Daya Saing Global (Global Competitiveness Index/GCI) Indonesia tahun 2014 berada di peringkat 34, sementara Singapura berada di peringkat 2, Malaysia di peringkat 20, dan Thailand yang berada di peringkat ke-31. Sementara Filipina berada di peringkat 52, Vietnam di peringkat 68, Laos di peringkat 93, Kamboja di peringkat 95, dan Myanmar di peringkat 134.

Haedar Nashir

Dengan posisi ini, dapat dikatakan bahwa posisi Indonesia belum terlalu siap. Namun sekarang bukan waktunya mempertanyakan kesiapan Indonesia, karena AFTA akan dimulai beberapa bulan lagi. Pada aras inilah NU perlu tampil ambil bagian. Sebagai ormas keagamaan terbesar, NU diharapkan mampu memberikan landasasan syar’i agar penanganan pasar bebas (free trade) tetap mengacu kepada fitrah kemanusiaan. Sementera di level praksis, NU diharapkan mampu menyodorkan konsep yang mampu mengayomi warga dari serangan modal yang kian masif. ?

Dengan gambaran ini, tim khusus yang tergabung dalam Komisi Bahtsul Masail Maudlu’iyah Muktamar ke-33 NU bersepakat untuk merumuskan tiga pertanyaan, antara lain, (1) bagaimana pandangan Islam tentang pasar bebas?; (2) bagaimana keberpihakan Negara kepada rakyat dan ekonomi nasional?; dan (3) apa yang perlu dilakukan oleh NU sebagai jam’iyyah?

Selain soal pasar bebas, Komisi Bahtsul Masail Maudlu’iyah juga akan mengupas lima masalah lainnya, di antaranya metode istinbath hukum (bayani – qiyasi-maqashidi), khashaish ahlus-sunnah wal-jamaah, hutang luar negeri, hukuman mati dalam perspektif HAM, serta asas praduga tak bersalah. (Mahbib)

?

?

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah, Tokoh, Sunnah Haedar Nashir

Jumat, 13 Oktober 2017

Tiap PCNU Wajib Miliki Lembaga Penanggulangan Bencana

Jakarta, Haedar Nashir. Sudah seharusnya seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Indonesia mempunyai Lembaga Penaggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBINU). Banyaknya jaringan LPBINU di daerah akan mempermudah pengurus pusat dalam melakukan koordinasi.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Bidang Tanggap Darurat Pengurus Pusat LPBINU Yayah Ruchyati di kantornya, gedung PBNU Lantai 7, Jl Kramat Raya 164, Jakarta, Selasa (4/2). Menurut dia, hal ini cukup mendesak mengingat Indonesia dikenal sebagai kawasan rawan bencana, seperti letusan gunung merapi, gempa, puting beliung, longsor dan banjir.

Tiap PCNU Wajib Miliki Lembaga Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap PCNU Wajib Miliki Lembaga Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiap PCNU Wajib Miliki Lembaga Penanggulangan Bencana

Ia menjelaskan, saat ini LPBINU hanya menginventarisasi 23 cabang LPBINU. Sementara di tingkat wilayah, jumlah LPBINU tak lebih dari 10. “Itu pun di beberapa wilayah yang pernah mengalami bencana, seperti Jawa Timur, Sumatera Barat, Jogja, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan,” paparnya.

Haedar Nashir

LPBI mengimbau, untuk PCNU yang belum memiliki lembaga pelaksana kebijakan dan program NU di bidang perubahan iklim, penanggulangan bencana, dan pelestarian lingkungan itu untuk segera membentuk.

Yayah menambahkan, di tengah kondisi Tanah Air yang rentan bencana, pihaknya berharap masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Di samping, penggalangan bantuan untuk warga lain yang tertimpa musibah juga perlu digalakkan. “Bantuan bisa dikirimkan kepada PCNU di daerah masing-masing untuk disalurkan kepada korban,” imbuhnya.

Haedar Nashir

LPBINU kini sedang melakukan pendampingan pembuatan rencana penanggulangan bencana (RPB) dan rencana aksi daerah (RAD) di 8 kabupaten di Jawa Timur. Antara lain, Bojonegoro, Malang, Lamongan,Tulungagung, Pasuruan, Mojokerto, Lumajang, dan Trenggalek.

