Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2018

Farida: Jumlah Cabang IPPNU ke Depan Harus Riil

Boyolali, Haedar Nashir. Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah menegaskan bahwa selama kepemimpinannya ia mengambil sikap cermat dalam mengeluarkan SK cabang IPPNU. Menurutnya, ia hanya mengeluarkan SK untuk daerah yang benar-benar terdapat aktivis dan gerakan IPPNU.

Farida: Jumlah Cabang IPPNU ke Depan Harus Riil (Sumber Gambar : Nu Online)
Farida: Jumlah Cabang IPPNU ke Depan Harus Riil (Sumber Gambar : Nu Online)

Farida: Jumlah Cabang IPPNU ke Depan Harus Riil

“Saya tidak mau mengeluarkan SK yang pengurusnya tidak ada,” kata Farida dalam laporan tanggung jawaban kepemimpinan IPPNU selama tiga tahun terakhir di arena Kongres IPNU-IPPNU, di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Ahad (6/12) siang.

Di hadapan peserta Kongres IPPNU Farida menyatakan pengalaman kecewa terkait pengeluaran SK IPPNU di suatu daerah. Setelah PP IPPNU mengunjunginya ternyata kepengurusannya tidak ada. Sebagian lagi meminta SK IPPNU hanya untuk kepentingan KNPI, ujar Farida.

Haedar Nashir

“Saya ingin ke depan orang mengerti jumlah riil IPPNU di Indonesia,” kata Farida.

Haedar Nashir

Di akhir laporan Farida meminta maaf kepada seluruh peserta kongres atas kekurangan dalam kepemimpinannya. “Saya juga manusia. Saya belajar kemanusiaan di IPPNU,” tandas Farida.

Delegasi sepuluh PW IPPNU se-Indonesia menolak laporan Farida. Sedangkan utusan sembilan PW IPPNU lainnya menerima dengan catatan. Forum pertanggungjawaban kepemimpinan PP IPPNU masa khidmat 2012-2015 berjalan tertib dan sopan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam Haedar Nashir

Senin, 26 Februari 2018

Tgk H Faisal Kembali Pimpin PWNU Aceh

Banda Aceh, Haedar Nashir. Peserta Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama XIII NU Aceh akhirnya bermusyawarah mufakat untuk meminta kembali Tgk H Faisal Ali sebagai Ketua PWNU Aceh periode 2015-2015. Untuk Rais Syuriyahnya, mereka meminta Tgk H Nuruzzahri Yahya.

Keinginan itu mencuat dalam pandangan dari pengurus cabang-cabang NU seanterao Aceh pasca penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PWNU Aceh periode 2009-2014.

Tgk H Faisal Kembali Pimpin PWNU Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Tgk H Faisal Kembali Pimpin PWNU Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Tgk H Faisal Kembali Pimpin PWNU Aceh

Konferwil NU Aceh itu berlangsung secara akrab penuh kebersamaan, walaupun sebelumnya muncul beberapa nama kandidat ketua PWNU Aceh.

Haedar Nashir

Konferwil XIII NU Aceh itu diikuti oleh 23 kabupaten dan kota di Provinsi Aceh. Forum ini berlangsung di Asrama Haji Banda Aceh sejak Jum’at-Ahad (17-19/4).

Forum ini dibuka oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj. Hadir pada malam pembukaan konferwil itu Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haytar, sejumlah kepala dinas, unsur OKP dan ormas di Aceh, pimpinan dayah, dan undangan lainnya.

Haedar Nashir

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Marwan Jakfar pada saat sambutan menutup Konferwil XIII NU Aceh berharap agar warga nadhlyin di Aceh menjadikan Aswaja sebagai pedoman dasar dan menjadi khittah perjuangan organisasi tersebut.

“Warga NU harus ikut serta dalam mengawasi program-program pemerintah terutama program di Kementerian Desa PDTT,” kata Marwan.

Marwan di hadapan 5.000 waga NU Aceh mengatakan bahwa kiprah NU sebagai organisasi sosial masyarakat dalam segala aspek kehidupan dari keagamaaan, ekonomi, politik, pendidikan, sosial-budaya, menunjukkan kemajuan yang sangat bagus.?

Penutupan Konferwil itu dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf, Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, pimpinan dayah, kepala dinas, dan pejabat-pejabat di Aceh lainnya. (Muhadzier/Alhafiz K)

Foto: Tgk. Faisal Ali saat berada di ruang redaksi Haedar Nashir. Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hadits, Humor Islam Haedar Nashir

Sabtu, 24 Februari 2018

KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar

Ketapang, Haedar Nashir. Konferensi Cabang ke-11 Nahdlatul Ulama Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, yang dilaksanakan Ahad (20/4) kemarin di Ketapang telah mengeluarkan berbagai keputusan strategis antara lain memilih dan menetapkan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah masa khidmat 2014-2019.

Sidang Pleno kelima yang dipimpin Wakil Ketua PCNU Kabupaten Ketapang demesioner masa khidmat 2009-2014 Drs. Satuki Huddin, M.Si ini berjalan khidmat dan sukses. Sebelum diadakan pemilihan seluruh peserta konferensi diminta pimpinan sidang untuk sama-sama membaca Shalawat Badar dan pembacaan ummul kitab yang dipimpin oleh KH. Kholilurrahman.

KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar

Pemilihan PCNU masa khidmat 2014-2019 didahului dengan pemilihan Rais Syuriyah. Setelah diajukan bakal calon (balon) melalui pemilihan langsung dan rahasia akhirnya terjaring empat balon terpilih yakni KH Kholirurrahman, KH Faisol Maksum, KH Abdullah Alfaqir dan KH Jema’ie Makmur.

Haedar Nashir

Berdasarkan Tata Tertib Konfercab ke-11 dalam pemilihan pengurus cabang bahwa seorang calon dinyatakan sah apabila didukung oleh sekurang-kurangnya 5 (lima) suara dari peserta konferensi. Oleh karena itu setelah diadakan penghitungan dari suara sah yang berhak memilih dari 18 rais syuriyah tingkat MWC plus satu orang perwakilan syuriyah PCNU Ketapang, akhirnya yang memenuhi syarat hanya satu orang balon yakni KH Kholilurrahman setelah memperoleh 15 suara.

Mengingat balon yang terpih hanya satu orang, akhirnya seluruh peserta konfercab menyepakati agar balon yang terpilih secara aklamasi langsung ditetapkan sebagai Rais Syuriyah PCNU masa khidmat 2014-2019.

Haedar Nashir

Proses pemilihan Ketua Tanfidziyah dilaksanakan setelah pemilihan Rais Syuriyah. Pemilihan balon ketua tanfidziah juga dilaksanakan secara langsung dan rahasia. Setelah diadakan penghitungan suara balon yang terpilih hanya 2 (dua) orang yakni KH. Abdullah Alfaqir dan KH Jema’ie Makmur.

Mengingat hanya satu orang yang memenuhi syarat yakni KH Jema’ie Makmur setelah memperoleh dukungan 18 suara dari 19 suara yangh berhak memilih, akhirnya peserta konfercab menetapkan secara aklamasi KH Jema’ie Mamur sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Ketapang Masa Khidmat 2014-2019 setelah disetujui Rais Syuriyah terpilih.

KH Kholilurrahman sebelumnya adalah Wakil Rais Suriyah PCNU Kabupaten Ketapang Masa Khidmat 20109-2014 sementara KH Jema’ie Makmur Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Ketapang Masa Khidmat 20109-2014 dan pada pemilihan kali ini beliau kembali memimpin NU ketapang lima tahun ke depan.

