Minggu, 31 Januari 2016

Kader KMNU UI Jadi Delegasi dalam Forum International 51 Negara

Jakarta, Haedar Nashir

Kader Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Indonesia (UI) menjadi delegasi dalam ajang The European International Model United Nations (TEIMUN). Ajang internasional bergengsi itu diselenggrakan pada Senin-Ahad (11-17/7) di Den Haag, Belanda.

Kader KMNU UI Jadi Delegasi dalam Forum International 51 Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader KMNU UI Jadi Delegasi dalam Forum International 51 Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader KMNU UI Jadi Delegasi dalam Forum International 51 Negara

Abid Abdurrahman Adonis, delegasi UI itu, menjelaskan bahwa ajang TEIMUN merupakan bentuk dari simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang terdiri dari tujuh council, Historical Crisis Council, Human Rights Council, Security Council, General Assembly, North Atlantic Council, European Council, dan International Court of Justice.

“Posisi saya dalam tim delegasi UI itu sebagai the Head of Delegates”, kata Mahasiswa Hubungan Internasional UI kepada Haedar Nashir.

Haedar Nashir

Dalama ajang yang dihadiri oleh peserta 51 negara dari 5 benua itu tim UI berhasil mendapat 5 penghargaan.

Haedar Nashir

“Ya, tim yang saya ketuai berhasil mendapat 5 penghargaan, di antaranya honorable mention untuk Historical Crisis Council, best delegate untuk Human Right Council, Security Council (double delegate), dan General Assembly. Hal itu tentunya karena proses panjang yang dimulai dari menjalani proses seleksi dan latihan selama 8 bulan”, paparnya.

Mahasiswa asal Nganjuk ini juga menyatakan bahwa selama dalam ajang TEIMUN di Den Haag, tim UI TEIMUN juga mendapat dukungan dan apresiasi dari Duta Besar Republik Indonesia untuk belanda I Gusti Agung Wesaka Pudja dan Atase pendidikan dan kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Belanda Bambang Hari.

“Semua ini dapat dicapai tentunya karena proses panjang dan bimbingan dari pelatih,” pungkasnya. (Afifah Marwa/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam, Santri Haedar Nashir

Selasa, 26 Januari 2016

PCNU Grobogan Gelar Khitan Massal

Grobogan, Haedar Nashir. Dalam rangka memperingati Harlah NU ke-87, Pengurus Cabang NU Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menggelar ? khitanan massal. Acara dipusatkan di RS Permata Bunda Purwodadi, pada Ahad (17/2).?

PCNU Grobogan Gelar Khitan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Grobogan Gelar Khitan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Grobogan Gelar Khitan Massal

Kegiatan tersebut diikuti 31 peserta. Mereka merupakan siswa perwakilan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Grobogan.

Puluhan anak yang akan dikhitan, sebelumnya dikumpulkan di Gedung PCNU Grobogan. Kemudian mereka diarak naik kereta kelinci dan diiringi atraksi drum band dan barongsai.

Haedar Nashir

”Acara khitan massal ini bertujuan untuk mensyiarkan nilai-nilai budaya Islam dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," ujar ketua panitia Harlah NU ke-87 Kabupaten Grobogan, Ady Setyawan.

Menurut Ady, di usianya yang ke-87 tahun, jajaran pengurus NU di Kabupaten Grobogan berkeinginan untuk terus berbuat sesuatu terhadap masyarakat bayak. Baik melalui bhakti sosial maupun kegiatan lainnya.

Haedar Nashir

Dikatakan, prinsip NU adalah al-muhafazdotu ‘ala qodimish sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah,? A memelihara hal-hal lama yang baik sambil terus mencari hal-hal baru yang lebih baik lagi. Degan prinsip ini, NU sangat akomodatif terhadap adat budaya dan tradisi yang berkmebang di tengah-tengah masyarakat.

”Karena itu, dalam acara khitanan masal ini panitia menampilkan seni barongsai,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pelayanan RS Permata Bunda, Iman Santosa mengatakan, acara khitan massal ini merupakan kerjasama antara NU dengan rumah sakitnya.

