Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Guru Nahdlatul Ulama Diimbau Produktif Menulis

Semarang, Haedar Nashir. Para guru yang bernaung di bawah lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama diminta produktif menulis dan mempublikasikan karyanya di jurnal dan media massa. "Kalau guru sudah mulai aktif menulis, maka pendidikan Indonesia akan lebih maju," tegas Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang H Anasom saat membuka lokakarya "Guru Nahdlatul Ulama Menulis" di Auditorium MA NU Nurul Huda Mangkang Kulon Semarang, Kamis (28/9).

Guru Nahdlatul Ulama Diimbau Produktif Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Nahdlatul Ulama Diimbau Produktif Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Nahdlatul Ulama Diimbau Produktif Menulis

Kegiatan yang diprakarsai oleh Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kota Semarang dengan UIN Walisongo Semarang ini menghadirkan narasumber Syamsul Maarif (Kapuslitbit LP2M UIN Walisongo), M Rikza Chamami (Dosen), dan Asikin Khusnan (Pengawas Sekolah). Peserta berjumlah 60 guru Nahdlatul Ulama yang memiliki konsentrasi di bidang tulis menulis dari SD/MI hingga SMA/MA.

Menulis, lanjut Anasom, merupakan tradisi para ulama dalam menyebarkan ilmu-ilmunya. Jadi para ulama bisa panjang umur dan terkenang sampai sekarang karena karya tulisnya masih dipelajari oleh para santri. "Maka tradisi menulis harus dikembangkan di semua komponen guru NU agar gagasan-gagasan itu dapat tersampaikan secara luas.

Di tengah kesibukan administratif para guru sekolah perlu menyisihkan waktu dalam menulis. "Jangan sampai guru hanya sibuk menulis jurnal sekolah dan menulis rapot saja" singgung Anasom. Potensi menulis itu sangat bermanfaat untuk guru. Sebab dengan menulis, guru akan dapat point untuk administrasi kepangkatan dan akan dapat koin berupa honor menulis.

Guru juga tidak hanya bisa menulis untuk jurnal ilmiah dan koran saja, tetapi bisa menulis buku ajar yang manfaatnya sangat besar. Bahkan ada seorang guru yang aktif menulis buku ajar dengan honor hingga seratus juga. "Itu yang perlu ditiru oleh guru-guru NU Kota Semarang" pungkasnya.

Haedar Nashir

Ketua LP Maarif Cabang Kota Semarang H Asikin Khusnan MSI sangat berharap para guru mampu mendisiplinkan diri dalam menulis karya ilmiah. "Menulis dari mulai yang terkecil dengan best practice pengalaman mengajar di kelas" kata Asikin.

Dari pelatihan ini, Asikin berkomitmen akan menindaklanjuti dengan pembuatan Jurnal Ilmiah Online khusus guru yang dapat menampung gagasan-gagasan para guru. "Kalau LP Maarif sudah punya jurnal ilmiah akan mempermudah kenaikan pangkat guru dan melahirkan iklim akademik di lingkungan sekolah" tegasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Kyai, Amalan Haedar Nashir

Rabu, 21 Februari 2018

Pelajar NU Wadah Strategis Bagi Pemberantasan Peredaran Narkoba

Jakarta, Haedar Nashir. Badan Narkotika Nasional (BNN) mengajak Pimpinan Pusat IPNU melakukan pemberantasan peredaran narkoba di kalangan pelajar di Hotel Paragon, Menteng Jakarta Pusat. Pada saat ini Indonesia yang sudah masuk darurat narkoba, sehingga harus diputuskan mata rantai peredaran narkoba tersebut.?

Pelajar NU Wadah Strategis Bagi Pemberantasan Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Wadah Strategis Bagi Pemberantasan Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Wadah Strategis Bagi Pemberantasan Peredaran Narkoba

"Pada tahun 2015, Presiden Jokowi sudah mengatakan Indonesia darurat narkoba," ujar Deputi Rehabilitasi BNN, Diah Setia Utami?.?

Diah menuturkan, potret permasalahan narkoba di Indonesia, dengan bebas masuknya penyelundupan narkoba dan lapas menjadi kampung narkoba baru. Diperparah, banyaknya masyarakat Indonesia yang mudah dipengaruhi, dan masalah sosial yang mendorong penggunaan narkoba.?

"Sudah 122.044 orang meninggal dunia karena narkoba, sehingga harus dioptimalkan upaya pemberantasan narkoba," tuturnya.

Dia menambahkan, peredaran narkoba di Indonesia sudah melakukan segala cara, sehingga pelajar menjadi kelompok yang rawan dipengaruhi narkoba. Bahaya narkoba bagi pengguna rusaknya otak, dan tidak akan kembali seperti semula dan masih banyak bahaya lainnya.?

Haedar Nashir

"Bahaya narkoba diantaranya menurunnya kualitas SDM, dan rendahnya daya saing bangsa di tengah era globalisasi," tambahnya.?

Haedar Nashir

Dia mengimbau, seluruh kader IPNU harus melakukan sosialisasi kepada pelajar untuk mencegah menurunnya ketahanan nasional. Narkoba juga menjadi ancaman bagi keutuhan kebhinekaan, sehingga seluruh elemen masyarakat harus melakukan upaya optimal pemberantasan narkoba.

"Seluruh kader IPNU harus melakukan sosialisasi bahaya narkoba secara berkelanjutan," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Daerah Haedar Nashir

Minggu, 11 Februari 2018

Ipmafa Ajak Santri Aktif di Gerakan Antikekerasan

Pati, Haedar Nashir - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) bekerja sama dengan Pusat Studi Peace Promotion mengadakan Gebyar Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat? dengan acara Pelatihan Perdamaian bertemakan “Gerakan Pesantren Antikekerasan”.

Acara yang bertempat di auditorium Ipmafa, Jumat (31/3), ini dihadiri Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Sri Naharin, Direktur Pusat Studi Peace Promotion Kamilia Hamidah, serta sekitar 35 santri dari 18 pesantren se-Kecamatan Margoyoso.

Ipmafa Ajak Santri Aktif di Gerakan Antikekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ipmafa Ajak Santri Aktif di Gerakan Antikekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ipmafa Ajak Santri Aktif di Gerakan Antikekerasan

“Kekerasan tanpa kita sadari ada disekitar kita, sehingga penting bagi kita untuk mengelola emosi,” kata Sri Naharin.

Haedar Nashir

Menurutnya, orang yg tergerak untuk peduli dengan hal seperti ini biasanya adalah orang yang setiap harinya itu sudah terdidik untuk ikhlas, yakni santri. Sehingga pelatihan tersebut ia nilai penting dilaksanakan untuk menumbuhkan kepedulian santri dalam melawan kekerasan.? “Menumbuhkan agen-agen yang tergerak untuk melawan kekerasan,” tuturnya.

