Minggu, 05 Februari 2017

PDIP Berkomunikasi dengan NU dan Muhammadiyah Terkait Calon Gubernur DKI

Mataram, Haedar Nashir



Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengakui saat ini DPP PDIP masih terus melakukan komunikasi dan dialog untuk menjaring calon Gubernur DKI Jakarta, termasuk berkomunikasi dengan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah.?

"Dialog-dialog secara instens terus kami lakukan, termasuk dengan NU dan Muhammadiyah. Karena, kita tahu mereka merupakan organisasi yang berkeringat membentuk negeri ini, bersama PDIP," kata Hasto Kristiyanto seusai membuka Rapat Kerja DPD PDIP se-Nusa Tenggara Barat di Mataram, Selasa.

PDIP Berkomunikasi dengan NU dan Muhammadiyah Terkait Calon Gubernur DKI (Sumber Gambar : Nu Online)
PDIP Berkomunikasi dengan NU dan Muhammadiyah Terkait Calon Gubernur DKI (Sumber Gambar : Nu Online)

PDIP Berkomunikasi dengan NU dan Muhammadiyah Terkait Calon Gubernur DKI

Ia menjelaskan, dalam menjaring calon pemimpin, terlebih lagi DKI Jakarta, PDIP sangat terbuka menerima masukan dari siapapun. Baik itu dari partai politik (parpol) maupun organisasi lain, seperti NU dan Muhammadiyah. Hal ini dilakukan untuk mencari pemimpin atau kepala daerah yang bagus.

"Kami sangat menerima masukan dari organisasi keagamaan terbesar itu," ujarnya.?

Haedar Nashir

Untuk itu, kata dia, PDIP menghadapi pilkada DKI, pihaknya menggunakan sistem jemput bola," ucapnya.

Sementara itu, ditanya peluang Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Hasto mengakui masih terbuka ruang bagi Tri Rismaharini untuk bisa diusung menjadi calon Gubernur DKI Jakarta menantang petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Ibu kota sebagai kebanggaan kita. Tentu saja PDIP akan membuka diri terhadap hadirnya pemimpin terbaik untuk membangun DKI. tentu saja setiap pemimpin yang memiliki karakter karena keberpihakan kepada wong cilik," jelasnya.?

Haedar Nashir

Namun demikian, meski berpeluang untuk dicalonkan menjadi Cagub DKI, keputusan akhir ada pada Ketua DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, sebagai representase dari pemetaan politik. Hasil survei dan bagaimana suara dari struktur partai yang nanti menjadi penggerak.(Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Amalan Haedar Nashir

Lelaki Ta’lim Muta’allim

Oleh: Umi Rahayu Fitriyanah

Matahari sore itu belum sepenuhnya kembali ke peraduan, ketika setiap santri khusyu mendengarkan penjelasan Pak Kiai tentang kitab Ta’limul Muta’allim. Kitab yang sudah sangat masyhur di kalangan pesantren dan mengkaji mengenai tata cara menuntut ilmu. Tidak hanya menuntut ilmu, tapi menuntut ilmu yang barokah dan bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat.

Lelaki Ta’lim Muta’allim (Sumber Gambar : Nu Online)
Lelaki Ta’lim Muta’allim (Sumber Gambar : Nu Online)

Lelaki Ta’lim Muta’allim

Dan Fatimah, gadis berjilbab putih dengan paras manis berada di antara ratusan santri tersebut yang sedang larut dalam kekhusyuan menyimak penjelasan Pak Kiai mengenai kitab itu.

Rabu itu hari sangat cerah, rutinitas pesantren berjalan dengan normal, dan seperti biasa Pak Kiai dengan penuh tawadhu memberikan penjelasan mengenai kitab Ta’lim Muta’allim, sesuai dengan jadwal pengajian kitab kuning setiap sore. Fatimah hanya menundukkan kepala, berusaha mencerna dengan baik setiap penjelasan Pak Kiai, mencernanya agar bisa menjadi asupan untuk akal dan hatinya.

