Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Santri Nuris Ciptakan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas

Jember, Haedar Nashir. Kebakaran yang diakibatkan oleh bocornya gas berbahaya seperti LPG, tak perlu terlalu dirisaukan. Pasalnya, saat ini telah ditemukan alat pendeteksi kebocoran gas sehingga ledakan maupun kebakaran yang diakibatkannya bisa dihindari.

Adalah Muhammad Wiliam Mursyida, Fani Rosiful dan Alvin Widiardi yang berhasil menemukan alat canggih tersebut, dan diberi nama “D’tron Fire Flow Alarm”. Temuan ketiga siswa MA Unggulan Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur itu? berhasil meraih juara harapan pertama? dalam lomba Instrumentation And Control Competition (ICONIC) 2016 di ITB Bandung, belum lama ini.

Santri Nuris Ciptakan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Nuris Ciptakan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Nuris Ciptakan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas

Dalam lomba berskala nasional tersebut, MA Unggulan Nuris menjadi satu-satunya perwakilan pesantren yang mampu bersaing dengan ratusan delegasi sekolah umum di tanah air.

Menurut Wiliam, alat tersebut dilengkapi dengan sensor yang berfungsi menyensor gas berbahaya dalam ruangan. Juga ada alarm untuk mengirim tanda bahaya ketika sensor menemukan gas yang bocor.

Tidak hanya itu, ketika alat tersebut menemukan gas berbahaya, maka? secara otomatis gas tersebut dikumpulkan dalam satu titik, lalu mendorongaya keluar ruangan sehingga kepadatan gas dalam ruangan berkurang. “Ketika gas? liar dalam ruangan bisa dibuang keluar, maka tak akan terjadi kebakaran,” ucapnya kepada Haedar Nashir di kompleks Pesantren Nuris, Senin (26/9).

Haedar Nashir

Rekan Wiliam, Fani Rosiful mengaku penemuan alat tersebut terilhami oleh banyaknya kejadian ledakan atau kebakaran akibat bocornya gas yang tersambung ke kompor. Penggunaan kompor gas, katanya, selain irit juga minim polusi. Namun kenyataannya, ada bahaya lain yang mengancam, yaitu ledakan. “Maka kami berpikir, dan akhirnya terciptalah alat itu,” tukas pemuda asal Wuluhan itu.

Haedar Nashir

Nama D’tron adalah kepanjangan dari the electronic. Pembuatan alat tersebut memakan waktu sekitar satu bulan dengan menghabiskan dana kurang dari Rp 1 juta. Sedangkan sebagian besar komponen D’tron Fire Flow Alarm diambil dari peralatan bekas elektronik yang tersimpan di laboratorium Nuris.

“Kami berharap agar pemerintah dapat mematenkan prototype alat ini, dan bisa diproduksi secara massal untuk kepentingan kenyamanan dan keamanan penggunaan kompor gas,” harapnya.

Wiliam, Fani dan Alvin adalah kelas XII MA Unggulan Nuris. Ketiganya tergabung? dalam satu tim, yang setiap sore berkumpul melakukan eksperimen dan mencoba melakukan inovasi ilmiah.

“Mereka juga dijamin lancar membaca kitab kuning. Khusus Wiliam, dia TOEFL-nya hampir 500,” terang Gus Robith Qashidi, Pengasuh Pondok Pesantren Nuris. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, RMI NU Haedar Nashir

Jumat, 16 Februari 2018

Soal Aksi Penyerangan di Sukoharjo, GP Ansor Minta Warga Percaya Proses Hukum

Jakarta, Haedar Nashir - Lembaga Bantuan Hukum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (LBH PP GP Ansor) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang atas aksi penyerangan oleh sekelompok orang pada 19 Agustus 2017 terhadap warga Desa Siwal, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo yang sedang memperingati hari kemerdekaan ke-72 RI.

“LBH Ansor meminta dan mengimbau warga korban penyerangan, segenap anggota Ansor dan Banser untuk menahan diri, tidak melakukan aksi balasan atau aksi main hakim sendiri dan mempercayakan proses penyelidikan dan penyidikan kepada pihak kepolisian,” kata Direktur Advokasi dan Litigasi LBH PP GP Ansor Achmad Budi Prayoga dalam rilisnya, Senin (28/8) siang.

Soal Aksi Penyerangan di Sukoharjo, GP Ansor Minta Warga Percaya Proses Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Aksi Penyerangan di Sukoharjo, GP Ansor Minta Warga Percaya Proses Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Aksi Penyerangan di Sukoharjo, GP Ansor Minta Warga Percaya Proses Hukum

Menurut Budi Prayoga, aksi penyerangan oleh sekitar 30 orang ini merupakan masalah hukum yang tengah ditangani oleh oleh aparat hokum yang berwenang.

Haedar Nashir

Sebagaimana diketahui, aksi penyerangan terjadi pada 19 Agustus 2017, saat masyarakat sedang? bergembira memperingati hari kemerdekaan ke-72 Indonesia yang diadakan oleh warga Desa Siwal, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.

Haedar Nashir

Berdasarkan hasil investigasi oleh tim litigasi LBH GP Ansor, penyerangan dilakukan oleh sekelompok orang bertopeng dengan jumlah sekira 30 orang. Pelaku membawa senjata tajam. Aksi penyerangan ini menyebabkan jatuhnya korban masyarakat umum serta seorang anak balita yang mengalami luka-luka. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, AlaNu Haedar Nashir

Rabu, 07 Februari 2018

Lima Adab Orang Tua kepada Anak Menurut Imam al-Ghazali

Orang tua sesunguhnya tidak bebas berbuat apa saja kepada anak-anaknya. Ada adab atau etika tertentu yang harus diperhatikan para orang tua sehubungan adanya kewajiban anak-anak berbakti kepada mereka. Menurut Imam Al-Ghazali sebagaimana disebutkan dalam kitabnya berjudul Al-Adab fid Din (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 444) setidaknya ada lima (5) adab orang tua terhadap anak-anaknya sebagai berikut: 

Lima Adab Orang Tua kepada Anak Menurut Imam al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Adab Orang Tua kepada Anak Menurut Imam al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Adab Orang Tua kepada Anak Menurut Imam al-Ghazali

? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. 

Haedar Nashir

Artinya: “Adab orang tua terhadap anak, yakni: membantu mereka berbuat baik kepada orang tua; tidak memaksa mereka berbuat kebaikan melebihi batas kemampuannya; tidak memaksakan kehendak kepada mereka di saat susah; tidak menghalangi mereka berbuat taat kepada Allah SWT; tidak membuat mereka sengsara disebabkan pendidikan yang salah.” 