"Untuk khitan massal ini, kami menerjunkan dua dokter dan 12 tenaga medis," ungkapnya.

Iman menambahkan, kerja sama antara NU dengan rumah sakitnya diharapkan bisa berkesinambungan di waktu mendatang. Bahkan, pihaknya berencana akan membangun kerja sama lebih jauh lagi, yakni berkaitan dengan kartu NU Sehat.

"Melalui kartu NU sehat tersebut, layaknya Jamkesmas maupun Jamkesda, sehingga nantinya Nahdliyin bisa mendapatkan jaminan kesehatan dari RS Permata Bunda," tandasnya.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Sholihin Hasan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Berita Haedar Nashir

Kamis, 21 Januari 2016

Kader NU Pimpinan MUI Kota Probolinggo

Probolinggo, Haedar Nashir. Wakil Rais Syuriyah PCNU Kota Probolinggo KH Nizar Irsyad Kota Probolinggo akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo masa khidmat 2015-2020.

Direktur Aswaja NU Center Kota Probolinggo ini terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) II DPD MUI Kota Probolinggo yang dilaksanakan di aula MAN 2 Kota Probolinggo, Sabtu (12/12). Musda II MUI ini dipimpin oleh KH Ahmad Hudri yang juga Wakil Ketua PCNU Kota Probolinggo.

Kader NU Pimpinan MUI Kota Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Pimpinan MUI Kota Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Pimpinan MUI Kota Probolinggo

Hadir dalam Musda II itu Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Jhony Hariyanto, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah MUI Provinsi Jawa Timur KH Abddusshomad Buchori serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan di Kota Probolinggo mulai dari NU, Muhammadiyah, dan Al-Irsyad.

Haedar Nashir

Kiai Nizar yang merupakan utusan PCNU Kota Probolinggo ini meraih 6 suara dari total 10 suara mengalahkan calon petahana Kiai Masruchin Ahmad yang hanya meraih 3 suara. Sementara 1 suara diraih oleh Ustadz Nurhasan yang juga Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Probolinggo.

Haedar Nashir

Setelah terpilih Kiai Nizar Irysad yang merupakan kiai muda ini menyampaikan bahwa MUI Kota Probolinggo memiliki tantangan sangat berat. Terutama masalah keumatan yang meliputi maraknya miras, narkoba, hiburan malam, dan tempat kemaksiatan lainnya di Kota Probolinggo.

“Terutama tempat hiburan malam MUI akan mendesak secara tegas agar Pemkot Probolinggo menutup tempat-tempat maksiat itu. Sebelum itu MUI tidak ikut merespon bahkan terkesan mendukung adanya tempat hiburan malam itu. Karena itu pemkot setempat ke depan diharapkan lebih peka terhadap masalah-masalah keumatan,” katanya.

Sementara KH Abddusshomad Buchori mengungkapkan, MUI adalah mitra kerja strategis pemerintah. Tetapi dalam merespon masalah keumatan MUI tidak boleh tunduk pada kemungkaran dan kemudlaratan.

“Pemkot Probolinggo harus memberikan dukungan anggaran yang cukup kepada MUI sebagai mitra kerja pemerintah. Di mana pemerintah harus memerhatikan saran dan masukan MUI sebagai poin penting dalam pembangunan terutama terkait masalah moralitas umat,” ungkapnya.

Ketua panitia musyawarah KH Ahmad Hudri mengharapkan kepengurusan MUI yang baru bisa membawa aspirasi masyarakat terutama terkait dengan maraknya tempat-tempat hiburan malam yang sangat meresahkan masyarakat Kota Probolinggo.

“Mudah-mudahan pengurus yang baru bisa mendesak Pemkot Probolinggo agar bisa menutup tempat hiburan malam yang sangat merusak moral para generasi muda yang ada di Kota Probolinggo,” katanya.

