Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Sedikit Bicara, Ciptakan Gol

Bantul, Haedar Nashir. Hayatul Rojal, anak berusia 16 tahun itu seperti paling berduka setelah timnya, kesebelasan Thoriqun Najah dari Aceh Selatan dikalahkan kesebesan Nur Iman Mlangi, Yogyakarta. Ia menangis sesenggukan di tribun official timnya. Beberapa kali teman-temannya membesarkan hatinya. Tapi dia masih saja kelihatan murung.

Debutnya di Liga Santri Nusantara sebetulnya sangat bagus. Sampai babak 8 besar usai Jumat malam (28/10), dia masih pada posisi kedua mesin gol terbanyak dari ratusan pemain. Pada pertandingan itu pun, dia menyumbangkan satu gol. Namun, kekalahannya, membuat seluruh Laskar Pala, julukan timnya, menangis.

Sedikit Bicara, Ciptakan Gol (Sumber Gambar : Nu Online)
Sedikit Bicara, Ciptakan Gol (Sumber Gambar : Nu Online)

Sedikit Bicara, Ciptakan Gol

“Faktor kekalahan tidak konsentrasi,” katanya ketika ditanya di pingggir lapangan Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta. Ketika ditunggu penjelasan lebih lanjut, ternyata berhenti sampai di situ. Sepertinya ia masih ingat di menit-menit akhir tak mampu memanfaatkan peluang ketika sudah berhadapan dengan kiper Nur Iman. Tendangannya melenceng ke kanan gawang.

Haedar Nashir

Sejak kapan menyukai bola? Dia menjawab singkat, sejak kecil. Siapa pemain bola paling favorit? Bambang, jawabnya. Tak ada tambahnnya Pamungkas, misalnya. Entah Bambang mana yang dimaksud. Sementara ketika ditanya pemain dunia yang disukainya, Mario Gomez, seorang pemain sepak bola Jerman asal Spanyol. ?

Ditanya kelas berapa, dia menjawab dua, Jurusan IPA. Singkat-singkat. Dan masih tampak murung. ?

Haedar Nashir

Barulah ketika ditanya rangking, kali ini dia tersenyum seperti baru saja menciptakan gol terindah yang mengembalikan kemenangan timnya.

“Rangking terakhir, katanya, ”ketiga puluh,” tutupnya sambil tertunduk. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian Haedar Nashir

Sabtu, 03 Februari 2018

PBNU: Stop Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Etnis Rohingya

Jakarta, Haedar Nashir. Pihak pemerintah RI, negara-negara ASEAN, dan PBB beserta UNHCR-nya harus bekerja keras meyakinkan otoritas Myanmar perihal hak-hak sipil ribuan warga etnis Rohingya. Ketiga pihak ini kalau keadaan menuntut, perlu menjatuhkan sanksi internasional dalam bentuk embargo atau sanksi lainnya terhadap otoritas Myanmar.

PBNU: Stop Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Etnis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Stop Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Etnis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Stop Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Etnis Rohingya

Seruan ini dinyatakan Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi di Jakarta, Jumat (15/5) sore.

Menurut Kiai Masdar, Pemerintah RI perlu menyiapkan langkah-langkah ke depan untuk memulangkan imigran ini yang sementara ditampung dan menuntut otoritas setempat untuk mengembalikan hak-hak sipil mereka.

Haedar Nashir

Kalau memang etnis Rohingya ini diusir karena keyakinannya, maka PBB mesti menjatuhkan sanksi keras kepada otoritas negara setempat karena telah berbuat kejahatan kemanusiaan. Janganlah karena suku, agama, atau keyakinan mendiskriminasi warga bangsa.

“Tidak boleh mendiskriminasi manusia karena keyakinannya. Ini melanggar hak paling asasi yang diakui oleh seluruh umat manusia,” kata Kiai Masdar.

Haedar Nashir

Kalau otoritas setempat tidak mau memandang etnis Rohingya karena keyakinannya, maka mereka harus melihat warga Rohingya karena kemanusiaannya. Sama juga dengan mereka yang memandangnya sebagai manusia.

“Tanyakan kepada otoritas setempat itu, apakah mereka mau diperlakukan secara sewenang-wenang?” tegas Kiai Masdar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Sunnah Haedar Nashir

Kamis, 01 Februari 2018

Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur

Jakarta, Haedar Nashir. KH Ali Mustafa Ya’qub merupakan intelektual muslim di bidang hadits. Sebagai pakar hadits tidak mengherankan bila ia selalu merujukkan pendapatnya dari kisi-kisi kehidupan, perilaku dan tindakan Rasulullah Saw. Sehingga banyak pihak yang menilai jika pemikiran beliau cenderung pakem dan kaku dalam berislam.

Kiai Ali Mustafa Ya’qub adalah alumni pascasarjana King Saud Riyadh Saudi Arabia. Beliau termasuk salah seorang murid ulama terkenal yang juga pakar di bidang hadits asal Saudi, Prof Dr Syeikh MM Azami.

Meskipun keilmuannya sudah tidak diragukan, dan usianya yang relatif tidak muda namun ia tetap merasa haus untuk menambah pundi-pundi pengetahuan, khususnya dalam khazanah keislaman. 

Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur

Pada bulan Ramadhan tahun 2005, KH Mustafa Ya’qub ikut pengajian kitab bersama para santri Pesantren Ciganjur di Masjid Al Munawwaroh, Ciganjur Jakarta Selatan. Saat itu kitab yang dibaca di hadapan KH Abdurramah Wahid (Gus Dur) adalah Bughyah Al-Mustarsidin karya Al-Habib Abdur Rahman bin Muhammad bin Husain bin Umar al-Masyhur, ulama yang diberi julukan sebagai `Allaamah Hadhramaut, Faqih Hadhramaut, Rais Hadhramaut, Abu Tarim dan beragam gelar kemuliaan dan penghormatan.

Dalam video yang diunggah Mustiko Dwipoyono di youtube dengan judul (lihat: Ngaji Gus Dur, KH Ali Musthafa Yaqub baca Kitab) tampak Beliau duduk di samping Gus Dur. Membaca setiap kalimat dan melengkapinya dengan makna yang terkandung di dalamnya. Usai baca beliau dengan khusuk dan seksama mendengarkan setiap penjelasan dari Gus Dur. 

Haedar Nashir

"Gus Dur itu adalah guru kami. Kami menjadi murid beliau sejak tahun 1971. Kami belajar Bahasa Arab dan mengaji kitab Qatr al-Nada dari beliau," kata Kiai Mustafa Yaqub saat memberi kesan terhadap Gus Dur.

