Jumat, 16 Agustus 2013

NU Pacitan Kirim Bantuan di 12 Kecamatan Terdampak Musibah

Pacitan, Haedar Nashir. PCNU Pacitan kembali mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak musibah di dua belas kecamatan di Pacitan. Bantuan diserahkan langsung kepada pengurus MWC-NU dan Banomnya dan kemudian disalurkan kepada warga.

NU Pacitan Kirim Bantuan di 12 Kecamatan Terdampak Musibah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pacitan Kirim Bantuan di 12 Kecamatan Terdampak Musibah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pacitan Kirim Bantuan di 12 Kecamatan Terdampak Musibah

Saat pemberangkatan distribusi bantuan di halaman Pendopo Kabupaten Pacitan, Sabtu pagi (23/12). Ketua PCNU KH Mahmud melaporkan, bantuan yang disalurkan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban amanah dari warga masyarakat yang turut membantu korban musibah di Pacitan. 

"Sejak musibah  banjir 28 November lalu, NU Pacitan mendirikan posko NU-Care dan LazizNU. Sejak itu bantuan terus mengalir dari warga NU dan masyarakat Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Luar Jawa, bahkan ada dari luar negeri seperti PCINU Hongkong dan Taiwan," katanya.

Kiai Mahmud berterima kasih atas keterlibatan semua pihak yang memiliki kepedulian dan solidaritas tinggi kepada warga yang tertimpa musibah. Selama posko berdiri, PCNU Pacitan menerima berbagai jenis bantuan. Tak terkecuali bantuan dana. "Hingga hari ini pelaporan kita buat. Total dana yang masuk adalah Rp883.025.600 hampir satu miliar. Alhamdulillah," katanya.

Haedar Nashir

Sesuai dengan arahan pengurus NU dan pemerintah kabupaten, dana tersebut akan disalurkan untuk membantu perbaikan fasilitas umum yang bersifat keagamaan.

"Dana ini akan kita salurkan kepada fasilitas umum yang berkaitan dengan keagamaan, seperti masjid, Madrasah Diniyah, MTs Maarif, dan fasilitas umum lainnya," jelasnya.

Selain menyalurkan bantuan logistik, PCNU juga kembali mengirimkan ratusan relawan dari anggota Banser. Mereka membantu di daerah terdampak bencana.

"Hari ini hadir di tengah kita, ratusan anggota Banser dari berbagai daerah di Jawa Timur yang turut membantu di daerah terdampak bencana di Desa Nglinggangan Kecamatan Pringkuku," imbuhnya.

Kiai Mahmud menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kesiapsiagaan Banser selama musibah melanda Pacitan. 

Haedar Nashir

Tampak dalam pemberangkatan distribusi bantuan, sejumlah pengurus PCNU, lembaga dan Badan Otonomnya.

Wakil Bupati Pacitan Yudhi Sumbogo. Selanjutnya, bantuan tersebut dikirim ke seluruh kecamatan dengan menggunakan beberapa kendaraan. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Habib, IMNU Haedar Nashir

Rabu, 07 Agustus 2013

Kalau Tak Diridhai Allah, NU Pasti Sudah Bubar

Jakarta, Haedar Nashir - Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) Daerah Istimewa Yogyakarta sowan kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Mereka diterima di gedung PBNU, Jakarta Jumat sore (5/2).

Wakil Ketua IPNU PW DI Yogyakarta Muhammad Saiful Al Ayyubi mengatakan maksud kedatangannya adalah memintawejangan, dan nasihat Kiai Said. “IPNU Yogya ingin lebih aktif lagi dan sekaligus memperkenalkan pengurus baru masa khidmah 2015-2018,” jelas pimpinan rombongan tersebut.

Kalau Tak Diridhai Allah, NU Pasti Sudah Bubar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Tak Diridhai Allah, NU Pasti Sudah Bubar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Tak Diridhai Allah, NU Pasti Sudah Bubar

Mahasiswa Universitas Islama Negeri Sunan Kalijaga tersebut menambahkan, salah satu permasalahan utama yang dihadapi IPNU Yogyakarta adalah minimnya kader dari Yogya sendiri. Kebanyakan penggeraknya adalah mahasiswa dari berbagai kota.

Menanggapi hal itu, kiai yang akrab disapa Kang Said menyampaikan beberapa hal. Menurut dia, peran IPNU di sekolah-sekolah umum harus lebih ditingkatkan, meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi isu-isu yang sedang berkembang, terus memelihara kearifan lokal yang ada selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar Islam. ?

Haedar Nashir

“Kalau NU tidak diridhai oleh Allah, pasti sudah bubar. Dan yakinlah apa yang kita lakukan untuk NU itu tidak akan sia-sia,” tegas Kiai Said.

