Kamis, 27 Mei 2010

Makam Pangeran Sambernyawa, dari Tujuan Ziarah hingga Semedi

Karanganyar, Haedar Nashir. Dalam buku “Bukti-bukti Gus Dur itu Wali” (halaman28) disebutkan bahwa KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pernah meziarahi makam Eyang Gusti Aji di kaki Gunung Lawu. Makam tokoh ini dikenal sebagai tempat bersemedi kelompok abangan.

Haedar Nashir pun bergegas mencari tahu keberadaan makam yang dikemukakan buku tersebut. Raden Mas Said merupakan nama kecil Eyang Gusti Aji yang juga dijuluki pangeran Sambernyawa. Beliau merupakan raja mangkunegaran I yang gigih melawan VOC.

Makam Pangeran Sambernyawa, dari Tujuan Ziarah hingga Semedi (Sumber Gambar : Nu Online)
Makam Pangeran Sambernyawa, dari Tujuan Ziarah hingga Semedi (Sumber Gambar : Nu Online)

Makam Pangeran Sambernyawa, dari Tujuan Ziarah hingga Semedi

Atas perjuangannya itu, ia mendapat julukan Sambernyawa dari gubernur VOC Nicolaas Hartingh, karena di dalam bertempur R.M Said bagaikan malaikat maut bagi musuh-musuhnya.

Haedar Nashir

Sebelum sampai di Astana Mangadeg, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Haedar Nashir menjumpai tujuh mata air atau yang kerap disebut “sapta tirta” di jalan yang menghubungkan Kecamatan Karangpandan dengan Kecamatan Matesih.

Menurut Zarkowi, salah satu penduduk setempat, sapta tirta sendiri dahulu dikenal sebagai kawah candradimuka para prajurit Sambernyawa.

Haedar Nashir

“Disini prajurit ditempa dan digembleng oleh Pangeran Sambernyawa sebelum melawan VOC. Para prajurit terlebih dahulu dimandikan di tujuh mata air ini sebelum berperang, yang mana masing-masing mata air mempunyai filosofi tersendiri,” ujarnya saat ditanya Haedar Nashir, Ahad (23/3).

Untuk dapat sampai di makam Eyang Gusti Aji atau Pangeran Sambernyawa, para peziarah harus berjalan kaki seperti menuju makam Sunan Muria, menanjak dan dikelilingi oleh hutan. Setibanya di gerbang, Haedar Nashir diminta oleh salah satu penjaganya untuk sowan terlebih dahulu kepada penerima tamu.

“Silahkan yang perempuan untuk kulonuwun (meminta izin) dahulu, karena untuk perempuan harus memakai jarik/tapih jika hendak berziarah sedangkan untuk pria bebas tapi sopan. Itu sudah aturan dari keratin,” ujar Harso salah satu penjaga makam.

Memasuki area pemakaman tampak puluhan rombongan peziarah yang sedang melantunkan bacaan dzikir dan tahlil. “Biasanya tempat ini ramai dijadikan tempat semedi jika malam hari, terlebih saat bulan Suro dan Ruwah atau malam Jumat,” imbuhnya.

Yang datang kemari, lanjut Harso, tidak hanya orang yang membaca tahlil saja. Namun juga mereka yang melaksanakan ritual untuk mendapatkan berkah melalui semedi atau dalam Islam dikenal dengan tafakkur.

Terlihat sebagian rombongan peziarah yang memakai jaket kulit serba hitam serta beberapa turis asing yang juga menuju makam. Makam Eyang Gusti Aji menjadi cermin penyatuan dari berbagai keragaman agama dan budaya yang hidup rukun saling berdampingan.

Bagi umat muslim makam tersebut adalah salah satu tujuan ziarah yang juga sering dihadiahi surah al-Fatihah oleh kalangan penganut tarekat. Bagi kaum abangan beliau adalah sosok raja sakti mandraguna yang diyakini kesaktiannya masih ada. Sedangkan bagi para turis makam tersebut merupakan obyek wisata sejarah yang menarik dan penuh unsur budaya serta seni di dalamnya. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Foto: Gapura menuju Makam Eyang Gusti Aji

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri, IMNU Haedar Nashir

Rabu, 19 Mei 2010

PWNU NTT Amati Pergeseran Nilai Generasi Muda di Era Media Sosial

Kupang, Haedar Nashir - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur (NTT) Jamal Ahmad menilai dinamika hari ini melalui media sosial. Menurutnya, digital media berdampak pada pergeseran nilai budaya yang sangat signifikan.

