Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Nilai Mulia Ulama Terletak pada Kearifannya

Pamekasan, Haedar Nashir. Nilai mulia ulama terletak di kearifannya dalam menyikapi ragam persoalan umat. Tanpa kearifan, seseorang yang dilekati label ulama akan kurang memberi banyak manfaat.

Demikian ditegaskan Pengasuh Pesantren Panempan Pamekasan KH Kholilurrahman saat menjadi penceramah dalam lailatul ijtima Ranting NU Tlagah, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (12/2) malam.

Nilai Mulia Ulama Terletak pada Kearifannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Nilai Mulia Ulama Terletak pada Kearifannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Nilai Mulia Ulama Terletak pada Kearifannya

Karenanya, Anggota DPR RI tersebut mengimbau kepada ulama dan kiai NU untuk tidak mudah terprovokasi dan memprovokasi isu-isu kebangsaan yang kurang mencerahkan. Langkah yang baik ialah fokus memberdayaan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, mantan Ketua PCNU Pamekasan ini menambahkan, NKRI harga mati untuk NU. Setuap gerakan yang berupaya merongrong NKRI harus dilawan dengan cerdas tanpa terpancing provokasi yang dapat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat.

"Kami berharap agar kegiatan semacam lailatul ijtimadirutinkan untuk menyampaikan ajaran keNUan guma membentengi Aswaja dari benturan orang-orang luar," tegasnya.

Haedar Nashir

Mantan Bupati Pamekasan ini menguraikan, NU mempunyai dasar-dasar yang mesti melekat dalam kehidupan nahdliyin. Yakni, tasamuh (toleran), tawazun (berimbang), dan tawassuth (menengah).

Haedar Nashir

"NU harus juga mengusahakan pemberdayaan ekonomi umat. Karena ketika ekonomi sudah berdaya, kita akan makin lapang dalam berjuang," tukasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Syariah, Tokoh Haedar Nashir

Jumat, 19 Januari 2018

LKNU Tak Terlibat Kampanye Dukung Eksistensi LGBT

Jakarta, Haedar Nashir. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama PBNU membantah tudingan yang beredar bahwa lembaga tersebut mendukung dan melakukan kampanye dukungan eksistensi kalangan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

LKNU Tak Terlibat Kampanye Dukung Eksistensi LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Tak Terlibat Kampanye Dukung Eksistensi LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Tak Terlibat Kampanye Dukung Eksistensi LGBT

“LKNU sama sekali tidak masuk dan atau melibatkan diri dalam agenda-agenda kampanye dan propaganda untuk memperjuangkan pengakuan eksistensi LGBT,” tegas Ketua LKNU PBNU H Hisyam Said Budairy, M.Sc. pada konferensi pers di gedung PBNU, Sabtu (5/3) ditemani Sekretaris LKNU PBNU dr Citra Fitri Agustina, SpKJ.

Oleh karena itu, lanjut dia, LKNU meminta kepada semua pihak untuk tidak mempolitisir kerja sama yang dibangun LKNU dengan Global Fund sebagai dukungan eksistensi LGBT. Kerja sama selama ini murni kepentingan kesehatan.

Haedar Nashir

Hisyam menambahkan, LKNU bersedia bersama mitra meninjau ulang butir kesepatakan program yang bersumber dan hibah Global Fund dengan mengacu pada sikap resmi PBNU.

Seperti diketahui, pada tanggal 22 Februari, PBNU telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait LGBT, salah satunya adalah menolak dengan tegas paham dan gerakan yang membolehkan atau mengakui eksistensi LGBT sebab hal itu dinilai mengingkari fitrah manusia.

Haedar Nashir

Sebelumnya, Mantan Sekretaris LKNU PBNU Anggia Ermarini juga menegaskan bahwa selama kepengurusan dirinya, LKNU tidak pernah mendukung atau mempromosikan kaum LGBT.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU tersebut, selama ini NU sangat konsen dengan program-program kemanusiaan. Pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS yang dilakukan LKNU merupakan bagian dari kerja kemanusiaan tersebut.

Nah, kerja kemanusiaan tersebut terkait dengan LGBT yang berisiko tinggi dengan HIV/AIDS. Tujuannya adalah menanggulangi dan mencegah kerusakan yang lebih luas.

“Di sini kami memandang, LGBT merupakan kelompok beresiko tinggi terkait penularan HIV/AIDS. Kerja sama kita terkait penanggulangan penyakit berbahaya tersebut, bukan mendukung dan mempromosikan keberadaan kelompok mereka,” tegas Anggi kepada Haedar Nashir, Jumat (4/3) di Jakarta. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Kamis, 21 Desember 2017

Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW

Kuala Lumpur, Haedar Nashir. Pengurus Pusat  Fatayat NU memberikan orientasi kepada pengurus PCI Fatayat NU Malaysia, Senin (25/9). Orientasi bertujuan  menyemangati para pengurus PCI Fatayat NU Malaysia yang dilantik sehari sebelumnya.

Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW

“Organisasi Fatayat NU harus mampu menjawab kebutuhan dan kepentingan para kader perempuan NU di Malaysia,” ujar Sekretaris Umum PP Fatayat NU, Margareth Aliyatul Maimunah.

Ketua Bidang Keorganisasian PP Fatayat NU, Nadhifa mengungkapkan banyaknya jumlah tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia. “Di antara mereka banyak yang terlibat permasalahan hukum,” tambahnya.

Perempuan yang juga staff ahli Mentri Ketenagakerjaan ini juga mengungkapkan dengan berbagai masalah yang dialami TKW di Malaysia, PCI Fatayat Malaysia harus dapat membantu para TKW tersebut dalam advokasi hukum.  

Haedar Nashir

Sementara itu, Ketua PCI Fatayat NU Malaysia Kiki Rizki Makiya, menyampaikan tugas dan tantangan Fatayat semakin berat.

“Tetapi yang paling penting adalah tidak boleh keluar dari ideologi kita, yaitu ahlussunah wal jamaah,” ujarnya.

Pelantikan PCI Fatayat NU Malaysia mengambil moto Jadilah orang yang tangguh dan mampu struggle. Kiki menegaskan, dengan moto itu  tidak ada kalimat menyerah dan buntu dalam menyampaikan amanah. (Uswah/Kendi Setiawan)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, IMNU, Ulama Haedar Nashir

Rabu, 20 Desember 2017

Ini Pandangan Pergunu Jawa Barat tentang Lokalisasi

Bandung, Haedar Nashir. Ditemui di Sekretariat Pergunu Jawa Barat lantai 2 Kantor PWNU Jawa Barat, Rabu (29/4) Jalan Terusan Galunggung No 9 Kota Bandung, Sekretaris PW Pergunu Jabar H Saepuloh menyatakan bahwa rencana sertifikasi PSK dengan membangun lokalisasi merupakan langkah yang keliru, karena itu tidak menyelesaikan masalah. 

“Justru dengan langkah tersebut akan menjadi semacam legalitas dari pemerintah terhadap prostitusi,” tegasnya.Lebih lanjut Saepuloh mengatakan, penting untuk diperhatikan bahwa pendidikan, mulai dari pendidikan formal seperti sekolah dan madrasah serta pengawasan keluarga secara intens sangatlah penting.