Haedar Nashir

Namun, usahanya menyimak penjelasan Pak Kiai sore itu tampaknya sia-sia, ada hal yang mengganggu konsentrasi Fatimah saat mengaji sore itu. Penjelasan Pak Kiai tidak terlalu dihiraukannya, penjelasan panjang itu hanya berputar-putar di otak Fatimah, terus memaksa masuk ke telinganya, tapi tidak ke pikirannya.

“Para penuntut ilmu dianjurkan untuk menghormati ilmu, namun tidak hanya ilmu yang harus dihormati, tapi orang-orang yang mengajarkan ilmu juga agar mendapat keberkahan ilmu. Sayidina Ali karamallahu wajhah pernah berkata,”Aku adalah sahaya (budak) orang yang mengajarku walau hanya satu huruf. Jika dia mau silahkan menjualku, atau memerdekakan aku, atau tetap menjadikan aku sebagai budaknya. Itulah Sayidina Ali yang sangat menghormati ilmu”, tutur Pak Kiai.

Haedar Nashir

“Bahkan dalam satu bagian dalam kitab ini ada penjelasan bahwa para penuntut ilmu jangan mengetuk pintu rumah guru, tapi sebaliknya menunggu sampai keluar, itu merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap guru, orang yang memberikan kita ilmu”, kembali Pak Kiai memberikan penjelasan dengan sangat bersahaja setelah mengharokati kitab gundul Ta’lim Muta’allim dan memberi arti dengan bahasa Jawa. Dan lagi-lagi hanya tertangkap oleh telinga Fatimah, tidak dengan pikirannya. ?

Sosok itu, lelaki yang terpaut 2 tahun lebih tua dari usia Fatimah bermain dalam pikirannya. Pikiran yang entah datang dari mana, tapi penjelasan Pak Kiai sore itu memang mengingatkannya pada sosok Mas Ahmad, kakak kelasnya di sekolah dan di pesantren. Pikirannya tanpa diminta mengulang kejadian pagi itu. Fatimah teringat kejadian saat dia sedang mendapat giliran piket membersihkan halaman rumah Pak Kiai, ada sosok Mas Ahmad yang sedang berdiri di depan pintu rumah Pak Kiai, hanya berdiam. Tanpa mengucapkan sepatah katapun atau mengetuk pintu rumah Pak Kiai.

Setiap orang yang berlalu lalang di halaman depan rumah Pak Kiai pasti memiliki pertanyaan yang sama mengenai sikap Mas Ahmad pagi itu, tak terkecuali Fatimah. Namun, dia tidak membiarkan pikirannya bertanya-tanya terlalu lama, disapunya sampah dedaunan yang berguguran dan sudah mulai mengering. Kurang lebih satu jam sudah, Fatimah telah rampung menyapu halaman dan beberapa kewajiban piket lainnya, dan Mas Ahmad... ah iya, Fatimah sengaja lewat depan rumah Pak Kiai sewaktu akan kembali ke kamarnya padahal jalan yang lebih dekat tidak melewati halaman depan rumah Pak Kiai, dan ternyata Mas Ahmad masih berdiri di sudut itu.

Rasa penasaran pun mau tidak mau kembali menyelimuti pikirannya, hingga sosok Bu Nyai dalam balutan jilbab bermotif bunga membuka pintu, dan mempersilahkan Mas Ahmad masuk.

Ya, penjelasan Pak Kiai Rabu itu menjawab teka-teki yang bermain dalam pikiran Fatimah mengenai sikap Mas Ahmad pagi itu.

Ternyata Mas Ahmad sedang mengamalkan salah satu ajaran dalam kitab Ta’lim Muta’allim. Terbersit sebuah senyum manis di wajah ayu Fatimah menyadari Allah mengizinkannya menjadi saksi satu sosok orang yang mengamalkan kitab Ta’lim Mutallim. Mengagumkan. Fatimah membatin.

