Kamis, 05 Juli 2012

Santri Seblak Sambut Haflah dengan Sepak Bola Api

Jombang, Haedar Nashir . Di semua pondok pesantren, berbagai kegiatan dihelat untuk menyambut akhir tahun pelajaran (haflah). Ini juga yang dijumpai di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak, Diwek, Jombang, Jawa Timur. Sabtu (13/6), semua santri putra berkumpul di lapangan sepak bola. Malam itu mereka menggelar pertandingan sepak bola api.

Kegiatan ini adalah rangkaian akhir tahun pelajaran di pondok Seblak. “Acara ini sangat ditunggu para santri sebelum mereka liburan, bahkan tidak jarang juga ditonton oleh masyarakat sekitar, karena memang selalu ramai dari tahun ke tahun,” kata Ketua Pengurus Pondok Pesantren Seblak, Arif Wicaksono.

Santri Seblak Sambut Haflah dengan Sepak Bola Api (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Seblak Sambut Haflah dengan Sepak Bola Api (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Seblak Sambut Haflah dengan Sepak Bola Api

Seperti tahun lalu, pertandingan pun dimulai tepat pukul 19.30 WIB. Setiap tim terdiri dari lima pemain. “Aturan pertandingan sama dengan pertandingan futsal seperti biasa,” kata Fery Sriafandi, salah satu guru pondok. Jika sudah menang dua gol, maka tim yang kalah akan diganti tim lainnya.

Namun jika sampai tidak terjadi gol, pertandingan diakhiri dalam durasi 20 menit. “Itu untuk menjaga agar bola tetap diselimut kobaran api,” lanjut Fery.

Malam itu sengaja disiapkan enam kelapa yang sudah direndam minyak tanah sehari sebelumnya. “Tidak ada persiapan atau ritual khusus, cuma pemainnya sengaja kita ambil dari santri yang sudah SLTA,” imbuhnya. “Cuma anak-anak pasti tidak ada yang berani melakukan sundulan bola dengan kepalanya,” katanya lantas tertawa.

Haedar Nashir

Saat kick off dimulai, sorak sorai dari para santri di pinggir lapangan ramai terdengar. Baik santri putra maupun putri. Saat bola tidak sengaja keluar lapangan, para penonton pun semburat berlarian. “Ya jelas takut dengan kobaran apinya,” kata Nurul Yani, warga sekitar pondok yang mengaku datang sekeluarga untuk menonton.

Saat terjadi gol, justru ganti para penonton yang masuk ke lapangan untuk merayakan. Namun situasi kembali kondusif saat bola api sudah berada di dalam lapangan. Pertandingan pun dilanjutkan sampai terjadi gol berikutnya.

Malam itu, sampai terjadi lima kali pergantian tim. Artinya, sudah terjadi sepuluh gol. “Anak-anak ternyata antusias, meski awalnya masih takut untuk menendang bola api,” jelas Fery.

“Awalnya memang takut saat api berkobar dari bola, namun setelah ditendang tidak terasa panas,” kata Alifil Ma’luf, salah satu pemain. Siswa kelas X SMK Khoiriyah Haysim Seblak ini mengaku baru pertama kali ikut pertandingan sepak bola api. “Ternyata asyik juga main sepak bola api, tidak seperti yang saya takutkan selama ini,” ujarnya.

Haedar Nashir

Saking semangat, tim yang dipimpin Alifil menang sampai tiga babak. “Hanya satu babak yang kami cuma menang 1-0,” imbuhnya. Sedangkan tim lainnya maksimal menang di satu babak.

Hal senada juga diungkapkan Eko Santoso. Santri dari Nganjuk ini mengaku tidak ada pemain yang mengalami cedera. “Padahal teman-teman tidak ada persiapan khusus untuk ikut pertandingan ini,” katanya. “Apalagi puasa khusus, ya ini kan cuma bermain saja sebelum santri pulang masuk menikmati liburan,” ujarnya.

Pertandingan bola api ini akhirnya ditutup dengan makan bersama. “Menunya khas pondok, sambal terong dan tempe penyet,” ujar Fery. Masakan itu, lanjutnya, semua diolah para santri. Termasuk singkong rebus. “Agenda penutup itu untuk semakin mengakrabkan semua santri,” pungkasnya. (Mukani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, IMNU, Bahtsul Masail Haedar Nashir

Selasa, 03 Juli 2012

Dinilai Islam Ramah, Jepang Undang Santri NU dan Muhammadiyah

Jakarta, Haedar Nashir

Melalui program Jenesys 2017, pemerintah Jepang memilih santri, pemuda dan pelajar Indonesia ke Jepang selama 9 hari untuk memngenalkan Islam khas Indonesia. Pemerintah Jepang memilih dua puluh peserta yang terdiri dari santri, pelajar dan pemuda dari NU dan Muhammadiyah. Jepang memilih peserta dari dua ormas tersebut karena dinilai mengajarkan Islam ramah.

