Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Februari 2018

Nahdlatut Tujjar Jadi Spirit Kemajuan BMT NU Jatim

Pamekasan, Haedar Nashir

Kemajuan Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT NU) Jawa Timur (Jatim) yang omzetnya kini Rp127 miliar dari modal awal Rp400 ribu, tidak terlepas dari spirit Nahdlatut Tujjar (kebangkitan ekonomi) yang melekatinya. Spirit tersebut merupakan salah satu dari misi didirikannya NU.

Nahdlatut Tujjar Jadi Spirit Kemajuan BMT NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdlatut Tujjar Jadi Spirit Kemajuan BMT NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdlatut Tujjar Jadi Spirit Kemajuan BMT NU Jatim

Hal tersebut ditegaskan Direktur BMT NU Jawa Timur Mashudi Saat ditemui usai mengisi seminar pengusaha muda yang diselenggarakan Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan, Ahad (5/3). Menurutnya, NU hadir membawa tiga misi: Nahdlatul Wathan, Tafwirul afkar, dan Nahdlatut Tujjar.

Sayangnya, tambah Mashudi, misi yang terakhir kerap terabaikan. Padahal, ketiganya menjadi kesatuan yang tak terpisahkan. Sehingga, tidak boleh ada yang terabaikan salah satunya.

Haedar Nashir

"Agar negeri ini maju, maka minimal 2 persen dari penduduknya adalah pengusaha. Di Indonesia masih 0,32 persen, jauh dari harapan. GP Ansor harus punya semangat berjuang lewat jalur ekonomi," tegasnya.

Mashudi mengetengahkan dua hal yang ditakuti salah satu khalifah Islam, sayyidina Ali. Yakni, kebodohan dan kemiskinan. Untuk kebodohan, saat ini sudah banyak lembaga pendidikan yang menanganinya.

Haedar Nashir

"Sementara? jalur ekonomi, kerap terabaikan. Ini yang mesti disikapi oleh GP Ansor dengan memanfaatkan jejaring organisasi yang cukup tinggi," tegasnya.

Diterangkan, GP Ansor harus punya usaha riil, sehingga menjadi kekuatan yang dapat diacungi jempol. Bergerak di bidang usaha dengan memaksimalkan jejaring yang dimiliki guna menciptakan pengusaha muda, menjadi kemestian tak terbantahkan.

"Jejaring adalah modal utama dalam memulai usaha. Jejaring Ansor yang tinggi, bisa dibilang sudah 70 persen dalam merengkuh kesuksesan sebuah usaha. Tinggal kreativitas ditajamkan. Untuk modal belakangan, karena jejaring dan kreativitas bisa mendatangkan modal," tegasnya.

Peluang ekonomi harus segera diambil. Untuk menangkap peluang itu, kata Mashudi, kita perlu inovasi dan kreativitas.

"Semua bisa kita lakukan asal kita fokus dan yakin usaha kita bisa maju. Fokus dan keyakinan penting diteguhkan sebelum membangun strateginya," tukas Mashudi. (Hairul Anam/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Tegal, Hikmah Haedar Nashir

Sabtu, 20 Januari 2018

LFNU: Rukyat, Muasal dan Sarana Koreksi Metode Hisab

Jakarta, Haedar Nashir. Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) berpandangan, kemajuan ilmu pengetahuan di bidang astronomi dan ilmu hisab diperoleh dari hasil kegiatan rukyat atau observasi benda-benda langit. Rukyat yang berkelanjutan terus mengawal proses peningkatan temuan mutakhir hingga nyaris sempurna. Untuk seterusnya, selain sebagai muasal, rukyat sekaligus menjadi sarana koreksi bagi metode hisab.

LFNU: Rukyat, Muasal dan Sarana Koreksi Metode Hisab (Sumber Gambar : Nu Online)
LFNU: Rukyat, Muasal dan Sarana Koreksi Metode Hisab (Sumber Gambar : Nu Online)

LFNU: Rukyat, Muasal dan Sarana Koreksi Metode Hisab

Menurut Pengurus Pusat LFNU KH A Ghazalie Masroeri, dalam penentuan awal bulan Qomariyah metode hisab digunakan NU sebagai pendukung. Posisi ini dilakukan untuk menghasilkan rukyat yang berkualitas. Ilmu hisab akan kian maju dan akurat ketika penyokong utamanya adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal atau rukyat.

“Rukyat dan hisab laksana dua sisi keping mata uang.  Dan temuan-temuan yang diperoleh melalui rukyat itu menjadi sarana koreksi terhadap hitungan hisab,” tuturnya.

Haedar Nashir

Keputusan LFNU dalam banyak hal telah melibatkan metode hisab baik tentang ketentuan kalender Qamariyah maupun jadwal shalat. Bahkan, selain berjibaku dengan penghitungan rumit itu, LFNU menfungsikan sejumlah perangkat canggih untuk menyempurnakan tingkat akurasi kesimpulan yang diambil.

Haedar Nashir

Seperti diketahui, LFNU telah merancang, merakit, dan memproduksi sebuah instalasi observatorium keliling (al-marshadu al-falaki al-jauli) atau dikenal dengan sebutan NUMO (NU Mobile Observatory, sekaligus singkatan dari Nusantara Mobile Observatory).

NUMO dilengkapi alat-alat tradisional dan modern, dapat berpindah tempat, serta berfungsi untuk ruyat awal bulan, rukyat bulan tua, observasi manzilah bulan, dan observasi benda-benda langit lainnya, seperti matahari, merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, gugus bintang, bright nebula, dan meteor.

Redaktur    : Mukafi NIam

Kontributor: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen, Tegal Haedar Nashir

Senin, 15 Januari 2018

Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra

Jepara, Haedar Nashir. Komunitas Matapena Rayon Hasyim Asyari Bangsri menggandeng komunitas Matapena Yogyakarta menggelar Liburan Sastra di Pesantren (LSdP) #8. kegiatan yang rencananya diselenggarakan Jum’at-Ahad (29/6-1/7) mendatang bertempat di Rumah Joglo Hasyim Asyari Bangsri.

Materi yang disampaikan Sastra Pesantren yang Berpihak pada Kasunyatan Obyektif, ke-Matapena-an, Motivasi Menulis, Penanaman Nilai, Menggali Ide, Membuat Setting Cerita, Penokohan, Alur, Tahlilan Sastra, Olah Rasa, Seni Panggung dan Teater. 

Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra

Untuk pemateri Zastrow Al-Ngatawi (Budayawan Lesbumi), KH Nuruddin Amin (Pengasuh Pesantren Hasyim Asyari Bangsri), Adipati Genk Kobra, Ahmad Fikri AF (Pembina Komunitas Matapena) dan kru Matapena Yogyakarta; Akhiriyati Sundari, Arifa Juhas, Pijer Sri Laswiji, Zaki Zarung, Mahbub Djamaluddin, Sachree M Daroini, Hugeng Satya Dharma dan Humam Rimba. 

Haedar Nashir

KH Zainal Umam, pembina Matapena Rayon Hasyim Asyari menuturkan kegiatan bertujuan mengisi liburan dengan kegiatan bersastra dan berkarya, menggali dan mengasak skill menulis maupun ajang silaturahmi dan berjejaring antar rayon komunitas Matapena yang berada di Kabupaten Jepara dan sekitarnya. 

Untuk syarat pendaftaran; peserta berusia 15-22 tahun, mengisi formulir pendaftaran, membayar kontribusi sebesar Rp.150.000, menyerahkan cerpen karya sendiri, pendaftaran ditutup hingga 28 Juni 2012. 