Tidak berhenti sampai situ, teman satu kamar Fatimah, Mba Zahra satu kelas dengan Mas Ahmad di sekolah. Mba Zahra pernah bercerita bahwa Mas Ahmad senantiasa menjaga wudhunya. Mas Ahmad selalu kembali berwudhu ketika merasa wudhunya batal.

Ah, lagi-lagi bagi Fatimah penjelasan Pak Kiai seolah menjadi pengiring tayangan ingatannya yang bergantian muncul mengenai Mas Ahmad.

“Imam Zarkhasi pernah sakit perut, namun beliau tetap mengulang-ulang belajarnya, dan berwudhu, sampai tujuh? belas kali pada malam itu, karena beliau tidak mau belajar kecuali dalam keadaan suci. Ilmu itu cahaya dan wudhu juga cahaya. Sedangkan cahaya ilmu tidak akan bertambah kecuali dengan berwudhu”, penjelasan Pak Kiai yang lagi-lagi Fatimah temukan dalam sikap Mas Ahmad. Cocok. Fatimah bersorak dalam hatinya.

Mas Ahmad putra sulung dari seorang Kiai besar di Cirebon, tapi dia tidak sombong. Sejauh yang Fatimah tahu, Mas Ahmad sangat baik. Tidak pernah membanggakan keturunan bahwa dirinya memang berasal dari keluarga Kiai yang notabene sangat dihormati oleh masyarakat. Diantara kebiasaan Mas Ahmad yang diketahui Fatimah adalah kenyataan bahwa Mas Ahmad sangat rajin, dia selalu menjadi orang pertama yang datang ketika akan mengaji. Mas Ahmad menyapu ruangan yang akan digunakan sebagai tempat mengaji para santri, menggelar karpet usang yang menjadi alas para santri mengaji, merapikan tempat duduk Pak Kiai, dan lain sebagainya. Alasannya sederhana, Mas Ahmad sangat menghormati ilmu, dan semua yang berkaitan dengan ilmu.

Mas Ahmad dengan gamblang mengaplikasikan setiap ilmu yang didapatnya dari kitab Ta’lim Muta’allim, dan hal-hal yang tadi terlintas dalam pikiran Fatimah mengenai Mas Ahmad yang selalu mengamalkan kitab Ta’lim Muta’allim, diyakini Fatimah baru sebagaian kecilnya saja yang Ia tahu. Batin Fatimahpun telah resmi menjulukinya sebagai “Lelaki Ta’lim Muta’allim”.

Dan kini... Mas Ahmad sedang melanjutkan mencari ilmu ke Madinah dengan beasiswa penuh, salah satu prestasi Mas Ahmad selain selalu menjadi juara kelas, selalu memenangkan banyak perlombaan mengenai agama ataupun ilmu umum, hafal Al-Qur’an, menjadi ketua pondok pesantren, dan masih banyak lagi prestasi Mas Ahmad yang selalu mengundang decak kagum siapapun yang mengetahuinya.

Fatimah percaya itu merupakan salah satu keberkahan yang Allah berikan kepada Mas Ahmad yang selalu menghormati ilmu dan mengamalkan kitab Ta’lim Muta’allim. Mas Ahmad... Sang Lelaki Ta’lim Muta’allim. Fatimah tersenyum lagi, dan kini dia kembali berkonsentrasi menyimak penjelasan Pak Kiai, pikirannya sudah kembali dari penjelajahan mengenai sosok Lelaki Ta’lim Muta’allim.? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nusantara, Meme Islam, Ulama Haedar Nashir

Rabu, 01 Februari 2017

Seleksi Santri Berprestasi TK/TPQ, Bojong Peringkat Satu

Tegal, Haedar Nashir 

Hasil seleksi santri berpretasi TK/TPQ Muslimat NU Kabupaten Tegal, yang dilaksanakan pada 8 Seprtember 2012, bertempat di Gedung NU Slawi, menetapkan Sebagai santri terbaik diraih dari TK/TPQ Bojong. Hal itu diketahui pada saat halal bihalal Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPMNU) yang digelar, Sabtu (15/9).

