Rabu, 19 Juli 2017

Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung

Bandung, Haedar Nashir. Puteri sulung Presiden ke-4 RI, Alissa Qotrunnada Munawaroh (Alissa Wahid) menjelaskan ihwal Sembilan nilai Gus Dur yang selama ini menjadi landasan perjuangannya.

“Kesembilan nilai itu adalah ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, persaudaraan, kesederhanaan, keksatriaan, kearifan lokal/tradisi,” ujar Alissa saat menjadi narasumber pada Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) yang diselenggarakan oleh Gusdurian Bandung di Aula Dakwah Kantor PWNU Jawa Barat, Jalan Galunggung, Kota Bandung, Ahad (15/1).

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga berharap kepada segenap generasi muda jangan hanya bangga pada sosok Gus Dur semata, melainkan meneladani nilai-nilai dan perjuangannya.

Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung

“Bagaimana generasi muda kemudian mampu menanamkan nilai-nilai yang diajarkan Gus Dur, tapi kemudian janganlah bangga dengan sosok Gusdur melainkan kepada nilai-nilai yang diperjuangkannya, karena Gus Dur telah meneladankan kepada kita sehingga bisa diteruskan,” jelasnya.

Lebih jauh dirinya menjelaskan bahwa di Indonesia tidak bisa hanya membicarakan Islam saja atau Indonesia saja, melainkan harus seimbang dan harus disatukan bahwa Islam kita adalah Islam Indonesia.

Haedar Nashir

“Konsep Islam Indonesia tentu bertujuan agar terwujud Islam yang Rahmatan lil Alamin. Dan mestinya kita harus sadar betul bahwa Nahdlatul Ulama (NU) ini adalah tulang punggung Islam di Indonesia,” tandasnya.

Kendati sebagai duta besar Islam di kancah dunia, Gus Dur dimata anaknya tersebut juga tidak melupakan bahwa Gus Dur berasal dari masyarakat desa dan tak ada bedanya dengan masyarakat pedesaan pada umumnya.

“Maka itu, Gus Dur ketika menghadiri pengajian-pengajian yang diselenggarakan di pelosok dan pedesaan, beliau sangat fasih dengan bahasa yang merakyat dan khas dengan gaya humorisnya sehingga beliau mudah diterima oleh masyarakat,” pungkasnya. (Ade Mahmudin/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Pesantren Haedar Nashir

Selasa, 18 Juli 2017

Dilantik, GP Ansor Diminta Revitalisasi Tradisi

Subang, Haedar Nashir?

Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang masa khidmah 2016-2020 resmi dilantik. Pelantikan dilakukan Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Aam Haerul Amri di Pondok Pesantren Al-Istiqamah, Kebondanas, Pusakajaya, Subang, Selasa (29/11).

Dilantik, GP Ansor Diminta Revitalisasi Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, GP Ansor Diminta Revitalisasi Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, GP Ansor Diminta Revitalisasi Tradisi

Dalam sambutannya, Aam menegaskan tugas dan capaian Pimpinan Cabang hari ini harus betul-betul sampai pada orientasi revitalisasi tradisi.

"Hari ini sudah banyak santri yang tidak menghargai lagi kiainya. Toh kalaupun ada perbedaan, harusnya itu jadi rahmat. Tapi saat ini malah menimbulkan kebencian dan cacian," ujar Aam.

Dikatakan, dengan revitalisasi tradisi inilah kemudian GP Ansor harus bisa menjelma sebagai organisasi kaderisasi yang siap mengawal tradisi khidmah kepada Ulama.

"Termasuk ke depan penguatan sistem kaderisasi harus dioptimalkan untuk menciptakan pemberdayaan potensi kader GP Ansor sendiri," katanya.

Haedar Nashir

Sementara, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah Heridinata menegaskan, pelantikan untuk periode kedua kalinya tersebut akan memaksimalkan seluruh potensi yang ada sehingga bisa lebih baik lagi.

Haedar Nashir

"Beberapa kaderisasi sudah kita lakukan beberapa periode yang lalu. Sehingga ke depan kita akan maksimalkan potensi sumber daya anggota," katanya.