Sebelum disahkan melalui pembacaan SK pada sidang Pleno kelima ini, juga ditetapkan tim formatur sebanyak 5 (lima) orang yakni Rais Syuriyah terpilih merangkap ketua, Ketua Tanfidziyah merangkap sekretaris dan 3 (tiga) orang dari pengurus MWC masing-masing MWC Delta Pawan, Benua Kayong dan Matan Hilir Utara. Kepada Tim Formatur diamanatkan agar menyusun kepengurusan NU Ketapang Masa Khidmat 2014-2019 dengan jangka waktu satu bulan. (Syafi’ie /Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam Haedar Nashir

“Jalan Dakwah Pesantren” Gambarkan Santri dan Kiai Apa Adanya

Jepara, Haedar Nashir



Pesantren Hasyim Asyari Bangsri Jepara menyelenggarakan pemutaran dan bedah film dokumenter “Jalan Dakwah Pesantren” berlangsung di aula Gedung Serba Guna MA Hasyim Asyari, Bangsri Jepara, Kamis (27/7) malam.?

Dalam pemutaran film berdurasi 38 menit itu dihadiri oleh ratusan santri dan menghadirkan 3 narasumber: Hamzah Sahal (inisiator film), Hj. Hindun Anisah (pengasuh pesantren Hasyim Asyari) dan Ahmad Sahil (ketua Lakpesdam NU Cabang Jepara) dan sebagai moderator Syariful Wai, mantan aktivis PP Lakpesdam.?

“Jalan Dakwah Pesantren” Gambarkan Santri dan Kiai Apa Adanya (Sumber Gambar : Nu Online)
“Jalan Dakwah Pesantren” Gambarkan Santri dan Kiai Apa Adanya (Sumber Gambar : Nu Online)

“Jalan Dakwah Pesantren” Gambarkan Santri dan Kiai Apa Adanya

Ahmad Sahil ketua Lakpesdam NU Cabang Jepara dalam paparannya menyampaikan film dokumenter itu menggambarkan pesantren apa adanya.?

“Film ini ialah film riil yang memberi pembelajaran bahwa pesantren telah melahirkan tokoh besar Gus Dur,” kata kiai muda yang disapa Gus Sahil ini.?

Gus Sahil putra KH Miftah Abu berkomentar dalam film yang disupport oleh Kementerian Agama RI lantaran menampilkan sosok KH Abdurrahman Wahid.?

Haedar Nashir

Kepada ratusan santri ia mengatakan bahwa sosok kiai di pesantren berjuang 24 jam tanpa lelah. Kiai, ulama, baginya, adalah sosok yang istimewa. “Basyarun la kal basyar, manusia tapi tidak seperti manusia biasa,” sebutnya.?

Kiai muda asal desa Karangrandu itu menyontohkan saat selepas kiai minum. Sisanya menjadi rebutan santri. Sandal kiai juga menjadi rebutan untuk ditata. Itu keistimewaan kiai, katanya. ?

Haedar Nashir

Hj. Hindun Anisah, selaku shahibul bait menyatakan usai nonton film dirinya jadi ingat saat menjadi santri yang tumbuh dengan kecerdasan serta mental tahan banting.?

Perempuan yang akrab dipanggil Neng Hindun itu mengapresiasi bahwa film menunjukkan eksistensi kitab kuning yang merupakan keunggulan pesantren.?

Kitab kuning kata istri KH Nuruddin Amin, bisa menjadi simbol anti-Islam radikal.?

“Saya sering pesan kepada alumni pondok ini bawalah kitab kuning selalu bersamamu,” pesan Neng Hindun yang juga salah satu aktris film ini. ?

Ternyata pesan itu pernah dipraktikkan oleh santrinya. Sehingga saat melihat di kamar ada kitab kuning orang yang mau mengajak santri gabung di aliran radikal tidak jadi mengajaknya.?

“Kitab kuning ampuh untuk mengurangi serangan Islam bukan NU, Islam radikal,” tandasnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam, IMNU, Doa Haedar Nashir

Minggu, 18 Februari 2018

Waktu dan Besaran Nafkah Anak kepada Orang Tua

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Haedar Nashir, saya ingin bertanya. Ayah saya berusia 65 tahun dan memiliki beberapa anak. Sebagian anaknya sudah menikah. Selama ini ayah dan ibu saya hidup cukup dari usaha pensiunan. Tetapi ayah saya kadang masih mengharapkan bantuan finansial dari anak-anaknya sebagai bentuk balas budi kepada orang tua. Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Aisyah/Bogor).

Jawaban

Waktu dan Besaran Nafkah Anak kepada Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Waktu dan Besaran Nafkah Anak kepada Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Waktu dan Besaran Nafkah Anak kepada Orang Tua

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Allah memerintahkan manusia untuk berbakti kepada kedua orang tua. Perintah ini disebutkan langsung antara lain di dalam Surat Luqman ayat 14-15.

Haedar Nashir

Dalam Surat Luqman ayat 14-15, Allah meminta manusia untuk berbakti kepada orang tua dalam segala hal. Manusia diperintahkan untuk membantu kedua orang tua baik selagi hidup maupun ketika keduanya sudah wafat.

Haedar Nashir

Adapun kebaktian anak terhadap orang tua dalam bentuk nafkah berupa makanan pokok adalah wajib selagi anak itu mampu membantu orang tuanya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Kedua orang tua wajib dinafkahi oleh anaknya dengan syarat antara lain kelapangan rezeki anak yang bersangkutan. Batasan kelapangan rezeki adalah mereka yang memiliki kelebihan harta setelah menutupi kebutuhan makanan pokok dirinya dan anak-istrinya sehari-semalam itu di mana kelebihan itu dapat diberikan kepada kedua orang tuanya. Jika anak itu tidak memiliki kelebihan harta, maka ia tidak berkewajiban apapun atas nafkah kedua orang tuanya lantaran kesempitan rezeki yang bersangkutan,” (Lihat Taqiyudin Abu Bakar Al-Hushni, Kifayatul Akhyar, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2001 M/1422 H, halaman 577).

Meski demikian, tidak setiap orang tua memerlukan bantuan nafkah dari anaknya. Orang tua yang berhak menerima bantuan nafkah dari anak adalah mereka yang memenuhi dua syarat mustahik nafkah.

? ? ? ?) ? ? (?) ? ? ? (? ?) ? ? ? ? ? (? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Adapun orang tua wajib dinafkahi) oleh keturunannya (dengan dua syarat) atau salah satunya, yaitu ([pertama] kefakiran dan penyakit kronis) tertimpa musibah atau bencana [yang mencegahnya berusaha-pen], ([kedua] kefakiran dan kegilaan) karena riil hajat mereka ketika itu. Dari sini anak-keturunannya tidak wajib menafkahi orang tua yang fakir dan sehat; atau fakir dan waras meskipun mereka memiliki usaha/pekerjaan karena kemampuan berusaha/bekerja setara dengan potensi memiliki harta. Jika mereka tidak memiliki usaha, anak-keturunan mereka wajib menafkahinya, menurut pendapat lebih zhahir di Raudhah dan tambahan di Minhaj. Anak-keturunan diperintahkan bergaul dengan orang tuanya secara baik. Bukan termasuk kategori pergaulan baik kalau anak-keturunan membiarkan orang tua yang sudah renta/kakek-neneknya berusaha/bekerja,” (Lihat Muhammad bin Ahmad As-Syarbini, Al-Iqna’ pada Hasyiyatul Bujairimi alal Khatib, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, 1996 M/1417 H, juz IV, halaman 439-440).