Musda II DPD MUI Kota Probolinggo ini diikuti oleh seluruh dewan pimpinan MUI mulai dari dewan penasehat, dewan pimpinan harian, komisi dan dewan pimpinan kecamatan serta dari ormas PCNU, Muhamnadiyah, dan Al-Irsyad dengan jumlah total undangan mencapai 77 orang dan 25 undangan. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah, Berita Haedar Nashir

Minggu, 17 Januari 2016

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Gus Dur di Ciganjur

Jakarta, Haedar Nashir. Dalam rangka memperingati tahun ketiga kepulangan mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), keluarga Almarhum menggelar acara doa bersama di kediaman Ciganjur, Ahad malam (30/12). Sebelum acara puncak doa bersama, dari pagi keluarga juga menggelar acara khataman Al-Quran yang melibatkan mahasiswa penghafal Al-Quran (huffadh) dari Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta dan santri Pesantren Ciganjur.

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Haul Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Gus Dur di Ciganjur

Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Jakarta dan sekitarnya turut menhadiri acara tahlil, istighotsah dan doa bersama ini. Para jamaah hadir atas inisiatif sendiri tanpa dikoordinasi oleh panitia.

Seluruh anak, menantu dan cucu-cucu Gus Dur lengkap turut ambil bagian dalam acara ini. Turut hadir pula dalam acara ini, keluargah besar Wahid Hasyim seperti adik-adik dan keponakan-keponakan Gus Dur, antara lain Aisyah Hamid Baidlowi, Lily Wahid dan lain-lain.

Haedar Nashir

Para tamu undangan yang hadir dalam acara doa bersama ini antara lain Ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfudh MD, Wakil Menteri Agama Nazaruddin Umar, Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Persatuan Nasional (2000-2001) Luhut Binsar Panjaitan, Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia Bhikku Dhammasubo Mahathera, Pembimbing Frather Xaverian Romo Mateo dan lain-lain.

Haedar Nashir

"Acara ini memang sebenarnya dimaksudkan untuk kalangan terbatas saja. Beberapa tamu undangan dan masyarakat sekitar saja. Tapi Alhamdulillah ternyata antusias masyarakat melebihi yang kami perkitakan," tutur Ibu Nyai Hj. Shinta Nuriyah isteri Almarhum Gus Dur kepada Haedar Nashir, usai acara.

Sementara itu dalam testimoninya, Mahfudh MD menyatakan, Gus Dur adalah sosok yang terbukti bersih secara hukum. Baik persidangan karena kasus Bulog maupun hibah dana dari sultan Brunei.?

"Dalam kedua persidangan hukum kedua kasus tersebut, pengadilan telah menyatakan bahw Gus Dur tidak terlibat. Sementara orang-orang yang terlibat dalam Buloggate telah divonis masing-masing empat tahun," tandas Mahfudh.

Penulis : Syaifullah Amin?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Amalan Haedar Nashir

Rabu, 13 Januari 2016

Ansor Banjar Kecam Propaganda Khilafah

Banjar, ? Haedar Nashir



Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Banjar, Mamun Syarif, mengecam keras bahaya laten propaganda khilafah yang dikumandangkan oleh salah satu organisasi Islam. Menurutnya, hal tersebut sangat bertentangan dengan Pancasila serta UUD 1945.

Ansor Banjar Kecam Propaganda Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Banjar Kecam Propaganda Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Banjar Kecam Propaganda Khilafah

"Sungguh ironis mereka dibiarkan berkembang biak di negara yang multikultural ini. Padahal, sudah jelas ideologi yang menganut sistem Khilafah tidak menerima Pancasila sebagai ideologi negara. Kami akan bertindak tegas gerakan mereka," tandasnya kepada Haedar Nashir usai tahlil dan potong tumpeng dalam peringatan hari lahir (Harlah) GP Ansor bersama ratusan kader Ansor dan Banser di Sekretariat GP Ansor kecamatan Langensari, Kota Banjar, Sabtu (23/04/2016).

Mamun menyebutkan pernyataan tersebut bukan tanpa alasan, tetapi berdasarkan instruksi Pengurus Pusat GP Ansor untuk memerangi paham yang terindikasi merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui berbagai propaganda yang mereka lakukan.

