Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Februari 2018

PBNU Serukan Doa untuk Mesir

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyerukan kaum muslimin Indonesia untuk membacakan qunut nazilah terkait memburuknya kondisi politik di Mesir. Qunut nazilah adalah doa jika terjadi bencana, yang dibacakan di rakaat terakhir setelah bangun dari ruku.

Sebagaimana diwartakan berbagai media, banyak korban berjatuhan ketika tentara dan kepolisian Mesir memaksa pendukung mantan presiden Morsi untuk membubarkan diri dari demonstrasi yang telah digelar mereka dalam beberapa hari. Pemerintahan sementara Mesir lewat menteri kesehatannya mengatakan 525 orang tewas dalam aksi pembubaran itu, dan ratusan lainnya luka-luka. Sementara Ikhwanul Muslimin yang merupakan pendukung utama Morsi mengatakan jumlah korban lebih dari 1000.

PBNU Serukan Doa untuk Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serukan Doa untuk Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serukan Doa untuk Mesir

Dengan jatuhnya korban jiwa tersebut, Kang Said menyerukan agar segera diambil langkah-langkah guna menghindarkan Mesir jatuh ke dalam kondisi yang lebih buruk. "Umat Islam itu satu tubuh, jika ada yang sakit yang lain ikut merasakan," kata Kang Said di Jakarta, Kamis (15/8).

Maka terlepas dari tarik-menarik politik antar kekuatan di Mesir yang notabene sama-sama muslim, Kang Said menyerukan umat muslim di indonesia untuk memberikan solidaritasnya terhadap para korban. "Sekurang-kurangnya melalui doa, karena kekuatan doa itu sangat dahsyat," ujarnya.

Haedar Nashir

 

Penulis: Syafi Alielha

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah, Pendidikan Haedar Nashir

Haedar Nashir

Jumat, 02 Februari 2018

Semangat Para Diplomat di Italia Saat Berzakat

Satu persatu, hari demi hari, mulai berdatangan para diplomat di KBRI Roma, Italia menghampiri saya. Kedatangan mereka adalah untuk menunaikan kewajiban berzakat, seperti pada Senin (11/6) kemarin.

Semangat para diplomat untuk berzakat patut diapresiasi. Meski jauh di luar negeri, tetapi mereka masih peduli dengan masyarakat di Indonesia dengan menyisihkan sebagian rizki untuk berdekah, dan utamanya adalah kewajibannya untuk berzakat.

?

Semangat Para Diplomat di Italia Saat Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Para Diplomat di Italia Saat Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Para Diplomat di Italia Saat Berzakat

Saya dapat memahami, para diplomat meyakini bahwa dengan zakat yang mereka keluarkan kepada mustahiknya akan membuat rejeki mereka berkah dan bertambah.

Menunaikan kewajiban sebagai seorang Muslim dalam setiap perintah-Nya merupakan kebahagiaan bagi pelakunya. Baik perintah itu kewajiban setiap hari, seperti shalat lima waktu, perintah atau kewajiban mingguan, seperti shalat Jumat, kewajiban bulanan seperti berpuasa pada bulan Ramadhan, juga kewajiban tahunan seperti zakat fitrah.

?

Haedar Nashir

Ada juga kewajiban sekali seumur hidup jika mampu seperti ibadah haji, sebagaimana yang telah tertanam kuat dalam prinsip Islam, rukun Islam yang lima.

Dalam menunaikan kewajiban di dalam hukum-hukum Islam dikenal sebuah istilah yakni taklif. Artinya setiap Muslim yang sudah baligh dan berakal wajib melaksanakan perintah yang telah ditetapkan dalam agama. Ketika seseorang itu belum mencukupi syarat tiga tersebut, maka tidak ada kewajiban baginya untuk melakukannya.

Haedar Nashir

?

Dengan mengucapkan sepenuh hati dua kalimat syahadat, “Asyhadu An laa Ilaaha Illallah wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah,” maka sudah cukup syarat baginya disebut sebagai Muslim. Ketika seorang muslim laki-laki atau perempuan itu sudah baligh—ditandai dengan menstruasi bagi perempuan dan bermimpi keluar sperma bagi laki-laki—wajib hukumnya untuk melakukan shalat lima waktu dan berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan.

?

Di samping syarat sudah baligh di atas, Muslim itu juga harus berakal sehat. Meskipun muslim sudah baligh tapi akalnya tidak sehat, maka tidak ada kewajiban untuk melakukan shalat, puasa, dan haji.

Berbeda dengan zakat. Dalam berzakat tidak disyaratkan muslim itu harus berakal dan baligh. Selama seseorang itu muslim, maka wajib membayar zakat. Kalau dia belum baligh atau akalnya tidak sehat tetap wajib membayar zakat. Jangankan yang masih kecil, bayi baru lahir saja pada bulan Ramadhan wajib dibayarkan zakat.

?

Jangankan yang masih hidup, orang yang meninggal pada bulan Ramadhan pun wajib dibayarkan zakat. Siapa yang membayarkannya? Tentunya, orangtuanya atau orang yang menanggung biaya hidupnya. Zakat yang dimaksud di sini adalah zakat fitrah.

Marilah menunaikan zakat. Zakat dapat membuat berkah harta. Zakat dapat menentramkan hati pelakunya. Zakat dapat menyucikan hati dan harta. Zakat dapat menghapuskan dosa-dosa. Amin ya robbal ‘alamin.

Khumaini Rosadi, Dai Ambassador Cordofa 2017 dengan penugasan ke Roma Italia.

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sunnah, PonPes, Khutbah Haedar Nashir

Kamis, 25 Januari 2018

Penting Introspeksi ke Dalam Agar Tak Mudah Menyalahkan Pihak Luar

Jakarta, Haedar Nashir. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menegaskan untuk mengatasi kesenjangan sosial yang terjadi di sekitar kita harus dibarengi dengan tabayun ke arah internal, agar tidak mudah menyalahkan pihak-pihak di luar kita.

Hal tersebut disampaikan Mensos saat mengisi “Pelatihan Dai Daiyah Kader NU” di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Rabu (31/5) pagi.

Penting Introspeksi ke Dalam Agar Tak Mudah Menyalahkan Pihak Luar (Sumber Gambar : Nu Online)
Penting Introspeksi ke Dalam Agar Tak Mudah Menyalahkan Pihak Luar (Sumber Gambar : Nu Online)

Penting Introspeksi ke Dalam Agar Tak Mudah Menyalahkan Pihak Luar

Dirasakan Presiden, lanjut Khofifah, kesenjangan ekonomi masih lebar. Jadi kita harus senafas dan searah dengan kebijakan presiden dalam mengatasi kesenjangan. Dalam MoU PBNU dengan Kementerian Ekonomi, pemerintah menggulirkan 1,6 triliun untuk permodalan usaha.

“Kita harus lihat kemampuan kita dalam menyerap modal itu,” kata Mensos.

Haedar Nashir

Kemampuan menyerap sangat penting diperhatikan, karena dilakukan validasi oleh Kemenkeu. “Ketika dibuka peluang, perlu pertanyaan kembali baru bisa terserap berapa persen,” lanjut Khofifah.?