"Itulah hubungan kami dengan Gus Dur yang beliau sebut sebagai adik dalam pemikiran, yaitu pemikiran ilmu hadits, bukan pemikiran yang lain,” lanjutnya. 

Haedar Nashir

KH Ali Mustafa Yaqub, sosok ahli hadits telah kembali ke Haribaan Ilahi pada Kamis (28/4) pagi. Semoga segala amal dan sumbangsih pemikirannya untuk peradaban Islam mendapat balasan dari Allah Swt. (Zunus)     

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Olahraga, Humor Islam Haedar Nashir

Kamis, 25 Januari 2018

Ini Awal-awal Baca Samiallah Liman Hamidah saat Bangun dari Ruku

Dalam shalat dikenal istilah takbir intiqâl, yakni kesunahan mengucapkan kalimat takbir ? ? setiap kali perpindahan gerak. Ada satu yang berbeda, yakni ketika bangun dari ruku’, bukanlah kalimat takbir yang sunah diucapkan, melainkan kalimat tasmi’  ? ? ? ?.

Syekh Abu Bakar Syatha Ad-Dimyathi dalam kitab I’anatut Thalibin (Beirut: Darul Fikr, 1997) meriwayatkan sebuah kisah yang menjadi penyebab perbedaan kesunahan ucapan ketika bangun dari ruku’ ini sebagai berikut.

Ini Awal-awal Baca Samiallah Liman Hamidah saat Bangun dari Ruku (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Awal-awal Baca Samiallah Liman Hamidah saat Bangun dari Ruku (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Awal-awal Baca Samiallah Liman Hamidah saat Bangun dari Ruku

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? -? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? - ? ? ? ?: ? ?. ? ? - ? ? ? ? -. ? ? ? - ? ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ?. … ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Sebab kesunahan ucapan ? ? ? ? ialah bahwasanya sahabat Abu Bakar As-Shiddiq RA tidak pernah sama sekali tertinggal shalat berjama’ah di belakang Rasulullah SAW. Hingga pada suatu ketika, saat shalat ashar, Sahabat Abu Bakar RA tertinggal shalat bersama Rasulullah SAW. Sahabat Abu Bakar sangat bersedih dan bergegas masuk masjid.

Haedar Nashir

Sampai di masjid, ia masih bisa menemui ruku‘ Rasulullah, maka ia berucap: “Alhamdulillah” sebagai bentuk pujian terhadap Allah, lantas takbiratul ihram dan shalat di belakang Rasulullah SAW.

Haedar Nashir

Jibril kemudian turun saat Nabi sedang ruku‘ sambil berkata: “Wahai Muhammad, ucapkan ? ? ? ? . ‘Allah mendengar orang-orang yang memuji-Nya.’ …baca kalimat itu setiap shalat saat bangun dari ruku‘.

Sebelum kejadian ini setiap akan ruku‘ dan bangun dari ruku‘ yang dibaca adalah takbir. Berkah dari Sahabat Abu Bakar RA membuat tasmi’ jadi disunahkan.”

***

Dari kisah di atas bisa dipahami bahwa kesunahan tasmi’ saat bangun dari ruku‘ merupakan jawaban atas pujian yang disampaikan oleh Sahabat Abu Bakar RA karena ia masih tetap bisa menjaga keistiqamahan shalat berjama’ah bersama Rasulullah SAW. Wallahu a‘lam. (Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Kajian Haedar Nashir

Sabtu, 20 Januari 2018

GP Ansor Makassar Bentuk Enam Lembaga Semiotonom

Makassar, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Makassar melaksanakan Rapat Pleno Kepengurusan di Aula Pondok Pesantren MDIA Makassar di Jalan Lamuru Kecamatan Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/06) dini hari.

GP Ansor Makassar Bentuk Enam Lembaga Semiotonom (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Makassar Bentuk Enam Lembaga Semiotonom (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Makassar Bentuk Enam Lembaga Semiotonom

Rapat Pleno tersebut membahas dan menetapkan lembaga semiotonom yang akan mengintensifkan kiprah semua GP Ansor di Kota Makassar. Lembaga yang dimaksud adalah Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang dipimpin oleh Muhammad Rizal Burahmat, Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang dipimpin oleh A.M. Azhar Aljurida, Lembaga Penelitian dan Kajian Strategis yang dipimpin oleh Muhajirin, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang dipimpin Ardiand Arnold, Majelis Zikir Rijalul Ansor yang dipimpin oleh Abdullah al-Amody dan Sarkorcab Barisan Serba Guna (Banser) yang dipimpin oleh Haryono.

Agussalim Said, Ketua Ansor Makassar dalam sambutannya sangat berharap semua lembaga yang dibentuk dapat berkonstribusi nyata di tengah-tengah masyarakat.

Haedar Nashir

"Ansor adalah organisasi besar yang secara historis tak bisa dinafikan perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan lembaga yang dibentuk hari ini saya harapkan betul-betul menghayati peran besar Ansor di masa lalu hingga menjadi spirit perjuangan di masa kini. Ansor harus berkonstribusi nyata di tengah-tengah masyarakat,” tegas Agus.

Haedar Nashir

Dalam Waktu dekat semua lembaga semiotonom akan melakukan Rapat Kerja? yang membahas program masing-masing lembaga untuk satu periode ke depan dan akan disampaikan dalam Rapat Pengurus yang diagendakan pekan depan. (Rahman /Mahbib)

Foto: Suasana Rapat Pleno PC GP Ansor Makassar

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian Haedar Nashir

Kamis, 18 Januari 2018

Gubernur NTT: Tidak Boleh Ada Gafatar di NTT

Kupang, Haedar Nashir

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya menegaskan, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dilarang masuk ke daerah NTT. Karena itu semua pihak diingatkkan untuk segera melaporkan kepada aparat keamanan bila ada hal-hal yang mencurigakan terkait organisasi tertutup ini.

"Daerah kita sudah sangat aman sejak dulu. Masyarakat di daerah ini hidup sangat rukun dan harmonis. Karena itu, tidak boleh ada pihak luar yang merusakkan tatananan kehidupan masyarakat daerah ini yang sudah sangat baik," kata Frans Lebu Raya di Kupang Nusa Tenggara Timur, Kamis (28/1).

Gubernur NTT: Tidak Boleh Ada Gafatar di NTT (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur NTT: Tidak Boleh Ada Gafatar di NTT (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur NTT: Tidak Boleh Ada Gafatar di NTT

Gubernur NTT mengaku telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak baik di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbaga hal yang datang ke daerah ini dan mau merusak kenyamanan masyaraat daerah ini.

