Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2018

LPN, Kadin dan IPB Tandatangani Komitmen Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing

Jakarta, Haedar Nashir

Menteri Ketenagakerjaan  M Hanif Dhakiri mengajak semua pihak agar secara bersama-sama berpartisipasi aktif dalam percepatan pelaksanaan Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (selanjutnya disebut “GNP2DS”) di Indonesia.

Pernyataan  Menaker itu disampaikan saat  penandatanganan nota kesepahaman antara Sekretaris Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) Bambang Satrio Lelono dengan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN)  Bidang Perindustrian Johnny Darmawan serta dengan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto tentang percepatan pelaksanaan GNP2DS di Jakarta, Kamis (14/9).

LPN, Kadin dan IPB Tandatangani Komitmen Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)
LPN, Kadin dan IPB Tandatangani Komitmen Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)

LPN, Kadin dan IPB Tandatangani Komitmen Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing

“Kita terus tingkatkan produktivitas yang menjadi kunci  peningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, kesejahteraan dan kualitas kehidupan masyarakat serta daya saing nasional,“ kat Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Bambang Satrio Lelono yang mewakili Menaker M Hanif Dhakiri.

Menaker Hanif selaku Ketua Lembaga Produktivitas  Nasional (LPN) mengatakan percepatan pelaksanaan dan perluasan GNP2DS merupakan suatu keharusan yang perlu didukung oleh semua pemangku kepentingan secara lebih sinergis dan berkesinambungan.

Menurut Menaker, adanya pemahaman, kesadaran dan komitmen para pemangku kepentingan akan pentingnya peningkatan produktivitas dan daya saing, menjadi  modalitas dasar bagi peningkatan kapabilitas dalam perancangan dan pelaksanaan GNP2DS.

Haedar Nashir

 

Bagi bangsa Indonesia, kata Hanif produktivitas merupakan salah satu isu pembangunan yang menjadi bagian agenda pemerintah, sehingga secara khusus peningkatan produktivitas tercantum dalam Rencana Pembangunan

Jangka Menengah Nasional ketiga (RPJMN) 2015-2019 sebagai bagian dari agenda prioritas nasional.

Haedar Nashir

“Namun melihat perkembangan dan kebutuhan saat ini, gerakan produktivitas harus dilakukan dengan melibatkan berbagai komponen yang ada secara lebih komprehensif, holistik, terstruktur dan masif, baik tingkat lokal maupun nasional, baik pada tataran mikro maupun makro, “ ujar Hanif.

Ditambahkan Hanif,  tujuan penandatanganan nota kesepahaman percepatan pelaksanaan GNP2DS antara LPN, Kadin dan IPB adalah untuk meningkat dan meluasnya jejaring pelayanan peningkatan produktivitas dan daya saing; meningkatnya peran, kapasitas, dan kredibilitas para pihak  dalam percepatan pelaksanaan GNP2DS; 

"Selain MoU ini akan meningkatnya upaya-upaya peningkatan produktivitas di lingkungan dunia usaha, sebagai bagian integral dari GNP2DS; berkembangnya model dan metode peningkatan produktivitas; dan tersedianya data dan informasi yang lengkap, akurat, dan terkini di bidang peningkatan produktivitas"kata Hanif.

Lebih rinci ruang lingkup nota kesepahaman dengan KADIN meliputi sosialisasi dan promosi peningkatan produktivitas di kalangan dunia usaha; pengembangan model dan metode peningkatan produktivitas di semua bidang usaha;  pengembangan program pelatihan, bimbingan, dan konsultansi peningkatan produktivitas di semua bidang usaha;  pengembangan publikasi dan informasi peningkatan produktivitas di kalangan dunia usaha; dan pengembangan jejaring dan kerja sama peningkatan produktivitas dengan institusi di dalam maupun luar negeri.

Sementara ruang lingkup nota kesepahaman dengan IPB meliputi pengembangan program pendidikan dan pelatihan produktivitas di IPB dan mitra kerjanya; pengembangan program penelitian dan konsultansi serta pelayanan peningkatan produktivitas; pengembangan program publikasi, penyebarluasan informasi, dan promosi GNP2DS; dan pengembangan program jejaring dan kerja sama peningkatan produktivitas dengan institusi di dalam maupun di luar negeri. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Jumat, 23 Februari 2018

Sekretaris PWNU Sulawesi Utara Meninggal Dunia

Jakarta, Haedar Nashir?



Sekretaris ? PWNU Sulawesi Utara Suwarno Tuiyo meninggal dunia pada Rabu dini hari (5/10) sekitar pukul 01.00 WITA. Almarhum yang meninggal pada usia 56 tahun tersebut dimakamkan hari di kampung provinsi Gorontalo. ? Pukul 07.00 jenazahnya dibawa ke kampung halamannya.?

Sekretaris Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara Fadhila Djojosuroto mengatakan, Suwarno banyak berkontribusi kepada Muslimat NU, khususnya di Minahasa.?

Sekretaris PWNU Sulawesi Utara Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekretaris PWNU Sulawesi Utara Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekretaris PWNU Sulawesi Utara Meninggal Dunia

“Kontribusinya banyak dengan ide-ide serta pemikiran untuk kemajuan Muslimat dan selalu memberi motivasi kepada ibu-ibu berjuang demi kemaslahatan umat,” katanya ketika dihubungi Haedar Nashir dari Jakarta Rabu, (5/10).?

Menurut pengurus Lesbumi PBNU asal Sulawesi Utara Irfan Basri, Suwarno adalah perintis pendirian Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama di Sulawesi Utara. Selain itu, sampai meninggalnya ia masih menjadi Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa IslamIndonesia (IKA-PMII) Sulawesi Utara.

Haedar Nashir

"Beliau selama hidupnya fokus mengurus NU," demikian kesaksian Irfan Basri. Semoga almarhum diterima di tempat paling layak di sisi Allah SWT dan diampuni segala kekhilafannya. Semoga juga ada penerus yang bisa mendarmabaktikan hidupnya kepada NU, masyarakat, dan bangsa Indonesia di Sulawesi Utara, lanjutnya.? (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Bahtsul Masail, Lomba Haedar Nashir

Haedar Nashir

Selasa, 20 Februari 2018

Imam Nahrawi Angkat Gloria Jadi Duta Pemuda Pelajar Kemenpora

Depok, Haedar Nashir. Menpora Imam Nahrawi mengunjungi SMA Islam Dian Didaktika di Cinere-Depok, Rabu (12/10) pagi. Dalam kunjungannya, Menpora didampingi oleh Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Jonni Mardizal, Staf Khusus Bidang Kepemudaan Zainul Munasichin dan Asdep Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Ibnu Hasan.

