Selasa, 24 November 2009

Gelar Aksi, Pelajar NU Tuntut Pembenahan Pendidikan

Serang, Haedar Nashir

Sekitar 150 pelajar dan mahasiswa NU yang menamakan diri “Aliansi Mahasiswa dan Pelajar Peduli Pendidikan” berunjuk rasa di kawasan Kota Serang, Banten, Kamis (2/5) siang. Mereka menuntut adanya perbaikan sistem pendidikan nasional.

Aksi yang digelar bersamaan dengan hari pendidikan nasional (Hardiknas) ini diikuti peserta gabungan dari Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Serang, serta Pimpinan Komisariat  IPNU dan Badan Eksekutif  Mahasiswa (BEM) IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Akbaruddin, salah seorang pemimpin aksi, menilai pendidikan di Tanah Air masih belum sejalan dengan semangat konstitusi. Menurut dia, pemerintah masih gagal dalam hal pengelolaan, khususnya terkait persoalan kurikulum, sistem evaluasi belajar, dan infrastruktur pendidikan.

Gelar Aksi, Pelajar NU Tuntut Pembenahan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Aksi, Pelajar NU Tuntut Pembenahan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Aksi, Pelajar NU Tuntut Pembenahan Pendidikan

“Perhatian dari pemerintah terkait permasalahan pendidikan yang melanda negeri ini kurang sekali, padahal pendidikan sangat penting untuk membangun peradaban bangsa,” kata Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah IPNU Banten ini.

Peserta aksi berpendapat bahwa ada kesenjangan antara peraturan dan realitas pendidikan yang ada. Berdasarkan UU No 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP No 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional, mereka menuntut pemerintah segera bertindak serius.

Butir tuntutan para pelajar dan mahasiswa NU ini, antara lain, berisi desakan kepada pemerintah agar memaksimalkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP); tetap mempertahankan mata pelajaran muatan lokal, IPA, dan IPS; dan meningkatkan kualitas tenaga pengajar yang berkompeten.

Haedar Nashir

Selain mengkritik soal pemerataan dan infrastruktur pendidikan yang tidak maksimal, peserta aksi juga menuntut penuntasan kasus carut-marutnya ujian nasional (UN) yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Halaqoh Haedar Nashir

Selasa, 10 November 2009

Doakan Arwah Wali, Warga Tanggulangin Gelar Tradisi Nyadran

Semarang, Haedar Nashir. Warga masyarakat RW 6 kelurahan Banjardowo, Genuk, Semarang mengelar pengajian dan ritual Nyadran yang sudah menjadi tradisi warga setempat khusunya daerah Tanggulangin Banjardowo. Pengajian dan Nyadran ini berlangsung di area makam Ibrahim Fatah di Tanggulangin, Kamis (29/5) malam.

Doakan Arwah Wali, Warga Tanggulangin Gelar Tradisi Nyadran (Sumber Gambar : Nu Online)
Doakan Arwah Wali, Warga Tanggulangin Gelar Tradisi Nyadran (Sumber Gambar : Nu Online)

Doakan Arwah Wali, Warga Tanggulangin Gelar Tradisi Nyadran

Menurut Ketua RW 6 Suparjo, kegiatan Nyadran dan pengajian di makam Wali Ibrahim Fatah merupakan progam yang diselenggaakan setiap tahunnya. Dalam setahun ada dua kegiatan besar, haul Ibrahim Fatah yang jatuh setiap bulan Syuro dan ritual Nyadran.

“Pada bulan Rajab ini, ritual itu dimaksudkan untuk mendoakan para arwah wali. Untuk paginya, ritual nyadran diperingati dengan pemotongan kambing dan makan bersama warga,” lanjutnya.

Haedar Nashir

Pengajian ini menghadirkan KH Abdullah Badada dari Semarang sebagai penyampai taushiyah. Kata Kiai Abdullah, “Ada empat bulan utama. Salah satunya bulan Rajab yang mesti dimuliakan dengan banyak belajar sebab sekarang ini banyak akidah tersasar.”

Guru ngaji, sambung Kiai Abdullah, tidak bisa dilihat sekadar dari penampilan fisiknya seperti jenggot dan sorban. Tetapi lebih kepada keluasan ilmu. (Lukni Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Anti Hoax Haedar Nashir

Minggu, 08 November 2009

PWNU Jatim Bakar 10 Ribu Sandal Berlafadz Allah

Surabaya, Haedar Nashir. Usai mendapatkan informasi dari media sosial tentang beredarnya sandal yang diduga di bagian telapaknya ada lafadz “Allah” di Gresik, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur langsung menindaklanjuti dengan menghubungi Banser dan PC GP Ansor Gresik untuk memastikan kabar itu.

