Senin, 27 Februari 2012

Perayaan Ya Qowiyyu Tanamkan Sifat Gemar Bersedekah Ki Ageng Gribig

Klaten, Haedar Nashir - Pertengahan bulan Safar ini, Perayaan Ya Qowiyyu yang merupakan symbol untuk mengenang sosok Ki Ageng Gribig, kembali digelar di Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Berbagai acara diadakan mulai dari seminar anti-narkoba, lomba memanah, dan puncaknya ditandai dengan penyebaran ribuan kue apam di Kompleks Masjid Ageng Gribig, Jumat (3/11) lalu.

Usai shalat Jumat, dua gunungan apam lanang dan wadon yang sebelumnya sudah disemayamkan semalam di kompleks Masjid Besar Jatinom diarak menuju oro-oro di kompleks pemakaman Ki Ageng Gribig.

Perayaan Ya Qowiyyu Tanamkan Sifat Gemar Bersedekah Ki Ageng Gribig (Sumber Gambar : Nu Online)
Perayaan Ya Qowiyyu Tanamkan Sifat Gemar Bersedekah Ki Ageng Gribig (Sumber Gambar : Nu Online)

Perayaan Ya Qowiyyu Tanamkan Sifat Gemar Bersedekah Ki Ageng Gribig

Menurut cerita tutur, asal muasal kue apam itu dari Mekah yang dibawa Ki Ageng Gribig untuk oleh-oleh anak cucunya. Karena tidak cukup, maka Nyi Ageng Gribig membuatnya lagi sekaligus untuk dibagikan kepada penduduk Jatinom. Sejak itu orang daerah ini ikutan membuatnya untuk selamatan.

“Tradisi ini memiliki makna bersedekah seperti yang pernah diajarkan Ki Ageng Gribig semasa hidupnya. Selain untuk melestarikan budaya, kegiatan ini juga diadakan untuk meningkatkan perekonomi warga,” terang Camat Jatinom, Anwar.

Haedar Nashir

Ditambahkan Anwar, pergelaran Yaqowiyyu dinilai berhasil menggerakkan perekonomian masyarakat Jatinom. Semisal apem yang menajdi ikon acara ini menjadi oleh-oleh khas yang dicari pengunjung.

“Kalau dulu apam hanya ditemui saat Yaqowiyyu, sekarang setiap hari ada yang menjual apam,” ungkapnya.

Haedar Nashir

Adanya Upacara ini dinamakan Ya Qowiyyu diambil dari doa Kiai Ageng Gribig sebagai penutup pengajian yang berbunyi : Ya qowiyu Yaa Aziz qowina wal muslimin, Ya qowiyyu warzuqna wal muslimin, yang artinya: Ya Tuhan, berikanlah kekuatan kepada kita segenap kaum muslimin. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen Haedar Nashir

Rabu, 22 Februari 2012

Ribuan Pengunjungi Saksikan Pagelaran Tabuik di Pariaman

Pariaman, Haedar Nashir? . Puncak pagelaran pesta budaya Tabuik Pariaman dihadiri ribuan pengunjung di lapangan merdeka Kota Pariaman yang dilanjutkan dengan proses pembuangan Tabuik ke laut, Ahad (9/11/2014) sore. Dua Tabuik, masing-masing Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang saling dihoyak oleh anak nagari sebelum dibuang ke laut menjelang matahari terbenam di pantai Gandoriah.

Puncak pagelaran Tabuik dihadiri Gubernur Sumatera Barat diwakili Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Burhasman Bur, MM, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, Ketua DPRD Pariaman Mardison Mahyuddin, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, pejabat di lingkungan Pemko Pariaman, perantau Pariaman dari berbagai daerah di Indonesia dan tokoh masyarakat lainnya.

