Jumat, 25 September 2009

Banjir Terjang Mojoagung, Makam Sayid Sulaiman Aman

Jombang, Haedar Nashir. Banjir besar menerjang sedikitnya 8 desa di Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, Jumat (20/2) dini hari. Sebanyak 1,5 rumah warga, sekolah hingga kantor Polsek setempat terendam. Meski demikian, makam salah satu auliya, Mbah Sayid Sulaiman di Betek-Mancilan Mojoagung masih aman dari musibah ini.

"Alhamdulillah, sejak banjir tadi malam saya memantau lokasi menuju makam tidak banjir, mungkin di sekitar makam. Tapi kalau makam tidak," ujar Skaroni, salah satu Anggota BPD Desa Mancilan saat ditemui usai shalat Jumat.

Banjir Terjang Mojoagung, Makam Sayid Sulaiman Aman (Sumber Gambar : Nu Online)
Banjir Terjang Mojoagung, Makam Sayid Sulaiman Aman (Sumber Gambar : Nu Online)

Banjir Terjang Mojoagung, Makam Sayid Sulaiman Aman

Dari pantauan Haedar Nashir, Jumat siang tadi makam seluas lebih dari satu hektar di Dusun Rejoslamet Desa Mancilan itu tampak kering. Beberapa orang bahkan datang melakukan ziarah di makam yang berbatasan antara Mancilan–Betek tersebut.

Haedar Nashir

Hal yang sama juga terlihat di makam Sayid Abdurrahman Al Maghrobi dan Sayid Ahmad Al Maghrobi. Makam yang berada di sebelah Masjid Agung Mojoagung itu juga terbebas dari banjir.

Seperti diketahui, sejak Kamis (19/2) malam, banjir bandang akibat luapan sungai Gunting menerjang 8 Desa di Kecamatan Mojoagung, di antaranya Desa Kademangan, Janti, Mancilan, Kedunglumpang, Betek, Gambiran, serta Kauman.

Haedar Nashir

"Dari 8 desa itu, sekitar seribu orang hari ini mengungsi. Pengungsi kita tampung di tiga lokasi, yakni Masjid Janti, Masjid Gambiran, serta RTH Mojoagung," kata Nur Huda ketika ditemui di RTH Mojoagung.

Nur Huda mengatakan, tingginya curah hujan yang terjadi Kamis malam mengakibatkan dua sungai yang melintas di Mojowarno dan Mojoagung meluap. Akibatnya sekitar 1500 pemukiman warga dan beberapa fasilitas pemerintah, seperti sekolah, polsek dan kantor Pos terendam.

"Ketinggian air rata rata 70 centimeter. Bahkan ketinggian air yang berada di pemukiman mencapai 2 meter lebih," ujarnya seraya mengatakan banjir mulai surut, namun hingga siang tadi, beberpa pemukiman waga masih terendam banjir. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Lomba, Hadits, Warta Haedar Nashir

Kamis, 10 September 2009

Kiai Said: Membangun Peradaban adalah Amalan Paling Mulia

Jombang, Haedar Nashir. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, mengingatkan pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Menguasai ilmu pengetahuan untuk tujuan membangun peradaban disebutnya sebagai amalan paling mulia.

 

Kiai Said: Membangun Peradaban adalah Amalan Paling Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Membangun Peradaban adalah Amalan Paling Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Membangun Peradaban adalah Amalan Paling Mulia

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan kebesaran Mbah Hasyim (KH Hasyim Asyari), Mbah Wahab (KH Wahab Hasbullah) dan kiai-kiai besar lainnya. Kita harus terus belajar dan meningkatkan pengetahuan kita, kita harus membangun peradaban yang semakin baik," ungkap Kiai Said saat menjadi pembicara dalam sesi penguatan Rapat Konsolidasi Nasional Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulium (Unipdu), Jombang, Jawa Timur, Sabtu (14/4).

 

Kiai Said menambahkan, tidak mengandalkan kebesaran Kiai-kiai terdahulu bukan berarti melupakan jasa-jasanya. Sebaliknya, penguasan ilmu pengetahuan untuk tujuan membangun peradaban yang lebih baik adalan wujud penghargaan yang sebenarnya. "Membangun peradaban itu amalah paling mulia, karena dengan itu kita mengembangkan apa yang sudah dilakukan Kiai-kiai sepuh pendahulu kita," tambahnya tegas.

Haedar Nashir

Rapat Konsolidasi Nasional LKNU yang bertujuan untuk membantu peningkatan pelayanan kesehatan ke masyarakat diapreasi secara positif oleh Kiai Said, karena merupakan salah satu upaya untuk membangun peradaban yang lebih baik. Islam dijelaskannya memiliki sejarah besar di bidang ilmu pengetahuan, salah satunya kesehatan, dengan lahirnya ulama-ulama besar pencetus dan penemu sejumlah teknologi kedokteran.

"Kalau sekarang namanya apoteker. Jangan dikira yang mencetuskan orang Amerika, orang Eropa atau Australia. Ilmu apoteker pertama kali ditemukan oleh Az Zuhri, tokoh Islam, meski saat itu hanyalah cara-cara pengobatan herbal," urai Kiai Said.

Apresiasi positif juga diberikan terkait pilihan lokasi Rapat Konsolidasi Nasional LKNU di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Pilihan ini dianggap sebagai wujud semangat kembali ke pesantren yang dicetuskan oleh Kiai Said dalam Muktamar NU di Makasar.

Haedar Nashir

 

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Humor Islam, Santri Haedar Nashir