Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Pra Konferwil, IPNU-IPPNU Sulsel Gelar Dialog Publik

Makassar, Haedar Nashir. Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU Sulawesi Selatan mengadakan diskusi publik dengan tema ‘Pencegahan Dini Radikal-Terorisme Dikalangan Pelajar’ dalam rangka Pra Konferensi Wilayah (Konferwil) IPNU XIII dan IPPNU XII di Aula Tribun Timur, Jalan Cendrawasih Makassar.

Pra Konferwil, IPNU-IPPNU Sulsel Gelar Dialog Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pra Konferwil, IPNU-IPPNU Sulsel Gelar Dialog Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pra Konferwil, IPNU-IPPNU Sulsel Gelar Dialog Publik

Kegiatan tersebut menghadirkan pembicara Dr Ir H A Majdah M Zain Rektor Universitas Islam Makassar, Prof Dr HM Arfin Hamid Ketua ? Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulsel, Dr KH Afifiddin Harisah (Pimpinan Umum Pondok Pesantren Annahdlah Makassar).

Menurut Majdah, Potensi penularan gerakan radikalisme-terorisme di kalangan pelajar cukup tinggi di Indonesia, sehingga butuh perhatian yang cukup tinggi dari organisasi pelajar.?

Haedar Nashir

Sementara KH Afifuddin melihat, maraknya gerakan radikalisme di kalangan pelajar karena kondisi sosial yang tidak merata serta jauh dari keadilan, hal ini bisa memicu frustasi sosial sehingga pilihan untuk bergabung dengan gerakan radikal-teroris bisa menjadi opsi bagi pelajar.?

Ketua FKPT Sulsel Arfin Hamid berpendapat bahwa NKRI ‘Harga Mati’ sehingga gerakan radikal-teroris tidak bisa dibiarkan hidup di bumi Indonesia.?

Haedar Nashir

Tampak hadir Ketua IPNU Sulsel Ramli, Ketua IPPNU Sulsel Mirnawati, Ketua IPNU Makassar Muh Nur, Ketua IPPNU Makassar Azizah Dahlan, serta beberapa pengurus IPNU-IPPNU Sulsel dan perwakilan kampus yang ada di Makassar. (Muhammad Nur/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Islam, RMI NU, Doa Haedar Nashir

Sabtu, 24 Februari 2018

“Jalan Dakwah Pesantren” Gambarkan Santri dan Kiai Apa Adanya

Jepara, Haedar Nashir



Pesantren Hasyim Asyari Bangsri Jepara menyelenggarakan pemutaran dan bedah film dokumenter “Jalan Dakwah Pesantren” berlangsung di aula Gedung Serba Guna MA Hasyim Asyari, Bangsri Jepara, Kamis (27/7) malam.?

Dalam pemutaran film berdurasi 38 menit itu dihadiri oleh ratusan santri dan menghadirkan 3 narasumber: Hamzah Sahal (inisiator film), Hj. Hindun Anisah (pengasuh pesantren Hasyim Asyari) dan Ahmad Sahil (ketua Lakpesdam NU Cabang Jepara) dan sebagai moderator Syariful Wai, mantan aktivis PP Lakpesdam.?

“Jalan Dakwah Pesantren” Gambarkan Santri dan Kiai Apa Adanya (Sumber Gambar : Nu Online)
“Jalan Dakwah Pesantren” Gambarkan Santri dan Kiai Apa Adanya (Sumber Gambar : Nu Online)

“Jalan Dakwah Pesantren” Gambarkan Santri dan Kiai Apa Adanya

Ahmad Sahil ketua Lakpesdam NU Cabang Jepara dalam paparannya menyampaikan film dokumenter itu menggambarkan pesantren apa adanya.?

“Film ini ialah film riil yang memberi pembelajaran bahwa pesantren telah melahirkan tokoh besar Gus Dur,” kata kiai muda yang disapa Gus Sahil ini.?

Gus Sahil putra KH Miftah Abu berkomentar dalam film yang disupport oleh Kementerian Agama RI lantaran menampilkan sosok KH Abdurrahman Wahid.?

Haedar Nashir

Kepada ratusan santri ia mengatakan bahwa sosok kiai di pesantren berjuang 24 jam tanpa lelah. Kiai, ulama, baginya, adalah sosok yang istimewa. “Basyarun la kal basyar, manusia tapi tidak seperti manusia biasa,” sebutnya.?

Kiai muda asal desa Karangrandu itu menyontohkan saat selepas kiai minum. Sisanya menjadi rebutan santri. Sandal kiai juga menjadi rebutan untuk ditata. Itu keistimewaan kiai, katanya. ?

Haedar Nashir

Hj. Hindun Anisah, selaku shahibul bait menyatakan usai nonton film dirinya jadi ingat saat menjadi santri yang tumbuh dengan kecerdasan serta mental tahan banting.?

Perempuan yang akrab dipanggil Neng Hindun itu mengapresiasi bahwa film menunjukkan eksistensi kitab kuning yang merupakan keunggulan pesantren.?

Kitab kuning kata istri KH Nuruddin Amin, bisa menjadi simbol anti-Islam radikal.?

“Saya sering pesan kepada alumni pondok ini bawalah kitab kuning selalu bersamamu,” pesan Neng Hindun yang juga salah satu aktris film ini. ?

Ternyata pesan itu pernah dipraktikkan oleh santrinya. Sehingga saat melihat di kamar ada kitab kuning orang yang mau mengajak santri gabung di aliran radikal tidak jadi mengajaknya.?

“Kitab kuning ampuh untuk mengurangi serangan Islam bukan NU, Islam radikal,” tandasnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam, IMNU, Doa Haedar Nashir

Selasa, 30 Januari 2018

Konferensi Pemuda Lintas Agama 2012 digelar di Bali

Jakarta, Haedar Nashir. International Interfaith Youth Summit atau konferensi pemuda lintas agama internasional 2012 akan digelar di Bali, 5--7 Oktober 2012.

Konferensi Pemuda Lintas Agama 2012 digelar di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Pemuda Lintas Agama 2012 digelar di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Pemuda Lintas Agama 2012 digelar di Bali

Konferensi yang digelar oleh Indonesia Youth Forum (IYF) bekerja sama dengan Global Peace Festival Indonesia Foundation (GPFIF) tersebut mengangkat tema "New Interfaith Paradigm for The 21st Century".

"Tujuan acara ini adalah untuk membangun pemahaman bersama akan pentingnya kerukunan umat beragama dan ikut mengambil peran nyata dalam pembangunan perdamaian," kata Direktur Eksekutif IYF Achmad Syamsuddin dalam siaran pers yang dikirim ke media, Jumat.

Haedar Nashir

Ketua GPFIF Chandra Setiawan mengatakan bahwa acara seperti itu patut didukung karena selain mengampanyekan kerukunan antarumat beragama, penggagasnya justru anak-anak muda. 

"Kami dari GPFIF menilai bahwa acara seperti ini sangatlah penting karena anak-anak muda terlibat aktif memikirkan perdamaian dunia. Saat ini saja mereka sudah mau untuk memberikan kontribusi nyata, bagaimana kelak ketika mereka akan menjadi pemimpin dunia, tentunya mereka akan senantiasa mengusung semangat mulia ini," kata Chandra.

Haedar Nashir

Rencananya, kurang lebih 200 orang pemimpin muda dunia dari berbagai negara akan hadir, diantaranya dari Pakistan, Philipina, Kamboja, Amerika Serikat, Korea Selatan, China, Malaysia, Timor Leste, Inggris, Bangladesh, Bosnia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Myanmar, Uzbekistan, India, Bangladesh, Vietnam, Madagaskar, Gambia, Mesir, Zimbabwe, Laos, Somalia, dan Indonesia.