Haedar Nashir

"Saya sudah perintahkan Kesbangpol dan Linmas untuk mengoptimalkan seluruh forum yang dibentuknya untuk terus melakukan pemantauan. Saya juga sudah minta Forkom Pimda untuk bergerak dan bertindak cepat. Pokoknya tidak boleh ada organisasi-organisasi yang mengatasnamakan agama di daerah ini tanpa tujuan yang jelas," tegasnya.

Frans juga berharap agar warga NTT yang berada di luar NTT untuk tidak terjebak dalam permainan kelompok-kelompok tertentu yang mengumbar berbagai janji.

Haedar Nashir

"Saya berharap, anak-anak NTT baik yang berada di NTT maupun yang sedang berada di luar NTT untuk tidak terjebak dengan bujuk rayu kelompok tertentu yang menjanjikan sesuatu kepada mereka terutama kelompok Gafatar ini," tegasnya.

KH Abdurahman Pua, salah satu pengurus PWNU Nusa Tenggara Timur mendukung pernyataan Gubernur NTT. NU beserta badan otonomnya sudah melakukan koordinasi serta komunikasi guna memantau dan mendeteksi kelompok Gafatar masuk ke NTT.

"PW NU NTT tetap menolak ormas Gafatar, Ansor dan Banser bersama pemuda lintas agama lainnya tetap berkoordinasi," katanya. (Ajhar Jowe/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian Haedar Nashir

Rabu, 17 Januari 2018

Sidang Itsbat: 1 Dzulhijjah Ahad, Idul Adha 15 Oktober

Jakarta, Haedar Nashir. Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Dzulijjah 1434 H jatuh pada Ahad, 6 Oktober 2013. Penetapan ini sekaligus menegaskan bahwa hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) dilaksanakan 15 Oktober 2013.

Sidang Itsbat: 1 Dzulhijjah Ahad, Idul Adha 15 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)
Sidang Itsbat: 1 Dzulhijjah Ahad, Idul Adha 15 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)

Sidang Itsbat: 1 Dzulhijjah Ahad, Idul Adha 15 Oktober

Keputusan tersebut disepakati dalam Sidang Itsbat Awal Dzulhijjah 1434 H yang diselenggarakan Kemenag di Jakarta, Sabtu (5/10) setelah menerima laporan dari beberapa titik pemantauan hilal (rukyatul hilal) di Indonesia.

Sidang Itsbat dipimpin Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Abdul Djamil. Dia menuturkan, penetapan awal bulan haji ini didasarkan hisab yang menyatakan ketinggian hilal lebih dari dua derajat, sudut elongasi lebih dari tiga derajat, dan umur bulan lebih dari delapan jam, serta laporan tim rukyat yang berhasil melihat hilal.

Haedar Nashir

“Maka diputuskan awal Dzulhijah jatuh pada Ahad, 6 Oktober 2013 dan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Selasa, 15 Oktober 2013," katanya.

Sebelumnya, sebagaimana dilansir situs resmi Bimas Islam Kemenag, Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag Dr H Ahmad Izzuddin menjelaskan, Tim Hisab Rukyat Kemenag berkesimpulan bahwa ijtimak menjelang awal Zulhijjah 1434 H M terjadi Sabtu ini, bertepatan pada 29 Zulqa’dah 1434 H sekitar pukul 07.35 WIB.

Haedar Nashir

Saat matahari terbenam pada tanggal tersebut, papar Izzuddin, posisi hilal antara 02° 48 52.33” (dua derajat empat puluh delapan menit enam detik) sampai 04° 44 00.00 (empat derajat empat puluh empat menit).

Tim Hisab Kemenag juga menilai, penetapan ini sudah memenuhi syarat dengan kriteria penetapan awal bulan hijriyah tentang posibilitas keterlihatan bulan sabit (imkanur rukyat) dua derajat. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Anti Hoax Haedar Nashir

Selasa, 09 Januari 2018

Peringati Maulid Nabi, Perguruan Islam Mathaliul Falah Kajen Adakan Kemah

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua Panitia Perkemahan 2017 Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen Choiruddin mengatakan, PIM menyelenggarakan kemah dalam rangka untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad di bulan Rabiul Awwal ini. 

“Tujuannya sebetulnya untuk memperingati Maulid Nabi,” kata Choiruddin di Pati, Rabu (29/11).

Selain itu, kemah ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi siswa yang dilaksanakan di luar kelas sehingga mereka mengetahui situasi dan kondisi yang terjadi di masyarakat. 

Peringati Maulid Nabi, Perguruan Islam Mathaliul Falah Kajen Adakan Kemah (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Maulid Nabi, Perguruan Islam Mathaliul Falah Kajen Adakan Kemah (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Maulid Nabi, Perguruan Islam Mathaliul Falah Kajen Adakan Kemah

“Ini juga untuk mendidik anak agar mereka tahu kondisi masyarakat sekarang seperti apa,” ucapnya. 

Menurut Choiruddin, melalui kemah ini siswa PIM diberikan bekal dan pengalaman untuk menghadapi segala bentuk persoalan masyarakat ketika mereka sudah lulus kelak.  

Haedar Nashir

Berbeda dengan kemah-kemah yang lainnya, kemah yang diadakan Perguruan Islam Mathali’ul Falah ini memiliki kegiatan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat sekitar. Ada dua kegiatan utama dalam perkemahan PIM ini, yaitu bakti sosial dan peribadatan.

Kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial diantaranya adalah santunan anak yatim, bakti sosial, pemberian bantuan untuk pembangunan tempat ibadah, pembagian sembako untuk dhuafa, dan penghijauan. Sedangkan kegiatan yang bersifat peribadatan adalah tahtiman bin nadzor dan bil ghaib.    

Tahtiman bil ghoib tahun ini diadakan di dua puluh mushola,” katanya. 

Tahun ini kemah PIM diadakan selama tiga hari, 27-29 November yang bertempat di Desa Ngetuk, Gunung Wungkal, Pati. Kemah ini diikuti 1346 siswa dan seratus lebih guru PIM. 

“Untuk tenda anak ada seratus sebelas, ketambahan tenda RT 4, dan tenda panitia ada 6,” tukasnya. (Red: Muchlishon Rochmat)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian Haedar Nashir

Jumat, 05 Januari 2018

Negara Lain Berupaya Maju, Indonesia Berkutat Debat Pancasila

Jakarta, Haedar Nashir



Deputi Bidang Advokasi Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Haryono mengungkapankan bahwa ada lima isu utama yang menjadi perhatian. Di antara kelima isu tersebut adalah mengenai distorsi pemahaman terhadap pancasila.

