Jumat, 05 Januari 2018

Negara Lain Berupaya Maju, Indonesia Berkutat Debat Pancasila

Jakarta, Haedar Nashir



Deputi Bidang Advokasi Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Haryono mengungkapankan bahwa ada lima isu utama yang menjadi perhatian. Di antara kelima isu tersebut adalah mengenai distorsi pemahaman terhadap pancasila.

Menurutnya, di saat negara-negara lain berupaya untuk membangun bangsanya lebih maju, tapi di Indonesia masih disibukkan dengan kelahiran Pancasila.?

Negara Lain Berupaya Maju, Indonesia Berkutat Debat Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Lain Berupaya Maju, Indonesia Berkutat Debat Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Lain Berupaya Maju, Indonesia Berkutat Debat Pancasila

“Kita masih sibuk Pancasila 1 Juni, 22 Juni atau 18 Agustus,” kata Haryono pada acara Ngobrol Kebangsaan: Merayakan Toleransi dalam Keberagaman di Gedung Konvensi Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (23/7).?

Menurutnya, mencuatnya perbedaan kelahiran Pancasila dikarenakan pemahaman yang tidak benar. Apalagi ada guru besar yang beranggapan bahwa Pancasila itu didirikan 18 Agustus.?

“Logikanya, rumah didirikan sebelum pondasi atau pondasi didirikan setelah rumah,” katanya.

Haedar Nashir

Lalu orang yang menyebarkan 18 Agustus itu seorang profesor, guru besar yang memilik integritas, ia pun membalikan pertanyaan.

“Kira-kira…, Mohammad Hatta, dan Pak Hugeng Imam Santoso, mantan jenderal polisi itu apakah tidak punya integritas? Ini Pak, akibat mereka tidak tahu Pancasila,” katanya.

Selain Haryono, hadir juga menjadi pembicara; Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas, dan dosen Antropologi Universitas King Fahd Arab Saudi. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Jadwal Kajian Haedar Nashir