Direktur Program IY Muhammad Abdul Idris menjelaskan bahwa konferensi pemuda lintas agama kali ini adalah konferensi keempat yang digelar IYF.

"Ini adalah tahun keempat kami mengundang pemuda dari berbagai negara untuk duduk bersama membangun dialog saling pemahaman, menjunjung tinggi hak asasi manusia. Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya ikut ambil bagian dalam perdamaian dunia," kata Idris yang juga Wakil Sekretaris Jenderal PP IPNU.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya konferensi tersebut, terutama pemerintah Indonesia dan perwakilan negara-negara sahabat yang ada di Jakarta.

"Juga ucapan terima kasih kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia yang ada di luar negeri, yang membantu kelancaran proses kedatangan teman-teman dari berbagai belahan dunia ini," demikian Idris. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Santri Haedar Nashir

Selasa, 23 Januari 2018

Kaderisasi Ansor Harus Berjalan di Semua Tingkatan

Demak, Haedar Nashir. Organisasi yang baik dan profesional harus bisa menjalankan kaderisasi serta penataan manajemen yang baik. Kaderisasi sendiri harus berjalan di semua tingkatan dan diikuti oleh para pengurusnya.

“Syarat anggota ansor untuk bisa menjadi pengurus harus pernah mengikuti kaderisasi sesuai dengan tingkatannya masing masing,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H Nusron Wahid dalam acara dialog dengan kader Ansor se Kabupaten Demak, Ahad (21/7) kemarin.

Kaderisasi Ansor Harus Berjalan di Semua Tingkatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi Ansor Harus Berjalan di Semua Tingkatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi Ansor Harus Berjalan di Semua Tingkatan

Disamping kaderisasi, Nusron Wahid menginstruksikan pada pengurus untuk melakukan pendataan ulang anggota dikarenakan nantinya diproyeksikan pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) untuk pengurus dan anggota secara keseluruhan yang berbasis asuransi.

Haedar Nashir

“Tiap anggota harus punya KTA, ini nanti dimulai dari pengurus dulu. KTA yang berbasis asuransi ini milik ansor nantinya dikelola oleh Ansor sendiri,” tegas Nusron.

Haedar Nashir

Sementara itu ketua Ansor Demak H.Abdurrahman Kasdi dalam sambutannya menjelaskan dalam pertemuan dengan ketua umum sengaja mengundang pengurus sampai pada anak cabang yang dibalut dengan forum tanya jawab dan buka bersama karena diharapkan pertemuan dengan Ketum bisa banyak yang didapat oleh anggota.

“Kami sengaja mengundang panjenengan semua sampai anak cabang, karena mumpung bisa ketemu dengan ketum, semoga banyak hal yang bisa kita dapat dari beliau termasuk informasi terkini dari pusat,” harap Durrahman Kasdi

Acara dialog dan buka bersama kemarin, selain dihadiri pengurus cabang, anak cabang, dan satkoryon banser juga dihadiri rektor Universitas Wahid Hasyim H Noor Achmad serta ? banyak alumni pengurus cabang.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Sunnah, Ubudiyah Haedar Nashir

Minggu, 21 Januari 2018

Infaq Warga Meningkat, PCNU Batang Segera Bangun Rumah Sakit

Batang, Haedar Nashir. Dalam rentang tiga tahun terakhir ini, PCNU Kabupaten Batang terus berupaya mendirikan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU). Pembangunan yang akan didirikan di area jalan pantura, tepatnya di Desa Sengon Kecamatan Subah ini menjadi program unggulan PCNU Batang dengan dukungan dari segenap warga NU setempat.?

Sejak tahun 2014 lalu, PCNU Batang secara masif menggelar infaq bertepatan dengan peringatan Harlah NU. Keinginan warga NU Batang untuk memiliki rumah sakit semakin menguat dengan peningkatan infaq yang terkumpul. ?

Bendahara PCNU Batang, Ahmad Siddiq memaparkan, tahun 2014 infaq yang terkumpul sebesar Rp.430.249.000, tahun 2015 sebesar Rp.443.553.900, dan di tahun 2016 perolehan infaq meningkat menjadi Rp. 730.043.000.

Infaq Warga Meningkat, PCNU Batang Segera Bangun Rumah Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)
Infaq Warga Meningkat, PCNU Batang Segera Bangun Rumah Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)

Infaq Warga Meningkat, PCNU Batang Segera Bangun Rumah Sakit

“Untuk wakaf tanah sampai saat ini sebesar Rp. 2.204.821.700, sehingga total dana infaq dan dana wakaf rumah sakit mencapai Rp. 3.808.667.600,” kata Ahmad Siddiq dalam pertemuan rutin Selapanan PCNU Batang dengan MWCNU se-Kabupaten Batang, (Ahad, 22/5).?

Menurut Ketua PCNU Batang, H Achmad Taufiq, dari hasil infaq tahun ini akan digunakan untuk membeli tanah yang ada disebelah barat lahan yang sudah ada untuk pengembangan berikutnya. “Selain rumah sakit, kita juga akan membangun fasilitas penunjang seperti masjid dan plaza yang berada di sekitar rumah sakit,” imbuhnya.

Haedar Nashir

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pembangunan RSNU Batang, AS. Burhan menyatakan, tahapan pembangunan rumah sakit saat ini pada tahap perijinan prinsip yang masih dalam proses. “Saat ini kami masih memproses ijin prinsip pendirian rumah sakit, dan setelah ijin prinsip ini turun baru kita bisa menggandeng pihak investor utnuk bermitra dengan kita, “ tandasnya.?

Pada kesempatan itu, panitia pembangunan memperlihatkan kepada pada hadirin desain gambar rumah sakit yang akan menjadi kebanggaan warga Nahdliyin Batang itu. (Yasin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Doa Haedar Nashir

Minggu, 14 Januari 2018

Komnas HAM Minta NU Cegah Radikalisme Lewat Kekuatan Ekonomi

Bandung, Haedar Nashir - Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Dianto Bachriandi menilai bahwa Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi yang sejuk sejak dahulu. Dengan demikian NU memunyai peran penting dan signifikan dalam memelihara stabilitas bangsa dengan upaya melakukan deradikalisasi gerakan-gerakan teroris.

"Terorisme mengacaukan situasi Indonesia, sehingga dominasi asing masuk ke Indonesia. Sebagaimana kasus 1965, situasi sudah kacau, lalu dikacaukan lagi oleh intervensi asing. Sebagaimana juga yang terjadi di Timur Tengah sehingga pihak asing mengambil keuntungan di bidang minyak," ungkap Dianto saat ditemui Haedar Nashir, Selasa (26/1) lalu.

Komnas HAM Minta NU Cegah Radikalisme Lewat Kekuatan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Komnas HAM Minta NU Cegah Radikalisme Lewat Kekuatan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Komnas HAM Minta NU Cegah Radikalisme Lewat Kekuatan Ekonomi

Dianto melihat seharusnya NU tidak hanya melakukan deradikalisasi melalui pengajaran, tetapi pihaknya melihat ada satu yang harus NU perhatikan adalah kondisi ekonomi masyarakat di daerah-daerah yang menyuburkan sikap-sikap antikemapaman.

"Itu berpotensi dimasuki oleh niat-niatan teroris. Apa itu? Yakni kemiskinan. NU punya kekuatan ekonomi di situ " ujar pria yang juga Ketua TIM Investigasi Penanggulangan Terorisme itu.