Khofifah mengaku sering menyampaikan hal tersebut di banyak kesempatan, termasuk peluang redistribusi aset yang dilakukan pemerintah. Hal itu memberi peluang bagi NU seberapa banyak ? memanfaatkannya.

Haedar Nashir

Khofifah mengibaratkan, peluang-peluang tesebut bagi NU ibarat hujan ekonomi, tinggal bagaimana dan dengan apa menampungnya.

“Kalau hanya punya mangkok, ya hanya mangkok itu yang bisa menampung hujan tadi. Mestinya tidak hanya mangkok, tapi bisa ember, danau, atau waduk,” ungkapnya.

Khofifah menyebut forum tersebut sangat penting untuk melakukan tabayun dan muhasabah bersama.“Mari tanya dan koreksi apa yang jadi penyebab kesenjangan kita,” tandas Khofifah. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah Haedar Nashir

Selasa, 16 Januari 2018

Haram Membawa HP Masuk Masjid

Derasnya kemajuan teknologi-informasi hendaknya dibaengi dengan sikap yang bijaksana. Tidak saja dalam hal pergaulan tetapi juga dalam masalah peribadatan. Karena bila diperhatikan kemajuan teknologi ini satu sisi membawa maslahah dan satu sisi juga mengundang mafsadah. Terkadang maslahahnya terasa begitu besar, tetapi seringkali mafsadahnya juga lebih besar. Peran keduanya sangat bersifat subjektif, tergantung manusia yang menggunakannya.

Memang kemajuan teknolgi-informasi sebagai syarat globalisasi tidak dapat dihindari. Masyarakat muslim sebagai bagian dari masyarakat duniapun ikut menikmati imbasnya. Dalam tamsil yang paling sepele adalah bagaimana kita sering terkaget dan merasa risi ketika nada panggil berbunyi di tengah-tengah jama’ah shalat. Padahal di tembok-tembok masjid itu telah ditempel tulin ‘HP harap dimatikan’ atau berbagai penanda yang menunjukkan larangan membawa atau mengaktifkan HP di masjid.

Nah bagaimanakah fiqih menyikapi realita ini? dalam konteks fiqih masalah semacam ini biasa disebut dengan tayswisy, yaitu berbagai macam tindakan yang mengganggu atau menimbulkan keraguan orang yang berada disekitranya. Biasanya hukum atas tindakan tayswisy ini diklarifikasi lagi.

Haram Membawa HP Masuk Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Haram Membawa HP Masuk Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Haram Membawa HP Masuk Masjid

Apabila memang mengganggu ibadah orang disekitarnya maka hukumnya makruh. Namun jika ternyata tidak mengganggu orang sekitarnya hukumnya diperbolehkan. Dengan catatan bentuk tasywisy itu adalah bacaan al-qur’an, tasbih atau dzikir, sebagaimana diterangkan Ba’lawi al-Hadrami dalam Bughyatul Mustarsyidin

جماعة Ù? قرأوÙ? القرأÙ? فى المسجد جهرا ÙˆÙ? Ù? تفع بقرائتهم Ø£Ù? اس ÙˆÙ? تشوش أخروÙ? فإÙ? كاÙ? ت المصلحة أكثر Ù…Ù? المفسدة فالقرأة أفضل وإÙ? كاÙ? ت بالعكس كرهت اهـ فتاوى الÙ? ووÙ?

Jikalau orang berkumpul membaca al-qur’an di dalam masjid dengan lantang, dan bacaan itu membuat sebagian orang disekitar merasa nyaman namun juga menyebabkan sebagian yang lain terganggu, apabila unsur maslahah dalam bacaan alqur’an itu lebih banyak (karena mendengarkan qur’an ada pahalanya) dari pada madharat, maka bacaan (al-qur’an yang lantang) itu lebih utama. Akan tetapi jika bacaan itu banyak mudharatnya (mengganggu orang lain), maka hukumnya makruh. ? ? ?

Lain lagi pendapat al-Turmusi yang tegas mengharamkan tasywisy bila memang terbukti mengganngu orang lain. Walaupun tasywisy itu adalah shalat.

Haedar Nashir

ÙˆÙ? حرم على كل أحد الجهر فى الصلاة وخارجها Ø¥Ù? شوش على غÙ? ره Ù…Ù? Ù? حو مصل أو قارئ أو Ù? ائم

Haram bagi seorang bersuara lantang baik dalam shalat ataupun lainnya apabila mengganggu orang lainnya yang sedang shalat dan membaca qur’an bahkan (mengganggu) orang tidur sekalipun.

Haedar Nashir

Lantas bagaimanakah jika tasywisy itu berasal dari bunyi dering HP, atau suara orang berkomunikasi melalui HP di dalam dalam masjid? Jika melihat dua nash di atas jelas hukumnya haram, baik mengganggu ataupun tidak. Karena bentuk tasywisynya tidak mengandung ibadah yang mendekatkan diri pada Allah swt. Apalagi jika menimbang etika dalam masjid yang merupakan ruang untuk berdzikir Allah swt tidak untuk yang lain.

?

(Redaktur: Ulil Hadrawy)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah, Bahtsul Masail Haedar Nashir

Sabtu, 06 Januari 2018

Bazar Sembako GP Ansor Gebog Menarik Perhatiaan Warga

Kudus, Haedar Nashir. Bazar sembako murah yang dilaksanakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gebog Kudus menarik perhatian warga masyarakat. Pada putaran ketiga, Jumat (10/6) di halaman Mushola Baitus Shofa Dukuh Ngaringan Desa Klumpit Gebog, Kudus itu. Ratusan warga baik, anak-anak maupun orang tua berdatangan memadati arena bazar.

Seperti malam sebelumnya, bazar yang menjadi rangkaian kegiatan tarawih keliling pengurus GP Ansor ini menjajakan berbagai pakaian hem, kemeja dan paket sembako murah berisi beras, minyak dan gula. Selama satu jam, mereka menjajakan dagangaan di atas mobil Ansor. Warga-pun rela antri membeli sembako yang di banderol dengan harga di bawah pasaran.

Bazar Sembako GP Ansor Gebog Menarik Perhatiaan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Bazar Sembako GP Ansor Gebog Menarik Perhatiaan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Bazar Sembako GP Ansor Gebog Menarik Perhatiaan Warga

Salah seorang warga, Aminah menyatakan kegembiraannya adanya bazar Ansor ini. Menurutnya, adanya bazar sangat membantu warga yang membutuhkan. Apalagi harganya sangat murah di bawah harga pasar.?

"Kalau bisa kegiatan bazar tidak hanya sekali ini saja, tetapi nanti jelang lebaran diadakan lagi. Usahakan barang yang jual beragam terutama untuk kebutuhan lebaran," harapnya.

Haedar Nashir

Sekretaris PAC GP Ansor Gebog Ali Maghfuri merasa gembira melihat antusiasme warga. Ia tidak mengira putaran ketiga dibanjiri ratusan warga. "Untung, barang yang disiapkan sangat banyak sehingga bisa melayani semua warga yang membutuhkan," katanya.