Secara rinci kedua orang tua yang berhak menerima nafkah anaknya adalah mereka yang tidak kaya, tidak sehat, dan tidak waras.

? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “[Adapun orang tua wajib dinafkahi keturunannya dengan dua syarat atau salah satunya, yaitu (pertama kefakiran dan penyakit kronis) penderita penyakit kronis yang kaya atau orang fakir yang sehat-gagah tidak wajib dinafkahi, (atau kedua kefakiran dan kegilaan), orang gila yang kaya atau orang fakir yang waras tidak wajib dinafkahi,” (Lihat KH Afifuddin Muhajir, Fathul Mujibil Qarib, Situbondo, Al-Maktabah Al-As‘adiyah, cetakan pertama, 2014 M/1434 H, halaman 169).

Tetapi bagaimanapun, manusia tetap diharuskan untuk berbakti kepada kedua orang tuanya sesuai dengan kondisi keuangannya, tidak perlu memaksakan diri secara rutin dengan besaran tertentu.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Nafkah untuk kerabat (baik usul yaitu ayah-ibu dan kakek-nenek ke atas maupun furu’ yaitu anak-cucu ke bawah) tidak ditentukan batasannya, tetapi sewajarnya. Nafkah untuk kerabat itu berbeda ukurannya sesuai dengan usia dewasa atau di bawah dewasa, kezuhudan atau kekurangzuhudannya... Kalau seseorang tidak menafkahi kerabatnya hingga beberapa waktu baik karena kelalaian atau bukan, maka tidak dihitung utang karena nafkah kerabat disyariatkan untuk membantu saja sifatnya, berbeda dari nafkah istri karena nafkah istri merupakan semacam imbalan. Wallahu a‘lam,” (Lihat Taqiyudin Abu Bakar Al-Hushni, Kifayatul Akhyar, Beirut, Darul Fikr, 1994 M/1414 H, juz II, halaman 115).

Melihat kondisi kecukupan kedua orang tua seperti deskripsi pada pertanyaan di atas, dapat disimpulkan bahwa anak-anaknya tidak wajib menafkahi kedua orang tuanya. Tetapi tentu saja anak dianjurkan untuk memperlakukan kedua orang tuanya dengan baik dan sedikit-sedikit membantu keperluan kedua orang tuanya sesuai dengan kelonggaran kondisi keuangan anaknya.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, AlaNu, Humor Islam Haedar Nashir

Sabtu, 17 Februari 2018

Ayat Al-Quran yang Membuat Rasulullah Menangis

Abdullah bin Mas’ud termasuk orang dari generasi sahabat yang memiliki kedekatan cukup intim dengan Rasulullah. Ia menjadi khadim (pelayan) yang loyal dan sering mengikuti ke mana Nabi pergi, membawakan keperluan beliau, bahkan dalam kesempatan tertentu ia diizinkan masuk ke kamar pribadi Nabi. Di antara berkah dari hubungan dekat ini, Abdullah bin Mas’ud menyerap banyak ilmu dan keteladanan dari manusia suci itu, yang di kemudian hari melambungkan namanya sebagai sahabat yang sangat mengerti Al-Qur’an.

Contoh dari kedekatan hubungan tersebut adalah kisah Rasulullah yang pernah meminta Abdullah bin Mas’ud membacakan untuknya ayat-ayat Al-Qur’an. Terang saja Abdullah merasa heran.

Ayat Al-Quran yang Membuat Rasulullah Menangis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayat Al-Quran yang Membuat Rasulullah Menangis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayat Al-Quran yang Membuat Rasulullah Menangis

“Wahai Rasulullah! Apakah (layak) saya membacakan Al-Qur’an untukmu sementara ia diturunkan kepadamu?”

“Aku senang mendengarnya dari orang selain diriku,” timpal Baginda Nabi.

Haedar Nashir

Abdullah pun mengabulkan permintaan Rasulullah dengan membacakan Surat an-Nisa’ dengan fasih. Namun, Baginda Nabi tiba-tiba memintanya berhenti ketika Abdullah sampai pada ayat:

Haedar Nashir



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Maka bagaimanakah (halnya orang-orang yang durhaka nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).” (QS an-Nisa’: 41)

Jleb! Abdullah bin Mas’ud berhenti membaca. Ia menoleh ke wajah Rasulullah dan menyaksikan air mata meleleh dari kedua pelupuk mata utusan Allah itu. Demikian cerita yang bisa kita baca dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Hadits tersebut menunjukkan betapa rendah hatinya Rasulullah, sebagai penerima wahyu mau mendengarkan untaian bacaan dari lisan pelayannya. Peristiwa ini juga mengajarkan bahwa orang yang mendengarkan bacaan Al-Qur’an tak lebih buruk dari orang yang membacanya. Bahkan, karena fokus menghayati isi bacaan, si pendengar bisa lebih meresapi dan menangkap pesan inti Al-Qur’an.

Ayat 41 dari Surat an-Nisa’ itu menjelaskan tentang posisi Nabi Muhammad yang kelak di akhirat menjadi saksi bagi umatnya yang durhaka. Tangisan Rasulullah menjadi penanda akan lembutnya hati beliau yang tak sampai hati umatnya bakal menerima penderitaan—meski akibat ulah mereka sendiri. Di ayat berikutnya diungkapkan bahwa mereka yang durhaka kepada Allah dan rasul-Nya meminta agar ditenggelamkan ke dalam bumi.

Menurut Tafsir al-Baidlâwi, mereka ingin diratakan dengan tanah selayaknya orang mati. Atau diciptakan saja seperti tanah yang tak memiliki tanggung jawab perbuatan. Mungkin maksudnya untuk menghindari siksaan. Padahal, walâ yaktumûnaLlâha hadîtsân (mereka tidak dapat menyembunyikan kejadian apa pun dari Allah). (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam, Kajian Sunnah, Nasional Haedar Nashir

Sabtu, 10 Februari 2018

Banom NU Subang Perkuat Organisasi dengan Silaturahim

Subang, Haedar Nashir. Keluarga Besar badan otonom Nahdlatul Ulama (banom NU)Kabupaten Subang memperkuat organisasi dengan menggelar silaturahim. Kegiatan tersebut dikemas dengan buka puasa bersama tersebut dilaksanakan di aula kantor Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Jumat(2/8).

Banom NU Subang Perkuat Organisasi dengan Silaturahim (Sumber Gambar : Nu Online)
Banom NU Subang Perkuat Organisasi dengan Silaturahim (Sumber Gambar : Nu Online)

Banom NU Subang Perkuat Organisasi dengan Silaturahim

Banom NU tersebut terdiri dari Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Sarjana NU (ISNU), Fatayat NU, Ikatan Pelajar Putra NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU).

Menurut ketua panitia yang juga sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah Heridinata, mengatakan bahwa kegiatan semacam ini sejatinya dijadikan sebagai sarana mempererat kesatuan yang ada di lingkungan para kader muda NU.

Haedar Nashir

“Kegiatan semacam ini dilakukan untuk menjalin dan mempererat hubungan emosional para kader NU yang tersebar di beberapa banom. Karena, dengan kesatuan ini akan memberikan wahana kebersamaan dalam sebuah gerakan menuju perubahan,” jelas Asep.

Sementara Bupati Subang Ojang Sohandi yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh kader muda NU tersebut merupakan cerminan gairah menuju perubahan.

Haedar Nashir

“Tentu saya sangat mendukung apa yang menjadi agenda anak-anak muda NU ini. Karena, spirit yang dimiliki oleh anak-anak muda akan melahirkan kreativitas yang membangun,” jelas Ojang.