Hadir dalam pelantikan tersebut, Plt. Bupati Subang, Imas Aryumningsih, Dandim 0605 Subang, Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah, Rais Syuriah PCNU Subang KH Agus Salim, Ketua MUI Subang KH Musa Mutaqien, Mustasyar PWNU Jabar KH Tasrifin, Letkol Inf. Budi Mawardi Syam, Kasat Binmas Polres Subang AKP. Sarjono, Ketua PW Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Berita Haedar Nashir

Senin, 17 Juli 2017

IPNU-IPPNU Lamongan Gelar Diklat SAR

Lamongan, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Lamongan menggelar diklat Serach and rescue (SAR) dan Kepalangmerahan pada 4 hingga 6 Oktober 2009 kemarin, bertempat di Waduk Gondang Sugio Lamongan

Kegiatan ini dilakukan oleh Lembaga Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Kepanduan Putri (KKP) menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Pertama (Diklatama) dengan mengambil spesifikasi di bidang Serach and rescue (SAR) dan Kepalangmerahan.

IPNU-IPPNU Lamongan Gelar Diklat SAR (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lamongan Gelar Diklat SAR (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lamongan Gelar Diklat SAR

Menurut Ketua PC IPNU Lamongan Imam Fadli mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang Kepalangmerahan dan bencana alam. Para peserta juga diajak berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, pengembangan sumber daya manusia alam dan lingkungan, serta berpartisipasi dalam terlaksananya pendampingan dan penguatan masyarakat.

Haedar Nashir

Dalam rilis yang diterima Haedar Nashir, diklat ini diikuti 50 peserta terdiri dari utusan 2 putra dan 2 putri dari Pimpinan Anak Cabang (tingkat kecamatan) IPNU-IPPNU se-Kabupaten Lamongan.

Haedar Nashir

Materi yang disajikan berupa pembalutan dan pembidaian, anatomi dan faal tubuh dasar, pengetahuan obat-obatan dan kesehatan lapangan, survival dan navigasi, pendarahan dan syok, dengan narasumber dari Taruna Siaga Bencana Kabupaten Lamongan, KSR-PMI Lamongan dan Tim Penanggulangan Bencana Nahdlatul Ulama.

Pada akhir acara peserta juga melakukan aksi peduli bencana gempa Padang di sekitar lokasi wisata Waduk Gondang dengan mengumpulkan dana untuk disalurkan ke para korban bencana alam tersebut. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir RMI NU, IMNU Haedar Nashir

Selasa, 11 Juli 2017

Tutup Akhir Tahun dengan Lomba Mars Fatayat NU

Rembang, NU 0nline. Di pengujung tahun 2013, Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menyelenggarakan lomba melantunkan Mars Fatayat NU. Lomba ini diikuti sembilan perwakilan Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU setempat.

Kegiatan yang digelar di lantai dua Kantor PCNU Rembang, Jalan Pemuda Tawang Sari Rembang, Sabtu (28/12) pagi, ini dilaksanakan untuk lebih memahami inti sari dari syair mars. Ketua panitia penyelenggara, Eva Nurlatifa, mengatakan, para kader diharapkan mampu menghafal lagu kebanggaan remaja putri NU itu.

Tutup Akhir Tahun dengan Lomba Mars Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Akhir Tahun dengan Lomba Mars Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Akhir Tahun dengan Lomba Mars Fatayat NU

Bukan hanya lomba, kata Eva, kegiatan itu juga menjadi ajang silaturahmi antarpengurus Fatayat NU se-Rembang dalam rangka koordinasi. Fatayat NU Rembang menginginkan para pengurus dapat bersinergi mengembangkan Fatayat NU agar lebih bermanfaat di masyarakat.

Haedar Nashir

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah Khizanatur Rahmah, dalam sambutanya mengajak para kader lebih jeli dalam menentukan pilihan pemimpin di tahun 2014.

“Tahun yang akan datang menjadi tantangan bagi masyarakat NU. Pastilah Nahdliyin akan menjadi incaran bagi orang yang berkepentingan untuk mencalonkan diri, maju sebagai perwakilan masyarakat di parlemen,” katanya Khizanatur Rahmah.