"Selain kami tetap memperkuat kader, juga pencabutan spanduk maupun bentuk propaganda lainnya yang dilakukan oleh mereka dengan tetap melakukan koordinasi dengan pihak keamanan. Apapun konsekuensinya kami sudah mempersiapkan, yang terpenting NKRI harga mati, bukan khilafah," pungkasnya.

Ditempat yang sama, Ihsan Hanafi, Ketua GP Ansor Kecamatan Langensari, Kota Banjar, menyatakan hal senada. Menurutnya, yang diberantas bukanlah orangnya, akan tetapi paham yang mengarah perongrongan NKRI melalui propaganda sistem khilafah.

Haedar Nashir

"Antar sesama manusia kita tetap harus menghormati sebagai makhluk ciptaan Alloh SWT. Akan tetapi kami punya sikap kepada organisasi manapun yang upaya berupaya merusak keutuhan NKRI. Mereka sudah jelas menolak Pancasila sebagai ideologi Negara Indonesia. Saya harap pemerintah pun jangan tinggal diam, kami prihatin sampai saat ini masih dibiarkan mereka berkembang," tegasnya.

Ihsan menambahkan, adanya terorisme yang ada di Indonesia tidak lepas dari paham yang mengatasnamakan khilafah. Parahnya, ISIS yang meresahkan dunia pun menggunakan semboyan khilafah.

"Jangan sampai paham radikal tersebut tumbuh subur. Jika tetap dibiarkan, saya yakin Negara Indonesia akan hancur seperti Suriah dan Irak," pungkasnya. (Muhafid/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Pahlawan Haedar Nashir

Minggu, 10 Januari 2016

PBNU Usulkan 22 Oktober Sebagai Hari Santri

Bogor, Haedar Nashir. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengusulkan bahwa ? rencana penetapan Hari Santri Nasional (HSN) sebaiknya tanggal 22 Oktober.

PBNU Usulkan 22 Oktober Sebagai Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Usulkan 22 Oktober Sebagai Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Usulkan 22 Oktober Sebagai Hari Santri

“Saya dari NU merekomendasikan hari santri adalah tanggal 22 Oktober,” tegasnya saat menjadi pembicara pada Focus Group Discussion (FGD) Pendidik dan Kependidikan Keagamaan, Bogor, Kamis (23/04) malam seperti dilansir oleh kemenag.go.id.

Kiai Said mengaku kurang setuju dengan wacana penetapan HSN pada tanggal 1 Muharram. Sebab, lanjutnya, tahun baru Hijriyah merupakan hari di mana seluruh umat muslim dunia memperingati tahun baru Islam tersebut.

Haedar Nashir

Moment yang pas, lanjut Kiai Said, ialah hari yang mempunyai kekhasan histrois dalam konteks perjuangan Indonesia. Dikatakan Kiai yang dulunya merupakan santri alumni Pesantren Lirboyo ini, peranan santri dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia sungguh luar biasa. ? Dalam peran itu, ada sebuah momentum penting dalam sejarah perjuangan dan pembelaan kaum santri untuk Indonesia. Momentum itu terjadi pada tanggal 22 Oktober 1945 ketika lahir Resolusi Jihad oleh KH Hasyim Asyari bersama ulama-ulama dari perwakilan berbagai organisasi masyarakat lainnya di luar NU, seperti Syarikat Islam dan Muhammadiyah.?

Haedar Nashir

“Saat itu, Mbah Hasyim mengajak santri agar menyambut kedatangan pasukan NICA dengan darah dan nyawa,” tukasnya dalam acara dengan tema ‘Hari Santri dalam Perspektif Lembaga Keagamaan’.

Sebelumnya, Kiai Said menjeskan bahwa jauh sebelum Indonesia merdeka sudah ada santri yang dari waktu ke waktu jumlahnya terus berkembang sampai akhirnya mampu mendirikan kerajaan Islam Demak Bintoro.?

Penetapan Kiai Said tentang hari santri pada 22 Oktober, bukan pada 1 Muharram ini diamini oleh Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud.

