Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Januari 2018

Kiai Said Tegaskan Shalat Jumat di Jalanan Tidak Sah

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa shalat Jumat di jalan raya tidak sah, bahkan bisa haram jika menggangu ketertiban umum dan masalah sosial.

"NU melalui Lembaga Bahtsul Masail sudah mengeluarkan fatwa, Jumatan di jalan tidak sah," ujar Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj saat memberikan sambutan dalam Kongres ke-17 Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (24/11).

Kiai Said Tegaskan Shalat Jumat di Jalanan Tidak Sah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Tegaskan Shalat Jumat di Jalanan Tidak Sah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Tegaskan Shalat Jumat di Jalanan Tidak Sah

(Baca: Ini Pandangan Fiqih PBNU Soal Shalat Jumat di Jalanan)

Kiai Said menjelaskan kembali kepada awak media usai memberikan sambutan bahwa fatwa itu didasarkan pada kajian kiai dan ulama NU selama beberapa waktu terakhir. Para ulama dan kiai NU mendasarkan fatwa itu kepada mazhab Imam Besar Syafii dan Maliki.

"Madzhab Maliki dan Syafii itu kalau imamnya di masjid, makmumnya keluar-keluar di jalan enggak apa-apa, tetapi kalau sengaja keluar rumah mau shalat Jumat di jalanan, shalatnya enggak sah," tegas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.

Haedar Nashir

Menurut kedua madzhab tersebut, lanjutnya, Jumatan harus di dalam bangunan yang sudah diniati untuk shalat Jumat di sebuah kota atau desa. Madzhab tersebut patut diterapkan di Indonesia saat ini. Sebab, jika shalat dilakukan di sembarang tempat, apalagi di tempat umum, mengurangi kekhusyukan ibadah itu sendiri sekaligus mengganggu ketertiban umum.

Seperti diinformasikan, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) akan menggelar Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016. Mereka kembali melakukan aksi tersebut karena Gubernur DKI Jakarta Nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sampai saat ini belum ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Selasa, 02 Januari 2018

NU, "Narik Urunan" Demi Kebesaran Islam

Jember. Haedar Nashir

NU yang sering diplesetkan dengan terminologi “narik urunan” boleh juga diterapkan dalam manajemen pengelolaan Nahdlatul Ulama, asalkan itu berlaku bagi internal dan simpatisan. Sebab, kekuatan NU memang terletak di jumlah massanya yang besar.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua PCNU Jember Abdul Haris saat menjadi pemateri Latihan Kader Dasar (LKD) Pimpinan Cabang Fatayat NU Jember? di aula kantor NU Jember, Ahad (15/1).

Menurutnya, NU sesungguhnya mempunyai potensi yang luar biasa, baik dari sisi ekonomi maupun politik. Jika potensi ekonmi NU digarap dengan serius, maka tentu akan menghasilkan sesuatu yang besar untuk agama Islam. “Sayangnya, potensi ekonomi NU belum digarap secara maksimal. Jangankan untuk pemberdayaan ekonomi umat, untuk kegiatan kantor NU saja, masih belum,” ucapnya.

NU, Narik Urunan Demi Kebesaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
NU, Narik Urunan Demi Kebesaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

NU, "Narik Urunan" Demi Kebesaran Islam

Paparan Ustadz Haris soal potensi ekonomi NU kemrdian mengerucut pada seputar kegiatan dan program-program NU. Dikatakannya, narik urunan sejatinya merupakan solusi terbaik bagi pendanaan kegiatan-kegiatan NU. Apalagi selama ini, faktor utama yang menjadi kendala agenda kegiatan NU adalah soal dana.

Ia mengaku yakin warga NU juga tak keberatan dimintai iuran secara rutin asalkan dikelola dengan transparan dan penuh tanggung jawab. “Coba di Jember berapa ratus ribu warga NU jumlahnya. Misalkan setiap bulan nyumbang 1000 rupiah saja, sudah berapa dana yang terkumpul tiap bulan. Yang penting sekarang kuncinya adalah transparan. Makanya untuk membuat NU besar dan hebat, mari kita terjemahkan NU dengan narik urunan,” jelasnya.

Komisi Fatwa MUI Jember itu menambahkan, NU di masa-masa awal, narik urunan adalah hal biasa. Para ulama dan pendiri NU, tak segan-segan merogoh kocek pribadinya dengan ikhlas untuk mendanai acara-acara NU. NU, katanya, merupakan warisan berharga dari para ulama yang harus dirawat dan dilestarikan. “NU wajib kita rawat. Ibarat rumah, kita tinggal menempati saja,” urianya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Sabtu, 30 Desember 2017

Besok, JATMAN Jateng Adakan Manaqib Kubro

Sukoharjo,Haedar Nashir. Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (JATMAN) Idaroh Wustho Jawa Tengah, akan mengadakan pertemuan yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Anwar Sarang Kabupaten Rembang, Ahad (15/9) besok atau bertepatan dengan 9 Dzulqoidah 1434 H.

Besok, JATMAN Jateng Adakan Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, JATMAN Jateng Adakan Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, JATMAN Jateng Adakan Manaqib Kubro

Para peserta yang diundang yakni para pimpinan pengurus JATMAN Jateng diantaranya KH Dzikron Abdullah dan KH Latif Mastur Ihsan, perwakilan JATMAN se-Jateng, Muslimat Thoriqoh, Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (MATAN) dan tamu undangan lain.

Dalam kegiatan tersebut selain diadakan berbagai pertemuan yang akan membahas agenda organisasi, juga diselenggarakan kegiatan manaqib dan bahstul masail. Yang khas dari bahtsul masail warga thoriqoh ini, tentu meliputi permasalahan kethoriqohan, disamping juga membahas permasalahan yang berkaitan dengan fiqih (syariah).

Haedar Nashir

Salah satu peserta yang dihubungi Haedar Nashir, Idaroh Syu’biyyah Sukoharjo, mengatakan akan mengikuti acara tersebut. “Rencana kami akan berangkat malam Ahad, rombongan dari Sukoharjo kita akan naik 5 mobil,” papar Sekretaris JATMAN Sukoharjo, Mukhlis Suranto.

Haedar Nashir

Suranto menerangkan agenda acara pada kagiatan besok, yakni pada siang harinya akan diadakan sejumlah pertemuan dan bahtsul masail. Sedangkan pada malam harinya akan diisi dengan kegiatan manaqib kubro.

Dan kemungkinan, acara akan ditutup dengan wejangan yang akan disampaikan oleh Rais A’am JATMAN, Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Kamis, 28 Desember 2017

Mahathir: Abdullah Ahmad Badawi telah Hancurkan Koalisi Malaysia

Kuala Lumpur, Haedar Nashir. Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, Ahad (9/3), mengatakan bahwa penggantinya PM Abdullah Ahmad Badawi telah "menghancurkan" koalisi yang berkuasa setelah pemilihan akhir pekan ini yang membawa bencana.



Mahathir: Abdullah Ahmad Badawi telah Hancurkan Koalisi Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahathir: Abdullah Ahmad Badawi telah Hancurkan Koalisi Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahathir: Abdullah Ahmad Badawi telah Hancurkan Koalisi Malaysia

Mahathir, pemimpin Organisasi Melayu Nasional Bersatu (UMNO) yang "mengarsiteki" koalisi Barisan Nasional (BN) selama 22 tahun sebelum mundur pada 2003 silam, menyerang setelah penampilan terburuknya (koalisi) itu dalam sejarah.

   

"Menurut pendapat saya ia telah menghancurkan UMNO, menghancurkan BN dan ia bertanggungjawab atas ini," terang Mahathir kepada wartawan.

   

Haedar Nashir

Mahathir menganjurkan agar Abdullah sebaiknya mundur, dan mengatakan ia telah membuat kesalahan karena memilihnya sebagai perdana menteri.

   

"Saya pikir ia harus bertanggungjawab atas ini. Ia harus menerima 100 persen tanggungjawab," katanya seperti dilansir sumber AFP.

   

Haedar Nashir

"Saya minta maaf tapi saya tampaknya telah membuat pilihan yang salah," tambah Mahathir.

   

Mahathir sebelumnya mengatakan ia tidak pernah menginginkan Abdullah untuk menjabat lebih dari satu kali masa jabatan, dan bahwa ia semestinya memilih Deputi PM Malaysia Najib Razak yang dinilainya berpengaruh dan kini sedang menunggu menjadi pemimpin masa depan.

   

Barisan Nasional telah menderita hasil terburuknya dalam pemilihan Sabtu, yang kehilangan mayoritas dua pertiganya di parlemen untuk pertama kali sejak 1969 dan menyerahkan empat negara bagian lagi pada partai oposisi yang bangkit kembali.

