Kamis, 06 Januari 2005

Pesa-pesan Mesristek Dikti untuk Para Santri

Jember, Haedar Nashir



Mesristek Dikti RI, Muhammad Nasir memompa semangat para santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Antirogo, Jember agar terus belajar dengan rajin. 

Pesa-pesan Mesristek Dikti untuk Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesa-pesan Mesristek Dikti untuk Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesa-pesan Mesristek Dikti untuk Para Santri

Sebab, dengan belajar yang rajin, kelak akan menjadi orang yang bermanfaat. Bermanfaat yang sebesar-besarnya untuk umat dan kemanusiaan adalah capaian yang paling mulia dan besar. 

"Jadi, intinya adalah bermanfaat dalam posisi apa pun dan di tempat mana pun," ucapnya di hadapan ribuan santri di Masjid Baitunnur, Kompleks Nuris, Rabu (27/9) malam.

Menurut Nasir, soal pekerjaan adalah soal nomor sekian. Namun yang pasti, belajar yang rajin adalah suatu keharusan, bukan hanya karena menginginkan satu pekerjaan, tapi juga karena belajar adalah kewajiban bagi umat Islam. 

Haedar Nashir

"Saya dulu tak pernah membayangkan akan jadi menteri, tapi karena saya belajar, akhirnya saya ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk jadi menteri," ungkapnya.

Ia mengaku bersyukur bisa berada di tengah-tengah santri. Dikatakannya bahwa dunia santri bagi diirinya tak asing lagi. Bahkan pertemuannya dengan santri Nuris tersebut, diakuinya telah mengingatkan memorinya sekitar 40 tahun yang lalu saat dirinya menimba ilmu di sebuah pesantren. 

"Saya dulu juga santri seperti kalian," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nasir juga mengetes ingatan para santri tentang bait-bait kitab Alfiyah. Ia lalu bertanya bunyi awal dan akhir bait kitab Alfiyah. Namun semua santri pada terdiam. Hingga Nasirlah yang yang melafalkan beberapa bait di awal kitab Alfiyah. 

Haedar Nashir

"Waktu saya nyantri, saya disuruh menghafalkan kitab Imrithy dan Alfiyah," jelasnya. (aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, Tokoh, Daerah Haedar Nashir

Kamis, 08 April 2004

Ratusan Pelajar Putri NU Ikuti Workshop Nasional Kaderisasi

Probolinggo, Haedar Nashir - Sedikitnya 300 orang pelajar puteri NU yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dari 38 Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU se-Indonesia mengikuti workshop kaderisasi di Pondok Pesantren Hati Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jum’at hingga Ahad (3-5/3).

Kegiatan yang digelar oleh Pimpinan Pusat (PP) IPPNU ini dibuka secara resmi oleh Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari. Pembukaan ini dimeriahkan oleh persembahan Tari Glipang yang dibawakan oleh pelajar di Kabupaten Probolinggo.

Ratusan Pelajar Putri NU Ikuti Workshop Nasional Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Pelajar Putri NU Ikuti Workshop Nasional Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Pelajar Putri NU Ikuti Workshop Nasional Kaderisasi

Ketua Umum PP IPPNU Puti Hasni menyampaikan, tantangan global tidak lagi menjadi kewaspadaan, namun telah berubah menjadi ancaman di tengah derasnya upaya mengguncang posisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan berbagai cara.

“Standardisasi-standardisasi yang berasaskan pada nilai-nilai global mengancam segala bentuk khazanah lokal. Keseragaman-keseragaman semu diciptakan untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan yang harmoni,” katanya.

Haedar Nashir

Menurut Puti Hasni, tuntutan-tuntutan administratif terkait pendidikan semakin membutakan pemuda pada sebuah esensi pembelajaran, belajar sebagai proses untuk menjadi tahu dan bijaksana bukan bentuk keserakahan.