Pada putaran ketiga ini, jelasnya, pihaknya menambah stok barang dan menggandeng sejumlah pengurus Ansor yang memiliki usaha. "Ini sesuai harapan Ansor, Bazar untuk memberdayakan kemandirian ekonomi anggota, kader dan pengurus Ansor," imbuh Ali.

Sebagaimana di ketahui, PAC GP Ansor Kecamatan Gebog mengadakan tarawih keliling di 11 desa mulai tanggal 6-22 Juni 2016 mendatang. Kegiatannya, tarawih bersama, ngaji kitab dan bazar. Tujuannya, disamping mengisi kegiatan ramadhan, juga untuk mengenalkan Ansor di tengah masyarakat serta membantu warga yang membutuhkan keperluan sembako. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Santri, Sholawat, Khutbah Haedar Nashir

Kamis, 04 Januari 2018

Bukan Haram, Mendoakan Orang Tua Justru Tanda Bakti

Metro, Haedar Nashir. Rais Syuriyah PCNU Kota Metro Lampung KH Zainal Abidin mengingatkan segenap umat Islam untuk senantiasa berbakti kepada orang tua dengan mendoakan keduanya baik saat hidup di dunia maupun ketika sudah dipanggil oleh Allah SWT. Ia mengingatkan juga bahwa doalah yang senantiasa diharapkan oleh orang tua kita.

Bukan Haram, Mendoakan Orang Tua Justru Tanda Bakti (Sumber Gambar : Nu Online)
Bukan Haram, Mendoakan Orang Tua Justru Tanda Bakti (Sumber Gambar : Nu Online)

Bukan Haram, Mendoakan Orang Tua Justru Tanda Bakti

"Yang bisa diberikan kepada orang tua apalagi sudah meninggal dunia adalah doa dari anak yang shaleh. Mari doakan minimal bada shalat maktubah karena itu merupakan waktu mustajabah untuk berdoa," ajaknya, Sabtu (30/12) malam saat memberikan tadzkirah takziyah malam ketujuh salah satu pengurus Muslimat Kota Metro.

"Lalu apakah doa dari orang lain yang bukan anaknya tidak diterima oleh Allah?" tanyanya kepada jamaah mengutip pertanyaan sebagian paham yang tidak meyakini jika doa kepada mayit akan sampai dan bermanfaat.

Kiai Zainal menjelaskan bahwa doa kepada orang yang meninggal dunia diterima oleh Allah SWT karena hal tersebut telah tertulis dalam Al-Quran Surat Ibrahim ayat 41 yang artinya, "Ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang Mukmin, pada hari terjadinya hisab."

Haedar Nashir

Ia juga menjelaskan bahwa setiap kali melaksanakan shalat jenazah juga dipastikan ada bacaan untuk mengampuni dosa si mayit dan bila tidak dibaca maka tidak sah shalat jenazahnya.

Hal inilah yang perlu dipahami oleh umat Islam agar tidak sempit dalam mempelajari dan memahami agama.

Haedar Nashir

"Jangan mudah terkecoh dengan paham yang memahami dalil secara tekstual saja. Seperti ada yang mengatakan bahwa kumpul untuk tahlil hukumnya haram. Padahal yang namanya tahlil itu adalah mengucapkan lafadz La illaaha illallah. Dalam Majelis tahlil, dibacakan juga tasbih, tahmid, takbir dan sejenisnya," jelasnya.

Maka menurutnya beruntunglah masyarakat yang memiliki majelis dzikir dan takziyah di lingkungannya. Berbagai manfaat bisa didapatkan diantaranya silaturahmi, mendoakan orang tua dan para  pendahulu.

"Yang tidak diperbolehkan adalah meminta kepada yang sudah meninggal," katanya sekaligus menjelaskan manfaat dari bertakziyah yaitu ingat akan kematian yang akan menambah ketakwaan kepada Allah SWT.

"Kematian pasti akan datang kepada kita, namun kita tidak akan tahu kapan datangnya," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah Haedar Nashir

Minggu, 31 Desember 2017

Jejak Gus Dur di Pulau Flores

Oleh Didik Fitrianto. Mantan presiden Indonesia yang mendapatkan tempat di hati masyarakat Flores selain Bung Karno adalah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sikap Gus Dur yang selalu menyerukan perdamaian dan toleransi mempunyai kesamaan dengan nafas orang Flores yang sangat mencintai perdamaian dan menjunjung tinggi toleransi. Bagi masyarakat Flores Gus Dur bukanlah sekadar mantan presiden tetapi juga tokoh yang menjadi panutan dan referensi soal kehidupan beragama yang belum tergantikan sampai saat ini, terutama pembelaan beliau terhadap kaum minoritas dan tertindas

Jejak Gus Dur di Pulau Flores (Sumber Gambar : Nu Online)
Jejak Gus Dur di Pulau Flores (Sumber Gambar : Nu Online)

Jejak Gus Dur di Pulau Flores

Tidak banyak catatan mengenai perjalanan Gus Dur di Flores, Nusa Tenggara Timur. Tetapi ‘jejak’ Gus Dur tentang konsistensinya akan perdamaian, toleransi, dan pembelaannya terhadap kaum minoritas begitu ‘membekas’ di hati saudara-saudara kita di Pulau Flores. Dalam kunjungan penulis di berbagai pelosok Flores saat mendiskusikan tentang perdamaian dan toleransi antar umat beragama dengan berbagai lapisan masyarakat, nama Gus Dur selalu disebut-sebut. Perbendaraan kata yang selalu muncul saat nama Gus Dur disebut adalah tokoh sederhana, tulus dan pemberani. Ketika penulis bertanya mengapa Gus Dur? Jawab mereka karena Gus Dur adalah tokoh muslim yang selalu membawa kedamaian, sepanjang hidupnya baik melalui perkataan, tindakan, maupun? kebijakannya saat menjadi presiden beliau tidak pernah menyakiti kami.

Pada tahun 2005 Gus Dur pernah mengunjungi kota Maumere, salah satu kota di Flores, di kota yang mempunyai julukan nyiur melambai ini Gus Dur melakukan kunjungan ke Sekolah Tinggi Filsafat Ledalero, sekolah calon Pastor terkemuka dan disegani di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut Gus Dur bertemu untuk berdialog dengan para calon Pastor yang kelak akan ikut andil merawat kebhinekaan di republik ini, Gus Dur percaya membangun toleransi di Indonesia yang penuh keberagaman salah satunya dengan jalan dialog yang tulus. Gus Dur meyakini toleransi tidak akan terwujud apabila kecurigaan selalu ada diantara umat beragama, untuk itu membangun kepercayaan dan dialog tanpa henti selalu disuarakan Gus Dur dimanapun beliau berada.

