Selasa, 15 Agustus 2017

Sarbumusi: Malaysia harus Dievaluasi

Jakarta, Haedar Nashir. Terkait penemuan brosur iklan yang merendahkan TKI di Malaysia, Sarbumusi menganjurkan pemerintah Indonesia untuk menilai ulang bentuk kerjasama tenaga kerja dengan pemerintah Malaysia.

“Pemerintah (RI-red) harus merumuskan kembali bentuk kerjasama dengan pemerintah Malaysia terkait ketenagakerjaan,” kata Syaiful Bahri Ansori, ketum Sarbumusi, Sarikat Buruh Muslimin Indonesia kepada Haedar Nashir per telepon, Rabu (31/10) pagi.

Sarbumusi: Malaysia harus Dievaluasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi: Malaysia harus Dievaluasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi: Malaysia harus Dievaluasi

Menurutnya, kehadiran brosur iklan tersebut patut disesalkan. Peredaran brosur iklan di Malaysia yang merendahkan tenaga kerja Indonesia, berkaitan dengan kurang adanya penegasan nyata hubungan kerjasama dua pemerintah yang bertetangga tersebut.

Syaiful menambahkan, kerjsasama harus menegaskan tenaga kerja Indonesia bukan hanya dinilai sekadar tenaga upahan. Hubungan kerjasama dua pemerintah itu harus menyatakan bahwa nilai kemanusiaan tenaga kerja Indonesia juga harus mendapat penghargaan.

Syaiful atas nama Sarbumusi menyayangkan edaran iklan tersebut. Hal ini membuktikan bahwa dua pemerintah tersebut masih abai dalam menilai keberadaan tenaga kerja Indonesia dan tenaga kerja umumnya.

Agar tragedi semacam ini tidak terjadi ke depan, pembenahan dari segala sisi harus dimulai. Setidaknya pengusutan secara hukum mesti berlangsung, imbuhnya. Pada saat yang sama, imbauan moral segera digaungkan untuk menanamkan nilai kemanusiaan.

Haedar Nashir

Aspek hukum, politik, moral, dan budaya mesti mewakili suara yang mengangkat nilai kemanusiaan. Dengan demikian, eksploitasi fisik dan perasaan buruh oleh semua pihak yang berkepentingan tidak terulang, tandasnya.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News Haedar Nashir

Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Wajib

Usai mengerjakan shalat sebaiknya jangan langsung beranjak dari tempat shalat. Biasakan diri untuk dzikir sejenak dan berdo’a untuk kebaikan kita di dunia dan akhirat. Sebab dzikir merupakan ibadah yang sangat dianjurkan saat selesai shalat.

Ia termasuk ibadah yang mudah dan ringan dilakukan, namun ganjaran yang diberikan sangatlah besar. Kendati mudah dilakukan, ada banyak godaan yang harus disingkirkan agar tetap istiqamah dalam berdzikir. Di antara godaan yang dimaksud adalah malas.

Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Wajib (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Wajib (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Wajib

Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali memasukkan bahasan khusus tentang do’a dan dzikir. Menurutnya, salah satu dzikir yang sangat dianjurkan ialah membaca subhânallâh, alhamdulillâh, dan allâhu akbar sebanyak 33 kali. Kemudian ditutup dengan melafalkan lâ ilâha illallâh lâ syarîka lahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alâ kulli syai‘in qadîr satu kali.

Haedar Nashir

Pendapat ini didasarkan pada hadis riwayat Abu Hurairah yang berbunyi:

Haedar Nashir

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir setelah shalat sebanyak 33 kali dan menutupnya dengan membaca lâ ilâha illallâh lâ syarîka lahu lahul mulku wa lahulhamdu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr, maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan,’” (HR. Malik).

Dengan demikian, budayakan setelah shalat membaca semua dzikir di atas. Berdasarkan hadits yang dikutip di atas, orang yang terbiasa melakukan ibadah ini, dosanya akan diampuni Allah Yang Maha Pengampun meskipun dosanya sebanyak buih di lautan. Wallahu a‘lam. (Hengki Ferdiansyah).