Haedar Nashir

Tempat pendaftaran sekretariat Matapena Jl. Wonosari KM 4.5 Gang Musholla Jeruk Legi Bantul Yogyakarta atau MTs Hasyim Asyari Jl. Raya Bangsri-Jepara (depan Masjid An-Nur) Bangsri Jepara. Contact person 085643274002 (Mansyur) atau 085742391972 (Shofaun Nafis). 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal Haedar Nashir

Kamis, 28 Desember 2017

Ini Perbedaan antara Panitia Zakat dan Amil Zakat

Pringsewu, Haedar Nashir. Untuk mengetahui pihak yang berwenang mengangkat amil di Indonesia, dari tingkat nasional sampai desa, diperlukan pemahaman Pengelola Zakat yang ada, sebagaimana dalam UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan PP No 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Ini Perbedaan antara Panitia Zakat dan Amil Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Perbedaan antara Panitia Zakat dan Amil Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Perbedaan antara Panitia Zakat dan Amil Zakat

Demikian dikatakan Katib Syuriyah PCNU Pringsewu KH Munawir yang juga merupakan Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Pringsewu saat menjelaskan materi tentang Menejemen Amil Kepada Pengurus MWC NU, Ranting NU dan Takmir Masjid Se Kecamatan ambarawa, Jumat (16/6).

Dari dasar tersebut lanjutnya, dapat diketahui bahwa ada tiga Pengelola Zakat yang ada di Indonesia. Pertama adalah Badan Amil Zakat Nasional atau (BAZNAS) baik ditingkat Nasional, Provinsi maupun Kabupaten. Kedua adalah Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang sudah diberi izin oleh BAZNAS dan ketiga adalah Pengelola Zakat Perseorangan atau Kumpulan Perseorangan dalam Masyarakat di komunitas atau wilayah yang belum terjangkau oleh BAZNAS dan LAZ dan akui oleh BAZNAS Kabupaten atau LAZ Kabupaten.

"Pengangkatan amil adalah kewenangan imam (penguasa tertinggi) seperti dalam definisi amil. Namun demikian, kewenangan itu bisa dilimpahkan kepada para pejabat pembantunya, yang ditunjuk untuk mengangkat amil–yang menurut PP ? No 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat," jelasnya.

Status Kepanitiaan Zakat yang dibentuk atas Prakarsa Masyarakat Seperti di Pedesaan, Perkantoran, Sekolahan yang dibentuk atas prakarsa masyarakat dan tidak diangkat oleh presiden atau pejabat yang diberi kewenangan olehnya, maka keduanya tidak berstatus sebagai amil syari.

Haedar Nashir

"Pengelolaan zakat yang dilakukan oleh Panitia Zakat bisa dibenarkan, tapi terbatas pada menerima zakat dari muzakki dan mendistribusikannya kepada yang berhak," ujarnya.

Selain masalah kewenangan, perbedaan antara Kepanitiaan Zakat dengan amil syari adalah pada gugurnya kewajiban muzakki atas zakat. "Kalau Muzakki menyerahkan zakatnya kepada Amil maka kewajiban membayar zakatnya sudah gugur walaupun ketika umpamanya terjadi Amil tidak menyerahkan zakatnya kepada mustahiq," katanya.

Haedar Nashir

Beda dengan apabila para muzakki menyerahkan zakatnya kepada Panitia Zakat. Karena Panitia Zakat hanya merupakan wakil atau perpanjangan tangan, maka ketika panitia lalai dalam menyalurkan zakat dari muzakki, kewajiban zakat belum gugur.

Oleh karenanya Ia mengjimbau kepada para Panitia Zakat di Masjid dan Musholla maupun Majelis Taklim yang membentuk Kepengurusan Zakat untuk dapat mendapatkan izin dan melegalkan kepengurusan tersebut ke Lazisnu Kecamatan masing-masing sehingga akan benar-benar statusnya menjadi Amil. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Kamis, 21 Desember 2017

Porsema Kudus Cetak 21 Calon Jurnalis Muda NU

Kudus, Haedar Nashir. Sebanyak 21 pelajar setingkat SMA/MA/SMK dari berbagai sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama Kudus, Jawa Tengah, mengikuti lomba reportase pada Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) di aula Gedung Pengurus Cabang NU pada Ahad pagi (8/2).

Secara praktik, sebenarnya lomba ini telah dimulai pada saat acara pembukaan hari Sabtu (7/2) di Gedung Olahraga (GOR) Wergu Wetan milik Pemkab Kudus. Saat itu juga, para peserta telah berburu berita, baik pada upacara pembukaan Porsema sendiri maupun di beberapa titik lokasi pelaksanaan berbagai lomba yang tersebar di beberapa tempat di Kudus itu.

Porsema Kudus Cetak 21 Calon Jurnalis Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Porsema Kudus Cetak 21 Calon Jurnalis Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Porsema Kudus Cetak 21 Calon Jurnalis Muda NU

Peserta diberi waktu untuk menulis hasil liputannya selama 90 menit, sejak pukul 09.00-10.30 WIB. Disediakan selembar kertas folio dan karenanya harus ditulis secara manual. Penilaian meliputi isi berita, narasumber, penggunaan bahasa, hingga ketepatan waktu saat mengumpulkan naskah.

Haedar Nashir

Untuk mengatasi kejenuhan menunggu selama penilaian juri, para peserta berkumpul dan dipersilakan untuk berbagi pengalaman mengenai dunia kepenulisan. Baik menulis berita, penerbitan majalah, hingga karya sastra.

Terdapat di antaranya siswi MA NU Mu’allimat yang baru saja menerbitkan buku antologi cerpen dan puisi bertajuk “Rembulan Masih Tersenyum”. Sementara itu, siswi MA NU Banat mengisahkan pengalamannya selama menjadi pemimpin redaksi majalah sekolah di tengah kesibukannya santri di pondok pesantren. Hadir juga alumni peserta yang menjuarai lomba reportase pada Porsema tingkat Jawa Tengah tahun lalu untuk memberi motivasi.

Haedar Nashir

Rosidi, salah satu juri mengatakan bahwa lomba ini bukan untuk menang atau kalah. “Salah, jika teman-teman hanya berorientasi di lomba ini hanya untuk menang atau kalah. Karena lebih dari itu, ajang ini merupakan bagian dari proses untuk terus belajar,” paparnya di depan peserta.

Rosidi yang sekarang mengelola salah satu situs berita online itu juga mengarahkan para peserta untuk terus menulis dan mengirimkannya ke media mana saja. Seperti halnya ia mengatakan tak boleh putus asa jika tak memenangkan lomba ini, ia pun melarang para peserta putus asa untuk mengirimkan tulisan ke media, baik cetak maupun digital.

Juara I putri, Nila Sinta Fitriyani mengaku bahwa setelah mengikuti lomba tersebut ia akan terus belajar menulis. “Awalnya saya tak menyangka bisa juara, padahal saingannya dari sekolah-sekolah terkenal di Kudus. Ternyata bisa! Saya senang, dan saya pasti akan terus belajar menulis. Sekarang saya merasa lebih tertarik lagi di dunia tulisan,” kata Sinta yang mengharumkan almamaternya, MA NU Ibtidaul Falah Samirejo kecamatan Dawe, Kudus.

Selain Rosidi, juri lainnya yakni Qomarul Adib, wartawan Haedar Nashir daerah Kudus. Acara diakhiri dengan foto bersama antara peserta, pendamping, dewan juri serta panitia. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Pertandingan, Pendidikan Haedar Nashir

Kamis, 14 Desember 2017

Pencak Silat Dianjurkan Islam

Blitar,Haedar Nashir. Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar, KH Noer Hidayatulloh Dawami mengatakan, olah raga, termasuk pencak silat sangat dianjurkan agama Islam. Karena menurut Islam, jiwa yang sehat terletak pada badan yang kuat.

