Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Rais Syuriyah PBNU: Tanamkan Kebaikan Kapanpun dan Dimanapun

Brebes, Haedar Nashir. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Subhan Makmun mengatakan bahwa manusia hidup harus senantiasa menanamkan kebaikan di muka bumi, dimanapun berada. Pasalnya, kebaikan yang dilakukan akan disaksikan oleh teman, malaikat dan dilaporkan dalam ‘buku catatan’ abadi yang tersimpan di Lauhul Mahfudz.

Rais Syuriyah PBNU: Tanamkan Kebaikan Kapanpun dan Dimanapun (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PBNU: Tanamkan Kebaikan Kapanpun dan Dimanapun (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PBNU: Tanamkan Kebaikan Kapanpun dan Dimanapun

“Apa yang diperbuat manusia, akan dicatat dalam Lauhul Mahfuzh, yang berarti “terpelihara” (mahfuzh),” ujar Kiai Subkhan saat mengisi bimbingan mental (Bintal) bagi pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Brebes di Pendopo Brebes, Jumat (8/1).

Jadi, lanjutnya, segala sesuatu yang tertulis di dalamnya tidak berubah atau rusak. ? Untuk itu, dia berpesan untuk selalu bergaul dengan orang-orang baik. Orang baik yang di maksud memiliki ciri-ciri pertama, bila memandangnya selalu mengingatkan pada Allah. ? Kedua, bila berbicara selalu menambah ilmu yang bermanfaat dan ketiga, akhir dari pergaulan selalu menanamkan kebaikan.

Haedar Nashir

Untuk dapat bergaul dengan orang baik, tentu dirinya harus baik terlebih dahulu. Minimal di lingkungannya masing-masing. Sehingga ketika meninggal dunia akan dikenang selalu kebaikkannya, oleh lingkungan yang bersangkutan.?

Haedar Nashir

“Orang-orang disekitar kita, akan menjadi saksi kebaikan kita,” terang Kiai Subkhan yang juga pengasuh Pondok Pesanteren Assalafiyah Luwungragi, Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah.

Kata Kiai Subkhan, perilaku kebaikan perlu disaksikan orang lain dengan tujuan untuk memotivasi orang lain untuk berbuat baik. Sehingga kebaikan mampu memberi manfaat spiritual bagi orang lain. Maka dari itu, bergaul dengan orang baik akan menghasilkan kebaikan.?

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Brebes, H Angkatno merasa bahagia karena Bintal bagi PNS Brebes sudah dilakukan di pendopo Bupati. Sehingga semarak dan keakrabannya makin terasa. Namun demikian, masih perlu adanya kesepahaman dan kesadaran bersama dalam upaya peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Sementara Wakil Bupati Brebes Narjo SH menegaskan kepada seluruh PNS untuk semangat dalam meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Termasuk dalam melayani masyarakat, PNS harus bekerja sesuai dengan aturan. PNS harus melayani masyarakat secara keseluruhan.

“Buat apa jadi pemimpin ? kalau tidak bermanfaat, melayani masyarakat dengan semangat merupakan langkah yang memberi manfaat nyata,” ujar Narjo. (Wasdiun/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Santri, Budaya, Aswaja Haedar Nashir

Minggu, 11 Februari 2018

Ipmafa Ajak Santri Aktif di Gerakan Antikekerasan

Pati, Haedar Nashir - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) bekerja sama dengan Pusat Studi Peace Promotion mengadakan Gebyar Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat? dengan acara Pelatihan Perdamaian bertemakan “Gerakan Pesantren Antikekerasan”.

Acara yang bertempat di auditorium Ipmafa, Jumat (31/3), ini dihadiri Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Sri Naharin, Direktur Pusat Studi Peace Promotion Kamilia Hamidah, serta sekitar 35 santri dari 18 pesantren se-Kecamatan Margoyoso.

Ipmafa Ajak Santri Aktif di Gerakan Antikekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ipmafa Ajak Santri Aktif di Gerakan Antikekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ipmafa Ajak Santri Aktif di Gerakan Antikekerasan

“Kekerasan tanpa kita sadari ada disekitar kita, sehingga penting bagi kita untuk mengelola emosi,” kata Sri Naharin.

Haedar Nashir

Menurutnya, orang yg tergerak untuk peduli dengan hal seperti ini biasanya adalah orang yang setiap harinya itu sudah terdidik untuk ikhlas, yakni santri. Sehingga pelatihan tersebut ia nilai penting dilaksanakan untuk menumbuhkan kepedulian santri dalam melawan kekerasan.? “Menumbuhkan agen-agen yang tergerak untuk melawan kekerasan,” tuturnya.

Selama pelatihan berlangsung peserta diberi pendidikan nilai dasar perdamaian. Antusiasme peserta terlihat dari semangatnya dalam mengikuti pelatihan.

“Pada pelatihan ini kami sampaikan 12 nilai perdamain yang kami kemas dengan model pembelajaran interaktif. Harapannya nanti peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat menjalin hubungan damai baik dengan diri sendiri maupun orang lain, telebih dapat meminimalisir gesekan yang menimbulkan tindak kekerasan,” ujar Maya Kholida, salah satu dari 8 pelatih Peace Promotion.? (Khoirun Niam/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Kyai, IMNU Haedar Nashir

Jumat, 09 Februari 2018

UKP-PIP: Anak Muda Kita Tercerabut dari Akar Sejarah

Jakarta, Haedar Nashir. Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif mengatakan, saat ini generasi muda Indonesia sedang mengalami diskoneksi dengan tokoh-tokoh intelektual dan pergerakan masa lalu. Mereka lebih paham dengan tokoh dari negara lain.

UKP-PIP: Anak Muda Kita Tercerabut dari Akar Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
UKP-PIP: Anak Muda Kita Tercerabut dari Akar Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

UKP-PIP: Anak Muda Kita Tercerabut dari Akar Sejarah

Yudi bercerita saat mengisi seminar di salah satu perguruan tinggi di Jawa Tengah. Pada seminar itu, ia bertanya kepada mahasiswa tentang siapa tokoh idola mereka. "Sayyid Qutb," kata Yudi menirukan jawaban mahasiswa sebuah perguruan tinggi tersebut di Jakarta, Rabu (30/8) malam.

Mendengar jawaban itu, Yudi mengaku kaget karena tidak ada di antara mereka yang mengidolakan tokoh asli Indonesia. "Kita tercerabut dari intelektual sejarah kita sendiri," tegasnya.