Dalam kesempatan itu, hasil seleksi 10 terbaik santri TPQ Muslimat NU Kabupaten Tegal, yakni peringkat pertama diraih dari TPQ PAC Bojong yang bernama Atqiatul Maulidah, dan ranking dua dari TPQ yang sama atas nama M Yunar Arsyadani. Sementara peringkat ketiga dari Kecamatan Dukuhturi, atas nama Dewi Arum Maulida, disusul PAC Talang, PAC Jejeg, Balapulang, Suradadi, dua siswa dari PAC Tarub, dan peringkat ke 10 dari PAC Talang.

Seleksi Santri Berprestasi TK/TPQ, Bojong Peringkat Satu (Sumber Gambar : Nu Online)
Seleksi Santri Berprestasi TK/TPQ, Bojong Peringkat Satu (Sumber Gambar : Nu Online)

Seleksi Santri Berprestasi TK/TPQ, Bojong Peringkat Satu

Dalam seleksi tersebut, setelah seleksi yang dilakukan di tingkat kecamatan dan dilanjut ditingkat Kabupaten, para santri di uji masalah tartil quran, ghorib dan tajwid.

Haedar Nashir

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tegal Hj Umi Azizah yang juga Ketua YPMNU Kabupate Tegal, menuturkan, bahwa seleksi yang dilakukan oleh YPMNU Kabupaten Tegal ini dilakukan sebagai ajang evaluasi bagi santri yang berumur dibawah 10 tahun. Ditingkat kabupaten pada seleksi tahun ini hanya diikuti oleh 14 anak cabang.

“Ini sebagai bahan evaluasi, sejauh mana pembelajaran yang dilakukan ditingkat TPQ. Namun demikian dari hasil seleksi ini, para santri hasilnya cukup membanggakan, karena para santri dari YPMNU telah banyak yang mengikuti seleksi di luar atau yang ngadain pemkab banyak yang masuk dan meraih prestasi,” kata Hj Umi Aziazah.

Dikatakanya, dengan kegiatan seleksi seperti ini, diharapkan pembelajaran yang dilakukan di tiap-tiap TPQ dapat semakin baik dan meningkat dalam mutu pendidikanya.

Haedar Nashir

Sementara, salah satu santri asal Bojong yang meraih peringkat dua, M Yunar Arsyadani yang pada saat acara halal bihalal tampil dihadapan par atamu undangan, merasa senang karena hasil pembelajaran yang dilakukan selama ini bisa memberikan nama baik daerah asalnya.

“Kami senang dan mudah-mudahan apa yang kami pelajari bermanfaat,” ungkapnya. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz TGL

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, IMNU, Quote Haedar Nashir

Sabtu, 21 Januari 2017

Ulama Lebanon Hadiri Istighotsah Warga NU

Jakarta, Haedar Nashir. Acara Istighotsah dan Pengajian Bulanan yang digelar Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) berlangsung khidmat, Rabu (27/2). Majelis rutin ini mendapat kunjungan dari salah seorang ulama Lebanon, Syaikh Khalil ad-Dabbagh.

Dipimpin para kiai, istighotsah dimulai selepas sembahyang isya’ di Masjid An-Nahdloh, lantai dasar gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Turut hadir Ketua Pengurus Pusat LDNU KH Zakky Mubarak, Penasehat LDNU KH Nuril Huda, dan sejumlah ulama lainnya.

Ulama Lebanon Hadiri Istighotsah Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Lebanon Hadiri Istighotsah Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Lebanon Hadiri Istighotsah Warga NU

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Nuril mengungkapkan terima kasih atas keikutsertaan Syaikh Kholil dalam acara yang dimotori LDNU. Sesepuh PMII ini mengajak kepada warga NU untuk selalu mengormati ulama dan para pendahulu yang telah gigih berjuang.