Haedar Nashir

Mencari jejak Gus Dur berupa prasasti maupun monumen tidak akan kita temukan di Pulau Flores. Tetapi akan banyak kita temukan “jejak” Gus Dur di hati dan ingatan masyarakat Flores untuk mengenang sosok yang sangat mencintai perdamaian ini. Pribadi? Gus Dur yang sederhana, terbuka dan tanpa basa-basi membuat ketokohan Gus Dur selalu dikenang, dicintai dan dihormati. Toleransi di Pulau Flores harus kita akui sudah ada sejak ratusan tahun silam, jauh sebelum Gus Dur lahir, tetapi apa yang dilakukan beliau untuk mewujudkan kehidupan beragama yang saling menyanyangi dan melindungi memperkuat keyakinan masyarakat di Pulau Flores bahwa toleransi adalah budaya agung yang mereka miliki yang harus dipertahankan sampai kapan pun.

Haedar Nashir

Tegaknya kebangsaan dan kemanusiaan di Indonesia menurut Gus Dur bisa terwujud apabila fondasi dalam kehidupan bermasyarakat kokoh. Salah satu fondasi yang menjadi perhatian Gus Dur adalah Pluralisme dan kebhinekaan. Gus Dur menyadari Indonesia dibangun diatas keanekaragaman agama, suku dan bahasa. Untuk itu sepanjang hidupnya beliau mendedikasikan waktunya untuk merawat dan menjaganya demi keutuhan bangsa. Walaupun terkadang apa yang dilakukan Gus Dur tersebut menuai kecaman dan penolakan dari sebagian umat Islam sendiri yang menganggap apa yang dilakukan beliau bertentangan dengan ajaran Islam. “Gitu aja kok repot” kata Gus Dur untuk menanggapi serangan dari orang-orang yang dangkal dalam berpikir. Bagi Gus Dur ada dua acuan untuk mengawal pluralisme dan kebhinekaan, yaitu konstitusi dan subtansi nilai-nilai keislaman luhur. Yaitu Islam yang berorientasi pada kebangsaan harus mampu mewarnai kehidupan bernegara.

Di Pulau Flores Gus Dur mendapatkan realitas kehidupan masyarakatnya yang menunjukkan nilai-nilai Islami walaupun mayoritas adalah non muslim. “Ra’aitul Islama dunal muslimin, wa ra’aitul muslimin dunal islam” yang artinya, “Nilai-nilai Islami terlihat di tengah masyarakat nonmuslim, sementara umat Islam hidup tanpa nilai-nilai Islam” pernyataan cendikiawan? muslim Muhammad Abduh tersebut menjadi relevan dengan apa yang dirasakan Gus Dur di Pulau Flores.

Mungkin agak berlebihan tetapi pengalaman penulis selama lima tahun berinteraksi dengan masyarakat Flores merasakan hal sama di mana toleransi dan penghormatan akan kebhinekaan menjadi urat nadi masyarakatnya. Gus Dur dan Pulau Flores memiliki ikatan batin yang sangat kuat, di pulau ini Gus Dur menemukan sebuah masyarakat yang menjunjung tinggi persaudaraan dan penghormatan dari berbagai keyakinan dan kepercayaan. “Jejak” Gus Dur tentunya akan terus dikenang tidak hanya di tanah Flores tetapi di semua tanah yang selalu menyerukan perdamaian.

* Penulis adalah Gusdurian, bekerja di Wetlands International Indonesia, tinggal di Maumere-Flores, NTT

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah, Kajian, Hikmah Haedar Nashir

Senin, 18 Desember 2017

Warga NU Sumedang Kini Miliki Koperasi

Sumedang, Haedar Nashir - Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Sumedang membentuk koperasi di Hotel Hanjuang Cimalaka, Sumedang, Sabtu (6/11). Pihak LPNU Sumedang meresmikan kepengurusan koperasi yang dilakukan bersamaan dengan rapat koordinasi pengurus, lembaga, banom, dan seluruh ketua MWCNU se-Kabupaten Sumedang.

Koperasi NU dikelola oleh pengurus LPNU Sumedang yang terdiri atas Ketua LPNU Sumedang Ramli Masdar, Sekretaris Delis Martini, Wakil Sekretaris Syarif Hidayatulloh, dan Bendahara Romlah. Kepengurusan koperasi ini dilantik oleh Ketua PCNU Sumedang KH Sadulloh. Menurut Sa’dulloh, tujuan pembentukan Koperasi NU ini adalah untuk menyejahterakan warga Nahdliyyin khususnya, dan warga Sumedang pada umumnya.

Warga NU Sumedang Kini Miliki Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Sumedang Kini Miliki Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Sumedang Kini Miliki Koperasi

Ia berpesan agar pengurus Koperasi NU yang baru dilantik itu benar-benar menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan memiliki kredibilitas yang tinggi terhadap koperasi NU Sumedang.

Haedar Nashir

Ketua LPNU Sumedang Ai Faridah berharap semua pengurus NU dan nahdliyin berkenan masuk menjadi anggota Koperasi NU ini sehingga tujuan pendirian koperasi ini dapat tercapai sesuai harapan.

Alhamdulillah, anggota yang terdaftar sekarang kurang lebih 150 orang. Yang terdiri dari pengurus, lembaga, banom, dan MWCNU. Kemungkinan akan terus bertambah sehubungan dengan mayoritas warga nahdliyin di Sumedang ini mendominasi,” kata Ramli Masdar.

Nantinya Koperasi NU ini akan ditempatkan di Kantor PCNU Sumedang. Koperasi ini memfasilitasi simpan-pinjam juga berbagai macam sembako, dan kebutuhan-kebutuhan atribut NU lainnya.

Haedar Nashir

Ade Saepudin dari Dinas Koperasi dan UMKM Sumedang memberikan sambutan tentang perkoperasian di Sumedang. Menurut Ade, koperasi adalah badan hukum yang berdasarkan pada asas kekeluargaan yang anggotanya terdiri atas orang perorangan atau badan hukum yang tujuannya untuk menyejahterakan anggotanya.

Umumnya sebuah koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah, Pesantren, Habib Haedar Nashir

Sabtu, 16 Desember 2017

PBNU: Muslimat NU Guru Madrasah di Rumah

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyebutkan, ibu-ibu yang aktif di Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama Muslimat NU adalah guru di madrasatul bait, atau guru bagi anak-anak di keluarga masing-masing.  

“Kalau gurunya baik, maka anak cucunya baik. Kalau gurunya tidak baik, bagaimana anak cucunya?” katanya pada rapat Pleno 6 Rakernas Muslimat NU di Aula Serba Guna 1, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Kamis (29/5). 

PBNU: Muslimat NU Guru Madrasah di Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Muslimat NU Guru Madrasah di Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Muslimat NU Guru Madrasah di Rumah

Kiai Said juga mengimbau agar ibu-ibu Muslimat NU tetap istiqomah mengajarkan Islam moderat kepada anak-anaknya. “Kebijakan PBNU, Muslimat NU harus bergandengan tangan dgn Fatayat, IPPNU, kita jaga moderat,” katanya. 

Haedar Nashir

Kiai asal Cirebon menegaskan supaya jangan sampai anak cucu NU menjadi radikal dan sekuler. Kiai Said menyederhanakan istilah itu dengan, sekuler itu kalangan yang menjauhkan agama dari kehidupan masyarakat. Sementara yang radikal ingin hukum agama mengganti hukum negara.  