Ia lalu mengungkapkan, jatidiri intelektual suatu bangsa akan hancur dan hilang jika generasinya terputus dari para pemikir dan intelektual sebelumnya.?

Haedar Nashir

Lebih jauh, Yudi menerangkan, Indonesia adalah negara terbesar ketiga dalam hal penggunaan media sosial. "Dalam bermedia sosial, (masyarakat) Indonesia (pengguna media sosial) nomor tiga di dunia," ucapnya.

Namun, hal itu tidak diimbangi dengan minat baca atau berliterasi. Menurut Yudi, minat baca masyarakat Indonesia adalah nomor dua dari bawah. "Minat baca (masyarakat Indonesia), nomor dua dari bawah setelah Botzwana," pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Pertandingan, Nasional Haedar Nashir

Sabtu, 03 Februari 2018

Pesantren Tahfidzul Qur’an Timbangreja Santuni Yatim Piatu

Tegal, Haedar Nashir 

Pesantren Tahfidzul Qur’an Timbangreja asuhan ustadz Khoeron menjadikan program santunan yatim dan yatim piatu tiap bulan. Hal itu dilakukan atas inisiasi dari jama’ah pengajian yang digelar setiap ba’da Magrib. 

“Program ini sangat membantu bagi anak-anak yatim terutama untuk santri-santri kami yang yatim dan yatim piatu. Karena ini merupakan kewajiban kita semua maka sudah sepantasnya lah masyarakat bersama-sama dengan kami untuk berpartisipasi,“ jelas Ustadz Khoeron selepas acara santunan, Selasa (7/5) di pesantrennya.

Pesantren Tahfidzul Qur’an Timbangreja Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tahfidzul Qur’an Timbangreja Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tahfidzul Qur’an Timbangreja Santuni Yatim Piatu

Lebih lanjut pria penghafal Qur’an itu langsung mengapresiasi masyarakat yang telah membantu hingga acara berjalan dengan aman dan khidmat. Ia juga selalu terbuka kepada semua pihak agar turut berpartisipasi di ladang amal. 

Haedar Nashir

“Acara santuanan ini juga sekalian hataman Qur’an karena setiap bulan kami sendiri khatam dan mayarakat pun menyetujuinya, sehingga tidak ada yang menyesalkan apalagi mengomentari. Mudah-mudahan ada keberkahan bagi kita semuanya, ini sungguh sangat mulia,“ tambahnya. Pesantren yang berlokasi searah dengan obyek wisata Guci itu, menampung santri-santri yang kebanyakan adalah anak-anak yatim, dan di pesantren tersebut, para santri tidak dimintai bentuk sumbangan apapun per bulannya, mereka hanya khusus menghafal, menghafal dan menghafal Al Qur’an. 

Rata-rata anak yang nyantri adalah anak usia sekolah bahkan ada anak yang masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI), se-tingkat dengan Sekolah Dasar (SD), tetapi semangat dan perjuangan para santri sangat luar biasa. Dilihat dari fisik pesantren memang masih dalam proses pengembangan dan mungkin juga karena kondisi pesantren tersebut hanya menerima santri secara terbatas.

Menurut penuturan warga sekitar Rokhis (33) pesantren tersebut merupakan pesantren pertama yang berkonsentrasi pada hafalan Qur’an, berdirinya pesantren tersebut juga dipelopori oleh beberapa ulama setempat, seperti KH Mahfudz Basori, Ustadz Hanafi dan Kiai Hambali. 

Haedar Nashir

“Dengan adanya pesantren tersebut maka kami bisa ikut mengaji dengan benar pada ustadz yang mumpuni dibidangnya. Ini sangat membantu masyarakat terutama dalam bidang agama,“ katanya. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz  

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Olahraga Haedar Nashir

Kamis, 01 Februari 2018

Ketua DPRD Sidoarjo Sampaikan Apresiasi untuk IPNU-IPPNU

Sidoarjo, Haedar Nashir. Acara "Pondok Aswaja" yang diadakan oleh IPNU-IPPNU Sidoarjo, Sabtu hingga Ahad (4-5/7) kemarin di Pondok Pesantren Chusnaini desa Klopo Sepoloh Sukodono Sidoarjo Jawa Timur, mendapatkan apresiasi dan respon positif dari Ketua DPRD Sidoarjo H Sulamul Hadi Nurmawan.

Gus Wawan sapaan akrabnya menyatakan bahwa acara itu sangat penting sekali buat perkembangan generasi bangsa. Karena, di dalam Pondok Aswaja para peserta diberikan wawasan atau dibekali khazanah keilmuan dan mendapatkan faham Aswaja. Dimana sekarang sedang tren dikatakan Islam Nusantara.

Ketua DPRD Sidoarjo Sampaikan Apresiasi untuk IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua DPRD Sidoarjo Sampaikan Apresiasi untuk IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua DPRD Sidoarjo Sampaikan Apresiasi untuk IPNU-IPPNU

"Jadi tema yang diangkat oleh IPNU-IPPNU Sidoarjo yakni "Pengamalan Aswaja An-Nahdliyah untuk mewujudkan kesejahteraan di masyarakat" sangat tepat. Karena tema tersebut merujuk dari tema Islam Nusantra yang digagas dalam Muktamar ke-33 NU mendatang," katanya kepada Haedar Nashir, Sabtu (4/7).

Haedar Nashir

Saat ini, banyak paham-paham yang masuk ke Indonesia. Maka generasi penerus bangsa membutuhkan keimanan, membutuhkan pemahaman agama dan membutuhkan keyakinan yang jelas. Bagaimana menyikapi hidup, bagaimana menyikapi sebagai bangsa dan negara.

Disinggung terkait kepengurusan IPNU-IPPNU Sidoarjo yang menjadi soko guru dari Jawa Timur. Pria yang pernah menjadi Ketua PW IPNU Jawa Timur masa khidmah 2005-2007 itu mengaku bahwa sejarah PW IPNU dari masa kemasa tidak pernah lepas dari peran kader Sidoarjo.

Haedar Nashir

Menurut dia, sebelum dirinya menjabat hingga sekarang, kepengurusan IPNU-IPPNU di Jatim tidak pernah lepas dari kader IPNU-IPPNU Sidoarjo. Baik Ketua, Wakil maupun Sekretaris nya berasal dari Sidoarjo.