Ini Pandangan Pergunu Jawa Barat tentang Lokalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pandangan Pergunu Jawa Barat tentang Lokalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pandangan Pergunu Jawa Barat tentang Lokalisasi

“Orang tua dan guru mempunyai peranan yang sangat strategis dalam menyelesaikan masalah tersebut,” tuturnya.

Haedar Nashir

Oleh karena itu, pungkasnya, Pergunu Jawa Barat menghimbau kepada guru-guru NU agar dalam setiap kegiatan belajar mengajar untuk menyampaikan akan bahaya protitusi terhadap kesehatan jasmani dan rohani. (Awis/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Lomba, News Haedar Nashir

Sabtu, 09 Desember 2017

150 Kader GP Ansor Sukolilo Ikut PKD di Tengah Banjir

Pati, Haedar Nashir. Di tengah surutnya banjir yang mengepung kecamatan Sukolilo kabupaten Pati, GP Ansor Sukolilo menyelenggarakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) guna membekali anggotanya dalam menghadapi tantangan pascabanjir. Sedikitnya 150 kader Ansor-Banser mengikuti pelatihan ini.

Pelatihan ini dibuka langsung Ketua PC GP Ansor Pati Ahmad Sholhan. Ia mewajibkan seluruh anggotanya untuk terus bergerak dan bahu-membahu membantu korban pascabanjir. Selain materi-materi PKD, peserta pelatihan dibekali dengan materi pemulihan warga pascabanjir.

150 Kader GP Ansor Sukolilo Ikut PKD di Tengah Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
150 Kader GP Ansor Sukolilo Ikut PKD di Tengah Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

150 Kader GP Ansor Sukolilo Ikut PKD di Tengah Banjir

PKD berlangsung di pesantren Maslakul Ridwan, Sukolilo, Sabtu-Ahad (8-9/2). Pelatihan dimaksud untuk menciptakan kader berkualitas.

Haedar Nashir

“Kualitas artinya kader yang mandiri, peduli terhadap sekitar dan lingkungan, loyal terhadap organisasi, dan meneruskan perjuangan ulama yang senantiasa menjaga keutuhan NKRI,” terang Ketua PAC GP Ansor Sukolilo Ahmad Darmaji. (M Sultan Agung/Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Sunnah, Cerita Haedar Nashir

Sabtu, 02 Desember 2017

Inilah Lima Alasan Pentingnya Hari Santri Nasional

Jakarta, Haedar Nashir. Awal kemunculan keputusan Hari Santri Nasional (HSN) adalah agar negara hadir dan memberikan perhatian, pengembangan terhadap santri dan pesantren dan juga memperhatian anggaran pendidikan. Pesantren didorong dapat hadir menjadi driving force yang dapat mengintegrasikan ideologi sosiologis dan politik kepada seluruh umat Islam Indonesia.?

Inilah Lima Alasan Pentingnya Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Lima Alasan Pentingnya Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Lima Alasan Pentingnya Hari Santri Nasional

Demikian disampaikan Dirjen Pendidikan Islam di Jakarta, Senin (19/10) seperti dikutip dari laman kemanag.go.id.

Kamaruddin Amin menjelaskan, setidaknya ada 5 alasan penetapan Hari Santri Nasional yang akan jatuh tanggal 22 Oktober 2015 dan akan dicanangkan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Pertama, sebagai pemaknaan sejarah Indonesia yang genuine dan authentic yang tidak terpisahkan dari episteme bangsa, di mana Indonesia tidak hanya dibangun dengan senjata, darah dan air mata, tetapi berdiri karena keikhlasan dan perjuangan para santri relijius yang berdarah merah putih, sebagaimana dengan sempurna dilakonkan Oleh Hasyim Asy ari, Ahmad Dahlan, A Hassan, Muhammad Nasir, Cokroaminoto, dan tokoh besar lainnya,?

Haedar Nashir

Kedua, secara sosio politik mengkonfirmasi kekuatan relasi Islam dan negara. Indonesia dapat menjadi model dunia tentang hubungan Islam dan negara, Ketiga, meneguhkan persatuan umat Islam yang telah terafiliasi dan menyejarah dalam ormas islam dan parpol yang berbeda, perbedaan melebur dalam kesantrian yang sama, Keempat, Mainstreaming santri yang berpotensi termarjinalkan oleh derasnya arus globalisasi.?

“Penetapan hari santri tentu tidak hanya bersifat simbolik formalistik, tetapi dalam bentuk afirmasi realistis terhadap komunitas santri,” kata Kamaruddin Amin.

Haedar Nashir

Kelima, menegaskan distingsi Indonesia yang relijius demokratis atau upaya merawat dan mempertahakan religiusitas Indonesia yang demokratis di tengah kontestasi pengaruh ideologi agama global yang cendrung ekstrim radikal.

“Islam Indonesia kontemporer yang demokratis, progresif, moderat, toleran, inklusif, apresiatif terhadap diversitas budaya dan agama tidak bisa dilepaskan dari kontribusi fundamental para santri,” ujar Kamaruddin Amin.

Dalam penetapan HSN ini, Kamaruddin berharap pemerintah dan santri harus terus bersinergi mendorong komunitas santri ke poros peradaban Indonesia. Santri jangan hanya sebagai penonton, cemburu dalam dialektika sosial budaya ekonomi politik Indonesia.?

Pesantren sebagai lembaga dakwah, lembaga pendidikan tafaqquh fiddin terus kiranya berkontribusi dan mencetak ulama, agaen perubahan yang menjadi garda terdepan dalam membelaNegara Kesatuan Republik Indonesia. Selian itu, pesantren kiranya dapat mempromosikan gerakan anti narkoba, gerakan anti radikalisme, gerakan santri amar makruf nahi munkar, hingga pada santri yang melek dunia perbankan, melek sain dan teknologi.?

“Jika sinegri ini dapat diwujudkan maka santri akan menjadi komunitas penting yang akan menopang Indonesia sejahtera di masa akan datang,” tutup Kamaruddin Amin. ? Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, News Haedar Nashir

Jumat, 01 Desember 2017

Anggota Banser Harus Miliki Jiwa Korsa

Probolinggo, Haedar Nashir. Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan Taufiq menyampaikan bahwa menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) harus memiliki jiwa korsa. Yakni, semangat kebersamaan, persatuan dan kesatuan terhadap suatu korps senasib dan sepenanggungan.

Hal tersebut disampaikan Taufiq dalam Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser yang digelar PC GP Ansor Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo di lereng Gunung Argopuro Desa Segaran Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo, Sabtu dan Ahad (25-26/2) sore.

Anggota Banser Harus Miliki Jiwa Korsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota Banser Harus Miliki Jiwa Korsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota Banser Harus Miliki Jiwa Korsa

“Saya meminta agar dalam setiap anggota Banser tertanam jiwa korsa dengan penuh tanggung jawab disertai dengan dedikasi untuk sesuatu hal yang mulia. Tentunya juga demi kegiatan yang bersifat kebajikan dan kebaikan serta tolong menolong dengan mengedepankan rasa kebersamaan,” katanya.

