Minggu, 14 Januari 2018

PMII Umaha Kader Mahasiswa Baru Jadi Generasi Inklusif

Pasuruan, Haedar Nashir. Di tengah isu intoleransi di Indonesia tahun 2015 ini, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Maarif Hasyim Latif (Umaha) Sidoarjo mengadakan Mapaba (Masa Kesetiaan Anggota) ke-14 dengan mengangkat tema "Mewujudkan Generasi Intelektualis, Inklusif dan Demokratis".

Mapaba kali ini dilaksanakan pada Jumat hingga Ahad, 13-15 November 2015, di Pondok Pesantren Al-Karomah Ketanireng Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Sedikitnya 60 mahasiswa mengikuti masa penerimaan angota baru PMII tersebut.

PMII Umaha Kader Mahasiswa Baru Jadi Generasi Inklusif (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Umaha Kader Mahasiswa Baru Jadi Generasi Inklusif (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Umaha Kader Mahasiswa Baru Jadi Generasi Inklusif

Selama dua hari, para peserta mendapatkan materi seputar ke-PMII-an, Islam Nusantara (ke-Aswaja-an), nilai dasar pergerakan (NDP), sejarah negara bangsa Indonesia, mahasiswa dan tanggung jawab sosial, serta studi gender.

Haedar Nashir

Ketua komisariat PMII Umaha Doni S Nugroho berharap, kampus yang baru saja resmi menjadi universitas itu dapat menjadi punggawa penting dalam mewujudkan kerukunan antarumat beragama. "Dimulai dengan mengader maba (mahasiswa baru) menjadi agen ‘penular ajaran’ Ahlussunnah wal Jamaah An-nahdliyah dengan Mapaba PMII ke-14 ini, Umaha mampu menjadi punggawa," harap Doni, Senin (16/11).

Haedar Nashir

Ketua PC PMII Sidoarjo Gigin Anggi Zuarinsa mengungkapkan, pihaknya berupaya membantu pengurus komisariat agar 60 orang tersebut tetap utuh hingga menjadi kader di dalam proses PKD (Pelatihan kader dasar) selama 6 bulan ke depan.

"Insya Allah kami akan launching buku kendali pengembangan diri anggota untuk memonitor sejauh mana keyakinan anggota menjadi anggota mutaqid PMII. Penilaian tersebut berdasarkan kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik," ungkap Gigin. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir IMNU Haedar Nashir

PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh

Kutupalong, Haedar Nashir - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan perkembangan terkini tentang praktik kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar, yang berakibat pada eksodus etnis Rohingya ke Bangladesh.

Menurut PBB, sebagaimana dilansir AP, Kamis (7/9), sekitar 146.000 orang telah meninggalkan Myanmar menuju Bangladesh sejak meletusnya kekerasan meletus di sana 25 Agustus.

PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

PBB: 146 Ribu Orang Rohingya Lari ke Bangladesh

Jurubicara PBB Stephane Dujarric, Rabu, mengatakan bahwa Program Pangan Dunia meminta 11,3 juta dollar AS untuk membantu gelombang para pengungsi itu, juga mereka yang tengah tinggah di tenda-tenda pengungsian. PBB sudah menyediakan makanan untuk puluhan ribu orang, termasuk perempuan dan anak-anak yang menderita kelaparan dan kekurangan gizi.

Haedar Nashir

Eskalasi kekerasan oleh militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya belum berakhir menyusul tragedi penyerangan terhadap polisi di wilayah perbatasan dan aparat pemerintah lainnya sejak 25 Agustus. Pemerintah Myanmar menyebut militan Rohingya atau ARSA sebagai teroris Bengali.

Peristiwa Agustus itu memicu serangan balasan dari tentara Myanmar. Atas nama pemburuan para teroris, mereka menembaki warga sipil dan membakar ribuan rumah tinggal warga Rohingya. Situasi ini memperburuk keadaan dan memicu lebih dari seratus ribu warga melarikan diri dari tanah air mereka.