Ribuan Pengunjungi Saksikan Pagelaran Tabuik di Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pengunjungi Saksikan Pagelaran Tabuik di Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pengunjungi Saksikan Pagelaran Tabuik di Pariaman

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyebutkan, Kota Pariaman pesta budaya Tabuik yang diselenggarakan setiap tahun diawal bulan Muharram bukan ? hanya ? sebagai identitas daerah Kota Pariaman, namun lebih dari itu. Tabuik juga merupakan investasi budaya masa depan yang dapat memaju perkembangan pariwisata Kota Pariaman.

Haedar Nashir

"Kami yakin pariwisata Kota Pariaman ke depan akan lebih baik. Jika dilihat trend kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman lima tahun terakhir menunjukkan angka yang menggembirakan. Tahun 2009 jumlah wisatawan ke Pariaman tercatat sekitar 696.999 orang, naik menjadi 793.624 pada tahun 2013. Pertumbuhan wisatawan ini tentu akan terus dapat dimaju di masa depan," kata Mukhlis.

Dikatakan Mukhlis Rahman, Kota Pariaman memiliki potensi wisata bahari yang dapat dikembangkan. Terbukti selama ini sudah mampu mendatangkan wisatawan ke Kota Pariaman. Hanya saja perlu dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat Kota Pariaman, pemerintah Propinsi Sumatera Barat maupun pemerintah pusat. "Dengan dukungan semua pihak tersebut, perkembangan pariwisata Kota Pariaman semakin cepat pertumbuhannya," tambah Mukhlis Rahman.

Haedar Nashir

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar Busharman mengungkapkan, Kota Pariaman sedang tumbuh menjadi kota wisata. Tabuik yang digelar setiap tahun tidak hanya iven budaya. Tabuik juga merupakan pemersatu rang Piaman.

"Melalui event Tabuik, masyarakat Pariaman harus menjadikannya sebagai inspirasi tumbuhnya berbagai kreasi yang prduktif. Misalnya kreasi muncul baju dan souvenir yang bermotifkan Tabuik. Sehingga pengunjung yang datang ke Pariaman juga dapat menikmati oleh-oleh yang bernuansa Tabuik," kata Busharman.

Artinya, kata Busharman, selain Tabuik menjadi pendorong tumbuhnya rasa persatuan sesama orang Pariaman, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di Pariaman. "Dengan adanya pembuangan Tabuik ke laut sebagai akhir dari prosesi Tabuik, maka seiring dengan itu harus kita buang pula rasa benci dan permusuhan sesama," kata Busharman.

Dikatakan Busharman, Kota Pariaman sudah tepat mengembangkan sektor pariwisata. Namun harus diingat, pariwisata tidak ada tanpa promosi. Promosi tidak ada tanpa iven. Pariaman sudah memiliki Tabuik sebagai iven mempromosikan pariwisatanya. Tinggal lagi bagaimana melengkapi sarana pendukung dari ? pariwisata itu sendiri.

Sebelumnya, Ketua Panitia Tabuik yang juga Kepala Dinas Pariwisata Kota Pariaman Yusrizal mengatakan, prosesi Tabuik tahun ini berlangsung selama 16 hari karena pelaksanaannya bertepatan pada hari Minggu. Memang cukup panjang dari yang semula hanya berlangsung 1 hingga 10 Muharram.

Selama proses Tabuik berlangsung, berbagai kegiatan dan penampilan kesenian yang tidak hanya berasal dari Kota Pariaman. Beberapa daerah lain juga berpartisipasi seperti ? Sanggar Binuang Sati (Tandikek, Padangpariaman), Sanggar Carano (Lubuk Alung, Padangpariaman), Dendang Taman Budaya (Padang), Must Muda (Propinsi Jambi), paket seni Kabupaten Dharmasraya, Medan, Pekanbaru dan paket seni Bengkulu. (bagindo armaidi tanjung/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Fragmen Haedar Nashir

Sabtu, 18 Februari 2012

Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa

Jakarta, Haedar Nashir - Yayasan Turats Ulama Nusantara (TUN) turut serta melakukan penggalangan dana untuk korban gempa di Pidie Jaya, Aceh. Yayasan yang bergerak di bidang konservasi naskah karya ulama Nusantara ini melakukan penggalangan dana sejak Rabu (7/12). Yayasan ini rencananya akan melakukan penggalangan dana sampai Jum’at (16/12).