“Termasuk olah raga pencak silat, bagian dari itu,” katanya saat membuka acara Kejuaraan Pencak Silat Ma’arif Cup I antar-perguruan Pagar Nusa, di Pesantren Darur Roja’ Selokajang, Srengat, Blitar, Jawa Timur, Ahad (23/6) siang tadi.

Pencak Silat Dianjurkan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pencak Silat Dianjurkan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pencak Silat Dianjurkan Islam

Kiai Noer menjelaskan, sejarah membuktikan bahwa Islam sangat mengajurkan olah raga dan beladiri. Ia kemudian bercerita, Nabi Muhammad SAW mau menunaikan haji. Rombongan Nabi biasanya diserang kaum kafir Quraisy karena mereka menganggap rombongan Muslim kecil-kecil.

Haedar Nashir

Namun Nabi Muhammad membuat strategi supaya rombongannya berjalan jinjit sambil bejalan tegap. Strategi itu manjur, kaum kafir tidak berani menyerang karena menganggap rombongan kaum Muslimin gagah-gagah.

Haedar Nashir

“Peristiwa itu diperingati hingga saat ini.Ketika umat Islam berhaji, ketika melaksanakan sai atau lari-lari kecil begitu mulai di lampu hijau disunatkan berlari kecil sambil membusungkan dada,’’ ujar Kiai Noer.

Pencak silat, lanjut Kiai Noer, selain berguna untuk beladiri, juga untuk mempertahankan agama bangsa dan negara,’’ tambahnya.

Menurutnya, pencak silat merupakan budaya bangsa yang harus dilestarikan. Karena itu NU juga turut melestarikan budaya beladiri plus seni ini. Dengan mendirikan PSNU Pagar Nusa.

“Anggota Pagar Nusa memiliki tugas ganda. Selain mengukir prestasi juga sekaligus untuk mempertahankan ajaran Islam Ahlussunah wal-Jamaah ala NU melalui pencak silat,’’ katanya.

Ikut memberikan sambutan pada acara pembukaan tersebut, Wakil Ketua Pengcab IPSI Kabupaten Blitar, H Imam Kusnin Ahmad SH dan Wakil Ketua Ma’arif NU Kabupaten Blitar, Drs H Sumanto.

Kejuaraan silat antar-Pagar Nusa se-Blitar raya tersebut diikuti sekitar 300 peserta. Setelah dibuka KH Noer Hidayatulloh, acara dilanjutkan dengan atraksi jurus pencak silat dari masing-masing utusan.

Sambutan luar bisa datang dari para pengunjung yang memadati area depan masjid pesantren Darur Roja’ dimana kejuaraan perdana Ma’arif Cup digelar. “

“Alhamdulillah kegiatan berjalan sesuai dengan rencana. Peserta ada sekitar 300 lebih,’’ ungkap Mohammad Makinuddin kepada Haedar Nashir.

Kejuaraan ini selain merebutkan tropi Ketua Ma’arif NU Kabupaten Blitar, juga sekaligus merebutkan tropi Kepala Pendidikan Nasional  Kabupaten Blitar dan tropi  Kepala Kementrian Agama Kabupaten Blitar. Ma’arif  Cup I 2013, lanjut Makin akan berlangsung selama  tiga hari. Mulai tanggal 23 sampai 26 Juni 2013.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Iman Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Olahraga, Meme Islam Haedar Nashir

Hari Ini, PPM Aswaja Gelar Silaturahim Nasional

Solo, Haedar Nashir. Komunitas Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja menggelar Forum Silaturahim Nasional (Forsilatnas) admin web dan Aswaja IT developer di Pondok Pesantren API Tempuran Magelang, Jawa Tengah. Acara yang dihelat untuk keempat kalinya ini akan berlangsung selama dua hari, (20-21/2).

Hari Ini, PPM Aswaja Gelar Silaturahim Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Ini, PPM Aswaja Gelar Silaturahim Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Ini, PPM Aswaja Gelar Silaturahim Nasional

Menurut Ketua PPM Aswaja Hari Usmayadi, acara Forsilatnas IV akan diikuti peserta dari berbagai daerah. “Beberapa yang sudah konfirmasi akan hadir, antara lain dari Surabaya, Jakarta, Solo, Semarang, dan lainnya,” terangnya saat dihubungi Haedar Nashir, Kamis (19/2).

Pria yang akrab disapa Cak Usma ini menambahkan, selama dua hari tersebut, para peserta akan saling tukar pikiran dan menyimak laporan perkembangan aktivitas komunitas ini pasca-pertemuan Forsilatnas III.

Haedar Nashir

Kemudian pada hari kedua, para peserta akan mendapatkan materi “Penguatan Inseminasi Berita di Internet” dan Penumbuhan Jaringan untuk Aktivitas Ekonomi” bersama sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya.

Haedar Nashir

“Kita juga akan membagi peserta menjadi tiga kelompok pelatihan, meliputi pelatihan audio dan streaming, pelatihan pengembangan aplikasi android, dan pelatihan jurnalistik online,” papar Usma. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Ahlussunnah Haedar Nashir

Rabu, 06 Desember 2017

Anak Muda Punya Komitmen pada NU

Sumenep, Haedar Nashir. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi melakukan dialog dengan anak-anak muda NU yang aktif di IPNU, IPPNU, PMII dan GP Ansor Kabupaten Sumenep, di beranda hotel Dream Land Sumenep, Madura, Sabtu malam, (26/01).

Kiai Masdar menyambut gembira atas keinginan mereka yang meminta taushiyah khusus terkait cita-cita ke-NU-an.

Anak Muda Punya Komitmen pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda Punya Komitmen pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda Punya Komitmen pada NU

“Saya bersyukur memiliki anak muda yang memiliki komitmen untuk berbuat yang terbaik untuk NU.”?

Anak-anak muda NU seharusnya tidak hanya bercita-cita sebatas idealisme pribadi, tapi cita-cita dalam pengembangan oganisasi, berbangsa, dan bernegara. “Cita-cita harus dikobarkan untuk keumatan kebangsaan. Islam Rahamtan lil-‘Alamin adalah cita-cita keumatan,” tambahnya.

Haedar Nashir

Api cita-cita itu bisa diasah dengan bergaul secar fisik, maupun virtual. Misalnya dengan membaca koran, buku, menonton televisi. Dengan pergaulan semacama itu, jiwa akan melebur dengan semesta ini.

Lalu, Masdar menekankan, tidak ? ada cita-cita Islam yang bisa dicapai tanpa berjamaah. Berjamaah bukan karena faktor kebetulan seperti bertemunya orang-orang di pasar, tapi terstruktur, terorganisir.

Haedar Nashir

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Olahraga Haedar Nashir

Selasa, 05 Desember 2017

Katib Aam PBNU: Siapa Lebih Buruk dari Kemarin, Celaka

Jakarta, Haedar Nashir. Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengaku gembira dengan umat Islam Tanah Air yang dalam dekade terakhir aktif memperingati tahun baru dalam kalender hijriyah. Menurut dia, ini adalah momentum terbaik bagi evaluasi diri (muhasabah).

Katib Aam PBNU: Siapa Lebih Buruk dari Kemarin, Celaka (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam PBNU: Siapa Lebih Buruk dari Kemarin, Celaka (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam PBNU: Siapa Lebih Buruk dari Kemarin, Celaka

Kiai Malik menyampaikan hal tersebut dalam program rutin Bincang Tentang NU (Bintang NU) Radio NU yang disiarkan secara online di radio.nu.or.id, Senin (4/10), pukul 10.00 WIB.

“Dan muhasabah ini diungkapkan dalam bahasa yang sangat indah oleh Sayyidina Umar bin Khattab: hasibu anfusakum qabla an tuhasabu. Wazinuha qabla an tuzanu. Lakukanlah perhitungan terhadap dirimu sebelum pihak lain menghitungmu. Timbanglah dirimu sebelum pihak lain, terutama Allah, menimbangmu,” katanya.

