Selasa, 28 Juni 2016

Keluarga Atheis Masuk Islam setelah Dengarkan Al-Quran

Jakarta, Haedar Nashir. Sebuah keluarga asal Norwegia yang terdiri dari lima orang mengumumkan keislamannya di Turki. Uniknya, cerita masuk Islamnya keluarga yang semula tak memeluk agama apapun itu bermula ketika mereka mendengarkan lantunan adzan dan tilawah Al-Quran dari sebuah masjid di kota wisata Marmaris, Turki.

Situs berita Turki Dunyabulteni (10/7) melansir, keluarga Frued Sigfartsen asal Norwegia datang ke Turki untuk berwisata selama beberapa hari. Setelah mengunjungi Istanbul, mereka kemudian pergi mengunjungi kota pesisir Marmaris yang terkenal dengan pemandangan pantai dan alamnya. Di sana, mereka tinggal beberapa hari.

Keluarga Atheis Masuk Islam setelah Dengarkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Atheis Masuk Islam setelah Dengarkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Atheis Masuk Islam setelah Dengarkan Al-Quran

Tempat tinggal mereka di Marmaris rupanya tak jauh dari masjid. Setiap datang waktu shalat, masjid tersebut mengumandangkan azan dan melantunkan bacaan Alquran sembari menunggu iqamat. Fenomena tersebut rupanya menarik perhatian keluarga Sigfartsen.

Haedar Nashir

Sigfartsen (31) mengatakan, lantunan suara itu sangat menarik perhatiannya untuk mengetahui lebih jauh. Ia pun pergi ke asal suara itu, melihat-lihat masjid dan memasukinya, menyaksikan jemaat shalat hingga akhirnya berkenalan dengan imam dan pengurus masjid itu.

Jamak diketahui, masjid-masjid di Turki terkenal dengan keindahan arsitekturnya, kebersihan dan kecantikan taman-tamannya.

Haedar Nashir

Di sela-sela perkenalannya dengan sang imam, Sigfartsen pun mendapatkan penjelasan panjang lebar tentang agama Islam. Sang imam juga menerjemahkan beberapa ayat Alquran ke dalam bahasa Inggris. Tak lama kemudian, Sigfartsen menyatakan ketertarikannya dengan ajaran agama Islam.

Beberapa hari kemudian, Sigfartsen mengajak keluarganya untuk kembali ke masjid itu dan menemui sang imam. Tak hanya itu saja, Sigfartsen juga mengutarakan keinginannya untuk memeluk agama yang baru dikenalnya itu.

Sang imam pun mengajak keluarga Sigfartsen ke kantor Dewan Fatwa Kota Marmaris. Di sana, Sigfartsen mengumumkan keislamannya di hadapan Mufti Marmaris Shaikh Husain Kucuk.

Sigfartsen kemudian memilih nama "Ali" sebagai nama Islamnya. Istrinya memilih nama Aishah, sementara ketiga anaknya memilih nama masing-masing Asma, Alyaf dan Ayhan.

Penulis: Ahmad Syifa

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Tegal, Humor Islam Haedar Nashir