Ojang berharap agar kedepan banom NU di Kabupaten Subang semakin memberikan warna tersendiri untuk memberikan kontribusi positif ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh banom NU Subang ini, dijadikan sebagai pesan moral untuk kemudian bias dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas khususnya di Kabupaten Subang,” harapnya.

Selain diikuti oleh banom NU, hadir juga dalam kegiatan tersebut beberapa tokoh NU dan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Subang. Bertindak sebagai penceramah adalah KH. Samanhudi yang juga sebagai salah seorang dosen di STAI Miftahul Huda Subang.

Redaktur    : Abdullah Alawi

Kontributor: Ade Mahmudin

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam, Sunnah Haedar Nashir

Selasa, 06 Februari 2018

Ketum PBNU: Sudah Tepat PLN Gandeng NU Care-LAZISNU

Jakarta, Haedar Nashir

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai kerja sama antara Yayasan PLN dan NU Care-LAZISNU dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat sebagai hal yang tepat.

Ketum PBNU: Sudah Tepat PLN Gandeng NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Sudah Tepat PLN Gandeng NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Sudah Tepat PLN Gandeng NU Care-LAZISNU

“Yayasan LAZIS PLN sangat tepat dan benar dengan menggandeng LAZISNU dalam kerja sama ini. Sebab pendistribusian dan pendayagunaan zakat melalui LAZISNU akan tepat sasaran dan akan lebih bermanfaat,” katanya.

Kia Said menyampaikan hal itu dalam acara Memorandum of Undersanding (MOU) Yayasan Lazis PLN dengan NU Care-LAZISNU bertema “Sinergi Membangun Negeri” di Lantai 5 Gedung PBNU Jakarta Pusat, Kamis (29/12) sore.

Haedar Nashir

Menurut Ketum PBNU, selama ini peran NU bagi bangsa teramat besar. Melalui bidang pendidikan yakni pondok pesantren, NU membangun karakter dan identitas bangsa.

Haedar Nashir

“Kiai-kiai di pondok pesantren luar biasa perannya, dengan nasihat agar masyarakat akur, dengan menyabarkan masyarakat ketika terjadi musibah,” ulas Ketum.

Sayangnya, lanjutnya, peran tersebut tidak dihargai oleh negara. Sehingga kiai melalui pondok pesantren membangun dan menghidupkan sendiri pondok pesantren, tanpa bantuan negara. Para kiai sebenarnya tidak memedulikan apakah mendapat penghargaan dari negara atau tidak, namun pemerintah seharusnya tidak mengabaikan peran tersebut.

Penghargaan kepada santri juga hampir tidak ada. Dalam hal sederhana, misalnya ongkos naik angkutan umum, ada potongan 50 persen bagi siswa, tetapi bagi santri harus membayar penuh.

Ketum berterima kasih dan sangat mengapresiasi Yayasan PLN. Hal tersebut sebagai langkah awal yang baik, dan kiranya dapat ditingkatkan dalam masa-masa mendatang.

Selain itu, kepada NU Care-LAZISNU, Kiai Said berpesan agar melakukan tindakan yang tanggap dan pencatatan yang akurat atas pendistribusian zakat. “Catatlah kebenaran sekecil apa pun, walaupun pahit,” kata Ketum mengutip sebuah hadits.

Kerja sama Yayasan LAZIS PLN dengan NU Care-LAZISNU dilakukan dalam bentuk pemberian “Beasiswa Cahaya Pintar” senilai 1 miliar rupiah, program pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) senilai Rp150.000.000 dan pemberian 2 unit mobil ambulans senilai Rp400.000.000 untuk mendukung program kesehatan. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam Haedar Nashir

Kamis, 01 Februari 2018

Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur

Jakarta, Haedar Nashir. KH Ali Mustafa Ya’qub merupakan intelektual muslim di bidang hadits. Sebagai pakar hadits tidak mengherankan bila ia selalu merujukkan pendapatnya dari kisi-kisi kehidupan, perilaku dan tindakan Rasulullah Saw. Sehingga banyak pihak yang menilai jika pemikiran beliau cenderung pakem dan kaku dalam berislam.

Kiai Ali Mustafa Ya’qub adalah alumni pascasarjana King Saud Riyadh Saudi Arabia. Beliau termasuk salah seorang murid ulama terkenal yang juga pakar di bidang hadits asal Saudi, Prof Dr Syeikh MM Azami.

Meskipun keilmuannya sudah tidak diragukan, dan usianya yang relatif tidak muda namun ia tetap merasa haus untuk menambah pundi-pundi pengetahuan, khususnya dalam khazanah keislaman. 

Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur

Pada bulan Ramadhan tahun 2005, KH Mustafa Ya’qub ikut pengajian kitab bersama para santri Pesantren Ciganjur di Masjid Al Munawwaroh, Ciganjur Jakarta Selatan. Saat itu kitab yang dibaca di hadapan KH Abdurramah Wahid (Gus Dur) adalah Bughyah Al-Mustarsidin karya Al-Habib Abdur Rahman bin Muhammad bin Husain bin Umar al-Masyhur, ulama yang diberi julukan sebagai `Allaamah Hadhramaut, Faqih Hadhramaut, Rais Hadhramaut, Abu Tarim dan beragam gelar kemuliaan dan penghormatan.

Dalam video yang diunggah Mustiko Dwipoyono di youtube dengan judul (lihat: Ngaji Gus Dur, KH Ali Musthafa Yaqub baca Kitab) tampak Beliau duduk di samping Gus Dur. Membaca setiap kalimat dan melengkapinya dengan makna yang terkandung di dalamnya. Usai baca beliau dengan khusuk dan seksama mendengarkan setiap penjelasan dari Gus Dur. 

Haedar Nashir

"Gus Dur itu adalah guru kami. Kami menjadi murid beliau sejak tahun 1971. Kami belajar Bahasa Arab dan mengaji kitab Qatr al-Nada dari beliau," kata Kiai Mustafa Yaqub saat memberi kesan terhadap Gus Dur.

"Itulah hubungan kami dengan Gus Dur yang beliau sebut sebagai adik dalam pemikiran, yaitu pemikiran ilmu hadits, bukan pemikiran yang lain,” lanjutnya. 

Haedar Nashir

KH Ali Mustafa Yaqub, sosok ahli hadits telah kembali ke Haribaan Ilahi pada Kamis (28/4) pagi. Semoga segala amal dan sumbangsih pemikirannya untuk peradaban Islam mendapat balasan dari Allah Swt. (Zunus)     

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Olahraga, Humor Islam Haedar Nashir

Jumat, 26 Januari 2018

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga

Tegal, Haedar Nashir.



Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)
Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tegal Dra Hj Umi Azizah menjamin Muslimat NU mampu memperkuat ketahanan keluarga. Pasalnya, seluruh anggota yang terlibat mampu membentengi diri dan keluargannya dari virus virus negative perkembangan zaman. Bahkan lewat Muslimat NU, mampu mengantarkan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah.

Demikian disampaikan Umi Azizah dalam perbincangan dengan Haedar Nashir di ruang kerjanya kantor Wakil Bupati Tegal, Kamis (8/12).?

Menurutnya, ketahanan keluarga sangat vital karena berpengaruh langsung terhadap ketahan negara. Bila keluarga rapuh, maka Negara akan ambruk. Peranan itu, tentu saja sangat bergantung kepada seorang Ibu, Wanita yang merupakan tiang Negara.?