(Baca juga: Anak Wajib Menafkahi Orang Tua)Dari kutipan di atas dapat diuraikan kelima adab orang tua kepada anak-anaknya sebagai berikut:

Haedar Nashir

Pertama, membantu anak-anak bersikap baik kepadanya. Sikap anak kepada orang tua sangat dipengaruhi sikap orang tua kepada mereka. Jika orang tua sayang kepada anak-anak, mereka tentu akan membalas dengan kebaikan yang sama. Tidak mungkin anak-anak bersikap baik kepada orang tua, jika mereka diperlakukan semena-mena. Oleh karena itu ketika orang tua bersikap baik kepada anak-anaknya, sesungguhnya orang tua telah mendidik dan membantu anak-anaknya menjadi anak yang baik pula. 

Kedua, tidak memaksa anak-anak berbuat baik melebihi batas kemampuannya. Orang tua perlu memahami psikologi perkembangan agar anak-anak dapat menjalani kehidupannya sesuai dengan fase-fase perkembangannya. Tidak bijak apabila anak-anak yang masih duduk di bangku TK sudah diperintahkan berpuasa sehari penuh selama Ramadhan. Mereka memang perlu dilatih berpuasa tetapi tidak boleh seberat itu. Demikian pula tidak bijak apa bila orang tua memaksakan kehendaknya agar mereka selalu menduduki ranking 1 di kelasnya, misalnya, sementara kemampuannya kurang mendukung. 

Ketiga, tidak memaksa anak-anak saat susah. Sebagaimana orang dewasa, anak-anak juga bisa merasakan susah, misalnya karena kehilangan sesuatu yang menjadi kesayangannya seperti binatang kesayangan atau lainnya. Pada saat seperti ini orang tua sebaiknya dapat memahmi psikologi anak dengan tidak menambahi bebannya. Misalnya, orang tua melakukan perintah-perintah yang banyak dan berat sehingga menambah beban anak. Justru sebaiknya orang dapat menghibur dan membesarkan hati anaknya bahwa Allah akan mengganti apa yang hilang dari anak itu dengan sesuatu yang lebih baik. 

Keempat, tidak menghalangi anak-anak untuk berbuat taat kepada Allah SWT. Tidak sebaiknya orang tua menghalangi anak-anak ketika mereka bermaksud melakukan ketaatan kepada Allah SWT, misalnya, berlatih puasa sunnah Senin-Kamis. Tetapi memang orang tua perlu memberi arahan untuk tidak berpuasa dahulu, misalnya, ketika kondisi anak sedang sakit. Orang tua perlu menjelaskan bahwa beberapa orang diperbolehkan tidak berpuasa, misalnya orang-orang yang sedang sakit, atau seorang ibu yang sedang menyusui anaknya yang masih kecil. Untuk puasa Ramadhan memang harus diganti apabila ditinggalkan, edang puasa sunnah tidak harus diganti.  

Kelima, tidak membuat anak-anak sengsara disebabkan pendidikan yang salah. Adalah kewajiban orang tua mendidik anak dengan sebaik-baiknya sehingga anak memiliki ilmu yang cukup dan ketrampilan-ketrampilan yang diperlukan. Apabila orang tua tidak cukup membekali anak dengan ilmu dan ketrampilan yang diperlukan dan malahan memanjakannya, maka hal ini bisa menyengsarakan anak di kemudian hari. Anak bisa bodoh dan tidak mandiri dalam banyak hal sehingga tidak bisa menolong dirinya sendiri apalagi orang lain. Keadaan seperti ini akan membuat anak sengsara dalam hidupnya. 

Singkatnya kelima hal di atas, yakni mengkondisikan anak sanggup dan mampu berbuat baik kepada orang tua, menghargai prestasi anak dalam meraih hal yang baik sesuai batas kemampuannya, mengerti perasaan anak ketika mereka sedang susah, mendukung anak untuk berbuat ketaatan kepada Allah SWT, dan membuat anak mampu hidup bahagia dengan pendidikan yang benar, merupakan adab atau etika minimal yang perlu dilakukan setiap orang tua kepada anak-anaknya. Demikianlah Imam Al-Ghazali memberikan resep kepada kita untuk menjadi orang tua yang baik. 

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama Haedar Nashir

Senin, 05 Februari 2018

Pesantren Diharap Manfaatkan Program KUR

Cirebon, Haedar Nashir. Pemerintah melalui Perbankan yang ada di bawah naungan Kementerian Negara BUMN memberi kesempatan kepada pesantren yang ada di Indonesia untuk memanfaatkan program KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Hal ini disampaikan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno saat menjawab pertanyaan dari H Aep Robayat, salah seorang peserta kegiatan dialog Menteri BUMN dengan para kiai Jawa Barat di Buntet Pesantren Cirebon, Jumat (16/10).

Pesantren Diharap Manfaatkan Program KUR (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Diharap Manfaatkan Program KUR (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Diharap Manfaatkan Program KUR

"Kami datang ke sini ingin dialog dengan para kiai apa yang bisa kami bantu untuk pesantren supaya bisa berkembang secara ekonomi," jawab Menteri Rini di hadapan para peserta.

Haedar Nashir

Ia menambahkan, upaya Kementerian BUMN untuk membantu pesantren adalah melalui program Bina Lingkungan atau CSR (Corporate Social Responbility) dan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ada dalam Perbankan BUMN.

Haedar Nashir

"Saat ini dana KUR yang diserap baru 4,5 triliun, target kami KUR ini adalah 30 triliun," ungkapnya

Dana KUR untuk usaha pesantren, kata dia, bisa didapatkan di tiga perbankan BUMN, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Mandiri.

Ditambahkannya, untuk menarik para calon nasabah KUR agar mencapai target, perbankan BUMN ini menurunkan bunga bank yang sebelumnya sebesar 19 persen menjadi 12 persen. Selain itu, bank BUMN ini tetap buka dan melayani para nasabah KUR di hari libur atau hari minggu. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Hikmah Haedar Nashir

Senin, 15 Januari 2018

GP Ansor Kalbar Adakan Ngaji Kebangsaan

Pontianak, Haedar Nashir?



Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Kalimantan Barat melaksanakan Ngaji Kebangsaan bertema "Menjaga Tradisi, Mengawal Konstitusi Untuk Keutuhan NKRI" di aula Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Rabu (21/12).

Kegiatan tersebut mendatangkan 2 narasumber, di antaranya adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Pertahanan Provinsi Kalbar Marsekal Pertama TNI Rakhman Haryadi dan pakar ushul fiqh Mahad Aly Situbondo dan Pengarang Kitab Fathul Mujib Al-Qorib KH Afifudin Muhajir.?

GP Ansor Kalbar Adakan Ngaji Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kalbar Adakan Ngaji Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kalbar Adakan Ngaji Kebangsaan

Ketua PW GP Ansor Kalimantan Barat Nurdin melalui siaran pers yang diterima Haedar Nashir Kamis (22/12) menyampaikan menjaga tradisi adalah mengamalkan nilai-nilai Aswaja dalam diri maupun dalam berbangsa.

“Dan dalam mengawal konstitusi sebuah kenegaraan mampu menjaga keutuhan NKRI dari segala ancaman, serta menanamkan pemahaman 4 pilar sebagai bentuk menjaga keberagaman yang ada di Indonesia," imbuhnya.