Dalam kunjungannya ke SMA Islam Dian Didaktika, Menpora Imam Nahrawi menyerahkan langsung Surat Keputusan Menpora No. 82 Tahun 2016 tentang Penunjukkan dan Pengangkatan Duta Pemuda Pelajar Kemenpora tahun 2016 kepada Gloria Natapradja Hamel.?

Imam Nahrawi Angkat Gloria Jadi Duta Pemuda Pelajar Kemenpora (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Nahrawi Angkat Gloria Jadi Duta Pemuda Pelajar Kemenpora (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Nahrawi Angkat Gloria Jadi Duta Pemuda Pelajar Kemenpora

"Penunjukkan Gloria sebagai Duta Pemuda Pelajar Kemenpora adalah karena dia memberikan inspirasi dan pengaruh kepada para pemuda dan pelajar dalam keteladanan dan rasa nasionalisme yang tinggi," ujar Menpora.

"Gloria adalah cermin dari hasil pendidikan sekolah yang baik, inilah karakter pemuda masa depan yang kita harapkan, dengan integritas yang tinggi dia menunjukkan kepada pemuda dan pelajar rasa patriotisme dan nasionalisme yang sejatinya harus dimiliki oleh anak-anak muda bangsa ini, " lanjut Imam.

Menpora mengharapkan dengan penunjukkan Gloria sebagai Duta Pemuda pelajar ini dapat memotivasi anak-anak muda di Indonesia. "Dibalik kegagalan ada hikmah, dan ada sukses yang tertunda, saya berharap Gloria dapat mendorong teman-temannya untuk selalu berfikir positif dan berbuat yang terbaik, " tutup Imam.

Haedar Nashir

Sebelumnya Ketua Yayasan Dian Didaktika Nunuk Murdiati Sulastomo menyampaikan rasa bangga kepada Gloria Natapradja Hamel yang telah dipilih oleh Menpora Imam Nahrawi menjadi Duta Menpora.?

"Hal ini merupakaan kebanggaan bagi sekolah kami, biarpun Gloria tidak ikut dalam pengibaran bendera di Istana Negara Jakarta, tapi dia tetap sabar dan menunjukkan kedewasaan dan kematangannya bahwa hal itu bukanlah akhir dari segalannya," ujar Nunuk. (Hasanudin/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Meme Islam, Olahraga Haedar Nashir

Kamis, 08 Februari 2018

Khutbah Wukuf untuk Tambah Spirit di Arafah

Makkah, Haedar Nashir. Perlahan namun pasti, akhirnya jamaah haji dari seluruh negara melaksanakan wukuf di Arafah hari ini. Sebelum prosesi berdiam di padang Arafah tersebut, jamaah menerima bekal terkait peristiwa dan makna wukuf. Suasana pun berubah menjadi haru.

"Kami menerima materi khotbah wukuf dari KH Farmadi Hasyim," kata Ana Farhasy, Rabu (23/9) usai shalat Dhuhur waktu setempat. Salah satu jamaah dari Kelompok Penerbangan atau Kloter 25 embarkasi Surabaya ini semakin mantap dengan keterangan dari penceramah sebelum kegiatan wukuf dilaksanakan.

Khutbah Wukuf untuk Tambah Spirit di Arafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Wukuf untuk Tambah Spirit di Arafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Wukuf untuk Tambah Spirit di Arafah

"Ada dua peristiwa agung pada bulan Dzulhijjah yang patut kita catat dengan tinta emas," katanya menirukan materi sang ustadz. Peristiwa tersebut adalah haji dan kurban. Keduanya terkait dengan Nabi Ibrahim Alaihissalam, lanjutnya.

Haedar Nashir

Peristiwa haji berawal dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk membuat Ka’bah. "Perintah ini langsung dilaksanakan, dengan diawali dialog singkat antara Allah dan Nabi Ibrahim yang diabadikan dalam surat Al-Baqarah ayat 126 hingga 127," katanya di maktab 28 Padang Arafah.

Inti dari surat tersebut adalah hendaknya Allah SWT menjadikan Makkah sebagai kawasan yang aman serta mendapatkan rizqi berlimpah serta halal. Dan Allah mengabulkan permintaan tersebut dengan satu syarat.

Haedar Nashir

Syarat dimaksud adalah hendaknya setelah Ka’bah dibangun, Nabi Ibrahim memberikan laporan pertanggungjawaban sebagaimana disebutkan dalam ayat yang ke 127. "Saat itu Nabi Ibrahim naik ke Jabal Qubais, lalu memanggil anak cucunya untuk datang ke Makkah dalam rangka menunaikan ibadah haji," ungkapnya.

Dari panggilan tersebut, Nabi Ibrahim menjamin bahwa siapa saja yang melaksanakan ibadah haji akan mendapatkan pahala surga dan diselamatkan dari neraka. "Sehingga kehadiran jamaah haji saat ini sebagai bentuk jawaban atas panggilan dari Nabiyullah Ibrahim saat itu," ungkapnya.

Sedangkan soal kurban, KH Farmadi Hasyim menceritakan salah satu permohonan Ismail kepada ayahnya Nabi Ibrahim sesaat sebelum disembelih. "Apabila ayahanda pulang dan bertemu ibunda, sampaikan salam hormat kepada beliau bahwasanya saya menghadap Allah lebih dulu dan semoga kelak bisa dipertemukan di surga," terangnya.

Demikian pula sebelum disembelih sebagai kurban, Ismail memohon kepada ayahnya untuk menyingsingkan lengan baju. "Itu agar darah yang keluar tidak mengotori baju sang ayah," katanya. Karena Ismail khawatir kalau ibunda tahu percikan darah yang mengenai baju sang ayah, akan mengurangi keikhlasan, lanjutnya.

Materi khotbah ini diberikan sebagai tambahan spirit bagi para jamaah yang akan melangsungkan wukuf di Arafah. Usai wukuf, jamaah akan melanjutnya prosesi haji dengan mabit, melempar jumrah, serta thawaf ifadhah.

Dilaporkan Ustadzah Ana, sapaan akrabnya, suasana di pemondokan sangat kondusif. Meskipun diberitakan ada sebagian tenda jamaah dari Indonesia yang roboh akibat angin kencang, tidak mengurangi semangat dalam melaksanakan seluruh ritual haji.

Namun demikian, diharapkan jamaah tetap menjaga kesehatan dan kebugaran dengan mengonsumsi buah dan vitamin. "Ini agar kondisi tubuh tetap vit karena ibadah berikutnya adalah mengandalkan ketahanan tubuh," terangnya.