Ketua PC Fatayat NU Rembang Miftahul Muhimmah menjelaskan, perlombaan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sejenis yang pernah diadakan pada periode kepengurusan yang lalu. Dia berharap, lomba melantunkan Mars Fatayat sering dilakukan agar kader bisa mendalami arti yang terkandung dalam syair tersebut. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah Haedar Nashir

IPNU-IPPNU Al-Furqan Cetak Kader Anti-Narkoba

Sumenep, Haedar Nashir. Setelah menjalani kegiatan kaderisasi, peserta Makesta IPNU-IPPNU Komisariat Al-Furqan, Desa Keles, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Jawa Timur berkomitmen menjadi pelopor dalam memerangi narkoba. Penutupan acara tersebut diparipurnai dengan orasi kebangsaan oleh Ketua PC IPNU Sumenep, Abror M. Wasil, Jumat (27/5).

IPNU-IPPNU Al-Furqan Cetak Kader Anti-Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Al-Furqan Cetak Kader Anti-Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Al-Furqan Cetak Kader Anti-Narkoba





Sebelumnya, Abror memimpin prosesi pembaitan. Setelah itu, dia mendengungkan ragam bahaya narkoba dan kader pelajar NU harus getol memeranginya.



Haedar Nashir



"Makesta ini merupakan salah satu upaya mematangkan anggota IPNU-IPPNU sebagai kader nahdliyin yang militan, penjaga dan pengawal Islam Ahlussunnah wal Jamaah, Islam Nusantara, serta penjaga dan Pengawal NKRI," tegas Abror.





Haedar Nashir

Dalam kesempatan itu, IPNU-IPPNU Komisariat Al-Furqan tegas menolak paham-paham radikalisme. IPNU-IPPNU Komisariat Al-Furqan juga berkomitmen menyebarkan Islam Rahmatan lil Alamin, bukan Islam yang Laknatan lil Alamin. (Hairul Anam/Fathoni). Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa Haedar Nashir

Senin, 10 Juli 2017

Masjid Kini Sepi, Kalah dengan Gadget

Kendal, Haedar Nashir. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menyayangkan sepinya masjid dari kegiatan keagamaan, pendidikan, dan lainnya. Fungsi masjid kini seolah menjadi tempat shalat lima waktu saja.

Masjid Kini Sepi, Kalah dengan Gadget (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Kini Sepi, Kalah dengan Gadget (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Kini Sepi, Kalah dengan Gadget

Di zaman yang sudah penuh dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan ini, masjid sudah mulai tersisihkan dengan kegiatan duniawi. “Masjid sekarang ini sudah kalah dengan gadget. Betapa tidak, anak-anak kecil dan remaja bukannya pergi ngaji malah mainan HP. Sibuk dengan dunianya sendiri,” ujar Ketua PAC IPNU Sukorejo Budi Irwanto, Senin (23/2).

Menurut alumni STAINU Temanggung ini, masjid seharusnya banyak-banyak diisi kegiatan islami atau diskusi ilmiah. Lebih-lebih anak muda juga ikut dilibatkan.

Haedar Nashir

“Masjid itu kan tempat orang Islam, harus ada kegiatan islami, entah diskusi ilmiah atau pengajian sore. Anak muda juga harus dilibatkan,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris IPNU Sukorejo Sukron. Ia menilai, masjid-masjid di sekitarnya sekarang ini sudah jarang yang mengunjungi, terutama di waktu sore. “Dulu, waktu saya masih kecil banyak anak-anak yang mengaji di waktu sore. Tapi sekarang berbeda, masjid-masjid mulai sepi,” ujarnya.

Haedar Nashir

Tidak hanya anak-anak, remaja dan dewasa pun juga sudah seperti enggan memanfaatkan masjid untuk kegiatan keagamaan. Padahal, lanjut dia, masjid merupakan tempat yang seharusnya ramai dengan kegiatan keagamaan.

“Harusnya kan masjid sering-sering digunakan untuk ngaji, biar tidak sepi.” Imbuhnya, yang juga Alumni Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo ini.

Di kesempatan yang sama, Said Jakfar, Wakil Ketua IPNU Sukorejo juga menyampaikan hal senada. Dirinya mengungkapkan, ramai atau sepinya sebuah masjid ditentukan oleh pengurus masjid itu sendiri. Karena pengurus masjid lah yang memegang peranan dalam menentukan sepi atau tidaknya sebuah masjid.

“Masjid mau sepi atau ramai, bergantung pada pengurusnya kok,” tandasnya.

Menurut mahasiswa tingkat akhir UIN Yogyakarta ini, sudah selayaknya masyarakat punya inisiatif sendiri untuk meramaikan masjid dengan kegiatan yang positif. “Masyarakat harus punya inisiatif sendiri meramaikan masjid,” tambahnya.