Haedar Nashir

Kiai Afifudin menyampaikan menjaga tradisi sangat tepat di dalam diri GP Ansor yang merupakan banom Nahdlatul Ulama.

Sementara Rahman Haryadi menjelaskan, bangsa Indonesia, peran serta sebagai warga negara sangat penting dalam membangun pengetahuan.

Haedar Nashir

"Karakter Bangsa adalah doktrin untuk menumbuhkan sikap yang diinginkan sesuai dengan nilai-nilai amalan Pancasila agar bisa memberi contoh yang baik serta peran serta dalam mengawal negara Indonesia," tambahnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam, Ulama Haedar Nashir

Senin, 08 Januari 2018

Ratusan Banser Dikerahkan Jaga Keamanan Final Liga Santri

Bandung, Haedar Nashir. Sekitar 500 personil Banser dikerahkan untuk menjaga keamanan pertandingan final Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 antara Darul Huda Ponorogo melawan Darul Hikmah Cirebon. Duel laga puncak ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pukul 19.00 WIB, Ahad (29/10).

Ratusan Banser Dikerahkan Jaga Keamanan Final Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Banser Dikerahkan Jaga Keamanan Final Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Banser Dikerahkan Jaga Keamanan Final Liga Santri

Satkocab Banser kota Bandung Ahmad Sanusi menjelaskan personil Banser yang bertugas kebanyakan terdiri dari Satkorwil Jawa Barat, khususnya kota Bandung, kabupaten Bandung, Cianjur, Garut, dan kabupaten Bandung Barat.

"Yang akan disiapkan untuk penjagaan di pintu-pintu, pengawasan massa supaya rapi," jelas Sanusi kepada Haedar Nashir saat ditemui di pinggir lapangan Stadion GBLA, Ahad siang (29/10).

Sanusi berharap Liga Santri Nusantara agar terus berlanjut pada tahun-tahun selanjutnya. 

"Sukses untuk santri, dan selamat Hari Santri Nasional," pungkas Sanusi.

Haedar Nashir

Sebagaimana dalam jadwal panitia, sebelum laga final rencananya akan diadakan Shalat Maghrib berjamaah dan doa bersama yang akan dipimpin oleh Rais Am PBNU KH Maruf Amin. Adapun masyarakat dipersilakan hadir ke stadion, tanpa dipungut biaya tiket masuk. (M. Zidni Nafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Ulama, Sholawat Haedar Nashir

Jumat, 05 Januari 2018

Siapa Penyusun Bacaan Istioghotsah?

Meski sudah menjadi diamalkan secara nasional, bahkan oleh banyak jamaah di berbagai negara, banyak orang yang belum tahu asal muasal Istighotsah? Siapa penyusunnya?

Sebagian orang yang mengatakan, bahwa pengarang istighotsah itu adalah Kiai Kholil Bangkalan, ada juga yang mengatakan Kiai Hasyim Aysari, Kiai Wahab Chasbullah, Kiai Ahmad Shiddiq, dan lain sebagainya. Padahal mereka sendiri yang mengatakan seperti  itu sebenarnya juga dari "katanya".

Ditinjau dari segi etimologi, kata "Istighotsah" ( Ă˜¥Ă˜³Ă˜ÂªĂ˜ÂºĂ˜§Ă˜«Ă˜©  ) adalah bentuk mashdar dari Fiil Madli Istaghotsa ( Ă˜¥Ă˜³Ă˜ÂªĂ˜ÂºĂ˜§Ă˜« ) yang berarti mohon pertolongan. Adapun bila ditinjau dari segi Terminologi, Istigotsah ialah beberapa bacaan wirid (awrad) tertentu yang dilakukan untuk mohon pertolongan kepada Allah SWT. Atas beberapa masalah hidup dan kehidupan yang dihadapi.

Istighotsah ini mulai banyak dikenal oleh masyarakat khususnya kaum Nahdliyyin barupada tahun 1990-an. Di Jawa Timur, ulama yang ikut mempopulerkan istighotsah adalah almarhum KH Imron Hamzah (Rais Syuriyah PWNU Jatim). Namun di kalangan murid Thariqah, khususnya Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, Isighotsah ini sudah lama dikenal dan diamalkan.

Siapa Penyusun Bacaan Istioghotsah? (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapa Penyusun Bacaan Istioghotsah? (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapa Penyusun Bacaan Istioghotsah?

Istighotsah yang banyak diamalkan oleh kaum Nahdliyyin ini disusun oleh al-Allamah KH Muhammad Romly Tamim, seorang Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, dari Pondok Pesantren Rejoso, Peterongan, Jombang. Hal ini dibuktikan dengan kitab karangan beliau ”Al-Istighotsah bi Hadrati Rabb al-Bariyyah" (tahun 1951) kemudian pada tahun 1961 diterjemah ke dalam bahasa Jawa oleh putranya al-Allamah al-Mursyid Dr. K H. Mustain Romli.

KH. Muhammad Romly Tamim lahir pada tahun 1888 H di Bangkalan Madura. Sejak masih kecil, beliau diboyong oleh orang tuanya KH Tamim Irsyad ke Jombang.

KH Muhammad Romly Tamim, adalah seorang kiai yang sangat alim, sabar, sakhiy, wara, faqih, seorang sufi murni, seorang Mursyid Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, dan pengasuh Pondok Pesantren DarulUlum Rejoso, Peterongan, Jombang.

Haedar Nashir

Di antara murid-muridnya yang terkenal dan menjadi kiai besar ialah KH. Muhammad Abbas (Buntet Cirebon), KH. Muhammad Utsman Ishaq (Sawahpuluh Surabaya), KH. Shonhaji (Kebumen), KH. Imron Hamzah (Sidoarjo). Para murid beliau juga yang mengamalkan dan menyebarkan amalan istighotsah bersama para jamaah masing-masing.

Haedar Nashir

KH. Muhammad Romly Tamim, disamping seorang mursyid dan membimbing banyak murid, juga kreatif dalam menulis kitab. Di antara kitab-kitab karangannya ialah: Al-Istighotsah bi Hadrati Rabbil-Bariyyah, Tsamratul Fikriyah, Risalatul Waqiah, Risalatush Shalawat an-Nariyah. Beliau wafat di Rejoso Peterongan Jombang pada tanggal 16 Ramadlan 1377 H. atau tanggal 6 April 1958 M. (Ishomuddin Ma’shum - dosen Univ Darul ’Ulum Jombang / Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Amalan, Ulama, Kajian Haedar Nashir

Selasa, 02 Januari 2018

Gusdurian Kota Malang Gelar Safari Damai

Malang, Haedar Nashir?

Gusdurian Kota Malang menggelar agenda “Safari Ramadhan Damai” ke pesantren-pesantren yang ada di Kota Malang. Safari damai merupakan agenda yang tur keliling pesantren untuk belajar Islam toleran dan berdiskusi dari pemuda lintas agama yang terdiri dari Pemuda Katolik, Buddha, dan Islam sendiri di mana Islam terdiri dari pemuda NU, Pemuda Muhammadiyah, dan juga Pemuda Syi’ah.

