Jumat, 25 Januari 2013

Kuwu di Desa Ini Manfaatkan Dana Desa untuk Program Strategis

Brebes, Haedar Nashir. Dana desa (DD) senilai satu miliar rupiah pertahunnya dari program pemerintah yang dikomandoi Kementerian Desa PDTT turut membantu mewujudkan problem di desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Kuwu di Desa Ini Manfaatkan Dana Desa untuk Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuwu di Desa Ini Manfaatkan Dana Desa untuk Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuwu di Desa Ini Manfaatkan Dana Desa untuk Program Strategis

Desa terluas dari 22 desa di Kecamatan Losari ini memberdayakan dana desa untuk program-program strategis di antaranya untuk normalisasi sungai, pembangunan saluran air, serta pengecoran dan pengaspalan jalan desa.

“Saya berusaha menyediakan jalan untuk pemberdayaan ekonomi warga lewat program pembangunan infrastruktur,” ujar Kepala Desa (Kuwu) Prapag Kidul Ella Sugiarto, Selasa (27/6) saat Haedar Nashir berkunjung ke kediamannya.

Ella menilai, desa yang dipimpinnya saat ini selain mempunyai potensi ekonomi di bidang kelautan, juga mempunyai sungai yang lebar dan cukup strategis untuk kebutuhan pengairan para petani.

Haedar Nashir

?

Desa ini terletak tepat di pantai utara Laut Jawa. Namun sebagian warga juga memanfaatkan lahan untuk pertanian. Sehingga daerah ini satu-satunya desa yang warganya mempunyai dua mata pencarian, petani dan nelayan di Kecamatan Losari.

“Saya menyusun program berdasarkan problem yang saat ini mendera warga. Jalan desa saya rapikan semua, termasuk sungai, setelah dikeruk ke depan dinormalisasi,” jelas Kades yang masih cukup muda ini.

Menurut pria bergelar sarjana ekonomi ini, pelaksanaan program dari dana desa membantu dalam pencairan dana desa tahap selanjutnya. Ia pun meminta dukungan seluruh masyarakat desa agar pemberdayaan ini setiap tahunnya dapat menyejahterakan warga.

Haedar Nashir

Program pembangunan saluran ini disambut baik oleh warga desa karena mereka selama ini hanya mengandalkan musim penghujan (sawah tadah hujan) untuk memulai aktivitas bertani.

Program ini memastikan petani di desa yang terletak 2,7 kilometer dari bibir pantai Laut Jawa ini dapat bertani sepanjang musim. Begitu juga program perapian infrastruktur jalan yang sangat membantu nelayan dalam distribusi pemasaran hasil laut. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul, Tokoh Haedar Nashir

Jumat, 11 Januari 2013

Ziarahi Makam Mbah Hasyim, Mensos Teteskan Air Mata

Jombang, Haedar Nashir. Pecahnya perang 10 November 1945 di Surabaya yang akhirnya ditetapkan menjadi Hari Pahlawan, tidak lepas dari kiprah KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU yang juga pendiri pesantren Tebuireng Jombang.

Jelang peringatan hari pahlawan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parwansa didampingi Istri KH Salahudiin Wahid melakukan ziarah ke makam KH Hasyim Asyari di kompleks Pesantren Tebuireng Jombang, Sabtu (7/11).

Ziarahi Makam Mbah Hasyim, Mensos Teteskan Air Mata (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarahi Makam Mbah Hasyim, Mensos Teteskan Air Mata (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarahi Makam Mbah Hasyim, Mensos Teteskan Air Mata

Khofifah menyatakan, bahwa tokoh sentral yang menggerakkan pertempuran 10 November Surabaya adalah kakek KH Abdurrahman Wahid. "Itu makam KH Hasyim Asyari Pendiri NU, kakek Gus Dur. Beliaulah tokoh yang sangat berpengaruh menggerakkan di balik perjuangan? peristiwa 10 November di Surabaya," ujarnya.

Haedar Nashir

Pada peringatan hari pahlawan di Surabaya, Selasa 10 November mendatang, rencananya Presiden Jokowi untuk pertama kalinya akan menjadi Irup (Inspektur Upacara). Dalam peringatan hari pahlawan itu menurutnya yang perlu diketahui bersama sesungguhnya adalah tokoh yang sangat berpengaruh menggerakkan orang supaya berjihad, untuk mempertahankan kemerdekaan NKRI dan melawan penjajah Belanda, yang tak lain adalah KH Hasyim Asy’ari.

Haedar Nashir

Sementara itu, saat melakukan ziarah ke makam KH Hasyim Asy’ari, Khofifah yang juga ketua PP Muslimat NU ini tampak meneteskan air mata.? Mata perempuan ini sudah terlihat berkaca-kaca saat pembacaan tahlil dan doa. Air mata orang yang dikenal dekat dengan Gus Dur ini akhirnya jatuh juga saat menabur bunga di makam KH Hasyim Asy’ari. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Cerita, Halaqoh Haedar Nashir

Rabu, 09 Januari 2013

Ranting NU se-Kecamatan Palasah Gelar Maulid Bergilir

Majalengka, Haedar Nashir. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) se-Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat menggelar maulid secara bergiliran dengan membaca barzanji, marhabanan dan Tabligh akbar yang diisi oleh Pengurus Cabang NU Majalengka.

Ranting NU se-Kecamatan Palasah Gelar Maulid Bergilir (Sumber Gambar : Nu Online)
Ranting NU se-Kecamatan Palasah Gelar Maulid Bergilir (Sumber Gambar : Nu Online)

Ranting NU se-Kecamatan Palasah Gelar Maulid Bergilir

Amin Syaefullah, Sekretaris MWC NU Palasah mengatakan, selama seminggu yang lalu, pengurus ranting NU di Kecamatan Palasah seperti Desa Pasir, Cisambeng, Trajaya, Palasah, Majasuka dan terakhir Tarikolot menggelar maulid bergilir yang dilaksanakan bersama dengan kelompok Majelis Talim Al-Amin.