"Menurut saya, Sidoarjo itu memang pola pendidikan dan kaderisasinya sangat bagus. Sehingga layak untuk menjadi penopang di kepengurusan PW Jatim," tegas Gus Wawan. (Moh Kholidun/Anam)

Foto: Gus Wawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Meme Islam Haedar Nashir

Rabu, 24 Januari 2018

Media Sosial Jadi Medan Pertarungan Baru di Era Digital

Bandar Lampung, Haedar Nashir. Saat ini dunia maya khususnya Media Sosial menjadi medan pertarungan baru di era digital dengan konten-konten yang diproduksi untuk mempengaruhi siapa pun yang masuk di dalamnya. Berbagai informasi silih berganti tiada henti memenuhi dunia maya dan dengan tingkat keshahihan yang patut untuk diteliti lagi.

Hal ini dikatakan praktisi media yang juga Direktur Haedar Nashir Savic Ali di depan peserta Forum Dialog Literasi Media Sosial Berbasis Islam Wasathiyah yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI bekerja sama dengan MUI Provinsi Lampung di Hotel Novotel Bandar Lampung, Sabtu (14/10).

Media Sosial Jadi Medan Pertarungan Baru di Era Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Media Sosial Jadi Medan Pertarungan Baru di Era Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Media Sosial Jadi Medan Pertarungan Baru di Era Digital

Ia mengingatkan bahwa saat ini sebuah tulisan dalam media sosial yang tidak jelas sumber dan penulisnya layak dan patut untuk tidak dipercaya. "Saat ini sebuah tulisan seperti hadits. Kalau sanad dan rowinya tidak jelas walaupun matannya bagus layak untuk tidak dipercaya," katanya.

Savic juga menambahkan bahwa konten-konten yang beredar di Media Sosial dari hari ke hari semakin beragam. "Jempol kita lebih cepat dari kepala kita dan saat ini yang dibaca di media online cenderung lebih gampang dipercayai," katanya.

Melihat manfaat media sosial untuk mempengaruhi masyarakat khususnya terkait pemahaman keagamaan, Savic menilai bahwa saat ini media sosial banyak didominasi oleh dai yang memahami ilmu agama secara tekstual.

Haedar Nashir

"Banyak Dai di dunia maya tekstualis. Tidak melihat dan merasakan kondisi sosiologis dan kultur masyarakat di Indonesia," katanya seraya mengingatkan jika kondisi ini dibiarkan maka dapat mengakibatkan perwajahan Indonesia berubah di masa depan.

Sehingga Ia mengajak kepada para kiai dan tokoh agama yang memiliki fikrah wasathiyah (moderat) untuk ikut mengisi dunia maya dengan konten-konten memyejukkan dalam bentuk tulisan, audio maupun video.

"Mari isi konten dunia maya dengan hal positif yang menerima keragaman di Indonesia. Kalau kita tidak aktif bisa jadi generasi kita akan dibentuk oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ajaknya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan beberapa langkah dalam mengisi konten di antaranya menyiapkan konten yang akan dipublikasikan, menentukan platform yang akan digunakan sebagai media publikasi dan mengorganisir konten sehingga dapat maksimal diakses oleh warganet. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nusantara, Meme Islam, Budaya Haedar Nashir

Selasa, 23 Januari 2018

IPNU-IPPNU Rembang Berdialog dengan Plt. Bupati

Kaliori, Haedar Nashir. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU-IPPNU) Kecamatan Kaliori menghadiri dialog bersama yang digelar di Pendopo kecamatan setempat, Kaliori Rembang Jawa Tengah.

IPNU-IPPNU Rembang Berdialog dengan Plt. Bupati (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rembang Berdialog dengan Plt. Bupati (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rembang Berdialog dengan Plt. Bupati

Dialog bersama, Kamis (20/11) kemarin menghadirkan Plt. Bupati Rembang H. Abdul Hafidz dalam rangka Sosialisasi Ketentuan Cukai dan Program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Dalam dialog bersama di Pendopo Kecamatan itu, Plt. Bupati Rembang menerangkan rencana pembangunan yang baik di sektor pertanian dan insfratrukturnya.

Haedar Nashir

Menurut Wakil Ketua IPNU Ancab Kaliori Abdul Rochim ketika dikonfirmasi, bahwa keikutsertaan IPNU IPPNU Ancab Kaliori dalam dialog bersama yang mengadakan kecamatan Kaliori ini bertujuan untuk mendengarkan paparan program pemerintah setempat, sekaligus memberi usulan untuk pembangunan kecamatan Kaliori. (Moh. Lilik Wijanarko Nawawi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Bahtsul Masail, Nasional, Budaya Haedar Nashir

Minggu, 31 Desember 2017

Pelajar NU Lamongan Apresiasi Film Kalam-Kalam Langit

Jakarta, Haedar Nashir - Pelajar NU Lamongan merespon segera arahan pengurus Nahdlatul Ulama terkait pemutaran film Kalam-Kalam Langit. Mereka menggelar acara nonton bareng film bermuatan pendidikan itu. Mereka mencoba mengapresiasi produksi film yang mengangkat tradisi pesantren ke layar lebar.

Ketua IPNU Lamongan Muhlisin menjelaskan bahwa film ini sangat mendidik karena mengangkat budaya pendidikan pesantren yang selama ini menjadi cirri khas pendidikan warga NU. Tak hanya itu, film karya sutradara Tarmidzi Abka ini bercerita tentang kisah kearifan masyarakat yang berdasarkan naungan pesantren dan nilai-nilai Islam yang kuat serta nilai-nilai budaya yang ada di wilayah Lombok Barat.

Pelajar NU Lamongan Apresiasi Film Kalam-Kalam Langit (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Lamongan Apresiasi Film Kalam-Kalam Langit (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Lamongan Apresiasi Film Kalam-Kalam Langit

Film ini menceritakan seorang pemuda yang gigih dalam belajar memahami dan menghafalkan Al-Qur’an hingga mahir dalam qira’atul Qur’an. Hanya sayangnya niat itu ditentang oleh ayahnya yang selalu member peringatan agar tidak memperjualbelikan kalam-kalam Illahi demi mendapatkan popularitas di kawasan pesantren.

Haedar Nashir

Lebih menarik lagi film ini melibatkan KetuaUmum NU KH Said Aqil Siroj.