Safari Ramadhan Damai dilaksanakan hari Senin tanggal 27 Juni 2016 di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Kota Malang di bawah asuhan Al Mukarrom KH Marzuqi Mustamar yang sekaligus menjabat sebagai wakil rais syuriyah PWNU Jawa Timur.

Gusdurian Kota Malang Gelar Safari Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Kota Malang Gelar Safari Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Kota Malang Gelar Safari Damai

Pada safari Ramadhan Damai kali ini, Gusdurian Kota Malang menggandeng pemuda NU lewat PKPT IPNU-IPPNU Universitas Brawijaya dan aktivis dari GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) untuk turut serta dalam agenda tersebut.

“Ini merupakan agenda rutin kami dari Gusdurian Kota Malang yang diadakan setiap tahun untuk terus mengajak pemuda kita saling toleransi antarumat beragama. Terbukti banyak kalangan yang mengapresiasi kegiatan kami. Ada banyak elemen pemuda dari berbagai agama, sekte, maupun ormas dalam Islam yang turut serta,” kata Fauzan selaku ketua Gusdurian Kota Malang.

Haedar Nashir

“Ini merupakan agenda awal kami bersama Gusdurian Kota Malang untuk menyongsong rencana besar bulan Oktober di mana kita akan mengadakan Forum Pemuda Lintas Damai Nasional yang akan di-hosting di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya atas kerja sama dengan LOF (Lembaga Otonom Fakultas) Al Hisaf (Al Hifdus Saqofah) FPIK UB,“ terang Ikbar Al Asyari selaku Sektretaris Umum IPNU Universitas Brawijaya.

Harapan ke depannya, kegiatan-kegiatan bernuansa toleransi umat beragama dapat lebih diterima dan menarik banyak pemuda untuk aktif terlibat sehingga, kegiatan tersebut mampu terdistribusi secara masif dan luas di masyarakat kita untuk lebih mengedepankan toleransi beragama dan tetap menjaga kerukuran beragama. (Irwanto Marhaenis/Mukafi Niam)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam, Habib, Ulama Haedar Nashir

Tidur Seharian, Adakah Pahala Puasanya?

Orang bilang, puasa itu menahan diri dari segala yang membatalkan puasa. Menahan diri ini sepertinya lebih terasa di saat yang bersangkutan tengah berjaga dibandingkan sambil tidur. Apa betul demikian? Apakah menahan diri sambil tidur itu masih bisa disebut menahan diri?

Kalau dihitung-hitung seperti itu, maka Allah memiliki perhitungan yang lebih luas dengan penuh rahmatnya. Allah tetap memberikan pahala bagi orang puasa sambil tidur. Syekh Romli dalam Nihayatul Muhtaj mengatakan,

Tidur Seharian, Adakah Pahala Puasanya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Tidur Seharian, Adakah Pahala Puasanya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Tidur Seharian, Adakah Pahala Puasanya?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Haedar Nashir

Menurut pendapat yang shahih, tidur yang mengabiskan waktu sehari penuh itu tidak masalah secara syara’ karena ia tetap dinilai pihak yang kena khithab syara’. Lagi pula orang tidur itu akan terjaga bila dibangunkan. Karenanya, ia wajib mengqadha’ sembahyang yang luput sebab tidur, bukan luput sebab pingsan.

Haedar Nashir

Menerangkan komentar gurunya, Syekh Ali Syibromalisi mengatakan dalam Hasyiyahnya alan Nihayah,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Redaksi “tetap dinilai pihak yang kena khithab syara’”, maksudnya yang bersangkutan tetap diberikan pahala karena puasanya berdasarkan illat hukum yang sudah tersebut itu.

Namun tetap saja kita tidak boleh menyalahgunakan rahmat Allah yang luas itu, lalu memilih tidur seharian. Masih lebih baik kalau kita menghidupkan siang hari itu dengan baca Al-Quran, mengaji, dzikiran, sedekah, atau aktivitas yang disunahkan lainnya.

Di samping itu, kita juga masih memiliki kewajiban lain selama puasa, yakni menjalani aktivitas keseharian kita sebagaimana biasa. Petani berangkat ke sawah. Pegawai menuju kantor. Pelajar menuju sekolah. Pedagang menuju pasar. Puasa bukan alasan untuk tidur atau menurunkan tensi aktivitas harian. Pasalnya kita hidup bukan sekadar untuk pahala. Itu sudah urusan Allah. Tetapi kita juga memiliki kewajiban-kewajiban di luar puasa.

Namun demikian tidur masih lebih baik daripada terjaga lalu melakukan aktivitas yang benar-benar dapat membatalkan pahala puasa seperti dusta, ghibah, menghasut, menyudutkan orang atau kelompok lain. Atau pilihannya kita mengunci mulut saat berpuasa sambil melakukan kewajiban harian daripada tidur atau menjelek-jelekkan pihak lain. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hadits, Pertandingan, Ulama Haedar Nashir

Kamis, 21 Desember 2017

Pelajar NU Kudus Ambil Sikap Netral

Kudus, Haedar Nashir. Konferensi cabang IPNU dan IPPNU Kudus akan tetap aman dan terjaga dari kontaminasi kepentingan politik. Panitia konferensi akan mengarahkan forum untuk fokus pada agenda konferensi sesuai rencana.

Pelajar NU Kudus Ambil Sikap Netral (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kudus Ambil Sikap Netral (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kudus Ambil Sikap Netral

Demikian ditegaskan Ketua IPNU Kudus Dwi Saifullah menanggapi adanya masukan supaya Konfercab menghindari  muatan politik jelang pilpres.

“Dalam konferensi ini tidak ada kepentingan politik. Kami tidak akan mengarahkan dukungan kepada salah satu capres karena secara lembaga, IPNU dan IPPNU itu netral,” kata Dwi Saifullah kepada Haedar Nashir di sela sela  persiapan konfercab di MANU Nahdlatul Muslimin Undaan, Kudus, Senin (16/6).

Haedar Nashir

Sikap netral ini, tambah Dwi, diambil untuk mendewasakan sikap berpolitik kader dan anggota IPNU-IPPNU. Organisasi memberikan kebebasan anggota untuk menentukan pilihan sesuai kehendak hati masing-masing.

Haedar Nashir

Pada konferensi yang berlangsung hari ini, Selasa-Kamis (17-19/6), IPNU dan IPPNU berusaha menjaga idealisme pelajar dalam rangka pematangan belajar, berjuang dan bersikap terhadap kondisi masyarakat di sekitar lingkungannya.

“Jadi konfercab hanya fokus pada pembahasan program, memilih pemimpin baru IPNU dan IPPNU menuju kemajuan organisasi,” ujar Dwi.

