Usaha serius pemerintah dalam mendampingi para wirausahawan tercermin dengan dikeluarkannya PNPM atau Program Nasional Masyarakat Mandiri. Beberapa daerah memanfaatkan Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM (Lakpesdam) NU untuk mendampingi sejumlah pemberdayaan usaha bagi kalangan perempuan. Termasuk yang kini tengah diseriusi PW Lakpesdam NU Jawa Timur di Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang.
| Lakpesdam Berdayakan Perempuan Pedesaan (Sumber Gambar : Nu Online) |
Lakpesdam Berdayakan Perempuan Pedesaan
Yeni Lutfiana, Project Officer kegiatan ini menandaskan sudah banyak potensi lokal di daerah ini yang dijadikan sandaran hidup warga. Randuagung memiliki hasil bumi yang cukup melimpah khususnya buah pisang. “Kehadiran kami melakukan pendampingan usaha yang selama ini sudah digeluti masyarakat, khususnya perempuan,” katanya pada Haedar Nashir (5/4).Haedar Nashir
Untuk usaha pisang yang digeluti masyarakat, Lakpesdam memberikan sejumlah pengetahuan tentang upaya meningkatkan kualitas dan meminimalisir biaya yang tidak perlu. “Kita berikan kepada mereka teknologi tepat guna yang tentunya juga efisien bagi usaha yang tengah digeluti,” tandas alumnus IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.Untuk usaha kripik pisang misalnya, telah dipernalkan vacuum frying yakni alat yang berfungsi melakukan pengeringan. “Alat ini bisa membuat kripik pisang lebih bisa bertahan lama dengan tanpa mengurangi tekstur dan rasanya,” katanya.
Haedar Nashir
Bahkan dengan alat yang ada, para perempuan perajin usaha kripik pisang mampu menyimpan komoditasnya hingga dua tahun. “Ini sangat berbeda dengan model konvensional yang sudah ada,” kata mahasiswa Pasca Sarjana Unair Surabaya ini.Tidak semata dalam hal produksi hingga distribusi yang dilakukan Lakpesdam. “Yang lebih penting adalah kesadaran para perempuan dan warga untuk berhimpun dalam komunitas,” terangnya. Karena dengan menjadi paguyuban atau perkumpulan, maka akan kian banyak ide kreatif yang muncul.
“Yang juga menjadi tujuan utama kami adalah mengangkat taraf hidup masyarakat serta kemandirian ekonomi bagi kaum perempuan,” kata Yeni, panggilan akrabnya. Karena dengan kemadirian ekonomi, maka diharapkan posisi tawar para perempuan kian tinggi. “Dengan demikian mereka tidak mudah dimarginalkan,” pungkasnya.
Kontributor: Syaifullah
Dari Nu Online: nu.or.id
Haedar Nashir Kiai, Fragmen, Sholawat Haedar Nashir