Jumat, 26 April 2013

PMII Pilih Jadi Pemilih Kritis

Malang, Haedar Nashir

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang menjadi sentrum gerakan titahkan para kader pergerakan untuk tidak hanya menjadi pemilih abal-abal yang mudah terkena serangan fajar, namun lebih dari itu, yakni menjadi pemilih yang bisa menciptakan pemilihan gubernur (pilgub) yang berintegritas, dengan menolak keras pada praktik money politik pada pilgub Jatim yang berlangsung pada Kamis, 29 Agustus.

“Persiapan pilgub sudah 100%, kami mengharap warga Jatim menggunakan hak suaranya dengan baik, tanpa adanya praktik-praktik curang, terlebih golput akan pilgub ini sesuai dengan apa yang kita harapkan,” papar Hendrik selaku ketua KPU Malang, dihadapan para kader PMII, Selasa (27/08) di Hotel Regent, Jalan J. A. Suprapto, Malang.

PMII Pilih Jadi Pemilih Kritis (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pilih Jadi Pemilih Kritis (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pilih Jadi Pemilih Kritis

Dalam sosialisasi pilgub yang dihadiri Ketua KPU Malang dan bekerjasama dengan Malang Corruption Watch (MCW) itu, tidak hanya dihadiri PMII sebagai peserta, namun juga beberapa akademisi dari Universitas Widyagama, Universitas Islam Negeri Malang (UIN), Universitas Muhamadiyah Malang (UMM), dan Universitas Negeri Malang (UM) dan beberapa warga dari tiap kecamatan kota Malang.

Haedar Nashir

Sementara itu, Ketua PMII Cabang Malang saat ditemui Haedar Nashir usai acara mengatakan, PMII suadah seharusnya menjadi pemilih kritis dan menjadi contoh bagi masyarakat bukan malah apatis dengan tidak menggunakan hak suara (golput). 

“Kader-kader PMII sudah faham benar akan terapan paradigm kritis transformatif yang selalu diajarkan di PMII, 29 besok para kader harus mengaplikasikannya dengan menjadi pemilih kritis,” tegas Erwanto pada Haedar Nashir.

Haedar Nashir

Senada dengan apa yang disampaikan Erwanto, Luthfi J Kurniawan selaku dewan Pembina Malang Corruption Watch juga menyampaikan, jika pilgub Jatim ini harus jujur dan berintegritas bukan hanya pemilihan masal tanpa kejujuran.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, News, Tokoh Haedar Nashir

Sabtu, 13 April 2013

NUtizen Buka Pertemuan Video Maker Pesantren

Yogyakarta, Haedar Nashir - Nutizen sebagai media audio visual di bawah naungan NU Digital Media mengadakan Pertemuan Video Maker Pesantren/NU yang pertama kalinya? di Hotel Cakra Kembang Jalan Kaliurang km 4,5 Yogyakarta, Jumat (15/4). Pembukaan dipandu oleh Hamzah Sahal yang kemudian disambut oleh director NUtizen dan Haedar Nashir, M Savic Alie.

Savic menjelaskan bahwa NUtizen adalah aplikasi berbasis android yang diharapkan dapat menyampaikan pemikiran-pemikiran NU yang tasamuh, tawasuth dan tawazun. Semua ini akan ditampilkan dalam bentuk audio visual.

NUtizen Buka Pertemuan Video Maker Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
NUtizen Buka Pertemuan Video Maker Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

NUtizen Buka Pertemuan Video Maker Pesantren

“Video merupakan media yang akan menjadi medium yang akan menjadi paling populer di dunia di masa mendatang” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan ke depan, video-video yang dikumpulkan oleh NUtizen akan diterjemahkan ke beragam bahasa seluruh dunia. “Saya beberapa waktu ada PCINU Belanda minta izin untuk memberikan subtitle ke bahasa Belanda, kalau kita yang tidak memproduksi kontennya di sini, lalu siapa lagi?” tandasnya.

Haedar Nashir

Pertemuan yang diikuti oleh 25 peserta perwakilan pesantren dan elemen-elemen NU ini dibuka oleh Ketua PBNU H Imam Aziz.

Imam mengemukakan, NUtizen merupakan pilihan strategis yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Haedar Nashir

“Visi kita jelas, (yaitu) dalam upaya menyebarluaskan gagasan maupun perilaku dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang kita yakini sebagai ekspresi bentuk keyakinan kita. Ini penting kita pertahankan untuk peradaban Nusantara,” katanya.

Alat ini bisa menjangkau tidak hanya di lingkungan kecil, namun (sampai) di tingkat global yang sebelumnya (di NU) sudah ada Haedar Nashir, namun NUtizen sedikit lebih maju dengan konten audio visual.