Haedar Nashir

Muslimat NU Tegal, lanjutnya, dalam menjaga ketahanan keluarga melalui berbagai bidang program. Seperti bidang pendidikan, social, ekonomi, lingkungan hingga dakwah. ? Dari bidang bidang tersebut, diarahkan untuk menjaga delapan fungsi keluarga sebagai pusat agama, social, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pelestari lingkungan dan fungsi reproduksi. “Dengan memanfaatkan fungsi fungsi tersebut, akan tercipta keluarga yang berkualitas, berdaya guna dengan hiasan anak yang saleh saleha,” ucapnya.?

Tidak dipungkiri, kata Wakil Bupati Tegal ini, perubahan dunia menjadi tantangan yang tidak ringan bagi seorang ibu, termasuk organisasi kewanitaan seperti Muslimat NU. Juga lahirnya gerakan radikalisme dan bahaya narkoba, menjadi pekerjaan rumah tersendiri agar anak-anak kita tidak terpengaruh. “Upaya penguatan sebagai benteng dan filter dari berbagai tantangan tersebut, menjadi fardlu ain bagi Muslimat NU,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, program yang dijalankan Muslimat pun selalu berpihak pada kepedulian kebutuhan Nahdliyin. Diantaranya, menggelar kursus pra nikah untuk memberi pencerahan kepada calon pengantin tentang kesehatan reproduksi. Apalagi trend pernikahan dini tidak bisa dibendung. Padahal, pernikahan dini rentan dengan peningkatan Angka Kematian Ibu atau Maternal Mortality Ratio (MMR), Angka Kematian Anak (AKA), Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Ibu (AKI).

Muslimat juga membantu keluarga tak jelas, dengan menggelar sidang terpadu itsbat nikah. Atau menetapkan Akad Nikah yang telah dilaksanakan sesuai dengan Syari’at Islam (Hukum Munakahah) akibat poligami misalnya, agar tercatat dalam Register Nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan yang berwenang. “Dengan demikian, hak-hak anak akan terpenuhi. Muslimat NU juga membantu percepatan pembuatan akte kelahiran yang ditangani PAC,” ujarnya.

Selain itu, Umi gembira karena Muslimat lebih intensif dalam menyelenggarakan pengajian. Istilah Tegalnya, laka dina gabuk (tiada ada hari kosong) dalam hal pengajian. PC pun menyelenggarakan Pengajian keliling ke 19 PAC. Yang paling menggembirakan se Kabupaten Tegal ada 987 majelis taklim.

Haedar Nashir

Program lain, pelatihan ketrampilan hasil usaha kreatif. Dari kelompok usaha terbentuklah Kelompok Usaha Bersama (KUBE), hingga mencapai 319 Kube di seluruh ranting se Kabupaten Tegal. “Koperasi Anisa Muslimat, turut membantu pemasaran dan penyertaan modalnya juga,” terang ibu dari 6 anak ini,?

Di bidang social, masih kata Umi, Muslimat NU Tegal menangani Pendidikan Anak Usia Dini, Tercatat ada 97 Taman Kanak-kanak (TK) Muslimat NU, 67 Kelompok Bermainn (KB), dan 39 Raudlatul Athfal (RA) serta 548 Taman Pendidikan Al Quran (TPQ).?

Karya Muslimat NU berupa Metode Asyifa telah direkomendasikan oleh Yayasan pendidikan Muslimat NU (YPM NU) pusat, untuk dijadikan bahan pembelajaran resmi di TPQ TPQ seluruh Indonesia. “Metode Asyifa telah digunakan di Tegal sejak Juni 2002 dan tahun 2016 baru direkomendasikan untuk digunakan di berbagai TPQ seluruh Indonesia,” ucapnya bangga.?

Untuk Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM NU) telah mendirikan Darul Yatama dengan ratusan anak yatim piatu yang diasuh. Yayasan Haji Muslimat NU (YHM NU) juga terus berkembang. Pada musim haji 2016, KBIH YHM NU memberangkatkan 160 jamaah haji. Sedangkan untuk tahun 2017, sudah masuk 137 calhaj yang tergabung ke KBIH YHM NU. Tapi biasanya, akan terus bertambah jumlah calhaj yang tergabung ketika mendekati manasik,” tuturnya.?

Kepada para ibu-ibu muda maupun sepuh, Umi mengajak untuk tidak jemu-jemu berorganisasi di Muslimat ataupun Fatayat. Karena nilai faedahnya lebih besar jika dibandingkan dengan mudlaratnya. “Yang penting tidak melupakan pendidikan anak-anaknya dan selalu menjadi pendamping suami setia,” pungkasnya. (wasdiun).

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Humor Islam Haedar Nashir

Selasa, 16 Januari 2018

Doa Rasulullah SAW saat Lunasi Utang

Kita bagaimanapun berutang budi pada orang yang meminjamkan uang. Karenanya kita dianjurkan untuk mendoakan orang yang meminjamkan uang sebagai bentuk balas budi kepadanya di samping ucapan terima kasih.

Berikut ini adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika kita membayar utang.

Doa Rasulullah SAW saat Lunasi Utang (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Rasulullah SAW saat Lunasi Utang (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Rasulullah SAW saat Lunasi Utang

? ? ? ? ? ? ? ?

Haedar Nashir

Bârakallâhu laka fî ahlika wa mâlika, wa jazâka khairan

Haedar Nashir

Artinya, “Semoga Allah menurunkan keberkahan bagimu terutama untuk keluarga dan hartamu. Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan-Nya.”

Doa ini merupakan bentuk terima kasih kepada orang yang telah berbuat baik. Doa ini disebutkan Imam Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam, RMI NU Haedar Nashir

Jumat, 12 Januari 2018

Pencak Silat NU Pagar Nusa Kian Semarak di Sekolah-madrasah NU

Jakarta, Haedar Nashir - Pengurus Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa memotret banyak perkembangan dunia persilatan NU di daerah-daerah terutama di lingkungan pendidikan NU. Pengurus Pagar Nusa melihat banyak sekolah dan madrasah di lingkungan LP Maarif NU menjadikan pencak silat NU Pagar Nusa sebagai kegiatan ekstrakulikuler para siswa baik putra maupun putri.

Demikian disampaikan Sekretaris Umum PP Pencak Silat NU Pagar Nusa H Nabil Haroen di hadapan ratusan pendekar pada pembukaan Kerjurnas II dan Festival Pencak Silat NU Pagar Nusa di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ahad (21/8) sore.

Pencak Silat NU Pagar Nusa Kian Semarak di Sekolah-madrasah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pencak Silat NU Pagar Nusa Kian Semarak di Sekolah-madrasah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pencak Silat NU Pagar Nusa Kian Semarak di Sekolah-madrasah NU

“Ada begitu banyak perkembangan menggembirakan di daerah-daerah. Minat orang-orang, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk menitipkan putra-putrinya pada gemblengan Pagar Nusa kian meningkat,” kata H Nabil pada upacara pembukaan Kejurnas II Pagar Nusa.

Menurut Nabil, lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan LP Maarif NU dan sekolah-madrasah yang dikelola warga NU banyak yang mulai peduli untuk merintis dan mengembangkan pencak silat di lembaga mereka.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Sejak diresmikan menjadi salah satu Badan Otonom NU tahun 2004 pada Muktamar Ke-31 NU di Boyolali, Pagar Nusa terus melakukan pembenahan. Pengurus Pagar Nusa hingga kini terus mengonsolidasi diri, terus menempa diri agar bisa menjadi organisasi pendekar pencak silat yang mumpuni.

“Semua itu membuat permintaan akan pelatih pencak silat juga meningkat.”