Menurutnya, di saat negara-negara lain berupaya untuk membangun bangsanya lebih maju, tapi di Indonesia masih disibukkan dengan kelahiran Pancasila.?

Negara Lain Berupaya Maju, Indonesia Berkutat Debat Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Lain Berupaya Maju, Indonesia Berkutat Debat Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Lain Berupaya Maju, Indonesia Berkutat Debat Pancasila

“Kita masih sibuk Pancasila 1 Juni, 22 Juni atau 18 Agustus,” kata Haryono pada acara Ngobrol Kebangsaan: Merayakan Toleransi dalam Keberagaman di Gedung Konvensi Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (23/7).?

Menurutnya, mencuatnya perbedaan kelahiran Pancasila dikarenakan pemahaman yang tidak benar. Apalagi ada guru besar yang beranggapan bahwa Pancasila itu didirikan 18 Agustus.?

“Logikanya, rumah didirikan sebelum pondasi atau pondasi didirikan setelah rumah,” katanya.

Haedar Nashir

Lalu orang yang menyebarkan 18 Agustus itu seorang profesor, guru besar yang memilik integritas, ia pun membalikan pertanyaan.

“Kira-kira…, Mohammad Hatta, dan Pak Hugeng Imam Santoso, mantan jenderal polisi itu apakah tidak punya integritas? Ini Pak, akibat mereka tidak tahu Pancasila,” katanya.

Selain Haryono, hadir juga menjadi pembicara; Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas, dan dosen Antropologi Universitas King Fahd Arab Saudi. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Jadwal Kajian Haedar Nashir

Kamis, 04 Januari 2018

Tuntunan Praktis Shalat Idul Adha Menurut KH Sholeh Darat

Setiap menjelang Idul Adha, seringkali orang mencari-cari referensi mengenai tata cara shalat lebaran qurban. Berikut salah satu rujukan shalat idaini (dua hari raya Islam) yang disampaikan oleh KH Sholeh Darat dalam kitab Majmuatus-Syarîah al-Kafiyah lil-Awâm.

Shalat Idul Adha yang berjumlah dua rakaat hukumnya sunnah. Niat shalat yang dibaca adalah:

Tuntunan Praktis Shalat Idul Adha Menurut KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuntunan Praktis Shalat Idul Adha Menurut KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuntunan Praktis Shalat Idul Adha Menurut KH Sholeh Darat

? ? ? ? ? ? ?

Haedar Nashir

KH Sholeh Darat memaknai isi niat itu seperi ini: "Saya berniat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha dua rakaat karena perintah Allah subhânahu wata‘âlâ dan meniru amalan Rasulullah Saw".

Haedar Nashir

Setelah berniat dilanjutkan takbiratul ihram dengan menyebut: "Allahu Akbar" dilanjutkan dengan membaca doa iftitah dengan mengucap:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? .... ? ?... ?

Setelah itu takbir tujuh kali (rakaat pertama) dengan mengucap:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Setelah itu membaca surat al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat yang dihafal. Dilanjutkan dengan ruku dan sujud dan kembali berdiri masuk rakaat kedua.

Setelah berdiri pada rakaat kedua membaca takbir lima kali dengan bacaan yang sama dalam rakaat pertama.

Dilanjutkan dengan membaca surat al-Fatihah dan surat yang dihafal kemudian dilanjutkan dengan ruku dan sujud. Setelah itu dilanjutkan dengan tahiyyat akhir dan diakhiri dengan salam.

Demikian tata cara shalat Idul Adha yang disampaikan oleh KH Sholeh Darat. Tata cara ini juga berlaku sama ketika shalat Idul Fitri, hanya dengan mengubah kalimat niatnya saja.

Setelah shalat id selesai, kemudian dilanjutkan dengan dua kali khutbah sama seperti shalat Jumat. Ketika sebelum khutbah shalat id disunnahkan membaca takbir 9 kali (khutbah pertama) dan takbir 7 kali (khutbah kedua).

Sunnah shalat id ini untuk laki-laki dan perempuan dalam keadaan mukim atau sedang musafir baik dengan berjamaah atau sendiri (munfarid). Berbeda dengan shalat Jumat yang wajib dilaksanakan dengan berjamaah.

Selamat Idul Adha 1437 H/2016 M.

Wallahu alam bis-shawâb.





M. Rikza Chamami, Wakil Ketua KOPISODA (Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat) & Dosen UIN Walisongo



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian Haedar Nashir

Senin, 25 Desember 2017

M Ridwan dan Maya Pimpin Pelajar NU Kayong Utara

Kayong Utara, Haedar Nashir. Konferensi cabang IPNU dan IPPNU Kayong Utara provinsi Kalimantan Barat mengamanahkan M Ridwan dan Maya Pramitasari  sebagai pemimpin pelajar baru pelajar NU Kayong Utara, Kamis (27/8). Konferensi berjalan khidmat di gedung PCNU setempat hingga terbentuk kepengurusan IPNU dan IPPNU untuk periode 2015-2017.

M Ridwan dan Maya Pimpin Pelajar NU Kayong Utara (Sumber Gambar : Nu Online)
M Ridwan dan Maya Pimpin Pelajar NU Kayong Utara (Sumber Gambar : Nu Online)

M Ridwan dan Maya Pimpin Pelajar NU Kayong Utara

Tampak hadir Ketua PCNU, Rais Syuriyah Kayong Utara, Ketua IPNU Kalimantan Barat Muhammad Amin beserta rombongan dan pelajar NU sekabupaten Kayong Utara.

Ketua PCNU Kayong Utara KH Nazril mengatakan, "Pelajar NU perlu belajar berorganisasi dalam menghadapi tantangan zaman demi terciptanya masyarakat yang berideologi Ahlussunnah Waljamaah dengan mengedepankan kemaslahatan umat, khususnya umat islam dan meneruskan cita-cita para pendahulu kita."

Haedar Nashir

Sementara Amin mengharapkan pelajar NU Kayong Utara mampu menjadi barisan terdepan NU dalam membangun SDM yang andal, berakhlakul karimah, dan berwawasan luas.

Haedar Nashir

“Kader IPNU dan IPPNU juga harus bersinergi dengan tokoh-tokoh dan OKP lain, agar bisa tercipta komunikasi yang baik antarorganisasi kepemudaan,” kata Amin.