Lembaga yang dulu bernama CBDRM-NU (Community Based Disaster Risk Management) ini juga telah menyalurkan sejumlah bantuan ke beberapa daerah yang belakangan dilanda bencana banjir, seperti Jakarta dan Manado. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Amalan Haedar Nashir

Sabtu, 07 Oktober 2017

Kemensos Target 10.000 e-Warong Berdiri pada 2018

Kendari, Haedar Nashir. Kementerian Sosial menargetkan pertumbuhan jumlah Layanan elektonik Warung Gotong Royong (e-Warong) mencapai 10.000 buah seiring perluasan jangkauan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hingga 10 juta keluarga di tahun 2018 mendatang.?

Kemensos Target 10.000 e-Warong Berdiri pada 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemensos Target 10.000 e-Warong Berdiri pada 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemensos Target 10.000 e-Warong Berdiri pada 2018

"Tahun ini (2017-red) kami baru menargetkan tambahan 2500 buah e-warong yang tersebar di 98 kota. Tapi tahun depan jumlahnya akan meningkat lebih dari tiga kali lipat," ungkap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) Non Tunai di Pendopo Walikota Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (14/4).?

Dikatakan, 2500 buah e-warong yang dibangun tahun 2017 diperuntukkan guna melayani sebanyak 1,286 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total nilai sebesar Rp1,7 triliun.

Adapun jumlah sasaran penerima rastra ada sebanyak 15,5 juta. Dengan demikian konversi Rastra menjadi BPNT masih menyisakan sedikitnya 5,5 juta keluarga yang masih menggunakan sistem lama pada tahun 2018.

Haedar Nashir

Khofifah menjelaskan, BPNT merupakan lompatan besar Pemerintah melalui Kemensos dalam menyalurkan program subsidi beras sejahtera (Rastra) yang sebelumnya telah dijalankan.

Skema bantuan tersebut mengubah metode subsidi beras yang sebelumnya disalurkan dengan ditebus 1600 per kilo oleh penerima manfaat. Sementara BPNT diterimakan oleh KPM dengan membelanjakan dana bantuan setiap bulannya sebesar 110 perbulan untuk membeli bahan pangan yang sudah ditentukan di e-Warong.?

Khofifah mengatakan penerima manfaat BPNT juga akan semakin mudah dalam mencairkan bantuan karena adanya teknologi interkoneksi dan interoperabilitas. Teknologi ini, lanjutnya, memungkinkan penerima bansos mencairkannya di seluruh ATM bank milik negara.?

"Kapanpun dan dimanapun, KPM bisa mengambil dana jika sewaktu-waktu dibutuhkan," tuturnya.

Haedar Nashir

Kucurkan Bansos Rp21,4 Miliar

Sementara itu, dalam kunjungan kerja di Kota Kendari Mensos menyalurkan bantuan sosial senilai total Rp21,47 miliar. Bantuan tersebut terdiri dari bantuan sosial PKH tunai untuk 4.762 KPM dengan nilai bantuan Rp9 miliar.?

Selanjutnya Beras Sejahtera (rastra) untuk 8.787 keluarga dengan nilai bantuan Rp12 miliar. Bansos Disabilitas untuk 37 jiwa dengan nilai bantuan sebesar Rp111 juta. Bansos Lanjut Usia untuk 60 jiwa dengan nilai bantuan sebesar Rp120 juta. Dan, Bansos KUBE Perkotaan kepada 100 keluarga senilai Rp200 juta.?

"Untuk PKH Kota Kendari semuanya sudah disalurkan secara non tunai. Sementara untuk BPNT sedianya akan disalurkan tahun 2018," imbuhnya.?

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat mengungkapkan, terkoneksinya masyarakat miskin dengan perbankan membuat mereka dapat memanfaatkan berbagai produk dan jasa keuangan formal seperti ? transfer, menabung maupun pinjaman serta asuransi.?

Ditambahkan, intervensi pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan pun semakin efektif. Karena bantuan sosial dan subsidi diintegrasikan dalam satu kartu yaitu Kartu keluarga Sejahtera (KKS) yang memiliki fitur uang elektronik dan tabungan sehingga bisa menampung bansos PKH, Pangan, Subsidi LPG 3 Kg, dan subsidi listrik. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Ubudiyah Haedar Nashir