Menurut Eksan, berjuang adalah sebuah keniscayaan. Kemenangan sejatinya adalah anugerah dari Allah yang diberikan bersamaan dengan usaha yang dilakukan manusia sebagai tebusan terhadap jerih payah dan perjuangannya. “Karena itu jangan pernah menyerah untuk menjadi yang terbaik, termasuk dalam event Porseni ini ,” ucapnya.
| Ingin Sukses, Jangan Pernah Menyerah (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ingin Sukses, Jangan Pernah Menyerah
Penulis buku “Kiai Muchit, Kiai Kelana” itu menambahkan, bahwa hidup ini esensinya adalah kompetisi tanpa akhir. Selama nyawa masih dikandung badan, selama? itu pula manusia harus berkompetisi untuk menjaga eksistensinya. Untuk meraih hidup yang mapan, bahkan untuk sekadar mempertahankan hidup saja, dibutuhkan usaha yang tidak ringan.“Karena itu, bila kita ingin sukses, jangan pernah berhenti berjuang. Kegagalan bukan akhir dari segalanya. Justru kegagalan adalah 50 persen kesuskesan. Dengan kata lain kegagalan adalah sukses yang tertunda,” urainya.
Dalam kesempatan tersebut, Eksan sedikit bernostalgia saat-saat? dirinya menjadi aktifis IPNU Jember sekian tahun yang lalu. Ia bercerita soal keikut-sertaan dirinya dalam Porseni IPNU-IPPNU tahun? 1994 di Yayaan Pendidikan? Ma’arif Wahid Hasyim, Balung. Ketika itu, Eksan berhasil meraih juara 2 dalam lomba pidato.
Haedar Nashir
“Saya waktu itu utusan Ancab IPNU Silo, dan alhamdulillah berhasil. Sampai sekarang piala lomba itu masih ada dan terawat di rumah saya,” ungkap politisi Partai Nasdem tersebut.Semua kegiatan Porseni tersebut dihelat? di Yayasan Pondok Pesantren Bintang Sembilan (Yaspibis) Jl. Pahlawan 127, Desa Dukuhdempok, Wuluhan, dan akan berlangsung hingga empat hari ke depan.? (aryudi a. razaq/abdullah alawi) ?
Haedar Nashir
Dari Nu Online: nu.or.idHaedar Nashir Cerita Haedar Nashir