   

Abdullah dihukum karena kejahatan dan inflasi yang meningkat dalam pemilihan yang juga diwarnai oleh ketegangan rasial yang meningkat antara mayoritas Muslim Melayu dan etnik minoritas Cina dan India.

   

"Saya kira rakyat pasti telah sangat marah, semua ras, Cina, Melayu dan India," kata Mahathir.

   

Mahathir menilai pangkal persoalannya adalah karena pemerintahan saat ini "telah menjadi sangat arogan". Arogansi pemerintah itu, menurutnya, tercermin dari sikap pemerintah yang kerap menindas setiap pendapat yang tidak disukai.

Abdullah adalah pengganti yang dicomot Mahathir ketika ia lengser, tapi setelah pemimpin baru itu membuang sebagain dari sejumlah proyek kesayangannya, Mahathir mulai melancarkan tuduhan kepada Badawi yang dinilainya salah urus terhadap perekonomian, nepotisme dan korupsi. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sholawat, Quote Haedar Nashir

Senin, 25 Desember 2017

Dicatut Wahabi Musuhi Syiah, PCNU Balikpapan Tolak Keras

Balikpapan, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Balikpapan menyatakan tidak memiliki keterkaitan dengan deklarasi kelompok ANNAS (Aliansi Nasional Anti-Syiah) yang diselenggarakan di Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan.

Rais Syuriah PCNU Balikpapan KH Abbas Alfas mengungkapkan hal itu dalam rangka mengklarifikasi adanya isu yang menyebutkan NU Balikpapan terlibat dalam deklarasi ANNAS pada Ahad 8 Maret 2015. ANNAS merupakan organisasi yang mulanya dideklarasikan di Bandung Jawa Barat dan diketuai oleh KH Athian Ali Dai (tokoh Wahabi).

Dicatut Wahabi Musuhi Syiah, PCNU Balikpapan Tolak Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Dicatut Wahabi Musuhi Syiah, PCNU Balikpapan Tolak Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Dicatut Wahabi Musuhi Syiah, PCNU Balikpapan Tolak Keras

"Saya nggak ikut-ikut ANNAS. Memang ada orang yang datang kepada saya. Dia datang kepada saya bersama temannya mengungkapkan masalah ANNAS dan Syiah, saya bilang (kepada mereka) ‘Kalau NU sudah jelas meskipun tidak pakai acara deklrasi-deklarasi, tapi punya cara-cara sendiri, artinya dalam penolakan terhadap Syiah, namun lebih moderat. Kecuali kalau NU itu ditikam baru ‘mengamuk’,” tutur Kiai yang sempat diajak bergabung ke ANNAS tersebut.

Haedar Nashir

Menurut Kiai Abbas, mereka berusaha melibatkan NU hanya untuk memanfaatkan semata. "Saya mencermati, mereka ingin melibatkan kita, dan itu cara ‘politik’ mereka, kita akan dijadikan ‘bemper’. Sebetulnya itu olahan mereka. Jadi kita ini mau dipolitikan (dimanfaatkan) oleh mereka," katanya dalam pengajian rutin bulanan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kaltim, sehari setelah deklarasi itu (9/3).

Sementara Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Balikpapan KH Muhlasin menyatakan sangat tidak berminat dengan ANNAS. "Bila beliau (Kiai Abbas) tidak minat, maka saya lebih tidak berminat lagi.", tegas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Izzah Km 15 Balikpapan Utara tersebut.

Haedar Nashir

Kiai Muhlasin juga sempat dihubungi untuk bergabung tetapi tidak bersedia. Sebelum acara deklarasi ANNAS, ia mewakili NU sempat menghadiri pertemuan di kantor Kementrian Agama Kota Balikpapan. Salah satu poin pertemuan itu bahwa Kemenag pun tidak menginginkan adanya deklarasi tersebut.

"Dari pihak Kementrian Agama (Balikpapan) juga sangat tidak menginginkan adanya deklrasi tersebut di Balikpapan, karena tentunya hal tersebut sangat berpotensi terjadinya gesekan di antara warga Kota Balikpapan. Itu yang disampaikan di Kemenag," terangnya.

Terima Risiko

Sikap tasamuh (toleran) dan tidak bersedia beraliansi dengan ANNAS bukan tanpa risiko. Menurutnya, risikonya akan ada semacam propaganda bahwa yang tidak ikut mereka berarti dianggap mendukung Syiah.

"Mengedepankan sikap toleran, walaupun tentunya berisiko. Risikonya pastinya ada semacam propaganda, warga NU yang tidak mendukung ANNAS sekurang-kurangnya (dianggap) mendukung ajaran Syiah. Itu prilaku mereka seperti itu sejak dahulu.", ungkapnya.

Kiai Muhlasin berharap warga Nahdliyyin tidak terpengaruh oleh propaganda mereka. Sedangkan berkaitan dengan Habib Ahmad Zain Al-Kaff yang menjadi narasumber pada acara deklarasi tersebut, Kiai Muhlasin mengatakan bahwa ia tidak mewakili PWNU Jatim.

"Habib Ahmad Zain Al-Kaff di brosur-brosurnya disebutkan PWNU Jawa Timur dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. Sekalipun Habib Ahmad Zain Al-Kaff dari jajaran PWNU, beliau tidak mewakili organisasi PWNU, tetapi atas nama pribadi. Kalau pun toh menyebutkan PWNU-nya, ya itu salah satu strategi mereka, sebagaimana mereka juga mencantumkan Kiai Abbas, termasuk saya," jelasnya.

Penjelasan senada juga disampaikan oleh Sekretaris PCNU Balikpapan Ust. Imam Warosy bahwa NU Balikpapan mengambil posisi tidak terkait dengan ANNAS. "Kita, PCNU Balikpapan, mengambil sikap tidak ikut dalam masalah itu. Meskipun Rais kita dan Ketua kita di-"lamar-lamar" untuk ikut mereka," tuturnya.

Dalam pandangannya, NU tidak perlu ikut mendeklarasikan dan beraliansi dengan mereka. Sebab berdirinya NU memang untuk membendung aliran seperti Wahabi dan Syiah agar masyarakat tetap berpegang kepada Ahlussunnah wal Jamaah. Ia juga mengatakan bahwa beraliansi dengan mereka sama saja merendahkan martabat Nahdlatul Ulama.

"Kalau kita membaca khutbah KH. Hasyim Asyari (Muqaddimah Qanun Asasi) di Nahdlatul Ulama, berdirinya NU memang untuk membendung aliran seperti ini, yaitu Wahabi dan Syiah, agar masyarakat tetap dalam aqidah Ahlussunnah wal Jamaah meskipun tidak dideklarasikan, meskipun tidak dialiansikan dengan yang lain,” ujarnya. (Muhammad Al-Fatih/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Quote Haedar Nashir

Kamis, 21 Desember 2017

Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut

Jakarta, Haedar Nashir - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Puti Hasni mendukung gerakan ekonomi IPPNU Garut dalam pengembangan industri kuliner kreatif untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dirintis dan dikembangkan rekanita IPPNU Garut. Kepekaan dalam melihat peluang memang terlihat dari upaya konkret dalam memanfaatkan setiap potensi yang ada," kata Puti kepada Haedar Nashir, Rabu (10/2).

Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut

Ia menegaskan bahwa IPPNU akan terus mendorong para kadernya menciptakan kreasi-kreasi, inovasi, dan jeli melihat potensi serta peluang pasar dalam memanfaatkan bonus demografi sebagai jawaban menghadapi MEA.

Haedar Nashir

"Upaya ke depan, pelatihan-pelatihan berbasis kewirausahaan akan makin ditingkatkan dan ditindaklanjuti secara serius oleh IPPNU," ujarnya.

Haedar Nashir

Puti berharap IPPNU di semua lini baik wilayah, cabang, anak cabang maupun ranting di daerah lain harus dapat termotivasi dan tidak boleh kalah dengan IPPNU Garut.

Dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing daerah yang tentunya beragam, saya berharap kader-kader IPPNU dapat mewujudkan inovasi-inovasi baru yang sesuai dengan selera pasar di era MEA, pungkasnya. (Afifah Marwa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir PonPes, Quote, Pondok Pesantren Haedar Nashir

Senin, 11 Desember 2017

Dakwah yang Beradab

Oleh M. Haromain



Dakwah merupakan satu bagian yang tidak dapat ditinggalkan dalam kehidupan umat beragama. Dalam ajaran Islam, ia merupakan suatu kewajiban yang dibebankan oleh agama kepada pemeluknya, baik yang sudah menganutnya ataupun belum.