Haedar Nashir

Kiai asal Madura ini lalu mengutip pernyataan Imam al-Ghazali yang? berbunyi, “Man kana yaumuhu khairan min amsihi fahuwa rabihun, wa man kana yaumuhu mitsla amsihi fahuwa khasirun. Wa man kaan yaumuhu syarran min amsihi fahuwa halikun (Siapa harinya lebih baik dari kemarin maka beruntung, siapa yang harinya sama dengan kemarin maka merugi, dan siapa yang harinya lebih buruk dari kemarin maka celaka)."

Haedar Nashir

Menurut Kiai Malik, pertambahan tahun memberi beban kepada setiap manusia untuk berupaya lebih baik. Hal itu pula yang sedang diusahakan NU sebagai ormas sosial keagamaan dengan melakukan koreksi diri dan peningkatan kerja kelembagaan.

“Kita merangsang lembaga, lajnah, dan banom (badan otonom) untuk meningkatkan kiprahnya di bidang sosial itu juga agar ke depan secara lebih baik,” ujarnya.

Pada tahun 1435 hijriyah kali ini, lanjut Kiai Malik, tantangan menjadi kian besar karena menjelang musim politik 2014. Warga NU diuji idealismenya untuk tidak tergoda dengan kepentingan-kepentingan pragmatis yang dapat merugikan organisasi, bahkan Indonesia secara umum. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal Haedar Nashir

Jumat, 01 Desember 2017

LAZISNU Dirikan Posko Banjir

Jakarta, Haedar Nashir. Banjir besar yang melanda Jakarta telah menimbulkan penderitaan bagi banyak orang. Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU)  telah mendirikan posko banjir di gedung PBNU jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. Posko buka selama 24 jam.

“Kami menerima bantuan apa saja yang bisa dibutuhkan oleh masyarakat yang menjadi korban banjir. Bantuan bisa berupa barang atau uang dan bisa ditransfer ke sejumlah rekening Lazis NU,” kata Direktur Lazis NU Amir Makruf.

LAZISNU Dirikan Posko Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Dirikan Posko Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Dirikan Posko Banjir

Informasi lebih lanjut dalam langsung menghubungi call center Lazis NU di 0813 9800 9800.

Haedar Nashir

Hari ini Lazis NU telah memberikan bantuan dan pengobatan massal kepada korban banjir di Pandeglang Banten.

Haedar Nashir

“Bantuan yang diberikan akan kami distribusikan secepatnya kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Amir.

Ia menjelaskan, untuk proses evakuasi, Lazis NU percaya pemerintah bersama aparat TNI dan Polri akan mampu mengatasi. Lazis NU akan konsentrasi pada proses recovery baik di pengungsian atau pemberian bantuan pasca banjir.

 

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Tegal Haedar Nashir

Jumat, 24 November 2017

ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung

Sidoarjo, Haedar Nashir. Bencana puting beliung yang melanda Desa Terungkulon dan Keboharan Krian beberapa hari lalu, masih menyisahkan rasa trauma bagi warga terutama bagi anak-anak. Untuk mengobati rasa itu, Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Sidoarjo melakukan pemulihan psikis anak-anak korban puting beliung di Desa Terung Kulon dengan memberikan motivasi spiritual dan mengajak mereka bermain, Ahad (19/2).

ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Sidoarjo Beri Motivasi Spiritual Anak-anak Korban Puting Beliung

Ketua PC ISNU Sidoarjo, Sholehuddin menyampaikan bahwa sedikit anak-anak yang tidak masuk sekolah karena masih trauma atas kejadian yang mencekam beberapa waktu yang lalu. Karena itu, PC ISNU Sidoarjo memutuskan program pemulihan kejiwaan para korban, mengingat hal ini belum ada yang menangani, padahal ini persoalan serius.

Ia menegaskan bahwa, setiap musibah itu datang dari Allah SWT. Sebagai hamba-Nya yang beriman, harus menerima ujian itu dengan penuh kesabaran, karena Allah bersama dan cinta orang-orang yang sabar.

"Yakinlah, ada hikmah di balik setiap musibah. Semoga dengan kesabaran kita, Allah SWT membalas dengan berlipat lipat pahala dan kebaikan," katanya.

Berdasarkan masukan dari berbagai pihak, selain logistik, kesehatan dan recovery bangunan yang rusak adalah pemulihan psikis korban yang alami trauma. Oleh sebab itu, kegiatan yang digagas oleh ISNU Sidoarjo ini mendapatkan respon positif dari anak-anak terutama Kepala Desa setempat.

Haedar Nashir

Kegiatan pemulihan psikis akibat trauma pasca bencana yang bertajuk Ceria Bersama ISNU itu diikuti sekitar 70 anak. Mereka benar-benar menikmati kegiatan dengan penuh keceriaan. Pasalnya, tim trauma center ISNU yang dikoordinir oleh M Nuh, bersama anggotanya, menyajikan berbagai permainan, dari tanpa alat sampai dengan permainan dengan menngunakan alat. Tepuk tanga dengan variasi, latihan konsentrasi, mencari kelompok, dan lain sebagainya.

Di akhir sesi, acara ditutup dengan istighfar dan doa sebagai refleksi. Dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan berupa alat-alat tulis dan snack, yang diserahkan oleh Ketua ISNU Sidoarjo, Sholehuddin dan diserahkan kepada tokoh pemuda Desa Terung Kulon, Dartok yang mewakili Kepala Desa setempat. Dengan diiringi Shalawat Badar, seluruh bingkisan diserahkan oleh PC ISNU Sidoarjo kepada perwakilan kades. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Tegal Haedar Nashir

Senin, 06 November 2017

Mahasiswa UIM Diwajibkan Ambil Matakuliah Aswaja 6 Semester

Makassar, Haedar Nashir

Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Majdah M Zain mengatakan komitmennya untuk menjadikan kampus yang ia pimpin sebagai kampus qur’ani dan menanamkan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah yang menjunjung tinggi moderasi (tawasuth dan i’tidal), toleransi (tasamuh), keseimbangan (tawazun), dan amar ma’ruf nahi munkar.

Majdah menyampaikan hal itu saat melantik pengurus Forum Komunikasi Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Makassar (FKM-UIM), Sabtu, 23/4), di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Makassar, Sulawesi Selatan.

Mahasiswa UIM Diwajibkan Ambil Matakuliah Aswaja 6 Semester (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa UIM Diwajibkan Ambil Matakuliah Aswaja 6 Semester (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa UIM Diwajibkan Ambil Matakuliah Aswaja 6 Semester

Sebagai kampus milik NU, katanya, UIM ingin seluruh aktivitas pembelajaran tidak terlepas dari nilai-nilai qurani. “Salah satu implementasinya saat ini, seluruh mahasiswa UIM wajib mengambil mata kuliah Ahlusunnah wal Jama’ah (Aswaja) selama 6 semester yang terintegrasi dalam Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam dibina oleh Lembaga Kajian Aswaja dan Kampus Qurani,” ujarnya.

Haedar Nashir

"Olehnya itu, saya berpesan kepada semua pengurus FKM Pascasarjana UIM untuk senantiasa mengembangkan nilai-nilai qurani sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan saat ini sudah harus menyusun program yang riil dan mudah terealisasi," tambahnya.

Haedar Nashir

Direktur Program Pascasarjana (PPs) UIM Nurul Fuadi dalam sambutannya berterima kasih kepada seluruh mahasiswa Pascasarjana UIM yang terdiri dari Prodi Manajemen Pendidikan Islam, Agribisnis, dan Agroteknologi yang telah menginisiasi terbentuknya Forum Komunikasi Mahasiswa Pascasarjana UIM.