Dan yang tidak kalah penting dan selalu ditunggu adalah doa dari keluarga dan umat Islam di tanah air. "Kami yakin, doa dari keluarga dan kerabat serta kaum muslimin akan sangat membantu kelancaran ibadah kami di tanah suci," pungkasnya.(Ibnu Nawawi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Fragmen Haedar Nashir

Jumat, 02 Februari 2018

Terbaik dari Allah adalah Terbaik untuk Kita

Pringsewu, Haedar Nashir

Wakil Ketua PCNU Pringsewu KH Hambali mengajak segenap umat Islam untuk terus memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadah kepada Allah SWT. Hal ini dilakukan untuk menyiapkan diri dengan bekal yang cukup ketika saat nanti bertemu dengan alam keabadian yaitu alam akhirat.

Terbaik dari Allah adalah Terbaik untuk Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbaik dari Allah adalah Terbaik untuk Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbaik dari Allah adalah Terbaik untuk Kita





"Dunia itu adalah tempat menanam amal, yang nantinya akan kita panen di alam akhirat," jelasnya mengutip sebuah maqalah saat memberikan mauidzatul hasanah pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Aula Gedung NU Pringsewu (10/12).

Haedar Nashir





Haedar Nashir

Untuk sampai ke alam keabadian ini, lanjutnya, manusia harus bertemu dahulu dengan alam kematian. Sehingga sebagai umat yang beriman harus menyadari bahwa alam kematian adalah awal dari kehidupan baru.

"Kita harus bertemu kematian dulu sebelum menemui alam keabadian. Jangan dikira setelah kita meninggalkan dunia ini semua urusan selesai," jelas pria Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Pringsewu.

Dengan modal kualitas dan kuantitas ibadah yang dimiliki, kata dia, diharapkan peluang pintu surga akan terbuka lebih lebar sehingga akan dapat menjadi penduduknya, walaupun pada dasarnya semua itu adalah kehendak Allah SWT.

"Yang masuk ke surga adalah mereka yang dipilih. Salah satunya adalah mereka yang mendapat syafaat dari Nabi dan mereka yang memang dikehendaki dari Allah SWT," jelasnya.

Oleh karenanya dalam setiap hembusan nafas, ia mengajak agar senantiasa mengingat Allah SWT seraya berharap semoga Allah memberi yang terbaik kepada umat-Nya.





"Tingkatkan kualitas dan kuantitas ibadah shalat dengan berjamaah, shalat sunah, zikir dan doa. Yang terbaik menurut Allah adalah yang terbaik untuk kita. Jangan meminta yang terlalu tinggi di luar kemampuan kita. Sesuaikan dengan diri kita sendiri," pesannya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, AlaNu Haedar Nashir

Selasa, 30 Januari 2018

Katib Aam: Politik Uang Pilkada Memprihatinkan

Jakarta, Haedar Nashir. Katib Aam PBNU KH  Malik Madani menilai, peredaran uang suap untuk mendongkrak suara dalam pemilihan kepada daerah (pilkada) sudah dalam kondisi menyedihkan. Praktik haram ini menjalar hampir di seluruh lapisan masyarakat.

”Di antara mudarat pilkada adalah rusaknya moralitas bangsa, termasuk masyarakat Nahdliyin karena money politic itu. Politik uang dianggap kewajaran. Padahal itu risywah siyasiyah, suap politik,” katanya, Rabu (20/2).

Katib Aam: Politik Uang Pilkada Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam: Politik Uang Pilkada Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam: Politik Uang Pilkada Memprihatinkan

Masyarakat dinilai telah mulai menganggap politik uang sebagai suatu kelaziman. Mereka cenderung acuh tak acuh terhadap dampak buruk dari sikap tersebut bagi dirinya dan masa depan daerahnya.

Haedar Nashir

Menurut Kiai Malik, politisi yang sudah menghabiskan banyak biaya untuk usaha pemenangan pilkada sangat potensial berlaku korup ketika memimpin. Pasalnya, hampir tidak mungkin pengeluaran miliaran rupiah semasa kampanye akan dilunasi dengan gaji jabatannya.

”Belum lagi konflik horisontal yang terjadi di antara para pendukung masing-masing calon,” imbuhnya.

Haedar Nashir

Kiai Malik menegaskan, uang suap untuk maksud dukungan pencalonan, meski diistilahkan dengan sedekah, tetap berstatus haram dan dilaknat menurut ajaran Islam. Umat Islam diimbau hati-hati dengan godaan ini, termasuk dengan upaya adu domba sejumlah pihak yang akan merusak kerukunan antarwarga.

Terkait dengan pilkada, PBNU melalui Musyawarah Nasional Alim Ulama di Cirebon 2012 lalu merekomendasikan penghapusan pemilihan langsung di tingkat daerah dan mengembalikannya ke tangan DPRD. Hal ini didasarkan pada asas preferensi mudarat terkecil di antara keduanya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Syariah, Habib Haedar Nashir

Jumat, 19 Januari 2018

LKNU Tak Terlibat Kampanye Dukung Eksistensi LGBT

Jakarta, Haedar Nashir. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama PBNU membantah tudingan yang beredar bahwa lembaga tersebut mendukung dan melakukan kampanye dukungan eksistensi kalangan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

LKNU Tak Terlibat Kampanye Dukung Eksistensi LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Tak Terlibat Kampanye Dukung Eksistensi LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Tak Terlibat Kampanye Dukung Eksistensi LGBT

“LKNU sama sekali tidak masuk dan atau melibatkan diri dalam agenda-agenda kampanye dan propaganda untuk memperjuangkan pengakuan eksistensi LGBT,” tegas Ketua LKNU PBNU H Hisyam Said Budairy, M.Sc. pada konferensi pers di gedung PBNU, Sabtu (5/3) ditemani Sekretaris LKNU PBNU dr Citra Fitri Agustina, SpKJ.

Oleh karena itu, lanjut dia, LKNU meminta kepada semua pihak untuk tidak mempolitisir kerja sama yang dibangun LKNU dengan Global Fund sebagai dukungan eksistensi LGBT. Kerja sama selama ini murni kepentingan kesehatan.

Haedar Nashir

Hisyam menambahkan, LKNU bersedia bersama mitra meninjau ulang butir kesepatakan program yang bersumber dan hibah Global Fund dengan mengacu pada sikap resmi PBNU.

Seperti diketahui, pada tanggal 22 Februari, PBNU telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait LGBT, salah satunya adalah menolak dengan tegas paham dan gerakan yang membolehkan atau mengakui eksistensi LGBT sebab hal itu dinilai mengingkari fitrah manusia.