Haedar Nashir

Di hadapan ratusan Nahdliyin dari Jakarta dan sekitarnya, Syaikh Khalil membahas konsep tauhid. Menurut dia, tauhid dalam pandangan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) tak mengenal antropomorfisme (tajsim).

Laisa kamitslihi syai’. Tak ada satupun yang menerupai Allah. Itulah akidah ahlussunnah wal jamaah. Allah tidak membutuhkan siapapun. Karena setiap yang membutuhkan pasti bukan Tuhan” terangnya.

Haedar Nashir

Selain mengisi pengajian, Syaikh Khalil juga membagikan ratusan buku secara gratis kepada seluruh peserta istighotsah. Pengajar di Universias Global Lebanon ini mengaku sangat gembira dapat bersilaturrahim dengan kiai dan warga NU.

Bulan lalu, ulama asal Palestina, Dr Syaikh Muhammad Utsman, juga ikut serta dalam Istighotsah LDNU. Setelah menjadi pengungsi, kini ia menjadi dosen di Universitas Global Lebanon sebagaimana Syaikh Khalil.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Amalan Haedar Nashir

Jumat, 20 Januari 2017

Perbedaan Makna Lebaran Kiai Jebul dan Kang Suyar

Oleh Kifayatul Akhyar

Di suatu mimbar ceramah Kiai Jebul menggebu-ngebu menjelaskan makna lebaran. Lebaran secara etimologi Jawa menurut penjelasannya mengandung empat maksud yaitu lebar-lebur-luber-labur.

Lebar artinya “kita akan bisa lebaran dari kemaksiatan dan lebur berarti lebur dari dosa, sedangkan luber artinya luber dari pahala dari Tuhan, luber dari keberkahan, luber dari rahmat Allah SWT.”

Perbedaan Makna Lebaran Kiai Jebul dan Kang Suyar (Sumber Gambar : Nu Online)
Perbedaan Makna Lebaran Kiai Jebul dan Kang Suyar (Sumber Gambar : Nu Online)

Perbedaan Makna Lebaran Kiai Jebul dan Kang Suyar

Sedangkan labur artinya “bersih sebab bagi orang yang benar-benar melaksanakan ibadah puasa, maka hati kita akan dilabur menjadi putih bersih tanpa dosa, makanya wajar saat mau lebaran rumah-rumah banyak yang dilabur (dicat), hal itu mengandung arti pembersihan jiwa juga pembersihan raga yang telah dilakukan.”

Haedar Nashir

Hari raya Idul Fitri, menurut Kiai Jebul, adalah puncak dari ibadah puasa, karena Idul Fitri mempunyai keterkaitan dengan tujuan berpuasa, yaitu menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kata “Id” secara bahasa Arab berasal dari akar kata ‘âda–ya‘ûdu artinya kembali. Sedangkan? “Fitri” berasal dari kata afthara–yufthiru–ifthar, dan itu bisa bisa berarti buka puasa atau makan dan bisa diartikan suci.

Haedar Nashir

Lalu kata “Fitri” berasal dari kata fathara–yafthiru yang berarti suci, bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan dan keburukan. Maka dari itu, menurut Kiai Jebul, bisa diambil simpulan bahwa Idul Fitri bisa diartikan kembalinya manusia ke dalam keadaan suci, atau keterbebasan dari segala dosa dan noda sehingga berada dalam kesucian (fitrah).

Tetapi, bagi Kang Suyar, penjelasan panjang lebar Kiai Jebul mengenai Lebaran dan Idul Fitri tersebut tidaklah begitu pas dengan dirinya, bahkan sangat-sangat tidak pas.

Kang Suyar yang hanya orang desa, pekerjaannya hanya sebagai "tukang nderes" (penyadap nira kelapa) dan buruh tani serabutan, sembahyangnya hanya "rubuh-rubuh gedang" (pepatah Jawa untuk menggambarkan shalat sebisanya), tidak pernah mondok ataupun mendalami ilmu agama, ngajinya hanya di surau saat kecil dulu, dan membaca Al-Quran pun tidak begitu lancar.