Haedar Nashir

Muslim Rohingya telah melarikan diri sejak serangan pemberontak terhadap polisi perbatasan dan pasukan pemerintah lainnya pada 25 Agustus memicu pembalasan oleh tentara Myanmar. Tentara dan polisi telah dituduh melakukan tembakan tanpa pandang bulu, namun pemerintah mengatakan pasukannya berusaha keras untuk tidak merugikan warga sipil yang tidak bersalah.

Dujarric juga mengatakan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sedang "melanjutkan kontak diplomatiknya terkait dengan situasi di Myanmar." (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah, Ubudiyah, Olahraga Haedar Nashir

Sabtu, 13 Januari 2018

Perkuat Aqidah, GP Ansor Dawe Wadahi Alumni Pesantren

Kudus, Haedar Nashir - Bertujuan memperkuat aqidah dan ideologi Ahlussunah wal Jamaah dan Pancasila, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus gandeng alumni pondok pesantren. Program ini merupakan tindak lanjut adanya usulan dari Rijalul Ansor untuk memperkuat benteng ideologi di masyarakat.

Ketua GP Ansor Dawe Mohammad Sahlan menyatakan pentingnya pembuatan wadah bagi para lulusan pondok pesantren. Menurutnya, para lulusan pondok pesantren merupakan aset yang harus diberi lahan dakwah untuk mengamalkan ilmunya.

Perkuat Aqidah, GP Ansor Dawe Wadahi Alumni Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Aqidah, GP Ansor Dawe Wadahi Alumni Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Aqidah, GP Ansor Dawe Wadahi Alumni Pesantren

"Wadah berupa lahan dakwah ini sangat penting bagi alumni pondok supaya mereka tidak digaet dan dimanfaatkan oleh golongan di luar kita yang melenceng dari aqidah Aswaja," katanya di Cendono Dawe, Kudus, Senin (8/5).

Haedar Nashir

Sahlan menambahkan, aktualisasi diri oleh lulusan pondok pesantren itu perlu mendapat arahan dan perhatian sebaik mungkin. Sebab, biasanya lulusan baru belum begitu bisa beradaptasi kembali dengan kampung asalnya. Jika dibiarkan, bisa jadi akan dimanfaatkan oleh golongan radikalis untuk bertindak sewenang-wenang.

Maka dari itu, mereka akan dibina kembali dan didekatkan dengan masyarakat melalui langkah awal membentuk halaqah. Dalam halaqah para generasi fasih agama itu akan diberi pengarahan tentang strategi dakwah dengan tetap berlandaskan pada Aswaja dan cinta tanah air.

"Nanti kita kumpulkan alumni-alumni itu dalam suatu halaqah yang berisi doktrin dan penyadaran pentingnya NU dan Aswaja serta pendekatannya kepada masyarakat," bebernya.

Haedar Nashir

Pembentukan wadah ini sesungguhnya juga didasari dengan semangat untuk menguasai masjid dan mushala sebagai pusat keagamaan masyarakat. Dengan itu diharapkan bisa menjadi benteng kokoh bagi masyarakat agar tidak dimasuki ideologi dan paham yang menyimpang.

"Ini merupakan langkah efektif untuk memperkuat semangat Aswaja dan Ke-NU-an dalam diri masyarakat," tambahnya.

Ketua Rijalul Ansor Kecamatan Dawe Saifuddin menjelaskan, latar belakang dibentuknya wadah ini adalah menjamurnya para jahula (pendakwah yang berpindah dari masjid ke masjid). Tanpa pendampingan dari ahlinya masyarakat awam akan mudah sekali tertipu dengan paham dan penampilan pakaian mereka.

"Fenomena jahula semacam itu harus menjadi fokus kita agar masyarakat tidak bingung dan terjerumus ke dalam ideologi yang melenceng.”