Haedar Nashir

Sebelumnya, Mantan Sekretaris LKNU PBNU Anggia Ermarini juga menegaskan bahwa selama kepengurusan dirinya, LKNU tidak pernah mendukung atau mempromosikan kaum LGBT.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU tersebut, selama ini NU sangat konsen dengan program-program kemanusiaan. Pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS yang dilakukan LKNU merupakan bagian dari kerja kemanusiaan tersebut.

Nah, kerja kemanusiaan tersebut terkait dengan LGBT yang berisiko tinggi dengan HIV/AIDS. Tujuannya adalah menanggulangi dan mencegah kerusakan yang lebih luas.

“Di sini kami memandang, LGBT merupakan kelompok beresiko tinggi terkait penularan HIV/AIDS. Kerja sama kita terkait penanggulangan penyakit berbahaya tersebut, bukan mendukung dan mempromosikan keberadaan kelompok mereka,” tegas Anggi kepada Haedar Nashir, Jumat (4/3) di Jakarta. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Rabu, 10 Januari 2018

Tingkatkan Kualitas Kader, IPPNU Demak Gelar Lakut

Demak, Haedar Nashir. Pengurus IPPNU Demak di akhir masa kepengurusannya terus menggalakkan kaderisasi serta memaksimalkan kualitas kadernya. Mereka melibatkan pengurus aktifnya yang ada di tingkat kecamatan pada Latihan Kader Utama di aula Masjid Besar Baitul Muttaqin Kauman Mranggen Demak, Jumat-Ahad (29-31/8).

“Kegiatan Lakut ini bertujuan mempersiapkan kader pada kepengurusan mendatang. Dengan materi Lakut ini, mereka diharapkan bisa mandiri dan professional,” ujar Ketua IPPNU Demak Fitriyah di tengah kaderisasi tingkat lanjut ini.

Tingkatkan Kualitas Kader, IPPNU Demak Gelar Lakut (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Kualitas Kader, IPPNU Demak Gelar Lakut (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Kualitas Kader, IPPNU Demak Gelar Lakut

Kaderisasi ini menghadirkan beberapa senior andal dan pengisi pelatihan yang professional. Program seperti ini, kata Fitriyah, merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan di semua tingkatan.

Haedar Nashir

“Secara formal kaderisasi berbentuk pelatihan dan kegiatan lain sudah jalan. Hanya pada Lakut ini saya merasa lega karena sudah ada gambaran kader-kader penerus saat konferensi nanti,” jelas Fitriyah.

Haedar Nashir

Dalam pelaksanaan Lakut ini, IPPNU Demak menggandeng antara lain lembaga pendidikan di Demak, Ma’arif NU Demak, dan 14 PAC IPNU-IPPNU sekabupaten Demak. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Halaqoh, Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Minggu, 31 Desember 2017

IPNU-IPPNU Karanglo Bersilaturahim dengan Pelajar dan Masyarakat

Jombang, Haedar Nashir - Terhitung sebulan, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Ranting Karanglo, Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur berdiri. Saat ini sejumlah pengurus sedang menyiapkan momen pelantikan untuk pengesahan.

Namun, meski belum dilantik, para Pengurus Ranting IPNU-IPPNU Karanglo mulai membangun keakraban dengan masyarakat dengan cara membudayakan silaturrahim kepada warga dan sejumlah tokoh masyarakat.

IPNU-IPPNU Karanglo Bersilaturahim dengan Pelajar dan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Karanglo Bersilaturahim dengan Pelajar dan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Karanglo Bersilaturahim dengan Pelajar dan Masyarakat

Salah satu pengurus IPPNU Ranting Karanglo Izzatul Mufidati menuturkan, sejak sepekan lalu, dirinya dan pengurus yang lain berkeliling desa mendatangi beberapa kediaman tokoh masyarakat. Hal itu untuk meminta mereka berkenan menjadi pembina IPNU-IPPNU Ranting Karanglo.

"Tanggal 20 Januari lalu, saya dan pengurus lainnya sowan ke rumah Pak Hadi, salah satu tokoh masyarakat di desa untuk merunding beliau menjadi pembina sekaligus meminta saran," tuturnya, Kamis (26/1).

Haedar Nashir

Dijelaskan Izzah, setiap pengurus mengunjungi beberapa tokoh masyarakat, ia mengaku selalu direspon positif dan diberikan saran positif pula. "Kalau sulit, jangan patah semangat, karena pasti ada jalan lain," kata Izzah menirukan ucapak Pak Hadi saat itu.

Haedar Nashir

Prihal sama juga didapati pengurus saat bersilaturrahim kepada tokoh masyarakat yang lain. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Meme Islam, Lomba Haedar Nashir

Kamis, 28 Desember 2017

Ini Perbedaan antara Panitia Zakat dan Amil Zakat

Pringsewu, Haedar Nashir. Untuk mengetahui pihak yang berwenang mengangkat amil di Indonesia, dari tingkat nasional sampai desa, diperlukan pemahaman Pengelola Zakat yang ada, sebagaimana dalam UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan PP No 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Ini Perbedaan antara Panitia Zakat dan Amil Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Perbedaan antara Panitia Zakat dan Amil Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Perbedaan antara Panitia Zakat dan Amil Zakat

Demikian dikatakan Katib Syuriyah PCNU Pringsewu KH Munawir yang juga merupakan Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Pringsewu saat menjelaskan materi tentang Menejemen Amil Kepada Pengurus MWC NU, Ranting NU dan Takmir Masjid Se Kecamatan ambarawa, Jumat (16/6).

Dari dasar tersebut lanjutnya, dapat diketahui bahwa ada tiga Pengelola Zakat yang ada di Indonesia. Pertama adalah Badan Amil Zakat Nasional atau (BAZNAS) baik ditingkat Nasional, Provinsi maupun Kabupaten. Kedua adalah Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang sudah diberi izin oleh BAZNAS dan ketiga adalah Pengelola Zakat Perseorangan atau Kumpulan Perseorangan dalam Masyarakat di komunitas atau wilayah yang belum terjangkau oleh BAZNAS dan LAZ dan akui oleh BAZNAS Kabupaten atau LAZ Kabupaten.

"Pengangkatan amil adalah kewenangan imam (penguasa tertinggi) seperti dalam definisi amil. Namun demikian, kewenangan itu bisa dilimpahkan kepada para pejabat pembantunya, yang ditunjuk untuk mengangkat amil–yang menurut PP ? No 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat," jelasnya.

Status Kepanitiaan Zakat yang dibentuk atas Prakarsa Masyarakat Seperti di Pedesaan, Perkantoran, Sekolahan yang dibentuk atas prakarsa masyarakat dan tidak diangkat oleh presiden atau pejabat yang diberi kewenangan olehnya, maka keduanya tidak berstatus sebagai amil syari.