Diklatsar Banser sendiri diikuti oleh 340 orang peserta. Selama kegiatan mereka mendapatkan beragam materi dari beberapa narasumber yang dihadirkan oleh PC GP Ansor Kota Kraksaan. “Dengan kegiatan ini, tentunya Banser akan mendapatkan amunisi baru yang siap membesarkan NU dan menjadi benteng ulama NU,” jelasnya.

Haedar Nashir

Ratusan anggota Banser ini terlihat semangat mengikuti rangkaian Diklatsar Banser. Meskipun hujan disertai dengan angin kencang, tetapi mereka tetap antusias mengikuti tahapan demi tahapan. “Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini mendapatkan rido Allah dan barokahnya para ulama NU,” kata salah satu peserta. (Syamsul Akbar/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan, News, Fragmen Haedar Nashir

Haedar Nashir

IPPNU Raudlatul Malikiyah Gelar Lomba Paduan Suara dan Puisi

Probolinggo, Haedar Nashir. Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) SMK Raudlatul Malikiyah Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo menggelar lomba paduan suara dan lomba puisi, Rabu (11/11).

IPPNU Raudlatul Malikiyah Gelar Lomba Paduan Suara dan Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Raudlatul Malikiyah Gelar Lomba Paduan Suara dan Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Raudlatul Malikiyah Gelar Lomba Paduan Suara dan Puisi

Lomba yang digelar sejak pagi hari ini diikuti oleh seluruh siswa SMK Raudlatul Malikiyah. Satu persatu perwakilan setiap kelas menampilkan kelompok paduan suaranya dan membawakan puisi hasil karyanya.

“Lomba ini bertujuan untuk menghormati jasa-jasa para pahlawan bangsa yang telah gugur berjuang melawan penjajah sekaligus meneladani perjuangannya yang tidak pantang menyerah supaya bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ketua PK IPPNU SMK Raudlatul Malikiyah Sri Wahyuni.

Haedar Nashir

Menurut Sri Wahyuni, lomba paduan suara dan lomba puisi ini merupakan salah satu bentuk penghargaan yang diberikan oleh generasi muda akan perjuangan yang dilakukan para pahlawannya.

“Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Ini merupakan salah satu bentuk penghargaan yang kami berikan atas pengorbanan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk meraih kemerdekaan dari tangan penjajah,” jelasnya.

Haedar Nashir

Melalui lomba ini Sri Wahyudi mengharapkan agar dari diri para pelajar ini nantinya tumbuh semangat patriotisme dan nasionalisme untuk bersama-sama mengisi pembangunan.

“Salah satu bentuk nyata dari pelajar dalam mengisi pembangunan adalah belajar demi menggapai cita-cita. Semoga nilai-nilai kepahlawanan ini bisa terus terpatri agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, AlaNu, Olahraga Haedar Nashir

Kamis, 30 November 2017

Putra KH Wahab Chasbullah Ingatkan Sepak Terjang Wahabi

Jombang, Haedar Nashir. KH Hasib Abdul Wahab putra salah seorang pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah mengingatkan bahaya paham Wahabi yang semakin gencar melakukan propaganda melalui sejumlah kanal media.?

Hal ini disampaikan Gus Hasib saat membuka kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ? Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Jombang di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (11/3).

Putra KH Wahab Chasbullah Ingatkan Sepak Terjang Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Putra KH Wahab Chasbullah Ingatkan Sepak Terjang Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Putra KH Wahab Chasbullah Ingatkan Sepak Terjang Wahabi

"Tantangan ideologi dari kelompok non-NU yang ada sekarang semakin gencar. Salah satunya gerakan Wahabi, mereka menggunakan media dan bahkan menguasai media dalam gerakannya," tutur Gus Hasib kepada kader-kader Ansor.

Gus Hasib yang juga salah satu Ketua PBNU ini mengungkapkan, kelompok Wahabi dalam gerakannya di tengah masyarakat juga banyak mengaku Sunni, bahkan mengaku beraliran Ahlussunah wal Jamaah sebagaimana NU.?

"Mereka sudah masuk hingga ke desa-desa mengaku Sunni seperti kita. Karenanya untuk membedakan itu, PBNU mempertegas Aswaja yang dianut adalah Aswaja An-Nahdliyyah," imbuhnya.

Haedar Nashir

Karenanya, lanjut Ketua Dewan Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum ini menambahkan, Pengkaderan semacam PKD Ansor ini sangat penting. Pengkaderan dalam organisasi menurutnya tidak hanya dilakukan GP Ansor, PBNU juga melakukan pengkaderan.

"Bahkan di beberapa pengkaderan yang dilakukan PBNU, Banom diharuskan mengikuti termasuk juga lembaga-lembaga yang ada," tandasnya.

Haedar Nashir

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Jombang, Zulfikar D. Ikhwanto mengatakan, pelaksanaan PKD di Jombang sudah memasuki angkatan ke-4.?

"Alhamdulillah kali ini PKD didekatkan pada pendiri NU dan Ansor, yakni di Pesantren Tambakberas yang merupakan kelahiran Pendiri NU KH Wahab Chasbullah," ujarnya.

Kegiatan PKD PAC GP Ansor Jombang Kota yang digelar di Stikes An-Najiah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang diikuti sekitar 80 kader. Mereka berasal dari pengurus Anak Cabang Jombang Kota, dan ranting.?

"Kita sempat khawatir, karena kemarin kader-kader baru mengikuti DTD Banser. Tapi Alhamdulillah semangat kader Ansor masih tinggi. Terbukti pesertanya tidak hanya dari PAC Jombang Kota, PAC Kudu, PAC Jogoroto, juga PAC Wonosalam mengirimkan kader untuk PKD di sini," katanya. (Muslim Abdurahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Sholawat, Pendidikan Haedar Nashir

Selasa, 28 November 2017

Kejuaraan Silat Pagar Nusa Digelar di Gresik

Gresik, Haedar Nashir. Kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa tingkat pelajar? se-Kabupaten Gresik dan Lamongan akan digelar di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Kec. Dukun, kab. Gresik, mulai Rabu (19/6) hari ini. Kejuaraan digelar dalam dalam rangka peringatan haul ke-50 pendiri pesantren, KH Ma’shum Shufyan.

Kejuaraan Silat Pagar Nusa Digelar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kejuaraan Silat Pagar Nusa Digelar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kejuaraan Silat Pagar Nusa Digelar di Gresik

Sekitar 350 pendekar yang merupakan utusan Ranting/Rayon Pagar Nusa se-Kabupaten Gresik dan Lamongan akan memerebutkan “KH. Ma’shum Sufyan Cup 2013” untuk beberapa kategori dan kelas.?

Ada tiga kategori yang bertanding yakni usia dini (7-12 tahun), pra remaja (12-14 tahun), dan remaja (14-17 yahun). Masing-masing kategori terdiri dari beberapa kelas yang didasarkan pertimbangan berat badan.

Haedar Nashir

Dalam Rilis kegiatan yang diterima Haedar Nashir, setiap Ranting/Rayon hanya mengikutsertakan 1 peserta dari tiap-tiap kategori yang dipertandingkan.