Haedar Nashir

NU, menurutnya, bisa lebih banyak bekerja di desa sehingga banyak masyarakat di pedesaan yang tidak mudah terpancing dan diajak di tengah situasi kesulitan ekonomi.

Haedar Nashir

Pemerintah, kata Dianto, seharusnya juga melakukan hal yang sama yakni membantu peningkatan taraf ekonomi masyarakat . "Jadi upaya-upaya paling utama meredam radikalisme adalah memberi makan orang," pintanya. (M Zidni Nafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Sunnah, Lomba Haedar Nashir

Jumat, 05 Januari 2018

Kesebelasan Quen dan DaTa Juga Lolos ke Semifinal Region Jatim

Kediri, Haedar Nashir

Kesebelasan Quen Al-Falah Ploso Mojo Kediri dan Darut Taibin (DaTa) Tulungagung menyusul An-Nur 2 Malang lolos ke babak semifinal kompetisi Liga Santri Nusantara Region Jatim II di Stadion Brawijaya Kota Kediri.

Sementara kesebelasan Pondok Pesantren Darussalam Sumbersari Kediri batal lolos ke babak semifinal karena kena diskualifikasi. Sebagai gantinya adalah Tim Pesantren Darul Ulum Rejoso Petrongan Jombang yang sempat dikalahkan Darussalam.

Kesebelasan Quen dan DaTa Juga Lolos ke Semifinal Region Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Quen dan DaTa Juga Lolos ke Semifinal Region Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Quen dan DaTa Juga Lolos ke Semifinal Region Jatim

Quen Al-Falah lolos setelah dalam perempat final kemarin sore berhasil mencukur gundul Tim Pesantren Mahir Ar-Riyadh Ringinagung Kepung Kediri dengan skor telak 5-0. Sedangkan Darut Taibin Tulungagung di tempat yang sama menghabisi perlawanan Pospoda Nganjuk dengan skor 3-0.

Haedar Nashir

Pada babak perempat final, Quen Al-Falah bermain lepas. Meski sempat mendapat perlawanan dari pemain Mahir Ar-Riyadh. Gol perdana Quen diciptakan oleh M. Kemeal Zain pada menit ke 30. Hingga sampai babak pertama komposisi masih 1-0 untuk Quen.

Di babak kedua Quen permainannya semakin berkembang ditunjang para pemain Mahir Ar-Riyadh sudah habis setaminanya. Sehingga, Quen bisa bermain lepas dan berhasil menambah 4 gol. Masing-masing melalui A Lutfan di menit ke-55, Sulthan Abdul Kahfi (kapten) di menit ke-64 setelah dapat hadiah penalti dari wasit. Lalu 2 gol dilesatkan oleh striker Quen Ilham A Ghoni di menit ke-65 dan ke-69.

Haedar Nashir

Sementara Darut Taibin memenuhi janjinya bermain agresif sejak awal pertandingan. Namun tidak mudah karena terus mendapat tekanan juga dari tim Pospoda Nganjuk . Baru Darut Taibin bisa mendobrak pertahanan lawan pada menit ke-29 melalui tendangan M. Edi Sofyan . Kemudian disusul Nando Endra S di menit ke-57 dan M Alum Alfin P di menit ke-64.

Di babak semifinal nanti Quen Al-Falah akan bertemu dengan DaTa Tulungagung. Sedangkan An-Nur 2 Turen Malang bertemu dengan kesebelasan Pesantren Darul Ulum Ploso Peterongan Jombang. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Habib, Pesantren Haedar Nashir

Sabtu, 30 Desember 2017

Pemilihan Ketua IPNU Sarana Pembelajaran Demokrasi

Jepara, Haedar Nashir. Madrasah Aliyah (MA) Walisongo Pecangaan menggelar Pemilihan Umum ketua IPNU-IPPNU dan OSIS. Pemilu yang menjadi sarana pembelajaran berdemokrasi? ini diikuti seluruh elemen madrasah yang terdiri dari guru, karyawan dan siswa.

Pemilihan Ketua IPNU Sarana Pembelajaran Demokrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemilihan Ketua IPNU Sarana Pembelajaran Demokrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemilihan Ketua IPNU Sarana Pembelajaran Demokrasi

Muhammad Arif Budiman, ketua kegiatan mengatakan sebelum pemilihan telah diadakan beberapa rangkaian kegiatan diantaranya adalah debat kandidat dan mimbar bebas.

“Sebelumnya panitia telah menggelar debat kandidat dan mimbar bebas sebagai sosialisasi visi dan misi kepada seluruh elemen MA Walisongo,” bebernya kepada Haedar Nashir, Senin (15/10).

Haedar Nashir

Budiman memaparkan, pemilihan umum ketua IPNU-IPPNU dan OSIS diikuti masing-masing 4 kandidat. Kandidat ketua IPNU yaitu M Habibullah (X A), Fakhurrois Hidayat (X B), Ahmad Auliya Asror (XI IPA) dan M Syihabuddin (XI IPS). Sedangkan IPPNU adalah Maftuhatun Nurul Millah (X A), Maisa Laili Safitri (X B), Nur Isti Uswatun Khasanah (XI IPA) dan Dini Indra Sari (XI IPS).

Untuk OSIS yaitu Mafaza Nur Aliyah (X A), Ahmad Slamet (XI IPS), Ni’matul Munafi’ah (X B) dan Nor Syarifudin (XI IPA).?

Haedar Nashir

“Dari nama-nama yang diajukan untuk menjadi calon ketua IPNU-IPPNU dan OSIS telah kami lakukan seleksi, baik secara administratif maupun wawancara sehingga hasilnya masing-masing organisasi diikuti oleh 4 kandidat terbaik untuk merebutkan satu kursi,” paparnya.

Pendidikan Kewargaan

Waka kesiswaan Muhlisin mengungkapkan, kegiatan bertujuan memberikan civic education (pendidikan kewargaan) kepada pemilih pemula. “Kegiatan ini untuk mempersiapkan pemilih pemula menghadapi pemilihan umum pada tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Muhlisin pemilihan juga berguna untuk mencetak pemilih yang aktif. “Pada pemilihan ini, seluruh siswa kami wajibkan untuk memilih agar pada pemilu-pemilu kedepan siswa akan aktif untuk mengikuti pesta demokrasi sehingga angka golput di negara ini bisa menurun,” imbuhnya.

Hal senada dilontarkan Rohmadi, kepala madrasah. Menurutnya siswa harus dibekali pendidikan kewargaan sejak di bangku sekolah. “Pendidikan Kewarganegaraan yang didapatkan di kelas harus diaplikasikan. Pemilihan Ketua IPNU-IPPNU dan OSIS ini merupakan salah satu aplikasinya,” lontarnya.

Ia berharap kepada seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik. “Siswa-siswi harus mengikuti pemilihan umum dari awal hingga akhir dengan baik sehingga pendidikan kewargaan akan tertanam benar pada diri peserta didik,” harapnya.

Salah satu pemilih, Siti Romdlo Zairotul Ula antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Saya antusias mengikuti pemilihan umum ini, karena baru pertama kalinya di gelar secara langsung,” akunya.

Dari 202 pemilih, IPNU yaitu M Habibullah (48), Fakhurrois Hidayat (14), Ahmad Auliya Asror (94) dan M Syihabuddin (43) dan 3 suara batal. Untuk IPPNU yaitu Maftuhatun Nurul Millah (29), Maisa Laili Safitri (21), Nur Isti Uswatun Khasanah (62) dan Dini Indra Sari (86) dan batal 4 suara.?