Ia berharap Kejuaraan Nasional Kedua dan Festival Pencak Silat NU Pagar Nusa kali ini berlangsung lancar.

“Saya sampaikan selamat kepada pendekar sekalian yang telah menyedekahkan waktu untuk bisa menjalin tali kaasih di antara kita dalam perhelatan ini. Ahlan wa Sahlan. Selamat bertanding. Selamat beratraksi dalam festival,” tandas Nabil. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam, Nusantara Haedar Nashir

Selasa, 02 Januari 2018

Gusdurian Kota Malang Gelar Safari Damai

Malang, Haedar Nashir?

Gusdurian Kota Malang menggelar agenda “Safari Ramadhan Damai” ke pesantren-pesantren yang ada di Kota Malang. Safari damai merupakan agenda yang tur keliling pesantren untuk belajar Islam toleran dan berdiskusi dari pemuda lintas agama yang terdiri dari Pemuda Katolik, Buddha, dan Islam sendiri di mana Islam terdiri dari pemuda NU, Pemuda Muhammadiyah, dan juga Pemuda Syi’ah.

Safari Ramadhan Damai dilaksanakan hari Senin tanggal 27 Juni 2016 di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Kota Malang di bawah asuhan Al Mukarrom KH Marzuqi Mustamar yang sekaligus menjabat sebagai wakil rais syuriyah PWNU Jawa Timur.

Gusdurian Kota Malang Gelar Safari Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Kota Malang Gelar Safari Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Kota Malang Gelar Safari Damai

Pada safari Ramadhan Damai kali ini, Gusdurian Kota Malang menggandeng pemuda NU lewat PKPT IPNU-IPPNU Universitas Brawijaya dan aktivis dari GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) untuk turut serta dalam agenda tersebut.

“Ini merupakan agenda rutin kami dari Gusdurian Kota Malang yang diadakan setiap tahun untuk terus mengajak pemuda kita saling toleransi antarumat beragama. Terbukti banyak kalangan yang mengapresiasi kegiatan kami. Ada banyak elemen pemuda dari berbagai agama, sekte, maupun ormas dalam Islam yang turut serta,” kata Fauzan selaku ketua Gusdurian Kota Malang.

Haedar Nashir

“Ini merupakan agenda awal kami bersama Gusdurian Kota Malang untuk menyongsong rencana besar bulan Oktober di mana kita akan mengadakan Forum Pemuda Lintas Damai Nasional yang akan di-hosting di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya atas kerja sama dengan LOF (Lembaga Otonom Fakultas) Al Hisaf (Al Hifdus Saqofah) FPIK UB,“ terang Ikbar Al Asyari selaku Sektretaris Umum IPNU Universitas Brawijaya.

Harapan ke depannya, kegiatan-kegiatan bernuansa toleransi umat beragama dapat lebih diterima dan menarik banyak pemuda untuk aktif terlibat sehingga, kegiatan tersebut mampu terdistribusi secara masif dan luas di masyarakat kita untuk lebih mengedepankan toleransi beragama dan tetap menjaga kerukuran beragama. (Irwanto Marhaenis/Mukafi Niam)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam, Habib, Ulama Haedar Nashir

Senin, 01 Januari 2018

Rumah Sakit di India Ajukan Sertifikasi Halal

Chennai, Haedar Nashir. Sejumlah rumah sakit di India tengah mengajukan permohonan untuk sertifikasi halal dari otoritas yang berwenang. Hal ini mengingat lebih dari 75 persen wisatawan medis yang datang ke India adalah muslim dari Timur Tengah. 

Global Health City yang berbasis di Chennai, adalah rumah sakit pertama di India yang mendapatkan sertifikasi halal dari Halal India, sebuah lembaga halal independen yang diakui pemerintah India (TCN) dan Aliansi Integritas Halal Internasional (IHIA) di Malaysia, dan Kamar Dagang dan Industri Islam di Arab Saudi. 

Rumah Sakit di India Ajukan Sertifikasi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Rumah Sakit di India Ajukan Sertifikasi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Rumah Sakit di India Ajukan Sertifikasi Halal

Sementara itu manajer operasional Halal India, Mohamed Noman Lateef, mengatakan, setidaknya ada lima rumah sakit di India telah mengajukan permohonan untuk sertifikasi tersebut.

Haedar Nashir

Kepala Rumah Sakit Global Health City, Dr K Ravindranath, mengatakan bahwa pihaknya membuat pengumuman mengenai waktu sholat sekaligus menyediakan tempat khusus bagi wanita untuk menjalankan sholat.

Haedar Nashir

"Kami memberitahu mereka [pasien] bahwa kita membuat pengumuman publik untuk sholat dan memastikan bahwa kami memberikan wanita tempat terpisah selama shalat," katanya belum lama ini.

Menurutnya, pengajuan untuk sertifikasi halal adalah salah satu proses paling sulit bagi rumah sakit di negara tersebut.

"Dengan dua miliar muslim di seluruh dunia, kami melihat sertifikasi halal merupakan bagian dari usaha untuk meraih kepercayaan dari pasien muslim," ungkapnya, seperti dikutip twocircle.net.

Ahli bedah transplantasi, Dr Shankar Madhu, mengatakan bahwa muslim Timur Tengah memiliki budaya yang berbeda dari yang lain.

"Orang-orang dari Timur Tengah memiliki budaya yang berbeda. Kami tidak memasuki ruangan pasien wanita tanpa izin mereka. Seorang perawat perempuan akan berjalan duluan dan meminta izin untuk memasukkan seorang dokter laki-laki," katanya.

"Ini bukan hanya tentang makanan atau ruang sholat, ini tentang gaya hidup. Bagi setiap muslim adalah penting bahwa setiap bisnis yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari haruslah bersih, higienis dan tidak merugikan kesehatan mereka sebagaimana diterangkan dalam teks agama. Artinya, ini adalah tolok ukur baru untuk kualitas," kata Manajer Pengembangan Bisnis Halal India Sheetal Bajaj.

Penulis : Sudarto Murtaufiq

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu, Humor Islam Haedar Nashir

Minggu, 31 Desember 2017

GP Ansor dan Fatayat NU Soloraya Ikuti Pelatihan 4 Pilar Kebangsaan

Sukoharjo, Haedar Nashir. Sebanyak 150 anggota GP Ansor dan Fatayat NU se-Solo Raya mengikuti sosialisasi empat pilar kebangsaan di Rumah Aspirasi, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (21/4) kemarin. ?

Dalam sosialisasi tersebut Anggota DPR RI, Mohammad Toha mengatakan, nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme harus terus dihidupkan terutama bagi generasi muda saat ini. Hal ini sangat penting untuk mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia.

GP Ansor dan Fatayat NU Soloraya Ikuti Pelatihan 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan Fatayat NU Soloraya Ikuti Pelatihan 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan Fatayat NU Soloraya Ikuti Pelatihan 4 Pilar Kebangsaan

"Sebagai Banom dari organisasi terbesar seperti NU, mempertahankan NKRI adalah harga mati. Para pejuang bangsa ini, sudah mengorbankan harta dan nyawa untuk negara kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu, perjuangan mereka harus dilanjutkan," kata anggota DPR dari Fraksi PKB ini sambil berharap GP Ansor dan Fatayat bisa menjadi pengawal utuhnya NKRI.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa sangat penting memberikan pemahaman tentang empat pilar kebangsaan. Sehingga masa depan bangsa akan lebih tegak dan kokoh dalam menuju cita-cita proklamasi.