Sementara itu, pakaian pesilat dan pendampingnya adalah seragam resmi Pagar Nusa (hitam-hitam). Sebelum bertanding, setiap pesilat tanding harus sudah menggunakan cap protector. Pesilat putri harus memakai pembalut dan aksesoris yang membahayakan pertandingan dilepas.?

Haedar Nashir

Peraturan pertandingan yang digunakan dalam kejuaraan kali ini adalah Peraturan Pertandingan Pencak Silat Antara Bangsa hasil Keputusan Munas IPSI tahun 2012. Sementara sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem gugur tunggal.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Lomba, Pondok Pesantren Haedar Nashir

Sabtu, 25 November 2017

Menpora Buka LSN Sulawesi III dan Turnamen Bupati Cup Gorontalo

Gorontalo, Haedar Nashir. Kickoff Liga Santri Nusantara Piala Menpora U 18 regional Sulawesi III resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Sport Center Limboto Kabupaten Gorontalo, Ahad (28/08/2016). Regional Sulawesi III meliputi Provinsi Se Sulawesi Utara dan Provinsi Gorontalo.?

Selain membuka LSN Regional Sulawesi III, Cak Imam juga membuka Turnamen Olahraga Bupati Cup Gorontalo. Turnamen ini selain mempertandingkan sepak bola, juga ada pencak silat, bulu tangkis, dan lain sebagainya.

Menpora Buka LSN Sulawesi III dan Turnamen Bupati Cup Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Buka LSN Sulawesi III dan Turnamen Bupati Cup Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Buka LSN Sulawesi III dan Turnamen Bupati Cup Gorontalo

Pembukaan Kickoff LSN Sulawesi III dan Turnamen Bupati Cup Gorontalo dihadiri oleh Gubernur Provinsi Gorontalo Rusli Habibie dan Wagu Idris Rahim, Bupati dan Wabu Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo-Fadly Hasan, Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin, ? Kapolda Gorontalo Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Hengkie Kaluara, Sekretaris LSN Khoiruddin Abbas, serta Panitia Regional LSN Sulawesi III.

Pada kesempatan tersebut Cak Imam panggilan akrab Menpora mengatakan kehadiran pemerintah dalam lini kehidupan masyarakat terus diwujudkan. "Salah satunya dengan menggalakkan olahraga."?

Haedar Nashir

Untuk itu kata Pria asal Bangkalan Madura ini butuh ketelatenan dan konsistensi untuk mewujudkan hasil yang membanggakan dan mengarumkan nama bangsa melalui prestasi olahraga. "Kemenpora tidak dapat bekerja sendiri dalam mencapai harapan masyarakat namun butuh kerjasama semua pihak dalam melakukan pembinaan dan pengembangan olahraga," lanjutnya.

"Untuk meraih prestasi dibutuhkan proses yang panjang dan keseriusan dalam pembinaan, sementara sebagian masyarakat hanya melihat hasil yang dicapai tapi tidak melihat proses yang sangat panjang dan butuh pengorbanan untuk menjadi sang juara."

Melalui LSN ini, tambah Cak Imam, merupakan momentum besar bagi santri dan pondok pesantren ikut andil dalam menciptakan bibit unggul pemain sepak bola yang berkualitas baik secara skill dan sikap sportifitas di lapangan.?

Haedar Nashir

"Liga Santri Nusantara Tahun 2015 telah menorehkan hasil yang sangat luar biasa dan membanggakan bagi bangsa kita dengan menjadi Juara Pertama pada Kejuaran Malindo (Malaysia-Indonesia) Cup yang dilaksanakan tanggal 19-22 Mei 2016 di Malaysia," tegasnya.

Sedangkan menurut Sekretaris LSN Khoiruddin Abbas mengatakan Liga Santri Nusantara yang pertama kali diselenggarakan pada kickoff yang dibuka oleh Menpora Imam Nahrawi pada 5 September 2015 di Stadion Singaperbangsa Karawang diikuti oleh 184 Pesantren di 16 Wilayah.?

"Pada tahun 2016 kali ini diikuti oleh hampir 1000 pesantren yang terbagi di 32 wilayah seluruh Indonesia. Ini sebuah peningkatan yang tinggi dari aspek kepersetaan. Insya Allah pada tahun ini Final Liga Santri Nusantara akan diselenggarakan pada momentum Hari Santri pada 22 Oktober nanti," katanya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, News, Hadits Haedar Nashir

Jumat, 24 November 2017

Bila Santri Menjadi Dokter Hewan

Jombang, Haedar Nashir. Terbayang bagaimana merawat anjing? Hewan yang divonis sebagai hewan najis ini juga makhluk Allah yang layak untuk disayangi. Kehadiran dokter hewan yang berlatarbelakang pesantren mampu menjawab kebutuhan ini.

Menemukan klinik hewan “Fauna” tidaklah sulit karena berada di tengah kota, tepatnya Jalan Delima D2 Perumahan Jombang Permai Jombang Jawa Timur. Lingkungan yang relatif tenang, menjadi nilai lebih bagi pet shop ini dalam melayani sejumlah hewan peliharaan yang ada.

Bila Santri Menjadi Dokter Hewan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bila Santri Menjadi Dokter Hewan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bila Santri Menjadi Dokter Hewan

Layanan Terpadu

Haedar Nashir

Di gerai ini ada banyak keunggulan yang dimiliki. Tidak semata jasa jual beli hewan peliharaan berbagai jenis. Ada jasa mengawinkan hewan, penitipan hewan peliharaan, titip opname, operasi, layanan kesehatan, pakan hewan, berbagai akeseoris hingga vaksinasi. “Semua bisa dilayani di tempat kami,” kata drh Wiwik Idayanti kepada beberapa waktu berselang.

Haedar Nashir

Dokter hewan kelahiran Jombang 17 Mei 1985 ini telah memiliki jam terbang serta pengalaman yang demikian tinggi serta luas. Sebelum berpraktik sendiri, alumnus Universitas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya ini telah “magang” lumayan lama di salah satu pet shop terkenal di kota santri.

“Sebelumnya saya juga melayani panggilan ke sejumlah kota yakni Jombang dan Mojokerto hingga Kertosono untuk mengasah pengetahuan, pengalaman dan keterampilan dalam dunia hewan,” kata ibu satu anak ini. Dengan bermodalkan motor dan alat kesehatan hewan, dokter Wiwik, sapaan akrabnya rela menaklukkan jalanan.

Hal itu dia lakukan bukan semata mencari materi, namun yang terpenting adalah memberikan wawasan dan gambaran yang benar dalam merawat hewan peliharaan. Karena istri dari Mohammad Sholihun ini sadar bahwa pemahaman orang terhadap hewan masih sangat minim. “Kalaupun sudah memiliki pengetahuan, bisa saling berbagi,” tandasnya.

Bagi alumnus Madrasah Aliyah Perguruan Muallimat Walisongo Tebuireng ini, merawat hewan tidak ubahnya dengan memperlakukan diri sendiri. “Jadi harus dengan kasih sayang,” terangnya. Dan jiwa menyayangi hewan ini telah mendarah dan mendaging di dokter Wiwik. Tidak jarang ia meneteskan air mata dan merasa sangat sedih tak terkira bila mendapatkan hewan yang tidak terawat dengan baik.