Lulusan pesantren dianggap mempunyai keahlian dalam ibadah, Aswaja, dan lain sebagainya. Saifuddin juga meminta kepada para pengurus ranting untuk mencatat siapa saja lulusan pondok pesantren yang bisa digandeng. (M Farid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Haedar Nashir

Pagelaran Wayang Kulit Tutup Peringatan Harlah GP Ansor

Solo, Haedar Nashir. Peringatan puncak harlah ke-78 Gerakan Pemuda (GP) Ansor ditutup dengan pagelaran wayang kulit di stadion Manahan jalan Adi Sucipto, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (18) malam. Pementasan wayang kulit ini adalah acara terakhir dari sejumlah rangkaian peringatan harlah GP. Ansor seperti Apel Banser, Anugerah Wirasantri Mandiri, Workshop Lembaga Keuangan Mikro Syariah, Konferensi Internasional IIFIS.

Pagelaran Wayang Kulit Tutup Peringatan Harlah GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagelaran Wayang Kulit Tutup Peringatan Harlah GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagelaran Wayang Kulit Tutup Peringatan Harlah GP Ansor

Pementasan wayang kulit ini didalangi oleh dalang kondang, Ki Enthus Susmono. Pementasan wayang kulit Rabu malam, mengambil lakon ‘Antareja’. Lakon tersebut dimulai pada pukul 22.44 seusai zikiran dan selawatan yang dipimpin oleh Habib Syekh Assegaf.

Pertunjukan wayang tersebut adalah bentuk apresiasi GP Ansor terhadap seni budaya tradisional. Pagelaran lakon wayang bagi GP Ansor bisa menjadi wadah penyampaian nilai yang mendidik sekaligus hiburan bagi para penonton.

Haedar Nashir

Sedikitnya dua ribu lima ratus penonton memadati halaman parker stadion Manahan. Mereka datang dari dalam kota Surakarta dan kabupaten sekitar. Meski sempat diguyur tetesan hujan, semangat para penonton tidak berkuran untuk mengerumuni panggung dari delapan arah mata angin.

Haedar Nashir

Sebelum lakon ‘Antareja’ dimulai, Nusron Wahid, Ketua Umum PP GP Ansor, Dahlan Iskan, Menteri BUMN, dan perwakilan Kemenkominfo member sambutan singkat. Sesaat sebelum mulai, Ki Enthus meminta grup gamelannya untuk memainkan ‘Mars Ansor’. Nusron Wahid menyanyikan Mars Ansor dengan iringan gamelan.

“Pementasan wayang ini ditujukan GP Ansor agar masyarakat mencintai kesenian di Indonesia. Bentuk kecintaan terhadap kesenian tradisi adalah dengan memberikan panggung bagi para seniman,” kata Nusron dalam sambutannya di hadapan dua ribu lima ratus penonton yang sebagian sudah duduk  menggelar Koran.

Mbok ya kita ini mencintai Rasulullah dan kiai. Belajar fiqih ojo dilali ,” salah satu ungkapan Ki Enthus saat mendalang lakon ‘Antareja’, Rabu malam.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Meme Islam Haedar Nashir

LKNU Gelar Pelatihan Penanggulangan HIV/AIDS di NTT

Kupang, Haedar Nashir. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama mengadakan pelatihan kader pegiat penanggulangan HIV dan AIDS di Hotel Kelimutu, Kupang, Selasa (20/5). Selain banom-banom NU, kegiatan ini melibatkan PWNU Nusa Tenggara Timur, Polda setempat, Kesbangpol NTT, KPA, dan LSM yang bergerak dalam penanggulangan AIDS.

Pengurus LKNU Ahmad Iftah Sidik mengatakan, seluruh provinsi di Indonesia sudah masuk dalam kategori penanganan penanggulanganan. Masalah ini sudah menjadi persoalan bersama yang perlu diatasi sedini mungkin.