Selama pelatihan berlangsung peserta diberi pendidikan nilai dasar perdamaian. Antusiasme peserta terlihat dari semangatnya dalam mengikuti pelatihan.

“Pada pelatihan ini kami sampaikan 12 nilai perdamain yang kami kemas dengan model pembelajaran interaktif. Harapannya nanti peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat menjalin hubungan damai baik dengan diri sendiri maupun orang lain, telebih dapat meminimalisir gesekan yang menimbulkan tindak kekerasan,” ujar Maya Kholida, salah satu dari 8 pelatih Peace Promotion.? (Khoirun Niam/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Kyai, IMNU Haedar Nashir

Sabtu, 03 Februari 2018

Sarbumusi Desak Pemerintah Perbaiki Sistem Perburuhan

Jakarta, Haedar Nashir. Federasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia bidang Listrik, Logam, Energi, Elektronik, dan Mesin, melihat ketidakseriusan pemerintah dalam mengatasi perburuhan/ketenagakerjaan mulai dari kebijakan hingga tahap implementasinya. Keadaan ini menambah suram nasib buruh Indonesia di tengah ketidaksiapan pemerintah menghadapi perdagangan bebas negara ASEAN 2015 dan APEC 2020.

Lewat sebuah forum terbatas di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Kamis (11/9) siang, Federasi Sarbumusi-Lem dengan melibatkan unsur Lemhannas, Kemenakertrans, Pengusaha, dan pihak buruh, mencoba melihat problematika Perburuhan/Ketenagakerjaan secara utuh.

Sarbumusi Desak Pemerintah Perbaiki Sistem Perburuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Desak Pemerintah Perbaiki Sistem Perburuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Desak Pemerintah Perbaiki Sistem Perburuhan

Ketua Sarbumusi Lem Mustika Ali Sani menekankan sisi musyawarah efektif pada sila keempat Pancasila oleh pihak pemerintah, serikat buruh, dan asosiasi pengusaha dalam menyelesaikan masalah.

Haedar Nashir

“Kita butuh hadirnya wadah di mana pihak Tripartit bekerja secara intensif mengatasi persoalan buruh dan mengantisipasinya. Sedangkan forum Tripartit yang ada kini tidak efektif. Karena, mereka berembug kalau ada masalah. Hujan sudah taraf bahaya, baru ribut cari payung,” kata Mustika Ali Sani.

Sementara utusan buruh Sukitman Sudjatmiko lebih menyoroti implementasi dari kebijakan yang dibuat pemerintah.

Haedar Nashir

“Pada tahap ideologi Pancasila dan falsafah perburuhan, kita semua sudah sepakat. Yang perlu dikawal bersama ialah implementasi dari undang-undang itu sendiri,” kata Sukitman yang juga salah seorang narasumber diskusi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai Haedar Nashir

Kamis, 01 Februari 2018

Masih Semangat, PMII Cianjur Galang Dana untuk Korban Gempa Aceh

Cianjur, Haedar Nashir. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menggalang dana untuk korban bencana Aceh dengan cara turun ke jalan. Upaya tersebut merupakan solidaritas PMII Cianjur terhadap korban gempa di Aceh.

Masih Semangat, PMII Cianjur Galang Dana untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Semangat, PMII Cianjur Galang Dana untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Semangat, PMII Cianjur Galang Dana untuk Korban Gempa Aceh

Ketua Umum PC PMII Cianjur Tedi Sopian menjelaskan, aksi turun ke jalan ini merupakan aksi manifestasi dari kesolehan sosial yang wajib di lakukan oleh kader dan anggota PMII seperti yang termaktub dalam Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII.

"Selain kader PMII harus soleh secara spiritual artinya dirinya antara dengan Allah SWT , mereka pun harus soleh secara sosial artinya berbuat baik terhadap sesama manusia," ungkap Tedi, Jumat (16/12).

Dia menambahkan, pada penggalangan dana kali ini, anggota dan kader PMII disebar di tiga titik. Di antaranya di Pasar Ramayana, Bundaran Mamaos Cianjur dan di Pasar Induk Pasir Hayam Cianjur, mereka menggalang dana dari hasil uluran tangan masyarakat Cianjur yang ingin menyumbangkan sebagian hartanya untuk di berikan kepada korban bencana gempa Aceh.

Haedar Nashir

"Hasil dari itu kami akan transper atau kami langsung berikan kepada tim relawan PMII yang berada di Jawa barat, mudah – mudahan sumbangan yang di berikan masyarakat Cianjur bisa bermanfaat dan sedikit meringankan derita korban bencana Aceh," ucapnya.

PMII berkomitmen akan senantiasa membantu warga masyarakat yang membutuhkan uluran tangan dengan kemampuan yang di miliki PMII, Karena pada dasarnya PMII , bukan organisasi pencitraan ? namun organisasi advokasi.

"Selain itu, pada 22 Desember 2016, PMII akan kembali turun ke jalan memperingati Hari Ibu," tandasnya. (Sopwan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Daerah, Kyai, Aswaja Haedar Nashir

LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak

Sidoarjo, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (PC LAZISNU) Sidoarjo, Jawa Timur bersama Universitas NU Sidoarjo untuk yang pertama kalinya menggelar kegiatan bakti sosial bersama-sama. Bertempat di Jalan Monginsidi depan kampus Universitas NU Sidoarjo, sekitar 115 paket sembako dibagikan kepada abang becak yang ada di kota Sidoarjo.

LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak

Ketua PC? LAZISNU? Sidoarjo, Muhammad Ihsan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pilot project lembaganya bersama Universitas NU? Sidoarjo. Rencananya, akan ada banyak kegiatan bersama lagi.

"Ke depan akan kita bahas lagi kegiatan-kegiatan lain dengan UNU (Universitas NU Sidoarjo), karena kegiatan hari ini bisa dibilang berhasil," ungkap Muhammad Ihsan saat ditemui usai kegiatan berakhir, Jumat (9/9) sore.

Ia menambahkan, kegiatan? LAZISNU? akan fokus pada keterlibatan mahasiswa sebagai pelaksananya. Tujuannya untuk membentuk karakter mereka? agar memiliki kepekaan sosial. Selain itu, mengenalkan mereka pada program pengabdian masyarakat yang ada pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Meski paket sembako yang dibagikan tidak terlalu banyak, lanjut Muhammad Ihsan, keterlibatan mahasiswa merupakan bagian terpenting dari kegiatan tersebut, karena mereka adalah mahasiswa baru.