Dinilai Islam Ramah, Jepang Undang Santri NU dan Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinilai Islam Ramah, Jepang Undang Santri NU dan Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinilai Islam Ramah, Jepang Undang Santri NU dan Muhammadiyah

Para peserta tiba di Tokyo, Jepang sejak Rabu (11/1). Setibanya di negara tersebut, para peserta langsung mendapatkan kuliah umum dari Executive Managing Diretor dari Strategic International Management Associate (SIMA) Prof. Hideo Kimura.

Menurut Prof. Hideo Kimura program Japan East Asia Network Exchange For Students and Youths (Jenesys 2016) sangat bagus agar masyarakat kedua belah negara ini saling mengenal kebudayaan satu sama lain.

Haedar Nashir

“Saya yakin program ini sukses dan memberi keuntungan bagi kedua belah pihak,” tuturnya.

Haedar Nashir

Menurut pria pemilik lisensi pengajar pilot di perusahaan pesawat raksasa Amerika, Boeing, itu, Jepang telah maju tanpa meninggalkan identitas pribadinya sehingga dapat menjadi contoh bagi negara lain.

Kemajuan Jepang saat ini salah satunya telah berhasil membuat benang bercahaya yang terbuat dari sutra. Tak hanya itu Jepang juga telah berhasil membuat jarum suntik yang tidak sakit saat digunakan karena besar jarum yang sangat kecil. Bahkan diameter jarum sutik tersebut mencapai 0.18 mm, lebih kecil dari diameter rambut manusia dan tetap berlubang.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H. Imam Pituduh mengatakan, dirinya sangat berantusias atas permintaan pemerintah Jepang tersebut. Menurutnya program tersebut diharapkan santri dan pemuda Nahdlatul ulama dapat menambah pengalaman dan belajar kebudayaan Jepang.

“Permintaannya kan kita disuruh mengenalkan keislaman khas NU yang sering dikenal dengan Islam Nusantar. Selain itu, tentu kami sangat antusias agar para santri dapat belajar berbagai hal di sana,” tutur koordinator peserta dari Nahdlatul Ulama tersebut.

Senada dengan Imam Pituduh, koordinator peserta dari Muhammadiyah Debby Affianty mengatakan, para peserta Muhammadiyah juga sangat antusias dalam mengikuti program tersebut. (Hasyim Habiby/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sholawat Haedar Nashir

Selasa, 26 Juni 2012

Gubernur Sulut Dukung Program Merawat Kebinekaan NU

Manado, NU Onine 

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menghargai dan mendukung peran-peran yang selama ini telah dilakukan oleh Nahdlatul Ulama dalam menjaga keharmonisan hubungan antaragama. Apa yang dilakukan oleh NU selaras dengan program pemerintah.

Olly menjelaskan, Sulawesi Utara selama ini telah menjadi miniatur kebinekaan Indonesia. Jauh sebelum ada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), di Sulut sudah memiliki Badan Kerjasama Antar Umat Beragama. 

Gubernur Sulut Dukung Program Merawat Kebinekaan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Sulut Dukung Program Merawat Kebinekaan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Sulut Dukung Program Merawat Kebinekaan NU

“Bagi kami, sangat-sangat penting agar seluruh masyarakat di Sulut mendengar peran NU seperti apa,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara pra-Munas dan Konbes NU dengan tema NU dan Kebinekaan yang diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara, (11/11). 

Untuk mendukung kegiatan NU ini, pemerintah Sulut akan memberikan dukungan dana melalui APBD untuk menjalankan kegiatan-kegiatan organisasi dan dakwah sehingga aktifitas NU bisa sampai ke tingkat kecamatan.

Ia mengaku prihatin dengan banyaknya informasi hoaks yang menyebar dengan cepat melalui media sosial. Karena itulah, para pemimpin harus turun ke bawah untuk menyapaikan informasi yang benar.  

Haedar Nashir

“Banyak hal yang perlu kerjasama antara pemerintah dan tokoh agama agar ketenteraman dan kedamaian terus berjalan,” tandasnya.

