Senin, 14 April 2014

Jelang Pemilu, Pelajar NU Tegal Keluarkan Petisi Tolak Golput

Tegal, Haedar Nashir. Menjelang Pemilu Legislatif 9 April 2014 mendatang, para pelajar Kota Tegal yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mengeluarkan petisi. Petisi tersebut antara lain berisi IPNU-IPPNU akan ikut serta mensukseskan pemilu 2014 dan menolak keras golongan putih (Golput).

Jelang Pemilu, Pelajar NU Tegal Keluarkan Petisi Tolak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pemilu, Pelajar NU Tegal Keluarkan Petisi Tolak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pemilu, Pelajar NU Tegal Keluarkan Petisi Tolak Golput

Petisi yang berisi 4 poin tersebut dibacakan saat peringatan Hari lahir (Harlah) ke-60 IPNU dan ke-59 IPPNU di Gedung NU Jalan Wisanggeni 9 Kota Tegal, Jawa Tengah, Ahad (13/3).?

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kota Tegal Azis Putra Purnama menjelaskan, petisi dikeluarkan sebagai sikap tegas pelajar NU dalam menghadapi situasi jaman yang penuh dengan berbagai tantangan. “Kami harus mengeluarkan petisi agar mantap dalam menyikapi kondisi zaman yang penuh tantangan ini,” kata Azis.

Haedar Nashir

Azis sangat berharap pelajar NU yang telah memiliki hak pilih menjadi pemilih yang cerdas. Pemilih sesuai dengan hati nurani dan jangan takut pada ancaman maupun karena uang.?

Haedar Nashir

Poin kedua, akan berperan aktif jalannya pemilu 2014 yang bersih, jujur dan aman. Ketiga, IPNU-IPPNU akan menjaga keutuhan NKRI dengan menghindari minuman keras, narkoba, dan pergaulan bebas; dan keempat, pelajar NU akan menjaga aqidah Ahlussunah wal Jamaah dari ancaman Islam radikal.

Petisi dibacakan oleh empat orang pelajar NU dihadapan Rais syuriyah PCNU Kota Tegal KH Moh Ibrahim, Ketua PCNU Kota Tegal dr H Abdal Hakim, Wali Kota Tegal H Ikmal Jaya SE dan undangan lainnya.?

Senada dengan petisi tersebut Wali Kota Tegal H Ikmal Jaya SE dalam kata sambutannya juga berharap agar pelajar NU bisa menjadi contoh pelajar yang berpartisipasi aktif dalam pemilu, jangan sampai golput. Wali kota menyatakan singkatan golput dengan akronim golongan penerima uang tunai. “Jangan sampai mau berangkat ke TPS karena telah menerima uang tunai,” kata Ikmal. (Wasdiun/Mahbib) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Tegal Haedar Nashir

Jumat, 11 April 2014

Gus Mus: Tak Perlu Rendah Diri di Depan Obama

Jakarta,Haedar Nashir. Wakil Rais Aam PBNU, KH A. Mustofa Bisri menyambut baik kedatangan Presiden Barack Obama ke Indonesia. “Menurutku, kita sebagai bangsa yang mayoritas beragam Islam dan diajari Nabi agung Kita Muhammad SAW untuk ikraamudh-dhaif, kita patut menerima dengan baik kedatangan Obama,” papar Gus Mus melalui pesan singkatnya kepada Haedar Nashir (10/11).

Kewajiban bagi tuan rumah adalah member sambutan dan penghormatan yang baik kepada tamunya. “Namun sebagai tuan rumah kita tidak boleh mengharap apa-apa,” Tambah Gus Mus.

Gus Mus: Tak Perlu Rendah Diri di Depan Obama (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Tak Perlu Rendah Diri di Depan Obama (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Tak Perlu Rendah Diri di Depan Obama

Kedatangan Presiden AS kali ini disambut dengan baik oleh Presiden SBY, termasuk mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri. Bahkan Pemerintah menyiapkan 10.000 personil untuk mengamankan Obama selama di Indonesia.

Haedar Nashir

“Sebagai bangsa dari negara berkembang yang kedatangan tamu dari Negara Adi Kuasa, kita tidak boleh menunjukkan rasa rendah diri. Lebih penting lagi, bagaimana pun kita tidak boleh terlalu mengharap dari Presiden AS ini” tambah Gus Mus.

Haedar Nashir

Seperti yang diketahui bahwa Obama tiba di Indonesia Selasa (9/11) dan langsung mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden SBY. Dan hari ini Obama menyampaikan pidato umumnya di Universitas Indonesia Depok. Dan rencananya sore ini Obama akan meninggalkan Indonesia. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam, Kajian, Pahlawan Haedar Nashir

Kamis, 10 April 2014

Hidupkan NU di Setiap Tingkatan untuk Tangkal Paham Sesat dan Radikal

Demak, Haedar Nashir

Akhir-akhir ini muncul berbagai aliran yang mengatasnamakam Islam. Padahal menanamkan paham sesat maupun paham keras atau radikal. Semua itu muncul dan hidup di daerah yang minim NU atau tidak ada kepengurusan NU, sehingga pesan dan ajaran Aswaja tidak bisa disampaikan kepada masyarakat di lingkungan tersebut.

Hidupkan NU di Setiap Tingkatan untuk Tangkal Paham Sesat dan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidupkan NU di Setiap Tingkatan untuk Tangkal Paham Sesat dan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Hidupkan NU di Setiap Tingkatan untuk Tangkal Paham Sesat dan Radikal

Demikian disampaikan KH Musadad Syarif dalam rapat koordinasi pengurus cabang dengan pengurus MWCNU se-Kabupaten Demak di masjid Jami Baitul Muttaqin Pidodo Karang Tengah, Demak, Jawa Tengah, Ahad (13/3).

Musadad menjelaskan, hidupnya kepengurusan NU di semua tingkatan menjadikan organisasi yang mengembangkan aliran sesat maupun radikal tidak mempunyai ruang untuk mengembangkan maupun menyebarkan ajarannya.

“Hidupnya NU otomatis menangkal aliran sesat, karena program dan ajaran NU bisa sampai ke umat,” tambah Musadad.

Haedar Nashir

Senada dengan Musadad, Sekretaris PCNU Demak Khoirun Zain saat mendampingi ketua dalam memimpin rapat lebih ? menekankan pada menghidupkan kembali pengurus ranting dengan berbagai kegiatannya.

Harapannya, intensitas kegiatan yang dilakukan organisasi akan bisa menyampaikan pesan pimpinan pada anggotanya sehingga konsolidasi organisasi bisa berjalan dengan baik.

“Kami mengharap pada seluruh pengurus MWCNU agar ranting-ranting yang selama ini agak kurang greget untuk diaktifkan kembali, dengan demikian semakin banyak silaturrahim, semakin banyak info yang kita dapat dan semakin cepat pula kita bertindak,” terang Khoirun Zain. (A Shiddiq Sugiarto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Fragmen, AlaNu, Sejarah Haedar Nashir