Sedangkan OSIS hasilnya Mafaza Nur Aliyah (45), Ahmad Slamet (101), Ni’matul Munafi’ah (4), Nor Syarifudin (49) dan 3 dianggap batal.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Nahdlatul, Doa Haedar Nashir

Jumat, 01 Desember 2017

LAZISNU Dirikan Posko Banjir

Jakarta, Haedar Nashir. Banjir besar yang melanda Jakarta telah menimbulkan penderitaan bagi banyak orang. Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU)  telah mendirikan posko banjir di gedung PBNU jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. Posko buka selama 24 jam.

“Kami menerima bantuan apa saja yang bisa dibutuhkan oleh masyarakat yang menjadi korban banjir. Bantuan bisa berupa barang atau uang dan bisa ditransfer ke sejumlah rekening Lazis NU,” kata Direktur Lazis NU Amir Makruf.

LAZISNU Dirikan Posko Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Dirikan Posko Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Dirikan Posko Banjir

Informasi lebih lanjut dalam langsung menghubungi call center Lazis NU di 0813 9800 9800.

Haedar Nashir

Hari ini Lazis NU telah memberikan bantuan dan pengobatan massal kepada korban banjir di Pandeglang Banten.

Haedar Nashir

“Bantuan yang diberikan akan kami distribusikan secepatnya kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Amir.

Ia menjelaskan, untuk proses evakuasi, Lazis NU percaya pemerintah bersama aparat TNI dan Polri akan mampu mengatasi. Lazis NU akan konsentrasi pada proses recovery baik di pengungsian atau pemberian bantuan pasca banjir.

 

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Tegal Haedar Nashir

Kamis, 23 November 2017

Mengenalkan Ilmuwan Muslim kepada Anak

Para tokoh atau ilmuwan yang berhasil “mengubah dunia” tidak hanya terlahir dari negara-negara Barat, dan bukan hanya berasal dari orang-orang non-Muslim. Beberapa ilmuwan yang berhasil meninggalkan temuan-temuan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia juga berasal dari orang-orang Islam. Ketika kita membuka kembali lembaran sejarah tentang kemajuan umat Islam klasik, di sana kita akan menemukan bahwa Kota Baghdad merupakan pusat segala ilmu yang dinahkodai oleh orang-orang Islam, beberapa ilmuwan Muslim muncul dan meninggalkan beberapa karya. Akan tetapi, pada tahun 1258 Bangsa Mongol menyerang Baghdad, memporak-porandakan segala penjuru Kota Baghdad, perpustakaan dibakar, karya-karya ilmuwan Muslim yang dihasilkan bertahun-tahun pun lenyap seketika, sebagian mereka bawa ke negara-negara Eropa untuk dipelajari. Sebelum peristiwa itu, Eropa tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kemajuan di dunia Islam.

Beberapa ilmuwan Muslim berikut karya-karya sangat penting untuk kita ketahui, selain menambah wawasan, hal ini juga dapat memacu semangat belajar kita, terutama generasi muda. Ada beberapa penulis yang mengarsipkan beberapa hasil temuan para ilmuwan Muslim dalam sebuah buku, yang bisa dibaca dan dipelajari oleh beberapa kalangan, akan tetapi terkadang tidak dapat dipahami oleh anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Lain halnya dengan buku yang satu ini, buku ini memang didesain dan dirancang khusus untuk anak-anak Muslim. Di dalamnya disertakan aneka macam gambar dengan format full color, sehingga menambah gairah si kecil untuk segera membaca.

Buku ini berisi riwayat hidup 25 tokoh ilmuwan Muslim berikut juga penemuannya dalam berbagai bidang, salah satunya adalah Abu Ali Al-Husayn bin Abdullah bin Sina, yang dikenal dengan Ibnu Sina dan di Barat disebut Avicenna. Ibnu Sina disebut-sebut sebagai gurunya para dokter lewat karyanya yang berjudul al-Qanun fi ath-Thibb, kitab ini memuat beberapa hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan dan segala ilmu kedokteran, saking mujarabnya kitab ini dijadikan rujukan dan dipelajari oleh semua dokter dunia. Pada awalnya, Ibnu Sina ditugaskan untuk mengobati penyakit yang diderita oleh salah satu pejabat di wilayahnya, sang pejabat itu sudah putus asa sebab tidak ada dokter yang bisa mengobatinya, hingga akhirnya Ibnu Sina diberikan kesempatan untuk mencoba mengobati sang pejabat, dan dengan caranya sendiri, Ibnu Sina berhasil menyembuhkan penyakit pejabat itu. Dari peristiwa ini, keahlian Ibnu Sina dalam menyembuhkan penyakit menjadi terkenal, hingga suatu ketika beliau dipanggil untuk mengobati Gubernur Bukhara, Nuh bin Mansur yang sedang jatuh sakit, dan Ibnu Sina pun berhasil menyembuhkannya, atas jasanya beliau dilantik sebagai dokter istana dan diperkenankan untuk menggunakan perpustakaan kerajaan yang menyimpan berbagai karya, (halaman 72-74).

Mengenalkan Ilmuwan Muslim kepada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenalkan Ilmuwan Muslim kepada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenalkan Ilmuwan Muslim kepada Anak

Tidak menutup kemungkinan, ilmu-ilmu kodekteran yang kita pelajari saat ini—salah satunya—merupakan warisan dari sang Guru Dokter, sehingga dengan hal ini kita akan tahu bahwa mayoritas dokter yang ada di dunia ini—secara tidak langsung—berguru kepada orang Islam. Dan sayang sekali ketika kita dan generasi kita tidak tahu tentang hal yang luar biasa ini.

Selain Ibnu Sina yang terkenal dalam ilmu kedokteran, ada juga ilmuwan Muslim yang berhasil meninggalkan temuan yang sangat bermanfaat bagi seluruh manusia, yaitu Abu Ja’far Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi, beliau berhasil menemukan angka “nol”. Sepintas memang terlihat sepele, akan tetapi coba kita bayangkan bagaimana kita bisa membuat angka puluhan, ratusan, ribuan, atau jutaan, tanpa adanya angka nol. Lewat buku pertamanya al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah (Ringkasan Perhitungan Aljabar dan Perbandingan), al-Khawarizmi  memperkenalkan angka nol. Dengan diperkenalkannya angka nol, kesulitan bisa diatasi dan permasalahan pun berhasil dipecahkan, angka nol merupakan sumbangan tersebar dalam dunia “hitung-menghitung” (matematika). Dunia patut berterima kasih pada ilmuwan yang satu ini, karena dengan adanya angka nol, bilangan 217 dan 2017 berhasil dibedakan, (halaman 12-13).

Haedar Nashir

Generasi kita selayaknya tahu bahwa orang Islam itu tidak jumud, statis, dan apalagi bodoh, para ilmuwan yang berhasil mengubah dunia juga terlahir dari Islam, dan sebagian terkumpul dalam buku “Ilmuwan Muslim Pengubah Dunia” ini, dengan bahasa yang sangat sederhana, padat, dan ringkas, Norwita Ariany menghadirkan buku ini khusus dibaca oleh anak-anak Muslim.

DATA BUKU

Judul : Ilmuwan Muslim Pengubah Dunia

Penulis : Norwita Ariany

Penerbit : Mizan

Haedar Nashir

Cetakan : -

ISBN : 978-602-2421-505-2

Tebal : 116 halaman

Peresensi: Saiful Fawaitm,  mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika), Sumenep

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Berita, Amalan Haedar Nashir

Minggu, 19 November 2017

Innalillah, Hj Tutty Alawiyah Wafat

Jakarta, Haedar Nashir

Innallillahi wainna ilaihi raajiuun, Muslim Indonesia kembali berduka dengan meninggalnya salah satu ulama perempuan Hj Tutty Alawiyah, yang juga ketua Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), pada Rabu, 4 Mei pukul 07.15 di Rumah Sakit MMC Jakarta. ?