Amin menekankan kepada Ridwan untuk menggerakkan kaderisasi. Kerja sama yang baik dengan tokoh NU dan juga PW IPNU yang hadir di acara ini, sangat diharapkan demi memberikan semangat dalam menjalankan roda organisasi ke depannya. (Ahmad Fauzi Muliji/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail, Sejarah, Jadwal Kajian Haedar Nashir

Mahasiswa Unwaha Kunjungi Sekolah Terpencil di Jombang

Jombang, Haedar Nashir?



Puluhan mahasiswa dan mahasiswi Universitas KH Wahab Chasbullah (Unwaha) Tambakberas Jombang punya cara tersendiri untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional tiap 2 Mei. Mereka mengunjungi SDN Pojokklitih 3, Dusun Nampu, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. Mereka melakukan bakti sosial (baksos) di lingkungan warga sekitar, Sabtu (29/4) lalu.

Mahasiswa Unwaha Kunjungi Sekolah Terpencil di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Unwaha Kunjungi Sekolah Terpencil di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Unwaha Kunjungi Sekolah Terpencil di Jombang

"Sambang Sekolah merupakan salah satu program kami yang setiap peringatan Hardiknas yang diselenggarakan di sekolah-sekolah dalam lingkup Kabupaten Jombang, terutama di pelosok-pelosok. Kini Pojokklitih yang kami kunjungi," jelas Anisa, ketua panitia.

Menurutnya, kegiatan dengan tema Living For Care, Care For Sharing ini sangat mengesankan. Sepanjang perjalanan terasa menantang karena harus melewati 2 bukit dan 1 sungai tanpa jembatan penyemberang, jalan berlumpur serta licin. Perjalanan terasa lama dan penuh tantangan.

"Banyak teman-teman yang terjatuh dikarenakan lumpur yang licin dan juga medan yang terjal," tambahnya.

Ia menambahkan, dipilihnya SDN Pojokklitih 3, berawal dari info di media sosial yang mengangkat keadaan di sana dan karena semangat guru dan murid di sana memang patut diacungi jempol. Lokasi sekolah yang jauh dari keramaian, akses jalan yang sulit serta signal yang susah didapat. Setiap hari para guru harus jalan kaki sekitar 4 km atau sekitar 1,5 jam perjalanan.

Haedar Nashir

Tim juga membawa bantuan berupa 3 kardus air mineral, 2 kardus tas donasi, 2 karung baju hasil donasi dan konsumsi. Semua bantuan akan diberikan kepada siswa-siswi dan warga sekitar yang membutuhkan bantuan.

Haedar Nashir

"Perjuangan guru di sini sungguh luar biasa, daerahnya sangat plosok, mereka (guru, red) harus jalan kaki 4 km setiap hari. Ini masalah yang harus diangkat sebelum Hardiknas besok," papar mahasiswi jurusan bahasa Inggris ini.

Sementara itu, Purwandi, Kepala SDN Pojok Klitih mengaku senang atas kunjungan dari mahasiswa Unwaha yang bersusah payah melewati bukit dan sungai untuk berkunjung ke sekolahnya. SDN Pojokklitih 3 hanya memiliki 17 murid, tempat yang jauh dan terpencil membuat sekolah ini jarang disoroti oleh pemerintah. Para guru dan siswa-siswi juga kesulitan bila harus berurusan dengan internet, signal bagaikan oase di SDN Pojokklitih 3.

Dikatakan dia, setiap anak memiliki hak yang sama dalam hal pendidikan. Meski dalam kondisi yang jauh dari keramaian, namun urusan pendidikan patut diperjuangkan. "Terima kasih atas kunjungannya, ya beginilah kondisi sekolahan kami, sederhana tapi patut untuk dipejuangkan. Semua anak di sini memiliki hak sama mengenai pendidikan walaupun hanya berjumlah 17 siswa. Kalau bukan kita yang bergerak siapa lagi?" bebernya.

Ia menyayangkan di Kabupaten Jombang masih ada sekolah yang susah dijangkau seperti sekolahnya. Semangat Hardiknas seharusnya bisa menjawab ini, tidak hanya diperingati secara rutin tapi tidak ada hasil yang nyata bagi masyarakat kecil. Guru-guru dan murid mengharap ada jembatan yang dapat mempermudah akses ke sekolah.

"Kami kesulitan akses jalan, internet dan signal disini, semoga pemerintah mendengar suara kami," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Hadits, Kajian Sunnah Haedar Nashir

Selasa, 19 Desember 2017

Suwaidan, Tokoh Kuwait Kunjungi PBNU Bicarakan Demokrasi dan Dunia Islam

Jakarta, Haedar Nashir. Dr Tareq Suwaidan, ahli manajemen strategis, trainer motivasi yang juga sering tampil di TV dalam berbagai show mengunjungi PBNU, Selasa (10/11). Ia diterima oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Keduanya terlibat dalam diskusi seru soal demokrasi dan dunia Islam.

Suwaidan, Tokoh Kuwait Kunjungi PBNU Bicarakan Demokrasi dan Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Suwaidan, Tokoh Kuwait Kunjungi PBNU Bicarakan Demokrasi dan Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Suwaidan, Tokoh Kuwait Kunjungi PBNU Bicarakan Demokrasi dan Dunia Islam

Pertanyaan mendasar yang dibahas adalah, apakah sistem terbaik dalam sebuah negara. Kiai Said menuturkan demokrasi merupakan sistem yang baik tetapi demokrasi seperti apa. Menurut Kiai Said demokrasi liberal yang tanpa batas tidak bagus bagi Indonesia. Yang cocok diterapkan di Indonesia adalah demokrasi yang berakhlak karena sesungguhnya kebebasan seseorang dibatasi oleh kebebasan orang lain.?

Suwaidan dalam hal ini membandingkan kondisi Timur Tengah dan Indonesia. Menurutnya, demokrasi di Indonesia sudah cukup bagus, jangan sampai keluar dari situ. Indonesia harus mampu menjaga dari pemaksaan kehendak kelompok tertentu yang ingin menerapkan ideologinya. Jika demokrasi di Indonesia bisa berjalan semakin baik, hal ini bisa menjadi contoh bagi dunia Muslim lainnya.

Haedar Nashir

Mereka berdua membahas kondisi Timur Tengah yang sampai saat ini kondisinya masih belum stabil. Bahkan untuk bisa menjalankan demokrasi yang baik, perlu proses belajar yang panjang. Amerika saja membutuhkan ratusan tahun agar demokrasinya mapan, itupun di sana-sini masih terjadi kekurangan. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir RMI NU, Budaya, Jadwal Kajian Haedar Nashir

Jumat, 17 November 2017

PBNU Berupaya Transformasikan Diri Menuju Organisasi Berbasis TI

Jakarta, Haedar Nashir

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berupaya melakukan tranformasi organisasi menuju pengelolaan organisasi berbasis informasi dan teknologi (IT). Hal itu disampaikan oleh Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini.