Haedar Nashir

"Pengelolaan zakat yang dilakukan oleh Panitia Zakat bisa dibenarkan, tapi terbatas pada menerima zakat dari muzakki dan mendistribusikannya kepada yang berhak," ujarnya.

Selain masalah kewenangan, perbedaan antara Kepanitiaan Zakat dengan amil syari adalah pada gugurnya kewajiban muzakki atas zakat. "Kalau Muzakki menyerahkan zakatnya kepada Amil maka kewajiban membayar zakatnya sudah gugur walaupun ketika umpamanya terjadi Amil tidak menyerahkan zakatnya kepada mustahiq," katanya.

Haedar Nashir

Beda dengan apabila para muzakki menyerahkan zakatnya kepada Panitia Zakat. Karena Panitia Zakat hanya merupakan wakil atau perpanjangan tangan, maka ketika panitia lalai dalam menyalurkan zakat dari muzakki, kewajiban zakat belum gugur.

Oleh karenanya Ia mengjimbau kepada para Panitia Zakat di Masjid dan Musholla maupun Majelis Taklim yang membentuk Kepengurusan Zakat untuk dapat mendapatkan izin dan melegalkan kepengurusan tersebut ke Lazisnu Kecamatan masing-masing sehingga akan benar-benar statusnya menjadi Amil. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Kamis, 21 Desember 2017

IPNU Jogja Jaga Tradisi Silaturahim dan Ziarah

Yogyakarta, Haedar Nashir

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kota Yogyakarta selama dua hari melaksanakan silaturrahim dan ziarah terhitung sejak 5 Maret 2016.

Silaturahim dilakukan ke kediaman senior dan keluarga IPNU Yogyakarta di Kabupaten Kendal dan Semarang, Jawa Tengah. Rombongan yang terdiri para pelajar NU tersebut berangkat pertama kali menuju ke Desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal.

IPNU Jogja Jaga Tradisi Silaturahim dan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jogja Jaga Tradisi Silaturahim dan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jogja Jaga Tradisi Silaturahim dan Ziarah

Di kediaman alumni IPNU-IPPNU yang juga orang tua dari kader PC IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta, Fairuz, itu puluhan pelajar NU tersebut berkenalan dan mendengarkan kisah perjuangan para kader senior saat di IPNU-IPPNU dulu.

Haedar Nashir

"Silaturahim kepada semua pihak sangat penting untuk menjaga hubungan emosional serta memberikan stimulus semangat baru untuk pengurus," ujar Muhammad Saiful Al-Ayyubi, koordinator pengaderan PC IPNU Kota Yogyakarta.

Haedar Nashir

Hari kedua, Ahad (6/3) perjalanan berlanjut silaturrahim kader senior lainnya, lalu berziarah ke makam Sunan Kalijaga dan Raden Patah Demak. Selain bertujuan menambah semangat juga untuk mengingat perjuangan para ulama terdahulu dalam berdakwah. (Ainun Naim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir RMI NU, Nahdlatul Ulama, Kajian Sunnah Haedar Nashir

Senin, 18 Desember 2017

Komnas Haji Desak Penghapusan Ibadah Haji Khusus

Jakarta, Haedar Nashir. Komnas Haji menilai Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus menegaskan jurang lebar antara si kaya dan si miskin. Dengan menyetor dana sebesar Rp.80-100 juta, calon jamaah haji khusus memangkas waktu antrean dari 10-20 tahun menjadi 3 tahun waktu tunggu. Kemenag RI karenanya harus menghentikan praktik diskriminasi ini.

Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj menyebutkan data 2013 PIHK menghabiskan kuota sebesar 13 ribu jamaah haji 2013. “Kuota haji khusus itu sangat tidak adil karena terlalu besar dan tidak jelas dasar pertimbangannya,” ujar Mustolih kepada Haedar Nashir, Ahad (6/9) siang.

Komnas Haji Desak Penghapusan Ibadah Haji Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Komnas Haji Desak Penghapusan Ibadah Haji Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Komnas Haji Desak Penghapusan Ibadah Haji Khusus

Sementara calon jamaah haji reguler hanya memegang uang pas-pasan. Mereka menyetorkan uang sebesar Rp. 30 juta dengan waktu tunggu 10-20 tahun. Mostolih menyayangkan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji Kemenag RI yang ditentukan atas dasar tebal-tipisnya kocek jamaah.

Haedar Nashir

“Lalu apa bedanya ibadah perjalanan menuju rumah Allah dengan perjalanan wisata biasa pada umumnya?” Mustolih menegaskan.

Kementerian Agama RI, Mustolih manambahkan, lebih baik menghapus kuota kelas premium ini sehingga kedudukan jamaah sejajar dalam hal pelayanan dan waktu tunggu. Pihak Kemenag RI juga harus meningkatkan layanan yang prima bagi jamaah.

Haedar Nashir

“Kaya dan miskin harus sama-sama antre, tidak boleh dibedakan,” tandas Mustolih. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional, Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Sabtu, 09 Desember 2017

Centralo Culturale Islamico, Pusat Kebudayaan Islam di Roma, Italia

Roma, Haedar Nashir - Ahad, 11 Juni 2017, saya diajak berbuka puasa bersama oleh salah seorang? jamaah, namanya Pak Didit. Beliau adalah salah seorang staf KBRI Roma yang sudah tinggal di kota itu sejak 42 tahun lalu. Saya dikenalkan dengan sebuah masjid besar dan terbesar di Eropa, yang terletak di Roma, Italia.

Dalam bahasa Italia, masjid ini disebut juga Centralo Culturale Islamico atau Pusat Kebudayaan Islam. Meskipun mayoritas penduduk Roma adalah umat Katolik, tidak menghalangi kebebasan kaum muslimin untuk menjalankan ibadah puasa dari fajar sampai maghrib.

Centralo Culturale Islamico, Pusat Kebudayaan Islam di Roma, Italia (Sumber Gambar : Nu Online)
Centralo Culturale Islamico, Pusat Kebudayaan Islam di Roma, Italia (Sumber Gambar : Nu Online)

Centralo Culturale Islamico, Pusat Kebudayaan Islam di Roma, Italia

Kehangatan kebersamaan Muslim terdapat di dalam masjid yang menjadi pusat berkumpulnya kaum muslimin untuk melaksanakan sholat berjamaah dan ibadah-ibadah yang lainnya.

Haedar Nashir

Sebagaimana dulu ketika zaman Nabi, masjid bukan hanya dijadikan sebagai tempat untuk ibadah, tetapi juga sebagai pusat budaya. Masjid difungsikan untuk berdiskusi dan bermusyawarah. Masjid menjadi tempat belajar mengajar. Bahkan masjid adalah tempat mengatur strategi.