“Kami melakukan penggalangan dana sebagai wujud rasa solidaritas , dan berharap bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa bumi,” kata Koordinator Yayasan TUN Nanal Ainal Fauzi saat dihubungi via WA, Jumat (9/12).

Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa (Sumber Gambar : Nu Online)
Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa (Sumber Gambar : Nu Online)

Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa

Menurut Nanal, penggalangan dana dimotivasi oleh amanah hadits Rasulullah SAW yang menganjurkan umatnya untuk melapangkan kesusahan dunia dari seorang mukmin.

Haedar Nashir

“Penggalangan dana untuk korban gempa dilakukan via medsos seperti Facebook dan What’s App. Alhamdulillah sampai hari ini Jumat (9/12) telah berhasil terkumpul dana sebesar 3.050.000,” kata pria berumur 21 tahun tersebut.

Yayasan yang berpusat di Demak ini juga mengajak simpatisan TUN khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya agar menyisihkan rezekinya untuk membantu saudara-saudara korban gempa. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta Haedar Nashir

Rabu, 15 Februari 2012

KNPI Apresiasi GP Ansor Way Kanan Tingkatkan Kemandirian Pemuda

Way Kanan, Haedar Nashir. Ketua DPD KNPI Way Kanan, Lampung, Andi Oktoviandi, di Blambangan Umpu, Ahad (19/3) menyatakan, Gerakan Pemuda Ansor memberikan bukti sebagai organisasi, bukan sekadar nama.

"Kami mengapresiasi berbagai kegiatan dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan yang telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan, baik kaderisasi, diskusi lintas iman, bakti sosial khitanan massal dan penyembuhan alternatif, penghijauan pesantren, bimbingan belajar pasca ujian nasional atau BPUN hingga kegiatan kewirausahaan melalui kegiatan bekam (hijamah)," ujar dia lagi.

KNPI Apresiasi GP Ansor Way Kanan Tingkatkan Kemandirian Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
KNPI Apresiasi GP Ansor Way Kanan Tingkatkan Kemandirian Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

KNPI Apresiasi GP Ansor Way Kanan Tingkatkan Kemandirian Pemuda

Hal tersebut, ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan itu menambahkan, telah mencerminkan pelayanan kepemudaan melalui pemberdayaan dan pengembangan pemuda.

"Upaya-upaya tersebut merupakan kontribusi yang sangat besar dalam rangka meningkatkan karakter dan kemandirian pemuda di Bumi Ramik Ragom (beragam) ini," ujar Andi lagi.

Haedar Nashir

Ia mengharapkan, Gerakan Pemuda Ansor selalu bisa berkoordinasi dan bersinergi dengan DPD KNPI Way Kanan dalam berbagai kegiatan pemberdayaan dan pengembangan pemuda.

"Terus membangun kemitraan lintas sektor, baik dengan pemerintah, swasta dan masyarakat. Lalu mewujudkan kemandirian organisasi dengan peningkatan kewirausahaan terpadu," kata dia lagi.

Harapan lain, ialah meningkatkan kesetiakawanan sosial dengan berbagai kegiatan bakti sosial dan kegiatan amal.

"Lalu meningkatkan dan mengembangkan organisasi dengan komitmen bersama dari seluruh pengurus dan anggota organisasi dalam rangka meningkatkan peran aktif pemuda dan organisasi kepemudaan dalam pembangunan nasional dan pembangunan daerah menuju Way Kanan Maju dan Berdaya Saing 2021," kata Andi lagi. (Erli Badra/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Humor Islam, Hikmah Haedar Nashir