Haedar Nashir

Peket sembako yang dibagikan juga merupakan sumbangan mahasiswa baru yang dikumpulkan saat orientasi mahasiswa baru bulan lalu. (Moh Kholidun/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu, Kyai Haedar Nashir

Kamis, 25 Januari 2018

Pedagang Sayur Cari Rezeki di Haul Gus Dur

Jakarta, Haedar Nashir

Puncak peringatan Haul Ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Jumat (23/12) menjadi ladang mencari rezeki bagi puluhan pedagang, tasbih, kaos, makanan cepat saji, minuman dan mainan anak, termasuk pedagang sayuran.

Pedagang Sayur Cari Rezeki di Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Pedagang Sayur Cari Rezeki di Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Pedagang Sayur Cari Rezeki di Haul Gus Dur

“Alhamdulillah laris,” ujar Indra Aldiansyah, di areal kediaman Gus Dur, Jalan Warung Silah Nomor 10, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Sembari tersenyum, warga Ciganjur itu mengaku baru pertama kali berdagang sayuran di Haul Gus Dur. “Biasanya berdagang di pasar. Di Haul Ini baru pertama kali berdagang, yang unik biasanya yang dicari,” kata dia menjelaskan alasan memilih tetap berdagang sayuran.

Di antara lalu-lalang jamaah, pedagang makanan, minuman hingga souvenir yang memasarkan dagangan di sebelah perusahaan taxi, Indra memasarkan dagangannya seperti caisim atau sawi hijau, kol, bawang merah, bawang putih, kentang, jagung, kacang panjang, sawi, wortel, tomat, daun bawang, jeruk nipis, ? pepaya, salak dan buah naga.

“Bawangnya Rp25 sekilo, cabai merah panjangnya Rp35 sekilo,” teriak Indra yang malam itu mengenakan celana jeans coklat dan kemeja hijau.

Haedar Nashir

Ia mengaku, bawang yang dijualnya sudah habis satu karung, jumlahnya kira-kira lebih dari 50 kilogram. “Sebagian sayuran dari Pasar Induk, sebagian lagi dari Pasar Kemang, Bogor, Jawa Barat,” katanya.

Sejumlah pejabat negara hadir pada Haul Gus Dur, seperti Presiden Joko Widodo, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid.

Terlihat pula sejumlah seniman seperti Joko Pinurbo, Asep Zamzam Noor, Sujiwo Tedjo dan Zastrouw Al-Ngatawi. Termasuk Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas, Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna H Alfa Isnaeni, sejumlah pengurus DPP K Sarbumusi NU dan para pemuka lintas agama.

Haedar Nashir

Puncak Haul diisi tausyiah oleh Habib Umar Muthohar dan ditutup doa oleh Habib Jafar Alkaff yang memimpin doa agar Indonesia aman dan ekonomi rakyat menjadi lancar. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Kajian Sunnah Haedar Nashir

Selasa, 16 Januari 2018

Keji, NU Kembali Difitnah Tolak Ustadz Abdul Somad

Jakarta, Haedar Nashir 

NU kembali difitnah menolak Ustadz Abdul Somad (UAS) yang hendak berceramah di Hong Kong. Bisa dipastikan tokoh-tokoh NU tidak pernah melakukan tindakan semacam itu.

Keji, NU Kembali Difitnah Tolak Ustadz Abdul Somad (Sumber Gambar : Nu Online)
Keji, NU Kembali Difitnah Tolak Ustadz Abdul Somad (Sumber Gambar : Nu Online)

Keji, NU Kembali Difitnah Tolak Ustadz Abdul Somad

"Saya tegaskan itu fitnah yang keji. Tak mungkin, KH Said Aqil Siroj melakukan tindakan itu," kata Robikin Emhas, ketua Bidang Hukum dan Konstitusi Pengurus Besar NU, Selasa (26/12).

Beredar fitnah yang disebarkan satu akun Twitter yang menyebut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dalang di balik peristiwa penolakan Ustadz Abdul Somad di Hong Kong. Akun itu menuliskan, "Penolakan ustadz Abdul Somad di Hong Kong, merupakan pesanan LBP (Luhut Binsar Panjaitan, menteri Koordinator Bidang Kemaritiman). LBP perintahkan Said Aqil. Said Aqil suruh Nusron Wahid hubungi imigrasi Hong Kong untuk tolak Abdul Somad."

Menurut Robikin, publik sudah mafhum bahwa Kiai Said Aqil Siroj adalah tokoh yang selalu mengajarkan amar makruf (berbuat kebajikan) dengan cara yang baik; begitu juga nahi mungkar (melarang perbuatan buruk) dengan cara yang baik pula. Itu adalah metode dakwah yang dijunjung tinggi kalangan NU.

NU tentu ikut menyesalkan insiden penolakan UAS. Soal menerima atau menolak warga asing masuk, sepenuhnya wewenang mutlak otoritas Hong Kong. Kewenangan semacam itu dimiliki juga oleh negara Indonesia.

Haedar Nashir

"Mungkin tindakan pemerintah setempat (Hong Kong), merupakan bentuk proteksi atas warga negaranya sesuai sistem politik dan kebudayaan yang dianutnya. Kita ambil hikmahnya," kata Robikin.

Dia bersyukur, kegiatan keagamaan yang direncanakan tetap berjalan dengan penceramah lain dari Indonesia, yakni KH Anwar Zahid. Dengan demikian syiar Islam tetap berlangsung sebagaimana mestinya.

Haedar Nashir

Sebelumnya, NU juga difitnah menolak Ustadz Abdul Somad ketika hendak berceramah di Bali. (Baca: Klarifikasi PWNU Bali soal Penolakan Ustad Abdul Somad)(Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai Haedar Nashir

Iran Tunjukkan Komitmen Dalam Perjanjian Nuklir

Washington, Haedar Nashir. Iran harus memusnahkan 15.000 unit mesin pengaya uranium sebagai bagian dari butir kesepakatan dengan Barat, demikian laporan Institute for Science and International Security (ISIS) di Washington.

Selain itu, Iran juga harus menutup sebuah fasilitas pengayaan uranium bawah tanah, mengubah reaktor air berat, dan setuju untuk menjalani proses pengawasan selama 20 tahun, tambah ISIS. Temuan itu diserahkan secara eksklusif kepada Wall Street Journal.

Iran Tunjukkan Komitmen Dalam Perjanjian Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)
Iran Tunjukkan Komitmen Dalam Perjanjian Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)

Iran Tunjukkan Komitmen Dalam Perjanjian Nuklir

Dua inspektur Badan Tenaga Atom Internasional memeriksa proses pengayaan uranium di Iran tengah pada 20 Januari 2014.