Centralo Culturale Islamico Roma, dibangun atas hasil kesepakatan Organisasi Islam sedunia atau yang disebut OKI. Tercatat ada 23 negara yang menjadi perintis dan menyetujui dibangunnya pusat kebudayaan Islam di Roma.

Haedar Nashir

Adapaun negara-negara yang mendukung adalah Algeria, Saudi Arabia, Bahrain, Bangladesh, Brunei Darussalam, Egitto, Emirat Arab, Giordania, Indonesia, Iraq, Kuwait, Libia, Malaysia, Maroko, Mauritania, Oman, Pakistan, Qatar, Senegal, Sudan, Tunisia, Turki, dan Yaman.

Masjid yang menjadi kebanggaan kaum Muslim di Roma ini diresmikan pada 21 Juni 1995 yang bertepatan dengan tanggal 23 Muharram 1416 H oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz as-Su’ud.

Semoga masjid yang telah terbangun di Roma ini menjadi pusat bertukar ilmu pengetahun dan budaya antarbangsa dan negara, juga menjadi tempat berkumpulnya kaum muslimin dan mempererat persaudaraan, meskipun beda bahasa dan warna kulit. (H Khumaini Rosadi, dai anggota Tim Inti Dakwah Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Roma, Italia)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah, Nahdlatul Ulama, Anti Hoax Haedar Nashir

Rabu, 06 Desember 2017

Gandeng BNPT, IPNU Cegah Ektremisme di Kalangan Pelajar

Jakarta, Haedar Nashir. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggandeng Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) untuk memberikan pemahaman dan pencegahan paham ektremisme di kalangan pelajar Islam se-Jabodetabek.

Gandeng BNPT, IPNU Cegah Ektremisme di Kalangan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng BNPT, IPNU Cegah Ektremisme di Kalangan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng BNPT, IPNU Cegah Ektremisme di Kalangan Pelajar

"Pelajar perlu pemahaman pencegahan paham ISIS (Negara Islam Suriah dan Irak) dan ideologi transnasional lainnya karena para teroris sudah melirik kalangan pelajar untuk dijadikan pengantin. Terutama kalangan Rohis dan LDK sekolah negeri," kata Ketua Umum PP IPNU Khairul Anam Harisah.

Ia mengatakan? hal itu saat memberikan kata sambutan pada “Workshop dan Komitmen Bersama Pencegahan Paham ISIS di kalangan pelajar Islam se-Jabodetabek antara PP IPNU dengan BNPT” di Jakarta Selatan, Rabu (12/8).

Haedar Nashir

Dalam acara bertema “Pelajar Damai Cinta Indonesia” itu, Anam mengatakan pelajar sebagai generasi penerus bangsa perlu menanamkan dalam dirinya cinta tanah air. Selain itu, lanjutnya, mengetahui sejarah kemerdekaan dan masuknya Islam ke Indonesia tidak kalah penting, agar tidak mudah terpengaruh dengan paham ISIS.

"Jangan lupa penyebaran Islam di Indonesia itu tanpa pertumpahan darah dan tanpa peperangan. Hari ini masak kita mau disuruh perang dengan saudara sesama muslim, untung saja yang jadi nabi bukan orang ISIS pasti kita masih dalam kegelapan," imbuh Anam semangat.

Haedar Nashir

Ia menambahkan agar pelajar bersyukur ada di Indonesia karena ulamanya moderat dan berhasil merumuskan hubungan negara dengan agama melalui ideologi bangsa yakni Pancasila. Sementara, lanjutnya, di Timur Tengah ada ribuan ulama, tiap bulan ratusan kitab diterbitkan, tapi karena tidak punya nasionalisme yang kuat, muncullah gerakan Negara Islam Suriah dan Irak seperti sekarang.

"Mari kita sebagai generasi penerus bangsa dan agama menjadikan Islam rahmatan lil alamin bukan Islam yang marah, apalagi Islam yang tidak toleran. Jika ada yang mengajak bergabung dengan ISIS tolak dan segera lapor ke pihak berwenang," tegasnya.

Dalam workshop ini hadir sebagai pembicara Deputi I BNPT Agus Surya Bakti, Perwakilan Kemenag Hilmi Muhammadiyah, KPAI Asrorun Niam dan Akademisi UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Prof. Dr. Bambang Pranowo.

PP IPNU dengan BNPT rencananya akan melakukan roadshow pencegahan ISIS di 7 wilayah yang masih dianggap subur gerakan radikal seperti Cirebon, Solo, Lamongan, Mataram, Banjarmasin dan Makassar. PP IPNU dalam kesempatan yang sama akan mendeklarasikan gerakan Pelajar Islam Nusantara (Pintar) di 7 wilayah tersebut. (Red: Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Berita, Habib Haedar Nashir

Selasa, 05 Desember 2017

Ansor Siapkan Kadernya Isi Jabatan Strategis

Jakarta, Haedar Nashir. GP Ansor sebagai badan otonom NU diharapkan bisa berkiprah disemua bidang kehidupan. Untuk mempersiapkan para kadernya dalam mengisi berbagai jabatan strategis, GP Ansor akan mengadakan workshop pengkaderan.

“Kita harapkan kader Ansor melakukan diaspora, mengisi berbagai posisi diberbagai bidang seperti politik, akademis, LSM, wirausaha dan lainnya,” tutur Sekjen GP Ansor Malik Haramain, Selasa.

Workshop pengkaderan ini akan diikuti oleh pengurus wilayah dari seluruh Indonesia serta pengurus pusat. Malik menuturkan mereka yang diundang dari daerah adalah ketua bidang pengkaderan dan sekretaris wilayah.

Ansor Siapkan Kadernya Isi Jabatan Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Siapkan Kadernya Isi Jabatan Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Siapkan Kadernya Isi Jabatan Strategis

“Kita baru saja membuat buku pengkaderan baru yang akan kita sosialisasikan kepada para peserta. Buku ini juga akan kita kirimkan ke cabang-cabang Ansor di seluruh Indonesia sebagai panduan pengkaderan di daerahnya masing-masing,” imbuhnya.

Pertemuan ini sekaligus sebagai upaya untuk refleksi dan memetakan posisi Ansor dalam kiprahny sebagai organisasi pemuda di Indonesia. “Kita berupaya melakukan sistematisasi gerakan Ansor dalam memperkuat jalur distribusi kader Ansor,” paparnya.

Haedar Nashir

Acara ini akan diselenggarakan pada 29-31 Maret di kawasan Puncak Bogor. Beberapa pengurus PBNU dan kader senior GP Ansor akan menjadi pemateri. (mkf)



Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Jumat, 01 Desember 2017

Kiai Ma’ruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah

Jombang, Haedar Nashir - Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyebut gerakan kelompok ekstrem baik ekstrem kanan atau kiri penting untuk diperhatikan. Kelompok ini berpotensi memicu perpecahan antarsesama, sebab secara umum kelompok ini tak bisa menerima terhadap perbedaan khususnya di tanah air, terutama soal syariah.