Manado sendiri merupakan wilayah yang diapit oleh daerah konflik. Terakhir, konflik di Marawi, Filipina yang lokasinya sangat dekat dengan Sulut. Tapi karena peran tokoh agama, aparat keamanan dan masyarakat, serta pihak lainnya, maka konflik tersebut tidak meluas ke Manado. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir AlaNu, Hadits Haedar Nashir

Selasa, 19 Juni 2012

Kriteria Pemimpin Masa Depan Menurut Gus Dur, Seperti Apa?

Bandung, Haedar Nashir. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membincang seperti apa sosok pemimpin masa depan bangsa yang ideal. Gus Dur mengatakan, ada beberapa syarat yang harus dimiliki, yaitu pemimpin harus memiliki ketulusan pengabdian, dedikasi yang tinggi dan pengalaman yang luas.

"Hal terpenting yang harus diperhatikan dalam memilih seorang figur adalah tidak terlalu banyak kriteria, namun fokus pada figur yang tulus, berdedikasi tinggi dan punya pengalaman luas," kata Gus Dur kepada wartawan usai kunjungannya di Pesantren Al Falah II, Bandung, Selasa (5/2).

Kriteria Pemimpin Masa Depan Menurut Gus Dur, Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kriteria Pemimpin Masa Depan Menurut Gus Dur, Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kriteria Pemimpin Masa Depan Menurut Gus Dur, Seperti Apa?

Sehari sebelumnya, Ketua Umum Dewan Syura Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu sangat yakin bahwa mayoritas warga Nahdlatul Ulama (NU) tetap mendukung partainya.

Haedar Nashir

"Suara orang NU itu ke PKB," kata Gus Dur mantap usai mengukuhkan kepengurusan Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) PKB di Jakarta, Senin.

Gus Dur mengemukakan hal itu ketika diminta komentarnya tentang pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi agar partai-partai tak hanya bisa mengklaim sebagai "partai orang NU", namun benar-benar memperjuangkan aspirasi warga NU.

Haedar Nashir

Sumber Antara melaporkan, dua partai yang sama-sama merasa dilahirkan NU adalah PKB dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang saat NU memperingati hari lahirnya ke-82 berlomba-lomba meraih simpati warga NU baik melalui pemasangan spanduk, baliho, maupun iklan di media massa.

PKB merasa sebagai "anak kandung" NU karena dilahirkan oleh ormas Islam itu semasa Gus Dur menjabat ketua umum pada 1998. Sedangkan PPP lahir dari fusi empat partai Islam, di antaranya Partai NU, pada tahun 70-an.

Gus Dur sama sekali tidak gusar dengan peringatan Hasyim agar partai yang mengatasnamakan "partai NU" benar-benar menunjukkan "dharma bhaktinya" sehingga bisa memperoleh dukungan warga NU.

Sebab, Gus Dur mengaku telah berkeliling ke banyak tempat, termasuk ke daerah yang menjadi kantong NU, dan ia tahu dukungan pada PKB masih besar.

Sebelumnya, seperti diberitakan Haedar Nashir, pada puncak peringatan Hari Lahir ke-82 Nahdlatul Ulama (NU) di Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (3/2) lalu, Ketua Umum PBNU KH Hasyim mengingatkan kepada sejumlah partai politik (parpol) yang mengklaim memiliki basis massa pendukung warga NU.

"Kepada parpol-parpol yang berebut klaim, warga NU butuh amal kongkretnya, apakah amal saleh atau tidak. Jangan hanya mengklaim," ujar Hasyim. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Makam Haedar Nashir

Senin, 18 Juni 2012

Ini Ciri-ciri Travel Umrah yang Ideal

Jakarta, Haedar Nashir. Dalam banyak kesempatan, Direktur ASBIHU Tour and Travel KH Hafidz Taftazani mengungkapkan rasa prihatin dengan banyaknya masyarakat yang tergiur oleh promo biaya umrah yang murah.?

Ini Ciri-ciri Travel Umrah yang Ideal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Ciri-ciri Travel Umrah yang Ideal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Ciri-ciri Travel Umrah yang Ideal

Keprihatinan tersebut semakin bertambah tatkala ditemukan fakta biro-biro perjalanan umrah yang menawarkan biaya umrah, gagal memberangkatkan jamaahnya, padahal jamaah telah membayar biaya seperti yang disyaratkan.

Keinginan masyarakat untuk melaksanakan umrah seakan-akan dimanfaatkan oleh travel-trevel umrah yang ‘nakal’. Oleh karena itu Kiai Hafidz mengajak mengajak travel umrah menjadi travel umrah yang ideal, yaitu yang sehat jasmani dan sehat rohani.