“Lewat nonton bareng ini kami ingin mengajak seluruh kader dan warga NU khususnya untuk ikut mengapresiasi film ini. Ini karya kader NU. Kalau tidak kita yang mengapresiasi, lalu siapa lagi?” pungkas Muhlisin. (Red Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Syariah, Kyai, Budaya Haedar Nashir

Selasa, 19 Desember 2017

Suwaidan, Tokoh Kuwait Kunjungi PBNU Bicarakan Demokrasi dan Dunia Islam

Jakarta, Haedar Nashir. Dr Tareq Suwaidan, ahli manajemen strategis, trainer motivasi yang juga sering tampil di TV dalam berbagai show mengunjungi PBNU, Selasa (10/11). Ia diterima oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Keduanya terlibat dalam diskusi seru soal demokrasi dan dunia Islam.

Suwaidan, Tokoh Kuwait Kunjungi PBNU Bicarakan Demokrasi dan Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Suwaidan, Tokoh Kuwait Kunjungi PBNU Bicarakan Demokrasi dan Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Suwaidan, Tokoh Kuwait Kunjungi PBNU Bicarakan Demokrasi dan Dunia Islam

Pertanyaan mendasar yang dibahas adalah, apakah sistem terbaik dalam sebuah negara. Kiai Said menuturkan demokrasi merupakan sistem yang baik tetapi demokrasi seperti apa. Menurut Kiai Said demokrasi liberal yang tanpa batas tidak bagus bagi Indonesia. Yang cocok diterapkan di Indonesia adalah demokrasi yang berakhlak karena sesungguhnya kebebasan seseorang dibatasi oleh kebebasan orang lain.?

Suwaidan dalam hal ini membandingkan kondisi Timur Tengah dan Indonesia. Menurutnya, demokrasi di Indonesia sudah cukup bagus, jangan sampai keluar dari situ. Indonesia harus mampu menjaga dari pemaksaan kehendak kelompok tertentu yang ingin menerapkan ideologinya. Jika demokrasi di Indonesia bisa berjalan semakin baik, hal ini bisa menjadi contoh bagi dunia Muslim lainnya.

Haedar Nashir

Mereka berdua membahas kondisi Timur Tengah yang sampai saat ini kondisinya masih belum stabil. Bahkan untuk bisa menjalankan demokrasi yang baik, perlu proses belajar yang panjang. Amerika saja membutuhkan ratusan tahun agar demokrasinya mapan, itupun di sana-sini masih terjadi kekurangan. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir RMI NU, Budaya, Jadwal Kajian Haedar Nashir

Wayangan Blitar Ki Sukron Suwondo

Blitar, Haedar Nashir. Ki Haji Sukron Suwondo sempat mementaskan wayang kulit dalam rangka peringatan hari lahir (Harlah) ke-87 NU di Kabupaten Blitar tahun lalu.

Wayangan Blitar Ki Sukron Suwondo (Sumber Gambar : Nu Online)
Wayangan Blitar Ki Sukron Suwondo (Sumber Gambar : Nu Online)

Wayangan Blitar Ki Sukron Suwondo

Dalang Kondang asal Sanankulon Blitar ini bisa dibilang teman dekat Ki Entus, karena Entus sering pinjam alat Ki Sukron Suwondo kalau lagi ndalang di sekitar Blitar. Ki Sukron Suwondo, kini menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) milik NU Kabupaten Blitar.

Di Blitar selain Ki Haji  Sukron Suwondo, ada Ki Syudrun. Dalang wali asal Desa Krenceng, Nglegok ini pun sudah melegenda. Ia sering tampil di layar kaca baik lokal maupun nasional.

Haedar Nashir

H Mohammad Nawir, seorang tokoh NU kabupaten Blitar kepada Haedar Nashir, Rabu (2/1) mengatakan, para seniman perlu mendapat perhatian serius dari NU. Menurutnya, pola dakwah melalui jalur seni di wilayah Blitar masih sangat perlu dilakukan.

“Dakwah melalui seni masih diperlukan. Khususnya di wilayah Blitar ini. Ya.. idep-idep nguri-nguri polanya Walisongo,’’ tandasnya.

Haedar Nashir

“NU Blitar ingin  memfasilitasi dan memberi perlindungan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) atas berbagai karya seni para seniman  NU,’’ ujar Nawir.

Selain itu, NU akan mendokumentasikan karya-karya seni para intelektual, ulama dan seniman NU. Serta mengembangkan dan mempromosikan kesenian religi baik gagasan, karya dan pelaksanaannya. 

“NU Blitar juga akan membuat  data base yang memuat nama-nama seniman NU, karya-karya, sejarah dan prestasinya,’’ tandasnya.

“Preiode lalu. Kita sudah mendata semua seniman NU di Blitar. Ternyata jumlahnya ratusan. Yang khusus dalang aja ada 60 orang lebih. Salah satunya ada yang mantan Komandan Banser Blitar,’’ tambah Nawir, yang kini juga menjadi anggota KPUD Kabupaten Blitar ini.

Yang tidak kalah pentingnya, lanjut Nawir, NU akan menjadikan pesantren sebagai pusat pengembangan seni dan budaya melalui penyelenggaraan berbagai pelatihan, festival dan event keseniaan di pesantren.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Budaya Haedar Nashir

Jumat, 15 Desember 2017

Kirab Merah Putih Meriahkan Pengajian Isra Mi’raj

Jepara, Haedar Nashir. Sebanyak 17 angota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Jepara berjalan dari kediaman H Abdul Wachid menuju depan masjid Al-Falah Margoyoso Kalinyamatan, Jepara, Jawa Tengah. Belasan anggota Banser itu membawa bendera sang saka merah putih. Sampai di depan masjid salah satu bendera diserahkan kepada Bupati Jepara, H Ahmad Marzuqi.

Kirab Merah Putih Meriahkan Pengajian Isra Mi’raj (Sumber Gambar : Nu Online)
Kirab Merah Putih Meriahkan Pengajian Isra Mi’raj (Sumber Gambar : Nu Online)

Kirab Merah Putih Meriahkan Pengajian Isra Mi’raj

Ya begitulah Kirab Merah Putih yang dilakukan Banser dalam Pengajian Isra Mi’raj yang dilaksanakan di desa Margoyoso kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara, Sabtu (10/5) kemarin. Kirab dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin Kasmudi, anggota Banser. Ribuan jamaah yang hadir dengan khidmah menyanyikan lagu ciptaan WR Supratman tersebut.

Bupati dalam sambutannya menyatakan kirab merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia merupakan bentuk cinta kepada tanah air. “Ini merupakan bentuk terima kasih kita kepada para pejuang yang mempertahankan NKRI,” tegas Marzuqi.