Haedar Nashir

Keputusan datang setelah Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) memastikan pada Senin bahwa Teheran telah mulai mengurangi aktivitas nuklir utama sebagai langkah awal penerapan kesepakatan November antara Iran dan enam kekuatan dunia. Pada saat yang sama, Uni Eropa dan AS sepakat melonggarkan sejumlah sanksi ekonomi Iran.

Haedar Nashir

Menurut IEAE, Iran telah menurunkan aktivitas di reaktor plutonium air berat Arak dan mulai memindahkan cadangan uranium dengan tingkat kemurnian 20% yang mendekati level senjata. IAEA pun setuju untuk meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas nuklir Iran, termasuk di antaranya kunjungan harian ke sejumlah fasilitas di kota Natanz dan Qom.

“Ini hari penting dalam upaya menjamin bahwa Iran memiliki program nuklir yang [ditujukan bagi jalan] damai,” ujar kepala kebijakan asing Uni Eropa, Catherine Ashton.

Pengumuman Iran itu memulai masa enam bulan negosiasi internasional demi mencapai kesepakatan permanen. Para pejabat Amerika dan Iran mengatakan pembicaraan resmi akan dimulai dalam dua pekan mendatang di Jenewa.

Menurut ISIS, langkah-langkah yang diumumkan pada Senin masih jauh dari yang akan disyaratkan dalam kesepakatan final.

Rekomendasi institut tersebut tidak dipandang keras. Laporan menyambut bahwa Iran akan mempertahankan sejumlah kemampuan untuk menghasilkan bahan bakar nuklir sebagai bagian kesepakatan akhir melalui pengayaan uranium dalam jumlah kecil bagi kepentingan sipil.

Sebaliknya, koalisi anggota legislatif AS berupaya meloloskan aturan yang mensyaratkan pelucutan total kemampuan Teheran dalam memperkaya uranium sebagai bagian dari kesepakatan akhir.

David Albright, kepala ISIS, adalah mantan inspektur senjata PBB yang menjadi penasihat kendali senjata pemerintah. Menurutnya, kajian tersebut dikembangkan oleh riset independen dan melalui pembicaraan mendalam dengan para pejabat pemerintahan Obama dalam beberapa bulan terakhir mengenai masalah Iran.

Para petinggi Departemen Luar Negeri menolak berkomentar atas kesimpulan laporan ISIS. Namun, para pejabat senior AS dalam beberapa pekan terakhir mengatakan bahwa pengurangan aktivitas Arak dan penurunan cakupan kemampuan pengayaan uranium Iran menjadi hal penting demi mencapai kesepakatan akhir.

Laporan ISIS berfokus pada upaya menggagalkan kemampuan Iran untuk menghasilkan bahan bakar senjata melalui dua cara yang tengah dikembangkan Teheran: pengayaan uranium, dan produksi plutonium. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Cerita, Anti Hoax Haedar Nashir

Minggu, 31 Desember 2017

Pelajar NU Lamongan Apresiasi Film Kalam-Kalam Langit

Jakarta, Haedar Nashir - Pelajar NU Lamongan merespon segera arahan pengurus Nahdlatul Ulama terkait pemutaran film Kalam-Kalam Langit. Mereka menggelar acara nonton bareng film bermuatan pendidikan itu. Mereka mencoba mengapresiasi produksi film yang mengangkat tradisi pesantren ke layar lebar.

Ketua IPNU Lamongan Muhlisin menjelaskan bahwa film ini sangat mendidik karena mengangkat budaya pendidikan pesantren yang selama ini menjadi cirri khas pendidikan warga NU. Tak hanya itu, film karya sutradara Tarmidzi Abka ini bercerita tentang kisah kearifan masyarakat yang berdasarkan naungan pesantren dan nilai-nilai Islam yang kuat serta nilai-nilai budaya yang ada di wilayah Lombok Barat.

Pelajar NU Lamongan Apresiasi Film Kalam-Kalam Langit (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Lamongan Apresiasi Film Kalam-Kalam Langit (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Lamongan Apresiasi Film Kalam-Kalam Langit

Film ini menceritakan seorang pemuda yang gigih dalam belajar memahami dan menghafalkan Al-Qur’an hingga mahir dalam qira’atul Qur’an. Hanya sayangnya niat itu ditentang oleh ayahnya yang selalu member peringatan agar tidak memperjualbelikan kalam-kalam Illahi demi mendapatkan popularitas di kawasan pesantren.

Haedar Nashir

Lebih menarik lagi film ini melibatkan KetuaUmum NU KH Said Aqil Siroj.

“Lewat nonton bareng ini kami ingin mengajak seluruh kader dan warga NU khususnya untuk ikut mengapresiasi film ini. Ini karya kader NU. Kalau tidak kita yang mengapresiasi, lalu siapa lagi?” pungkas Muhlisin. (Red Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Syariah, Kyai, Budaya Haedar Nashir

Jumat, 22 Desember 2017

Jika Dikelola dengan Benar, Wakaf Hasilkan Manfaat Luar Biasa

Bandar Lampung, Haedar Nashir

Pengelolaan wakaf dengan baik dan benar dapat memberikan manfaat yang luar biasa bagi kemaslahatan umat. Wakaf bisa menjadi sumber ekonomi umat Islam jika dikelola dengan ilmu pengetahuan yang matang dan sesuai dengan kriteria serta syariat Islam.

Demikian disampaikan M Damrah Khair saat memberikan materi "Prospek Peran Ekonomi Wakaf di Indonesia" pada Workshop Manajemen Pengelolaan Wakaf yang dilaksanakan oleh Bidang Penerangan Agama Islam zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Rabu (11/04), di Bandar Lampung.

Jika Dikelola dengan Benar, Wakaf Hasilkan Manfaat Luar Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika Dikelola dengan Benar, Wakaf Hasilkan Manfaat Luar Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika Dikelola dengan Benar, Wakaf Hasilkan Manfaat Luar Biasa

Mantan Rektor IAIN Raden Intan Bandar Lampung tersebut memberikan beberapa contoh negara dan perguruan tinggi yang dapat berkembang dengan luar biasa dengan memaksimalisasikan wakaf yang ada. "Mesir dan Universitas Al Azhar Kairo bisa maju karena pengelolaan wakaf yang sangat baik. Universitas Islam Indonesia dan Pesantren Gontor juga baik sekali dalam memanfaatkan wakaf untuk mengembangkan diri," katanya.

Haedar Nashir

Oleh karenanya Damrah menegaskan bahwa kata kunci dalam perwakafan ini adalah pengelolaan, karena permasalahan bukan pada apa yang mau diwakafkan namun kepada siapa yang mau mengelola wakaf. "Sebenarnya banyak orang yang mau berwakaf. Tapi siapa yang mengelola, amanah nggak, kredibel nggak. Itu yang jadi permasalahan," tegasnya.