Dalam informasi yang beredar di sosial media, keluarga Tutty, H Dailami Firdaus menyampaikan berita duka tersebut dan menyampaikan rumah duka berada di jl Jatiwaringian No 51 Pondok Gede Bekasi, depan bank BNI.? Syifa Fauziyah, salah satu putri almarhum yang dihubungi Haedar Nashir menjelaskan, almarhum ibunya meninggal salah satunya karena infeksi paru. Ia menambahkan, jenazah akan dimakamkan di kompleks Pesantren Yatim Assafiiyah di Jatiwaringin ba’da Ashar.?

Innalillah, Hj Tutty Alawiyah Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillah, Hj Tutty Alawiyah Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillah, Hj Tutty Alawiyah Wafat

Beberapa hari sebelumnya, beredar berita hoax bahwa Hj Tuty Alawiyah meninggal yang kemudian diklarifikasi oleh pihak keluarga bahwa berita tersebut tidak benar. Karena itu, info yang kembali beredar kali ini mendapat pertanyaan dari berbagai anggota berbagai grup WA.?

Tutty yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Pemberdayaan Perempuan ini dilahirkan pada 30 Maret 1942 di Jakarta dari pasangan KH Abdullah Syafiie dan Hajjah Rogayah. Ayahnya merupakan ulama terkenal asal Betawi sehingga dari kecil ia sudah dididik ilmu agama dengan baik.?

Haedar Nashir

Ia melanjutkan lembaga pendidikan yang didirikan oleh ayahnya dibawah naungan Yayasan Perguruan As-Syafiiyah yang didirikan tahun 1933. Di bawah pengelolaannya, lembaga pendidikan tersebut semakin besar dengan memiliki unit Pesantren Putra-Putri dan Yatim, Pesantren Tinggi Darul Agama, Sekolah Tinggi Wiraswasta, serta Universitas Islam Syafiiyah.?

Selain aktif dalam mengembangkan dakwah, Tutty juga aktif dalam dunia politik. Ia pernah menjadi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada tahun 1998 hingga tahun 1999 pada Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan. Ia juga pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat dari tahun 1992 hingga 2004 dari Utusan Golongan. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam, Doa, Tokoh Haedar Nashir

Haedar Nashir

Rabu, 15 November 2017

Surat Penerapan FDS SMPN 1 Blitar Ini Bantah Pernyataan Jokowi dan Muhadjir

Jakarta, Haedar Nashir. Penerapan kebijakan lima hari sekolah (five day school) di sejumlah kabupaten dan kota berdasarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 bukan isapan jempol. Hal ini disoroti di tengah Perpres yang sedang digodok Istana untuk menggantikan Permendikbud tersebut namun tetap diterapkan di sekolah.

Berdasarkan penelusuran Haedar Nashir, hal itu terlihat ketika Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Blitar, Jawa Timur mengedarkan surat pemberitahuan penerapan lima hari sekolah kepada orang tua/wali murid.

Surat Penerapan FDS SMPN 1 Blitar Ini Bantah Pernyataan Jokowi dan Muhadjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Surat Penerapan FDS SMPN 1 Blitar Ini Bantah Pernyataan Jokowi dan Muhadjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Surat Penerapan FDS SMPN 1 Blitar Ini Bantah Pernyataan Jokowi dan Muhadjir

Surat pemberitahuan penerapan lima hari sekolah tersebut mendasarkan diri pada Surat Keputusan Walikota Blitar No. 188/217/HK/410.010.2/2017 tanggal 22 Mei 2017 tentang Pelaksanaan Pendidikan Lima Hari di Kota Blitar dan Permendikbud No. 23 Tahun 2017 tanggal 12 Juni 2017 tentang Hari Sekolah.

Dalam surat tertanggal 15 Juli 2017 yang ditandatangani Kepala SMPN 1 Blitar, Kateman tersebut dijelaskan bahwa lima hari sekolah mulai berlaku di SMPN 1 Blitar pada tahun pelajaran 2017/2018 dengan jam masuk sekolah pukul 07.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB sebagai standar pelayanan minimal.

Haedar Nashir

Praktik yang terjadi di lapangan tersebut mendapat sorotan tajam jika mengingat pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam video wawancara yang didampingi Mendikbud Muhadjir Effendy.?

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyatakan bahwa tidak ada keharusan untuk menerapkan lima hari sekolah. Namun kenyataanya Pemerintah Kota Blitar dan Dinas Pendidikannya mengeluarkan surat keputusan dan surat edaran pemberitahuan pelaksanaan lima hari sekolah.

“Perlu saya sampaikan, perlu saya tegaskan lagi bahwa tidak ada keharusan untuk lima hari sekolah. Jadi tidak ada keharusan full day school, supaya diketahui. Dan yang selama ini enam hari silakan lanjutkan tidak perlu berubah sampai lima hari. Dan untuk yang lima hari kalau itu diinginkan oleh semua pihak ya silakan diteruskan. (Maksudnya) kalau diinginkan masyarakat, diinginkan oleh ulama, silakan. Jadi Perpres sedang kami godok dengan Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nanti selesai akan kita umumkan,” ujar Jokowi dalam video berdurasi 48 detik tersebut.

Terkait dengan jam masuk sekolah yang jelas disebutkan dalam surat pemberitahuan lima hari sekolah SMPN 1 Blitar yaitu mulai pukul 07.00-15.00 WIB juga perlu mendapat perhatian ketika Mendikbud Muhadjir Effendy justru menjelaskan dalam pernyataan klarifikasinya bahwa untuk SMP selesai pukul 13.20 WIB ketika lima hari sekolah diterapkan.

“Kemendikbud sudah membuat model jadwal lima hari sekolah. Perhari hanya menambah sekitar 1 jam 20 menit dibanding 6 hari sekolah. Berarti untuk SD sudah selesai jam 12.10 sedang untuk SMP sekitar jam 13.20. Jadi dalam kaitannya dengan Madrasah Diniyah (Madin) siswa tetap bisa belajar di Madin sebagaimana biasa,” kata Muhadjir dalam klarifikasi tertulisnya.

Haedar Nashir

Soal penerapan lima hari sekolah di beberapa daerah tersebut diamini oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HA. Helmy Faishal Zaini. Dia mengungkap sejumlah data yang masuk ke PBNU mengenai sejumlah daerah yang menerapkan lima hari sekolah yang tadinya enam hari sekolah dengan mendasarkan diri pada Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017.

“Kami sudah menerima laporan contoh di salah satu sekolah itu yang tadinya sudah enam hari tiba-tiba dari dinas kirim surat soal ketentuan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 itu tentang pelaksanaan sekolah lima hari dan sekolah itu mengubah kebiasaannya,” ujar Helmy Faishal, Senin (14/8) saat dikonfirmasi Haedar Nashir.

Ditanya soal data jumlah kabupaten dan kota yang sudah menerapkan lima hari sekolah, Helmy mengungkap bahwa berdasarkan data yang masuk ke dirinya, di Jawa Tengah ada sekitar 15 kabupaten/kota yang sudah menerapkan lima hari sekolah.