“Hewan-hewan itu jangan hanya dipeluk atau digendong saat sehat,” ungkapnya. “Ketika sakit, juga butuh kasih sayang,” lanjutnya. Karena itu ia sangat menyayangkan bila ada perbedaan perlakukan dari pemilik hewan saat sakit dan ketika sehat.

Ada baiknya, warga Jombang dan sekitarnya bila ingin mendapatkan gambaran dan informasi mendalam perihal hewan kesayanangan, bisa singgah di pet shop ini. Apalagi cuaca di sekitar kita demikian tidak menentu. “Merawat hewan dengan cuaca yang terkadang cepat berubah seperti sekarang ini perlu pengetahuan khusus,” ungkapnya.

Bagaimana dengan hewan yang sudah diklam sebagai hewan najis seperti anjing peliharaan? Di klinik ini tetap menerima perawatan dan konsultasi seputar anjing. “Anjing juga hewan yang butuh kasih sayang seperti hewan lain,” terangnya. Namun ia juga menyadari bahwa ada perlakuan khusus saat menerima anjing. “Saya harus mengenakan pakaian tertutup demi menghindari sentuhan secara langsung dengan anjing,” katanya. Yang pasti, khsusus untuk anjing, apa perlakuan ekstra. “Lebih hati-hati saja,” sergahnya.

Sembari membelikan asupan makanan untuk hewan di gerai yang buka sejak jam 09.00 hingga 16.00 ini, dokter Wiwik sangat terbuka untuk menerima konsultasi bagi khalayak yang memiliki hewan apa saja. Ia juga dengan senang hati akan melakukan pemeriksaan terhadap hewan yang dibawa.

“Seperti temperatur, suhu tubuh, gerakan nafas, serta kondisi organ tubuh yang lain, termasuk perilaku hewan dapat diperiksakan di sini,” tandasnya. Bila kondisi hewan ada masalah, tidak selamanya harus opname. Dengan perawatan biasa dan sesuai arahan darinya, hewat dapat dibawa pulang.

“Namun bila terpaksa harus opname, maka pemilik dapat menitipkannya di tempat kami,” katanya. Dengan ruangan yang layak, luas dan asisten yang menempati pet shopnya, dapat diyakinkan hewan akan mendapat perawatan terbaik.

Setelah jam 4 sore, dokter Wiwik pulang ke rumahnya di daerah Segodorejo Sumobito Jombang. “Di rumah, saya juga menerima konsultasi dan perawatan hewan,” terangnya. Sehingga dengan demikian pebisnis ayam ini bisa merasakan totalitas di dunia hewan peliharaan. “Untuk berbagi ilmu dengan tetangga sekitar,” pungkasnya. (Syaifullah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Humor Islam Haedar Nashir

Rabu, 15 November 2017

Ranting IPNU-IPPNU Ini Lahirkan Dua Karya Film Dokumenter

Pati, Haedar Nashir. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Dukuh Wonokerto, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Pati, Jawa Tengah, mampu menunjukkan kreativitasnya dalam pembuatan film dokumenter.

"IPNU dan IPPNU Ranting Wonokerto sudah membuat dua film dokumenter, yang pertama judulnya Laila-Majnun dan Rindu Tanah Air Beta," kata Lilik Nur Khasannah, pembimbing IPNU-IPPNU ranting setempat di sekretariat IPPNU Wonokerto, Jumat (12/9).

Ranting IPNU-IPPNU Ini Lahirkan Dua Karya Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)
Ranting IPNU-IPPNU Ini Lahirkan Dua Karya Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)

Ranting IPNU-IPPNU Ini Lahirkan Dua Karya Film Dokumenter

Film dokumenter garapan para pelajar NU ini dihasilkan secara mandiri baik dari segi pembiayaan, pembuatan, maupun proses pengeditan. Lilik menambahkan, dulu awalnya adalah bahan untuk membuat sebuah pentas drama di salah satu acara NU, tapi gagal. Akhirnya pihaknya memutuskan untuk membuat film karena sudah terlanjur menyewa bahan-bahan untuk pentas.

Haedar Nashir

“Dengan modal seadanya kami menyelesaikan film dokumenter yang berjudul Laila-Majnun. Karena saat itu kami sangat senang. Film yang kedua pun di buat dan selesai pada Februari tahun lalu,” tuturnya.

Haedar Nashir

Lilik berharap, IPNU-IPPNU Wonokerto bisa lebih kreatif dalam melahirkan karya. Kehidupan desa tak boleh membuat mereka kalah dari mereka yang ada di kota.

"IPNU-IPPNU di desa ini memang sangat terbatas kemapuannya, ditambah anggota yang kurang solid, tapi saya merasa sedikit senang, dengan kerja keras yang sudah ada hasilnya ini, film dokumenter kami," ucap Ina Roisyah, ketua Pimpinan Ranting IPPNU Wonokerto. (Ahmad Syaefudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Quote Haedar Nashir

Kamis, 09 November 2017

PP Muslimat NU Resmikan Kantor Baru Hasil Infak di 3 Kali Kongres

Bogor, Haedar Nashir. Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) bakal menempati kantor baru di Pengadegan, Kalibata, Jakarta Selatan yang diresmikan, Senin (27/3). Kantor baru itu terletak di samping kantor lama sehingga saat ini markas Muslimat NU memadai.

Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa mengakui, kantor baru itu hasil infak dari para anggota Muslimat NU dari seluruh Indonesia yang berhasil ditabung selama 3 kali melewati perhelatan Kongres, yaitu di Lampung, Batam, dan Pondok Gede Jakarta.

PP Muslimat NU Resmikan Kantor Baru Hasil Infak di 3 Kali Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Muslimat NU Resmikan Kantor Baru Hasil Infak di 3 Kali Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Muslimat NU Resmikan Kantor Baru Hasil Infak di 3 Kali Kongres

“Itu hasil infak di kongres. Ibu-ibu mungkin tidak merasa, pada kongres di Lampung sebagian dari infaknya dikembalikan. Lalu saat kongres di Batam, sebagian infak juga dikembalikan untuk keperluan membangun kantor baru,” jelasnya dalam Rapimnas Muslimat NU, Ahad (26/3) di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Begitu juga dengan Kongres ke-17 Muslimat NU di Pondok Gede Jakarta, kata dia, 100 persen infak dari ibu-ibu Muslimat disatukan dengan infak dari kedua kongres di Lampung dan di Batam untuk membangun kantor baru.

“Yang ada di kantor itu, sebagian di antaranya adalah dana dari infak seluruh peserta Kongres ke-17 tahun 2016 lalu. Mudah-mudahan akan menjadi jariyah ibu-ibu semua,” ungkap Khofifah.

Haedar Nashir

Peresmian kantor baru tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Lahir (Harlah) ke-17 yang dirangkai dengan pelantikan PP Muslimat NU yang digelar, Selasa (28/3) di Masjid Istiqlal Jakarta. Acara ini akan dihadiri sekitar 17.000 kader Muslimat dari sejumlah daerah.?