"Saya menilai pergeseran etika hari ini dengan adanya digital media yang mempengaruhi sendi-sendi etika pada generasi muda," kata Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad di Sekretariat PWNU NTT Jalan W.CH Oematan Nomor 21/22 Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

PWNU NTT Amati Pergeseran Nilai Generasi Muda di Era Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU NTT Amati Pergeseran Nilai Generasi Muda di Era Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU NTT Amati Pergeseran Nilai Generasi Muda di Era Media Sosial

Menurut Jamal, pengurus harian PWNU NTT bersama pengurus PCNU akan segera bersikap untuk melakukan langkah-langkah antisipasi dampak negatif era digital media terhadap generasi muda penerus umat dan penerus bangsa.

Haedar Nashir

Wakil Ketua PWNU NTT H Ali Rosidin menambahkan, langkah paling konkret PWNU NTT dan seluruh cabang melakukan gerakan-gerakan untuk memnghidupkan banom dan lembaga-lembaga NU.

"Kita jangan mati suri sehingga kita ambil gaung di luarnya,” katanya.

Haedar Nashir

Jika lembaga atau banom lemah dalam pelaksanaan program-program organisasi, maka segera melakukan koordinasi serta komunikasi seluruh tingkatan banom maupun lembaga, imbau H Ali yang kini diamanahi sebagai imam Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima Kota Kupang. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama Haedar Nashir

Rabu, 05 Mei 2010

Menakertrans Hadiri Pelantikan PC IPNU-IPPNU Gresik

Gresik, Haedar Nashir. Mengambil tema "Sinergitas Kader Dalam Rangka Membangun Karakter Palajar NU di Era Globalisasi", acara pelantikan dan seminar pendidikan PC IPNU-IPPNU Kab Gresik berlangsung meriah di Pesantren Al Ikhlas Mulyorejo, Gresik, kemarin (26/5).

Menakertrans Hadiri Pelantikan PC IPNU-IPPNU Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
Menakertrans Hadiri Pelantikan PC IPNU-IPPNU Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

Menakertrans Hadiri Pelantikan PC IPNU-IPPNU Gresik

Berlangsung sehari penuh, acara juga diisi Bedah Film Sang Kiai yang lagi hangat di tengah masyarakat, terutama Nahdliyin. Dibuka dengan penampilan paduan suara, drumband, dan band reliji SMK Al Ikhlas Gresik, acara dihadiri oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, anggota DPR RI dari PKB, Andi Muawiyah Ramli dan Jazilul Fawaid, ketua tanfidh PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar, ketua DPRD Kab Gresik, Zulfan Hasyim, tokoh-tokoh dari PCNU Gresik, perwakilan banom-banom dari lingkungan PCNU Gresik, dan pengurus beserta anggota IPNU-IPPNU se-kab Gresik.

Dalam mengisi seminar pendidikan, Muhaimin Iskandar yang juga ketua umum DPP PKB menyampaikan bahwa umat Islam Indonesia telah menunjukkan kekuatannya pada dunia.

Haedar Nashir

"Umat Islam Indonesia telah melalui sejarah pahit. Sehingga umat Islam Indoensia saat ini paling solid, kompak, dan stabil diantara umat Islam yang lain," tuturnya

Ia menambahkan, NU yang lahir dari gerakan pemikiran (Taswirul Afkar), berlanjut pada gerakan ekonomi (Nahdlatut Tujjar), sampai kemudian melahirkan Nahdlatul Ulama pada tahun 1926, telah memberikan sumbangsih besar diakuinya umat Islam Indonesia di mata dunia. Oleh karena itu, sebagai pewaris bangsa ini, ia berharap IPNU dan IPPNU mampu menjadi organisasi kader yang maksimal untuk melanjutkan perjuangan para pendahulunya.

Haedar Nashir

"Melalui NU, kekuatan Islam Indonesia diakui dunia," tegasnya

Ia pun mengingatkan, bahwa pelajar NU harus mengingat 4 sejarah penting andil NU dalam sejarah Indonesia. Pertama, Munas Alim Ulama pada tahun 1938 di Banjarmasin yang membahas hubungan Islam dan negara (Darussalam). Kedua, peran NU melalui KH Wahid Hasyim di BPUPKI dalam menentukan konsep negara. Ketiga, peran NU dalam memposisikan Pancasila sebagai asas tunggal. Keempat, peran NU melalui Gus Dur dalam menyuarakan demokrasi pasca lengsernya orde baru.

M Muslih selaku ketua PC IPNU Kab Gresik terlantik menyampaikan banyak terima kasihnya kepada segenap pihak yang telah membantu terselenggaranya acara tersebut.

"Terutama kepada pihak Pesantren Al Ikhlas yang telah antusias dan menyediakan fasilitas mewah untuk terselenggaranya acara ini," tuturnya

Ia melanjutkan, sebagai basis pelajar, sinergitas IPNU-IPPNU dengan Maarif akan menjadi prioritas pertama bagi IPNU dan IPPNU yang dipimpinnya. Hal tersebut terkait dengan wacana pelajar NU dalam menghadapi tantangan global dan aswaja. Disamping itu, ekonomi mandiri dalam menghidupi organisasi juga akan menjadi hal yang prioritaskan ke depannya.