Terkait persiapan konferensi, pihaknya menyatakan hingga H-1 sudah terdapat ribuan peserta yang mendaftar. Mereka ialah utusan resmi dari 129 unsur anak cabang, ranting, dan komisariat.

“Kalau kemarin kita rilis hanya 95 peserta, sekarang ada tambahan peserta konferensi yang memenuhi persyaratan. Setiap anak cabang, ranting, dan komisariat mengirimkan tiga utusan peserta dan peninjau,” ujarnya. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama Haedar Nashir

Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW

Kuala Lumpur, Haedar Nashir. Pengurus Pusat  Fatayat NU memberikan orientasi kepada pengurus PCI Fatayat NU Malaysia, Senin (25/9). Orientasi bertujuan  menyemangati para pengurus PCI Fatayat NU Malaysia yang dilantik sehari sebelumnya.

Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW

“Organisasi Fatayat NU harus mampu menjawab kebutuhan dan kepentingan para kader perempuan NU di Malaysia,” ujar Sekretaris Umum PP Fatayat NU, Margareth Aliyatul Maimunah.

Ketua Bidang Keorganisasian PP Fatayat NU, Nadhifa mengungkapkan banyaknya jumlah tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia. “Di antara mereka banyak yang terlibat permasalahan hukum,” tambahnya.

Perempuan yang juga staff ahli Mentri Ketenagakerjaan ini juga mengungkapkan dengan berbagai masalah yang dialami TKW di Malaysia, PCI Fatayat Malaysia harus dapat membantu para TKW tersebut dalam advokasi hukum.  

Haedar Nashir

Sementara itu, Ketua PCI Fatayat NU Malaysia Kiki Rizki Makiya, menyampaikan tugas dan tantangan Fatayat semakin berat.

“Tetapi yang paling penting adalah tidak boleh keluar dari ideologi kita, yaitu ahlussunah wal jamaah,” ujarnya.

Pelantikan PCI Fatayat NU Malaysia mengambil moto Jadilah orang yang tangguh dan mampu struggle. Kiki menegaskan, dengan moto itu  tidak ada kalimat menyerah dan buntu dalam menyampaikan amanah. (Uswah/Kendi Setiawan)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, IMNU, Ulama Haedar Nashir

Senin, 18 Desember 2017

Yuk, Nyantri Kebangsaan di Kapal Perang bersama NU Surabaya!

Jakarta, Haedar Nashir

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya melalui Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) bekerja sama dengan Koarmatim dan JTV (Jawa Pos TV) mengajak para pengurus OSIS SMA/SMK/MA di Jawa Timur untuk berpartisipasi dalam kegiatan "Nyantri Kebangsaan di Kapal Perang" pada 15-17 Agustus 2016 di KRI Surabaya 591 Armada RI Kawasan Timur TNI AL, Kota Surabaya.

Dalam kegiatan bertema “Pelajar Berkarakter dan Berbudaya untuk Masa Depan Integrasi Kehidupan Berbangsa” ini, peserta akan diajak untuk belajar dan berbagi mengaji berbagai problem kebangsaan, dari mulai moralitas, narkoba, korupsi, komunisme, hingga terorisme.

Yuk, Nyantri Kebangsaan di Kapal Perang bersama NU Surabaya! (Sumber Gambar : Nu Online)
Yuk, Nyantri Kebangsaan di Kapal Perang bersama NU Surabaya! (Sumber Gambar : Nu Online)

Yuk, Nyantri Kebangsaan di Kapal Perang bersama NU Surabaya!

Rencananya kegiatan ini diikuti 550 peserta yang terdiri dari ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan Rohis (Kerohanian Islam) SMA/SMK/MA di kawasan Surabaya, Gresik, Sidoarjo, ditambah sejumlah perwakilan sekolah negeri dan swasta favorit di Jawa Timur.

Haedar Nashir

Kegiatan ini akan dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI dan diberi sambutan oleh Menteri Sosial RI, serta diisi oleh tokoh-tokoh nasional. Rangkaian acara meliputi kelas seminar mengaji berbagai masalah kebangsaan, upacara bendera

perayaan hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-71, dan Deklarasi Kebangsaan yang dilakukan peserta saat penutupan acara.

Selain dua menteri ini, sejumlah narasumber yang dijadwalkan turut mengisi antara lain Komjen Budi Waseso (Kepala BNN), Agus Rahardjo (Ketua KPK), Tri Rismaharini MT (Walikota Surabaya), Muhibbin Zuhri (Ketua PCNU Surabaya), Aminuddin Kasdi (Sejarahwan Unesa), Syaifullah Yusuf (Wagub Jawa Timur), dan lain-lain.

Haedar Nashir

Melalui siaran pers, panitia penyelenggara, berharap kegiatan ini dapat memperkuat bina kesatuan bangsa di kalangan pelajar sekolah menengah atas di Jawa Timur dan mencegah berkembangnya ideologi radikalisme di kalangan pelajar.

Kegiatan "Nyantri Kebangsaan di Kapal Perang" ini juga diharapkan mampu membangun sinergisme antara OSIS dan Rohis (Kerohanian Islam) dengan instansi pemerintah terkait dalam membangun karakter dan budaya pelajar.

Pendaftaran bisa dilakukan melalui Google Form di sini. Untuk informasi lebih detail, calon peserta dapat menghubungi +6281938299525 (M. Najih Arromadloni), +628123505023 (Imam Syafi’i), atau +6281298800036 (Kol. Imam Teguh). (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Ulama, Hadits Haedar Nashir

Jumat, 15 Desember 2017

Larangan PBNU Gunakan Fasilitas Kantor untuk Pilkada Tak Diindahkan PCNU Jember

Jember, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bisa saja melarang penggunaan fasilitas organisasi untuk kepentingan politik praktis. Namun Pengurus Cabang NU Jember merasa tidak bersalah memasang spanduk posko pemenangan pasangan calon bupati-wakil bupati Guntur Ariyadi-Abdullah Syamsul Arifin, di kantornya.

Wakil Ketua PCNU Jember Nur Hasan mengatakan, sejak awal pihaknya sudah mengagendakan keterlibatan NU dalam proses politik pemilihan umum kepala daerah dalam berbagai alternatif. Salah satunya dengan mengusung kader sendiri. Akhirnya NU Jember memutuskan untuk mendukung dan mengusung kader sendiri sebagai calon wakil bupati, yakni Ketua Tanfidziyah PCNU Jember Abdullah Syamsul Arifin.

Larangan PBNU Gunakan Fasilitas Kantor untuk Pilkada Tak Diindahkan PCNU Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Larangan PBNU Gunakan Fasilitas Kantor untuk Pilkada Tak Diindahkan PCNU Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Larangan PBNU Gunakan Fasilitas Kantor untuk Pilkada Tak Diindahkan PCNU Jember

Soal larangan penggunaan fasilitas kantor NU, Nur Hasan memaknai, "Kalau yang menggunakan orang lain tidak boleh. Tapi kalau keputusan resmi PCNU untuk mendukung salah satu kader sendiri, apa salahnya (menggunakan fasilitas kantor)."