PBNU Berupaya Transformasikan Diri Menuju Organisasi Berbasis TI (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berupaya Transformasikan Diri Menuju Organisasi Berbasis TI (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berupaya Transformasikan Diri Menuju Organisasi Berbasis TI





Transfomasi pengelolaan organisasi berbasis IT tersebut antara lain yang sedang digodok dengan serius adalah transformasi Kartanu. “Kami ingin Kartanu bukan saja berfungsi sebagai kartu identitas dan data base semata warga NU,” tandas Helmy.

Haedar Nashir





Haedar Nashir

Sebagaimana diketahui bahwa Kartanu yang sudah beredar memang rata-rata hanya berfungsi sebagai pangkalan data dan identitas semata. Ada memang beberapa Pengurus Cabang yang sudah lebih progersif dengan menjadikan Kartanu bukan sebagai pangkalan data semata namun lebih dari itu Kartanu dijadikan sebagai ATM dengan menggandeng Bank tertentu. Hal itu seperti terjadi di PCNU Karawang dan juga PWNU Jawa Timur.





Terobosan sudah dilakukan oleh PCINU Korea Selatan yang memulai langkah progresif dengan menjadikan Kartanu? bukan saja? sebagai pangkalan data dan juga ATM. Kartanu di Korea Selatan sudah bisa digunakan untuk membayar alat taransportasi massal di sana.





“Kami terus mengkaji dengan serius dari pelbagai pengalaman pengelolaan Kartanu yang sudah ada, sehingga ke depan Kartanu memiliki fungsi yang lebih variatif dan bermanfaat bagi umat. Kami akan terus mengelaborasinya dengan tim ahli, termasuk kemarin kita diskusi intens dengan dirut Bank Mandiri. Nanti fisik kartunya bernama Kartanu, dan aplikasi yang terpasang di posel bernama E-Kartanu. Semua warga NU yang menggunakan ponsel android maupun IOS bisa mengaksesnya,” papar Helmy.





Dari perkembangan pengkajian kesekjenan PBNU diperoleh informasi bahwa setidaknya Kartanu akan dimaksudkan untuk memiliki empat fungsi sekaligus. Pertama, fungsi pangkalan data warga NU. Kedua, fungsi alat pembayaran. Ketiga, fungsi tabungan masa depan seperti tabungan zakat, tabungan kurban, dan juga tabungan haji dan umroh. Keempat, fungsi keuntungan atau benefit semisal tatkala ada warga NU yang meninggal maka akan mendapat santunan.





“Prinsipnya Kartanu yang sedang disiapkan oleh PBNU kali ini sama sekali tidak membebankan warga NU barang satu rupiahpun” pungkas Helmy. (Fariz Alniezar)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Ahlussunnah Haedar Nashir

Kamis, 16 November 2017

Kiai Langitan-Kiai Kampung Distorsikan Kiai

Surabaya, Haedar Nashir. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Dr KH Ali Maschan Moesa MSi menilai sebutan kiai Langitan, kiai kampung, dan sejenisnya pada hakekatnya mendistorsikan (mengaburkan makna) kiai/ulama.

"Kiai Langitan, Kiai Kampung, dan sebagainya itu hanya sebutan atau identitas yang sifatnya untuk kepentingan sesaat seperti halnya sebutan kiai plat merah atau kiai plat kuning di masa lalu," ujarnya di Surabaya, (20/2).

Doktor bidang Ilmu Sosial yang alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu mengemukakan hal itu menanggapi mobilisasi para kiai dalam berbagai kegiatan partai politik dengan istilah yang berbeda.

Kiai Langitan-Kiai Kampung Distorsikan Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Langitan-Kiai Kampung Distorsikan Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Langitan-Kiai Kampung Distorsikan Kiai

Menurut pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna, Jemurwonosari, Surabaya itu, sebutan yang sesaat akan mendistorsikan eksistensi kiai, karena sebutan yang ada akan membenturkan dunia spiritual dengan dunia politis.

"Para kiai hendaknya tidak terjebak ke dalam kepentingan sesaat, melainkan tetap istiqomah dalam eksistensi kekiaian, sebab kepentingan sesaat yang menyentuhkan agama dengan politik akan mengandung dua resiko yang berbahaya," ungkapnya.

Haedar Nashir

Dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya itu menyatakan dua resiko sebagai dampak dari persentuhan agama dengan politik adalah agama menjadi instrumen (alat) politik dan munculnya kecenderungan radikalisasi atau kekerasan atas nama agama.

"Eksistensi kiai itu sesungguhnya tidak bersifat sesaat, melainkan sosok yang tetap istiqomah (konsisten) dalam lima kriteria seperti dikatakan filosof Imam Ghozali," paparnya.

Lima kriteria kiai adalah alim (mumpuni dalam keilmuan), abidan (ahli ibadah), zuhud (hidup sederhana), waro’ (menghindari hal-hal yang subhat atau tidak jelas status halal-haramnya), dan memiliki komitmen kerakyatan (mengasihi orang kecil).

"Tugas NU adalah mengajak para kiai untuk kembali kepada ajaran Islam bahwa Allah itu tidak melihat wajah (identitas), melainkan perilaku (eksistensi), namun ajakan itu tidak mudah, apalagi mendekati Pilkada, Pilgub, Pilpres, atau Pemilu," ucapnya.

Haedar Nashir

Oleh karena itu, katanya, NU mengimbau para kiai untuk mampu menjaga eksistensi diri dengan tidak terlalu dekat atau terlalu jauh dari politik, sehingga agama justru dikorbankan menjadi sebatas instrumen dalam politik praktis. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah, Jadwal Kajian, Daerah Haedar Nashir

Minggu, 29 Oktober 2017

KMNU Belanda Sorot Posisi Indonesia di Tengah Konflik Palestina-Israel

Amsterdam, Haedar Nashir - Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Belanda merespon konflik Palestina dan Israel yang makin memanas saat ini. Bekerja sama dengan PPI Amsterdam dan ILUNI UI, KMNU Belanda menggelar diskusi publik bertajuk Palestina Merana, Indonesia Harus Bagaimana? di Kampus Vrije Universiteit Amsterdam, Senin (31/7).