Haedar Nashir

Mmenurut dia, buktinya hingga hari ini NU masih tegak berdiri dan semakin besar. Tentu saja seharusnya diiringi semakin besar perannya bagi umat dan bangsa.

Kiai kelahiaran Cirebon ini juga menyinggung Islam Nusantara. Ia menegaskan kepada pelajar NU akan pentingnya menerapkan Islam Nusantara yang ramah, toleran dan menerima budaya lokal.

Karena, lanjutnya, sekarang sangat marak aliran-aliran baru masuk ke Indonesia dan mengusung paham radikalisme agama, sering menyalahkan pihak lain bahkan mengkafirkan. Hal tersebut tidak sesuai dengan agama dan kepribadian bangsa Indonesia. (Ahmad Muchlishon/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Santri Haedar Nashir

Senin, 05 Agustus 2013

“Ya Ahlal Wathan” Jadi Syarat Ketua Pagar Nusa Kartasura

Sukoharjo, Haedar Nashir - M Arief Boy Widyanto terpilih sebagai Ketua baru pengurus Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Anak Cabang Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Pria yang akrab disapa Kang Boy itu meneruskan estafet kepemimpinan yang sebelumnya dipegang Ghulam Abdurrahman.

Pada Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Kartasura yang digelar di Baturetno Wonogiri, selama dua hari, Sabtu-Ahad (4-5/3), selain Kang Boy, kandidat lain yang maju untuk menajdi calon ketua, yakni Salim Ukhrowi dan Abid Nurtajjali.

“Ya Ahlal Wathan” Jadi Syarat Ketua Pagar Nusa Kartasura (Sumber Gambar : Nu Online)
“Ya Ahlal Wathan” Jadi Syarat Ketua Pagar Nusa Kartasura (Sumber Gambar : Nu Online)

“Ya Ahlal Wathan” Jadi Syarat Ketua Pagar Nusa Kartasura

Yang unik, para calon diberikan beberapa syarat, salah satunya dapat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ya Ahlal Wathan. Usai beberapa syarat yang lain dipenuhi, dilanjutkan dengan proses pemilihan, yang dilakukan secara terbuka.

Pada akhirnya, mayoritas peserta konferensi memilih Boy untuk menjadi ketua baru Pagar Nusa Kartasura. Dalam sambutannya, Boy meminta agar semua pihak turut mendukung dalam kepengurusan yang ia pimpin.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

"Terima kasih kepada sedulur semua, yang telah mengamanati saya sebagai nahkoda kepengurusan Pagar Nusa Kartasura ini, semoga sedulur-sedulur juga ikut membantu dan berperan aktif dalam pengembangan Pagar Nusa Kartasura ini,” kata dia.

Boy juga memaparkan keinginannya, yakni membuat Pagar Nusa semakin mendunia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah, News Haedar Nashir

Minggu, 04 Agustus 2013

Prihatin Bencana, GP Ansor Bangkalan Ziarahi Makam Para Wali

Bangkalan, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menggelar doa bersama ziarah menyusul keprihatinan mereka atas becana yang melanda Indonesia belakangan ini. Sebanyak 240 peserta kegiatan ini mengunjungi enam makam wali di Jatim dari Syaikhona Kholil Bangkalan hinga Sunan Maulana Malik Ibrahim Gresik.

Rombongan peziarah merampungkan kegiatan ini Ahad (16/20) dini hari sejak pemberangkatan pada Sabtu pagi. Mereka terdiri dari perwakilan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor se-Bangkalan dan Pimpnan Cabang GP Ansor Bangkalan sendiri.

Prihatin Bencana, GP Ansor Bangkalan Ziarahi Makam Para Wali (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Bencana, GP Ansor Bangkalan Ziarahi Makam Para Wali (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Bencana, GP Ansor Bangkalan Ziarahi Makam Para Wali

Di sejumlah makam tersebut, para pemuda NU ini berdoa untuk keselamatan bangsa secara umum. Mereka juga memanjatkan doa untuk kesuksesan Pemilu 2014 yang sebentar lagi akan dilaksanakan.

Haedar Nashir

“Kita punya kepentingan terhadap keselamatan bangsa dan suksesnya pemilu karena bagaimanapun juga ini terkait masa depan bangsa kita secara keseluruhan,” ujar Ketua PC GP Ansor Bangkalan Hasani Zubair.

Hasani mengatakan, GP Ansor Bangkalan ingin kegiatan ini mampu mendorong generasi muda NU tetap istiqamah dengan praktik keagamaan ala Ahlusunnah wal Jamaah.? Atas suksesnya program ziarah dan doa bersama ini, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua anak cabang yang telah berpartisipasi meskipun waktu persiapan yang cukup singkat. (Red: Mahbib)

Haedar Nashir

Foto: suasana tahlil di makam Syaikona Kholil Bangkalan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah Haedar Nashir