PWNU Jatim Bakar 10 Ribu Sandal Berlafadz Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Bakar 10 Ribu Sandal Berlafadz Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Bakar 10 Ribu Sandal Berlafadz Allah

Alhasil, dari laporan itu, PWNU langsung mengambil sikap. Sebanyak sepuluh ribu sandal berlafadz Allah dibakar di depan kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Timur No 9. Surabaya, Selasa (13/10).

Long Hwa, pemilik perusahaan yang memproduksi sandal bermerk Glacio yang berlokasi di Wringinanom, Kabupaten Gresik itu, mengaku menyesal dan tak menyadari adanya lafadz itu. Dia menyatakan, meski sudah lama memproduksi sandal, produk Glacio baru satu tahun ia produksi.

Haedar Nashir

Hwa atas nama PT Pradipta Perkasa Makmur, pabrik pemilik dan pembuat sandal tersebut meminta maaf kepada seluruh umat Islam atas beredarnya produk alas kaki berlafaz Allah tersebut. Dia memesan matras cetakan Glacio dari Cina. Nanang, pencetak sandal, juga tidak mengetahui adanya lafaz Allah pada sandal tersebut. "Kami baru tahu setelah beredar kabar di media," kata Hwa.

Irhamto, pengacara Long Hwa, berharap kasus selesai dengan proses mediasi. Dan Irhamto meminta kepada warga yang sudah telanjur membeli untuk menukarnya. Adapun produk yang sudah tersebar dijanjikan akan ditarik kembali dari distributornya. "Sandal bisa ditukar langsung dan kami ganti, jelas Irhamto saat ditemui Haedar Nashir di lokasi pembakaran sandal itu.

Haedar Nashir

Prof Muzakki, Sekretaris PWNU Jawa Timur, mengimbau kepada masyarakat untuk bijak dengan menghentikan tindakan saling tuding, yang bisa menimbulkan kekerasan dan konflik atas nama agama. "Maafkan mereka karena faktor ketidaktahuan," kata Muzakki menunjuk kepada pengusaha produsen sandal bemerek Glacio itu. (Rof Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nasional, Tokoh Haedar Nashir

Minggu, 01 November 2009

Indahnya Kebersamaan, NU dan Muhammadiyah Gelar Halal Bihalal

Pati, Haedar Nashir - Pemerintah Kabupaten Pati memberikan apresiasi yang tinggi kepada dua organisasi Islam yang di Pati, NU dan Muhammadiyah, Jumat (5/8). Halal bihalal NU dan Muhammadiyah menjadikan perbedaan yang ada menjadi sebuah keberagaman dalam menuju kesatuan dan persatuan negara ini. Kebersamaan yang ditampilkan menjadi simbol keanekaragaman bukanlah menjadi tonggak perpecahan, tetapi menjadi bumbu dalam menciptakan rasa kesatuan.

"Halal bihalal bersama NU dan Muhammadiyah ini adalah wujud kepedulian warga Pati terhadap NKRI. Perbedaan pendapat yang belakangan ini sering kita dengar di antara keduanya menjadi suatu seni dalam keberagaman yang ada, ukhuwah harus selalu terjaga di antara sesama orang muslim," kata Bupati Pati Haryanto di sela-sela acara, Jumat (5/8).

Indahnya Kebersamaan, NU dan Muhammadiyah Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Indahnya Kebersamaan, NU dan Muhammadiyah Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Indahnya Kebersamaan, NU dan Muhammadiyah Gelar Halal Bihalal

Pertemuan langka ini mengangkat tema Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme menuju Pati yang Damai. Dengan harapan kedua ormas besar Islam yang ada senantiasa menjaga ukhuwah sesama umat Islam demi terlaksananya penegakan amar makruf nahi mungkar dan mendukung pembangunan di berbagai bidang.

Haedar Nashir

Ketua PCNU Pati Ali Munfaat menuturkan, perbedaan merupakan sebuah rahmat, tidak harus saling tuding atau menonjolkan perbedaan agar ukhuwah di antara sesama muslim selalu terjaga.

Demikian juga dituturkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pati Asnawi. Menurutnya, halal bihalal antara NU dan Muhammadiyah bukan hanya sebuah acara seremonial belaka. Sinergi dan soliditas umat Islam demi terjalinnya kerukunan agar senantiasa dijaga.

Haedar Nashir

Tampak hadir para kiai dan ulama seluruh Kabupaten Pati dan juga pemuda Ansor dan Banser yang selalu berada di samping kiai dan ulama.

Ketua GP Ansor Kabupaten Pati Imam Rifai mengatakan, Ansor dan banser menjadi kader yang dinilai mampu dalam menjalankan roda organisasi sekaligus eksekutor sehingga Ansor menjadi sorotan berbagai kalangan belakangan ini.

"Ansor adalah gerakan pemuda yang selalu aktif, jadi harus kita maksimalkan demi terlaksanannya tujuan dan harapan NU," katanya kepada Haedar Nashir, Jumat (5/8) (Hasannudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta, Kajian, Sholawat Haedar Nashir