Sementara itu pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan, M. Dian Nafi yang menjadi salah satu nara sumber dalam seminar tersebut menjelaskan tentang keadilan sosial. Baginya bangsa Indonesia perlu bersyukur karena keadilan merupakan pondasi yang ditegaskan di dalam dasar negara dan dijabarkan ke dalam peraturan perundang-undangan yang ditetapkan.

"Keadilan sosial merupakan penghargaan negara atas kenyataan kodrati manusia yang dianugrahi daya cipta dan fasilitas kehidupan untuk menjaga harkat dan membangun martabat dirinya," jelasnya.

Haedar Nashir

Kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan tersebut diselenggarakan oleh MPR RI bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan Pendidikan Latihan dan Pemberdayaan Masyarakat (LPLPM) Madani dan Kesbangpolimas Kabupaten Sukoharjo.? (Mashri/Zunus)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, IMNU, Humor Islam Haedar Nashir

Kamis, 28 Desember 2017

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Jember, Haedar Nashir. Memungkasi? tahun 2016, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Sumberjambe, Jember, Jawa Timur? menggelar? peringatan Mualid? Nabi Muhammad SAW di Sumberpakem, Sabtu (31/12) .

Selain peringatan Maulid? Nabi, acara tersebut juga dimaksudkan untuk konsolidasi, evaluasi program dan rencana kegiatan tahun 2017.

“Ya, kita akan segera memasuki tahun 2017, maka kita adakan evaluasi kegiatan yang sudah-sudah, dan kita programkan kegiatan yang lebih baik di tahun depan,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Emi Kusminarni saat memberikan sambutan.

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Moch. Eksan yang didapuk bertaushiyah menegaskan, betapa pentingnya doa. Untaian doa yang dipanjatkan, pasti mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia. Namun disadari atau tidak, sebagian umat Islam dewasa ini justru cenderung meremehkan kekuatan doa. Padahal Islam mengajarkan bahwa doa adalah senjata orang mukmin.

“Senjata untuk mendapat rahmat Allah dan senjata untuk menolak laknat Allah,” ujarnya.

Doa, katanya, memiliki kekuatan yang luar biasa dahsyat. Mengapa dahsyat? Karena Allah sendiri yang menyuruh hamba-Nya untuk berdoa dan memastikan akan mengabulkan doa tersebut. Cuma persoalannya, manusia sering meragukan kasih sayang Allah, sehingga tidak yakin doanya dikabulkan. Padahal meragukan kasih sayang Allah, sama artinya dengan berburuk sangka keapda Allah.

Haedar Nashir

“Alllah pasti mengabulkan doa hamba-nya. Kenapa? Sebab, Allah sendiri yang meminta kita berdoa,” jelasnya.

Haedar Nashir

Ia lalu mengurai faidah pembacaan shalawat. Seraya menyitir sebuah hadits, Ustadz Eksan mengungkapkan bahwa siapapun yang membaca shalawat 100 kali dalam sehari, maka Allah akan penuhi 100 hajatnya. Komposisinya adalah 70 hajat dipenuhi di akhirat, dan 30 permintaan dikabulkan di dunia.

“Oleh karena itu, memasuki tahun baru 2017, kini saatnya umat Islam? kembali meneguhkan keyakinannya akan kekuatan doa. Bahwa doa adalah senjata kemenangan untuk izzu Islam wal muslimin,” pungkasnya. (Aryudi A. razaq/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Humor Islam Haedar Nashir

Sabtu, 16 Desember 2017

GP Ansor Jateng Instruksikan Pemuda NU Tanggap Bencana

Karanganyar, Haedar Nashir. Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah menginstruksikan kepada seluruh Pimpinan Cabang se-Jawa Tengah untuk respon dan tanggap terhadap daerahnya yang rawan bencana dengan mendirikan posko informasi yang standby setiap hari mengingat musim penghujan telah tiba.

Ketua GP Ansor Jawa Tengah, H Ikhwanuddin meminta melalui pesan singkat, Senin (20/12) kepada seluruh Pimpinan Cabang dan Satkorcab se-Jawa Tengah agar siaga menghadapi musim hujan dan tanggap terhadap daerahnya yang rawan bencana.

GP Ansor Jateng Instruksikan Pemuda NU Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jateng Instruksikan Pemuda NU Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jateng Instruksikan Pemuda NU Tanggap Bencana

Untuk itu, Ikhwan mengistruksikan agar membuat posko informasi kebencanaan yang standby ? setiap hari, fungsi dari posko tersebut untuk menghimpun segala informasi bencana dan selanjutnya segala perkembangan harus segera melapor ke PW GP Ansor Wilayah Jateng.

Haedar Nashir

Ikhwan juga berharap Pimpinan Cabang berkoordinasi dengan PCNU setempat dan instansi terkait seperti BPBD, SARDA, dan Kesbang agar bencana bisa terantisipasi dengan baik. (Ahmad Rosyidi/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam Haedar Nashir

Senin, 11 Desember 2017

Ke Kongres, Pelajar NU Jatim Dilepas Majelis Alumni

Surabaya, Haedar Nashir? . Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur dilepas Ketua Majelis Alumni IPNU H Muzammil Syafii dari Surabaya pada Jumat (4/12) untuk berangkat kongres kedua organisasi tersebut yang belangsung di di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah.

Sebelum diberangkatkan para pelajar NU terlebih dahulu apel bersama di depan gedung PWNU Jatim, Jl Masjid Al Akbar Timur No 9 Surabaya. Pada kesempatan itu Muzammil berpesan kepada pelajar NU supaya menjaga etika dan akhlak, jangan sampai mencederai nama Jawa Timur. "Jatim itu barometer nasional," katannya.

Ke Kongres, Pelajar NU Jatim Dilepas Majelis Alumni (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Kongres, Pelajar NU Jatim Dilepas Majelis Alumni (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Kongres, Pelajar NU Jatim Dilepas Majelis Alumni

Selain Muzammil hadir juga Sudirman Ali, Abdul Mujib dan Hj Aisyah Lilia Agustina. Mereka juga anggota Majelis Alumni IPNU dan IPPNU Jatim.

Haedar Nashir

Hj Aisyah Lilia Agustina yang akrab disapa Mbak Icha itu berpesan kepada kader-kader IPNU dan IPPNU supaya di kongres nanti jangan sampai menggebrak meja atau kursi. "Sampaikan argumen kalian dengan sopan dan santun pelajar NU tidak perlu melakukan itu di kongres nanti," lanjut perempuan yang juga anggota DPRD Jatim itu.

IPNU dan IPPNU Jatim adalah satu kesatuan yang akan membawa visi misi pelajar NU. Haikal Atiq Zamzami mengatakan untuk membawa nama baik NU Jatim. "Kita adalah satu komando dan satu tujuan untuk pelajar NU," jelasnya.

Haedar Nashir

Abdullah Muhdi, korlap pemberangkatan kongres, mengatakan, bahwa IPNU dan IPPNU Jatim bergabung dalam satu rombongan. Mereka berjumlah 300 orang dari 25 PC IPNU se Jatim.

"Kita nanti akan berhenti di beberapa titik, diantaranya Jombang, Nganjuk dan Madiun, di tiga tempat itu kita nanti akan konsolidasi dengan Pimpinan Cabang IPNU IPPNU," pungkasnya. [Rof Maulana/Abullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hadits, Humor Islam Haedar Nashir

Senin, 04 Desember 2017

Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi

Jakarta, Haedar Nashir
Sekitar 23 DPW PPP menghadap Wapres untuk menyatakan dukungannya agar Hamzah Haz dipilih kembali menjadi Ketua Umum PPP. DPD Jatim adalah yang pertama kali menghadap Hamzah Haz.

