Kamis, 25 Agustus 2011

Afganistan Berisiko Jadi Produsen Narkoba Dunia

Wina, Haedar Nashir

Afghanistan berisiko menjadi negara produsen narkoba jika tidak ada dukungan internasional untuk membantu penciptaan lapangan kerja di negara tersebut, demikian kepala Kantor PBB untuk Obat-Obat Terlarang dan Kriminal (UNODC) Yury Fedotov pada Rabu.

Fedotov menggambarkan masa depan suram persoalan narkotika di Afghanistan satu tahun sebelum penarikan pasukan NATO pada tahun depan, lapor Reuters dan dikutip Antaranews.

Afganistan Berisiko Jadi Produsen Narkoba Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Afganistan Berisiko Jadi Produsen Narkoba Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Afganistan Berisiko Jadi Produsen Narkoba Dunia

Dia mengatakan bahwa kehadiran pasukan NATO telah menciptakan sepertiga total investasi dan lapangan kerja di Afghanistan. Dengan demikian Fedotov berpendapat bahwa pemerintah setempat harus segera bertindak sebelum pasukan NATO mengakhiri tugasnya.

Haedar Nashir

Penelitian tahunan UNODC yang akan dilakukan pada akhir bulan ini akan menunjukkan seberapa banyak peningkatan pembibitan dan produksi opium dibandingkan pada tahun 2012, demikian Fedotov kepada Reuters dalam sebuah wawancara.

Haedar Nashir

Afghanistan saat ini merupakan produsen nomor satu opium (bahan utama untuk membuat heroin) di dunia. Dari situlah Taliban mendapatkan pendanaan untuk gerakan gerilyanya.

"Keadaan saat ini semakin memburuk dan ini sangat mengecewakan," kata Fedotov.

Dia mengatakan bahwa kondisi tersebut merupakan sebuah kemunduran yang harus disikapi sebagai tantangan.

Pemerintah Afghanistan akan membutuhkan lebih banyak bantuan untuk menghentikan penanaman opium saat sebagian besar tentara asing pulang ke negaranya masing-masing.

Obat-obatan terlarang telah menjadi sumber pendanaan utama pemberontakan dan mengancam stabilitas keamanan kawasan. Selain itu, angka kecanduan di Afghanistan merupakan yang terbesar di dunia.

"Afghanistan juga merupakan lahan yang subur untuk korupsi dan berkembangnya organisasi kriminal transnasional," kata dia.

Setelah hampir 12 tahun pasukan NATO menginvasi Afghanistan, masih banyak wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Taliban dan pasukan lokal masih bergantung dengan dukungan unit udara luar negeri, terutama di wilayah terpencil.

Fedotov mengatakan bahwa memang terdapat niat politik di kalangan pejabat Afghanistan untuk mengakhiri persoalan narkoba. Namun upaya penangkapan dan penyitaan selama ini masih gagal membendung naiknya produksi opium.

Menurut Fedotov, petani-petani Afghanistan membutuhkan infrastruktur yang lebih baik dan pasar-pasar baru untuk menjual produk-produk legal. Lapangan kerja baru di sektor pertanian dan industri dibutuhkan untuk mengubah ekonomi yang bergantung pada produksi narkoba.

"Kita masih belum bisa membangun model ekonomi alternatif di Afghanistan," kata dia. 

Pada akhir tahun lalu, Afghanistan mensuplai 75 persen pasar heroin dunia.

“Diasumsikan, tahun ini akan mencapai 90 persen, kata Jean-Luc Lemahieu, pejabat tinggi PBB untuk kontra-narkotika di Afghanistan seperti dilaporkan servingdrope.

Produksi opium semakin menguntungkan ketika harganya naik sejak 2010 ketika terjadi pemberantasan penanaman opium. Petani dapat memperoleh $203 setara 2.250.000 rupiah per kilo ketika memanen opium, dibandingkan hanya $43 sen (Rp4800) per kilo gandung atau $1.25 (Rp14.000) beras.

Secara keseluruhan, produksi opium bisa mencapai angka seperti tahun 2008, ketika 388,000 hektar lahan ditanami opium. (mukafi niam)  

Foto: servingdrope

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Humor Islam, AlaNu Haedar Nashir

Minggu, 21 Agustus 2011

PC IPNU-IPPNU Batang Dilantik

Batang, Haedar Nashir. Didampingi jajaran PW IPPNU Jateng, Sekretaris Umum PP IPNU H Muhammad Nahdhi memimpin pelantikan kepengurusan IPNU Batang di aula pendopo kabupaten Batang, Ahad (4/5).

PC IPNU-IPPNU Batang Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Batang Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Batang Dilantik

Pelantikan ini dihadiri Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, kepengurusan PCNU Batang, dan segenap pengurus lembaga, lajnah dan Banom NU Batang, serta sejumlah elemen kepemudaan di Batang.

“IPNU-IPPNU merupakan gerbang awal pengaderan NU. Sehingga, tidak ada alasan untuk tidak mendukung kegiatan kami baik secara moral, spiritual, maupun material,” kata Ketua PC IPNU Batang Ahmad Yusuf.

Haedar Nashir

Menurutnya, jauh sebelum pelantikan PC IPNU dan IPPNU Batang sudah sibuk dengan beberapa agenda di antaranya Istighosah sukses UN 2014 yang diikuti lebih dari 1000 pelajar SMA sederajat di Batang.

Haedar Nashir

Bekerja sama dengan Laskar Batang, IPNU dan IPPNU Batang menggelar dialog inspiratif caleg muda yang diikuti 12 parpol nasional, imbuh Yusuf. BPUN (Bimbingan Pasca Ujian Nasional) pada 3-4 Mei lalu juga terselenggara atas kerja sama dengan GP Ansor Batang dan Yayasan Mata Air Jakarta.

“Ini luar biasa. Sebelum pelantikan sudah banyak kegiatan. Saya memberikan apresiasi besar kepada segenap pengurus IPNU-IPPNU Batang. Saya minta agar semangat itu tidak hanya muncul di awal. Buatlah program yang sesuai dengan kebutuhan kader agar mereka mencintai IPNU dan IPPNU,” ujar Nahdhi.

“PCNU Batang mendukung penuh kegiatan IPNU dan IPPNU. Kalian harus mampu menjaga soliditas di internal pengurus dan komunikasi yang baik dengan para kader,” pesan Wakil Ketua PCNU Batang Kamal Yusuf.

Di sela rangkaian pelantikan juga diadakan bedah novel berjudul "Asa Anak Desa” karya Waseksend PP IPNU dan dilanjutkan dengan Rakercab I. (Slamet/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu Haedar Nashir