Kiai Maruf Amin mengimbau agar para ulama dan kiai hendaknya bisa menjaga generasi bangsa dari kelompok-kelompok tersebut. "Para kiai dan ulama harus menjaga dari pikiran-pikiran yang menyimpang," kata Kiai Ma’ruf saat menghadiri haul ke-38 almaghfurlah KH Bisri Syansuri di halaman Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang, Selasa (28/3) malam.

Kiai Ma’ruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah

Ia menjelaskan, sikap kelompok ekstrem yang cenderung keras terhadap kelompok yang tidak sepaham ini diakibatkan oleh minimnya pemahaman terhadap syariah. Mereka hanya berpegang teguh pada teks sebagai sumber syariah, dan menyampingkan upaya ijtihad para ulama dalam merespon setiap persoalan aktual.

"Kelompok-kelompok itu hanya kedepankan teks-teks saja, jika persoalan tidak ada nashnya maka dianggap bidah. Jika sudah bidah maka mereka menganggap tempatnya di neraka dan dimusuhi," jelasnya.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Dengan mengutip pendapat Imam Haramain, Kiai Ma’ruf menegaskan bahwa syariah kebanyakan diperoleh dari proses ijtihad para ulama atas setiap masalah yang terjadi, dan nash tidak dijelaskan secara detail.

"Imamul Haramain dalam salah satu kitabnya menjelaskan, sebagian besar syariah itu lahir dari ijtihad bukan dari nash yang langsung ditafsirkan secara tekstual," kata Kiai Ma’ruf.

Hal itu menunjukkan bahwa masalah-masalah keumatan terus berkembang hingga saat ini. "Al-Quran hanya 30 juz, sementara kejadian-kejadian itu terus berkembang. Makanya itu semua harus disikapi dengan ijtihad-ijtihad," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam, AlaSantri, Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Dipimpin Kasatkornas, Banser Ziarah ke Makam Syekh Yusuf Al-Makassari

Makassar, Haedar Nashir. Puluhan Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dipimpin Kasatkornas H Alfa Isnaeni ziarah ke makam pahlawan Indonesia sekaligus Afrika Selatan (Afsel), Syekh Yusuf Tuanta Salamaka atau yang dikenal dengan Syekh Yusuf Al-Makassari, ulama sufi asal Sulawesi Selatan yang menyebarkan agama Islam di Afrika, Rabu (29/3).

Dipimpin Kasatkornas, Banser Ziarah ke Makam Syekh Yusuf Al-Makassari (Sumber Gambar : Nu Online)
Dipimpin Kasatkornas, Banser Ziarah ke Makam Syekh Yusuf Al-Makassari (Sumber Gambar : Nu Online)

Dipimpin Kasatkornas, Banser Ziarah ke Makam Syekh Yusuf Al-Makassari

"Menjadi keharusan bagi kami untuk mendoakan dan meneladani sosok pahlawan dan ulama Nusantara yang menyebarkan Islam dengan pendekatan kultural, bukan gaya sok dan paling benar," ujar Alfa Isnaeni.

Setelah diasingkan pemerintah kompeni, Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makassari Al-Bantani yang lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, 3 Juli 1626 berupaya membawa misi Islam di Afrika Selatan. Pengajar Tarekat Khalwatiyah itu wafat di Cape Town, Afrika Selatan, 23 Mei 1699.

Atas jasanya menyebarkan Islam tanpa membedakan warna kulit, Syekh Yusuf tidak saja dikenang masyarakat Afsel dengan pemberian gelar As-salam. Pemerintah Afsel secara resmi juga menetapkan Syekh Yusuf sebagai pahlawan nasional pada 23 September 2005. Adapun di Indonesia, keputusan penetapan Pahlawan Nasional bagi Syekh Yusuf pada 9 November 1996.

Haedar Nashir

Makam terakhir Syekh Yusuf yang diberi gelar masyarakat seempay Tuanta Salamaka ri Gowa (Tuan guru penyelamat kita dari Gowa) itu berada di perbatasan Kabupaten Gowa dan Kota Makassar, terletak di kompleks berada di tepi jalan raya.

Sekitar 15 menit, puluhan anggota Banser yang berasal dari 19 provinsi di Indonesia, berhimpun di areal makam dengan bagian atap berbentuk kubah untuk mendoakan Syekh Yusuf. (Gatot Arifanto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional, Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Haedar Nashir

Kamis, 16 November 2017

Ansor Ponorogo Tangani Pasar Rakyat PBNU

Ponorogo, Haedar Nashir. Rangkaian kegiatan pasar rakyat PBNU untuk etape ke-47 akan diselenggarakan di Ponorogo. PBNU akan menunjuk PCNU sebagai panitia lokal, dalam hal ini PCNU Ponorogo yang melimpahkan kepanitiaan kepada PC GP Ansor Ponorogo.

Menurut Fatchul Aziz, MA ketua PCNU Ponorogo, GP Ansor telah berkali-kali menangani event-event massif dengan dukungan sponsor baik tingkat nasional dan lokal. Sebut saja kegiatan jalan sehat sarungan bareng Gus Ipul tahun lalu.

Ansor Ponorogo Tangani Pasar Rakyat PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Ponorogo Tangani Pasar Rakyat PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Ponorogo Tangani Pasar Rakyat PBNU

“Kami percaya PC GP Ansor akan lebih pas jika menangani kegiatan massif semacam pasar rakyat ini,” kata Aziz, panggilan pria yang juga sedang menjabat sebagai Ketua KPUD Ponorogo ini.

Haedar Nashir

Pasar rakyat sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 23-24 Pebruari 2013 di lapangan Seblabur Kelurahan Setono. Pasar rakyat ini akan mengenalkan produk-produk milik NU hasil kerjasama dengan beberapa produsen nasiona.l

Selain itu salah satu sponsor rokok Apache dalam rangka promo produknya juga akan menggelar hiburan musik yang menampilkan artis nasional. Direncanakan akan tampil penyanyi KDI dan Opick. Pihak PBNU juga memberi ruang kepada banom NU untuk ikut menggelar stand.

Haedar Nashir

Menurut Idam Mustofa Ketua PC GP Ansor Ponorogo (Pjs.) yang bertindak sebagai Ketua Panitia, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Pemda Ponorogo untuk ikut melibatkan UMKM di bawah binaan Satker terkait untuk ikut menggelar stand.