“Sehat jasmani, artinya perusahaan itu profesional dalam menjalankan setiap amanah yang diberikan oleh jamaah. Kemudian sehat rohani, yaitu travel umrah itu harus mampu memiliki tim pembimbing yang handal atau hebat, sehingga mampu memberikan bimbingan yang maksimal kepada jemaah,” kata Kiai Hafidz kepada Haedar Nashir, Sabtu (29/4).

Haedar Nashir

Menurut Kiai Hafidz, travel umrah yang ideal mampu menyediakan satu pembimbing untuk melayani kebutuhan 15 jamaah. Selain itu, lanjut Kiai Hafidz, travel umrah yang sehat itu sanggup melakukan kegiatan manasik kepada jemaah sebanyak tiga kali sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.?

Travel umrah yang ideal juga memiliki rutinitas pengajian minimal sebulan sekali. Ia memandang penting aktivitas mengaji ini karena dapaat menjadi ajang silaturahim dengan para jamaah maupun calon jamaah. Dalam pengajian juga dapat digunakan untuk saling mengingatkan ajaran Islam, misalnya zakat, infak dan sedekah.

“Selain dapat membayar pajak kepada pemerintah, travel umrah idela juga harus dapat memberikan zakat, infak, dan sedekah kepada yang membutuhkan; memberikan pembinaan, kenyamanan bimbingan dan keamanan kepada jemaah. Itu idealnya,” ujar Kiai Hafidz.

Haedar Nashir

Terkait dengan biaya umrah murah, ia menegaskan travel umrah akan memberikan harga minimal USD 1650.

“Seperti disampaikan Kementerian Agama tahun lalu, bahwa harga minimal umrah sebesar 20 juta rupiah,” tandasnya. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir PonPes, Anti Hoax Haedar Nashir

Minggu, 17 Juni 2012

Mubes KMNU IPB Pilih Ketua Baru secara Mufakat

Bogor, Haedar Nashir. Akhir kepengurusan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Institut Pertanian Bogor masa khidmat 2015 ditandai dengan terselenggaranya Musayawarah Besar yang berlangsung 28-29 November 2015.

Mubes KMNU IPB Pilih Ketua Baru secara Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mubes KMNU IPB Pilih Ketua Baru secara Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mubes KMNU IPB Pilih Ketua Baru secara Mufakat

Bertempat di RK AGB 202 Kampus IPB Darmaga, Musyawarah Besar yang terdiri atas penyampaian Laporan Pertanggungjawaban, penetapan dan pengesahan kembali AD/ART, serta pemilihan ketua dan dewan pertimbangan ini dihadiri oleh peserta yang berstatus anggota tetap, anggota sementara, dan undangan.

Musyawarah Besar yang sedianya dilaksanakan hanya sehari pada Sabtu, terpaksa dilanjutkan pada hari Ahad (29/11) dikarenakan pembahasan AD/ART yang memakan waktu cukup lama sehingga pemilihan ketua tidak bisa dilakukan pada hari itu juga.

Haedar Nashir

Salah satu peserta Musyawarah Besar, Adhli, menyampaikan pendapatnya mengenai lamanya waktu pembahasan AD/ART KMNU IPB tahun ini. Menurutnya, pembahasan yang lama hanya merupakan dampak dari usaha segenap anggota untuk memberi sekaligus mendapat pendidikan dari adanya Musyawarah Besar.

Haedar Nashir

“Dalam Mubes, kami berharap semua anggota bisa belajar untuk menyampaikan pendapat dan menumbuhkan rasa kecintaan terhadap KMNU melalui kontribusi pemikirannya. Tidak apa kalau (berlangsung-red) sedikit lama,” ungkapnya.

Setelah pembahasan dan pengesahan kembali AD/ART, agenda Musyawarah Besar dilanjutkan dengan pemilihan ketua KMNU IPB masa khidmat 2015/2016. Dari empat calon,  terpilihlah Hamzah Alfarisi, mahasiswa Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan IPB sebagai pimpinan tertinggi organisasi mahasiswa yang berlandaskan Islam Ahlussunnah wal Jamaah ini.

Sebelumnya, empat calon ketua tersebut merupakan orang-orang yang telah disepakati oleh forum khusus melalui serangkaian pertimbangan untuk kemudian diajukan menjadi calon ketua KMNU IPB. Meski sempat berlangsung alot, pemilihan ketua KMNU IPB ini dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan keputusan melalui musyawarah dan lobi mufakat.

Ketua KMNU IPB terpilih, Hamzah, menyampaikan harapannya untuk bisa melebarkan sayap organisasi dan meningkatkan kualitas anggota KMNU IPB. “Harapannya, KMNU IPB bisa lebih berkembang khususnya di lingkungan kampus ini sendiri,” ujarnya.