"Sebagai wadah silaturahmi mahasiswa Pascasarjana UIM, tentunya sebagai pengelola PPs UIM menyambut baik gagasan mahasiswa yang membentuk forum silaturrahim ini," tambahnya.

Tampak hadir Wakil Rektor II Saripuddin Muddin, Wakil Rektor II Dr Abd Rahim Mas P Sanjata, Asdir II PPs UIM KH M Amin Harun, Dekan Fakultas Pertanian La Sumange, Ketua Prodi PPs Manajemen Pendidikan Islam Afifuddin Harisah, Ketua Prodi PPs Agribisnis dan Agroteknologi Helda Ibrahim, serta ratusan mahasiswa Pascasarjana UIM. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal Haedar Nashir

Jumat, 27 Oktober 2017

PMII Tuntut Dinas Kepemudaan Terpisah dari Disbudparpora

Subang, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang menuntut pemerintah setempat membentuk Dinas Kepemudaan yang terpisah dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora).

PMII Tuntut Dinas Kepemudaan Terpisah dari Disbudparpora (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Tuntut Dinas Kepemudaan Terpisah dari Disbudparpora (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Tuntut Dinas Kepemudaan Terpisah dari Disbudparpora

Hal ini disampaikan puluhan massa PMII Subang lewat aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Subang seiring peringatah hari Sumpah Pemuda ke-85, Senin (28/10).

“Kami minta agar Kabupaten Subang mempunyai dinas kepemudaan tersendiri yang sekarang berbaur dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda Dan Olah Raga. Karena Disbudparpora hari ini tidak becus mengurus kepemudaan,” jelas Ketua PMII Subang Saeful Imron disela-sela unjuk rasa.

Haedar Nashir

Imron mengatakan, peran DPRD yang di dalamnya ada sebuah unit kerja utama yang membidangi masalah pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian, dan kebudayaan itu seharusnya respek dengan kondisi yang ada. “Salah satunya masalah kepemudaan di Kabupaten Subang yang sangat miris kondisinya,” ujarnya.

Sambil meneriakkan yel-yel kecaman terhadap institusi DPRD, PMII menuntut kepada DPRD Subang untuk lebih memperhatikan nasib dan peran pemuda di Kabupaten Subang. “Kami minta agar dilakukan transparansi anggaran untuk OKP, realisasikan UU No 40 tentang kepemudaan dan berdayakan serta buka lapangan pekerjaan untuk para pemuda di Kabupaten Subang,” teriak salah seorang orator PMII, Abdun Nasir.

Haedar Nashir

Plh. Ketua DPRD Subang, Beni Rudiono yang mendatangi para pengunjuk rasa mengatakan apresiasinya kepada PMII Subang yang masih komitmen dalam memperjuangkan cita-cita pemuda di Kabupaten Subang.

“Kami sangat berterima kasih sekali atas kedatangan adik-adik mahasiswa PMII. Tentu ini menjadi cambuk untuk kami agar ke depan peran pemuda benar-benar bisa diperhitungkan untuk kesejahteraan masyarakat. Dan yang menjadi tuntutan itu, pasti akan kami pelajari dulu,” jelas Beny. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Tegal, Kiai Haedar Nashir

Sabtu, 21 Oktober 2017

Belajar Perdamaian pada Gus Dur

Buku ini merupakan hasil tesis penulis yang kemudian digubah menjadi buku populer sehingga setiap pembaca mampu mencerna dengan renyah. Selain itu, penulis buku ini menjadi aktifis Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), dimana Gus Dur menjadi bagian dari pendiri lembaga ini. Lembaga yang lahir pada 12 Juli 2000 ini berusaha menyebarkan tradisi dialog dalam pengembangan kehidupan keberagamaan yang humanis dan pluralis di tanah air. Selain itu, misi ICRP ingin mewujudkan masyarakat Indonesia yang damai, berkeadilan, setara, persaudaraan dalam pluralisme agama dan kepercayaan, dan penghormatan kepada martabat manusia.

Pendidikan menjadi jembatan penting menuju hal yang ingin kita capai. Dengan perdamaian yang berorientasi pada pengurangan konflik dan mencegah terjadinya kekerasan. Maka, kita tak bisa lepas dari kurikulum pendidikan mencakup subjek seperti: toleransi, tema-tema tentang perbedaan etno-kultural dan agama, bahaya diskriminasi, penyelesaian konflik dan mediasi, Hak Asasi Manusia (HAM), demokrasi dan pemahaman atas kemajemukan (pluralitas), kemanusia universal dan subjek-subjek lain yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Abdurrahman Ad-Dakhil sebagai santri genuine mengawali pendidikan dasarnya di pesantren. Berbagai literaratur baik Islam hingga Barat menjadi konsumsinya sejak usia muda. Dengan bacaan yang kuat inilah Gus Dur mampu mengaktualisasikan keilmuan menjadi tindakan kongkret. Sepanjang perjalanan hidupnya, Gus Dur kemudian dikenal sebagai pembela kaum minoritas, penggerak demokrasi, mendorong terwujudnya kehidupan nirkekerasan. (hal. 138)

Belajar Perdamaian pada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Perdamaian pada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Perdamaian pada Gus Dur

Tak hanya berhenti pada tataran konsep belaka banyak gerakan yang telah dikerjakan beliau, mulai pembelaan terhadap Jemaah Ahmadiyah, kelompok yang dituduh komunis, kasus tabloid Monitor, peristiwa Banyuwangi dan pembunuhan di Jawa Timur tahun 1998, persoalan etnis Tionghoa dan teorisme (hal 193-206) Pembelaan dan gerakan ini tak lepas dari orientasi kemanusiaan, kebersamaan, kesejahteraan, nilai proporsionalitas, pengakuan terhadap pluralitas dan heterogenitas dan antihegemoni dan antidominasi.

Gus Dur memahami bahwa pendidikan Islam tak bisa diejawantahkan dengan baik tanpa menggunakan strategi yang baik. Strategi politik menjadi jalan pertama yang ditempuh. Kedua, strategi kultural; yang menekankan pada basis pesantren sebagai lembaga, satuan, sistem, dan struktur pendidikan yang bisa menyelenggarakan pendidikan secara mandiri. Ketiga, strategi sosio-kultural dengan cara mengembangkan cara berfikir masyarakat dengan mempertahankan nilai-nilai keislaman.

Dalam karangan langsung Gus Dur "Islamku, Islam Anda dan Islam Kita" (2005) secara panjang lebar menerangkan tentang Islam perdamaian dan permasalahan internasional. Walaupun Gus Dur memegang teguh nilai-nilai kepesantrenan dengan kuat beliau mampu memberikan analisis yang kuat mengenai peta perpolitikan dunia internasional. Memberikan pandangan dan alternatif untuk perang Irak, memberikan jalan kerjasama antara Indonesia-Muangthai, memberikan pendapat di forum internasional dan kontribusi lain untuk perdamaian.

Haedar Nashir

Perdamaian menurut Gus Dur bisa diciptakan dan dihapuskan dengan jalan penanganan secara tuntas persoalan utama berupa kesalah pahaman dasar antara ideologi negara dan aspirasi keagamaan. Bila hal pokok ini mampu terselesaikan niscaya para pemegang kekuasaan bisa mengejawantahkan dalam bentuk paket kebijakan prinsipil. Harapan inilah yang disampaikan dalam "Islam Kosmopolitan" (2007) sehingga pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah memahami hal prinsip yang perlu dipegangi dalam menjalankan sebuah kebijakan.