Haedar Nashir

Sebelum menggelar peringatan Harlah dan pelantikan pengurus, Muslimat NU terlebih dahulu menggelar Refleksi Kebangsaan 71 Tahun Muslimat NU bertajuk Pancasila, Agama, dan Negara sebagai penguatan ruh gerakan Muslimat NU.?

Diskusi dalam refleksi tersebut menghadirkan narasumber di antaranya Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan Direktur Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Yudi Latif. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Humor Islam, News Haedar Nashir

Selasa, 31 Oktober 2017

Kemenag Resmi Luncurkan Al-Qur’an Versi Digital

Jakarta, Haedar Nashir



Kementerian Agama resmi meluncurkan Aplikasi Al-Qur’an Digital Kementerian Agama.

Peluncuran dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersamaan dengan diselenggarakannya Seminar Internasional Al-Qur’an di Jakarta, Selasa (30/8), sebut keterangan tertulis Kemenag.

Kemenag Resmi Luncurkan Al-Qur’an Versi Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Resmi Luncurkan Al-Qur’an Versi Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Resmi Luncurkan Al-Qur’an Versi Digital

Peluncuran aplikasi Al-Qur’an ini ditandai dengan penekanan tombol Enter aplikasi oleh Menag disaksikan oleh Kabalitabangdiklat Abdurrahman Masud dan Dirjen BImas Islam Machasin.

Dikatakan Menag, aplikasi Al-Qur’an ini diharapkan dapat memberikan kemudahan umat Islam dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, baik dalam bentuk bacaan maupun pemahaman.

Haedar Nashir

"Saya berharap langkah awal peluncuran aplikasi ini dapat terus dikembangkan dari segi teknis dan kontennya, sehingga membantu masyarakat luas untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an," ucap Menag.

Menag mengatakan, upaya memelihara kesahihan Al-Qur’an tidak hanya dilakukan dalam bentuk teks/tulisan mushaf, tetapi juga dari segi maknanya. Di era digital yang penuh keterbukaan, ujar Menag, informasi apa pun dengan mudah diterima oleh masyarakat, tak terkecuali pemahaman keagamaan.

Menurutnya, informasi itu tidak selalu bermuatan positif, tetapi juga bisa berupa propaganda kebencian dan kekerasan yang tersebar melalui media sosial, kenyataan ini sulit dibendung.

Oleh karena itu, ujar Menag, pemerintah terus berupaya mengimbangi derasnya arus pemahaman keagamaan yang ekstrem dengan menyediakan berbagai literatur berisi pemahaman dan penafsiran Al-Qur’an yang moderat, toleran dan menghargai keragaman, melalui berbagai media, baik cetak maupun elektronik.

"Atas kenyataan dimaksud, dengan penuh rasa bahagia, hari ini, bersamaan dengan seminar internasional Al-Qur’an dalam rangka memperingati 1.450 tahun turunnya Al-Qur’an, Kementerian Agama mempersembahkan kepada masyarakat aplikasi Al-Qur’an digital yang dilengkapi dengan terjemah dan tafsirnya," ujar Menag.

Haedar Nashir

Aplikasi Al-Qur’an Kemenag ini selanjutnya dapat didownload di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.quran.kemenag.

Sementara itu, Pjs. Ketua Lajnah Pentashian Mushaf Al-Quran Balitbang dan Diklat Kementerian Agama, Muchlis Hanafi menjelaskan, pengguna ponsel smartphone dapat mengunduhnya aplikasi Al-Qur’an di Google Play Store (smartphone berbasis Android) dan secepatnya nanti juga bisa di AppStore dan Windows Phone Store.

Dikatakan Muchlis, aplikasi generasi pertama ini menyajikan teks Al-Qur’an lengkap 30 juz, aplikasi ini juga dilengkapi dengan terjemahan. Selain itu, juga di lengkapi dengan tafsir dalam dua varian: Tahlili (30 juz) ataupun tafsir ringkas.

Fitur lainya yang tersedia di aplikasi ini, yaitu suara murattal Al-Quran dari Syekh Mahmud Khalil al-Hushary. Dan Tulisan Al-Quran yang digunakan dalam aplikasi ini, terang Muchlis, bersumber dari Mushaf Attin yang mengikuti Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia.

"Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia adalah Mushaf Al-Qur’an yang dibakukan cara penulisan teks, harakat, tanda baca, dan tanda waqafnya sesuai dengan hasil yang dicapai Musyawarah Kerja (Muker) Ulama Ahli Al-Qur’an yang berlangsung sebanyak 9 kali dari tahun 1974 s.d. 1983, dan dijadikan pedoman bagi mushaf Al-Quran yang dicetak dan diterbitkan di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Agama," jelas Muchlis.

Ada pun terjemahan Al-Qur’an yang terdapat dalam aplikasi ini berasal dari Al Qur’an dan Terjemahnya yang disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Agama. Sedangkan Tafsir Tahlili yang terdapat dalam aplikasi ini bersumber dari Al Quran dan Tafsirnya yang diterbitkan Kementerian Agama.

Sementara itu, untuk fitur Tafsir Ringkas Al Qur’an Al-Karim adalah sebuah buku hasil kajian tafsir yang disusun oleh tim yang dibentuk Kementerian Agama bekerjasama dengan Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) Jakarta. Saat ini, tafsir ini baru hadir satu jilid yang terdiri juz 1 - 15. Adapun jilid kedua yang berisi juz 16-30.

"Aplikasi ini akan terus dikembangkan dan ditambahkan nanti juga ada tafsir tematik, tafsir ilmi dan lain sebagainya. Juga akan ada fitur Asbabun Nuzul yang terdapat dalam aplikasi ini berasal dari buku Asbabun Nuzul: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Quran yang diterbitkan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran Kementerian Agama pada tahun 2015," ucap Muchlis yang berharap demi pengembangan aplikasi ini, saran dan masukan dari masyarakat melalui email lpmajkt@kemenag.go.id. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nasional, Lomba, News Haedar Nashir

Kamis, 26 Oktober 2017

Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai

Gresik, Haedar Nashir. Penyerasian Almanak Tingkat Nasional dibuka oleh Dirjend Bimas Islam Kementerian Agama RI H Abdul Djamil di Pendopo Kabupaten Gresik, Kamis (9/5) malam. Kegiatan ini digelar oleh Lajnah Falakiyah PBNU dan dihadiri pakar hisab-rukyat NU dari berbagai daerah.

Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai

Abdul Djamil mengatakan, penyerasian hisab merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir perbedaan dalam penentuan awal bulan Ramadhan dan hari raya.

“Berbagai upaya tetap kita lakukan meskipun sampai saat ini belum ada titik temu. Kita tidak akan berputus asa,” katanya kepada Haedar Nashir usai acara pembukaan.

Haedar Nashir

Acara pembukaan Penyerasian Almanak Tingkat Nasional juga dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Gresik KH Mahfudz Ma’shum, Bupati Gresik H Sambari Halim dan Wakil Bupati Muhammad Qosim, dan Dirjen Biman Islam Kemenag RI H Abdul Jamil, dan Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat H. Ahmad Izzuddin.

Rais Syuriyah PCNU Gresik KH Mahfudz Ma’shum mewakili panitia daerah mengatakan, hisab penentuan awal bulan menjadi bagian tugas yang harus dilakukan oleh umat Islam karena berkaitan dengan persoalan ibadah.