Hadir sebagai narasumber aktivis Lakpesdam NU Belanda Hadi Rahmat Purnama (Kandidat Ph.d bidang Transnational Legal Studies, Faculty of Law, Vrije Universiteit Amsterdam) dan Ketua KMNU Belanda Dito Alif Pratama (Kandidat Master bidang Peace, Trauma and Religion, Vrije Universiteit Amsterdam). Forum ini dimoderatori oleh Abdullah Muslich Rizal Maulana (Kandidat Master bidang interreligious studt, Vrije Universiteit Amsterdam).

KMNU Belanda Sorot Posisi Indonesia di Tengah Konflik Palestina-Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Belanda Sorot Posisi Indonesia di Tengah Konflik Palestina-Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Belanda Sorot Posisi Indonesia di Tengah Konflik Palestina-Israel

Hadi Purnama yang juga Ketua ILUNI UI menjelaskan pentingnya melihat konflik ini dari dua sudut pandang hukum internasional, pertama peremptorynorms artinya bahwa wilayah mandat mempunyai hak untuk “menentukan nasib sendiri” (self-determination) atau merdeka. Kedua, pelarangan penguasaan wilayah yang dianeksasi melalui perang.

Haedar Nashir

Ia menegaskan bahwa berdasarkan “Partition Plan” Majelis Umum PBB tahun 1947, 43% wilayah mandat Palestina adalah klaim sah dari populasi Arab, maka dari itu tambahan 25% klaim wilayah dari Israel atas wilayah Palestina setelah perang kemerdekaan Israel tahun 1948 adalah tidak sah.

Hal ini diperkuat oleh Resolusi 242 dan 338 dari Dewan Keamanan PBB yang mengharuskan Israel untuk mundur sampai garis Armistice 1949 bukan garis yang sesuai dengan “Paritition Plan” 1947. Di sisi lain dalam Perjanjian Oslo 1988 dan 1993, PLO? mengakui batas wilayah Israel yang diperluas.

Haedar Nashir

Oleh karenanya, pemukiman Israel yang saat ini berada di wilayah Palestina dan Jerusalem Timur merupakan pelanggaran atas kesepakatan antara Israel dan PLO. Hal ini diperkuat oleh Putusan Mahkamah Internasional (MI) pada tahun 2004 tentang “Legal consequences of the construction of a wall in the ocuppied Palestian territory.

Ia menegaskan bahwa tindakan Israel dan negara-negara pendukungnya yang menolak resolusi Majelis Umum PBB merupakan pelanggaran hukum internasional yang serius.

Hadi menegaskan, pemerintah Indonesia harus konsisten untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan tidak boleh goyah sedikitpun.

“Yang penting dan harus kita lakukan saat ini adalah konsisten dengan langkah politik yang kita pilih. Kalau saat ini kita mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak hubungan diplomatik dengan Israel, langkah ini yang harus terus kita pertahankan, sampai nantinya suasana berubah, yaitu saat konflik Israel-Palestina mereda, Palestina merdeka secara utuh, baru kita pikirkan langkah membangun hubungan diplomasi dengan Israel,” kata Hadi. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian Haedar Nashir

Jumat, 22 September 2017

Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung

Lampung Timur, Haedar Nashir - Panitia pelaksana Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung masih membuka pendaftaran untuk kalangan pondok pesantren se-Kabupaten Lampung yang berminat mengikuti kompetesi Sepak Bola Liga Santri Nusantara tahun 2017.

Demikian disampaikan Koordiantor Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Munir A Haris melalui sambungan telpon, Sabtu, (29/7).

Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung

“Secara kuantitas jumlah pondok pesantren di wilayah provinsi Lampung cukup banyak. Karena itu kami berharap kepada para kiai pengasuh pesantren yang ada di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung bisa ikut berpartisipasi,” imbuh alumnus Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

“Pendaftaran Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung akan kami tutup pekan depan, pada hari Sabtu, 5 Agustus 2017. Tetapi apabila kuota telah terpenuhi sebanyak 48 tim, maka pendaftaran akan ditutup,” kata Mantan Presiden PMII UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Sekretaris Panitia Pelaksana Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Ahmad Fauzi menambahkan, technical meeting (TM) akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Agustus 2017, pukul 09.00-selesai di LEC Kartika, Jalan Tendean Margo Rejo Selatan Kota Metro Lampung.

“Direncanakan pembukaan Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung, pada Sabtu, 26 Agustus 2017 di Lapangan Merdeka Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung, akan dihadiri tokoh-tokoh NU antara lain; Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Panitia Pelaksana Pusat atau CEO Liga Santri Nusantara (LSN) KH Abdul Ghofarrozin, Menpora H Imam Nahrowi, Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri, Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim, pengurus PWNU Provinsi Lampung, pengasuh-pengasuh pesantren, dan lain-lain,” tegas alumni IAIN Jurai Siwo Kota Metro Lampung ini.

Hal-hal yang kurang jelas berkenaan dengan Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung bisa langsung datang ke sekretariat, Kantor PCNU Lampung Timur, Jalan Ky Khanafiah Nomor 9 Lintas Timur Mataram Marga Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur.

Fan Page Facebook : LSN Zona Lampung. Atau menghubungi Sahabat Asep di nomor kontak 085269310484/0816535603, atau Sahabat Zaenuri dengan nomor 085269703472. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Kyai, Ulama Haedar Nashir

Minggu, 17 September 2017

Jaring Kader Terbaik, Kaderisasi Jadi Kunci Penting

Jakarta, Haedar Nashir

Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Aminuddin Ma’ruf menegaskan bahwa kaderisasi merupakan kunci penting dalam menjaring kader terbaik. 

Jaring Kader Terbaik, Kaderisasi Jadi Kunci Penting (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaring Kader Terbaik, Kaderisasi Jadi Kunci Penting (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaring Kader Terbaik, Kaderisasi Jadi Kunci Penting

Lebih jauh, Amin menyebut bahwa kaderisasi tersebut dapat dilakukan tidak sebatas mengandalkan kader yang berasal dari satu fakultas atau jurusan.

“Kaderisasi di Jakarta Selatan harus lebih banyak menyasar berbagai kampus atau jurusan yang sebelumnya belum terdapat PMII agar lebih besar kemungkinan kita menjaring kader-kader terbaik,” tegas Aminuddin dalam pelantikan Pegurus PMII Cabang Jakarta Selatan yang bertajuk Memupuk Loyalitas dan Pengabdian Kader untuk Kejayaan Organisasi, Jakarta, Kamis (5/5).

Menurutnya keberadaan kader-kader PMII dari beragam kampus dan jurusan sangat penting dalam rangka memperbanyak peluang distribusi kader PMII di sektor-sektor yang dibutuhkan baik di dalam pemerintahan maupun masyarakat.