Jadi, menurutnya sangatlah penting mengubah pola pikir umat serta sinergitas ulama dan umara untuk menjadikan wakaf produktif. Salah satu cara untuk mengubahnya adalah melalui bentuk sosialisasi dan pelatihan pengelolaan ekonomi wakaf yang didukung oleh dana yang memadai, terjadwal, dan terencana.

Haedar Nashir

"Lebih khusus ini adalah salah satu tugas Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk mengelola wakaf dengan baik. Pembinaan terhadap nadzir (pengelola wakaf) harus intensif dilakukan," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri, Kyai, RMI NU Haedar Nashir

Minggu, 17 Desember 2017

Kisah Santri Istighfar dan Dua Burung

Jepara, Haedar Nashir. KH Dzikron Abdullah saat mengimbau supaya para santri tetap mendawamkan membaca istighfar. Dawam pada berbagai kondisi, baik dalam keadaan susah, senang, banyak maupun minim rezeki.

Kisah Santri Istighfar dan Dua Burung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Santri Istighfar dan Dua Burung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Santri Istighfar dan Dua Burung

Menurut Pengasuh pesantren Addainuriyah Semarang ini kemudian menceritakan sesosok santri yang rajin membaca kalimat meminta ampunan kepada Tuhan tersebut.

Kiai berusia 66 tahun itu menambahkan, santri yang sudah boyong ini sebut saja bernama si fulan. Usai boyong, ia nganggur sementara ia harus menafkahi istri dan tiga anaknya. Tapi ia masih tetap mendawamkan istighfar.

Haedar Nashir

Suatu ketika, si fulan berinisiatif membeli burung beo seharga Rp.400.000. Singkat kisah seorang Tionghoa mendengar ocehan burung itu. “Chino kepet. Chino kepet (tidak mandi, red),” terangnya pada ceramah di Haul I KH Ahmad Cholil (Rais Syuriah PCNU Jepara) di desa Bakalan kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara, Jum’at (28/8) sore.

Haedar Nashir

Sontak orang itu berkeinginan ingin membeli burung yang bisa ngoceh itu seharga RP 4.500.000. Maka, untunglah si fulan. Di lain hari, si fulan membeli burung derkuku atau tekukur atau dekukur.

Suatu hari, datanglah seorang bos ke musholla yang tak jauh dari kediaman si fulan. “Bos ini punya penyakit imsonia. Tidak bisa tidur. Sudah diobatkan hingga ke luar negeri namun tak kunjung sembuh,” terang Ketua Idaroh Wustho Jatman Provinsi Jawa Tengah menambahkan.

Tiba-tiba saat si bos menunaikan shalat Dluha di musholla, ia mendengar kicauan burung tersebut. “Cekuter kuk. Cekuter kuk.” begitu bunyi kicauan burung milik si fulan.

Anehnya, penyakit imsonia yang sudah diobatkan ke sana ke mari bisa ditaklukkan hanya dengan kicauan burung derkuku. “Setiap si bos mendengar burung manggung cekuter kuk. Cekuter kuk lelaki kaya ini langsung tidur,” tambahnya juga disambut tawa hadirin.

Padahal sebelum-sebelumnya dari jam 9 pagi hingga 9 pagi ia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Alhasil, atas berkah kicauan burung seharga Rp.100.000 dibeli oleh si bos dengan Rp.5.000.000 plus si fulan diberangkatkan haji ke tanah suci.

Dengan misal itu Kiai Dzikron mengimbau seluruh hadirin untuk memperbanyak istighfar dalam kondisi apa pun.

Hadir dalam Haul KH Ahmad Bukhori pengasuh Pesantren Al Falah, KH Imam Abi Jamrah Ketua LBM NU Jawa Tengah, KH Kamil Ahmad Rais Syuriah PCNU Jepara, KH Asyhari Syamsuri Ketua PCNU Jepara dan H Ahmad Marzuqi Bupati Jepara. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai Haedar Nashir

Selasa, 12 Desember 2017

Tanamkan Cinta Al-Qur’an pada Anak, RSINU Tadarus Bersama Hafiz Cilik Nasional

Tanamkan Cinta Al-Qur’an pada Anak, RSINU Tadarus Bersama Hafiz Cilik Nasional

Demak, Haedar Nashir - Dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1437 H Rumah Sakit Islam (RSI) NU Demak menggelar tablig akbar dengan tema” RSI NU Demak Bertadarus “di masjid Islamic Center Jogoloyo, Wonosalam, Demak, Sabtu (14/5). Pada pengajian akbar ini RSI NU Demak mengahdirkan hafiz cilik Muhammad Abdul Rasyid asal Pekan Baru Riau.

Tanamkan Cinta Al-Qur’an pada Anak, RSINU Tadarus Bersama Hafiz Cilik Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanamkan Cinta Al-Qur’an pada Anak, RSINU Tadarus Bersama Hafiz Cilik Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanamkan Cinta Al-Qur’an pada Anak, RSINU Tadarus Bersama Hafiz Cilik Nasional

Di tengah acara Direktur RSI NU dr H Abdul Azis mengatakan, kegiatan tadarus bersama anak anak dimaksudkan untuk menginspirasi dan memotivasi masyarakat dan keluarganya dalam kecintaannnya pada Al-Qur’an sejak dini. Menurutnya untuk memotivasi anak-anak RSI NU sengaja mengundang sebagai hafidz Indonesia 2014 RCTI, aksi junior 2015 Indosiar dan memiliki 18 irama imam besar dunia.

“Kami? sengaja mengundang Abdul Rasyid yang biasa dipanggil Syekh Rasyid untuk menginspirasi anak-anak sampai orang tua agar cinta Al-Qur’an, gemar bertadarus dan menghafal Al-Qur’an,” tutur dr Azis.

Haedar Nashir

Di saat yang sama Ketua panitia pelaksana Muslih mengatakan, panitia sementara melibatkan 40 lembaga pendidikan yang berada di sekitar rumah sakit karena keterbatasan waktu dan sebagai uji kesuksesan pelaksanaan kegiatan, kehadiran mereka rata-rata didampingi guru pengampunya dari sekolah masing-masing.

Haedar Nashir

“Sementara kami baru melibatkan sedikit sekolahan karena faktor waktu dan teknis, karena ini baru pertama kali,” kata Muslih.

Selama memimpin tadarus Rasyid sengaja melemparkan pertanyaan dengan cara melanjutkan ayat Al-Qur’an yang dibacanya untuk disempurnakan oleh penjawab mulai dari surat-surat pendek sampai ayat pada surat yang panjang. Usai acara Muhammad Rasyid yang didampingi direksi dan karyawan rumah sakit melanjutkan sembahyang jamaah bersama di Masjid Agung Demak. Usai berjamaah mereka berziarah ke makam Sunan Kali Jaga dan diakhiri kunjungan ke bangsal dengan mendoakan pasien.