Haedar Nashir

Sekretaris NU Jember Misbahussalam menambahkan, pemasangan spanduk posko pemenangan Guntur-Abdullah, tak lepas dari keputusan Musyawarah Kerja NU Jawa Timur.

"NU harus memberikan petunjuk calon mana yang harus didukung kepada warga NU. Dari empat pasangan calon yang maju dalam pemilukada Jember, tak ada kader NU kecuali Gus Aab (Abdullah Syamsul Arifin)," katanya.

Haedar Nashir

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj, melarang penggunaan fasilitas Nahdlatul Ulama untuk kepentingan politik pemilihan umum kepala daerah.

"Jangan sampai kandidat calon bupati atau wakil bupati menggunakan stempel, kop, tanda tangan NU, fasilitas NU," kata Said seperti dilansir beritajatim.com.

Said menyatakan baru tahu mengenai persoalan spanduk tersebut. "Saya sudah bincang-bincang dengan Pak Babun (Babun Sugiarto, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jember). (Saya katakan) kantor jangan sampai dijadikan untuk kepentingan politik. Jelas tidak benar kalau kantor NU dijadikan posko siapapun," katanya.

Salah satu bagian kantor NU Jember di Jalan Imam Bonjol digunakan sebagai posko pemenangan pasangan Guntur Ariyadi-Abdullah Syamsul Arifin. Di atas salah satu bangunan kantor, tampak spanduk bertuliskan Posko Pemenangan H. Guntur-Gus Aab, dengan gambar lambang Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa.

Sekretaris PCNU Jember Misbahussalam memandang, penggunaan kantor sebagai posko tak perlu dipermasalahkan. "Tidak masalah, wong ketuanya sendiri yang mencalonkan diri," katanya, Jumat (7/5). Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab memang Ketua tanfidziyah PCNU Jember.

Hasil Musyawarah Kerja NU Jember menyatakan, secara kelembagaan NU harus memberikan petunjuk kepada kadernya tentang siapa yang akan dipilih dalam pemilihan umum kepala daerah. Hadirnya Abdullah Syamsul Arifin, Ketua NU Jember, dalam pemilukada sebagai calon wakil bupati membuat NU secara kelembagaan harus mendukung dan menyukseskannya. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja, Ulama, Hikmah Haedar Nashir

Minggu, 03 Desember 2017

Kehadiran Internet Marketers NU Didukung Ketua PCNU Tasikmalaya

Tasimalaya, Haedar Nashir. Pengurus Internet Marketers Nahdlatul Ulama (IMNU) Kota Tasikmalaya bersilaturahim ke kediaman Ketua PCNU Kota Tasikmalaya KH Didi Hudaya Bukhori  di Pesantren Bustanul Ulum, Sumelap, Tamansari, Kota Tasikmalaya, Rabu (25/10).

Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu berlangsung khidmat dalam suasana penuh keakraban. 

Kehadiran Internet Marketers NU Didukung Ketua PCNU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kehadiran Internet Marketers NU Didukung Ketua PCNU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kehadiran Internet Marketers NU Didukung Ketua PCNU Tasikmalaya

Kiai Didi merespons positif kehadiran IMNU. Ia berpesan melalui IMNU tetap bisa menjaga tali shilaturahim melalui media internet sebagai fasilitas untuk saling berbagi dan berdakwah khususnya menjaga kultural nahdliyah yang menjadi salah satu ruh kekuatan dan keunikan NU.

“Dengan hadirnya IMNU ini bisa mengimbangi arus informasi yang tidak jelas sumbernya seperti hoals, yang justru bisa merusak tali persaudaraan antar umat islam terlebih khusus bagi warga Nahdliyin itu sendiri,” kata Kiai Didi.

Selain silaturahim, melalui internet juga dapat dimanfaatkan menjaga dan memelihara nilai-nilai ajaran Nahdliyyah.

Haedar Nashir

“Sehingga keutuhan umat lebih bisa lebih terjaga dan terpelihara,” tegas Kiai Didi. (Chenk Rahman/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Daerah, Warta Haedar Nashir

Haedar Nashir

Sabtu, 02 Desember 2017

Inilah Lima Alasan Pentingnya Hari Santri Nasional

Jakarta, Haedar Nashir. Awal kemunculan keputusan Hari Santri Nasional (HSN) adalah agar negara hadir dan memberikan perhatian, pengembangan terhadap santri dan pesantren dan juga memperhatian anggaran pendidikan. Pesantren didorong dapat hadir menjadi driving force yang dapat mengintegrasikan ideologi sosiologis dan politik kepada seluruh umat Islam Indonesia.?

Inilah Lima Alasan Pentingnya Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Lima Alasan Pentingnya Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Lima Alasan Pentingnya Hari Santri Nasional

Demikian disampaikan Dirjen Pendidikan Islam di Jakarta, Senin (19/10) seperti dikutip dari laman kemanag.go.id.

Kamaruddin Amin menjelaskan, setidaknya ada 5 alasan penetapan Hari Santri Nasional yang akan jatuh tanggal 22 Oktober 2015 dan akan dicanangkan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Pertama, sebagai pemaknaan sejarah Indonesia yang genuine dan authentic yang tidak terpisahkan dari episteme bangsa, di mana Indonesia tidak hanya dibangun dengan senjata, darah dan air mata, tetapi berdiri karena keikhlasan dan perjuangan para santri relijius yang berdarah merah putih, sebagaimana dengan sempurna dilakonkan Oleh Hasyim Asy ari, Ahmad Dahlan, A Hassan, Muhammad Nasir, Cokroaminoto, dan tokoh besar lainnya,?

Haedar Nashir

Kedua, secara sosio politik mengkonfirmasi kekuatan relasi Islam dan negara. Indonesia dapat menjadi model dunia tentang hubungan Islam dan negara, Ketiga, meneguhkan persatuan umat Islam yang telah terafiliasi dan menyejarah dalam ormas islam dan parpol yang berbeda, perbedaan melebur dalam kesantrian yang sama, Keempat, Mainstreaming santri yang berpotensi termarjinalkan oleh derasnya arus globalisasi.?

“Penetapan hari santri tentu tidak hanya bersifat simbolik formalistik, tetapi dalam bentuk afirmasi realistis terhadap komunitas santri,” kata Kamaruddin Amin.

Haedar Nashir

Kelima, menegaskan distingsi Indonesia yang relijius demokratis atau upaya merawat dan mempertahakan religiusitas Indonesia yang demokratis di tengah kontestasi pengaruh ideologi agama global yang cendrung ekstrim radikal.

“Islam Indonesia kontemporer yang demokratis, progresif, moderat, toleran, inklusif, apresiatif terhadap diversitas budaya dan agama tidak bisa dilepaskan dari kontribusi fundamental para santri,” ujar Kamaruddin Amin.