“Ada laporan yang masuk ke saya dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang sudah menerapkan lima hari sekolah sejak Permendikbud Nomor 23 tahun 2017, kemudian datang surat kawat dari dinas ke sekolah-sekolah untuk menerapkan,” jelas Helmy. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir PonPes, Doa Haedar Nashir

Minggu, 05 November 2017

Kang Said: Pelanggar Hukum jadi Musuh Bersama

Jakarta, Haedar Nashir. “Para pelanggar hukum merupakan musuh bersama bagi semua rakyat Indonesia,” kata KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU kepada Haedar Nashir baru-baru ini.?

Perihal ini menjadi sikap dasar NU. Karena, NU berpedoman pada pernyataan Rasulullah, “Wa la ‘udwana illa ‘alaz zhalimin,” “Tiada permusuhan selain hanya kepada mereka yang berlaku zalim,” tambah Kang Said.

Kang Said: Pelanggar Hukum jadi Musuh Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Pelanggar Hukum jadi Musuh Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Pelanggar Hukum jadi Musuh Bersama

Mereka yang zalim merupakan musuh bersama. Karena, mereka telah menganiaya diri sendiri atau pun orang lain. Kang Said menyebut sejumlah pelanggar hukum yang antara lain adalah teroris, pengedar narkoba, pembunuh, koruptor, sejumlah importir nakal, dan penyalahgunaan wewenang.

Haedar Nashir

Sebelumnya dalam refleksi awal tahun 2013, Kang Said mengimbau pemerintah untuk lebih tegas menindak para pelanggar hukum di Indonesia. Penindakan tegas terhadap musuh bersama, merupakan harapan masyarakat umum.

Harapan masyarakat itu belum terwujud di tahun 2012 lalu. Kang Said yang didampingi sejumlah pengurus lembaga, lajnah, dan PBNU, menilai kinerja pemerintah dalam penegakkan hukum belum maksimal.

Haedar Nashir

Pemerintah masih tebang pilih dalam menindak mereka yang terbukti melanggar hukum. Padahal, hukum adalah perangkat mutlak yang dapat menjamin rasa aman masyarakat dari segala bentuk gangguan mulai dari keamanan, permainan harga pasar, hingga kepercayaan terhadap hukum itu sendiri, imbuh Kang Said.

Pemerintahan SBY jilid dua, menurut Kang Said, hanya mempunyai waktu satu setengah tahun terakhir untuk membenahi diri. Pemerintahan ini akan dinilai gagal oleh masyarakat saat mengabaikan PR yang menjadi keresahan masyarakat umum di tahun terakhir pemerintahannya.

? Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Lomba Haedar Nashir

Sabtu, 04 November 2017

Guru yang Baik adalah yang Terus Belajar

Sumedang, Haedar Nashir

Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah yang beralamat di Sukamantri, Tanjungkerta, Sumedang, Jawa Barat, pada Sabtu (23/7) mengadakan pembinaan terhadap guru-guru tahfidz Al-Quran. Salah satu pengisi materi dalam kegiatan tersebut adalah Ketua PCNU Kabupaten Sumedang H. Sadulloh.

H. Sadulloh mengatakan bahwa ilmu itu akan tetap ada dan berkembang jika sering dideres (dibaca ulang). Salah satu cara melakukan hal itu adalah dengan mengajarkan ilmunya kepada orang lain.

Guru yang Baik adalah yang Terus Belajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru yang Baik adalah yang Terus Belajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru yang Baik adalah yang Terus Belajar

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa menjadi guru itu bukan berarti ilmunya sudah cukup dan tidak perlu belajar lagi. Justru guru yang baik itu harus terus belajar. Guru harus mampu berinovasi dalam membuat strategi belajar mengajar.

Haedar Nashir

Zaman terus berkembang, kondisi dan karakter santri atau siswa yang akan belajar pun tiap tahunnya berubah-ubah. Seorang guru harus pandai mengajar dengan mengambil nilai-nilai baru yang baik tapi tetap mempertahankan nilai lama yang lebih baik.

Haedar Nashir

Menjadi guru, lanjutnya, juga harus berani dikritik oleh orang lain. Jangan keras kepala dan jangan merasa paling benar. Siapa tahu hafalan Al-Quran yang sering kita baca itu masih banyak yang salah. Solusinya seorang guru harus sering belajar untuk menambah wawasannya.

Sering mengeluh bukanlah karakter seorang guru yang baik. Guru itu jangan sering berkata “sibuk” dan jangan suka mengeluh. Syukuri saja kesibukan tersebut. Jangan menolak kepercayaan yang telah diberikan. Peganglah kepercayaan atau amanah itu semaksimal mungkin.

“Selain itu seorang guru harus bisa memberi hadiah kepada santri atau siswa yang berprestasi. Berikan juga sanksi atau teguran kepada santri atau siswa yang memang harus ditegur. Tapi sanksi atau tegurannya yang mendidik,” tutup H. Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Doa, Berita Haedar Nashir

Selasa, 31 Oktober 2017

NU Banyuwangi Mulai Sebarkan Koin Bakti NU

Banyuwangi, Haedar Nashir



Setelah beberapa hari lalu jajaran Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Banyuwangi meluncurkan program LAZISNU yang bertajuk "Koin Bakti NU". Kini perwakilan pengurus LAZISNU MWC NU Kecamatan Banyuwangi membagikan puluhan kaleng bersticker "Koin Bakti NU" atas bantuan IPNU-IPPNU tingkat kecamatan, di beberapa perwakilan pengurus inti MWC NU Kecamatan Banyuwangi, banom, lembaga dan puluhan Alumni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKP NU). Senin (17/4).

NU Banyuwangi Mulai Sebarkan Koin Bakti NU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Banyuwangi Mulai Sebarkan Koin Bakti NU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Banyuwangi Mulai Sebarkan Koin Bakti NU

Pasalnya sebelum menggerakkan ? keterlibatan pengurus dan banom NU di ranah ranting, perlu jajaran pengurus di tingkat MWC untuk memberikan teladan melakukan ini.?

"Berawal dari pengurus sendiri, setelah itu baru pada ranah akar rumput yaitu pengurus dan anggota di tingkat ranting NU di Kecamatan Banyuwangi," terang Wakil Ketua Tanfidziyah Haikal Kafili.

Haikal menegaskan, program ini patut dilaksanakan sesegera mungkin supaya organisasi ini dapat lebih mandiri pada setiap pelaksanaan rencana kegiatan yang sedang dan akan dilakukan. "Hakikinya program ini dari umat untuk umat. Tak mungkin disalahgunakan untuk kepentingan yang bersifat pribadi," tegas Haikal.

Selain itu, berdasarkan pengalaman kendala-kendala tahun lalu, diantaranya adalah kurang istikomahnya pengurus LAZIS untuk turun ke bawah guna menariki kaleng yang telah disebar, sambung Haikal.

Haedar Nashir

"Karenanya butuh kerja sama antar banom khususnya IPNU dan IPPNU di tingkat kecamatan ? dalam hal penarikan. Selain, nanti juga akan dibantu oleh kader-kader alumni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKP NU). Ini antisipasi permasalahan kurangnya ke-istikomah-an pengurus untuk turun ke bawah (turba)," tutur Haikal.

Ditambah masih ada permasalahan, katanya, yaitu kurangnya profesionalitas dalam mengelola keuangan yang telah terkumpul. "Karenanya kita tunjuk salah satu pengurus NU yang berprofesi di salah satu bank konvensional untuk membantu mengelolanya. Selain itu, kita juga bisa gabungkan sarjana-sarjana IPNU-IPPNU lulusan manajemen dan akuntansi. Insyaallah dengan ini, semua akan jauh lebih baik," yakinnya.

Begitu juga kita akan anggarkan dana untuk pembuatan laporan keuangan setiap bulan. Di mana laporan tersebut dilaporkan saat malam lailatul ijtima satu bulan sekali, katanya.

