Minggu, 02 Maret 2014

Ini Komentar Imam Aziz Soal Jilbab Halal dan Labelisasinya

Gunung Kidul, Haedar Nashir - Terminologi jilbab halal menarik perhatian Ketua PBNU H Imam Aziz. Istilah ‘jilbab halal’ beserta sertifikat halal yang menyertainya bagus-bagus saja di Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Islam. Hanya saja yang terbaik adalah edukasi halal itu sendiri, bukan sertifikatnya.

"Produk bersertifikat halal memang perlu, tapi yang lebih perlu dan penting itu edukasi halal, " ujar H Imam Aziz kepada Haedar Nashir, Ahad (7/2).

Ini Komentar Imam Aziz Soal Jilbab Halal dan Labelisasinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Komentar Imam Aziz Soal Jilbab Halal dan Labelisasinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Komentar Imam Aziz Soal Jilbab Halal dan Labelisasinya

Menurut Imam, halal dan haram itu bukan labelisasi tetapi pendidikan kepada masyarakat agar mereka memahami halal dan haram sebagaimana yang diajarkan Islam.

Haedar Nashir

"Selain itu, labelisasi itu berisiko karena setelah sebuah produk itu sudah dicap halal, jangan-jangan di tengah-tengah perjalanan produk tersebut sudah tidak halal lagi. Dikarenakan tidak setiap saat badan itu mengontrol produk yang telah dicap halal," jelas Imam.

Ia menambahkan, kalau edukasi itu berjalan dengan baik, sebuah produk itu akan halal li dzatih (Red. halal pada produk), maupun halal li ghairih (Red. halal pada pengguna)," pungkas Ketua PBNU tersebut. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, Amalan Haedar Nashir