LKNU Gelar Pelatihan Penanggulangan HIV/AIDS di NTT (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Gelar Pelatihan Penanggulangan HIV/AIDS di NTT (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Gelar Pelatihan Penanggulangan HIV/AIDS di NTT

“Kegiatan ini menjadi wahana silaturahmi bagi banom NU, mudah-mudahan ini akan mempererat hubungan silaturahmi pengurus NU dan banom NU ke depan,” kata Sidik dalam pelatihan sekaligus sosialisasi bahtsul masail terkait masalah HIV dan AIDS.

Haedar Nashir

Dalam pelatihan selama empat hari mulai Selasa-Sabtu (20-24/5), Ketua PCNU ? Kota Kupang Muhammad Abdurahman mengatakan, penanggulangan AIDS perlu cepat dan tepat sasaran. “Agar masyarakat kita tertolong dari virus yang menghancurkan masa depan generasi muda itu.”

Haedar Nashir

Langkah cepat penanggulangan HIV dan AIDS sangat diperlukan terlebih Indonesia negara yang disebut epidemi virus HIV dan AIDS khususnya di NTT kurang lebih 3-4 persen mengidap virus mematikan itu.

“Di sinilah peran dan tanggung jawab NU untuk memberikan informasi maupun sosialisasi kepada seluruh warga melalui Lembaga Kesehatan NU NTT,” pungkas M Abdurrahman. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Hadits, Fragmen Haedar Nashir

Ini Miqat dalam Haji dan Umrah

Miqat merupakan bentuk isim zaman makan dari "auqata-yuqitu" yang memiliki arti menetapkan waktu. Miqat secara istilah dalam ibadah haji adalah tempat-waktu yang ditentukan untuk mulai mengerjakan ibadah haji.

Miqat terbagi atas dua, yakni miqat zamani dan miqat makani. Miqat zamani adalah batasan waktu yang digunakan untuk haji dan umrah. Sementara miqat zamani bagi orang yang berhaji adalah Syawwal, Dzulqa’dah dan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Ini Miqat dalam Haji dan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Miqat dalam Haji dan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Miqat dalam Haji dan Umrah

Jika seorang yang ingin berhaji tetapi ihramnya tidak dilakukan pada bulan-bulan tersebut, maka ibadahnya hanya bisa disebut umrah, bukan haji.

Haedar Nashir

Sedangkan miqat makani adalah tempat yang digunakan untuk pertama kali berihram.

Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan terkait miqat makani bagi siapa saja yang hendak melaksanakan haji atau umrah. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, dan An-Nasa’i.

Haedar Nashir

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dari Ibnu Abbas RA sesungguhnya Rasulullah SAW telah menetapkan miqat bagi penduduk Madinah di Dzulhulaifah, penduduk Syam di Juhfah, penduduk Nejd di Qarn, penduduk Yaman di Yalamlam, begitu juga termasuk orang-orang yang ingin berhaji dan umrah yang berasal dari tempat lain tetapi melewati daerah-daerah tersebut (maka miqatnya sama dengan daerah yang dilewati).”

Dari hadits di atas kita dapat menyimpulkan bahwa tidak semua jamaah haji memiliki miqat yang sama. Syihabuddin bin Naqib As-Syafii dalam Umdatus Salik wa Iddatun Nasik menjelaskan beberapa ketentuan-ketentuan miqat.

Miqat bagi penduduk Madinah terletak di Dzulhulaifah. Sedangkan miqat bagi penduduk Syam (Palestina, Syiria, Yordan), Mesir serta Maroko adalah di Juhfah. Sementara miqat penduduk Yaman adalah Yalamlam sedangkan penduduk Nejd berada di Qarn.