“Bapak Bupat telah menyetujui Satker terkait dengan UMKM untuk ikut mendukung pasar rakyat ini. Beliau juga akan memfasilitasi penampilan reyog Ponorogo binaan Dinas Pariwisata Pemkab untuk tampil memeriahkan acara pembukaan. Kami sedang berusaha untuk dapat menghadirkan Gus Ipul untuk hadir di Ponorogo guna membuka pasar rakyat,” kata pria berkacamata ini.

Selama dua hari penuh, pasar rakyat akan diisi dengan pelatihan kewirausahaan dan broadcasting, penjualan sembako murah, pameran produk PBNU dan UMKM serta banom NU, aneka game dan pertunjukan musik persembahan rokok Apache.

Pada acara pembukaan akan digelar parade budaya dan drumband sekolah-sekolah di bawah naungan LP Ma’arif Ponorogo. Selain itu, PC IPNU-IPPNU Ponorogo juga akan memanfaatkan momentum ini untuk menggelar pelantikan bersama.

Masih pada rangkaian pasar rakyat, PC Muslimat NU akan menggelar perpotoan Kartanu bagi anggotanya sekaligus belanja paket sembako. Jadilah pasar rakyat ini bak ajang pesta warga NU.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rheza Aswaja

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Sholawat, Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Jumat, 10 November 2017

Mau Masuk Banser? Tatalah Niat untuk Cari Ridho Allah!

Mrangin, Haedar Nashir

Barisan Ansor Serbaguna (Banser) harus selalu ikhlas dalam melaksanakan tugas sehari-hari demi melaksanakan sembilan janji (Nawa Prasetya) Banser. Banser berkomitmen mempertahankan ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah ala Nahdliyah dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mau Masuk Banser? Tatalah Niat untuk Cari Ridho Allah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Mau Masuk Banser? Tatalah Niat untuk Cari Ridho Allah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Mau Masuk Banser? Tatalah Niat untuk Cari Ridho Allah!

Demikian pernayataan Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Juanda dalam acara Diklatsar (Pendidikan dan Laitahan Dasar) Banser yang diselenggarakan Satkorcab (Satuan Koordinasi Cabang) Banser Kabupaten Mrangin, Jambi, Jumat (22/7) malam.

Acara yang berlangsung di halaman Masjid Al-Huda, Desa Mampun Baru, Kecamatan Tabir Pamenang Barat, Jambi tersebut diikuti 200 peserta dari berbagai utusan Pimpinan Anak Cabang GPAnsor se-Kabupaten Mrangin.

Haedar Nashir

Menurut Juanda, kalau jadi anggota Banser tidak diniati secara ikhlas dalam melaksanakan tugas, pasti akan sia-sia. ”Kita harus menata niat mulai sekarang. Karena, kita ikut Banser ini karena Allah dan hanya mencari ridho Allah SWT. Jangan ada niatan yang lain, “ ungkap Juanda.

Dalam melaksanakan tugasnya, dalam istilah Juanda, jika benar anggota Banser tidak dipuji, salah dicaci, hilang tidak dicari, capek-capek tidak digaji. “Makanya kalau tidak ditata secara baik-baik. Niat kita dalam berorganisasi ini kita akan sia-sia saja. Tata niat dengan baik, “ tegasnya.

Haedar Nashir

Selain Juanda, hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Mrangin H Khafid Moein, Ketua PCNU Mrangin H Zostafia Muchtar, Ketua PW GPAnsor Jambi Imam Subawehi, dan tiga instruktur Banser Nasional, H Imam Kusnin Ahmad, Hery BH, dan Moh Mufid.

Penegasan yang sama juga disampaikan oleh Wakil Bupati Mrangin, Khafid Moein. “Keihlasan Banser menurut saya sudah tidak bisa diragukan lagi. Ini kita buktikan, saat penyelenggaraan MTQ se-Jambi di Mrangin lalu. Banser membantu penuh dalam penyelenggaraan tersebut, sehingga MTQ di Mrangin berlangsung sukses,” terangnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Minggu, 22 Oktober 2017

Calon Jamaah Haji Lansia Bisa Ajukan Percepatan Keberangkatan

Batam, Haedar Nashir



Kementerian Agama kembali menerapkan kebijakan untuk mempercepat keberangkatan jamaah haji lanjut usia (lansia). Karenanya, bagi jamaah yang berusia  minimal 75 tahun bisa segera mengajukan percepatan keberangkatan ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat mendaftar haji (domisili).

Calon Jamaah Haji Lansia Bisa Ajukan Percepatan Keberangkatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Calon Jamaah Haji Lansia Bisa Ajukan Percepatan Keberangkatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Calon Jamaah Haji Lansia Bisa Ajukan Percepatan Keberangkatan

“Tahun ini masih diberikan kesempatan bagi lanjut usia minimal 75 tahun untuk mengajukan percepatan keberangkatan. Sehingga diharapkan jamaah lansia mendapat prioritas mengingat kondisi fisik yang lemah,” kata Kasubdit Pendaftaran Haji M Noer Alya Fitra (Nafit), Kamis malam (10/03) sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Menurutnya, calon jamaah haji lansia yang ingin mendapat percepatan keberangkatan bahkan dapat didampingi oleh satu pendamping. “Prosedurnya dengan mengajukan ke Kemenag Kabupaten/Kota tempat pendaftaran,” tambahnya.

Selain prioritas lansia, Kementerian Agama juga telah menerbitkan  Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 29 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler yang membatasi pendaftaran haji minimal berusia 12 tahun. Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen PHU Ahda Barori mengatakan bahwa sebelumnya tidak ada aturan minimal usia untuk mendaftar haji.

Haedar Nashir

“Antrian haji sudah terlalu lama di Indonesia sehingga dalam aturan yang baru, mendaftar haji harus sudah berusia 12 tahun,” terang Ahda. Bahkan,  antrian daftar tunggu haji di Sulawesi Selatan sudah mencapai 28 tahun.

Aturan lainnya,  lanjut Ahda, kuota haji diprioritaskan untuk jamaah yang belum berhaji. Kalau orang yang sudah pernah haji ingin berhaji lagi, dia baru boleh mendaftar kembali setelah sepuluh tahun dari keberangkatan terakhir.

Regulasi baru penyelenggaraan haji ini disosialisasikan kepada para kepala seksi pendaftaran haji seluruh Sumatera dan unsur Ditjen  Penyelenggaraan Haji Dan Umrah. Sebelumnya, sosialisasi telah dilakukan di Makassar untuk kawasan Indonesia Timur dan Yogyakarta untuk wilayah Jawa. Red: Mukafi Niam

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hadits, Olahraga, Nahdlatul Ulama Haedar Nashir