Melihat perdamaian tak bisa dilepaskan dari latar belakang presiden keempat ini beragama Islam. Islam berakar kata dari salam yang berarti perdamaian. Maka Islam adalah perdamaian itu sendiri. Dengan kesadaran penuh Gus Dur mampu mengejawantahkan makna Islam menjadi perdamaian dalam kehidupan sehari-hari. Bila kita ingin lebih detil menyimak kehidupan cucu pendiri Nahdlatul Ulama ini dari kecil sudah mengenal pluralitas bahkan, Gus Dur mengakui bahwa leluhurnya juga memiliki latar belakang yang beragam.

Dengan kesantrian yang mendarah daging dan referensi keilmuan kitab kuning menjadi pijakan dalam menentukan arah pembicaaan Gus Dur. Permasalahan yang menimpanya mampu diurai dan dicarikan solusi dengan berbagai macam variannya. Kemudian diaktualisasikan dalam implementasikan dalam gerakan sosial, politik dan kemasyarakatan.

Dalam menulis Gus Dur walaupun tak menggunakan footnote sebagaimana kajian ilmiah. Tulisannya menunjukkan kelas seorang yang berpengetahuan luas, banyak tokoh Islam atau non-muslim yang menjadi pijakannya dalam berargumentasi. Hal ini juga dikuatkan bahwa Gus Dur memiliki sederet gelar honouris causa dalam bidang bidang Filsafat Hukum, Ilmu Hukum dan Politik, Ilmu Ekonomi dan Manajemen, dan Ilmu Humaniora, kemanusiaan dari berbagai universitas dunia.

Putra menteri agama pertama ini layak menjadi guru bangsa yang baik. Bila kita melihat Gus Dur secara utuh kita bisa mengambil pelajaran yang bisa kita kloning bagi masa-masa kita. Setidaknya terdapat tiga karakter kuat yang tak lepas dari Gus Dur. Pertama, gerakan sosial. Kedua, nilai-nilai luhur yang bisa menerobos apapun sebab nilai ini telah menjadi norma. Ketiga, Gus Dur sebagai seorang aktivis; dia memiliki target dan tujuan yang harus tercapai dalam tiap langkah dan geraknya.

Haedar Nashir

Guru bangsa yang meninggal 30 Desember 2009 selalu memberikan kejutan dalam tingkah lakunya. Berbagai golongan membuat acara doa bersama untuk mengenang jasa dan pemikirannya. Begitu pula buku ini memberikan tambahan kekayaan referensi mengenai perdamaian. Perdamaian itu sendiri bukan sekadar menumpuk sebagai ilmu di universitas namun, menjadi ilmu aplikasi yang terus berkembang dan dikembangkan untuk meminimalkan konflik yang ada Indonesia. Semoga.





Info Buku

Judul : Peace Education dan Pendidikan Perdamaian Gus Dur

Penulis : Ahmad Nurcholish

Penerbit : Elex Media Komputindo

Cetakan : 2015

Tebal : 236 halaman dan xxviii





Peresensi

Mukhamad Zulfa

Pegiat Diskusi Rabu Sore IDEASTUDIES Semarang aktif di jaringan pesantren Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul, Tegal, Habib Haedar Nashir

Sabtu, 14 Oktober 2017

Radlatul Athfal Ini Ajarkan Anak-anak Wirausaha

Temanggung, Haedar Nashir. “Saya mau buka usaha distro,” kata Fatika Hilda Aqila Choruna, salah seorang siswa RA Masyithoh, yang tengah asyik bermain bersama seorang badut di tengah pesta perpisahan siswa di halaman Gedung Juang Temanggung, Jawa Tengah, Ahad (8/6) pagi.

Radlatul Athfal Ini Ajarkan Anak-anak Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Radlatul Athfal Ini Ajarkan Anak-anak Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Radlatul Athfal Ini Ajarkan Anak-anak Wirausaha

Jawaban ini cukup mengejutkan, lantaran biasanya anak-anak TK lebih banyak bercita-cita menjadi polisi, tentara atau dokter. Dan uniknya, jawaban menjadi pengusaha seperti itu juga hampir sama ditemukan oleh seluruh siswa. Hanya beberapa gelintir siswa yang mengatakan bercita-cita lain.

Inilah perbedaan TK Masyithoh yang terletak di Kelurahan Butuh, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, dari sebagian besar TK yang ada di Indonesia. Pengelola TK pertama di kabupaten penghasil tembakau ini menanamkan secara khusus jiwa-jiwa kewirausahaan kepada seluruh peserta didiknya. Sangat wajar pada akhirnya anak-anak didik mereka lebih memilih bercita-cita menjadi pengusaha dibanding menjalani pekerjaan lainnya di masa mendatang.

Haedar Nashir

“Ini memang usia emas. Pada usia ini kita kenalkan kepada mereka tentang entrepreneur sehingga kelak mereka mengikuti langkah menjadi pengusaha. Tentu karena mereka masih TK, mereka belum dikenalkan teknis usaha, melainkan lebih pada kunjungan dan wacana-wacana kewirausahaan,” kata Kepala RA Masyithoh Butuh, Anisah Rahmanti.

Dalam pelajaran keseharian, selain mengajarkan calistung (baca, tulis dan berhitung), para siswa dikenalkan tentang bidang usaha dan bagaimana prospek menjadi pengusaha. Biasanya, pelajaran kewirausahaan ini disisipkan dalam tema-tema pelajaran yang sedang dibahas.

Haedar Nashir

“Lalu setelah tema itu selesai kita outing class ke perusahan-perusahaan yang ada. Para pengusaha kita minta untuk memaparkan kepada anak-anak tentang bentuk usahanya serta suka dukanya menjadi pengusaha,” terangnya.

Setelah mendapatkan pengetahuan dari pengusaha. Lalu para siswa diajak berdiskusi tentang hasil kunjungannya ke perusahaan-perusahaan tersebut. Tentu pendapatnya sangat beragam, ada yang hanya paham tentang bentuk usahanya, ada yang paham tentang kekhasan usahanya, serta ada yang memahami alur cerita pendirian usaha.

“Kami melihat bahwa menjadi entreprenur adalah prospek besar ke depannya. Untuk itu, pada usia emas harus dikenalkan dengan baik sehingga pada usia remaja dan dewasa tinggal mengembangkan apa yang mereka pahami itu. Karena tidak semua orang bisa menjadi dokter, polisi atau tentara seperti kebanyakan cita-cita anak-anak, tetapi semua orang bisa menjadi entrepreneur meskipun sebagai polisi, dokter ataupun tentara,” papar Anis.

Dunia perbankan juga diperkenalkan bagi anak-anak. Perbankan adalah dunia usaha yang menjadi salah satu lembaga penyedia modal bagi perusahaan. Untuk itu, anak-anak didik diarahkan untuk mengetahui tentang perbankan berikut layanan. “Kami ajarkan juga tentang kesadaran menabung,” tambahnya.

Berlabel agama, tentu RA Masyithoh tidak melepaskan pendidikan keagamaan bagi anak didiknya. Pelajaran agama menjadi pelajaran yang tidak diajarkan secara teoritis, namun juga diperkenalkan dalam praktik. Mulai dari praktik ibadah wajib sampai ibadah yang sunah. “Untuk kegiatan ekstra  kurikuler kami ada cooking kids, drum band, renang, Bahasa Inggris, jarimatika, melukis dan computer kids. Semua itu mengarah pada bidang entreprenur yang bisa digeluti,” imbuh pengelola sekolah, Kholid Usman.

Meski memberikan layanan yang demikian, pihak pengelola RA Masyithoh mengaku tidak membanderol biaya tinggi. Biaya pendidikan seperti sekolah pada umumnya meskipun mengajarkan hal yang khusus dan lebih spesifik. “Misi kita adalah pengabdian murni, bukan untuk profit, jadi biayanya harus terjangkau,” imbuhnya.