Mendapat dukungan dari banyak wilayah Hamzah Haz menyatakan kesiapannya dipilih menjadi Ketua Umum PPP periode 2003-2008 pada Muktamar PPP yang akan berlangsung 20- 24 Mei di Jakarta.

Ketua DPW PPP Jatim Hafidz Maksoem mengatakan berdasarkan laporan, banyak yang mendukung Hamzah Haz. Misalnya, Sumut yang merupakan wilayahnya Bachtiar Chamsyah, ternyata 19 dari 20 DPC PPP mendukung Hamzah Haz.

"Jadi kalau orang lain (pendukung Bachtiar) mengklaim suaranya lebih besar, itu biasa. Buktikan saja bagaimana kenyataannya," katanya. Ia juga mengatakan pencalonan Hamzah Haz bukan karena ia berasal dari NU, namun ia adalah kader terbaik PPP di Pesantren Daru Maarif Cipete, Jakarta, Senin.

Mereka datang untuk melaporkan masalah muktamar dan minta restu dari mantan Ketua MPRS itu. Dalan pertemuan itu tidak ada sama sekali upaya untuk meminta dukungan dari ketua pertama PPP itu terhadap calon ketua umum PPP 2003-2008.

"Dan beliau juga tidak akan memihak ke mana-mana," ujar Zarkasih Noer yang turut dalam acara tersebut.

Kepemimpinan Hamzah lemah

Kinerja kepemimpinan dan kepengurusan PPP era Ketua Umum Hamzah Haz paling lemah, dibandingkan periode sebelumnya, meskipun telah menjadi Wakil Presiden, dan hal itu merupakan momentum untuk melakukan perubahan pada Muktamar V PPP, 20-24 Mei 2003.

"Ternyata tidak signifikan hubungan antara Hamzah Haz yang juga Wapres dengan konsolidasi organisasi," kata anggota Litbang DPP PPP Usamah Hisyam di Jakarta, Minggu.

Ia membeberkan data bahwa perolehan kursi pada Pemilu 1999 di era kepemimpinan Hamzah Haz merupakan yang terburuk, yakni hanya meraih 58 kursi di DPR-RI. Pemilu 1977, 99 kursi, Pemilu 1982, 94 kursi, Pemilu 1987, 61 kursi, Pemilu 1992 62 kursi, dan Pemilu 1997, 89 kursi.

Pada kepengurusan Hamzah Haz juga timbul perpecahan, KH Zainuddin MZ dan kelompoknya mendirikan PPP Reformasi, sebelum kemudian berganti nama menjadi Partai Bintang Reformasi. Ini merupakan sebagian dari beberapa kelemahan dari kepemimpinan Hamzah dalam PPP

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PPP DKI Jakarta HA Chudlary Syafii Hadzami mengatakan bahwa pihaknya mendukung kepemimpinan Hamzah Haz untuk periode 2003-2008.

"Dengan posisinya sebagai Wapres yang sangat strategis saat ini, membuat PPP masih memerlukan kepemimpinannya," kata Chudlary. Ia berharap peserta muktamar masih memilih Hamzah Haz sebagai pemimpin.

Mengenai konflik internal yang terjadi di PPP, menurut Chudlary, hal itu merupakan dinamika yang demokrasi dan tidak sampai mengganggu organisasi secara keseluruhan.

Ketika dikonfirmasi mengenai usia Hamzah Haz yang telah mencapai 63 tahun, yang tergolong sudah tua untuk memimpin PPP di tengah tantangan yang semakin berat menghadapi Pemilu 2004, Chudlary menegaskan bahwa figur yang tua tepat untuk memimpin partai karena kaya akan pengalaman.

"Hamzah Haz masih dibutuhkan, mungkin 30 persen dari kalangan tua dan 70 persen lainnya dari kalangan muda," katanya.

Dalam hitung-hitungan di atas kertas versi Forum Silaturahmi Sukses Muktamar V PPP, Hamzah didukung oleh 23 dari 30 DPW PPP dan 308 dari 400 DPC PPP seluruh Indonesia.(rol/mkf)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam Haedar Nashir

Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi

Rabu, 29 November 2017

NU Pakistan Kaji Sejarah Syiah di Indonesia

Islamabad, Haedar Nashir. Bertepatan dengan hari Asyura atau 10? Muharam, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) bekerja sama dengan Bagian Bahtsu-Masail (BM) Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Pakistan menyelenggarakan diskusi reguler di Islamabad, Pakistan.

NU Pakistan Kaji Sejarah Syiah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pakistan Kaji Sejarah Syiah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pakistan Kaji Sejarah Syiah di Indonesia

Menurut Koordinator diskusi, Ikmal Thoha, kegiatan yang digelar 4 November ini mengusung tema "Syiah dalam Lingkup Sejarah dan Eksistensinya di Tanah Air".? Saat ini, katanya, Syi’ah memang menjadi topik yang hangat diperbincangkan di Pakistan.

“Diskusi berjalan menarik dan tentunya memberi memberikan antusias yang besar kepada rekan-rekan PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) Pakistan dan juga dalam rangka meramaikan suasana di bulan Muharram dan mengisi kekosongan pada hari libur,” ujar? mahasiswa IIUI Pakistan asal Tuban ini.

Haedar Nashir

Hadir sebagai Narasumber dua mahasiswa Indonesia Program Magister di Pakistan, Eris Rismatullah, S.Phil.I? dan Syamsul Hadi, S.Th.I. Dalam pemaparannya Eris Rismatullah mengatakan bahwa Syi’ah awalnya adalah salah satu kelompok politik di dunia Islam.

“Sejarah aliran Syi’ah masuk ke Tanah Air adalah bersamaan dengan masuknya Islam ke Tanah Air. Bahkan, menurut Jalaluddin Rahmat, tokoh Syi’ah Indonesia, Syi’ah lebih dulu yang datang ke Tanah Air dari pada Islam Sunni,” ujarnya.

Haedar Nashir

Menurutnya, masuknya aliran Syi’ah ke Indonesia merupakan misi visualisasi dari cita-cita dan tujuan dari Revolusi Iran. Tujuan utamanya, menerapkan ajaran atau aliran Syi’ah secara komprehensif melalui kekuasan politik.

Sementara? narasumber kedua, Syamsul Hadi mencoba menyambung dengan menjelaskan sepak terjang aliran Syi’ah secara lebih rinci. Menurutnya, Syi’ah mulai masuk ke Indonesia secara sembunyi-sembunyi dalam artian hanya sebatas keyakinan masing-masing dalam keluarga dan tidak terang-terangan untuk berdakwah.

“Pada periode kedua, tepatnya pasca Revolusi Iran, penyebaran Syi’ah sudah mulai terang-terangan dengan adanya pondok-pondok pesantren Syi’ah yang telah bermunculan di Tanah Air, karena Syi’ah mulai berdakwah dari dunia pendidikan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rais Syuriah PCI-NU Pakistan Ahmad Badruddin mengatakan, perbedaan dalam agama memang tidak bisa dihindarkan, dan perbedaan pemikiran dalam ragam itu pasti ada. Menurutnya, hal itu merupakan cermin dinamika intelektualitas, dinamika rasionalitas dalam Islam.

Ia juga menegaskan, bahwa diskusi ini tidak mengarah pada tuduhan sesat pada siapapun, melainkan kajian ilmiah perihal sejarah dan ideologi sebuah kelompok. “Kita harus selalu berhati-hati untuk masalah takfir dan tahkim kepada sesuatu,” tuturnya. (Muhammad Taufiq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Lomba, Internasional, Humor Islam Haedar Nashir