Dakwah yang Beradab (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah yang Beradab (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah yang Beradab

Syeikh Ali Mahfudh dalam kitabnya Hidayah al-Mursyidin, sebagaimana dikutip oleh KH Sahal Mahfudh, menetapkan definisi dakwah sebagai ”Mendorong (memotivasi) untuk berbuat baik, mengikuti petunjuk Allah, menyuruh orang mengerjakan kebaikan, melarang mengerjakan kejelekan, agar dia bahagia di dunia dan akhirat”.

Sementara dakwah menurut Quraish Shihab adalah seruan atau ajakan kepada keinsafan atau usaha mengubah situasi kepada situasi yang lebih baik dan sempurna, baik terhadap pribadi ataupun masyarakat.

Dalam merealisasikan kewajiban dakwah ini, para da’i atau muballigh menggunakan banyak media dan metode, misalnya ceramah, diskusi, bimbingan penyuluhan, penerbitan buku, majalah dan lain sebagainya.

Haedar Nashir

Disini perlu ditegaskan bahwa masing masing media dan metode dakwah ini memiliki kelebihan, keistemewaan dan kekurangan, sehingga dibutuhkan kejelian penggunaan media dakwah tertentu sesuai dengan kondisi sasaran dakwah yang dihadapi. Ini dimaksudkan supaya kita tidak fanatik (ta’assub) kepada salah satu media dakwah dan menyepelekan kepada media dakwah lainnya.

Kegiatan dakwah dengan memahami dua definisi dakwah di atas, sepintas lalu tampak begitu mudah dan ringan bahkan nyaris tanpa hambatan. Tetapi kegiatan dakwah dalam tahap implementasi atau praktek di lapangan ternyata tidak sesederhana dan semudah itu.

Barangkali kalau sekadar menyampaikan materi atau pesan dakwah saja banyak yang mampu. Namun untuk mencapai keberhasilan atau kesuksesan dakwah, yang ditandai salah satunya lewat penerimaan secara sadar dari sasaran dakwah terhadap materi atau pesan dakwah yang kita sampaikan, maka di sinilah letak kesulitannya.

Hal itu membuktikan bahwa dalam menyampaikan materi atau pesan dakwah para juru dakwah terkadang tidak cukup hanya menyampaikan materi dakwahnya secara blak-blakan, lurus, dan transparan. Sebab penyampaian dakwah secara transparan (eksplisit) dan apa adanya ini kadang berpotensi besar menyudutkan tradisi, budaya, atau nilai-nilai yang diagungkan oleh masyarakat yang menjadi objek dakwah. Padahal sudah menjadi naluri manusia adalah tidak mau dipersalahkan. Dan orang akan mempertahankan diri secara emosional manakala mereka diserang atau dipojokkan secara psikologis. Bagaimana masyarakat bersedia menerima seruan dakwah jika mubalighnya tidak bisa menghargai mereka?

Haedar Nashir

Ketika seorang da’i dakwahnya tidak mendapat simpati dari masyarakat, janganlah keburu ia menuduh masyarakat tersebut sebagai komunitas masyarakat yang bebal hatinya, tidak mempan oleh nasihat. Justru pertama kali yang harus dikoreksi oleh da’i tersebut adalah cara, sikap, dan strateginya dalam menyampaikan dakwah. Sudah tepat dan benarkah metode yang ia sampaikan?

Oleh karena itu, demi tercapainya keberhasilan dakwah, supaya pesan dakwah dapat diterima dan dipraktekkan oleh objek dakwah diperlukan seni, metode, dan pendekatan yang benar. Dan strategi yang sering menjadi pedoman golongan ahlussunnah wal jama’ah dan merupakan manhaj dakwahnya salafusshaleh ? adalah metode dan cara pendekatan yang sangat bagus dan persuasif, yaitu dengan hikmah, mauidzah hasanah, dan diskusi atau dialog dengan cara yang lebih baik. Metode ini digali dari Al-Qur’an surat an-Nahl ayat 125.

KH Ahmad Shiddiq mengutip dari tafsir Al-Khazin menerangkan lebih detail tiga metode di atas. Mengajak dengan hikmah, artinya memberi keterangan yang mantap, kokoh, dan benar. Atau menggunakan dalil-dalil yang benar yang mengungkapkan kebenaran dan menghilangkan keragu-raguan.

“Mauidzah hasanah” artinya memberi petunjuk yang menggairahkan kepada kebenaran serta menunjukkan bahaya atau akibat perbuatan buruk, yang mengesankan rasa kasih sayangnya perawat bagi pasiennya. Metode dialog atau debat yang lebih baik artinya menggunakan pendekatan yang lemah lembut.

Kenapa penulis artikel ini mengatakan bahwa dakwah dengan ketiga metode diatas adalah metode terbaik dan persuasif? Karena dengan modal metode seperti itu, seperti apapun keadaan sasaran dakwah, sang da’i sedapat mungkin tetap menghargai meraka, memosisikan mereka sebagai manusia yang tidak hanya memiliki akal tetapi juga emosi dan perasaan yang tidak boleh diperlakukan seenaknya layaknya patung. Dan inilah istilah yang penulis sebut sebagai dakwah yang beradab.

Dengan demikian karena objek dakwah merasa dihargai dan diperlakukan selayaknya manusia lainnya, maka penerapan dakwah dengan metode hikmah, mauidzah hasanah dan mujadalah bi ahsan ini punya peluang lebih besar untuk diterima dan mendapat simpati dari masyarakat obyek dakwah.

Berbeda dengan metode dakwah yang disampaikan dengan jalan kekerasan, paksaan dan cara-cara yang bersifat sarkastik lainnya, alih-alih masyarakat akan bersimpati dan menerimanya, justru perlawanan dan permusuhanlah yang akan dikobarkan oleh mereka. Atau seandainya mereka mau menerima, besar dugaan penerimaan mereka itu karena keterpaksaan yang semu sifatnya, bukan penerimaan atas dasar kesadaran diri. Wallahu A’lam

*Penulis adalah alumnus MHM Lirboyo Kediri dan Unsiq Wonosobo

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, Kiai, Lomba Haedar Nashir

Sabtu, 09 Desember 2017

Puluhan Guru Sekolah LP Maarif NU Garut Ngaji Paham Aswaja

Garut, Haedar Nashir - Pengurus LP Maarif NU Malangbong Kabupaten Garut mengadakan pendidikan Aswaja yang diikuti 97 guru dari tujuh satuan pendidikan yang ada di Kecamatan Malangbong. Pendidikan yang berlangsung di MA Maarif NU 1 Malangbong-Garut ini diikuti puluhan guru yang erdiri atas guru PAUD sampai Madrasah Aliyah. Selama dua hari, Kamis-Jumat (18-19/5) mereka .

Tampak hadir Ketua LP Maarif NU Garut KH A Hilman Umar Basori, Rais Syuriyah MWCNU Malangbong KH Mukhlas, Ketua MWCNU Malangbong KH Mukhlis, Ketua LP Maarif NU Malangbong Asep Nurjaman, serta para kepala sekolah dan semua guru yang ada di bawah naungan LP Maarif NU Malangbong-Garut.

Puluhan Guru Sekolah LP Maarif NU Garut Ngaji Paham Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Guru Sekolah LP Maarif NU Garut Ngaji Paham Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Guru Sekolah LP Maarif NU Garut Ngaji Paham Aswaja

Kiai Hilman berharap agar setiap satuan pendidikan yang ada di bawah naungan LP Maarif NU Garut mampu menciptakan kader-kader NU yang loyal dan siap menghadapi tantangan zaman dengan didasari ilmu dan akhlakul karimah untuk diajarkan di setiap satuan pendidikan LP Maarif NU Garut.

Haedar Nashir

“Ketika melihat realita, masih ada guru di satuan pendidikan LP Maarif NU belum memahami nilai-nilai dan perjuang NU sehingga kami selaku pengurus cabang memiliki kewajiban untuk menyamakan standar mereka baik dalam hal nilai-nilai ke-Aswajaan dan ke-NUan maupun standar kurikulum dan kompetensi guru lainnya agar menghasilkan kader-kader NU yang loyal.”

Rais Syuriyah MWCNU Malangbong KH Mukhlas menyampaikan bahwa NU merupakan organisasi yang konsisten dalam menjaga nilai-nilai keislaman sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW serta para sahabat.

“Kita harus menjadikan paham Islam Ahlussunah wal jamaah sebagai kewajiban, bukan sebagai pilihan agar kita bisa selamat di dunia maupun di akhirat.”