Haedar Nashir

“Tentu akan menjadi sebuah ironi ketika seorang pelajar terjebak pada gagasan-gagasan global tanpa mengembangkan jati diri dengan khazanah lokal yang selalu dibanggakan, ideologi NU yang mampu menopang dan menyangga keberadaan NKRI,” jelasnya.

Melalui kegiatan workshop kaderisasi ini Puti Hasni mengharapkan nantinya pelajar putri NU mampu membuka wacana spirit ideologi NU yang menyelamatkan dunia dan akhirat serta menyinergikan pembangunan berasas keberagamaan untuk keutuhan NKRI.

“Memahamkan kembali posisi dan potensi kader NU umumnya dan pelajar putri NU khususnya. Serta, merumuskan kembali pola perjuangan IPPNU yang senafas dengan Khittah NU 1926,” tegasnya.

Sementara Hj Puput menegaskan, peran, tugas, dan tanggung jawab perempuan tidak kalah penting dengan peran laki-laki. Khususnya ketika menjalankan tugas seorang Istri. “Tanggung jawab istri adalah melayani suami dan paling penting adalah menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya,” ungkapnya.

Selama 3 (tiga) hari, para pelajar putri NU ini akan mengikuti seminar pengembangan kaderisasi kontemporer serta seminar literasi digital. Kemudian dilanjutkan dengan sidang komisi sekaligus RTL dan pembentukan tim penyusunan materi kaderisasi. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan Haedar Nashir

Jumat, 13 Februari 2004

Kenikmatan Dunia Jangan Sampai Lupakan Beribadah

Pringsewu, Haedar Nashir



Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi mengingatkan bahwa keberadaan manusia di dunia ini sementara. Dunia adalah daarul ibadah (tempat untuk beribadah). Manusia harus mampu mengelola waktu untuk beribadah.

Kenikmatan Dunia Jangan Sampai Lupakan Beribadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenikmatan Dunia Jangan Sampai Lupakan Beribadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenikmatan Dunia Jangan Sampai Lupakan Beribadah

"Segala kenikmatan dunia ini jangan membuat angan-angan kita lupa akan tugas utama, beribadah," terangnya kepada jamaah Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) saat mengupas Tafsir Al-Qur’an surat At-Takatsur, Ahad (8/10).

Ia mengingatkan, jangan sampai kita menyesal karena tidak memanfaatkan hidup untuk beribadah.?

"Hidup itu seperti memasuki gua yang di dalamnya gelap dan keluar membawa sesuatu dari dalamnya. Yang membawa hasil banyak akan menyesal, yang sedikit, menyesal. Apalagi yang tidak membawa sama sekali. Pasti akan sangat menyesal," ujarnya sambil menjelaskan bahwa yang dibawa adalah buah ibadah.

Haedar Nashir

Oleh karenanya, ia mengajak kepada seluruh umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah baik yang sunnah ataupun yang wajib. Karena semakin banyak beribadah maka akan semakin banyak bekal yang akan didapat untuk menghadap Allah SWT.

Pada kesempatan tersebut, ia juga merasa prihatin terhadap beberapa kelompok yang saat ini cenderung menyalahkan amaliyah yang dijalankan di tengah masyarakat. Padahal itu memiliki dasar yang kuat.

Ia mencontohkan bahwa saat ini ada kelompok yang melarang ziarah kubur. Padahal perintah ziarah kubur langsung datang dari Rasulullah.

"Ziarah ubur adalah termasuk obat yang mujarab untuk mengobati hati yang keras untuk beribadah dan susah untuk menerima kebenaran dari orang lain. Ziarah qubur mengingatkan kepada kita tentang kematian dan akhirat," jelasnya.

Walaupun ziaraha kubur sempat dilarang Rasulullah, tapi pada akhirnya diperintahkan dalam rangka mengingat akan kematian.?

Haedar Nashir

"Ada kaidah fiqh, kalau ada larangan sesudahnya diikuti perintah, maka hal tersebut dibolehkan," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Sunnah Haedar Nashir