Haedar Nashir

“Hukum melakukan hisab adalah fardu kifayah. Semoga para ahli falak mendapatkan pahala yang besar karena berkat mereka ini orang Islam lepas dari dosa,” katanya.

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazali Masroeri mengatakan, sedikitnya ada 20 metode hisab yang berkembang di Indonesia, dan diantaranya memiliki tingkat perbedaan yang cukup signifikan. Maka perlu ada upaya yang disebut oleh NU sebagai “penyerasian hisab”.

“Perbedaan hisab bisa menjadi persoalan. Maka kita lakukan penyerasian hisab atau hisab jama’i yang nantinya akan dipublikasikan dalam bentuk almanak,” kata Kiai Ghazali.

Kegiatan Penyerasian Almanak Tingkat Nasional ini akan berlangsung sampai Sabtu (12/5) besok. Sekretaris Lajnah Falakiyah PBNU H Nahari Muslih mengatakan, kegiatan ini diikuti sedikitnya 60 ahli falak dari berbagai daerah. Sidang akan dibagi ke dalam empat komisi. Dua komini membahas persoalan hisab, dan dua komisi lainnya membahas soal program dan pengembangan Lajnah Falakiyah.

Penulis: A. Khoiru Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Sejarah, News Haedar Nashir

Senin, 23 Oktober 2017

120 Peserta Ikuti Lakmud IPNU-IPPNU Sunan Ampel

Surabaya, Haedar Nashir. Sekitar 120 peserta mengikuti Latihan Kader Muda (Lakmud) yang digelar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU dan IPPNU) UIN Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur.

Kegiatan yang diselenggarakan di kantor PCNU Mojokerto pada Jumat-Ahad, (8-10/11) dibuka Ketua IPNU Sunan Ampel 2013-2014 M. Ishomuddin selaku, tepat pukul 21.00 WIB Jumat (8/11) .

120 Peserta Ikuti Lakmud IPNU-IPPNU Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)
120 Peserta Ikuti Lakmud IPNU-IPPNU Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)

120 Peserta Ikuti Lakmud IPNU-IPPNU Sunan Ampel

“Peserta aslinya ada 170 lebih karena banyak calon kader yang ikut UKM dan IPNU ini adalah organisasi Ekstra maka mereka lebih memilih mengikuti pelatihan UKM yang berlangsung bareng dengan LAKMUD 2013 ini,” kata Ketua Panitia Lakmud, Taufiq.

Haedar Nashir

Menurut Taufiq, kegiatan Lakmud ini berbarengan dengan pengkaderan 4 organisasi intra kampus. Salah satunya adalah UKM IQMA. UKM ini sudah dianggap saudara sendiri oleh IPNU-IPPNU karena rutinitasnya dan kegiatan-kegiatannya adalah amaliyah warga Nahdliyin. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah diba’iyah, berzanji, rebana, sholawatan, istighosah.

Haedar Nashir

Taufiq menambahkan, pada kegiatan tersebut peserta mendapat materi Keaswajaan, Ke-NU-an, Ke-IPNU/IPPNU-an, Managemen Organisasi dan Analisis Wacana. Selain itu, ada beberapa kegiatan berupa pengayaan seperti tes, nightmare, diskusi panel, RTL dan juga debat Ilmiah. Untuk meningkatkan semangat para peserta diadakan juga outbond dan lomba-lomba kecil. (Ali Ibrohim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, News Haedar Nashir

Senin, 16 Oktober 2017

Majalah Auleea Manggung di Grand City Super Mall Surabaya

Surabaya, Haedar Nashir. Sejumlah kiat harus dilakukan dalam mengenalkan media kepada khalayak, termasuk di pertokoan modern atau mal. Ini dilakukan juga dalam rangka meluaskan pasar bagi kalangan kelas menengah dan atas.

Majalah Auleea Manggung di Grand City Super Mall Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Auleea Manggung di Grand City Super Mall Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Auleea Manggung di Grand City Super Mall Surabaya

Hal ini juga yang dilakukan majalah keluarga muslimah "Auleea" dengan terlibat sebagai mitra media kegiatan Indonesia Moslem Fashion Expo and Islamic Tourism 2015 di salah satu mall kenamaan, Grand City Super Mall Surabaya, Jawa Timur.  

Wakil Pemimpin Umum Majalah Auleea Mochamad Jamil menyatakan, media yang berada di bawah menejemen PT Aula Media NU ini terpanggil untuk tampil pada kegiatan tersebut sebagai sarana promosi dan eksistensi diri. "Karena Auleea adalah media baru, maka sudah selayaknya lebih intensif menyapa calon pelanggan dan ingin mentahbiskan keberadaannya di sejumlah kegiatan bernuansa islami," katanya kepada Haedar Nashir, Selasa (4/2) malam.

Haedar Nashir

Pak Jamil, sapaan akrabnya, menandaskan dengan kerap hadir pada kegiatan bernuansa agama seperti ini, maka Auleea dapat semakin dikenal masyarakat. "Kegiatan juga mampu mengukuhkan keberadaan Auleea di tengah persaingan media cetak di tanah air," katanya.

Haedar Nashir

Bersama dengan media kenamaan seperti Jawa Pos, TV9, Sindo TV, RCTI, Metro TV, MNC TV, Suara Surabaya, Majalah Auleea menjadi salah satu media partner bagi kegiatan yang berlangsung sejak Selasa (4/2) hingga Ahad (8/2) tersebut. Di samping itu, ada sejumlah perusahaan lain yang ikut berpartisipasi di antaranya YDSF, Wardah, Mangga serta Persada.

"Bulan Februari ini Majalah Auleea memang baru memasuki cetakan ke delapan, karenanya menyapa pelanggan lama dan menjaring calon pelanggan baru adalah sebuah hal yang tidak dapat ditawar," ungkapnya. Pada saat yang bersamaan, menjaga kepercayaan klien yang selama ini bermitra juga sangat penting, lanjutnya.

Karena besarnya manfaat yang akan diraih dalam keikutsertaan even seperti ini, maka menejemen Auleea terus berupaya hadir dan berpartisipasi. "Hasil yang akan dipetik bisa sekaligus yakni dengan penambahan pelanggan dan klien iklan, juga dapat dalam waktu yang lebih panjang," terang Pak Jamil.

Pada kegiatan yang berlangsung sejak jam 09.00 hingga 21.00 WIB ini tidak hanya Majalah Auleea yang dipajang serta ditawarkan kepada pengunjung salah satu mall kenamaan di Surabaya ini, juga Majalah Aula. "Karena antara Aula dan Auleea berada dalam satu menejemen," katanya.