"Ini menambahkan akuntabilitas kinerja pengurus kepada setiap anggota. Supaya kita semua terbuka untuk saling percaya," tegasnya.

Haedar Nashir

Nanti ketika dana awal ini sudah terkumpul, terkait penggunaannya ? terbagi dua kategori. Pertama digunakan untuk kepentingan perjalanan program organisasi, jelas Haikal.

"Artinya, ketika lembaga atau banom akan melaksanakan kegiatan akan mendapatkan kucuran dana bantuan dari LAZIS sesuai dengan kesepakatan pengurus LAZIS. Juga dapat digunakan sebagai bakti sosial, program beasiswa, dan pemberian dana untuk modal usaha bagi warga Nahdliyin yang kurang mampu," tuturnya.

Dan yang kedua, kata Haikal, dibutuhkan untuk kebutuhan administrasi antar lembaga dan banom, besarannya sesuai dengan kesepakatan pengurus LAZISNU.?

"Karena administrasi tak kalah penting sebagai dokumentasi perjuangan," tutup Haikal. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Ubudiyah, Sholawat Haedar Nashir

Jumat, 20 Oktober 2017

Kesbangpol Sebut Ada Kelompok Aliran Sesat di Kota Kupang

Kupang, Haedar Nashir. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kupang, Erwin Fanggidae, menyebut ada kelompok aliran sesat yang berada di Kota Kupang. Pasalnya, keberadaan kelompok yang diduga sesat tersebut menjalankan aktivitas organisasinya secara tertutup.



Kesbangpol Sebut Ada Kelompok Aliran Sesat di Kota Kupang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesbangpol Sebut Ada Kelompok Aliran Sesat di Kota Kupang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesbangpol Sebut Ada Kelompok Aliran Sesat di Kota Kupang



"Memang ada kelompok aliran sesat yang dicurigakan, sebab mereka sudah lama berada di kota Kupang," kata Erwin kepada Haedar Nashir di Kupang Selasa (15/3).

Haedar Nashir

Ditanya soal kelompok aliran sesat tersebut, pihaknya belum bisa menyampaikan secara detail, termasuk keberadaan tempat tinggal atau sekretariat kelompok itu. "Kan aneh kalau organisasi sosial masyarakat melaksanakan aktivitasnya harus sembunyi dari masyarakat, "terangnya.

Haedar Nashir

Erwin hanya menjelaskan kelompok ini sudah beroperasi selama tiga tahun. Mereka mempunyai sebuah rumah dengan tembok tinggi sekeliling rumah. Aktifitas yang dilakukan di dalam rumah juga diduga secara sembunyi dan tidak pernah diketahui oleh tetangga yang ada disekitarnya.

"Memang ini masih dirahasiakan keberadaan alamat rumahnya, kita masih mempelajari aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh kelompok tersebut sebagai bahan buktinya," katanya.

Kesbangpol Kota Kupang sedang membentuk jaringan sebagai pemberi informasi, jika ditemukan ada masalah yang dicurigai maka pihaknya akan lakukan tindakan bersama pihak keamanan.

 

Untuk diketahui, organisas yang dianggap resmi secara nasional dan lokal diantara 72 ormas kepemudaan dan agama, 132 yayasan dan 69  LSM lokal maupun nasional.

Secara terpisah Ketua IPNU NTT, Ichsan Arman Pua Upa, meminta Kesbangpol Kota Kupang secepatnya mengambil tindakan kepada kelompok yang diduga organisasi terlarang tersebut. Sebab, menurutnya apapun bentuknya yang diduga aliran sesat segera diatasi.

"IPNU minta Kesbangpol segera ambil tindakan kelompok yang menganggu suasana kenyamanan keberagaman di NTT," tegas Ichsan.

Dikatakan Ichsan, pemuda maupun pelajar muslim siap membantu pemerintah jika ada kelompok aliran sesat yang menganggu suasana di kota ini. (Ajhar Ambubari/Zunus)





Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Pahlawan Haedar Nashir

Kamis, 05 Oktober 2017

Isyaroh Gus Dur pada Pengeboman Kedutaan Australia

Jakarta, Haedar Nashir. Aksi terorisme di Indonesia dengan jumlah korban meninggal sangat besar marak terjadi pada awal 2000-an, salah satu yang menjadi sasaran adalah kedutaan Australia di kawasan Kuningan Jakarta.

Pagi itu, pada hari terjadinya pengeboman, aktifitas Jakarta berjalan sebagaimana biasanya, panas, macet dan kesibukan jutaan manusia di dalamnya. Tak ada yang menduga ada peristiwa mengerikan bakal segera terjadi. 

Isyaroh Gus Dur pada Pengeboman Kedutaan Australia (Sumber Gambar : Nu Online)
Isyaroh Gus Dur pada Pengeboman Kedutaan Australia (Sumber Gambar : Nu Online)

Isyaroh Gus Dur pada Pengeboman Kedutaan Australia

Gus Dur berada di bandara Soekarno Hatta Cengkareng Jakarta, sedang menunggu boarding menuju Yogyakarta bersama Imam Mudakkir, salah seorang teman lamanya. Asyiklah mereka berdua mengobrol di ruang tunggu. Ditengah-tengah obrolan itu, Gus Dur tiba-tiba terdiam, lalu berujar.

Haedar Nashir

“Kang, kayaknya ini mau ada peristiwa luar biasa”

“Apa itu Gus,” kata Imam dengan mimik penasaran.

“Ya, ngak tahu, namanya juga isyaroh,”

Haedar Nashir

“Apa ya?” lanjut Imam penuh tanya.

“Kita tunggu saja,” kata Gus Dur menutup pembicaraan tentang hal itu dan melanjutkan obrolan sebelumnya yang disela.

Lalu, terbanglah mereka berdua menuju kota budaya ini. Sesuai dengan aturan penerbangan, seluruh alat komunikasi berupa HP harus dimatikan selama penerbangan. Pertanyaan tentang kejadian besar hanya disimpan dalam hati.

Akhirnya setelah melewati perjalanan selama sekitar 1 jam, sampailah mereka di Yogyakarta dengan selamat.

Begitu turun dari pesawat, mereka segera menyalahan HP. Manusia zaman modern tampaknya sudah tak bisa lepas dari HP sehingga dalam keadaan apapun, berusaha terhubung dengan yang lain.

Benar saja, baru saja dihidupkan, HP Imam berdering, dilihat nomor penelepon ternyata dari istrinya di Jakarta. Segera saja dijawabnya panggilan tersebut. Ia mendengar suara istrinya dengan nada panik dari saluran seberang.

“Pak, ini kedutaan Australia baru saja di bom. Kaca-kaca rumah kita di lantari 2 pada pecah semua,”

“Bagaimana, apa semua yang ada di rumah selamat?” ujar Imam terkejut. Rumahnya memang berada di lokasi tak jauh di belakang kedutaan Australia.

“Alhamdulillah, yang di rumah tidak ada yang terluka, tapi ngak tahu yang di lokasi kejadian,”

Imam pun segera melaporkan kejadian tersebut kepada Gus Dur. Ia disarankan untuk segera pulang.

“Sudah, kamu pulang saja, dengan penerbangan tercepat, urus keluarga di rumah. Saya biar melanjutkan perjalanan sesuai dengan rencana semula,“ kata Gus Dur.

