Selasa, 25 Maret 2014

Beberapa Wirid Rasulullah Jelang Menunaikan Shalat

Suatu kali Rasulullah didatangi Salma Ummu Rafi’. Budak perempuan yang dimerdekakannya ini meminta petunjuk Rasulullah tentang amalan apa bisa ia praktikkan. Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam pun menjawab, “Saat engkau hendak menunaikan shalat bertasbihlah kepada Allah sepuluh kali, bertahlillah sepuluh kali, bertahmidlah sepuluh kali, bertakbirlah sepuluh kali, dan beristighfarlah sepuluh kali. Setelah engkau bertasbih, Allah mengatakan “Ini untuk-Ku”; setelah bertahlil, Allah mengatakan “Ini untuk-Ku”; setelah engkau bertahmid, Allah mengatakan “Ini untuk-Ku”, setelah engkau bertakbir Allah mengatakan “Ini untuk-Ku”; setelah engkau beristighfar, Allah mengatakan “Aku telah mengampunimu”.

Bertasbih berarti membaca:

Beberapa Wirid Rasulullah Jelang Menunaikan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Beberapa Wirid Rasulullah Jelang Menunaikan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Beberapa Wirid Rasulullah Jelang Menunaikan Shalat

? ? ?

Haedar Nashir

Subhânallâh (Mahasuci Allah)



Bertahlil berarti membaca:

? ? ? ? ?

Haedar Nashir

Lâilâha illallâh (tiada Tuhan selain Allah)



Bertahmid berarti membaca:

? ?

Alhamdulillâh (segala puji bagi Allah)



Bertakbir berarti membaca:

? ?

Allâhu akbar (Mahabesar Allah)



Beristighfar berarti membaca:

? ?

Astaghfirullahal ‘adhîm (aku memohon ampun kepada Allah)



Menjelang dilaksanakannya shalat merupakan waktu yang baik untuk dzikir dan berdoa. Rentang waktu tersebut menjadi momen umat Islam mempersiapkan diri menunaikan ibadah paling spesial, yakni shalat. Dalam salah satu hadits juga disebutan bahwa saat kumandang iqamah, adalah saat doa-doa dikabulkan.? (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

(Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja, Budaya, Sejarah Haedar Nashir