Agenda ini, tambah Amin, selain wujud kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW, juga untuk menjaga tradisi dan memperkuat Ke NU an secara struktural dan kultural.

Haedar Nashir

“Kami melakukan kegiatan ini juga sebagai upaya memperkuat benteng-benteng ahlussunah wal jamaah,” tuturnya, Rabu, (14/1).

Haedar Nashir

Atas nama MWCNU Palasah, Amin ingin meyakinkan kembali agar masyarakat lebih percaya diri terhadap apa yang dilakukannya ini tidak bidah melainkan mengandung unsur ibadah.

“Karena dengan kita bersama-sama membaca kitab maulid, kita bisa bersilaturrahim sesama anggota, mengaji bersama, berarti kan unsur ibadahnya lebih banyak, bukan hanya sekadar kumpul-kumpul," jelasnya.

Amin berharap, ke depan agenda ini bisa berjalan setiap tahunnya sehingga bisa memperkokoh tradisi ahlussunnah wal jama’ah ditengah masyarakat Majalengka, khususnya di Kecamatan Palasah. (Aris Prayuda/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri Haedar Nashir

Selasa, 08 Januari 2013

Cabang-Cabang Ansor di Sumbar Keluarkan Deklarasi Tolak Paham Radikal

Pasaman Barat, Haedar Nashir. Tiga Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Sumatera Barat keluarkan Deklarasi Kebangsaan menolak semua bentuk paham radikal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang sudah tumbuh sejak lama di tengah masyarakat Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan pada ? Deklarasi Kebangsaan Gerakan Pemuda Ansor yang diikuti Pimpinan Cabang Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (16/7/2017) malam usai shalat Isya berjamaah di Masjid Al-Ikhlas Sidodadi Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat.?

Pernyataan yang dibacakan kader Ansor Padang Pariaman M. Fadly, menyebutkan, menyikapi perkembangan bangsa Indonesia belakangan ini, maka dengan ini Ansor menyatakanm, pertama, Gerakan Pemuda Ansor menolak semua bentuk paham radikal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang sudah tumbuh sejak lama di tengah masyarakat Indonesia.

Kedua, menolak paham dan gerakan ISIS yang nyata-nyata tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusian dan agama Islam. Ketiga, mendukung pernyataan sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor tentang pembubaran ormas Hizbur Tahrir Indonesia (HTI) yang dinilai mengancam keutuhan NKRI.?

Cabang-Cabang Ansor di Sumbar Keluarkan Deklarasi Tolak Paham Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Cabang-Cabang Ansor di Sumbar Keluarkan Deklarasi Tolak Paham Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Cabang-Cabang Ansor di Sumbar Keluarkan Deklarasi Tolak Paham Radikal

Keempat, mendukung sikap Pemerintah ? Indonesia yang membubarkan organisasi atau kelompok yang nyata-nyata berlawanan dengan ideologi Pancasila dan mengancam keutuhan NKRI. Kelima, mendukung sikap TNI dan Polri yang tegas mengambilkan tindakan terhadap pihak-pihak yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

Naskah pernyataan ditandatangani Ketua PC Padang Pariaman ? Zeki Aliwardana, Ketua PC Pasaman Asrial dan Ketua PC Pasaman Barat Djafrinal Effendi.

Menurut Zeki Ali Wardana, pernyataan sikap ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian Ansor terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. “Ansor tidak ingin negara ini dicabik-cabik oleh kelompok yang datang kemudian untuk menghancurkan dengan paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila sehingga merongrong keutuhan NKRI. Karena Ansor amat menyadari negara dan bangsa Indonesia didirikan dan dipertahankan oleh para pendahulu dengan pengorbanan pikiran, fisik, tetesan darah para ulama, santri dan komponen bangsa Indonesia lainnya,” kata Zeki, ? yang juga mantan Sekretaris PMII Kota Pariaman ini.

Haedar Nashir

Djafrinal Effendi pun menambahkan, melalui deklarasi kebangsaan ini, kami ingin mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap paham-paham yang cenderung radikal dan terindikasi merongrong keutuhan NKRI. Meski dibungkus dengan simbol-simbol Islam, namun targetnya jelas membawa kepentingan pihak luar sehingga ideologi bangsa Indonesia diganti sesuai dengan misinya.

“Setiap kader Ansor sudah dibekali wawasan kenapa harus menjaga empat pilar kebangsaan Indonesia. Yakni ideologi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1 945. Sejarah panjang dan kondisi yang dimiliki Indonesia, hanya cocok dengan konsep empat pilar tersebut,” kata Djafrinal, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumatera Barat ini.?

Haedar Nashir

Menurut Ketua Ansor Pasaman Asrial Arfandi Hasan, generasi muda yang tingkat pengetahuan agamanya (Islam) minim lebih mudah dimasuki paham radikal. Jika bertemu dan diajak oleh orang berpaham radikal, bisa tergoda untuk mengikutinya. “Untuk itu, generasi muda perlu meningkatkan pengetahuan agama Islam-nya yang berpahamkan rahmatan lil’alamin, Islam yang moderat,” kata Asrial, mantan Camat ? Padang Gelugur Kabupaten Pasaman ini. ?

Dikatakan Asrial, ? deklarasi kebangsaan ini juga meningkatkan silaturrahmi dan konsolidasi Ansor sesama pimpinan dan kader Ansor di tiga cabang. Ke depan pertemuan ini diharapkan dapat ditingkatkan dengan jumlah cabang yang lebih banyak.?

(Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal Haedar Nashir