Dalam penetapan HSN ini, Kamaruddin berharap pemerintah dan santri harus terus bersinergi mendorong komunitas santri ke poros peradaban Indonesia. Santri jangan hanya sebagai penonton, cemburu dalam dialektika sosial budaya ekonomi politik Indonesia.?

Pesantren sebagai lembaga dakwah, lembaga pendidikan tafaqquh fiddin terus kiranya berkontribusi dan mencetak ulama, agaen perubahan yang menjadi garda terdepan dalam membelaNegara Kesatuan Republik Indonesia. Selian itu, pesantren kiranya dapat mempromosikan gerakan anti narkoba, gerakan anti radikalisme, gerakan santri amar makruf nahi munkar, hingga pada santri yang melek dunia perbankan, melek sain dan teknologi.?

“Jika sinegri ini dapat diwujudkan maka santri akan menjadi komunitas penting yang akan menopang Indonesia sejahtera di masa akan datang,” tutup Kamaruddin Amin. ? Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, News Haedar Nashir

Jumat, 01 Desember 2017

Merasa Dizalimi, Aktivis PMII Jember Laporkan Satpol PP

Jember, Haedar Nashir. Pembongkaran  tenda kemah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan kantor Pemkab Jember, Jawa Timur, yang disertai kekerasan oleh aparat Satpol PP, Rabu lalu berbuntut panjang.

Jumat (15/8), sejumlah aktivis Pengurus Cabang PMII Jember melaporkan Satpol PP ke Mapolres Jember. Menurut salah seorang pengurus PMII, Adil Satria Putra, pihaknya melaporkan Satpol PP karena telah memukuli sejumlah aktivis PMII  yang menolak pembongakran tenda itu.

Merasa Dizalimi, Aktivis PMII Jember Laporkan Satpol PP (Sumber Gambar : Nu Online)
Merasa Dizalimi, Aktivis PMII Jember Laporkan Satpol PP (Sumber Gambar : Nu Online)

Merasa Dizalimi, Aktivis PMII Jember Laporkan Satpol PP

“Kami harus melaporkan ini agar tidak tidak terjadi lagi kekerasan lagi kepada siapapun ingin menyampaikan aspirasi. Apalagi yang kami lakukan adalah aksi damai. Hanya menggelar tenda,” ujarnaya.

Haedar Nashir

Seperti diketahui, Rabu lalu sejumlah PMII menggelar tenda kemah di depan kantor Pemkab Jember. Mereka mendesak Bupati Djalal segera mengesahkan rancangan peraturan daerah mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Mereka bertekad akan berkemah di situ sampai Djalal menemui mereka dan menyetujui pengesahan RTRW dimaksud. Tapi menjelang sore sebanyak 30 Satpol PP dibantu 50 aparat polisi membongkar paksa tenda tersebut, sehingga terjadi bentrokan.

Haedar Nashir

Sejumlah aktivis mengalami luka, di antaranya adalah Malikul Lubby, Tri Handoko, dan Verio Prestiawan. Mereka mengalami luka lebam di wajah, leher, dan kaki, dan sudah menjalani visum untuk kelengkapan laporan.

Adil menambahkan, sikap Buapti Djalal yang tidak mau mengesahkan RTRW adalah cermin pejabat yang tidak berpihak kepada rakyat. “Coba bayangkan draf RTRW itu diajukan oleh eksekutif, namun setelah dibahas di DPRD, malah ditolak,  karena di draf itu opsi penambangan dihapus oleh DPRD,” ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam, AlaNu, Ulama Haedar Nashir

Rabu, 29 November 2017

Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI

Bandar Lampung, Haedar Nashir. Saat bertemu dengan Ketua-Ketua Pengurus Cabang Nahdltul Ulama Se-Provinsi Lampung Gubernur Lampung Ridho Ficardo menyatakan bahwa Para Kiai dan Ulama NU adalah para orang tua Penjaga NKRI. Ia juga menyatakan bahwa NU adalah salah satu organisasai pendiri negara Indonesia ini.

Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI

"Mayoritas yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesian adalah para laskar santri dan kiyai yang perang mempertahankan Kemerdekaan Indonesia sampai mati dan sahid adalah santri-santri dan kiyai kiyai NU," katanya saat pertemuan di Mahan Agung, Kamis Malam (12/4).

Pada kesempatan tersebut Ia juga menjelaskan bahwa bahwa dirinya dan keluarganya adalah orang NU tulen. "Saya ? serta keluarga besar saya dan mbah-mbah saya adalah warga Nahdlatul Ulama, mungkin di Lampung kurang terkenal ke-NUan Saya, tapi Kalau di Tulung Agung Jawa Timur, karena keluarga kami adalah santri dan Jamaah dari Pondok Pesantren Peta, Asuhan Kiyai Jalil, maka tidak di ragukan lagi ke-NUan saya dan keluarga," Kata Gubernur Muda ini.

Ridho juga mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung selalu bersinergi denga NU dalam membangun Bumi Rua Jurai ini. Salah satu Pembangunan disektor keagamaan dicontohkannya dengan program rutin tahunan yang telah Ia canangkan berupa Ziarah Wali Songo.

Haedar Nashir

Pertahun menurutnya sudah diberangkatkan sekitar 6000 warga Provinsi Lampung untuk Program Wisata religi ziarah wali songo. Dan pada tahun ini lanjutnya akan ditambah dengan ziarah ke beberapa Kiai Pendiri Jamiyyah Nahdlatul Ulama. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama Haedar Nashir

Haedar Nashir

Minggu, 26 November 2017

Kongres Fatayat NU Soroti 2 Juta Anak Perokok

Jakarta, Haedar Nashir. Salah satu isu kesehatan yang disorot dalam Kongres XIV Fatayat NU di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis hingga Senin (1-6/7), adalah soal rokok di kalangan anak.



Kongres Fatayat NU Soroti 2 Juta Anak Perokok (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres Fatayat NU Soroti 2 Juta Anak Perokok (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres Fatayat NU Soroti 2 Juta Anak Perokok

Saat ini jumlah perokok di Indonesia sekitar 60 juta orang. Menurut data Kementerian Kesehatan, hampir 2 juta dari para perokok itu adalah anak Indonesia yang berusia 7-18 tahun dan merokok rata-rata dua batang setiap hari.

Berdasarkan fakta itu, Fatayat mendorong pemerintah mengambil kabijakan yang tegas untuk mengurangi perokok dengan membatasi iklan rokok dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya merokok, terutama bagi anak-anak dan perempuan.

Haedar Nashir

Demikian disampaikan Ketua Panitia Muzaenah Zein dalam konferensi pers mengenai hasil Kongres XIV Fatayat di kantor PBNU, Jakarta, Senin (5/7) kemarin.

Secara khusus, Kongres Fatayat NU juga prihatin dengan maraknya kekerasan  terhadap anak dalam bentuk penculikan dan pemerkosaan di Indonesia yang kian hari kian massif. Padahal, anak sebagai investasi masa depan harus mendapatkan perlindungan dari negara.