Haedar Nashir

“Yang radikal ini senang yang formal-formal. Biasanya jenggotnya kesebelasan. Jenggotnya ada sebelas juga dipelihara,” katanya disambut tertawa ibu-ibu.   

Karena NU itu, tambah dia, adalah umatan washatan. Umat yang berperan, penegak, pendorong, penguat kemsayarakatan Indonesia. 

Rakernas dan Mukernas bertema “Khidmah Muslimat NU untuk Indonesia Mandiri” itu dibuka pada Rabu (28/5) dan akan berlangsung sampai Ahad (1/6). (Abdullah Alawi)    

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah, Internasional, Ahlussunnah Haedar Nashir

Sabtu, 09 Desember 2017

Centralo Culturale Islamico, Pusat Kebudayaan Islam di Roma, Italia

Roma, Haedar Nashir - Ahad, 11 Juni 2017, saya diajak berbuka puasa bersama oleh salah seorang? jamaah, namanya Pak Didit. Beliau adalah salah seorang staf KBRI Roma yang sudah tinggal di kota itu sejak 42 tahun lalu. Saya dikenalkan dengan sebuah masjid besar dan terbesar di Eropa, yang terletak di Roma, Italia.

Dalam bahasa Italia, masjid ini disebut juga Centralo Culturale Islamico atau Pusat Kebudayaan Islam. Meskipun mayoritas penduduk Roma adalah umat Katolik, tidak menghalangi kebebasan kaum muslimin untuk menjalankan ibadah puasa dari fajar sampai maghrib.

Centralo Culturale Islamico, Pusat Kebudayaan Islam di Roma, Italia (Sumber Gambar : Nu Online)
Centralo Culturale Islamico, Pusat Kebudayaan Islam di Roma, Italia (Sumber Gambar : Nu Online)

Centralo Culturale Islamico, Pusat Kebudayaan Islam di Roma, Italia

Kehangatan kebersamaan Muslim terdapat di dalam masjid yang menjadi pusat berkumpulnya kaum muslimin untuk melaksanakan sholat berjamaah dan ibadah-ibadah yang lainnya.

Haedar Nashir

Sebagaimana dulu ketika zaman Nabi, masjid bukan hanya dijadikan sebagai tempat untuk ibadah, tetapi juga sebagai pusat budaya. Masjid difungsikan untuk berdiskusi dan bermusyawarah. Masjid menjadi tempat belajar mengajar. Bahkan masjid adalah tempat mengatur strategi.

Centralo Culturale Islamico Roma, dibangun atas hasil kesepakatan Organisasi Islam sedunia atau yang disebut OKI. Tercatat ada 23 negara yang menjadi perintis dan menyetujui dibangunnya pusat kebudayaan Islam di Roma.

Haedar Nashir

Adapaun negara-negara yang mendukung adalah Algeria, Saudi Arabia, Bahrain, Bangladesh, Brunei Darussalam, Egitto, Emirat Arab, Giordania, Indonesia, Iraq, Kuwait, Libia, Malaysia, Maroko, Mauritania, Oman, Pakistan, Qatar, Senegal, Sudan, Tunisia, Turki, dan Yaman.

Masjid yang menjadi kebanggaan kaum Muslim di Roma ini diresmikan pada 21 Juni 1995 yang bertepatan dengan tanggal 23 Muharram 1416 H oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz as-Su’ud.

Semoga masjid yang telah terbangun di Roma ini menjadi pusat bertukar ilmu pengetahun dan budaya antarbangsa dan negara, juga menjadi tempat berkumpulnya kaum muslimin dan mempererat persaudaraan, meskipun beda bahasa dan warna kulit. (H Khumaini Rosadi, dai anggota Tim Inti Dakwah Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Roma, Italia)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah, Nahdlatul Ulama, Anti Hoax Haedar Nashir

Senin, 04 Desember 2017

Bumikan Islam Ramah, NU Kepri Siarkan Aswaja di Batam TV

Batam, Haedar Nashir . Selama Ramadhan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Kepulauan Riau (Kepri) melalui Lembaga Dakwah NU (LDNU) menyiarkan kajian Ahllussunah wal Jamaah (Aswaja) menjelang buka puasa di Batam TV.  Tayangan disajikan secara berkala dengan topik dan narasumber yang berbeda.

Kajian Aswaja ini merupakan salah satu program Ramadhan PWNU Kepri, kata sekretaris PWNU Kepri, HM Zainuddin kepada Haedar Nashir, Jumat (26/6).

Bumikan Islam Ramah, NU Kepri Siarkan Aswaja di Batam TV (Sumber Gambar : Nu Online)
Bumikan Islam Ramah, NU Kepri Siarkan Aswaja di Batam TV (Sumber Gambar : Nu Online)

Bumikan Islam Ramah, NU Kepri Siarkan Aswaja di Batam TV

Zainuddin menjelaskan, kegiatan tersebut sebagai upaya untuk membentengi radikalisme dan lebih membumikan nilai Aswaja an-Nahdliyah. Tema kajian yang disampaikan tentang Islam, nasionalisme, budaya, hakikat bidah, konsep tawazun, ziarah kubur, konsep tawassul, Islam rahmatan lilalamin dengan nara sumber para kiai dan dai muda.

Haedar Nashir

Para narasumber yang dimaksud antara lain KH Nabhan (Rais Syuriah PWNU Kepri), H Ghani Lasya (Ketua Tanfidziyah PWNU Kepri), H Luqman Rifa’i (LDNU Kepri), H Ridho Amir (PCNU Batam), dan Nur Haryanto (Ketua GP Ansor Kepri).

Salah satu nara sumber, Ridho Amir, menegaskan pentingnya membentengi Kepri khususnya Batam dari pemahaman radikal yang mengancam budaya Islam tanah Melayu yang secara kultural menganut pemahaman Aswaja an-Nahdliyah. Ia berharap program tersebut dapat memberikan pemahaman Islam yang ramah, moderat, dan toleran di tanah Kepulauan Riau. (Abd Majid/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, Khutbah Haedar Nashir

Jumat, 01 Desember 2017

Menlu Iran: Era Senjata Nuklir Sudah Berakhir

Tehran, Haedar Nashir. Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki mengungkapkan bahwa era senjata nuklir saat ini sudah berakhir karena sudah tidak lagi bisa membawa perubahan dan mengatasi berbagai krisis.



Menlu Iran: Era Senjata Nuklir Sudah Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)
Menlu Iran: Era Senjata Nuklir Sudah Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)

Menlu Iran: Era Senjata Nuklir Sudah Berakhir

Pernyataan itu dikemukakan Mottaki dalam sebuah pertemuan dengan Ketua Standing Committe Masalah Luar Negeri Norwegia Olan Akselsen di Tehran, Selasa (26/6).

"Program nuklir Iran adalah untuk tujuan damai," terang Mottaki dalam pembicaraannya dengan Akselsen.

Haedar Nashir

Mottaki mengatakan, kerjasama antara pemerintah Iran dan Norwegia adalah untuk memperkuat hubungan kedua negara.

Haedar Nashir

"Sejarah menunjukkan bahwa bangsa Iran selalu mengutamakan dialog dan tidak mempunyai catatan sebagai bangsa yang arogan dan melakukan agresi terhadap negara-negara lain," kata Mottaki.