Di akhir sambutan, ia menegaskan bahwa IPNU-IPPNU sebagai organisasi kader NU bersikap konsekuen terhadap jati diri NU sebagai organisasi sosio-keagamaan. Hal tersebut dipertegaskannya mengingat masa-masa Pilgub dan pemilu yang semakin dekat.

"IPNU-IPPNU tidak kemana-mana, dan IPNU-IPPNU ada dimana-mana," tegasnya yang disambut tepuk tangan hadirin

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Faiz 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Pahlawan Haedar Nashir

Selasa, 04 Mei 2010

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan

Wonosobo, Haedar Nashir. “Mari kita kembali pada Islam yang ramah bukan pemarah, Islam yang merangkul bukan memukul, hentikan ekspresi yang kebablasan, saling mencaci dan memaki di antara anak bangsa,“?

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan

Demikian disampaikan oleh Sekjen PBNU, H.A. Helmy Faishal Zaini dalam pidatonya saat memimpin apel kebangsaan di alun-alun Wonosobo, Ahad (21/5).?

Ribuan warga Nahdliyin se-Kabupaten Wonosobo mengikuti gelar apel kebangsaan tersebut dengan penuh antusias. Mereka merupakan perwakilan Nahdliyin dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Wonosobo.

Dalam orasi kebangsaannya ia menegaskan pentingnya sikap cinta tanah air. Kini Indonesia bisa melihat seberapa besar kecintaan rakyat pada negerinya. Indonesia tidak perlu takut terhadap berbagai ancaman musuh negeri karena rakyat selalu mendukung dan setia pada NKRI. Para pendiri bangsa sudah bersepakat termasuk ulama yang menjadi representasi umat Islam di Indonesia.

Haedar Nashir

Kegiatan apel kebangsaan ini berlangsung sejak Pukul 06.00 WIB dengan diawali istighotsah, dan pembacaan Al-Qur’an 30 Juz ? oleh Muslimat-Fatayat NU. Dalam kesempatan itu, dilakukan pula penandatanganan dan pembacaan bersama ikrar kebangsaan Warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Wonosobo oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Wonosobo Arifin Shidiq bersama Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Halim. Apel kebangsaan ini dihadiri pula oleh Pengurus PWNU Jawa Tengah, Bupati Wonosobo H Eko Purnomo, Kapolres AKBP M. Ridwan, Dandim 0707 Dwi Hariyanto, Sekda Wonosobo H Eko Sutrisno Wibowo, serta seluruh organisasi sayap NU.

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, juga dilaksanakan prosesi pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Wonosobo periode 2017-2022. Selain Pengurus PCNU, dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), PC Pagar Nusa, MWCNU Wonosobo, MWCNU Kepil, serta beberapa lembaga NU lainnya. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Tegal, Pendidikan Haedar Nashir

Haedar Nashir

Senin, 03 Mei 2010

Ratusan Siswa dan Guru SMK Plus NU Sidoarjo Shalat Ghoib untuk KH Mas Subadar

Sidoarjo, Haedar Nashir - Sekitar 280 siswa kelas X dan XI beserta dewan guru SMK Plus NU Sidoarjo menunaikan shalat ghoib untuk pengasuh pesantren Raudlatul Ulum, Besuk Kabupaten Pasuruan KH Mas Subadar. Mereka melangsungkan shalat itu di aula sekolah setempat. Sebelum shalat ghoib, mereka membacakan surat Yasin.

"Kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran kepada para siswa agar mengikuti instruksi dari PBNU. Di samping itu, kami juga ingin mengenalkan ulama NU kepada para siswa SMK Plus NU terutama kepada siswa baru (kelas X)," kata Guru BK SMK Plus NU Sidoarjo M Zakariya, Senin (1/8).

Ratusan Siswa dan Guru SMK Plus NU Sidoarjo Shalat Ghoib untuk KH Mas Subadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Siswa dan Guru SMK Plus NU Sidoarjo Shalat Ghoib untuk KH Mas Subadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Siswa dan Guru SMK Plus NU Sidoarjo Shalat Ghoib untuk KH Mas Subadar

Menurutnya, Kiai Mas Subadar merupakan sosok ulama yang konsisten di NU dan telaten membimbing umat di garis bawah. Pihaknya juga turut berbelasungkawa atas wafatnya salah satu kiai NU ini.

"Semoga keluarga almarhum diberikan Allah kesabaran, ketabahan, dan mampu meneruskan perjuangan almarhum baik di pesantren maupun di masyarakat NU," ia berdoa.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Lebih lanjut Zakariya mengatakan, para siswa, dewan guru beserta karyawan SMK Plus NU Sidoarjo juga rutin setiap hari menunaikan shalat dhuha, zhuhur dan ashar berjamaah. Kegiatan ini dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Ahlussunnah, AlaSantri Haedar Nashir