“Ya, makasih Gus“

Akhirnya mereka berpisah, Gus Dur pergi bersama penjemput yang sudah menunggu sedangkan Imam menuju counter penjualan tiket menuju Jakarta.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, AlaSantri, Nahdlatul Haedar Nashir

Senin, 02 Oktober 2017

Lima Pesan Kiai Ali Maksum untuk Warga NU

Boyolali, Haedar Nashir. Suatu ketika KH Ali Maksum, yang pernah mengemban sebagai Rais Aam PBNU, hadir dalam sebuah acara yang diselenggarakan pengurus NU. Dalam kesempatan tersebut, ia berpesan kepada sejumlah pengurus dan ribuan warga NU yang hadir. untuk melaksanakan beberapa hal ini.

“Pertama, yakni al-‘alimu wat ta’alum bi nahdlatil ulama. Warga Nahdliyyin mesti mempelajari apa dan bagaimana NU,” tutur Pengasuh Pesantren Al-Qur’aniyy Solo, KH Abdul Karim, pada saat acara pelantikan pengurus MWCNU Banyudono dan Sholawat, di Desa Jembungan Banyudono, Boyolali, Sabtu (11/10).

Lima Pesan Kiai Ali Maksum untuk Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Pesan Kiai Ali Maksum untuk Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Pesan Kiai Ali Maksum untuk Warga NU

Hal-hal lain, seperti kenapa mesti NU, siapakah tokoh NU juga perlu dipelajari. Kiai yang akrab dipanggil Gus Karim itu melanjutkan pesan kedua, yaitu setelah mempelajari juga perlu untuk diamalkan dan diajarkan (al-amalu bi nahdlatil ulama).

Haedar Nashir

Berikutnya ada jihad bi nahdlatil ulama (jihad ala NU) dan ash-shabru bi nahdlatil ulama (sabar dalam berjuang bersama NU). Terakhir, yakni ats-tsiqotu bi nahdlatil ulama (memiliki keyakinan terhadap perjuangan NU).

Haedar Nashir

“Kita mesti yakin, bahwa NU merupakan sebuah ormas yang mendapat ridho Allah. Bahwa dengan berjuang bersama NU, dapat membawa kita untuk masuk ke surga,” tegas Gus Karim. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Doa, AlaNu Haedar Nashir

Sabtu, 23 September 2017

Peringati Harlah, PCNU Subang Resmikan STEINU

Subang, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama meresmikan peletakan batu pertama pembangunan kampus Sekolah Tinggi Ekonomi Islam NU (STEINU), Rabu (28/1). Peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Subang Ojang Sohandi disusul dengan pejabat Pemkab setempat dan pengurus PCNU Subang.

“Alhamdulillah, hari ini kita akan memulai pembangunan kampus STEINU. Mudah-mudahan ke depan kampus yang sudah lama dicanangkan ini akan terrealisasi dengan baik,” ujar Ketua PCNU Subang KH. Musyfiq Amrullah usai peringatan hari lahir (Harlah) ke-89 NU di Kantor PCNU Subang, Subang, Jawa Barat.

Peringati Harlah, PCNU Subang Resmikan STEINU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, PCNU Subang Resmikan STEINU (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, PCNU Subang Resmikan STEINU

Menurutnya, kampus tersebut akan menjadi kampus kebanggaan warga NU dan masyarakat Kabupaten Subang. Terlebih, pembangunan kampus itu akan melengkapi fasilitas yang ada di kantor PCNU Subang.

Haedar Nashir

“Ini harus kita apresiasi bersama bahwa selain akan dijadikan tempat perkuliahan, kita juga akan menyiapkan sistem kurikulum pendidikan yang secara tegas akan menjaga nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, momentum peringatan Harlah bertema "Konstruksi Revolusi Mental dalam Bingkai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) pada Kehidupan Bernegara dan Bermasyarakat" ini, menjadi spirit gerakan pembangunan revolusi mental yang hari ini mulai digalakan oleh pemerintah pusat.

Haedar Nashir

“NU itu mitra dengan pemerintah. Jika itu baik, harus kita dukung. Tapi jika terjadi polemik, maka porsi NU akan memberikan masukan-masukan yang konstruktif untuk pembangunan bangsa Indonesia,” ucapnya.

Selain peletakan batu pertama, dalam momentum Harlah NU ke 89 ini, PCNU Subang meresmikan Gedung serbaguna yang berada di lantai dua gedung PCNU setempt. Prosesi gunting pita dilakukan langsung oleh Bupati Subang Ojang Sohandi yang merupakan salah satu Musytasyar PCNU Subang.

Dalam prosesi peringatan Harlah NU ini, ribuan Nahdliyin memadati halaman Kantor PCNU hingga tumpah ruah ke jalan raya DDarmodiharjo, Sukamelang. Akibatnya, petugas kepolisian bersama Dinas Perhubungan menututp jalan yang merupakan salah satu jalur paling sibuk di Kabupaten Subang tersebut.

Selain ribuan Nahdliyin, hadir dalam kesempatan tersebut Ketua BKPP Wilayah III Jawa Barat, Wakil Ketua PWNU Jawa Barat, KH Jondin, pejabat Pejabat Pemkab Subang, Pimpinan DPRD dan sejumlah pimpinan partai politik.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Subang, Ojang Sohandi memberikan bantuan dana hibah senilai Rp300 juta untuk PCNU Subang. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Foto: Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah saat peletakan batu pertama.

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Bahtsul Masail Haedar Nashir

Jumat, 08 September 2017

Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia

Rembang, Haedar Nashir

Dalam sebuah taushiyah, Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair mengajak untuk meningkatkan belajar kitab kuning. Hal ini disampaikannya saat mengisi acara taushiyah dan Doa Bersama Masyarakat di Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Kamis (14/4) lalu.

Mbah Moen mengungkapkan, Indonesia adalah negara dengan jumlah muslim terbesar juga masih banyak orang yang peduli mengaji kitab. Ia juga mengatakan bahwa di pondok pesantren Sarang Rembang mulai ramai tahun 1800-an hingga saat ini. Dan tetap menjunjung tinggi budaya ngaji kitab kuningnya.

Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia

"Saya melihat di pondok yang maju dan ramai, tapi masih sulit ngaji kitabnya. Tapi alhamdulillah di Indonesia masih banyak orang yang belajar kitab. Inilah keindahan Indonesia," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang tersebut.

Ia juga mengatakan, bahwa kemarin salah satu putranya mewakili Asia untuk bertemu dengan tokoh-tokoh agama, yakni agama Islam dan Kristiani di Maroko dan Prancis. Ini menunjukkan bahwa tidak ada organisasi besar di dunia seperti Nahdlatul Ulama. "Yang masih banyak ngaji kitab kuning itu hanya ada di Indonesia. Itu saja masih membuat saya kaget dan merasa aneh. Kalau dulu anak kiai masih suka ngaji, tapi sekarang sudah tidak lagi," terang Mbah Moen.

Haedar Nashir

Di pondok Al-Anwar, lanjut Mbah Moen, ada yang khusus belajar latin. Ada juga yang ngaji arab. Yang ngaji arab ini semakin habis peminatnya. Padahal tulisan yang dipakai di surga itu tulisan Arab. "Di surga gak ada abjad a, b, c, d. Walaupun agama Islam semakin ramai, tapi sulit untuk mengembalikan manusia ke asal keislamannya. Yakni kitab Quran sebagai panutan," terangnya.

Mbah Moen mengajak, walaupun sekolahnya formal tetap diajarkan kitab-kitab yang menggunakan makna kembali kepada madzhab empat, yaitu Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali. "Itu harus dibudayakan, belajar kitab-kitab yang ditulis dengan bahasa Arab. Sebab besok di surga itu gak ada jalannya kecuali menggunakan bahasa Arab," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan, Kyai, Doa Haedar Nashir