Menlu itu juga mengatakan bahwa setidaknya 130 rencana penanganan krisis di Palestina telah mengalami kegagalan selama 60 tahun terakhir ini karena kurangnya perhatian terhadap akar-akar masalah penyebab krisis.

Mottaki menunjuk adanya upaya-upaya yang sengaja dibuat yang menyebabkan perpecahan di Lebanon dan mengatakan bahwa "sebuah pengertian di antara kelompok-kelompok di Lebanon akan menjadi satu-satunya solusi atas krisis di negara tersebut."

Dia mengingatkan bahwa tindakan-tindakan teroris saat ini dapat menjadi bagian dari sebuah konspirasi besar yang digunakan untuk menebarkan ketidakamanan di kawasan.

Mottaki mendesak Eropa segera memainkan peranan yang lebih aktif di Lebanon. Demikian sumber Irna melaporkan.

Sementara itu, Akselsen menekankan pentingnya meningkatkan saling pengertian mengenai Islam dan Barat, dan mengatakan upaya ini adalah salah satu agenda dari kepentingan kedua negara.

Anggota parlemen Norwegia itu meminta Iran untuk mempengaruhi kelompok-kelompok Lebanon guna mengatasi krisis di negara tersebut. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, Khutbah, RMI NU Haedar Nashir

Selasa, 28 November 2017

IPNU dan IPPNU Jember Tingkatkan Kemampuan Penelitian Sosial

Jember, Haedar Nashir. Dalam rangka meningkatkan kemampuan para kader NU untuk membuat penelitian sosial, Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Jember menggelar “Halaqoh Riset” di kampus Universitas Islam Jember (UIJ), Ahad (21/11). Halaqoh dengan materi metodologi penelitian tersebut ditutori dosen senior UIJ, Samanhudi.

Peserta kegiatan tersebut terdiri dari 20 orang yang merupakan perwakilan dari Universitas Jember, Politeknik Negeri Jember dan IAIN Jember. “Peserta memang kami batasi agar halaqoh ini lebih efektif hasilnya. Ini kami rencanakan hingga empat kali pertemuan,” ujar Pengurus IPNU Jember Muhammad Ardi Wiranata.

IPNU dan IPPNU Jember Tingkatkan Kemampuan Penelitian Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Jember Tingkatkan Kemampuan Penelitian Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Jember Tingkatkan Kemampuan Penelitian Sosial

Menurut Ardi, keterampilan atau kemampuan mahasiswa dalam membuat penelitian, secara umum masih rendah. Padahal, selain merupakan syarat mutlak bagi mahasiswa untuk membuat skripsi, penelitian juga menjadi ciri khas akademis dalam memetakan persoalan dan mencari jalan keluarnya.

Oleh karena itu, katanya, IPNU-IPPNU Jember akan terus mendorong terselenggaranya kegiatan halaqoh, pelatihan dan sejenisnya untuk meningkatkan wawasan kemampuan kader dalam membuat penelitian. “Ini sudah menjadi komitmen kami untuk meningkatkan wawasan kader, khususnya dalam penelitian. Ini nanti juga direncanakan ada halaqoh riset gelombang kedua dan seterusnya,” tambah Ardi.

Sementara itu, Samanhudi berharap kader NU di manapun agar bisa menunjukkan jati dirinya sebagai pelajar atau mahasiswa yang mumpuni. Sebab, yang berbicara akhirnya adalah kemampuan individu, bukan lembaga.

Artinya, kata Simon, sapaan akkrabnya, di manapun mahasiswa menimba ilmu,? kementerengan lembaga sesungguhnya tak terlalu penting. Tapi yang jauh lebih penting justru kemampuan atau kecakapan sang kader. “Oleh karena itu, mari kita tunjukkan bahwa kita kader NU yang hebat dan mumpuni,” pungkasnya. (aryudi a. razaq/abdullah alawi)?

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Lomba, Aswaja, Khutbah Haedar Nashir

Sabtu, 11 November 2017

Masih Terbuka Upaya Diplomasi

London, Haedar Nashir. Menteri Muda Luar Negeri AS, Nicholas Burns, Selasa (27/3), mengungkapkan bahwa masih terbuka kemungkinan upaya diplomasi untuk mengatasi ketegangan antara Iran dan komunitas internasional kaitannya dengan program pengayaan uraniumnya.



Masih Terbuka Upaya Diplomasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Terbuka Upaya Diplomasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Terbuka Upaya Diplomasi

Kepada harian Financial Times, Burns mengatakan bahwa AS “telah dengan sabar membantu menciptakan koalisi internasional yang besar ini,” mengacu pada keputusan Dewan Keamanan PBB pada Sabtu lalu untuk menjatuhkan sanksi kepada Iran atas ambisi nuklirnya.

“Saya kira, kita masih punya waktu untuk bekerja,” ungkap Burns kepada harian bisnis tersebut.

Haedar Nashir

Menurutnya, diplomasi akan berhasil jika diimbangi dengan kesabaran dan ketekunan. Karena itu, tambahnya lagi, upaya diplomasi ini masih mungkin untuk dimainkan.

Burns juga mengatakan bahwa saat ini ”Iran secara internasional berada dalam posisi yang tidak menguntungkan,” mengingat lima anggota tetap DK (AS, Inggris, China, Rusia, Perancis) plus Jerman mendesak Iran untuk menghentikan aktivitas uraniumnya yang disinyalir sebagai langkah untuk pembuatan senjata nuklir.

Haedar Nashir

Pihaknya mengatakan bahwa kepemimpinan Iran bukanlah “sebuah rezim yang monolitik,” namun suatu pemerintahan yang didalamnya banyak pihak menginginkan perundingan guna mencari solusi terbaik krisis nuklir Iran. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Khutbah, Humor Islam Haedar Nashir

Kamis, 02 November 2017

Innalillahi, Mustasyar PBNU KH Syatibi Syarwani Tutup Usia

Jakarta, Haedar Nashir

Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Kabar duka datang dari Banten. Salah seorang Mustasyar PBNU, KH Syatibi Syarwani meninggal dunia, Jumat (15/9), sekitar pukul 12.00 WIB. Rumah duka beralamat di Kampung Langana, Desa Sukaharja, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak.

Innalillahi, Mustasyar PBNU KH Syatibi Syarwani Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, Mustasyar PBNU KH Syatibi Syarwani Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, Mustasyar PBNU KH Syatibi Syarwani Tutup Usia

Informasi tersebut disampaikan staf Syuriyah PBNU Mahbub Ma’afi. Kabar duka yang menyebar ke berbagai media sosial ini pun mengundang ungkapan belasungkawa dan doa warga NU.

Kiai Syatibi termasuk di antara nama-nama yang pernah direkomendasikan masuk dalam daftar anggota Ahlul Halli wal Aqdi pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang, 2015 lalu. Ulama kharismatik ini aktif di NU sejak muda.

Haedar Nashir

Atas kiprah dan jasanya, ia disebut-sebut sebagai salah satu “paku bumi” atau penyangga NU Banten. Meski usia melebihi 80 tahun, Kiai syatibi hampir tak pernah absen di acara-acara penting yang diadakan NU.

