Mereka yang non-muslim ingin merasakan suka cita yang dialami kaum muda umat Muslim dalam menjalani ibadah puasa pada Ramadhan 1435 H. Ketua CIS Timor Wingsthon Rondo, di sela-sela buka puasa bersama Rabu (10/7) itu, mengatakan, toleransi dan solidaritas antar sesame harus senantiasa ditunjukkan di tengah keberagaman demi membangun kekompakan bekerja untuk kepentingan bangsa yang lebih besar.
| Pemuda Lintas Agama NTT Gelar Buka Puasa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pemuda Lintas Agama NTT Gelar Buka Puasa Bersama
Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Gareja Masehi Injili Timor (GMIT) Sinode Kupang dan LSM CIS Timor bersama Pemuda Lintas Agama dan Komunitas Peac Maker Kupang dengan tema “Imam Orang Muda Dalam Bingkai Toleransi Umat Beragama”.Haedar Nashir
Wisthon menambahkan, orang muda perlu memiliki pengalaman bisa berbagai inspirasi dalam hidup ini. Program yang pertama kali diadakan di kantornya ini menjadi momen langka dalam sejarah kehidupan di Tanah Air.“Dengan momen buka puasa bersma, semua pemuda lintas agama kita sama-sama merasakan suka cita yang dirasakan oleh sahabat-sahabat kita yang beragama Muslim. Kita semua di sini semua berperan, ada yang cuci piring, ada yang masak dan ada yang membuka tikar untuk acara buka dan sahur bersama,” ujanrya.
Haedar Nashir
Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nadhlatul Ulama (IPNU) NTT Iksan Arman Pua Upa mengaku mengaku senang dengan kebersamaan yang dibangun dalam forum ini.“Kami berterima kasih kepada GMIT dan CIS Timor yang telah mengadakan acara buka puasa bersama semua pemuda lintas agama. Momen sejarah yang terlupakan ini, agar kita tetap bersatu untuk sama membangun Provinsi NTT. (Ajhar Jowe/Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Haedar Nashir Pondok Pesantren, Internasional Haedar Nashir