Tak heran sekolah ini menjadi jujugan siswa setiap tahunnya. Namun karena kondisi sekolah yang tidak terlalu luas, sekolah ini belum mampu menarik siswa dalam jumlah ratusan. Saat ini, sekolah yang berada di Kelurahan Butuh, Kecamatan Temanggung ini memiliki 80 orang siswa. Dari jumlah tersebut dibagi dalam empat kelas dengan dua orang guru pada masing-masing kelas. “Standar maksimal kami, satu guru pegang 10 siswa agar lebih efektif,” tambahnya.

RA Masyithoh merupakan TK pertama di Kabupaten Temanggung. Didirikan oleh salah seorang ulama di Kelurahan Butuh, Kecamatan Temanggung, KH. Saluki Khaeroni. Istrinya, Hj Rodijah, sejak 1963 menjadi kepala sekolah. Pada awalnya TK ini seperti sekolah pada umumnya, namun dalam pengembangan selanjutnya diarahkan spesifik menjadi TK keagamaan yang mendidik kewirausahaan sejak dini. (Abaz Zahrotien/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Olahraga Haedar Nashir

Rabu, 20 September 2017

Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah

Jakarta, Haedar Nashir. Para kiai dan santri terlibat di lapangan dalam membela tanah air yang akan diserang kembali oleh Belanda para perang kemerdekaan. Setelah perang usai, sebagian besar kelompok santri kembali ke pesantren untuk mengajar agama, tetapi ada beberapa yang akhirnya tetap aktif dalam dunia militer.?

Berikut nama-nama perwira TNI yang merupakan hasil didikan Hizbullah, salah satu kelompok pasukan perlawanan yang berasal dari kelompok santri seperti disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf.?

Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah

1. Mayor KH. Mustofa Kamil-Banten?

2. Mayor KH. Mawardi-Surakarta?

Haedar Nashir

3. Mayor KH. Zarkasi- Ponorogo?

4. Mayor KH. Mursyid-Pacitan?

5. Mayor KH. Sahid-Kediri?

6. Mayor KH. Abdul Halim-Majalengka?

7. Mayor KH. Thohir Dasuki-Surakarta?

Haedar Nashir

8. Mayor KH. Rajiun-Jakarta?

9. Mayor KH. Munasir Ali-Mojokerto?

10. Mayor KH. Wahib Wahab-Jombang?

11. Mayor KH. Hasyim Latif-Surabaya?

12. Mayor KH. Zainuddin-Besuki?

13. Mayor KH. Zein Thovib-Kediri?

Selain yang berasal dari Hizbullah, terdapat beberapa perwira TNI berlatar belakang santri ex-PETA. Berikut nama-namanya.?

1. Brigjen KH. Sulam Syamsun?

2. Brigjen KH. Zein Toyib?

3. Brigjen KH. M. Rowi?

4. Brigjen KH Abdul Manan Wijaya?

5. Brigjen KH Iskandar Sulaiman?

6. Brigjen KH. Abdullah Abbas?

Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail, Tegal Haedar Nashir

Senin, 21 Agustus 2017

Balita-balita yang Mengalami NU

Bogor,Haedar Nashir

Sekitar 20 anak di bawah usia limat tahun (balita) ikut serta pada Rapat Kerja Lembaga Kajian dan Pengambangan Sumber Daya (Lakpesdam) PBNU yang berlangsung di Ciloto, Bogor, Jawa Barat mulai Jumat (27/1) akan berlangsung sampai Ahad (29/1).

Balita-balita yang Mengalami NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Balita-balita yang Mengalami NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Balita-balita yang Mengalami NU

Mereka turut serta dengan orang tuanya yang tengah mendesain rencana setahun lembaga tersebut. Namun, mereka punya jadwal dan aktivitas sendiri seperti tendang-tendang bola di halaman. Naik kuda di pagi hari dan merengek meminta sesuatu kepada orang tuanya.

Para balita dihadirkan pada perkenalan seluruh pengurus dan pelaksan harian Lakpesdam PBNU pada Jumat malam di aula Wisma Karya Jasa. Sebagian duduk lesehan, sebagian duduk di kursi-kursi yang ditata melingkari lesehan tersebut. ?

Haedar Nashir

Lalu para orang tua memperkenalkan istri atau suami serta anak-anaknya satu per satu di depan mereka. Setelah memperkenalkan suami atau istri, orang tua memperkenalkan anak-anak yang hadir dan tidak. Termasuk bayi. Ada yang memperkenalkan hobi anaknya, sekolahnya, dan prestasinya. Kemudian tepuk tangan dari seluruh hadirin. ?

Haedar Nashir

“Anak saya ini hobinya mempertahankan tanah air, membela negara,” ungkap Wakil Bendahara Lakpesdam PBNU Iftah Sidik saat memperkenalkan anaknya yang bernama Muhammad Luthfi yang suka bermain COC di android. Nama anaknya itu diberikan oleh Rais Aam Jam’iyyah Ahlut Thariqah Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya.

Ia bercerita, anak pertama bernam Aqila yang berusia sepuluh tahun telah hafal mars IPPNU dan bercita menjadi pengurus IPPNU kelak. Muhammad Luthfi juga hafal mars IPPNU karena yang sering didengarnya adalah mars itu.

Iftah mengaku kerap membawa anaknya ke kantor Lakpesdam NU supaya mengalami dan melihat aktivitas NU. Hal itu menjadikan NU sebagai pengalaman. “Pengalaman tentang NU buat anak itu penting. Usia anak saya itu saat golden age. Ia akan mengingat seumur hidup tentang NU. Hal itu juga yang dilakukan ayah saya.

Ia mengaku tertarik dengan pesantren dan NU karena bapaknya tidak habis-habis bercerita tentang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan pesantren. Ia ketika kelas lima SD telah mendengar nam Gus Dur.

Rata-rata anak-anak mau turut tampil ke depan. Ketika perkenalan ada anak yang merebut mikropon orang tuanya. Kemudianberbicara apa saja. Semaunya. Namun, ada pula anak yang tidak mau ke depan, tapi asyik dengan permainan di ponsel pintar milik orang tuanya.

Kemudian keluarga yang telah memperkenalkan diri, diperkenankan mengambil undian. Lalu dibuka satu per satu sesuai jumlah keluarga yang hadir. Setelah dibuka, undian itu ada yang berisi bola, jam tangan besar, kanebo, tisu, dan lain-lain yang dibungkus rapi oleh panitia. Lalu setiap keluarga yang telah memperkenalkan diri diabadikan melalui kamera digital.

‘Awan PBNU Hj. Sri Mulyati menyaksikan keakraban pengurus Lakpesdam PBNU dan keluarganya itu. Menurut dia, hal itu adalah bentuk perhatian lembaga NU kepada anggota keluarga pengurusnya. Hal itu penting dilakukan karena pengurus NU tidak terlepas dari dukungan dari anggota keluarganya.

“Ibu-ibu yang ada di sini tidak terlepas dari dukungan suami dan putra-putrinya. Begitu juga bapak-bapak tidak terlepas dari dukungan istri dan putra-putrinya,” katanya.

Keberhasilan suami atau istri yang menjadi pengurus NU, lanjutnya, tidak bisa dilepaskan dari dukungan pasangan dan anggota keluarganya.

Salah seorang pengurus Lakpesdam NU, Dadi Darmadi berpendapat, melibatkan keluarga pada Raker Lakpesdam menjadikan kegiatan profesional itu ramah keluarga.

“Dan menurut saya Lakpesdam berkepentingan untuk itu dengan konsep kesetaraan dan keadilan. Kedua sebagai internalisasi nilai-nilai dan sikap keagamaan yang terbuka wawasan kebangsaan sedini mungkin. Di situ strategisnya.”