Diharapkan, yang pertama, NUtizen hadir sebagai media mengenalkan pesantren dan NU ke seluruh dunia. Kedua, advokasi, mencounter banyak pandangan orang luar yang memandang NU secara negatif terhadap pesantren/NU yang ada kalanya karena sengaja disalahpahami oleh pihak tertentu, dan ada kalanya karena memang kekurangtahuan mereka terhadap pesantren dan NU.

Ketiga, maintenance, menjaga pandangan orang terhadap apa yang kita miliki. Kita tak perlu menyerang orang, tak perlu ikut-ikuktan agresif terhadap orang lain. Namun, ada strategi untuk tetap memelihara kepercayaan orang terhadap pandangan mereka pada pesantren tradisional maupun NU.

Terakhir, Imam mengapresiasi kehadiran NUtizen yang bisa menampilkan Islam moderat. (Mundzir/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri, Humor Islam, Tokoh Haedar Nashir

Rabu, 10 April 2013

Kafilah DKI Jakarta Juara Umum MTQN XXIV

Ambon, Haedar Nashir. Kafilah DKI Jakarta merebut juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIV setelah 20 qari-qariahnya tampil di babak final dengan meraih nilai tertinggi. Disusul Provinsi Banten sebagai peringkat kedua dan Provinsi Kepulauan Riau urutan ketiga.

Kafilah DKI Jakarta Juara Umum MTQN XXIV (Sumber Gambar : Nu Online)
Kafilah DKI Jakarta Juara Umum MTQN XXIV (Sumber Gambar : Nu Online)

Kafilah DKI Jakarta Juara Umum MTQN XXIV

Seperti diumumkan Ketua Dewan Hakim MTQ Nasional XXIV Prof Dr Said Agil Almunawar, MA bahwa urutan keempat hingga kesepuluh adalah Provinsi Jawa Barat, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Riau, Kalimantan Selatan dan Maluku.

Nama-nama para juara MTQN XXIV di Ambon sebagai berikut: Tilawah dewasa putra juara I-III adalah: R Harmoko (DKI Jakarta), H Fathullah (Banten), Dasrizal (Sumatera Barat). Dewasa putri: Rahmawati Hunawa (DKI Jakarta), Nurjannah (Sumatera Utara), Nursiah (Aceh).

Haedar Nashir

Golongan Remaja putra juara I-III adalah M Ihsan (Sumatera Barat), Muhammad aidil Haq (Papua Barat), Abdullah Gurium (DKI Jakarta). Remaja putri Dina Andriani (Kalimantan Selatan), Eva Hudaefah (Babten), dan Muzayanatul Millah (DKI Jakarta).

Haedar Nashir

Golongan Anak-anak putra juara I-III adalah Syamsuri Firdaus (Nusa tenggara Barat), Rahmah Saputra (Kepulauan Riau), dan Basori Alwi (Jawa Barat). Anak-anak putri: Annisa Febirka (Kepulauan Riau), Yurika Putri (Jambi), dan Nurhasanah (NTB). 

Golongan Tartil putra juara I-III: Muhammad Farhan (NTB), Aidil Zakatulizad (Kepulauan Riau), dan Ahmad Jalaluddin (DKI Jakarta). Tartil putri Sisca Wulandari Putri (kepulauan Riau), Khoirotun Hisan (DKI Jakarta), Ika Izzaty (Kalimantan selatan).

Golongan cacat netra putra juara I-III: Irsyad (Kepulauan Riau), Sukma Wijaya (Lampung), Alhamudin (NTB)m Cacat Netra putri: Juairiyah (kepulauan Riau), Imas Masyitoh (DKI Jakarta), dan Hasmawati (Sulawesi Tenggara). 

Golongan qiraat putra juara I-III: H Darwin Hasibuan (sumut), M Iqbql Hasan (Aceh), dan Amiruddin (DKI Jakarta). Qiraat putri: Hj Afriyantinis (Kepulauan Riau), Hj Farida (Jabar), dan Hj Fazliana (Aceh). 

Golongan Tahfizh Al-Quran golongan 1 juz dan tilawah juara I-III adalah Abdurrahman (Kalsel), Abung Pribadi (Kalbar), dan Ahmad Fikri Haikal (DKI Jakarta). Hafizhah: Reni Desma Jetri (DKI Jakarta), Siti Ainur Rohmah (Jawa Timur), Anita Rahmawati (Maluku). 

Golongan 5 juz dan Tilawah putra juara I-III: Dede Supriatna (DKI Jakarta), M Iqbal Ramadhan (Kepulauan Riau), dan Bilal Fairuz Karomi (Banten). Hafizhah: Nilna Aldiniyah Afsah (DKI Jakarta), Siti Hanidah (Riau), dan Nura Erviana (Jawa Timur).

Golongan 10 juz juara I-III putra Siswandi (NTB), Jaenuddin (Jawa Barat), Syauban Mubarok (Jawa Tengah). Hafizhah: Nisa Apriyanti (Riau), Alfina Rochmatika (Jatim) dan Aqmarina Asarah (Aceh).

