Menurut Koordinator Jenank Danar Ulil H, sejarah kota Kudus memiliki kisah heroik para pejuang kemerdekaan dalam merebut dan mempertahankan bangsa ini dari penjajah. Sejarah ini terdapat dalam pertempuran di kawasan Muria Kudus.
| Komunitas Jenank Napak Tilas Pertempuran Muria (Sumber Gambar : Nu Online) |
Komunitas Jenank Napak Tilas Pertempuran Muria
"Karenanya, napak tilas ini menyusuri beberapa titik lokasi perang mulai dari stasiun Wergu (sekarang Pasar Wergu), tugu identitas dan markas gerilya Desa Besito, Gebog, Kudus," katanya kepada Haedar Nashir.Haedar Nashir
Dalam mengakhiri acara bertema "Kudus, Secercah Darah Daulat Merah Putih", mereka berdiskusi sejarah Pertempuran Muria di Monumen Macan Putih, Glagah Kulon, Dawe bersama sejarawan Kudus Edy Supratno, dan Mbah Nasir, mantan kamituwo Glagah."Dalam diskusi ini keduanya memaparkan sejarah pertempuran kota Kudus. Mbah Nasir ini merupakan saksi hidup bagaimana masyarakat Glagah Kulon nyengkuyung perjuangan para pejuang kemerdekaan." tambah Danar yang juga aktivis MATAN Kudus ini.
Haedar Nashir
Seorang peserta napak tilas M. Khoirul Faizin mengatakan, belajar sejarah dengan mendatangi langsung lokasi ini sangat menyenangkan karena bisa mengenang perjuangan para pejuang kemerdekaan secara kontekstual."Selain itu, dengan narasumber yang relevan mampu mendekatkan kita kepada fakta sejarah yang sesungguhnya" ujar mahasiswa Universitas Muria Kudus ini. (Qomarul Adib/Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Haedar Nashir Sunnah Haedar Nashir