Haedar Nashir

”Sebagaimana kita ketahui, kekerasan terhadap anak terus meningkat. Angka kekerasan terhadap anak meneapai 1.998 kasus pad a tahun 2009. Untuk mengantisipasi masalah tersebut, sudah saatnya pemerintah meningkatkan penegakan hukum untuk melindungi generasi bangsa tersebut,” kata Muzaenah.

Menurutnya, Undang-Undang Perlindungan Anak sesunguhnya sudah cukup tegas memberikan sanksi terhadap pelaku kekerasan, namun di tingkat lapangan, penegakan hukum masih cukup lemah.

”Kongres Fatayat NU mendesak kepada aparat kepolisian untuk melakukan tindakan tegas, baik mengusut kasus-kasus penculikan maupaun melakukan upaya-upaya pencegahan,” tambahnya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Lomba, Nahdlatul Haedar Nashir

Sabtu, 25 November 2017

Menpora Buka LSN Sulawesi III dan Turnamen Bupati Cup Gorontalo

Gorontalo, Haedar Nashir. Kickoff Liga Santri Nusantara Piala Menpora U 18 regional Sulawesi III resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Sport Center Limboto Kabupaten Gorontalo, Ahad (28/08/2016). Regional Sulawesi III meliputi Provinsi Se Sulawesi Utara dan Provinsi Gorontalo.?

Selain membuka LSN Regional Sulawesi III, Cak Imam juga membuka Turnamen Olahraga Bupati Cup Gorontalo. Turnamen ini selain mempertandingkan sepak bola, juga ada pencak silat, bulu tangkis, dan lain sebagainya.

Menpora Buka LSN Sulawesi III dan Turnamen Bupati Cup Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Buka LSN Sulawesi III dan Turnamen Bupati Cup Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Buka LSN Sulawesi III dan Turnamen Bupati Cup Gorontalo

Pembukaan Kickoff LSN Sulawesi III dan Turnamen Bupati Cup Gorontalo dihadiri oleh Gubernur Provinsi Gorontalo Rusli Habibie dan Wagu Idris Rahim, Bupati dan Wabu Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo-Fadly Hasan, Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin, ? Kapolda Gorontalo Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Hengkie Kaluara, Sekretaris LSN Khoiruddin Abbas, serta Panitia Regional LSN Sulawesi III.

Pada kesempatan tersebut Cak Imam panggilan akrab Menpora mengatakan kehadiran pemerintah dalam lini kehidupan masyarakat terus diwujudkan. "Salah satunya dengan menggalakkan olahraga."?

Haedar Nashir

Untuk itu kata Pria asal Bangkalan Madura ini butuh ketelatenan dan konsistensi untuk mewujudkan hasil yang membanggakan dan mengarumkan nama bangsa melalui prestasi olahraga. "Kemenpora tidak dapat bekerja sendiri dalam mencapai harapan masyarakat namun butuh kerjasama semua pihak dalam melakukan pembinaan dan pengembangan olahraga," lanjutnya.

"Untuk meraih prestasi dibutuhkan proses yang panjang dan keseriusan dalam pembinaan, sementara sebagian masyarakat hanya melihat hasil yang dicapai tapi tidak melihat proses yang sangat panjang dan butuh pengorbanan untuk menjadi sang juara."

Melalui LSN ini, tambah Cak Imam, merupakan momentum besar bagi santri dan pondok pesantren ikut andil dalam menciptakan bibit unggul pemain sepak bola yang berkualitas baik secara skill dan sikap sportifitas di lapangan.?

Haedar Nashir

"Liga Santri Nusantara Tahun 2015 telah menorehkan hasil yang sangat luar biasa dan membanggakan bagi bangsa kita dengan menjadi Juara Pertama pada Kejuaran Malindo (Malaysia-Indonesia) Cup yang dilaksanakan tanggal 19-22 Mei 2016 di Malaysia," tegasnya.

Sedangkan menurut Sekretaris LSN Khoiruddin Abbas mengatakan Liga Santri Nusantara yang pertama kali diselenggarakan pada kickoff yang dibuka oleh Menpora Imam Nahrawi pada 5 September 2015 di Stadion Singaperbangsa Karawang diikuti oleh 184 Pesantren di 16 Wilayah.?

"Pada tahun 2016 kali ini diikuti oleh hampir 1000 pesantren yang terbagi di 32 wilayah seluruh Indonesia. Ini sebuah peningkatan yang tinggi dari aspek kepersetaan. Insya Allah pada tahun ini Final Liga Santri Nusantara akan diselenggarakan pada momentum Hari Santri pada 22 Oktober nanti," katanya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, News, Hadits Haedar Nashir

Protes Israel, PMII Surabaya Ingatkan Pernyataan Soekarno soal Palestina

Surabaya, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Surabaya menyampaikan keperihatinan mendalam atas tindakan biadab militer Israel dengan membombardir Jalur Gaza yang menewaskan puluhan warga sipil Palestina.

Protes Israel, PMII Surabaya Ingatkan Pernyataan Soekarno soal Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Protes Israel, PMII Surabaya Ingatkan Pernyataan Soekarno soal Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Protes Israel, PMII Surabaya Ingatkan Pernyataan Soekarno soal Palestina

Sebagai bentuk protes dan keperihatinan, ratusan kader PMII dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya, Jumat (11/72014) malam, menggelar aksi damai dengan menjalankan salat ghaib dan membakar bendera Israel di depan Grahadi Surabaya.

"Kami mengutuk keras atas tindakan biadab militer zionis Israel terhadap bangsa Palestina. Segera hentikan," ujar Ketua Umum PC PMII Kota Surabaya Ahmad Zairudin, dalam orasinya di hadapan kader PMII.

Haedar Nashir

Zairudin mengatakan, PMII Surabaya juga mendesak Pemerintah Indonesia untuk ikut terlibat aktif dalam upaya menciptakan perdamaian dunia. Yakni dengan cara terus mendesak PBB untuk mengeluarkan resolusi damai serta menghentikan agresi militer zionis Israel terhadap bangsa Palestina.

Haedar Nashir

"Pemerintah harus menyerukan bahwa Israel adalah penjahat perang dan kemanusian. Jika pemerintah diam, kami yang akan turun ke jalan melakukan perjuangan," seru Zairudin.

Zairudin lalu menyitir pernyataan Presiden RI pertama Soekarno pada tahun 1962, "Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel."

Selain itu, Zairudin juga meminta kepada semua tokoh masyarakat, terutama para ulama, untuk mendorong kaum muslimin melawan kedzaliman yang dilakukan Israel kepada bangsa Palestina.

Sejauh ini hingga lima hari agresi militer Israel di Jalur Gaza, sudah lebih 100 warga sipil Palestina meninggal. Mayoritas yang menjadi korban kebiadaban zionis Israel itu adalah para wanita dan anak-anak tak berdosa. Nyawa mereka melayang sia-sia dan ribuan orang terluka. (Abdul Hady JM/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Syariah, Ulama Haedar Nashir