Golongan 20 Juz putra juara I-III: Muha Syahrul Habib (Papua Barata), Khumaidi Hatta (Sulsel), dan Muhammad takmidul In’am (Jawa Timur). Hafizhah: Idah saidah (Jawa Barat), Hj Mansyuroh (Banten), Durrotul Muqoffa (Jawa Tengah).

Golongan 30 Juz putra juara I-III: Muhammad Fauzi (Banten), Muhammad Nasrul (Riau), dan Adhar (Kepulauan Riau). Hafizhah: Anik Istiqamah (Jabaray, Hj Aan Rahmawati (Banten), Ummu Habibah (Papua Barat). 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Kementerian Agama

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan, Aswaja Haedar Nashir

Kamis, 04 April 2013

UNU/STAINU Dirikan Pesantren Mahasiswa

Jakarta, Haedar Nashir. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia dan Sekolah Tinggi Agama Islam NU (STAINU) mendirikan pesantren mahasiswa yang berlokasi di Jl Matraman Dalam II Rt 19 Rw 08 Jakarta Pusat, tak jauh dari kampus UNU di Jalan Taman Amir Hamzah. 

Peresmian pesantren tersebut dilakukan Senin malam (23/11) oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj bersama dengan dewan penyantun UNU Hermanto Dardak, Rektor UNU Maksum Machfoedz dan civitas akademika UNU dan STAINU.

UNU/STAINU Dirikan Pesantren Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU/STAINU Dirikan Pesantren Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU/STAINU Dirikan Pesantren Mahasiswa

Dalam kesempatan tersebut KH Said Aqil Siroj memberi motivasi kepada para mahasiswa untuk rajin belajar karena saat ini banyak sekali kesempatan beasiswa yang bisa diraih oleh para kader NU, asal memenuhi syarat. 

Haedar Nashir

Ia menjelaskan, dukungan terhadap NU diberikan oleh banyak pihak karena sikap moderat NU. Para pihak yang memiliki kesamaan pandangan tersebut sangat mendukung kemajuan NU. Karena itu, ia kembali menegaskan agar menggunakan kesempatan dan berbagai dukungan ini dengan sebaik-baiknya. 

Haedar Nashir

KH Mujib Qolyubi, pengasuh pesantren mahasiswa UNU menjelaskan, pesantren ini khusus diperuntukkan bagi santri putri, sedangkan untuk santri putra, disediakan lokasi di daerah Kalibata.

Inisiatif pendirian pesantren ini dikarenakan banyaknya orang tua mahasiswa yang menanyakan apakah ada pesantren dan tempat mengaji bagi anak-anaknya yang belajar di UNU Indonesia dan STAINU Jakarta. 

Mujib menambahkan, sebagai pesantren, nantinya akan diadakan pengajian rutin tiap hari dengan mengkaji kitab-kitab yang selama ini diajarkan di pesantren. Bukan sekedar belajar agama, para santri akan dididik bagaimana berperilaku dengan baik sesuai dengan akhlak Rasulullah. (Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta Haedar Nashir

Selasa, 02 April 2013

Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas

Kudus, Haedar Nashir. Pemilu menjadi sarana pendidikan politik di kalangan pelajar. Karenanya, para pelajar NU harus menggunakan hak suaranya dengan memilih calon legislatif yang berkualitas.

Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas

Wakil Ketua PC IPNU Kudus Ubaidillah Dwi Lazuardi mengatakan pelajar NU harus mensukseskan pemilu dengan berpartisipasi aktif dan berkomitmen untuk tidak golput. Sebab, pemilu merupakan sarana dalam meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

“Gunakan hak anda secara bebas yang bertanggungjawab untuk memilih caleg yang sesuai dengan harapan tanpa adanya paksaan.,”katanya kepada Haedar Nashir, Senin (7/4).

Haedar Nashir

Dalam menentukan pilihan, Ubaidillah mengingatkan supaya memilih caleg berdasarkan kualitasnya bukan karena kemampuannya membagi uang. Ditegaskan, adanya politik uang sebagai bentuk pelanggaran juga mencoreng demokrasi di Indonesia.

Haedar Nashir

“Masa depan bangsa atau daerah ada di tangan pemuda. Jadi jika ingin yang terbaik untuk bangsa dan daerah maka pilihlah pemimpin kualitas dengan melihat rekam jejak perjuangannya di masyarakat,”tandasnya.

Pemiliu, imbuh Ubadillah, adalah sebagai pendidikan dengan manifestasi meningkatkan rasa partisipasi politik dalam rangka penciptaan iklim persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Menurutnya, dengan semakin tingginya pemahaman berpolitik yang benar dan bermartabat,  maka semakin tinggi pula rasa persatuan dan kesatuan masyarakat.(Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri Haedar Nashir