Haedar Nashir

Usia bangsa ke-68 yang kian menua, lanjutnya, perlu dijaga keutuhannya. “NKRI harga mati. Jangan sampai kita biarkan kelompok yang akan merongrong keutuhan Negara kita,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Habib Ali Zainal Abidin. Menurutnya, cinta tanah air adalah sebagian dari iman. “Hubbul wathan minal iman,” ungkap Habib asal Pekalongan.  

Haedar Nashir

Pengajian yang dihadiri ribuan jamaah tersebut menghadirkan Habib Umar Muthohar (Semarang) dan Habib Luthfi, Rais Aam Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah serta dimeriahkan rebana Kanzuz Shalawat (Pekalongan). (Syaiful Mustaqim/Mahbib)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya Haedar Nashir

Selasa, 05 Desember 2017

Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif

Demak, Haedar Nashir



Telah terbukti secara faktual maupun ilmiah, permainan yang mengandung nilai pendidikan (edukatif) terbukti membuat anak menjadi pintar dan kreatif. Karena itu setiap guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) didorong untuk terus meningkatkan kreativitasnya dalam mendidik dan menciptakan Alat Permainan Edukatif (APE).

Salah satu lembaga yang konsen mengabdi pada peningkatan mutu PAUD di Indonesia, Ananda Marga Universal Relief Team (AMURT) Indonesia, kemarin, Sabtu (30/4) mengundang para guru PAUD se-Kabupaten Demak dan Kota Semarang untuk memamerkan APE hasil buatan mereka dalam acara bertajuk Galeri APE.?

Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif

Bertempat di gedung BKPP Kabupaten Demak, sebanyak 212 guru yang hadir mewakili lembaga PAUD dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI). APE yang mereka bawa dinilai oleh tim AMURT, dan para guru saling mengunjungi galeri pamer APE mereka, saling memberi masukan dan saran perbaikan.?

Meriah sekali suasananya, aneka rupa dan warna ratusan APE yang dipamerkan tak hanya memenuhi ruangan gedung, melainkan hingga di halaman gedung pelatihan tersebut, hingga meluber ke luar tempat yang diberi tenda, sampai di lapangan dan di bawah pepohonan.?

Terlebih APE yang berwujud alat permainan untuk menstimulasi otot dan syaraf motorik kasar anak, ditempatkan di lapangan gedung karena membutuhkan ruang yang cukup luas. Seperti APE berbentuk terowongan yang terbuat dari anyaman bambu, dilengkapi sebuah miniatur sarana publik yaitu terminal dan pasar.?

Haedar Nashir

Ada pula ban-ban motor bekas yang disanggga dengan potongan bambu, digunakan untuk melatih anak merangkak menyusuri lubang ban atau melangkahi ban-ban tersebut dalam jarak tertentu untuk melatih kekuatan kaki dan keseimbangan tubuh. Semua dicat warna-warni dan dihias bendera, ronce, boneka dan aneka pernak-pernik yang menarik minat anak-anak.?

Dipamerkan pula alat permainan engklek versi modern. Jika engklek model tradisional hanya garis-garis kotak atau lingkaran di atas tanah atau lantai keras, engklek versi modern ini berupa lembaran plastik MMT yang dibuat warna-warni yang bisa dipakai di dalam ruangan, bisa dimainkan siang atau malam hari. Di dalam bidang garis-garisnya ada gambar binatang, pepohonan, angka dan huruf, dilengkapi pula dengan dadu besar untuk dilempar di kotak sesuai angka yang keluar dari lemparan dadu.?

Haedar Nashir

Riuh sekali para guru saling berkunjung, melihat-lihat dan mendiskusikan ratusan APE yang dipamerkan tersebut. Para pembuat APE juga tampak sumringah memberi penjelasan atas pertanyaan dari para guru yang mengunjungi stand pamerannya. Tanya jawab tentang bagaimana cara membuatnya, berapa biayanya, dan minta diberi contoh cara memainkannya serta apa manfaat dari permainan itu. Aneka masukan dijadikan bahan merevisi atau membuat APE versi berikutnya yang lebih bagus tentunya.?

Fasilitator AMURT Indonesia Tika Amalia Fitriani (22) menyatakan puas atas suksesnya Galeri APE tersebut. Ia bersama para leader AMURT Indonesia yang memang biasa mendampingi PAUD di beberapa wilayah, menjadikan acara itu untuk memberi penilaian, evaluasi serta sekaligus memotivasi para guru PAUD untuk terus berkarya dan mendidik generasi terbaik Indonesia di masa terbaik mereka, yaitu usia dini.?

"Kami mengajak setiap guru PAUD dan orang tua untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak di usia emas mereka. Kami tadi bagikan poster bergambar tentang tahapan perkembangan anak dan berbagai model APE. Terima kasih untuk para guru PAUD yang luar biasa pengabdiannya, tutur gadis lulusan Jurusan PAUD Universitas Negeri Jakarta ini.?

Ia tambahkan, gelar APE ini akan dilanjutkan dengan lomba APE pada 11 Mei mendatang.?

Pemerintah Perlu Diingatkan Tanggungjawabnya

Pelayanan pendidikan anak usia dini adalah tanggung jawab pemerintah. Di setiap Pemerintah Daerah maupun di Pemerintah Pusat, sudah ada unit yang membidangi PAUD. Anggarannya juga besar dan setiap tahun selalu bertambah. Namun layanan dari pemerintah itu belum dirasakan maksimal oleh para pengabdi PAUD. Baik lembaga PAUD maupun guru-guru PAUD, masih sedikit yang terlayani program dari Dinas yang membidangi PAUD. Baik pelatihan, pemberian fasilitas pendidikan, maupun pembangunan sarananya.?

Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kota Semarang Rr Evi Trisnowati, S.Pd menyampaikan aspirasi para guru PAUD tersebut saat menghadiri Pembukaan Galeri APE. Ia mengatakan, program pemerintah selain masih sedikit, juga kualitasnya perlu ditingkatkan. Misal dalam memberi pelatihan, umumnya hanya kegiatan pelatihan di suatu tempat, setelah itu lepas tanpa ada pendampingan.?