Kiai Syatibi mengemban amanah sebagai mustasyar PBNU hasil Muktamar Ke-33 NU untuk periode 2015-2020. Namun, perjalanan tugas mesti terhenti di tengah jalan karena pulang ke rahmatullah. Lahul fatihah. (Mahbib)



Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Santri, Fragmen, Khutbah Haedar Nashir

Minggu, 22 Oktober 2017

Maarif NU Dakwahkan Aswaja An Nahdliyah dengan Kegiatan Kemah Nasional

Jakarta, Haedar Nashir



Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj atau yang akrab disapa Kiai Said mengatakan, budaya itu harus menjadi infrastruktur atau pondasi agama.?

Maarif NU Dakwahkan Aswaja An Nahdliyah dengan Kegiatan Kemah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU Dakwahkan Aswaja An Nahdliyah dengan Kegiatan Kemah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU Dakwahkan Aswaja An Nahdliyah dengan Kegiatan Kemah Nasional

"Tanah air dulu yang kokoh, baru agamanya," kata Kiai Said mengawali pembicarannya saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimanas) II dengan tema Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah: Kokohkan Karakter Generasi Bangsa yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan Maarif NU di Lantai 8 Gedung PBNU Jakarta, Sabtu (25/3).

Kiai Said juga meminta kepada Nahdliyin untuk aktif dan menyebarkan Islam damai di dunia maya.

"Kita harus menguasai medsos (untuk mendakwahkan Islam yang damai dan ramah). Kalau tidak pakai medsos, kalah kita," cetusnya.

Terkait dengan agenda Perwimanas, Kiai Said berharap, kegiatan tersebut bisa melahirkan kader-kader muda yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah.

Haedar Nashir

"Semoga membawa kemajuan kepada Maarif, " terangnya.?

Sementara itu, Ketua LP Maarif NU KH Z Arifin Junaidi mengatakan, acara perkemahan ini adalah yang kedua.

Haedar Nashir

Lebih jauh, ia menyebutkan, tujuan diadakannya kemah nasional ini ada dua. Pertama, melahirkan kader-kader muda yang memiliki paham Aswaja An Nahdliah.

"Yang kedua, kita ingin menciptakan kader NKRI harga mati," jelasnya.

Terkait kegiatan kemah tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi mengatakan akan mendukungnya.

"Kita tidak hanya mendukung, tetapi mendorong," kata H Imam disambut gelak tawa penonton.

Ia berharap, acara kemah nasional yang diselenggarakan LP Maarif NU itu bisa membawa dampak yang positif.?

Melalui pramuka, ia berharap acara tesebut bisa meng-ahlussunnah-kan masyarakat sekitar.?

"Pramuka bukan hanya untuk pramuka saja, tetapi juga untuk masyarakat," cetusnya.

Rencananya, acara kemah nasional ini akan digelar pada 18 - 20 September 2017 di Magelang dan diikuti enam ribu peserta. (Muchlishon Rochmat/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ubudiyah, Khutbah, Habib Haedar Nashir

Minggu, 08 Oktober 2017

Wabup Subang: Pesantren Terbukti Cetak Generasi Handal

Subang, Haedar Nashir. Wakil Bupati Subang Imas Aryumningsih menyebutkan bahwa peran ulama, santri dan pesantren begitu vital bagi bangsa Indonesia.

Wabup Subang: Pesantren Terbukti Cetak Generasi Handal (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Subang: Pesantren Terbukti Cetak Generasi Handal (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Subang: Pesantren Terbukti Cetak Generasi Handal

“Ajaran agama tentu menjadi filter atas budaya global yang merusak moral bangsa sehingga peran pesantren sangat besar di Indonesia ini,” ujar Imas seusai memperingati Hari Santri Nasional di Wisma Karya Subang, Sabtu (22/10).

Menurut Imas, sebagaimana kemajuan teknologi yang digunakan salah kaprah, menjadikan generasi muda bangsa Indonesia begitu mudah terpengaruh hal negatif. “Maka kehadiran pesantren Insyaallah dapat membendung itu semua," katanya.

Haedar Nashir

Hal yang tak kalah pentingnya, lanjut Imas, peran alim ulama juga merupakan panutan masyarakat. “Tanpa mereka (alim ulama, red), negara tidak akan tentram karena orang tidak diajarkan untuk sabar dan sebagainya,” ucapnya.

Karena, lanjut Ketua DPD Golkar Subang ini, proses pengasuhan yang dilakukan oleh para alim ulama di pondok pesantren sudah terbukti sebagai tempat untuk mencetak generasi-generasi yang handal.

Haedar Nashir

“Inilah kelebihan khusus di pondok pesantren. Orang tua jadi tenang saat menitipkan anak di pesantren. Saya rasa lebih aman di pesantren, selama 24 jam anak kita dibimbing penuh oleh seorang alim ulama,” tegasnya.

Selain mendukung dan mengapresiasi refleksi HSN, Imas juga mengajak kepada segenap elemen masyarakat untuk mendukung gerakan Ayo Mondok. “Jangan khawatir, seorang ulama, ataupun kiai, memiliki metodologi sendiri dalam membina santrinya. Dan saya yakin, berkat doa dari ulama anak-anak kita menjadi anak yang berguna untuk nusa dan bangsa,” pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah Haedar Nashir

Senin, 04 September 2017

Pemuda Masjid Limbangan Ngaji Islam Nusantara pada 1 Muharram

Jakarta, Haedar Nashir - Para pemuda masjid di Desa Limbangan Kecamatan Losari Kabupaten Brebes yang tergabung dalam Jam’iyah Isymalul Hijri (Ittihad Syubban Masjid Jami’ At-Taqwa Limbangan) menyelenggarakan berbagai kegiatan sejak 30 September-2 Oktober 2016 dalam rangka menyambut tahun baru 1438 H. Mereka melakukan kajian Islam Nusantara yang satu tahun belakangan ramai diperbincangkan.

Hadir sebagai narasumber kajian ini Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon Ustadz Masyahari dengan moderator aktivis NU Nashruddin. Tema Islam Nusantara sengaja diangkat dalam upaya mengenalkan masyarakat tentang term yang lagi hangat.

Pemuda Masjid Limbangan Ngaji Islam Nusantara pada 1 Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Masjid Limbangan Ngaji Islam Nusantara pada 1 Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Masjid Limbangan Ngaji Islam Nusantara pada 1 Muharram

Masyhari mengatakan, “Islam Nusantara adalah Islam khas ala Indonesia, gabungan nilai Islam teologis dengan nilai-nilai tradisi lokal, budaya, dan adat istiadat di Tanah Air. Dengan kata lain, Islam Nusantara berarti menyinergikan ajaran Islam dan adat istiadat lokal yang tersebar di wilayah Indonesia.”

Menurutnya, yang menjadi nilai pokok dari Islam adalah pesan rahmatan lil ‘alamin, pembawa keteduhan dan kedamaian, dengan tetap berlandaskan akidah tauhid sebagaimana ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw. “Inilah Islam yang dikampanyekan dalam Islam Nusantara,” kata Masyhari.

