Semaraknya suasana tadarusan membaca Al-Quran di Subulussalam, Aceh kian menambah nuansa bulan Ramadhan di wilayah ini. Kegiatan tadarusan dimulai setelah selesainya pelaksanaan shalat tarawih berjamaah di masjid.
| Semarak Tadarus Al-Quran di Subulussalam Aceh (Sumber Gambar : Nu Online) |
Semarak Tadarus Al-Quran di Subulussalam Aceh
Pada kegiatan tersebut, mulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) sampai ke kalangan kaum remaja, turut serta. Mereka pun membentuk lingkaran kelompok-kelompok tadarusan dan saling bergiliran membacakan ayat demi ayat di dalam kitab Al-Quran.Berdasarkan pantauan Haedar Nashir di beberapa masjid, hampir seluruh mushalla dan masjid di wilayah Subulussalam, kegiatan tadarusan diramaikan oleh kalangan anak-anak usia sekolah dasar dan kalangan kaum remaja. Lantunan ayat-ayat suci terdengar membahana lewat corong mikropon, sambut-menyambut dan menggema dari masjid ke masjid sampai dini hari.
Haedar Nashir
Kegiatan tadarusan ini merupakan rutinitas yang sudah membudaya di Subulussalam pada setiap kali bulan Ramadhan. Kelompok peserta tadarus menyelesaikan baca-bacaannya dari Surat Al-Fatihan hingga Juz ‘Amma sebagai target untuk dikhatamkan di malam kedua puluh tujuh Ramadhan, karena malam itu adalah akhir puncak kegiatan tadarusan.Haedar Nashir
Seperti yang dilakukan oleh Malim Sabar Pardosi, seorang Kepala Desa di Dah, Kecamatan Runding, Subulussalam, Aceh, dimana ia selalu mengajak anak-anaknya untuk mengisi kegiatan tadarusan di masjid desanya, bahkan ia menunggu anak-anaknya sampai selesai melaksanakan tadarus."Saya melakukan ini, karena saya ingin anak-anak saya gemar dalam kegiatan-kegiatan religi (keagamaan)," tutur Malim Sabar kepada Haedar Nashir, Senin malam (20/6).
Sementara itu, selain kegiatan tadarus juga ada hal menarik yang dapat ditemui setiap malam pelaksanaan tadarusan, yaitu tatingan-tatingan warga untuk orang-orang bertadarusan.
Tatingan-tatingan tersebut adalah makanan dan minuman yang dihantarkan oleh warga ke masjid. Tatingan-tatingan penganan ini pun juga berlangsung selama kegiatan tadarusan. (Nukman Suryadi Angkat/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
Haedar Nashir Tegal, Ahlussunnah, Pendidikan Haedar Nashir