Sedangkan yang dikerjakan AMURT Indonesia, dia memberi perbandingan, tidak hanya memberi pelatihan di suatu tempat dalam waktu satu atau dua hari, melainkan terus mendampingi sampai setiap PAUD dampingan betul-betul menerapkan materi pelatihan, lengkap beserta kemampuan para gurunya mendidik murid-murid dengan metode yang telah dilatihkan. Juga evaluasi atas hasilnya dengan mengukur perubahan kemampuan para peserta didiknya. Plus mengukur kreativitasnya dalam kemampuan membuat APE dari barang-barang bekas.?

Pemerintah punya unit yang membidangi PAUD dan memiliki anggaran besar. Perlu didorong agar menjalankan kewajibannya melayani PAUD secara bagus dalam kualitas maupun kuantitasnya, tutur pengabdi PAUD selama 4 tahun ini.?

Sementara itu, Kasi Pendidikan non Formal Dinas Pendidikan Kabupaten Demak Sarwadi, M.Pd saat memberikan sambutan menyampaikan, pemerintah punya semangat dan jiwa yang sama dengan para guru PAUD dalam memberi layanan pendidikan terbaik untuk para putra putri bangsa. Ia katakan, masa depan negara tergantung pada masa depan generasi mudanya. Masa depan generasi mudanya tergantung pada hasil pendidikan di usia dini mereka. Maka satu satunya cara mempersiapkan generasi terbaik bangsa adalah membina PAUD yang sebagus bagusnya.?

Ia juga memberi penghargaan atas segala kebaikan para guru PAUD yang tulus mengabdi, ikhlas mendidik. Benar-benar wujud pahlawan tanpa tanda jasa.?

Ciri guru PAUD itu kreatif. Guru selain PAUD, bahkan dosen, tidak dituntut kreatif setinggi guru PAUD. Dan guru PAUD itu pasti orang-orang yang tulus, ikhlas mengabdikan ilmunya. Salut untuk Ibu-ibu semua, tuturnya kepada hadirin yang semuanya kaum ibu.?

Sarwadi yang humoris dan suka mengajak senyum menutup pidatonya dengan meneriakkan yel-yel semangat khas anak PAUD. (Ichwan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Sholawat, Nasional Haedar Nashir

Banser Jembrana Bali Dirikan 10 Posko Mudik

Jembrana, Haedar Nashir - Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Jembrana, Bali, mendirikan 10 Posko Mudik yang tersebar di sepanjang jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Posko yang didirikan secara mandiri ini sudah melalui proses koordinasi dengan pihak Polres Jembrana guna membantu kelancaran dan keamanan para pemudik yang akan menyeberang ke Pulau Jawa.

Posko utama berada di Kelurahan Gilimanuk, sebagai pintu keluar dan menjadi pusat bertumpuknya kendaraan. Sementara titik posko yang lainnya berada di Desa Pekutatan, Pulukan, Medewi, Yeh Sumbul, Poh Santen, Baluk, Kaliakah, Candikusuma dan Melaya.

Banser Jembrana Bali Dirikan 10 Posko Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jembrana Bali Dirikan 10 Posko Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jembrana Bali Dirikan 10 Posko Mudik

Wakil Komandan Satkorcab Banser Jembrana, Ipan menjelaskan penjagaan di masing masing posko ini dilakukan secara bergantian dan secara sukarela. Hal ini dilakukan semata mata untuk memudahkan para pemudik manakala terjadi gangguan dalam perjalanan.

Haedar Nashir

"Biasa dalam perjalanan banyak kemungkinan yang terjadi, sehingga kami siaga 24 jam siap membantu para pemudik apabila ada masalah dalam perjalanannya," ungkapnya, Rabu (21/6).

Ipan menambahkan, Posko Banser juga dapat digunakan para pemudik sebagai tempat istirahat. "Jadi kalau ngantuk atau kelelahan, posko kami bisa dijadikan tempat istirahat," jelasnya.

Ia juga mengingatkan para pemudik untuk berhati hati dalam berkendara. Karena jalur Denpasar-Gilimanuk ini akan semakin padat menjelang hari H lebaran.

Haedar Nashir

"Mohon patuhi rambu lalu lintas, karena dalam seminggu terakhir di jalur ini sudah dua kali terjadi kecelakaan maut, jadi mohon berhati hati," tegasnya. (Abraham Iboy/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, Budaya Haedar Nashir

Minggu, 03 Desember 2017

Harlah Ke-82 NU Dinilai Istimewa

Jember, Haedar Nashir

Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-82 Nahdlatul Ulama kali berbeda dengan Harlah sebelumnya. Menurut rencana yang sudah disusun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), akan ada telekonferensi pidato Rais Aam yang bisa disimak secara serentak di seluruh Pengurus Wilayah di seluruh Indonesia.



Harlah Ke-82 NU Dinilai Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-82 NU Dinilai Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-82 NU Dinilai Istimewa

Di masing-masing Pengurus Wilayah para pengurus NU berkumpul dalam jumlah besar. “Ini yang bernilai istimewa,” kata KH Muhyiddin Abdusshomad, Ketua Pengurus Cabang NU Jember, saat ditemui di kediamannya, Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Rabu (16/1).

Menurut Kiai Muhyiddin, warga NU sebenarnya sudah biasa berkumpul, baik di masjid maupun dalam acara-acara yang lain. Hal itu sekaligus sebagai bukti kalau jumlah warga NU memang besar. Namun untuk kali ini kumpul-kumpul itu akan bernilai luar biasa, karena difasilitasi dengan alat teknologi canggih yang bisa menampilkan gambar serentak ke seluruh Indonesia dalam waktu bersamaan.

Haedar Nashir

Selain adanya teleconference, nilai istimewa lain harlah kali ini adalah adanya semangat untuk meneguhkan kembali jati diri organisasi, lepas dari pemanfaatan kepentingan orang luar terhadap NU. Gambaran yang jelas adalah adanya penolakan sebagian besar PCNU di Jawa Timur atas rencana majunya Ketua PWNU Dr Ali Maschan Moesa, MSi, dalam ajang Pilgub yang akan datang.

Haedar Nashir

Pemandangan itu bisa dilihat dari pertemuan yang diadakan PBNU di Pesma Al-Hikam Malang pada Sabtu (12/1) lalu. Hal itu, menurut Kiai Muhyiddin, menunjukkan kalau mayoritas PCNU keberatan kalau NU dijadikan kendaraan untuk kepentingan politik.