Kang Suyar memiliki seorang istri dan empat anak, semuanya masih sekolah. Yang bungsu kelas dua SMP. Yang ragil masih TK. Pekerjaannya sebagai penyadap nira kelapa hanya cukup untuk makan hari itu juga, tidak lebih tidak kurang. Biaya sekolah anak-anaknya juga masih banyak nunggak beberapa bulan, apalagi sampai mikir makna lebaran yang Kiai Jebul jelaskan.

Belum lagi musim lebaran seperti ini, walaupun menurutnya bukan hal wajib, tetapi Kang Suyar "nelangsa" (nangis batin) jika istri dan anaknya tidak makan ikan serta melihatnya tidak pakai baju baru saat hari lebaran nanti.

Maka dari itu, mendengar ceramah Kiai Jebul tersebut Kang Suyar hanya manggut-manggut sambil terkantuk-kantuk, karena semua yang dijelaskan Kiai Jebul walaupun itu benar tapi sangat tidak pas dengan kondisi dirinya.

Makna lebaran menurut Kang Suyar yang pas hanya makan ikan dan baju baru, itu saja, tidak lebih, tidak kurang.

*) Penulis tinggal di BanyumasDari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah Haedar Nashir

Menaker: Peranan Tripartit Menentukan Hubungan Industrial yang Harmonis

Jakarta, Haedar Nashir

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakhiri menegaskan kunci keberhasilan menghadapi persoalan dan tantangan ketenagakerjaan salah satunya ditentukan oleh sejauhmana peran stakeholder (Pemerintah, pengusaha dan pekerja) dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan.?

Menurut Menaker permasalahan ketenagakerjaan yang menjadi persoalan krusial di dunia saat ini, khususnya di Indonesia, tidak dapat dilihat secara parsial. Semua aspek yang tercakup dalam bidang ketenagakerjaan, mempunyai kaitan satu sama lain, mulai dari aspek perencanaan, pelatihan, penempatan, pelaksanaan hubungan industrial sampai tingkat pengawasannya.

Menaker: Peranan Tripartit Menentukan Hubungan Industrial yang Harmonis (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker: Peranan Tripartit Menentukan Hubungan Industrial yang Harmonis (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker: Peranan Tripartit Menentukan Hubungan Industrial yang Harmonis

"Kami berharap gerakan Serikat Pekerja/Serikat Buruh kedepan dapat menjadi partner utama pemerintah dan pengusaha dalam pembangunan," kata Menaker Hanif saat membuka acara THE 5th UNI APRO COMMERCE AND FINANCE JOIN CONFRENCE di Jakarta, Selasa (21/11).?



Haedar Nashir



Turut hadir Director ICTS and ASEAN Activities UNI Apro Yoko Ogawa; Presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat; Deputy General Secretary UNI Global Union Christy Hoffman; President UNI Apro Commerce Ian Blandthorn; Regional Secretary UNI Apro Christopher Ng.

Ditambahkan Menaker, jumlah Serikat Pekerja/Serikat Buruh di Indonesia saat ini tercatat sebanyak 7.294 SP/SB dengan jumlah pekerja/buruh sebanyak 2.717.961 orang.

Haedar Nashir





"Kekuatan ini merupakan modalitas berharga untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh, terlebih lagi apabila gerakan buruh solid dan terkonsolidasi," kata Menaker.





Menaker Hanif menegaskan pihaknya memiliki keyakinan sama dengan Uni Global Union, hubungan kondusif antara tiga elemen hubungan industrial akan memungkinkan ekonomi domestik mampu mencapai pertumbuhan yang sustainable, productive dan profitable.

“Upaya ini dapat dilakukan melalui media dialog sosial Bipratit dan Tripartit,“ katanya.

