| Soal Sarman yang Terancam Hukuman Penjara dan Cambuk di Saudi, Ini Respon Menag (Sumber Gambar : Nu Online) |
Soal Sarman yang Terancam Hukuman Penjara dan Cambuk di Saudi, Ini Respon Menag
Melalui pesan singkatnya kepada Haedar Nashir, Senin (4/7), Menag mengutarakan bahwa kasus ini sudah dia koordinasikan langsung dengan pihak Kedubes RI di Arab Saudi.“Berita tersebut (soal Pak Sarman), sudah saya teruskan ke Duta Besar RI di Saudi Arabia sebagai pihak yang memiliki kewenangan untuk menanganinya,” ujar Menag.
(Baca: Sarman, Jemaah Umroh Lansia Asal Rembang Terancam Penjara dan Hukuman Cambuk 80 Kali di Saudi)
Sarman, 78 tahun, jemaah umrah asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dikabarkan telah divonis pengadilan Arab Saudi dengan hukuman 80 kali cambuk dan 6 bulan penjara. ? Tentu saja, informasi tersebut tidak saja mengejutkan keluarga, namun juga travel yang memberangkatkannya, PT Anamira.
Haedar Nashir
Salah seorang cucu Sarman, Ahmad Asmui menjelaskan bahwa kakeknya memang sering pelupa sehingga kerap bingung jalan pulang.“Dari keterangan teman sekamarnya di pemondokan, kakek saya dibawa orang tak dikenal dengan ciri fisik berkulit hitam. Sayangnya tanpa pikir panjang dia mau dan itulah yang terjadi. Baru satu hari di Mekkah, beliau sudah hilang,” terang Asmui, Ahad (3/7/2016) di Rembang.
Haedar Nashir
Sementara itu, salah satu pimpinan PT Anamira, Fitri menjelaskan bahwa Polisi Saudi menuduh Pak Sarman berbuat asusila dengan orang Yaman, berdasarkan bukti rekaman CCTV saat Pak Sarman di bawa oleh pria Yaman itu ke toilet dan di dalam toilet cukup lama sekitar hampir satu jam.?“Sebab, kasus ini janggal, mana mungkin orang serenta itu bisa berbuat begitu. Kami dan keluarga yakin pak Sarman tidak bersalah. Jadi, kami mohon Presiden Jokowi untuk segera memberikan bantuan hukum upaya pembebasan jemaah lanjut usia ini. Tolong kami Pak Presiden….,” urai Fitri. (Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id
Haedar Nashir Pahlawan, AlaSantri, Nasional Haedar Nashir