Musyawarah Besar KMNU IPB ini ditutup dengan pemilihan ketua Dewan Pertimbangan yang memiliki wewenang koordinatif dengan ketua KMNU IPB. (Tashwirul Afkar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir RMI NU, Daerah, Aswaja Haedar Nashir

Jumat, 08 Juni 2012

PMII Pariaman Tingkatkan Kekuatan Islam Moderat

Pariaman, Haedar Nashir. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus didorong untuk melakukan berbagai kegiatan keagamaan yang dapat meningkatkan penguatan nilai-nilai Islam moderat yang berdasarkan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Penguatan ini semakin penting dirasakan mengingat makin kuatnya tantangan yang dihadapi kader PMII di tengah pergulatan pemikiran global.

Ketua Umum PKC PMII Sumatera Barat Afriendi mengungkapkan hal itu pada puncak Harlah PMII ke-54 di PC PMII Kota Pariaman yang berlangsung, Kamis (17/4/2014) malam di sekretariat PCNU Kota Pariaman, Desa Simpang , Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Hadir Sekretaris Tanfizdiyah PCNU Kota Pariaman Muhammad Nur, MA, Bendahara PW GP Ansor Sumbar Armaidi Tanjung, Ketua Umum PC PMII Kota Pariaman Satria Effendi, Ketua PC PMII Kabupaten Padangpariaman Rodi, Mabincab PMII Kota Pariaman Ory Sativa Sakban, mantan Ketua Umum PMII Kota Pariaman Hendri dan Idris.

PMII Pariaman Tingkatkan Kekuatan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pariaman Tingkatkan Kekuatan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pariaman Tingkatkan Kekuatan Islam Moderat

Menurut Afriendi, upaya yang harus dilakukan kader PMII dalam meningkatkan penguatan nilai-nilai Aswaja adalah melakukan kegiatan lebih banyak di pondok pesantren. Artinya, kader PMII harus lebih dekat dengan para ulama yang menjadi panutan di tengah masyarakat.

Haedar Nashir

“Kader PMII ke depan yang diharapkan adalah yang memiliki kekuatan Aswaja dan kepemimpinan. Kekuatan Aswaja ditumbuhkan dengan melakukan kegiatan di pondok pesantren, selain melalui pengkajian, diskusi dan pendalaman nilai dasar perjuangan (NDP). Sedangkan kekuatan kepemimpinan dibentuk melalui kekuatan organisasi. Dimana kader berproses di PMII ini,” kata Afriendi yang juga anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat ini.

Haedar Nashir

Afriendi juga menambahkan, sudah saatnya kader PMII memperbanyak zikir. Jangan hanya aksi di lapangan seperti demo, bakti sosial dan sebagainya. “PMII harus memiliki karakter tersendiri. Kehadiran PMII hendaknya sesuai dengan misi kelahiran PMII 54 tahun lalu,” kata Afriendi.

Terkait dengan pelaksanaan Pemilu 9 April lalu, Afriendi menilai masih jauh dari harapan. Hal ini disebabkan masih banyaknya masalah yang ditemui saat pelaksanaan pemunggutan suara. Diantara masalah yang ditemui, adanya kertas suara yang tertukar satu daerah pemilihan dengan daerah pemilihan lain, pencoblosan ramai-ramai oleh pihak tertentu, dan banyaknya indikasi money politik (politik uang) yang dilakukan caleg.  

PMII yang tergabung dalam Kelompok Cipayung, turut mendukung pelaksanaan Pemilu 9 April yang bersih, jujur, aman dan mendorong tingkat partisipasi pemilik. Namun upaya yang dilakukan baru sebatas himbauan dan ajakan di media massa agar semua pihak dapat menjalankan peran masing-masing sehingga pelaksanaan Pemilu 9 April berjalan lancar, aman, tertib dan sesuai dengan undang-undang.

PMII sangat prihatin adanya gejolak pasca Pemilu 9 April. Baik protes tim sukses caleg yang berujung dengan tindakan kekerasan, pembakaran kantor penyelenggara Pemilu karena tidak menerima kekalahan sebagai caleg,  sampai adanya caleg yang mengalami gangguan jiwa hingga masuk rumah sakit jiwa, kata Afriendi.

Dikatakan Afriendi, agenda Pemilu 2014 yang di depan mata adalah pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres). Pada Mei 2014 sudah mulai pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden. “Kader PMII di semua tingkatan diminta untuk turut mengawal pelaksanaan pilpres sehingga dapat berjalan lancer. Kader PMII harus berperan aktif menyukseskan Pilpres tersebut,” kata Afriendi. (Armaidi Tanjung/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Amalan Haedar Nashir