Dalam pandangan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) itu, kalau NU sudah lepas dari politik praktis, maka kran komunikasi dengan sesama warga NU yang ada di manapun langsung terbuka lancar. Tidak lagi tersumbat. “Sebab pada pengalaman selama ini, partai-partai itu selalu menjadi sekat komunikasi antar sesama warga NU,” tuturnya.

Hal lain yang bernilai istimewa dalam harlah kali ini, adalah timbulnya semangat dari warga NU untuk mengibarkan panji-panji NU di seluruh pelosok daerah, sesuai instruksi PBNU. Apalagi dalam waktu yang lama, selama satu bulan penuh. Bahkan sampai banyak Ranting yang berlomba memperpanjang bendera dan spanduk agar suasana di sekitar mereka semakin ramai. (sbh)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir RMI NU, Hadits, Budaya Haedar Nashir

Sabtu, 02 Desember 2017

Para Tokoh Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Slamet Effendy

Jakarta, Haedar Nashir. Para tokoh, baik dari lingkungan NU maupun non-NU, silih berganti mengunjungi rumah duka keluarga H Slamet Effendy Yusuf di perumahan Citra Grand Cibubur, Kamis (3/12).

Para Tokoh Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Tokoh Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Tokoh Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Slamet Effendy

Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi tiba dalam waktu yang hampir bersamaan untuk memberi penghormatan kepada mendiang Slamet Effendy. Mereka bersalaman dan menyapa satu sama lain.

Kiai Said dan jajaran pengurus PBNU lainnya juga memberikan penghormatan dan menyampaikan  pesan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan menuju Pesantren Tahfidzul Qur’an di Purwakarta Purwakarta, pesantren yang diasuhnya. 

Haedar Nashir

Sejumlah menteri juga hadir seperti Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri, Menteri Agraria dan Tata Ruang Fery Mursidan Baldan, dan Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian. 

Hadir pula Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Fuad Bawazier, dan lainnya. 

Haedar Nashir

Dalam pesan di watsapp, jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka pukul 12 siang, tetapi dimajukan menjadi sekitar 11.30 mengingat permintaan keluarga di Purwokerta agar pemberangkatan jenazah dipercepat sebagaimana dikatakan oleh Isfah Abidah Aziz, wakil sekjen PBNU yang merupakan mantan staffnya di DPR RI. Akibatnya, beberapa pelayat tidak sempat bertemu dengan jenazah, apalagi jalan Alternatif Cibubur yang padat merayap.

Sebelum pulang, Hidayat Nur Wahid sempat menanyakan soal pelaksanaan tahlil. Ketika dijelaskan bahwa tahlil akan diselenggarakan selama tujuh hari di masjid An Nahdlah PBNU, ia berjanji untuk menyempatkan diri untuk hadir.(Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional, Sholawat, Budaya Haedar Nashir

Pangeran Saudi Dieksekusi karena Pembunuhan

Dubai, Haedar Nashir



Pangeran Arab Saudi, Turki Saud al-Kabir, telah menjalani eksekusi pada Selasa setelah pengadilan menyatakan ia bersalah menembak hingga mati seorang warga Saudi, kata laporan media resmi.?

Pangeran Saudi Dieksekusi karena Pembunuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pangeran Saudi Dieksekusi karena Pembunuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pangeran Saudi Dieksekusi karena Pembunuhan

Laporan tidak menyebutkan dengan cara apa eksekusi terhadap Pangeran Turki itu dilakukan. Namun, sebagian besar orang yang dihukum mati di kerajaan Arab Saudi menjalani hukuman dengan cara kepala mereka dipenggal dengan pedang.?

Pangeran Turki sebelumnya telah menyatakan bersalah menembak hingga tewas Adel al-Mohaimeed setelah perkelahian, kata kementerian dalam negeri dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita SPA.?

Para anggota keluarga kerajaan Arab Saudi yang sedang berkuasa jarang terkena eksekusi. Salah satu kasus paling mengemuka di kalangan kerajaan adalah ketika Faisal bin Musaid al Saud, yang membunuh pamannya Raja Faisal, menjalani eksekusi pada 1975.?

Keluarga kerajaan diperkirakan beranggotakan beberapa ribu orang.?

Haedar Nashir

Mereka menerima tunjangan bulanan dan sebagian besar pangeran senior memiliki kekayaan dalam jumlah besar serta kekuasaan politik.?

Namun, hanya sebagian kecil dari keluarga kerajaan yang memiliki jabatan-jabatan penting pada pemerintahan.?

"Pemerintah... bertekad untuk menjaga ketertiban, menstabilkan keamanan serta menjunjung tinggi keadilan dengan menerapkan aturan-aturan yang ditentukan oleh Allah (Tuhan, red)...," kata pernyataan kementerian itu, demikian dilansir Reuters. (Antara/Mukafi Niam)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Pahlawan Haedar Nashir

Jumat, 10 November 2017

Jelang Kongres, Jaktim Berharap PMII Jadi Banom NU

Jakarta, Haedar Nashir - Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Timur menggelar musyawarah prakongres, Selasa (9/5), di Kampus STAI Az-Ziyadah, Jalan Masjid Alhusna Kampung Tanah 80 Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kegiatan yang disiapkan untuk menyambut forum Kongres XIX PMII di Palu, Sulawesi Tengah,? 15-20 Mei 2017 ini dihadiri tujuh Pengurus Komisariat PMII di daerah setempat. Musyawarah kali ini menghasilkan menghasilkan tiga rumusan.

Jelang Kongres, Jaktim Berharap PMII Jadi Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Kongres, Jaktim Berharap PMII Jadi Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Kongres, Jaktim Berharap PMII Jadi Banom NU

Pertama, Korps PMII Putri (Kopri) tetap menjadi badan semiotonom. Namun PMII Jakarta Timur mengusulkan adanya perbaikan sistem dalam kaderisasi dan administrasi persyaratan ketua Kopri di semua tingkatan kepengurusan.

Haedar Nashir

Kedua, mengenai kaderisasi perlu adanya lokakarya kaderisasi untuk menyamakan bentuk rekrutmen, kurikulum, dan pendampingan kader. Rekomendasi yang terakhir, PMII diharapkan masuk ke dalam badan otonom NU secara sah.

Kegiatan yang berlangsung selama lima jam ini dipandu oleh Ketua Pengurus Cabang PMII Jakarta Timur Saeful Anwar. Mantan Ketua Umum Universitas Ibnu Chaldun ini juga mengatakan sampai saat ini PMII Jakarta Timur masih dan akan tetap netral hingga kongres berlangsung nanti.