Haedar Nashir

Pengurus LP Maarif NU Garut terus melakukan pembinaan terhadap satuan pendidikan di bawah naungannya. Pihak LP Maarif NU Garut mengeluarkan instruksi bagi setiap pengurus LP Maarif NU di setiap kecamatan untuk mengadakan pendidikan dan pelatihan (diklat) untuk guru-guru yang mengabdi di satuan pendidikan di naungan LP Maarif NU Garut. (Muhammad Salim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Senin, 04 Desember 2017

Bumikan Islam Ramah, NU Kepri Siarkan Aswaja di Batam TV

Batam, Haedar Nashir . Selama Ramadhan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Kepulauan Riau (Kepri) melalui Lembaga Dakwah NU (LDNU) menyiarkan kajian Ahllussunah wal Jamaah (Aswaja) menjelang buka puasa di Batam TV.  Tayangan disajikan secara berkala dengan topik dan narasumber yang berbeda.

Kajian Aswaja ini merupakan salah satu program Ramadhan PWNU Kepri, kata sekretaris PWNU Kepri, HM Zainuddin kepada Haedar Nashir, Jumat (26/6).

Bumikan Islam Ramah, NU Kepri Siarkan Aswaja di Batam TV (Sumber Gambar : Nu Online)
Bumikan Islam Ramah, NU Kepri Siarkan Aswaja di Batam TV (Sumber Gambar : Nu Online)

Bumikan Islam Ramah, NU Kepri Siarkan Aswaja di Batam TV

Zainuddin menjelaskan, kegiatan tersebut sebagai upaya untuk membentengi radikalisme dan lebih membumikan nilai Aswaja an-Nahdliyah. Tema kajian yang disampaikan tentang Islam, nasionalisme, budaya, hakikat bidah, konsep tawazun, ziarah kubur, konsep tawassul, Islam rahmatan lilalamin dengan nara sumber para kiai dan dai muda.

Haedar Nashir

Para narasumber yang dimaksud antara lain KH Nabhan (Rais Syuriah PWNU Kepri), H Ghani Lasya (Ketua Tanfidziyah PWNU Kepri), H Luqman Rifa’i (LDNU Kepri), H Ridho Amir (PCNU Batam), dan Nur Haryanto (Ketua GP Ansor Kepri).

Salah satu nara sumber, Ridho Amir, menegaskan pentingnya membentengi Kepri khususnya Batam dari pemahaman radikal yang mengancam budaya Islam tanah Melayu yang secara kultural menganut pemahaman Aswaja an-Nahdliyah. Ia berharap program tersebut dapat memberikan pemahaman Islam yang ramah, moderat, dan toleran di tanah Kepulauan Riau. (Abd Majid/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, Khutbah Haedar Nashir

Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih

Pati, Haedar Nashir. Bencana kekeringan tahun ini akibat kemarau panjang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Dampaknya banyak sumur-sumur dan sumber mata air yang mengering. Kabupaten Pati menjadi salah satu daerah yang terkena imbas kemarau panjang.

Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih

Kekeringan di Kabupaten Pati meluas dari 5 kecamatan menjadi 8 Kecamatan yaitu Winong, Jakenan, Jaken, Batangan, Pucakwangi, Gabus, Tambakromo, Kayen bahkan beberapa desa di Kecamatan Kota juga terkena dampak kekeringan dan membutuhkan Bantuan air bersih.

Untuk merespon keadaan tersebut, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Pati, LPBINU Jawa Tengah serta PP LPBINU bersama GP Ansor Pati mengadakan bakti sosial di 8 Kecamatan yang dilanda kekeringan paling parah pada Kamis (5/11).

Haedar Nashir

Ketua GP Anshor Pati, Imam Rifai mengatakan, untuk memenuhi ke delapan kecamatan tersebut, sekurang-kurangnya harus ada 40 tangki air yang dikirim. Untuk hari ini (Kamis kemarin, red) hanya ada lima belas tangki air yang bisa didistribusikan, dan ini jauh dari kata cukup. Akibatnya warga harus berbagi rata dengan sesame warga. 

“Tahun ini kekeringan sangat parah. bahkan desa yang tidak pernah dilanda kekeringan, tahun ini mengalami kekurangan sumber air bersih,” terangnya.

Haedar Nashir

Rifai mengeluhkan minimnya mobil tangki air yang bisa disewa. Usaha untuk menyewa mobil tangki air dari luar Kabupaten Pati mengalami kendala yang sama, bahwa tangki-tangki itu sudah disewakan. “Kendala kami adalah tentang penyewaan mobil,” katanya.

Direncanakan kegiatan ini akan berlanjut setiap harinya, sampai akhir November. (Faridur/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, Quote, Pahlawan Haedar Nashir

Senin, 27 November 2017

Ilmu dan Derajat Manusia

Nabi Muhammad memerangi perilaku jahat, kelaliman, dan tindak kekerasan yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat Arab saat itu dengan mengajak dan mendidik umat manusia supaya memiliki ilmu pengetahuan. Dengan ilmu pengetahuan, seseorang akan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

?

? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?.
Ilmu dan Derajat Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ilmu dan Derajat Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ilmu dan Derajat Manusia

? ? ? ? ? ? ? ?.. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?..

Haedar Nashir

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?? ? ?? . ? . ? ? ? ? ? ?.

Haedar Nashir

Para jamaah idul fitri yang dimuliakan Allah,? . Sebelum agama Islam datang, dunia ini diliputi dengan kekerasan dan penindasan yang disebabkan oleh kebodohan. Manusia terbagi menjadi dua kelas sosial, masyarakat kaya dan masyarakat miskin. Masyarakat kaya berisi para raja dan orang-orang yang memiliki hamba sahaya atau budak. Sedangkan masyarakat kelas bawah adalah para budak, petani, dan masyarakat secara umum. Masyarakat kelas atas menindas masyarakat kelas bawah. Kekerasan terjadi secara sistematis, bahkan undang-undang dalam masyarakat yang bias keadilan hanya memihak kepada masyarakat kelas atas yang menindas kaum tak punya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Menghadapi kenyataan yang bengis dan penuh kelaliman itu, sekitar tahun 610 M. nabi Muhammad Saw menyeru kepada umat manusia untuk menghilangkan penindasan di muka bumi dengan mengajak umat manusia untuk belajar. Salah satu ayat al-Quran yang pertama kali diturunkan adalah perintah untuk membaca: ? ? ? ? ? (Bacalah dengan [menyebut] nama Tuhanmu Yang Menciptakan).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Melalui ayat ini Allah memerintahkan kepada umat manusia supaya membaca, yakni mendayagunakan akal-pikirnya untuk memahami wahyu yang tertulis, yakni al-Quran dan wahyu yang tidak tertulis, yaitu alam semesta. Melalui ilmu pengetahuan, nabi Muhammad mengajak umat manusia untuk berperilaku baik, menjadikan semua lapisan masyarakat setara di hadapan hukum, dan menghilangkan tindak kezaliman.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Setelah nabi menerima wahyu, yang pertamakali tertarik dan mengimani dakwah nabi, selain istrinya, Khadijah binti Khuwailid, adalah orang-orang yang pada masa itu digolongkan sebagai kelompok mustadl’afĂ®n (orang-orang lemah), yaitu hamba sahaya dan masyarakat yang tak punya. Kepada penganutnya yang rata-rata dari kaum dlu’afĂ¢`, nabi mengumpulkannya di masjid, lalu nabi mengajarkan ajaran Islam kepada mereka. TaqiyuddĂ®n al-MaqrĂ®zĂ® dalam kitabnya yang berjudul ImtĂ¢’ al-AsmĂ¢’ menginformasikan, ketika nabi Muhammad Saw duduk di masjid, maka kaum dlu’afa yang mengikutinya seperti ‘AmmĂ¢r, KhabbĂ¢b, Shuhaib, BilĂ¢l, AbĂ» Fukaihah, ‘Ă‚mir bin Fuhairah, dan yang lainnya ikut duduk bersama nabi.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Sementara itu, kufar Quraisy yang secara ekonomi dan kekuasaan takut dirugikan oleh dakwah nabi yang membela masyarakat tertindas itu, terus berusaha membendung dakwah nabi dengan cara melarang masyarakat untuk mengikuti agama Islam, hingga memerangi serta mengusir nabi dan sahabatnya dari tanah kelahirannya, yakni Makkah.

?

? ? ? ? ? ? ? ?. Jamaah shalat idul fitri yang berbahagia,. Nabi Muhammad memerangi perilaku jahat, kelaliman, dan tindak kekerasan yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat Arab saat itu dengan mengajak dan mendidik umat manusia supaya memiliki ilmu pengetahuan. Dengan ilmu pengetahuan, seseorang akan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, dan mana yang membahayakan. Karenanya, belajar atau sekolah di dalam Islam memiliki tempat yang sangat istimewa.

Allah Swt berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ?. Artinya: “Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu, dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-MujĂ¢dalah 11).

Dalam QS. Ali ‘ImrĂ¢n 18 Allah berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Artinya: “Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan.”