Acara yang diikuti seribu lima ratus siswa dan jamaah umum ini dihadiri pula pengurus Yayasan Rumah Sakit Hasyim Asy’ari H Sa’dullah, Direktur dr H Abdul Azis, dan jajaran Direksi RSI NU Demak serta pengurus NU Demak. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Kyai Haedar Nashir

Jumat, 08 Desember 2017

Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam

Tarim, Haedar Nashir. Habib Umar bin Hafidz menegaskan, sikap moderat (wasathiyah) adalah karakter inti ajaran Islam yang merepresentasikan perilaku Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Hal ini ia sampaikan dalam acara bedah buku karyanya, al-Wasathiyyah fil Islam (Moderat dalam Perspektif Islam).

Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Umar bin Hafidz: Moderat Karakter Inti Ajaran Islam

Diskusi bedah buku diselenggarakan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman cabang Hadhramaut di Auditorium Fakultas Syariah dan Hukum, Universtitas Al-Ahgaff Tarim, Hadhramaut, Yaman, Jumat (27/12).

Habib Umar mengutip surat al-Baqarah (143), “Dan demikianlah Kami (Tuhan) jadikan kalian umat yang ‘wasath’ (adil, tengah-tengah, terbaik) agar kalian menjadi saksi (syuhada’) bagi semua manusia, dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi (syahid) juga atas kalian.”

Haedar Nashir

Dalam ayat tersebut umat Islam dipuji Tuhan sebagai golongan yang ‘wasath’ karena mereka tak terjerembab dalam dua titik ekstrem. Yang pertama, ekstremitas umat Kristen yang mengenal tradisi “rahbaniyyah” atau kehidupan kependetaan yang menolak keras dimensi jasad dalam kehidupan manusia serta pengkultusan terhadap utusan.

Yang kedua adalah ekstremitas umat Yahudi yang melakukan distorsi atas Kitab Suci mereka serta melakukan pembunuhan atas sejumlah nabi. Habib Umar mengajak setiap Muslim untuk tidak berlaku tatharruf (ekstrem) dalam menjalankan ajaran agama.

Haedar Nashir

“Ekstrimisme yang terjadi akhir-akhir ini terjadi karena konsep wasathiyah mulai terkikis,” terang pengasuh perguruan Darul Mushtafa ini di hadapan 500 pelajar.

Karenanya, tutur Habib Umar, sikap moderat harus menjelma di setiap dimensi kehidupan seorang muslim, baik dalam ranah akidah, pemikiran, etika, maupun  interaksi dengan orang lain.

Habib Umar menyebut Wali Songo sebagai contoh ideal yang berhasil menerapkan prinsip moderat dalam kegiatan dakwah menyebarkan Islam di Nusantara. “Dengan sikap moderat yang ditunjukkan Walisongo, Islam dapat diterima dengan baik di Indonesia,” ujar Habib Umar.

Boleh Ucapkan Selamat Natal

Dalam kesempatan itu, Habib Umar bin Hafidz juga menerima pertanyaan dari peserta diskusi soal hukum mengucapkan selamat (tahni’ah) Natal kepada umat Kristiani. Ia menjawab bahwa ucapan tersebut boleh selama tak disertai pengakuan (iqrar) terhadap hal-hal yang bertentangan dengan pokok akidah Islam, seperti klaim Isa anak Tuhan dan keikutsertaan dalam kemaksiatan.

Kebolehan ini, tutur Habib Umar, karena memuliakan para utusan Allah, termasuk Nabi Isa, adalah di antara hal yang pasti diakui dalam Islam (min dharuriyyati hadza ad-din).

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Al-Ahgaff Dr Muhammad Abdul Qadir al-Aydrus mengatakan, di tengah radikalisme yang marak dalam kehidupan beragama, makna moderasi perlu diulas kembali.

“Setiap orang mengaku dirinya menempuh jalan yang moderat, sehingga pengertian dari terma wasathiyah sendiri harus diperjelas,” ujar dosen jebolan Universitas Badhdad tersebut saat memberi sambutan.

Usai bedah buku, acara Departemen Pendidikan dan Dakwah PPI Hadhramaut ini juga meluncurkan buku berjudul “Janganlah Berbantah-bantahan yang Menyebabkan Kamu Menjadi Gentar dan Hilang Kekuatanmu”, sebuah terjemah atas karya Habib Umar berjudul “Wa La Tanaza’u Fatafsyalu wa Tadzhaba Riihukum”. (Abdul Muhith/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam, Kyai, Aswaja Haedar Nashir

Selasa, 05 Desember 2017

Kejurnas Pencak Silat Pagar Nusa Pertandingkan 146 Partai

Jakarta,Haedar Nashir. Kejuaraan Nasional (Kejurnas) II Pencak Silat NU Pagar Nusa telah dimulai Ahad malam (21/8) di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Pertandingan dimulai sekitar 19. 30 sampai pukul 23.00.

Menurut Sekretaris Pertandingan Kejurnas II Abdul Wahab Mufarih pada kegiatan tersebut terdiri dari dua kategori yaitu tanding dan seni. Pada kategori tanding dibagi menjadi golongan dewasa putra dan putri dan golongan remaja putra dan putri.

Kejurnas Pencak Silat Pagar Nusa Pertandingkan 146 Partai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kejurnas Pencak Silat Pagar Nusa Pertandingkan 146 Partai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kejurnas Pencak Silat Pagar Nusa Pertandingkan 146 Partai

Pada kategori tanding remaja putra dan putri terdiri dari kelas A sampai F dengan batas usia dari 14 tahun sampai 17 tahun. Pada kelas A kisaran peserta harus memenuhi berat badan antara 39-43 kg, kelas B 43-47 kg, kelas C 47-51 kg, kelas D 51-55, kelas F 55-59 kg.

Haedar Nashir

Sementara kategori tanding golongan dewasa putra dan putri terdapat beberapa kelas juga, mulai A sampai D. Di kelas A berat badan peserta dalam kisaran 45-50 kg, kelas B 50-55 kg, kelas C 55-60 kg, kelas D 60-65 kg. Sementara kisaran usia golongan dewasa hanya diikuti peserta dari usia 17 sampai 33 tahun.

Di golongan remaja putra dan putri dari seluruh kelas, dari penyisihan sampai final, mempertandingkan 87 partai. Sementara pada golongan dewasa mempertandingkan 59 partai. Seluruh pertandingan akan dihabiskan selama 4 hari dari Ahad (21/8) sampai Rabu (24/8).