Haedar Nashir

“Jangan hanya mengandalkan input kader homogen atau satu jurusan. Itu tentu sulit,” tegasnya.

Menyambung visi memperbanyak kaderisasi, PB PMII menuntut PC PMII Jaksel untuk lebih masif dalam membentuk komisariat atau rayon-rayon baru sehingga, pengurus cabang dalam hal ini sudah harus mematok target terkait peluang berdirinya komisariat baru di berbagai universitas di Jakarta Selatan selama satu tahun ke depan.

“Parameter target selama satu tahun harus jelas dari sekarang,” tutup Ketum PB PMII yang berasal dari PC PMII Jakarta Timur ini. 

Dalam kesempatan tersebut ia juga menyebut bahwa Cabang PMII regional Jakarta Selatan ini sebagai parameter kaderisasi DKI Jakarta.

“Cabang Jakarta Selatan ini istimewa karena selama ini sudah menjadi parameter kaderisasi se-DKI Jakarta. Terlebih sahabat Munandar Nugraha yang saat ini menjabat sebagai Ketua Kaderisasi Nasional PB PMII juga berasal dari Jakarta Selatan,” Amin.

Haedar Nashir

PC PMII Jaksel yang dilantik langsung oleh Ketum PB PMII diketuai oleh Rohim yang disusul oleh Rio Saputra sebagai sekretaris umum dan Arifin sebagai ketua satu. Dalam struktur kepengurusan mabincab, PC PMII Jaksel berada di bawah Addin Jauharuddin yang pernah menjabat sebagai ketua umum PB PMII periode 2011-2013. (Harsenda Sari/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam, Jadwal Kajian Haedar Nashir

Rabu, 30 Agustus 2017

Jelang Kongres Ke-18, Ini Harapan Kader IPNU Soloraya

Solo, Haedar Nashir. Menjelang pelaksanaan Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama XVIII di Boyolali, Jawa Tengah, pada Desember mendatang, sejumlah kader IPNU di wilayah Soloraya menitipkan harapan pada acara tertinggi di ranah pelajar NU tersebut.

Jelang Kongres Ke-18, Ini Harapan Kader IPNU Soloraya (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Kongres Ke-18, Ini Harapan Kader IPNU Soloraya (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Kongres Ke-18, Ini Harapan Kader IPNU Soloraya

Harapan pertama datang dari salah satu pengurus PW IPNU Jawa Tengah, Ahmad Saefuddin. Mantan Ketua PC IPNU Klaten tersebut berharap, Kongres mampu menelurkan program-program yang berdampak langsung kepada wilayah, cabang dan seterusnya.

“Selain itu, PP IPNU juga mampu merapikan struktur IPNU di setiap tingkatan terkait peraturan baru yang dikeluarkan oleh PBNU bahwa maksimal pengurus IPNU sampai 26 tahun,” kata Saefuddin, saat dihubungi Haedar Nashir, Jumat (12/11).

Haedar Nashir

Ia juga berharap, agar Kongres tidak dijadikan hanya sebagai ajang pemilihan pimpinan, tetapi pemilihan pemimpin. “Optimalisasi sinergi PP IPNU dengan LP Maarif dan RMI juga masih belum maksimal, sehingga ini masih menjadi tugas besar bagi IPNU ke depannya,” ujar dia.

Senada dengan Saefuddin, alumni kader IPNU asal Boyolali, Agus Luqman, juga menantikan sebuah asa untuk Kongres mendatang.

Haedar Nashir

“Masih banyak agenda besar yang harus dikawal dan dilaksanakn oleh IPNU ke depannya. Tentunya terkait dengan kaderisasi di segmen pelajar dan santri. Pengalaman saya dari kongres ke kongres, peserta tidak fokus membahas materi, yang itu tentunya sangat penting untuk masa depan IPNU, tetapi peserta disibukkan dan terfokus masalah suksesi calon ketum. Seharusnya paradigma itu harus dirubah,” paparnya.

Sementara itu, dua Ketua PC IPNU Sukoharjo dan Klaten, Atsani Imam Ghozali dan Lystyanto Achmad berharap, Kongres IPNU kali ini dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang ada di IPNU. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pesantren, Pondok Pesantren, Jadwal Kajian Haedar Nashir

Jumat, 28 Juli 2017

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran

Makassar, Haedar Nashir. Universitas Islam Makassar mengadakan syukuran dengan dzikir bersama atas Akreditasi Institusi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) sebagai perguruan tinggi dengan predikat B. Syukuran berlangsung Sabtu 2 Mei 2015 tersebut dipusatkan di Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain UIM.

Ribuan hadirin mengikuti lantunan dzikir yang dipimpin Sekretaris PWNU Sulawesi Selatan H. Masykur Yusuf. Sementara sujud syukur dipimpin Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH Muh. Sanusi Baco.

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran

Rektor UIM Dr. Majdah M. Zain dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika atas doa dan kerja keras mereka sehingga salah satu universitas kebanggaan warga NU tersebut mendapat pengakuan dari BAN-PT.

Haedar Nashir

Dengan penuh rasa syukur, kata dia, sengaja melaksanakan dzikir bersama atau istighosah ini, sebagai bentuk rasa syukur UIM atas karunia Allah Swt yang telah memberikan kekuatan kepada seluruh komponen.

Ia menambahkan, capaian ini dipersembahkan kepada orang-orang yang telah berjasa dan mewakafkan dirinya, demi kemajuan UIM.

Haedar Nashir

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar Prof. Iskandar Idy mengatakan, bahwa kemajuan UIM tak lepas dari kepemimpinan Majdah selaku Rektor. Tentunya dibantu seluruh komponen UIM.

Iskandar Idy mengimbau kepada seluruh civitas akademika untuk saling bahu membahu membangun UIM dan penuh keikhlasan.

Sementara Anregurutta KH. Sanusi Baco dalam taushiahnya meminta kepada seluruh civitas akademika untuk tetap istiqomah mengurus UIM dengan penuh dedikasi dan keikhlasan.

Juga, sambung dia, seluruh civitas akademika senantiasa memperbesar harapannya dan memperkecil kecemasannya agar dalam mengarungi kehidupan, terkhusus mengabdi pada lembaga pendidikan, diwarnai dengan penuh rasa optimis.

Hadir pada kesempatan itu seluruh Pengurus Syuriyah Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Sulsel, Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, Pejabat Struktural UIM, ribuan mahasiswa UIM dan ratusan anak yatim piatu binaan UIM. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Syariah, Berita Haedar Nashir