Kata “Ă»lĂ»l ‘ilmi” dalam ayat di atas artinya adalah orang yang memiliki ilmu. Allah menyebutkan “orang berilmu” dalam ayat tersebut pada urutan ketiga setelah penyebutan diri-Nya dan malaikat. Hal ini menunjukkan bahwa “orang yang berilmu” memiliki tempat yang sangat istimewa di sisi Allah, dan orang yang berilmu akan menegakkan keadilan.

Sedangkan hadis nabi yang menjelaskan tentang perintah mencari ilmu atau sekolah dan keutamaannya juga banyak sekali. Antara lain:

? ? ? ? ? ?. Artinya: “Mencari ilmu hukumnya wajib bagi semua orang Islam.”

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Artinya: “Orang bodoh tidak boleh diam atas kebodohannya, dan orang berilmu tidak boleh diam atas pengetahuan yang dimilikinya.”?

Kepada sahabatnya yang bernama Kumail, Ali bin Abi Thalib mengatakan:

? ? ? ? ? ?. “Wahai Kumail, ilmu itu lebih baik daripada harta benda.”

? ? ? ? ?. “Ilmu akan menjagamu, sementara engkau akan menjaga harta.”

? ? ? ? ?. “Ilmu akan menjadi hakim (pemutus), sementara harta akan menjadi sesuatu yang dihakimi (diputuskan).”

? ? ? ? ? ?. “Harta akan berkurang sebab digunakan, sementara ilmu akan bertambah bila diberikan atau diamalkan.”

Lebih jauh Sahabat Ali bin Abi Thalib mendendangkan syair:

? ? ? ? ? ? ? ? #? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ??

“Tidak ada kebanggaan kecuali bagi orang-orang yang punya ilmu, mereka menjadi petunjuk bagi orang yang meminta ditunjukkan.”

? ? ? ? ? ? ? #? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ??

“Derajat setiap orang adalah dapat memperbaiki sesuatu, sementara orang-orang bodoh memusuhi orang-orang yang berilmu.”

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? #? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Maka menangkanlah dengan ilmu. Dengan ilmu engkau akan hidup selama-lamanya. Semua manusia akan mati, sementara orang berilmu akan tetap hidup.

Hadirin, hadirat yang dimuliakan Allah,. Kemiskinan dan mencari ilmu atau belajar kerap kali dipertentangkan. Hanya gara-gara tak punya biaya kemudian mencari ilmu ditinggalkan. Seharusnya tidak demikian.

Apabila membaca sejarah peradaban Islam, maka akan didapati; betapa banyak para ilmuan-ilmuan muslim justru lahir dari kalangan orang-orang miskin dan rakyat jelata. Beberapa nama yang mungkin bisa disebut dalam kesempatan ini, antara lain: Muhammad bin Idris As-SyĂ¢fi’Ă® atau biasa dikenal dengan Imam SyĂ¢’fi’i yang menjadi panutan umat Islam Indonesia dan negara lainnya dalam bidang hukum Islam (fikih). Imam SyĂ¢fi’Ă® lahir pada tahun 150 H di Ghazzah (Gaza) atau sekarang menjadi salah satu kota di Palestina dan wafat pada tahun 204 H di Mesir. Beliau lahir dari keluarga miskin dan bukan dari keluarga raja atau ulama, namun ketekunannya dalam belajar dapat mengantarkan Asy-Syafi’i menjadi ilmuan besar dan punya banyak karya, antara lain; kitab Al-Umm dalam bidang fikih dan Ar-RisĂ¢lah yang menjelaskan tentang ushĂ»l al-fiqh. Namanya harum dan dikenal di belahan dunia, dan terus dikenang sepanjang masa, serta hasil pemikirannya diikuti oleh banyak umat Islam.

Ilmuan muslim lainnya yang juga lahir dari keluarga miskin yaitu AbĂ» HĂ¢mid al-GhazĂ¢li atau dikenal dengan Imam GhazĂ¢li, lahir pada tahun 450 H di ThĂ»s, Khurasan (sekarang Iran) dan wafat pada tahun 505 H di tempat yang sama. Beliau lahir dari keluarga tak punya, namun kemiskinan yang dialami keluarganya tak menghalangi Imam al-GhazĂ¢li menempuh ilmu hingga kemudian berhasil menjadi orang besar. Karangannya sangat banyak, antara lain: Faishal at-Tafriqah baina al-IslĂ¢m wa az-Zandaqah, MinhĂ¢j al-‘Ă‚bidĂ®n, TahĂ¢fut al-FalĂ¢sifah, MisykĂ¢tu al-AnwĂ¢r, al-IqtishĂ¢d fĂ® al-I’tiqĂ¢d, al-MustashfĂ¢, dan yang paling terkenal yaitu kitab IhyĂ¢` ‘UlĂ»middĂ®n.

Nama lainnya yaitu RĂ¢bi’ah al-‘AdĂ¢wiyah, tokoh tasawuf perempuan yang lahir di Bashrah pada tahun 105 H dan meninggal pada tahun 185 H. Dalam ilmu tashawuf, nama ini sangat dikenal. RĂ¢bi’ah adalah wali perempuan yang lahir dari keluarga miskin, bahkan saat dirinya lahir, orangtua RĂ¢bi’ah tidak punya uang sepeser pun untuk membeli minyak lampu buat penerangan persalinan. Namun, penderitaannya dalam perekonomian tidak mengantarkan RĂ¢bi’ah menjadi glandangan, tapi ia giat mencari ilmu hingga menjadi orang sukses, menjadi kekasih Allah Swt.

?

? ? ? ? ? ? ? ?. Jamaah idul fitri yang berbahagia,. Tidak hanya tiga ilmuan di atas, masih banyak lagi orang-orang besar sejak dahulu hingga sekarang yang lahir dari kaum dlu’afĂ¢. Bahkan nabi Muhammad Saw sendiri lahir bukan dari kalangan ningrat, tapi dari rakyat jelata, miskin, dan yatim piatu. Tapi dengan ilmu pengetahuan, nabi Muhammad, sahabatnya dan para ulama yang memperhatikan ilmu pengetahuan demi menghilangkan kebodohan telah terbukti dapat membangun masyarakat, bisa membangun peradaban, hidupnya dapat memberikan manfaat kepada banyak orang.

Mencari ilmu atau berusaha menjadi manusia yang sempurna (al-insĂ¢n al-kĂ¢mil) yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain tidak selamanya berkaitan dengan harta benda. Tapi kuncinya adalah kemauan. Di sinilah pentingnya orangtua, keluarga, dan lingkungan untuk turut serta mendidik anak sejak dini supaya mencintai ilmu pengetahuan.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ??

Artinya: “Tidak ada anak yang dilahirkan kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah, suci, atau bersih. Lalu kedua orangtuanya yang menjadikannya memeluk Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”

Hadis ini memberikan pemahaman bahwa anak kecil bagaikan kertas kosong yang bersih dari coretan apapun. Orangtua dan keluarga sebagai lingkungan pertama yang dihadapi anak dalam berinteraksi, tentu sangat memberikan pengaruh terhadap watak dasar anak yang sedang berproses. Oleh karenanya, jika ingin anak itu kelak menjadi orang yang baik, dan ini menjadi keinginan semua orangtua, maka orangtua harus mendidiknya sejak kecil supaya anak terbiasa dengan melakukan kebaikan-kebaikan. Bahkan, dalam Islam mendidik anak harus dimulai sejak masih dalam kandungan, yakni dibacakan al-Quran, dzikir, dan lantunan-lantunan doa. Itu semua demi masa depan anak, agar menjadi anak yang shĂ¢lih yang dapat menjadi warisan berharga bagi yang meninggalkannya.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Artinya: “Jika manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 hal, yaitu: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shĂ¢lih yang terus mendoakannya.”

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Meninggalkan warisan kekayaan melimpah terkadang dapat memicu pertengkaran dan permusuhan di antara keluarga, tapi meninggalkan 3 hal di atas dapat mengantarkannya ke sorga dan membahagiakan orang-orang yang ditinggalkannya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Dengan meneladani para tokoh terdahulu yang lahir dari rakyat jelata dengan ekonomi yang serba kekurangan, dapat disimpulkan bahwa kemiskinan bukan penghalang seseorang mencari ilmu, karena kemiskinan dapat dikalahkan dengan peran keluarga yang menanamkan kemandirian kepada anak-anaknya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Jadi, langkah yang harus dilakukan dalam mengatasi benyaknya perilaku kasar, zalim, keterbelakangan dan kemunduran bangsa, serta berbagai tindakan yang tidak bermoral yang setiap hari menjadi tontonan adalah dengan mendidik anak dan menyekolahkannya. Masa depan orangtua ditentukan oleh keturunannya, dan masa depan bangsa ditentukan oleh generasi mudanya. Pepatah Arab mengatakan: ? ? ? ? (Generasi muda sekarang adalah pemimpin masa depan).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Demikian khutbah yang dapat saya sampaikan, mohon maaf atas segala kesalahan. Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin.

? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. [?: 9] ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? . ?

=== ? ? ===? . ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?.. ? ? ? ?? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.. ? ?: ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? .

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? .

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.. ? Oleh: Khoirul Anwar,? Aktifis Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Jawa Tengah.?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Senin, 20 November 2017

Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan

Jakarta, Haedar Nashir

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta masyarakat untuk berhati-hati pada ajaran agama yang didakwahkan secara gelap-gelapan dan eksklusif karena pasti ada sesuatu yang disembunyikan. Dulu, Islam didakwahkan secara terang-terangan.?

Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan

“Kita harus mencurigai dan memantau ajaran seperti itu, apalagi ajarannya sampai meresahkan masyarakat karena ada pengikutnya yang lari dan minggat,” katanya, Rabu di Gedung PBNU (27/1).

Kiai Said juga meminta agar aparat keamanan menindak setiap kelompok atau organisasi massa yang berpotensi mengurangi, merusak, dan mengganggu integritas masyarakat.?

Haedar Nashir

“Tapi kalau ormas yang keberadaannya membangun masyarakat, ya, NU, Muhammadiyah. Kalau ada ormas yang aktitasnya menganggu dan merusak, harus ditindak,” imbuhnya.?

Ia menegaskan, setiap kelompok yang mengatasnamakan agama Islam, harus sesuai dengan prinsip Islam, yaitu rukun iman dan rukun Islam.?

“Kita bisa beda dengan Muhammadiyah dan Persis, tetapi dalam prinsip shalat lima waktu, kita tidak beda. Shalat lima waktu wajib, puasa wajib, dan lainnya.”

Haedar Nashir

“Kalau orang Islam tidak shalat, itu dosa, tetapi kalau mengingkari bahwa shalat itu wajib, itu sesat namanya. Orang tidak puasa itu berdosa, tetapi mengingkari bahwa puasa itu tidak wajib, maka sesat,” paparnya.?

Bagaimana jika ada ajaran yang mengembangkan keyakinan seperti itu. Kiai Said menjelaskan, bagi para pengikutnya, mereka adalah korban yang harus di bimbing dan diberi pencerahan supaya normal kembali. Tapi bagi pentolannya, harus ada sanksi hukum. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, AlaSantri, Internasional Haedar Nashir

Minggu, 19 November 2017

GP Ansor Sukolilo Kaji Anjloknya Harga Padi Pascabanjir

Pati, Haedar Nashir. Selain materi pokok kaderisasi, PAC GP Ansor Sokolilo kabupaten Pati memasukkan dalam pelatihan kader dasar (PKD) pembahasan jatuhnya harga padi pascabanjir di Jawa Tengah. GP Ansor Sukolilo menginginkan 150 peserta PKD Ansor untuk terlibat dalam memecahkan masalah konkret di masyarakat.

Di pesantren Maslakul Ridwan, Sukolilo, Sabtu-Ahad (8-9/2), peserta PKD Ansor menilai anjloknya harga padi pascabanjir menambah beban warga yang sedang tertimpa musibah banjir.

GP Ansor Sukolilo Kaji Anjloknya Harga Padi Pascabanjir (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sukolilo Kaji Anjloknya Harga Padi Pascabanjir (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sukolilo Kaji Anjloknya Harga Padi Pascabanjir

Padi warga dihargai dengan harga rendah. Para tengulak kemudian menjual kembali padi warga kepada pengepul dengan harga tinggi. Kenyataan ini mendorong pengurus GP Ansor Sukolilo untuk membahas dalam PKD dan menindaklanjutinya.

Haedar Nashir

“Alhamdulillah, setelah pelatihan ini saya mempunyai wawasan yang banyak. Utamanya tentang perekonomian khusunya bagaimana memasarkan padi saya agar harganya tidak jatuh,” demikian dinyatakan seorang peserta PKD Moh Syamsul Arifin. (M Sultan Agung/Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Makam, Quote Haedar Nashir

Sabtu, 18 November 2017

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan

Subang, Haedar Nashir. Pembangunan lantai dua gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kabupaten Subang, hampir rampung. Kendati demikian, pengurus NU dan Nahdliyin sudah bisa menggunakan gedung baru ini untuk pelbagai macam kegiatan organisasi.

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan

"Tinggal sedikit lagi pembangunannya. Mudah-mudahan cepat selesai. Kita pengennya nanti bulan Muharom sudah bisa diresmikan," kata Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah kepada Haedar Nashir usai rapat Reboan di kantor PCNU setempat, Rabu (24/9).

Gedung PCNU Subang ini, Kiai Musyfiq melanjutkan, akan difungsikan untuk rapat dan aneka kegiatan-kegiatan organisasi yang ada di bawah naungan PCNU Subang. "Nanti gedung ini untuk kegiatan-kegiatan lembaga, lajnah, banom, giliran nantinya hari ini yang pakai siapa, besok siapa, jadi setiap hari ada kegiatan terus," terang Kiai Musyfiq.

Haedar Nashir

Ia berharap, fasilitas gedung baru ini dapat menambah semangat dan motivasi bagi para pengurus untuk lebih aktif lagi dalam menjalankan roda organisasi PCNU Subang.

Haedar Nashir

Dari pantauan Haedar Nashir, penyelesaian renovasi gedung ini hanya butuh memasang plafon dan kaca jendela. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, Amalan, Pertandingan Haedar Nashir

Rabu, 15 November 2017

Ranting IPNU-IPPNU Ini Lahirkan Dua Karya Film Dokumenter

Pati, Haedar Nashir. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Dukuh Wonokerto, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Pati, Jawa Tengah, mampu menunjukkan kreativitasnya dalam pembuatan film dokumenter.

"IPNU dan IPPNU Ranting Wonokerto sudah membuat dua film dokumenter, yang pertama judulnya Laila-Majnun dan Rindu Tanah Air Beta," kata Lilik Nur Khasannah, pembimbing IPNU-IPPNU ranting setempat di sekretariat IPPNU Wonokerto, Jumat (12/9).

Ranting IPNU-IPPNU Ini Lahirkan Dua Karya Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)
Ranting IPNU-IPPNU Ini Lahirkan Dua Karya Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)

Ranting IPNU-IPPNU Ini Lahirkan Dua Karya Film Dokumenter

Film dokumenter garapan para pelajar NU ini dihasilkan secara mandiri baik dari segi pembiayaan, pembuatan, maupun proses pengeditan. Lilik menambahkan, dulu awalnya adalah bahan untuk membuat sebuah pentas drama di salah satu acara NU, tapi gagal. Akhirnya pihaknya memutuskan untuk membuat film karena sudah terlanjur menyewa bahan-bahan untuk pentas.

Haedar Nashir

“Dengan modal seadanya kami menyelesaikan film dokumenter yang berjudul Laila-Majnun. Karena saat itu kami sangat senang. Film yang kedua pun di buat dan selesai pada Februari tahun lalu,” tuturnya.

Haedar Nashir

Lilik berharap, IPNU-IPPNU Wonokerto bisa lebih kreatif dalam melahirkan karya. Kehidupan desa tak boleh membuat mereka kalah dari mereka yang ada di kota.

"IPNU-IPPNU di desa ini memang sangat terbatas kemapuannya, ditambah anggota yang kurang solid, tapi saya merasa sedikit senang, dengan kerja keras yang sudah ada hasilnya ini, film dokumenter kami," ucap Ina Roisyah, ketua Pimpinan Ranting IPPNU Wonokerto. (Ahmad Syaefudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Quote Haedar Nashir

Kamis, 09 November 2017

Untuk Apa PMII Didirikan?

Oleh KH Nuril Huda (Pendiri PMII)

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada 17 April 2016 genap berusia 56 tahun. Sebagai warga pergerakan sekaligus pendiri PMII, penulis bangga sekaligus bersyukur ke hadirat Illahi Robbi yang telah memberikan karunia dan nikmat untuk terus mengabdi dan berjuang dalam mencari ridla-Nya.

Untuk Apa PMII Didirikan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Apa PMII Didirikan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Apa PMII Didirikan?

Bangga karena tidak terasa ternyata PMII sudah berusia 56 tahun, umur yang dalam hitungan usia sudah tidak muda lagi, tapi semangat dan jiwa sebagai warga pergerakan harus muda dan siap menjadi garda terdepan dalam mengawal tradisi dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Haedar Nashir

Semakin tua semakin menjadi. Artinya, dengan sikap kesatria, profesional dan mandiri, PMII harus lebih produktif memberikan sumbangsih dan kontribusi terhadap agama dan bangsa Indonesia. Meskipun acapkali PMII selalu menjadi momok dalam rumah sendiri, tapi itulah perjuangan, bahwa perjuangan hanya butuh pengorbanan bukan imbalan.