Haedar Nashir

Pada kategori seni, mempertandingkan kelas tunggal, ganda, dan regu. Kategori ini akan dimulai Selasa malam (23/8). Ini dilakukan supaya pesilat di kelas tanding beristirahat untuk menjaga stamina mereka menuju final. ?

Kejurnas II Pagar Nusa yang dibuka Menpora Imam Nahrowi tersebut akan ditutup pada Kamis (25/8). (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah, AlaNu, Kyai Haedar Nashir

Kamis, 23 November 2017

Silaturrahim Kiai dan Alumni Pesantren Krapyak Bahas Masa Depan NU

Bantul, Haedar Nashir. Pada acara Silaturrahim Kiai-Alumni Pesantren Krapyak dalam rangka Menyambut Haul ke-28 Al-Maghfurlah Kiai Ali Maksum, Ahad (5/2), mengemuka tentang rasa optimis terhadap NU di masa depan.?

Acara yang berlangsung di kompleks Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Krapyak, Bantul, DIY tersebut menghadirkan tiga pembicara yakni, KH As’ad Said Ali, KH Zaim Maksum, dan KH Masyhuri Malik.?

Silaturrahim Kiai dan Alumni Pesantren Krapyak Bahas Masa Depan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturrahim Kiai dan Alumni Pesantren Krapyak Bahas Masa Depan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturrahim Kiai dan Alumni Pesantren Krapyak Bahas Masa Depan NU

Mendapatkan kesempatan pertama untuk berbicara, Kiai As’ad Said Ali mengemukakan tentang fakta terkini organisasi NU.?

“Ini ada anak muda NU yang melakukan penelitian di Alvara menemukan fakta bahwa NU merupakan organisasi paling dikenal dan masyarakat Indonesia banyak yang berafiliasi kepada NU,” kata Kiai As’ad di hadapan ratusan peserta yang hadir.?

Ke depan, lanjut Kiai As’ad, saya tetap optimis, NU akan tetap ada di masa depan, meski kini selalu coba dihancurkan oleh kelompok-kelompok yang tidak suka terhadap NU. Utamanya yang ingin menguasai NKRI, karena NU adalah penjaga NKRI.?

Haedar Nashir

Senada dengan Kiai As’ad Said Ali, Kiai Zaim Maksum, cucu Kiai Maksum Lasem juga optimis NU bisa bertahan dan tetap istiqomah menjaga NKRI.

Haedar Nashir

“Saya optimis, NU akan selalu ada tetapi memang ada beberapa hal yang harus dibenahi, misalnya kemandirian organisasi,” tandas Kiai Zaim.?

Sementara itu, KH Masyhuri Malik (mantan Ketua LAZISNU Pusat) mengutip Kiai As’ad, mengemukakan gagasan tentang perlunya sebuah wadah yang bisa menampung orang-orang NU yang tidak masuk struktural.?

“Orang-orang NU yang menjadi tentara, kemudian pebisnis, dan anak-anak muda yang ahli IT kan tidak mungkin masuk kepengurusan. Nah makanya, perlu ada sebuah wadah yang bisa menampung mereka. Kita harus memaksimalkan semua potensi yang kita miliki,” tegasnya. (Nur Rokhim/Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Kyai, Lomba Haedar Nashir

Senin, 20 November 2017

Dua Aspek Penting Garapan IPNU di Mata Wakil Ketua PWNU Jabar

Bandung, Haedar Nashir. Perubahan sosial begitu cepat. Indonesia tengah mengalami wabah gemar mencaci maki. Seolah menjadi orang paling mulia sehingga kita berhak mencaci dan yang tercaci seakan makhluk paling hina sejagat raya.

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat Muhammad Ali Ramdhani menyampaikan, mungkin saja yang tercaci itu mendapat tempat yang mulia sebab begitu banyaknya orang yang mencacinya.

“Ini orang luar biasa.Dia akan diampuni dosanya oleh Allah dan mungkin dia akan memperoleh tempat yang mulia karena didzolimi oleh semua orang,” katanya saat memberikan sambutan mewakili Ketua PWNU Jawa Barat pada gelaran pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) di Hotel Asrilia, Bandung, Sabtu (18/11).

Dua Aspek Penting Garapan IPNU di Mata Wakil Ketua PWNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Aspek Penting Garapan IPNU di Mata Wakil Ketua PWNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Aspek Penting Garapan IPNU di Mata Wakil Ketua PWNU Jabar

Indonesia merupakan negara hukum sehingga hukum menjadi punggawa. Menurutnya, kita tidak bisa menyalahkan orang lain secara sepihak tanpa melalui proses persidangan.

“Padahal republik ini mengajarkan bahwa tidak boleh menghukumi seseorang sebelum melalui proses pengadilan,” lanjut Guru Besar UIN Sunan Gunung Jati Bandung tersebut.

Selain itu, cepatnya perkembangan teknologi memudahkan semua orang untuk mengakses segala keinginannya. Secara instan, pelajar saat ini mudah saja bertanya kepada mesin pencari di internet tentang hal apapun.

Haedar Nashir

“Mereka (pelajar) bertanya pada Kiai Google, Ajengan Yahoo, kemudian Ustadz Bing,” katanya.

Ruang-ruang di dunia internet itu harus menjadi segmen garapan IPNU selanjutnya guna memberikan paham Islam ahlussunnah wal jamaah.

Haedar Nashir

Oleh karena itu,ia menyampaikan dua hal penting yang harus IPNU garap sebagai organisasi yang fokus pada dunia pelajar, yakni IPNU harus memberikan ruang pembelajaran bagaimana menghormati hukum sebagai pilar utama  dan bagaimana IPNU harus mengisi ruang-ruang non-mainstream seperti mencuci otak dengan informasi yang viral.

Pada kesempatan tersebut, hadir Deputi II Bidang Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Niam Soleh, Ketua Presidium Majelis Alumni IPNU Hilmi Muhammadiyyah, Anggota Komisi X DPR RI Dony Ahmad Munir, Pengurus PWNU Jawa Barat, dan alumni IPNU se-Jawa Barat serta para perwakilan organisasi kepemudaan dan badan otonom NU yang lain. (Syakirnf/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu, Kyai, Pahlawan Haedar Nashir

Minggu, 19 November 2017

Tak Ada Kata Terlambat, Pria Berusia 103 Menikah

Jakarta, Haedar Nashir. Dengan usia gabungan 194, satu pasangan Inggris ditetapkan menjadi pengantin baru tertua di dunia ketika mereka akan menikah musim panas ini, menurut koran Inggris Daily Mail yang melaporkan, Jumat lalu.

George Kirby, yang juga akan menjadi laki-laki tertua yang pernah menikah pada usia 103, menikahi Doreen Luckie, 91, pada Hari Valentine tahun ini seperti dikutip dari al arabiya.net.?