Masih cukup waktu untuk bisa hadir pada acara ini. Selama kegiatan berlangsung, ada berbagai acara pendukung seperti talk show kecantikan, lomba fashion, panggung hiburan, pameran produk dari sejumlah mitra serta puncaknya adalah pemilihan hijaber yang dilangsungkan Ahad, (8/2) malam. Apalagi yang dijadualkan hadir saat puncak acara adalah artis kenamaan, Dewi Sandra. Berminat? Silakan hadir. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Habib, News Haedar Nashir

Minggu, 15 Oktober 2017

Pendudukan Israel Akibatkan Palestina Sulit Dapatkan Bantuan

Jakarta, Haedar Nashir

Menteri Hubungan Perempuan Palestina Dr Mariam Saleh mengungkapkan, penderitaan yang dihadapi rakyat Palestina saat ini tak hanya disebabkan pertikaian antara kelompok Hamas dan Fatah. Pendudukan Israel yang didukung Amerika Serikat (AS), menurutnya, juga menjadi sebab keterpurukan negara yang pernah dipimpin Presiden Yasser Arafat itu

“Pendudukan Israel telah benar-benar menyulitkan kami. Amerika Serikat yang mendukung pendudukan Israel tak mengizinkan kami mendapatkan bantuan dari luar,” terang Mariam kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (24/1)

Pendudukan Israel Akibatkan Palestina Sulit Dapatkan Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendudukan Israel Akibatkan Palestina Sulit Dapatkan Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendudukan Israel Akibatkan Palestina Sulit Dapatkan Bantuan

?

Mariam yang didampingi anggota Parlemen Palestina Muna Mansur, mengungkapkan hal itu saat bertemu dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa. Sejumlah pengurus teras organisasi perempuan terbesar di Indonesia itu turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Haedar Nashir

Mariam mengaku tak bisa menggambarkan kepedihan yang dirasakan rakyat Palestina akibat pendudukan Israel. Negara Zionis tersebut, ungkapnya, tak hanya merusak seluruh apa yang dimiliki bangsanya, melainkan juga membunuh kaum perempuan dan anak-anak yang tak berdosa serta merampas tanah milik rakyat.

Sebagai menteri yang bertanggungjawab atas kesejahteraan dan masa depan kaum perempuan Palestina, Mariam mengaku tak bisa berbuat banyak. Organisasi yang menghimpun kaum perempuan semacam Muslimat NU juga ada di negaranya. Namun, sekali lagi, tegas Mariam, organisasi tersebut tak mampu berkembang karena sulit mendapatkan bantuan, terutama dana.

Haedar Nashir

“Kami bangga terhadap Indonesia yang mempunyai ormas (organisasi kemasyarakatan) dengan anggota yang besar pula seperti kalian (Muslimat NU, Red). Kami juga punya organisasi seperti kalian, tapi pemboikotan Israel benar-benar telah menyulitkan kami (kaum perempuan Palestina),” ungkap Mariam.

Hal serupa diungkapkan anggota Parlemen Palestina Muna Mansur. Israel telah sangat menyengsarakan rakyat Palestina. Bahkan, katanya, bagi umat Islam, untuk salat di Masjidil Aqsa saja, tentara Israel melarang. “Padahal Masjidil Aqsa merupakan masjid kebanggaan kami dan kebanggaan umat Islam seluruh dunia,” tandasnya.

Selain itu, ia juga mengaku salut terhadap pemerintah dan rakyat Indonesia yang hingga saat ini tetap tak mengakui pendudukan Israel atas negaranya. Termasuk pula sikap politik luar-negeri Indonesia yang tegas memutuskan hubungan diplomatik dengan negara Yahudi pimpinan Perdana Menteri Ehud Olmert tersebut.

“Saya berharap pemerintah Anda (Indonesia, Red) tetap memutuskan hubungan dengan Israel. Agar Indonesia bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain,” ujar Muna tegas.

Kepada Khofifah Indar Parawansa dan petinggi Muslimat NU lainnya, Muna meminta dukungan atas upaya dan perjuangan memerdekakan bangsanya. Menurutnya, perjuangan rakyat Palestina tak akan banyak berarti tanpa dukungan dan bantuan dari negara lain, terutama negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti Indonesia.

“Anda (Indonesia) juga bisa menghentikan pendudukan Israel melalui pembangunan opini lewat media massa,” ujar Muna. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail, News Haedar Nashir

Senin, 04 September 2017

Ilmu Fiqih Tak Hanya Soal Ibadah, Tetapi Juga Kehidupan Sosial

Yogyakarta, Haedar Nashir

Ilmu Fiqih sudah sangat populer dikalangan pesantren. Namun ilmu yang berkaitan dengan hukum Islam tersebut, pada perkembangan zaman mulai mengalami distorsi pemahaman. Seringkali Fiqih dikaitkan dengan permasalah ibadah kepada Allah belaka atau ibadallah. Padahal harus seimbang.

Ilmu Fiqih Tak Hanya Soal Ibadah, Tetapi Juga Kehidupan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Ilmu Fiqih Tak Hanya Soal Ibadah, Tetapi Juga Kehidupan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Ilmu Fiqih Tak Hanya Soal Ibadah, Tetapi Juga Kehidupan Sosial

Demikian yang disampaikan oleh Umdah el Baroroh dalam acara Bedah Buku ‘Fiqh Sosial: Masa Depan Fiqh Indonesia’ yang berangkat dari pemikiran Fiqih Sosial KH MA Sahal Mahfudz, Kamis (24/3) di Teatrikal Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Umdah menjelaskan, manusia sebagai khalifatullah mempunyai dua makna. Manusia selain bertanggung jawab kepada Allah, ? juga bertanggung jawab terhadap kehidupan. Baik itu kemaslahatan alam maupun sosial dengan sesama manusia. "Jadi Fiqih itu tidak hanya ibadatullah, tetapi juga imarotul ard (menjaga kehidupan)," tutur Umdah penulis buku tersebut.

Muhammad shodiq, panelis bedah buku menyatakan apresiasi positif atas terbitnya buku Fiqih Sosial itu. Ia memaparkan ada empat macam hubungan antaraagama dan ilmu pengetahuan, yakni konflik, independen, dialog, dan integrasi. "Mbah Sahal sudah mencoba melengkapi apa yang tidak dipikirkan oleh ulama terdahulu. Beliau mencoba membangun dialog antaraagama dan ilmu pengetahuan," ujarnya

Ia berharap kepada Sahalian (Santri Mbah Sahal) secara khusus dan umat Islam pada umumnya untuk melanjutkan perjuangan Mbah Sahal. Mbah Sahal sudah meletakkan pondasi awal dialog agama dan ilmu pengetahuan. "Sekarang tugas kalian untuk mengintegrasikan antaraagama dan ilmu pengetahuan," ujar Dosen Fakultas Syariah sekaligus

Haedar Nashir

Acara yang didukung oleh Pusat Studi Pesantren dan Fiqih Sosial (Pusat Fisi), ? Keluarga Matholiul Falah (KMF) Yogyakarta serta Jurusan Muamalat Fakultas Syariah dan Hukum berlangsung meriah karena dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai Fakultas di UIN Sunan Kalijaga.

Haedar Nashir

Ahmad Rodhi, Penasehat KMF menilai buku ini merupakan sebuah lompatan dalam dunia pesantren. Apalagi orang yang menuliskannya adalah perempuan. "Ini merupakan trobosan yang besar untuk mengembangkan pemikiran Fiqih Sosial Mbah Sahal," tutur pria yang juga menjabat Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga. (Ahmad Solkan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News Haedar Nashir