Selasa, 28 Agustus 2012

Inspektur Bersarung dalam Apel Harlah NU di Pringsewu

Pringsewu, Haedar Nashir. Mengenakan sarung berwarna putih dipadu dengan Seragam batik NU, Mustasyar PCNU Pringsewu H Sujadi memimpin Upacara Apel Hari Lahir NU ke 91 di Lapangan Gedung PCNU, Selasa (31/1). Setiap Peserta Apel yang merupakan pengurus NU, Badan otonom dan para siswa Lembaga Maaarif tersebut juga mengenakan seragam masing-masing.

Dalam apel tersebut, H Sujadi mengingatkan seluruh pengurus dan warga NU di Kabupaten Pringsewu untuk senantiasa memegang teguh Qanun Asasi Nahdlatul Ilama yang merupakan Undang-undang Dasar NU dan dibacakan oleh kahdratus Syaikh KH Hasyim Asyari saat didirikannya NU.

Inspektur Bersarung dalam Apel Harlah NU di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Inspektur Bersarung dalam Apel Harlah NU di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Inspektur Bersarung dalam Apel Harlah NU di Pringsewu

Abah Sujadi juga mengingatkan pentingnya memegang teguh Resolusi Jihad yang merupakan cikal bakal penyulut semangat kemerdekaan RI. "Resolusi jihad merupakan ruh dalam memperjuangkan dan mempertahankan NKRI. Mari terus berkhidmah di NU sebagai bentuk upaya memperjuangkan NU untuk indonesia," ajaknya.

Dalam mempertahankan Negara Sujadi juga mengingatkan untuk memegang teguh PBNU yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45. "Dengan mempertahankan NU dan Ahlussunnah wal Jamaah kita terus jaga negara kita. NKRI harga mati," tegasnya.

Ia juga mengingatkan segenap pengurus NU untuk memegang teguh khittah NU yang menjiwai seluruh pergerakan jamaah dan jamiyyah NU. Dengan prinsip berkhidmah  ini warga NU khususnya di Kabupaten Pringsewu akan dapat berkiprah membantu upaya kemaslahatan daerah.

Haedar Nashir

"Dengan kiprah NU di Kabupaten Pringsewu kita optimis akan tercipta Baldatun Thayuibatun warabbun ghafur. Semoga keberkahan akan senantiasa menaungi Jamaah dan Jamiyyah NU Pringsewu," harapnya.

Dalam Apel tersebut juga dilaksanakan pelantikan Pimpinan Anak Cabang Persatuan Guru NU di 9 Kecamatan di Kabupaten Pringsewu oleh Pimpinan Wilayah Pergunu Provinsi Lampung. Selain itu diumumkan pula para  pemenang lomba dai dan daiyyah yang dilaksanakan sehari sebelum Apel Harlah NU sekaligus penyerahan Hadiah dan piala oleh Inspektur Upacara. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Budaya, Sholawat Haedar Nashir

Jumat, 17 Agustus 2012

Bertemu Kapolres, IPNU Kudus Desak Polisi Cegah Penyakit Masyarakat

Kudus, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Kudus mengadakan audiensi dengan Kapolres daerah setempat Kamis (10/10). PC IPNU yang dipimpin ketuanya Dwi Syaifullah diterima Kepala Polres Kudus AKBP Bambang Murdoko bersama jajarannya.

Bertemu Kapolres, IPNU Kudus Desak Polisi Cegah Penyakit Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bertemu Kapolres, IPNU Kudus Desak Polisi Cegah Penyakit Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bertemu Kapolres, IPNU Kudus Desak Polisi Cegah Penyakit Masyarakat

Bertempat di ruang Polres itu, IPNU meminta pihak kepolisian proaktif melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap penyakit masyarakat, seperti perjudian, minuman keras dan tawuran antarpelajar. IPNU menilai pembiaran atas kondisi ini sangat mempengaruhi prilaku remaja dan pelajar.

“IPNU berharap polres mengawasi tempat-tempat yang berpotensi menjadi sumber-sumber maksiat semacam warung penjual alkohol ataupun bilik warnet yang tertutup,” kata Ketua IPNU Dwi Syaifullah dihadapan Kapolres Kudus.

Haedar Nashir

Pelajar atau remaja, lanjut Dwi, seringkali menjadi korban penyakit masyarakat. Selama ini, IPNU Kudus memberikan advokasi kepada remaja dan pelajar sehingga sering mendapat keluhan dari orang tua bahwa anaknya terkena dampak prilaku negaif.