Perlu diberikan pemahaman kepada masyarakat tentang masjid.  Menurut Said, masyarakat harus diberikan pemahaman dan penjelasan tentang pentingnya meramaikan masjid.

“Pengurus masjid perlu lah mengadakan kegiatan yang isinya memberikan pemahaman dan penjelasan betapa pentingnya meramaikan masjid,” ujar Said.

Untuk itu, diperlukan adanya sosialisasi agar masyarakat faham betul, bahwa masjid bukan hanya tempat shalat saja. Melainkan bisa digunakan sebagai tempat diskusi sesama pelajar, ataupun dialog mahasiswa.

“Jadi intinya, diskusi atau dialog tidak hanya di adakan di aula melulu. Bisa di masjid,” tuturnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Minggu, 09 Juli 2017

Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi

Jakarta, Haedar Nashir

Di akhir kunjungan kerjanya ke Singapura, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengadakan pertemuan informal dengan Menteri Tenaga Kerja Singapura Lim Swee Say di Singapura, Sabtu (16/9).

Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi

Dalam pertemuan bilateral ini, kedua menteri sepakat meningkatkan kerja sama pendidikan dan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing SDM  Indonesia dan Singapura. 

"Dalam pertemuan tadi, kita sepakat meningkatkan dan memperluas kerja sama pelatihan vokasi serta terus berupaya memperbaiki kerjasama di sektor-sektor bidang ketenagakerjaan lainnya," kata Menakerdalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (16/9).

Turut hadir sebagai delegasi Indonesia antara lain  Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono, Dubes RI untuk Singapura I Ngurah Swajaya  anggota Komite Vokasi Nasional.

Haedar Nashir

Menaker mengatakan selama ino kerjasama di bidang pendidikan  dan pelatihan vokasi telah berjalan lebih baik. Namun dibutuhkan komitmen lebih untuk pengembangannya.

"Perlu diperkuatnya kembali kerja sama pelatihan vokasi  yang sudah dilakukan serta

komitmen membantu pembenahan kualitas Balai Latihan Kerja dengan melibatkan Kementerian dan  lembaga terkait lainnya  di Singapura," kata Hanif.

Di bidang pelatihan vokasi, kerja sama yang telah dilakukan antara lain dengan Temasek Foundation Polytechnic Singapore International (SPI), Workforce Singapura dan lembaga lainnya.

Bentuk kerjasamanya antara lain berupa konsep kurikulum dan upskilling instruktur vokasi, perbaikan fasilitas  dan sarana serta prasarana pendukung pelatihan vokasi, pemagangan dan informasi pasar kerja.

Haedar Nashir

"Kita akan undang lembaga-lembaga terkait ke Indonesia  untuk bersama-sama memperbaiki kualitas pelatihan vokasi di balai latihan kerja dan lembaga  pelatihan lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia," ujarnya.

Di Indonesia pelaksanaan pelatihan vokasi dilakukan oleh BLK, LPK Swasta, Training Center Industri serta Lembaga pelatihan Kementerian atau lembaga.

Menaker memberikan apresiasi atas pertemuan Menteri-menteri Tenaga Kerja ASEAN awal September lalu, yang sepakat menempatkan Keselamatan dan Kesehatan (K3) sebagai  bagian integral  dalam pembangunan yang inklusif di kawasan ASEAN.

Salah satu poin yang penting yang disepakati afakah  penerapan K3 di kawasan ASEAN yang menjamin bahwa setiap pekerja/ buruh baik itu pekerja lokal maupun pekerja migran berhak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja Singapura Lim Swee Say juga menyatakan siap mempererat kerja dalam bidang pelatihan vokasi dan bidang ketenagakerjaan dengan Indonesia dengan melibatkan lembaga pelatihan dan pelaku industri di Singapura.

"Di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, kedua negara harus mempersiapkan tenaga kerjanya untuk  meningkatkan keterampilan kerja dan bersiap menghadapi perubahan bentuk dan karakter pekerjaan di masa depan, kata Menteri Lim Swee.

Akhirnya, pertemuan ini diharapkan makin mempererat hubungan baik pemerintah Indonesia dan Singapura serta meningkatkan kerjasama di bidang ketenagakerjaan, termasuk peningkatan perlindungan dan kesejahteraan  pekerja migran di kedua negara. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir IMNU, Nasional Haedar Nashir