Menaker menegaskan ada tiga manfaat dialog sosial antara Pemerintah, Pengusaha dan Pekerja. ? Pertama, melalui dialog sosial di perusahaan, pengusaha dan pekerja bisa sama-sama mendiskusikan masalah hubungan industrial yang dihadapi dan mencari solusi yang tepat.

Kedua, dialog yang sehat juga bisa mendorong kesejahteraan, dimana aspirasi pekerja/buruh ditindaklanjuti oleh adanya kebijakan yang terkait dengan produktivitas kerja, misalnya melalui pelatihan-pelatihan vokasi, perbaikan sistem pengupahan dan perlindungan kerja melalui jaminan sosial.

Ketiga, dialog sosial dapat menjadi sarana bagi Serikat Pekerja/Serikat Buruh untuk merencanakan program pengembangan kompetensi anggotanya sehingga produktivitas mereka meningkat.

Ditambahkan Menaker, paradigma partnership sama sekali tidak akan mereduksi positioning dan bergaining gerakan pekerja/buruh. Sebaliknya, paradigma ini akan memperkuat gerakan buruh menjadi lebih efektif, karena partnership diasumsikan sebagai equal position.

“Saya berharap semoga konfrensi UNI Apro ke-5 ini dapat menghasilkan berbagai terobosan bagi pengembangan hubungan industrial dan pembangunan ekonomi dunia yang berkeadilan,“ katanya. (Red: Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan Haedar Nashir

Rabu, 18 Januari 2017

Indonesia Jadi Rujukan Membangun Perdamaian di Asia Pasifik

Jakarta, Haedar Nashir. The Asian Muslim Action Network  (AMAN) Indonesia bekerjasama dengan Action Asia akan menyelenggarakan 6th Peacebuilders’ Forum pada 16 – 18 Oktober 2017 di Hotel Le Meridien, Jakarta. Dalam forum yang akan dibuka Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla tersebut, Action Asia mengangkat tema Pencegahan Kekerasan Ekstremisme melalui Perspektif Peacebuilding.

“Ini merupakan pertama kalinya pembahasan mengenai ekstremisme kekerasan dilakukan menggunakan perspektif Peacebuilding. Metode ini akan memberikan pemahaman kontekstual yang lebih mendalam, aksi kolaboratif lintas batas, dan membangun lingkungan yang saling mendukung dalam pengimplementasian kebijakan terkait ekstremisme kekerasan,” ujar Direktur AMAN Indonesia, Ruby Khalifah di Jakarta, Sabtu (14/10)

Lebih lanjut, perempuan pemenang N-peace Award 2016 itu memberi penegasan bahwa forum yang akan dihadiri 300 peserta dari berbagai LSM serta perwakilan pemerintah dari 16 negara di Asia Pasifik dan lainnya ini menjadi sangat strategis bagi Indonesia dan negara-negara lain di dunia. Sebab, khusus kawasan Asia Pasifik yang menjadi salah satu sasaran utama kelompok ekstremisme, pendekatan inovatif dengan meningkatkan kapabilitas aparatur penegak hukum atau yang terkait pencegahan dan penanganan ekstremisme menjadi sangat relevan.

Indonesia Jadi Rujukan Membangun Perdamaian di Asia Pasifik (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Jadi Rujukan Membangun Perdamaian di Asia Pasifik (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Jadi Rujukan Membangun Perdamaian di Asia Pasifik

Acara ini rencananya menghadirkan lebih dari 15 pakar di bidang berdamaian dan ekstremisme se-Asia Pasifik, di antaranya adalah Azyumardi Azra , Simon Park (UNODC) dan Amina Rasul (Filipina).

“Dalam forum ini peserta akan mengeksplorasi beragam aspek dan dinamika ekstremisme, progres kebijakan di tingkat nasional maupun regional, dan berbagai program serta langkah-langkah efektif untuk menangkal ancaman yang muncul dari ekstremisme kekerasan,” pungkas Ruby. (Red-Zunus)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Meme Islam, AlaSantri Haedar Nashir