Bagi penduduk Iraq dan Khurasan, miqatnya berada di Dzatu Irq, akan tetapi yang paling utama adalah di Aqiq. Bagi jamaah haji sedang berjalan menuju Mekah maka miqat hajinya berada di Mekah sedangkan miqat umrahnya adalah adnal hilli (daerah yang lebih dekat dengan Mekah), yaitu  Ji’ranah, Tan’im atau Hudaibiyah.

Bagi calon muhrim yang tempat tinggalnya di luar Mekah tetapi lebih dekat ke Mekah dari miqat yang telah disebutkan, maka miqatnya adalah tempatnya tersebut. Tetapi jika tempatnya lebih jauh dari pada miqat, maka yang lebih utama berihram di miqat.

Bagi penduduk Indonesia (sesuai buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kemenag), miqatnya disesuaikan dengan gelombang. Bagi jamaah gelombang pertama, miqatnya dimulai dari Dzulhulaifah (Bir Ali).

Sedangkan bagi jamaah gelombang kedua, miqatnya ketika berada di atas pesawat udara pada garis sejajar dengan Qarnul Manazil atau di Airport King Abdul Azis Jeddah (sesuai dengan Keputusan Komisi Fatwa MUI, tanggal 28 Maret 1980 dan dikukuhkan kembali pada tanggal 19 September 1981 tentang Miqat Haji dan Umrah) atau Asrama Haji Embarkasi di Tanah Air.

Bagi jamaah yang melanggar miqat, yakni ihram melewati batas miqat dan ia tetap ingin berhaji, maka ia diwajibkan membayar dam. Tetapi jika ia kembali ke miqat kemudian berihram sebelum memakainya untuk ibadah, maka gugurlah kewajibannya membayar dam.

Hal ini juga disebutkan oleh Syihabuddin bin Naqib As-Syafii dalam Umdatus Salik wa Iddatun Nasik.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Barangsiapa yang melanggar miqat dan dia ingin berhaji kemudian berihram di selain miqat, maka dia diwajibkan membayar dam (sembelihan). Jika ia kembali lagi ke miqat dengan berihram sebelum terlanjur melakukan ibadah, maka gugurlah (kewajiban membayar) dam.” Wallahu a‘lam. (M Alvin Nur Choironi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Islam, Sholawat, Nahdlatul Haedar Nashir

Pengertian Haji Mabrur dan Tandanya

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Setiap orang yang berhaji berharap mendapatkan haji yang mabrur dan diampuni segala dosanya. Pertanyaan yang ingin saya sampaikan kepada redaksi bahtsul masail Haedar Nashir adalah apakah haji mabrur itu dan bagaimana kita mengetahui bahwa haji sesesorang itu dianggap mabrur atau bagaimana ciri-cirinya? Atas jawabannya, saya ucapkan terima kasih banyak. Wassalamu ’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (Fadli/Medan).

Jawaban

Pengertian Haji Mabrur dan Tandanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengertian Haji Mabrur dan Tandanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengertian Haji Mabrur dan Tandanya

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah. Haji merupakan salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi orang yang sudah mampu atau telah memenuhi segala persyaratannya. Pergi haji juga bisa berarti jihad di jalan Allah; mencurahkan harta, tenaga, meninggalkan keluarga dan negara menuju ke Tanah Haram untuk memenuhi panggilan-Nya.

Haedar Nashir

Bahkan di Indonesia orang yang mau berangkat haji harus mengantre terlebih dulu sampai bertahun-tahun karena memang adanya keterbatasan kuota untuk jamaah haji sehingga butuh kesabaran ekstra. Mereka yang pergi haji jelas berharap mendapatkan haji yang mabrur karena balasan haji mabrur adalah surga sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

Haedar Nashir

? ? ? ? ? ? ?

“Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga.” (HR An-Nasa’i)

Perihal mabrur, ada banyak pendapat ulama. Pertama, haji mabrur adalah haji yang tidak tercampuri kemaksiatan, dan kata “al-mabrur” itu diambil dari kata al-birr yang artinya ketaatan. Dengan kata lain haji mabrur adalah haji yang dijalankan dengan penuh ketaatan sehingga tidak tercampur dengan dosa. Pendapat ini menurut Muhyiddin Syarf an-Nawawi, dipandang sebagai pendapat yang paling sahih.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Menurut Muhyiddin Syarf an-Nawawi makna hadits “Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga” ? adalah bahwa ganjaran bagi orang dengan haji mabrur tidak hanya sebatas penghapusan sebagian dosa. Mabrur itu yang mengharuskan ia masuk surga. Imam Nawawi berkata: ‘Yang paling sahih dan masyhur adalah bahwa haji mabrur yang bersih dari dosa itu diambil dari al-birr (kebaikan) yaitu ketaatan”. (Lihat, Jalaluddin as-Suyuthi, Syarhus Suyuthi li Sunan an-Nasa’i, Halb-Maktab al-Mathbu’at al-Islamiyyah, cet ke-2, 1406 H/1986 H, juz, V, h. 112).

Kedua, bahwa haji mabrur adalah haji maqbul (diterima) dan dibalas dengan al-birr (kebaikan) yaitu pahala.

Sedang bukti bahwa haji seseorang itu maqbul atau mabrur adalah ia kembali menjadi lebih baik dari sebelumnya dan tidak mengulangi perbuatan maksiat.

? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Ada pendapat yang mengatakan: ‘Haji mabrur adalah haji yang diterima yang dibalas dengan kebaikan yaitu pahala. Sedangkan pertanda diterimanya haji seseorang adalah kembali menjadi lebih baik dari sebelumnya dan tidak mengulangi melakukan kemaksiatan.” (Jalaluddin as-Suyuthi, Syarhus Suyuthi li Sunan an-Nasa’i, juz, V, h. 112).

Ketiga, haji mabrur adalah haji yang tidak ada riya. Keempat, haji mabrur adalah haji yang tidak diiringi kemaksiatan. Jika kita cermati dengan seksama maka pendapat ketiga dan keempat ini pada dasarnya sudah tercakup dalam pendapat sebelumnya.

? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Ada ulama yang mengatakan haji mabrur adalah haji yang tidak ada unsur riya` di dalamnya. Ada lagi ulama yang mengatakan bahwa haji mabrur adalah yang tidak diiringi dengan kemaksiatan. Kedua pandangan ini masuk ke dalam kategori pandangan sebelumnya.” (Jalaluddin as-Suyuthi, Syarhus Suyuthi li Sunan an-Nasa’i, juz, V, h. 112).

Antara pendapat satu dan yang lainnya pada dasarnya saling berkait-kelindan dan mendukung satu sama lain. Intinya haji mabrur adalah haji yang dijalankan dengan pelbagai ketentuannya sesempurna mungkin. Demikian sebagaimana disimpulkan al-Qurthubi.

? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Al-Qurthubi berkata: ‘Bahwa pelbagai pendapat tentang penjelasan haji mabrur yang telah dikemukakan itu saling berdekatan. Kesimpulannya haji mabrur adalah haji yang dipenuhi seluruh ketentuanya dan dijalankan dengan sesempurna mungkin oleh pelakunya (mukallaf) sebagaimana yang dituntut darinya”. (Jalaluddin as-Suyuthi, Syarhus Suyuthi li Sunan an-Nasa’i, juz, V, h. 112).

Lantas bagaimana dengan tanda atau ciri haji mabrur? Dengan mengacu pada penjelasan di atas, maka salah satu tanda hajinya seseorang mabrur adalah ia menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya, dan tidak mengulangi perbuatan maksiat atau dosa.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik dan bermanfaat. Bagi orang yang belum berhaji semoga cepat diberi kemudahan oleh Allah untuk menunaikannya dan mendapatkan haji mabrur. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Amalan, Halaqoh, Bahtsul Masail Haedar Nashir