Meminjam istilah Bung Karno “berikan aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia”, begitu juga dengan PMII, sekali PMII selamanya berjuang bersama PMII. Di PMII hanya butuh pemuda yang idealis dan semangat berjuang mengawal tradisi Aswaja. Berorganisasi itu belajar menghargai orang lain, latihan mengenal orang, menghormati keyakinan orang lain. Orang yang tanpa latihan maka dia akan menjadi pemimpin yang wagu, yang tidak pernah menghargai orang lain, apalagi menghormati orang lain.

Haedar Nashir

Nah, pada harlah (hari lahir) PMII kali ini, terpenting dan yang paling penting adalah mengenang dan mendoakan (haul) jasa para pendiri PMII. Meneruskan perjuangan dan menjaga tradisi paham Aswaja. Tentu, melalui acara istighotsah, tahlil, dan doa bersama. Karena inilah etika dan kebudayaan model Aswaja. Harlah PMII dalam setiap tahun harus selalu diperingati agar para generasi PMII tahu, orang lain tahu, apa sih PMII dan mengapa didirikan. Ini penting!

Mengapa PMII berdiri? Pada saat itu, tahun 1960 partai-partai besar mempunyai angkatan muda khususnya di kalangan mahasiswa, seperti GMNI, HMI, Masyumi, dan lain sebagainya. Akan tetapi NU yang memiliki basis massa terbesar justru tidak memiliki. HMI yang dulunya menjadi garda NU akan tetapi lebih condong kepada Masyumi.

Akhirnya, munculah ide dan gagasan dari daerah-daerah untuk mendirikan pergerakan mahasiswa yang selanjutnya diberi nama PMII. Beridirnya PMII tidak mulus begitu saja, banyak ganjalan dan kendala untuk mendirikan sebuah pergerakan Islam. Namun, karena keukeuh dan tekad bulat dari para pendiri PMII, maka hingga saat ini PMII tetap kokoh berdiri dan eksis sepanjang masa.

Gagasan Mendirikan PMII

Gagasan untuk mendirikan PMII berawal muncul dari pojok Sekretariat IPNU di Yogyakarta, dan waktu itu yang menjadi koordinator sementara adalah Ismail Makki. Setelah semua ide dikumpulkan, maka sepakat untuk mendirikan PMII. Sebanyak 13 orang sowan (menghadap) kepada Pengurus Besar NU di Jakarta yang isinya niatan untuk mendirikan PMII. Akhirnya, setelah berbincang dan membahas panjang, maka PBNU setuju PMII didirikan yang tujuannya adalah untuk mengikat para mahasiswa NU agar tidak bisa dan memiliki rumah sendiri.

Pada tahun 1960-an tepatnya bulan Ramadhan, selama 3 hari di Kaliurang,Yogyakarta, berkumpulah para tokoh IPNU dan 13 pimpinan IPNU wilayah se-Indonesia. Ketika itu, saya merupakan ketua IPNU cabang Solo yang saat itu sedikitnya memiliki 7 perguruan tinggi. Karena memang syarat mendirikan PMII di daerah harus ada perguruan tingginya. Sedangkan utusan dari PBNU yang hadir adalah KH. Anwar Mussadad.

Nah, dalam kongres pertama inilah PMII resmi berdiri lalu melahirkan berbagai macam aturan dan okoh muda yang selanjutnya diberikan mandat untuk meneruskan perjuangan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di Nusantara. Karena esensi didirikannya PMII adalah pertama, untuk meneruskan estafet perjuangan NU. Kedua, untuk melatih diri bermasyarakat dan berorganisasi tanpat mengubah pendirian dalam mempertahankan Aswaja. Dan ketiga, untuk menyiapkan generasi yang mampu menangani pergolakan tanpa mengorbankan prinsip akidah.

Untuk mendirikan PMII di daerah, saya sowan ke KH Abdul Hadi Al Hafidz di Langitan, Tuban. Niatan itu mendapat restu dan pesan untuk menunaikan puasa. Saya puasa 7 hari, dan mendirikan PMII di Lamongan, kemudian harus kembali lagi ke Solo untuk melanjutkan kuliah. Jadi, tidak main-main untuk memperjuangkan PMII. Bahwa berjuang di NU itu tidak mengandalkan pemikiran saja tetapi juga mengorbankan harta dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

Sekali lagi inilah perjuangan. Jadi, idealis itu butuh generasi, bahwa mendirikan PMII sampai merawat organisasi itu tidak gampang dan butuh perjuangan panjang. Untuk itulah, generasi saat ini hanya tinggal meneruskan dan merawat saja, tidak kurang, tidak lebih. Dan yang paling utama adalah tradisi Aswaja jangan sampai pudar dan musnah ditelah modernnya zaman.

Setelah PMII berdiri, maka para pengurus langsung eksen dan menyebarkan PMII di kampus-kampus. Berawal di kampus Yogyakarta, selama beberapa tahun anggotanya bisa dihitung jari, karena banyak mahasiswa yang tidak tertarik dengan PMII. Apa PMII itu? Mahluk apa itu? begitu kira-kira pertanyaannya.

Alhamdulillah, di Asia Tenggara, hanya PMII-lah yang sampai hari ini tetap eksis dan banyak anggotanya hampir mencapai satu juta dua ratus, tiap kota ada PMII. Dari 9 tokoh pendiri PMII, kini tinggal 3 orang yang masih hidup dan terus berjuang agar PMII tetap eksis dan menjadi penerus perjuangan ajaran Aswaja. Ketiga tokoh itu di antaranya, saya, KH Munsih Nahrawi dan KH Khalid Mawardi.

Sampai sekarang saya masih terus bergerilya ke daerah-daerah untuk menyuarakan panji-panji PMII. Pada tanggal 17 April 2016 saya menghadiri harlah PMII di Tuban, lanjut ke Lamongan pada tanggal 18, terus ke Bekasi, dan tanggal 19 saya menghadiri harlah PMII di Bondowoso, dan tanggal 20 saya menghadiri harlah PMII di Pamekasan, Madura. Kalau dituruti, hidup saya di jalanan, tapi enggak apa-apa, memang harus begini. Yang penting PMII tetap hidup dan terus berkembang.

Kalau saya tidak turun, saya khawatir, dalam ilmu sosiologi, suatu organisasi yang lama didirikan tanpa sentuhan pendiri maka lambat laun akan berubah. Makanya, saya khawatir PMII kalau tidak diurusi, akan berubah dan lama-lama tidak keruan. Saya sangat memperhatikan, terlebih kalau di luar daerah, apakah saya diundang MUI, NU, atau acara lainnya, saya selalu telepon temen-temen PMII untuk kumpul sama-sama bicara soal PMII dan masa depan PMII. Ini saya lakukan, mumpung saya masih hidup.

Tantangan hari ini, besok dan lusa PMII adalah budaya zaman. Tapi kalau idealisme PMII selamanya tidak bisa berubah yakni Aswaja, begitu juga soal akidah tidak bisa kompromi dan berubah, sekali NU selamanya tetap NU. Memang zaman sekarang berbeda jauh dengan zaman dulu, dari sisi budaya, karakter dan modelnya. Untuk itulah, generasai PMII saat ini harus bisa mengalahkan zaman atau paling tidak, jangan sampai kalah dengan budaya zaman saat ini. Boleh kita bicara budaya, boleh kita bergaya modern, boleh kita berdandan barat, boleh kita berpolitik, dan seterusnya. Tapi, jangan sekali-kali idealisme dan idiologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) berubah. Karakter NU harus tetap melekat walaupun penampilan bukan NU.

Salam pergerakan! WallĂ¢ahul muwaffiq ila aqwamith tharĂ®q. Wassalam.

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, Halaqoh Haedar Nashir

Sabtu, 21 Oktober 2017

Sembilan TKI dari Aleppo Diselamatkan ke Damaskus

Damaskus, Haedar Nashir. KBRI Damaskus menerima kedatangan sembilan orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Aleppo (18/7). Kedatangan mereka ke Damaskus setelah selesai diperjuangkan hak-haknya oleh pengacara retainer dan petugas konsuler KBRI Damaskus cabang Aleppo.

Sembilan TKI dari Aleppo Diselamatkan ke Damaskus (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan TKI dari Aleppo Diselamatkan ke Damaskus (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembilan TKI dari Aleppo Diselamatkan ke Damaskus

Kesembilan TKI tersebut adalah bagian dari TKI yang pernah dijenguk oleh Duta Besar RI Djoko Harjanto bulan Ramadhan 1437 H yang lalu dan telah berhasil diperjuangkan hak-haknya, terutama gaji selama bekerja. ?