Haedar Nashir

Pelbagai kegiatan dalam menyambut tahun baru Hijriyah ini merupakan hajat tahunan dan sudah berlangsung selama 13 tahun setelah berdirinya jamiyah pada 6 September 1999 M. Acara ini yang dipusatkan di masjid tersebut dibuka pada Jumat (30/9) dengan seminar keagamaan dalam tema “Islam Nusantara”, lomba hafalan Al-Qur’an (MHQ) tingkat usia sekolah dasar yang digelar pada Sabtu (1/10) dan malam harinya disambung dengan istighotsah dan do’a bersama.

Haedar Nashir

Sementara pawai ta’aruf, sunatan massal dan semaan kubro yang bekerja sama dengan Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Losari pada Ahad (2/10). Rangkaian acara ini ditutup dengan santunan anak yatim dan pengajian umum bersama KH Kholil Rohmat, kiai kondang dari Tegal. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul, Khutbah Haedar Nashir

Senin, 07 Agustus 2017

GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung

Bandar Lampung, Haedar Nashir - Liga Santri Nusantara (LSN) Region VIII Sumatera Lampung terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kali ini panitia pelaksana dan koordinator LSN Region VIII Sumatera Lampung mendapat dukungan moral dari keluarga besar GP Ansor Provinsi Lampung.

Ketua GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim mengatakan, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan LSN Region VIII Sumatera Lampung tahun 2017.

GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung

Hal ini disampaikan ketika menerima rombongan panitia pelaksana dan koordinator LSN Region VIII Sumatera Lampung di Kantor GP Pemuda Ansor, Jalan Raden Gunawan II Gang Melati Kelurahan Rajabasa Pemuka Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung, Senin (14/8).

Haedar Nashir

“Momentum Liga Santri Nusantara (LSN) harus menjadi media silaturahim dan pencarian bakat santri-santri se-Provinsi Lampung untuk kelak nanti terjun di masyarakat di gelanggang persebakbolaan nasional, dan saya yakin kalau pemain profesional sepakbola yang lahir dari rahim pesantren akan memberi warna tersendiri,” katanya.

Haedar Nashir

Koordinator LSN Region VIII Lampung Munir A Haris menambahkan, selain ajang silaturahim antar-pesantren se-Provinsi Lampung dan pencarian bakat, agenda istimewa yang berskala nasional ini juga sebagai media untuk menyosialisasikan Istinbath Darussa’adah yang digelar beberapa waktu lalu di Kabupaten Lampung Tengah, beberapa di antaranya pimpinan pesantren se Provinsi Lampung mendukung diterbitkannya Perppu No 02 Tahun 2017 tentang Ormas Anti Pancasila dan serta menolak penerbitan Permendikbud No 23 Tahun 2017 tentang Full Day School (FDS).

Bendahara panitia pelaksana Reka Putra menambahkan, LSN Region VIII Sumatera Lampung tahun 2017 ini akan diikuti 48 klub pesantren se-Provinsi Lampung. Mereka memperebutkan total hadiah 28 juta dari Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim.

Kick Off LSN Region VIII Sumatera Lampung akan digelar tanggal 28 Agustus 2017 mendatang di Lapangan Merdeka Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur.

Pertandingan ini rencananya dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PP RMI NU KH Abdul Ghofarrozin, Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrowi, Ketua PWNU Provinsi Lampung KH RM Sholeh Bajuri, Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim, badan otonom NU, lembaga-lembaga NU, para pengasuh pesantren, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri, Khutbah Haedar Nashir

Senin, 31 Juli 2017

Warga Solo Buka Bersama Sinta Nuriyah di Loji Gandrung

Solo, Haedar Nashir. Halaman rumah dinas walikota Solo, Loji Gandrung, pada Sabtu (20/7) sore kemarin terlihat lebih ramai dari biasanya. Sekitar 300 orang yang berasal dari wilayah Solo dan sekitar hadir ke tempat ini untuk mengikuti dialog dan buka puasa bersama Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

Kota Solo menjadi salah satu kota langganan untuk digelarnya kegiatan buka puasa bersama keluarga Gus Dur ini pada setiap tahunnya ketika bulan Ramadhan tiba. Kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama Pemkot Solo dan Keluarga alumni Ma’had Al Muayyad (Kamal) Solo ini mengangkat tema dialog "Puasa: Sekolah untuk Kesabaran dan Kejujuran".

Warga Solo Buka Bersama Sinta Nuriyah di Loji Gandrung (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Solo Buka Bersama Sinta Nuriyah di Loji Gandrung (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Solo Buka Bersama Sinta Nuriyah di Loji Gandrung

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya ketika istri dari Presiden RI ke-4 ini bisa kembali hadir di Kota Solo. Ia juga menuturkan bahwa Solo yang baru saja mendeklarasikan diri sebagai kota Shalawat terus berupaya menciptakan suasana kota yang nyaman, aman, dan kondusif.

Haedar Nashir

“Solo sudah kita tetapkan sebagai kota Shalawat,” tegasnya.

Sementara Sinta Nuriyah menuturkan bahwa kegiatan ini sudah dilakukannya sejak Gus Dur masih menjadi presiden. Tidak hanya buka puasa bersama yang dilakukan, sahur bersama pun juga ia lakukan dalam setiap tour Ramadhannya.

Haedar Nashir

Di hadapan para warga yang hadir, Sinta menyatakan bahwa tema dialog yang diusungnya ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi bangsa saat ini. “Setiap tahun temanya berubah-ubah sesuai kondisi bangsa,” ujar perempuan kelahiran Jombang, 8 Maret 1948 ini.

Dalam kesempatan tersebut, sosok yang dikenal pluralis ini juga menyatakan, “kita ini hidup di negara Bhinneka Tunggal Ika. Artinya Indonesia ini terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama.”

Mengingat kondisi bangsa yang belakangan ini sering terjadi konflik antar kelompok agama maupun suku, lewat pernyataannya tersebut, Sinta ingin mengajak kepada semuanya untuk senantiasa berbagi kasih dan sayang dalam hal kemanusiaan.

Ia menuturkan bahwa banyak yang berpuasa namun tidak tahu makna dan hakekat puasa itu sendiri. Puasa bukan hanya sebatas pengguguran kewajiban seorang hamba kepada Tuhannya semata. Namun dari puasa kita belajar memaknai hidup lewat mereka yang kurang mampu agar kita saling berbagi.

“Ternyata kaum muslimin dan muslimat ketika menjalankan puasa masih banyak yang belum mengerti tentang makna dan hakekat puasa yang sesungguhnya. Islam itu sangat menjunjung tinggi kemanusiaan maka dari itu kita diajarkan untuk saling berbagi,” tandasnya.

Ia menegaskan bahwa inti dari puasa itu bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu adalah supaya kita sebagai hamba menjadi orang-orang yang bertakwa seperti yang telah tertuang dalam QS Al-Baqarah ayat 183.

Redaktur ? ? : A. Khoirul anam

Kontributor: Ahmad Rodif Hafidz

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah Haedar Nashir