Jadi, lanjutnya, dengan melibatkan keluarga, aktivis NU bukan hanya tercerahkan pemikirannya secara pribadi, tapi terefleksikan di keluarga. Pemikiran aktivis NU yang memandang kemajemukan sebagai hal yang positif, menerima perbedaan, itu bisa tersampaikan sejak kecil.

“Saya tidak merasa terganggu dengan kehadiran anak-anak teman-teman. Itu asyik malah. Menjadikan kehidupan aktivisme profesional dan keluarga menjadi lebih dekat. Keluarga itu sebagai cerminan dari nilai-nilai sosial yang paling mendasar,” lanjutnya.

Menurut dia, hal itu patut dicontohlembaga lain di NU. Karena dengan begitu, kejam’iyyahan NU didekatkan kepada konteks bermasyarakat yang paling dekat, anggota keluarga agar tidak tercerabut dari akar NU. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja, Humor Islam, Tegal Haedar Nashir

Jumat, 18 Agustus 2017

Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Jakarta, Haedar Nashir. Sebagai salah satu pusat rujukan masyarakat, pesantren dituntut mengembangkan peran untuk menyesuaikan dengan kebutuhan lingkungannya. Di samping menjadi wahana dakwah Islam dan kaderisasi ulama, pesantren bisa pula menjadi lokomotif pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat.

Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Semangat inilah yang diperjuangkan Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama atau asosiasi pesantren NU melalui program “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Pesantren”. Selama tiga bulan terakhir RMI secara gencar melatih ratusan santri dan masyarakat di sekitar pesantren untuk aktif di bidang kewirausahaan.

Akhir April lalu (28-30/4), RMI menggelar pelatihan usaha kecil menengah (UKM) di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon. Sebelumnya, kegiatan serupa diadakan di Pesantren Al-Ikhlas, Boyolali, dengan segmen usaha penggemuakan sapi, serta di Pesantren Al-Huda, Ciamis, dengan segmen usaha pertukangan dan industri mebel.

Haedar Nashir

Program yang diikuti para santri senior dan pemuda dari masyarakat di sekitar pesantren ini merupakan hasil kerja sama antara RMI dan Corporate Social Responbility (CSR) Bank Mandiri. Selain menggelar pelatihan, gerakan pemberdayaan ini disertai pendampingan selama kurang lebih satu tahun, untuk mematangkan kesiapan peserta menjadi wirausahaan sesuai bidang yang digelutinya.

Ketua Pengurus Pusat RMI KH Amin Haedari mengakui, pesantren sejak lama menyimpan potensi besar dan beragam. Karena itu, pesantren harus mampu berkontribusi untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. “Yang penting, bagaimana semangat kita untuk membangun diri,” ujarnya.

Haedar Nashir

Supaya tetap relevan, RMI sengaja memilih segmen pelatihan yang disesuaikan dengan potensi pesantren dan lingkungannya. Selanjutnya, pesantren bersangkutan diharapakan sanggup mengembangkan pengalaman ini kepada pesantren-pesantren lain.

Saat ini RMINU tengah mulai melakukan pendampingan dan bantuan modal usaha sebagai kelanjutan program ini. Di luar pembangkitan etos wirausaha, program kerja sama ini juga telah menyiapkan program pembangunan sanitasi dan air bersih di sejumlah pesantren di Indonesia.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Olahraga Haedar Nashir

Rabu, 16 Agustus 2017

Waspadai Website Pendukung Tindak Kejahatan Terorisme

Cirebon, Haedar Nashir. Sebanyak 50 peserta pelatihan agen santri anti kejahatan terorisme di pesantren Kempek, mengidentifikasi situs jejaring sosial yang membawa semangat kekerasan dan keresahan. Mereka mendata situs jejaring sosial dengan aneka bentuk konten yang mengampanyekan kekerasan atas nama agama.

Waspadai Website Pendukung Tindak Kejahatan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspadai Website Pendukung Tindak Kejahatan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspadai Website Pendukung Tindak Kejahatan Terorisme

“Pada era digital seperti ini website kerap menjadi rujukan paling cepat dan mudah bagi masyarakat. Namun demikian, daya kritis tetap sangat diperlukan ketika seseorang mengakses gambar, video, atau tulisan di internet,” kata peniliti dari PAKAR, Badrus Samsul Fata memandu peserta pelatihan gerakan santri anti terorisme di pesantren Kempek, Cirebon, Senin-Rabu (29/9-1/10).

Situs jejaring anti aswaja, lanjut Badrus, memuat ajakan untuk berbuat kekerasan. Pengelola jejaring ini menarik simpati pengguna dengan mengabarkan pembantaian umat Islam dari pelbagai belahan dunia.

Haedar Nashir

“Selain bercampur opini dan fakta, berita yang ditayangkan tidak bisa diverifikasi kebenarannya,” kata Badrus di hadapan santri dari pelbagai pesantren di Jawa Barat.

Konten jejaring mereka menyuarakan paham anti demokrasi. Mereka menolak NKRI dan Demokrasi. Semangat jihad kekerasan begitu tinggi. Jejaring mereka tidak segan menyebut Pancasila dan NKRI sebagai sistem Thaghut.

Haedar Nashir

Sejumlah website yang teridentifikasi mengarah pada terorisme, antara lain arrahmah, muslimdaily, attawbah, kiblat, voa-islam, nahimunkar, daulahislamiyah, kompas islam, salam online. Daftar ini, kata Badrus pada pelatihan yang difasilitasi RMI NU, bisa diperpanjang. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Tegal Haedar Nashir

Kamis, 10 Agustus 2017

Festival Hadrah dan Pameran Ekonomi Ramaikan Rakercab Ansor Boyolali

Boyolali, Haedar Nashir. Berbagai kegiatan telah disiapkan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Boyolali, Jawa Tengah, untuk meramaikan kegiatan Rakercab yang diselenggarakan di Pesantren Zumrotut Tholibin Andong Boyolali, akhir pekan ini (17-19/4).

Festival Hadrah dan Pameran Ekonomi Ramaikan Rakercab Ansor Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
Festival Hadrah dan Pameran Ekonomi Ramaikan Rakercab Ansor Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

Festival Hadrah dan Pameran Ekonomi Ramaikan Rakercab Ansor Boyolali

Hal tersebut diterangkan Ketua PC GP Ansor Boyolali, Choiruddin Ahmad, saat dihubungi Haedar Nashir, Jumat (17/4).

“Kegiatan Rakercab akan diramaikan dengan kegiatan Ansor Boyolali Expo yang akan menampilkan potensi produk ekonomi yang dimiliki para kader Ansor Boyolali,” terang pengasuh Pesantren Miftahul Huda Cepogo itu.

Haedar Nashir

Selain itu, acara Rakercab yang bertemakan "Membentuk karakter pemuda, mandiri dan memiliki daya saing yang tinggi melalui Organisasi" tersebut, juga akan diramaikan dengan kegiatan Festival Hadrah dan Porsema NU.

“Tiap PAC kita wajibkan untuk mengirimkan utusan peserta lomba hadrah dan porsema,” kata Choiruddin.

Haedar Nashir

Sementara itu, ketua POKJA Kepala Ma’arif Boyolali Agus Luqman menambahkan, kegiatan Porsema yang melibatkan sekolah ma’arif di Boyolali akan diikuti sekitar 60-an madrasah atau sekolah.

“Sudah ada 65 madrasah/sekolah yang telah mendaftarkan diri untuk ikut Porsema NU,” ungkap dia.

Rangkaian acara Rakercab, rencananya akan ditutup dengan Pengajian Ansor Berdzikir dan Bersholawat serta bedah buku “Mengapa Harus NU?” karya LTN-NU Boyolali. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Tegal, Doa Haedar Nashir