"Sudah banyak isu yang beredar kalau menjelang kongres banyak suara-suara titipan untuk mendukung salah satu calon ketua umum. Saya tegaskan, sampai saat ini saya mewakili sahabat PMII Jakarta Timur tidak ada satu pun suara atau calon yang kita usung. Kita akan berikan jawabannya di kongres nanti," ujar Saeful. (Robiatul Adawiyah/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Budaya Haedar Nashir

Senin, 06 November 2017

Realisasikan 5000 Doktor, Kemenag Jalin Kerjasama dengan University of Canberra

Jakarta, Haedar Nashir. Kementerian Agama RI dan University of Canberra menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam realisasi program 5000 Doktor yang tahun ini menjadi tahun kedua program ini berjalan. Penandantanganan dilakukan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin dan pihak University of Canberra Australia Frances Shannon di Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Senin (23/5).

Kamaruddin mengungkapkan University of Canberra merupakan salah satu perguruan tinggi di Australia, sedangkan Australia sendiri adalah salah satu negara yang menjadi target untuk mengirim dosen-dosen ke luar negeri. "Seperti sering kami sampaikan di sejumlah kesempatan bahwa program 5000 doktor akan meng-cover 25 persen ke luar negeri di antaranya ke negara di Eropa, Mesir, Arab Saudi, Maroko, Turki, Jepang dan lainnya, dan 75 persen lainnya di universitas dalam negeri. Dan hari ini adalah MoU dengan University of Canberra di negara Australia," ujar Kamaruddin sebagaimana dilansir kemenag.go.id.

Realisasikan 5000 Doktor, Kemenag Jalin Kerjasama dengan University of Canberra (Sumber Gambar : Nu Online)
Realisasikan 5000 Doktor, Kemenag Jalin Kerjasama dengan University of Canberra (Sumber Gambar : Nu Online)

Realisasikan 5000 Doktor, Kemenag Jalin Kerjasama dengan University of Canberra

Menurut Kamaruddin, yang menarik dari MoU ini adalah mereka akan membantu pihaknya mempersiapkan caloh Doktor. "Misalnya, kita mengirim kandiat doktor yang IELTS baru enam, universitas ini menerima, meski standarnya 6.5," ujarnya .

“Mereka (University of Canberra) akan membantu mempersiapkan dan menggembleng lagi bahasa Inggerisnya (calon doktor) tersebut, dan itu sepenuhnya dibiayai oleh pihak universitas. Itu poin atau nilai tambah dari MoU ini,” terang Kamaruddin.

Kamaruddin menambahkan, terdapat beragam program studi yang ditawarkan melalui program 5000 doktor ini, dan tidak semata tentang studi agama, tapi juga studi non agama seperti arsitektur, kedokteran, teknologi informasi dan komunikasi yang bisa dipilih. Diharapkan mereka bisa menyelesaikan studinya sesai target tang ditentukan, 3-4 tahun.?

Haedar Nashir

“Tahun ini kami menyiapkan 250 orang untuk studi di perguruan tinggi luar negeri, dan 750 di perguruan tinggi dalam negeri,” kata Kamaruddin.

Penerima program 5000 Doktor ini adalah mereka yang telah lulus melalui sejumlah tahapan yang dilakukan oleh tim seleksi yang dibentuk Kemenag.? (Red-Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Budaya, Kiai, Pahlawan Haedar Nashir

Jumat, 03 November 2017

Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan

Bogor, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Bogor mengelar acara santunan kepada anak yatim di Pesantren Sunanul Huda, Kecamatan Lewiliang, Bogor, Jawa Barat, Ahad (5/7). Kegiatan sosial ini merupakan agenda rutin Muslimat NU Bogor.

Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan

“Kegiatan ini kami lakukan rutin hampir setiap bulan di kediaman ayah kami dan kami merasa senang bisa berbagi dengan sesama. Kami mengundang hampir 400 anak yatim di setiap kegiatan,” kata Ketua PC Muslimat NU Bogor Nita Sari.

Nita berharap kegiatan ini bisa juga dilaksanakan oleh setiap Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU yang ada di Kabupaten Bogor. Pihaknya mengajak kepada masyarakat Muslim di bulan yang penuh rahmat ini untuk selalu ingat dengan mereka yang kurang beruntung.

Haedar Nashir

Program yang digagas H Sasmita, ayah kandung Nita Sari, ini dinilai cukup meringankan beban mereka yang kurang mampu secara ekonomi. Kegiatan digelar di kediaman H Sasmita di Pesantren Sunanul Huda.

Haedar Nashir

Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kabupaten Bogor Lukmanul Hakim yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, selaku pengusaha ia mendorong agar kegiatan mencintai anak yatim ini tidak hanya berlangsung di bulan Ramadhan dan bersifat ceremonial belaka. Tetapi, lebih mengarah kepada jangka panjang misalnya melalui beasiswa atau yang lainya.

Selain ketua HPN Bogor, hadir pula Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nu (IPNU), tokoh masyarakat, dan aparat pemerintah setempat. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Makam, Ulama Haedar Nashir

Kamis, 26 Oktober 2017

200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan

Jakarta, Haedar Nashir. Dua ratus pendekar Ikatan Pencak Silat (IPS) Nahdlatul Ulama atau Pagar Nusa siap mengamankan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, 14-17 September mendatang. 

Pernyataan itu disampaikan Ketua PP Pagar Nusa Aizzuddin Abdurahman di kantor Pagar Nusa, gedung PBNU, Jakarta, Selasa (11/9).

200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan (Sumber Gambar : Nu Online)
200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan (Sumber Gambar : Nu Online)

200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan

“Kami akan menurunkan 200 pendekar. Mereka adalah pasukan inti yang akan mengamankan Munas dan Konbes,” ujarnya.

Haedar Nashir

Menurut Ketua Pagar Nusa yang biasa disapa Gus Aiz ini, pasukan inti berasal dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah Jawa Barat, ditambah Ansor dan Banser. 

Haedar Nashir

“Dan bisa dipastikan ada pasukan yang suka rela datang. Jadi, jumlahnya bisa lebih 200,” tambahnya. 

Sebenarnya, sambung Gus Aiz, 200 orang, tidak cukup untuk mengamankan acara sebesar Munas dan Konbes. “Tapi, saya mengharapkan, semoga berjalan lancar,” pungkasnya.  

 

Redaktur: Hamzah Sahal

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, Budaya, Syariah Haedar Nashir