Selasa, 27 Februari 2007

Seni Untuk Dakwah ala Santri Ta’mirul Islam

Solo, Haedar Nashir. Islam di Indonesia dapat berkembang dengan pesat, salah satunya karena jasa para Walisongo yang menyebarkan Islam dengan pendekatan kesenian. Wayang, Gamelan dan lain sebagainya menjadi media dakwah untuk menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat yang waktu itu masih banyak menganut paham Hindu-Budha.

Metode ini, berdakwah dengan kesenian, rupanya menjadi inspirasi santri-santri Ma’had Aly Pondok Pesantren Ta’mirul Islam Surakarta. Pada acara Harlah Ma’had Aly yang ke-8, Sabtu (30/3) dihelat acara yang bertema “Dengan Seni Dakwah Menjadi Indah” di Kompleks Pondok Pesantren Ta’mirul Islam Surakarta.

Seni Untuk Dakwah ala Santri Ta’mirul Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Seni Untuk Dakwah ala Santri Ta’mirul Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Seni Untuk Dakwah ala Santri Ta’mirul Islam

Acara tersebut, akan menghadirkan Budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun) beserta grup Kiai Kanjeng. Salah satu panitia, Agus Styawan, menuturkan kesenian dapat menjadi salah satu cara efektif untuk berdakwah.

Haedar Nashir

“Dakwah dengan kesenian ini misalnya, yang sering kami lakukan yakni sholawatan bersama dengan diiringi rebana,“ kata Agus yang juga Ketua Dewan Mahasantri (Dema) Ma’had Aly ini.

Haedar Nashir

Agus melanjutkan tujuan acara ini juga untuk menjalin jalinan silaturahim mahasantri Ma’had Aly dengan masyarakat. Ma’had Aly sendiri merupakan sebuah lembaga pendidikan setingkat perguruan tinggi yang berdiri di bawah naungan Pondok Pesantren Ta’mirul Islam Surakarta.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Santri, Quote, Internasional Haedar Nashir