Tak Ada Kata Terlambat, Pria Berusia 103 Menikah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Kata Terlambat, Pria Berusia 103 Menikah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Ada Kata Terlambat, Pria Berusia 103 Menikah

"Saya kira sekarang sudah waktunya ," kata Kirby. "Saya tidak merasa masalah dengan usia. Doreen membuat saya muda. "

Haedar Nashir

"Saya tidak dapat berlutut di satu kaki karena saya tidak mungkin bisa bangkit berdiri lagi.”

Haedar Nashir

Ini akan menjadi pernikahan ketiga mantan petinju tersebut yang secara keseluruhan telah menghasilkan 7 anak, 15 cucu dan 7 cicit.

Anak Kirby, Neil 63 tahun, mengatakan, "Kami telah menganggap Doreen sebagai ibu kami dan kami senang bahwa dia akan menjadi keluarga Kirby."

"Kami senang bahwa mereka akan menikah di depan semua teman-teman dan keluarga yang akan bangga," tambahnya.

Pernikahan ini akan ditetapkan pada 13 Juni. Hal ini akan memecahkan rekor sebelumnya untuk pasangan tertua yang ? menikah dengan usia gabungan 188 tahun yang ditetapkan pada tahun 2013.

Ketika ditanya tentang motivasi pernikahannya, Kirby mengatakan: "Kami tidak melakukannya untuk catatan rekor, kami menikah karena kita sedang jatuh cinta dan tampaknya hal ini merupakan sesuatu yang benar untuk melakukannya." (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Lomba, Kyai Haedar Nashir

GP Ansor Makassar Kecam Pembakaran Rumah Ibadah di Aceh

Jakarta, Haedar Nashir. Gerakan Pemuda Ansor Kota Makassar mengecam pembakaran Gereja yang dilakukan oleh sekelompok Masyarakat di Aceh pada Hari Selasa (13/10).

GP Ansor Makassar Kecam Pembakaran Rumah Ibadah di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Makassar Kecam Pembakaran Rumah Ibadah di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Makassar Kecam Pembakaran Rumah Ibadah di Aceh

Wakil Ketua Bidang Hukum, HAM & Pemerintahan GP Ansor Makassar, Ardian Arnold mengutuk keras aksi intoleran tersebut.

Menurutnya, tidak ada alasan yang bisa membenarkan aksi tersebut & sangat bertolak-belakang dengan nilai yang terkandung dalam al-Quran & hadits.

Haedar Nashir

Ardian juga meminta kepada Pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas Kasus tersebut agar tidak terjadi insiden susulan yang dapat memperkeruh suasana keberagamaan di Bangsa ini.

Haedar Nashir

Kasus pembakaran rumah ibadah bukan pertama kali terjadi, sebelumnya di Papua Masjid di bakar, Polri harus mengantisipasi hal-hal seperti ini terjadi lagi.

"Saya yakin Jikalau POLRI bekerja maksimal dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya, Kasus seperti ini dapat diantisipasi", ungkap Ardian dalam rilisnya, Rabu(14/10)

Lanjut, Ardian juga minta Polri menangkap Pelaku Intelektual yang menjadi otak pembakaran gereja, serta memastikan tidak terjadi kejadian yang serupa khususnya di Aceh dan di Indonesia secara umum. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Pertandingan, Kiai Haedar Nashir

Gus Dur Desak Pemerintah Segera Selesaikan Kasus Lapindo

Jakarta, Haedar Nashir. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendesak pemerintah segera menyelesaikan kasus lumpur Lapindo. Menurutnya, yang harus diprioritaskan pemerintah adalah upaya mencari penyelesaian musibah dan membantu meringankan derita masyarakat yang menjadi korban secara cepat dan efisien, bukan status bencananya.

"Kalau mau menetapkan sebagai bencana alam, cantolan (baca: dasar, Red) hukumnya apa?," kata Gus Dur kepada wartawan di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (9/3).

Karena itu, Gus Dur juga menyatakan ketidaksetujuannya pada Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR RI yang meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional pada musibah semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, tersebut.

Gus Dur Desak Pemerintah Segera Selesaikan Kasus Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Desak Pemerintah Segera Selesaikan Kasus Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Desak Pemerintah Segera Selesaikan Kasus Lapindo

Bahkan, Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB itu menyatakan permintaan penetapan status bencana nasional itu bukan suara resmi FKB, melainkan pendapat pribadi ketuanya, Ida Fauziah.

"DPP PKB berpendapat, prioritas utama yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah mencari penyelesaian atas musibah maupun membantu meringankan beban yang diderita masyarakat korban musibah lumpur panas Lapindo secara cepat dan efisien," katanya.

Haedar Nashir

Dengan demikian, menurut Gus Dur, surat FKB yang dikirim pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang isinya meminta ditetapkannya bencana lumpur Lapindo sebagai bencana alam juga gugur dengan sendirinya. Apalagi surat itu tidak dikonsultasikan dengan DPP PKB.

Pada kesempatan itu Gus Dur meminta PT Lapindo Brantas Inc. memegang teguh komitmennya untuk mencari solusi bagi upaya penghentian semburan lumpur panas maupun pemberian ganti rugi yang layak kepada masyarakat korban Lumpur secepatnya.

Gus Dur juga mendukung upaya sertifikasi untuk memudahkan proses pengembalian hak atas tempat tinggal warga masyarakat korban dengan menggunakan rujukan legal pertanahan seperti Letter C dan Petok D bagi penerbitan sertifikasi.

Untuk itu, mantan Ketua Umum PBNU itu meminta kerjasama semua aparat, baik pemerintah daerah maupun Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memudahkan proses tersebut.

Gus Dur juga mendukung program pemindahan penduduk beserta ganti rugi bagi penyelesaian masalah Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) dan mendesak pemerintah sesegera mungkin memfasiliasi dialog dengan warga sehingga tercapai penyelesaian yang adil bagi semua.

Haedar Nashir

Pada kesempatan itu Gus Dur juga mendesak pemerintah untuk segera memulihkan kondisi perekonomian Sidoarjo dan Jawa Timur dengan menyegerakan pembangunan kembali infrastruktur utama dan strategis yang rusak akibat musibah lumpur tersebut.

"Untuk mencapai maksud tersebut, maka saya dan beberapa tokoh LSM seperti Wardah Hafidz dan Romo Sandyawan akan memimpin upaya mencapai maksud tersebut," kata Gus Dur.

Sementara itu, Koordinator Urban Poor Consortium (UPC) Wardah Hafidz menambahkan, segala pengeluaran yang dikeluarkan pemerintah terkait musibah lumpur Lapindo harus dicatat sebagai piutang yang harus ditagihkan ada PT Lapindo Brantas Inc. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai Haedar Nashir