“Satu Muharram itu sudah diperingati di seluruh dunia. Ini kan untuk Indonesia, ya harus momen Indonesia. Dasarnya harus suatu peristiwa besar, antara lain Resolusi Jihad yang kemudian memberi semangat peristiwa bersejarah 10 November di Surabaya.”?

“Jelas, ini untuk mengingatkan bahwa republik ini dibikin umat Islam, tentu dengan kelompok yang lainnya, tapi darah yang mengalir banyak darahnya santri.”

Ia berharap penetapan Hari Santri ini dilakukan secepat mungkin mengingat penetapan Hari Santri merupakan janji yang disampaikan oleh Joko Widodo waktu dalam kampanye menjadia calon presiden sehingga harus ditepati. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ubudiyah Haedar Nashir

Selasa, 05 Januari 2016

Melalui Guru, Kemenag Dorong Budaya Damai Pendidikan Agama

Semarang, Haedar Nashir. Guru agama mempunyai tanggung jawab yang sangat berat, terutama dalam menanamkan moralitas, kesantunan, budi luhur dan kecerdasan. Selain itu, guru agama juga mempunyai kewajiban dalam menjaga keutuhan negara Indonesia dengan kedamaian dan kerukunan.

Demikian isi pidato Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam pembukaan Dialog Lintas Guru Agama yang diselenggarakan Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang dan Diklat Kemenag RI di Hotel Kesambi Semarang, Rabu (6/5/2015) malam.

Melalui Guru, Kemenag Dorong Budaya Damai Pendidikan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Melalui Guru, Kemenag Dorong Budaya Damai Pendidikan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Melalui Guru, Kemenag Dorong Budaya Damai Pendidikan Agama

Dalam pidato gubernur yang dibacakan Asisten Kesra Budi Wibowo ini juga ditegaskan mengenai pentingnya guru agama diberi amunisi agama yang cinta damai. Selama ini, muatan pendidikan agama hanya bersifat normatif-kognitif dengan menanamkan satu keyakinan bahwa agamanya yang paling benar.

Haedar Nashir

“Soal ritual, memang benar bahwa ‘agamaku adalah agamaku’ dan ‘agamu adalah agamamu’. Namun dalam makna luas, agama merupakan ajaran yang menanamkan nilai multikultural dan kebersamaan dengan mengedepankan dialog,” ujar Budi.

Dalam laporannya selaku Kepala Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Dr HM Hamdar Arraiyyah mengatakan, untuk mengakomodasi terwujudnya budaya damai melalui pendidikan agama, Kementerian Agama mengupayakan budaya dialog lintas guru agama. “Kemenag punya tanggungjawab besar dalam mendorong guru agama untuk memberikan ilmu positif tentang agama berwawasan damai,” tegas Hamdar.

Haedar Nashir

Melengkapi pandangan Kapuslitbang, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Prof H Abdurrahman Mas’ud MA PhD menegaskan pentingnya harmoni agama. “Sekolah harusnya menjadi agen perdamaian. Namun, dalam kenyataannya belum semua sekolah mampu menjadi agen perdamaian yang tepat,” ujarnya.

Menurut Rahman, sapaan akrabnya, masih ditemukan sekolah yang belum bisa menghargai perbedaan, sehingga memicu intoleransi dan ketidakharmonisan. Oleh sebab itu, potensi besar sekolah dalam menjaga perdamaian perlu dikedepankan.

“Satu hal yang harus diperkuat adalah guru agama dibekali dengan cross culture understanding, multiculture of education dan metode-metode pembelajaran agama yang modern. Dengan pola itu, niscaya agama jauh dari konflik,” tandasnya.

Salah seorang peserta dialog, M Rikza Chamami, dalam rilis yang dikirimkan kepada Haedar Nashir mewartakan bahwa dialog lintas guru agama tersebut rencananya digelar mulai Rabu-Jumat, 6-8 Mei 2015. “Acara ini diikuti 150 peserta. Mereka antara lain peneliti, unsur majelis agama, pengawas sekolah, dan guru agama dari enam agama resmi di republik ini,” tulis Rikza. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Hadits Haedar Nashir