"Kami menempuh 10 jam perjalanan dari Aleppo ke Damaskus. Jalanan rusak parah dan memutar jauh menghindari wilayah bahaya," ujar Muhammad Akra, pengacara retainer KBRI Damaskus yang mendampingi perjalanan. Di Suriah saat ini sedang musim panas, hari ini sekitar 40 derajat celcius.

Haedar Nashir

"Itu pun kami diizinkan lewat oleh check point militer Suriah tanpa harus membuka semua koper-koper bawaan. Kalau harus membuka semua koper, bisa dua hari perjalanan belum tiba di Damaskus," tambah Akra dengan menceritakan puluhan check point dari Aleppo-Damaskus yang dijaga super ketat oleh militer Suriah.

Haedar Nashir

Pengacara asal Aleppo juga menceritakan, Kota Aleppo yang seminggu terakhir babak belur dihujani mortar oleh pemberontak. Air dan listrik menjadi barang langka.

"Alhamdulillah akhirnya saya dan teman-teman sampai dengan selamat di Damaskus," tutur Enday bt Tarwan, salah satu TKI Aleppo, yang telah 6 tahun terjebak di wilayah konflik Aleppo.

"Saya kira tadinya kita tidak akan selamat tiba di Damaskus," tambah Sema bt Kusan Sunip, TKI yang bekerja 5 tahun di Aleppo dengan membawa seluruh hak-haknya. "Di perjalanan mencekam sekali. Semua orang ketakutan."

Aleppo dikenal sebagai kota kedua terbesar di Suriah setelah ibu kota Damaskus yang kini hancur lebur akibat konflik. Pemerintah hanya menguasai sekitar 25% kota Aleppo. Sebelum konflik, puluhan perwakilan asing membuka kantor di Aleppo. Kini hanya KBRI Damaskus, satu-satunya kedutaan yang masih membuka kantor cabang konsulernya di wilayah konflik Aleppo.

"Kita jelas masih punya kepentingan perlindungan WNI di wilayah Aleppo," ujar AM. Sidqi, Pejabat Konsuler KBRI Damaskus. "Masih banyak TKI yang masih terjebak di wilayah konflik Aleppo. KBRI Damaskus masih terus berjuang untuk bisa memulangkan seluruh WNI dari Suriah ini."

Sejak tahun 2012, KBRI Damaskus telah merepatriasi sebanyak 12.430 WNI dari Suriah yang sebagian besar TKI dalam 276 gelombang.

Pengiriman TKI ke Suriah sudah disetop sejak 2011 dan ke seluruh Timur Tengah sejak 2015. Namun ironisnya, di tengah gelombang pengungsi rakyat Suriah ke luar negeri, ternyata masih marak praktik perdagangan manusia ke Suriah berkedok pengiriman TKI.

"Perempuan Indonesia masih diperjualbelikan ke Suriah sebagai pembantu rumah tangga di tengah konflik. Menyedihkan," tambah Sidqi.

"Masalahnya berada di Tanah Airnya. Jika serius menutup pengiriman, maka para TKI tersebut tidak akan menderita seperti ini," pungkas Sidqi. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Selasa, 17 Oktober 2017

PBNU Siapkan Modul Gerakan Revolusi Mental Bagi Pemimpin Agama

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menggelar Workshop Finalisasi Penyusunan Buku Modul dan Panduan Pemimpin Agama Pelopor Perubahan Gerakan Revolusi Mental di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (12/10).

Dalam sambutannya, penanggung jawab acara Wakil Sekretaris Jenderal Sultonul Huda mengatakan, kegiatan workshop ini merupakan bagian kerja sama PBNU dengan Kemenko PMK.

PBNU Siapkan Modul Gerakan Revolusi Mental Bagi Pemimpin Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siapkan Modul Gerakan Revolusi Mental Bagi Pemimpin Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siapkan Modul Gerakan Revolusi Mental Bagi Pemimpin Agama

Ia mengatakan, buku modul yang ada merupakan berbeda dengan buku modul pada umumnya karena banyak menggunakan perspektif keislaman.

“Kita semua paham, ketika kita bicara revolusi mental berarti kita bicara karakter bangsa, otomatis. Karena kita orang timur, keberadaan agama itu sangat substansial untuk memberikan pengaruh kepada pendidikan karakter yang ada di kita ini,” katanya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama Kemenko PMK Aris Darmansyah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan revolusi mental yang harus disosialiskan ke semua kalangan.

Haedar Nashir

 “Salah satu bentuk kegiatannya ini adalah mensosialisasikan gerakan revolusi mental khususnya untuk di lingkungan keagamaan,” kata Aris.

Ia mengatakan, Kemenko PMK akan melakukan sosialisasi ke semua kalangan khususnya dengan PBNU. Terkait kerja sama dengan PBNU, ia mengaku senang bisa bekerja sama, karena kegiatan revolusi mental ini bisa diharapkan lebih menasional lagi mengingat jumlah warga NU yang banyak.

“Jadi ke seluruh kalangan, khususnya di PBNU dengan warganya, jamaahnya di PBNU,” katanya.

Haedar Nashir

Tampak hadir pada acara tersebut, Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman dan Wakil Sekjen H Masduki Baedlowi. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul, Quote Haedar Nashir

Selasa, 10 Oktober 2017

PMII Siap Halau Gerakan Radikal di Lombok Timur

Lombok Timur, Haedar Nashir - Maraknya paham ekstrem dan radikalisme yang? sekarang ini tidak luput dari perhatian banyak kalangan mahasiswa termasuk dan para aktivis. Karenanya Pengurus Cabang PMII Kabupaten Lombok Timur menggelar diskusi perihal radikalisme di Aula LLK Gelang, Senin (27/2/) siang.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta dari unsur mahasiswa, tokoh agama, ormas, dan OKP.

PMII Siap Halau Gerakan Radikal di Lombok Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Siap Halau Gerakan Radikal di Lombok Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Siap Halau Gerakan Radikal di Lombok Timur

Ketua PMII Lombok Timur Lalu Jayani Rangga Anom Putra mengatakan, gerakan radikalisme yang sedang terjadi di Indonesia sekarang ini merupakan masalah besar dan harus segera disikapi bersama, karena dapat menimbulkan kekacauan yang berujung pada terancamnya keselataman bangsa dan NKRI.

“PMII sebagai salah organisasi yang berpaham Ahlussunah wal Jama’ah An-Nahdiyyah akan terus ikut serta dalam menjaga bangsa Indonesia dari segala macam ancaman yang datang termasuk radikalisme ini,” tegasnya.

Haedar Nashir

Hal serupa juga disampaikan oleh Asisten I Pemkab Lotim yang membuka acara seminar tersebut. Ia mengatakan, radikalisme konotasinya lebih banyak mengarah pada tindakan-tindakan yang anarkis, padahal sebenarnya sikap radikal itu sangatlah penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Haedar Nashir

“Saya mengimbau jangan sampai gerakan-gerakan radikal yang membawa agama disangkutpautkan dengan politik, karena akan sangat berbahaya bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga berharap bagi semua peserta seminar dan kader? PMII selaku penyelenggara dapat mengimplementasikan putusan dan rekomendasi seminar ini. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, Ahlussunnah, Humor Islam Haedar Nashir

Sabtu, 07 Oktober 2017

Bagaimana Hamba Bisa Masuk Neraka?

Suatu ketika Nabi Musa as. mengadu kepada Allah, “Wahai Tuhan! Engkau ciptakan makhluk dan Kau berikan kenikmatan rizki. Kau (pula) yang menjadikan (sebagian) pengikutku masuk neraka.”

Allah berfirman, “Bangkit dan bertanamlah, wahai Musa!”

Nabi Musa lalu bercocok tanam dan menyiraminya. Ia melakukan hal itu hingga masa panen tiba.

Bagaimana Hamba Bisa Masuk Neraka? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Hamba Bisa Masuk Neraka? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Hamba Bisa Masuk Neraka?

“Apa yang kau dapat dengan tanamanmu itu, Musa?”

“Aku telah memanennya,”

“Apakah sedikit yang tersisa?”

Haedar Nashir

“Aku tak pernah menyisakan sesuatu yang tak ada kebaikannya,”

Allah berfirman, “Wahai Musa! Aku memasukkan hamba yang tak mempunyai kebaikan ke dalam neraka,”

“Siapakah dia?”

“Dia adalah yang meremehkan kalimat Laa Ilaaha Illa Allah Muhammadur Rasulullah,”

(Ajie Najmuddin/ disarikan dari kitab Al-Mawaidh Al-Ushfuriyyah)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, Quote, Pahlawan Haedar Nashir