“Melalui pengawasan dan pencegahan intensif, insya Allah akan mampu mengurangi kenakalan remaja,”imbuhnya.

Haedar Nashir

Kapolres Kudus AKBP Bambang Murdoko menyambut baik permintaan dari IPNU. Menurutnya, sebagai ormas remaja dan pelajar memang seharusnya menjadi pelopor menyuarakan kepentingan masyarakat.

“Kepolisian selalu berupaya melakukan pengawasan melalui operasi  supaya berbagai bentuk penyakit masyarakat,”katanya.

Dalam audiensi itu, jajaran PC IPNU yang menyertai ketua Dwi Syaifullah adalah Sekretaris IPNU Ali Shofi’i, KomandanCBP Kudus Khoirul Anam dan pengurus harian. Sedangkan dari polres antara lain Kapolres Kudus Bambang Murdoko, Wakabinmas Polres Rahma, Kasatlantas bagian Kecelakaan Bambang N. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Syariah Haedar Nashir

Minggu, 12 Agustus 2012

NU Kota Pekalongan Gelar Konfercab, Sejumlah Tokoh Ramaikan Pencalonan

Pekalongan, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan dijadwalkan Ahad (29/10) akan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) untuk memilih rais dan ketua masa khidmah 2017-2022.

NU Kota Pekalongan Gelar Konfercab, Sejumlah Tokoh Ramaikan Pencalonan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kota Pekalongan Gelar Konfercab, Sejumlah Tokoh Ramaikan Pencalonan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kota Pekalongan Gelar Konfercab, Sejumlah Tokoh Ramaikan Pencalonan

Kegiatan yang akan berlangsung di Gedung Aswaja, Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan dihadiri delegasi dari Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) dan Ranting NU se-Kota Pekalongan. 

Meski sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hasil Muktamar di Jombang Jawa Timur bahwa konferensi cabang dihadiri dan dipilih oleh utusan dari MWC, akan tetapi karena PCNU Kota Pekalongan hanya memilik 4 MWC, maka sesuai dengan aturan PCNU dapat mengundang Ranting NU sebagai peserta.

Ketua Panitia Konfercab H Muhtarom mengatakan, untuk memastikan ranting NU bisa menjadi peserta yang memiliki hak pilih, pihaknya sedang berkonsultasi ke PWNU Jawa Tengah.

"Karena NU Kota Pekalongan hanya terdapat 4 MWC, maka panitia berkonsultasi ke PWNU untuk dapat mengundang ranting sebagai peserta penuh," ujar Muhtarom yang juga Sekretaris PCNU Kota Pekalongan.

Haedar Nashir

Dikatakannya, ada empat komisi yang akan dibahas dalam konfercab, yakni bahtsul masail diniyah, program kerja, rekomendasi dan organisasi. Akan tetapi selain empat komisi yang akan dibahas, menurut Muhtarom ada satu hal yang ramai dibahas sebelum Konfercab, yakni figur yang menakhodai PCNU Kota Pekalongan lima tahun mendatang.

Meski dalam penentuan rais syuriyah tidak lagi menggunakan sistem voting, namun sistem baru yakni ahlul halli wal aqdi (Ahwa) tetap menjadi menarik bagi peserta konfercab.

Pasalnya, banyak figur yang dimunculkan selain rais sekarang yang masih menjabat KH Zaenuri Zainal Mustofa, beberapa kandidat rais berupaya dimunculkan antara lain KH Abdul Fatah Yasran, KH Zakaria Ansor dan KH Romadlon Abdul Jalil. 

Haedar Nashir

Sedang di jajaran Tanfidziyah yang masih menggunakan voting ada beberapa nama bermunculan antara lain KH Romadlon Abdul Jalil, H Salahudin, H Tubagus Surur, dan H Muhtarom.

Acara Konfercab yang bakal dibuka oleh PWNU Jawa Tengah juga akan diisi pameran foto-foto kegiatan PCNU selama lima tahun terakhir oleh Lembaga Talif Wan Nasr (LTN) NU Kota Pekalongan.  

Beberapa kegiatan sebelum Konfercab yang berhasil digelar  antara lain Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) angkatan ketiga, Muskercab  3, apel peringatan hari santri nasional, dan pembacaan 1 miliar sholawat nariyah. (Abdul Muiz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan Haedar Nashir