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam, Bahtsul Masail Haedar Nashir

Siswa SMA Islam Al-Mizan Pelatihan Menulis Skenario

Jatiwangi, Haedar Nashir. Sabtu, 17 Maret 2012 merupakan hari terakhir dari rangkaian pelatihan bagi siswa SMA Islam Al-Mizan, Jatiwangi, Majalengka khususnya kelas X dan XI dalam mengisi liburan UAS (ujian akhir sekolah) kelas XII (dua belas). Selama seharian sebanyak 60 siswa kelas X dan XI diberi pelatihan tentang “Penulisan Skenario dan Kepemimpinan atau Leadership”.

Menurut Siti Maryam, Wakasek bidang Kesiswaan, pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan mengisi liburan kelas X dan XI SMAI Al-Mizan. Walaupun begitu, kegiatan ini pula terbuka bagi kelas XII selesai melaksanakan Ujian Akhir Sekilah (UAS).

Siswa SMA Islam Al-Mizan Pelatihan Menulis Skenario (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa SMA Islam Al-Mizan Pelatihan Menulis Skenario (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa SMA Islam Al-Mizan Pelatihan Menulis Skenario

Menurut Iyam, biasa disapa, “Senin sampai Kamis siswa kelas X dan XI ini melaksanakan “Pelatihan Broadcasting dan Jurnalistik” kerjasama dengan Radio Komunitas (Rakom) Caraka FM. Jumat diisi dengan pelatihan Marawis dan untuk Sabtu diisi dengan pelatihan penulisan skenario dan kepemimpinan ini,” jelasnya..

Haedar Nashir

Masih menurut Iyam, pelatihan penulisan skenario ini menghadirkan Narasumber dari Jakarta tapi kelahiran Jatiwangi. Mereka adalah penulis skenario FTV SCTV yaitu Rois Said.

Dalam paparannya, kang Rois, biasa disapa, memberikan latihan dasar bagaimana menulis sebuah skenario. Menurutnya, dengan menulis diharapkan siswa dapat lebih berkreasi lagi.

Haedar Nashir

“Setiap pengalaman ataupun apa yang kita lihat di sekeliling kita, harus kita tulis. Jangan malu untuk menulis. Seorang penulis harus punya keberanian, jangan tanggung-tanggung untuk memulai apapun,” katanya dengan? nada semangat dan disambut tepuk tangan oleh peserta.

Sementara di sesi kedua diisi oleh pemateri dari Bank Mandiri, yaitu Bapak? Dede Sutisna. Beliau selain Assistant Vice President Consumer Risk Group di Bank Mandiri juga alumni Unpad kelahiran Burujul, Jatiwangi.

Dalam penyampaian materi tentang kepemimpinan, beliau sangat interaktif dengan para peserta. Sehingga peserta sangat antusias mengikutinya

Dalam uraiannya beliau mengungkapkan bahwa bahasa otak adalah gambar. Jadi otak akan lebih menangkap sesuatu itu lebih mudah apabila sesuatu itu berupa gambar. Selain itu,

“Bahwa personality seorang pemimpin itu bukan dilihat dari bagaimana dia layak memimpin tapi bagaimana dia menunjukkan sikap kepemimpinannya yg dapat memberikan contoh kepada bawahannya,” jelasnya.

Redaktur? ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: M Zaenal Muhyidin

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam, Olahraga Haedar Nashir

Minggu, 13 Agustus 2017

Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi

Probolinggo, Haedar Nashir. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo menyerukan kepada semua pengurus jajaran ranting di wilayah kerja kecamatan untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan mengisinya dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi warga nahdliyin.

Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi

“Agungkanlah peringatan hari kelahiran Baginda Rasulullah SAW ini dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan tradisi dari pendiri NU. Tradisi NU ini harus terus dipertahankan oleh pemuda Ansor. Oleh karenanya, pemuda itu harus banyak belajar dari orang yang lebih tua,” ujar Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Dringu Mahfud Hidayatullah kepada Haedar Nashir, Selasa (22/1).

Menurut Mahfud, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dilakukan oleh masyarakat yang ada di perkotaan saja tetapi juga dilakukan warga nahdliyin di pelosok-pelosok desa. Momentum bersejarah tersebut bahkan diperingati dengan sangat menarik. Masyarakat desa biasanya membawa makanan, kue dan buah-buahan yang kemudian dikumpulkan di musholla maupun masjid setempat.

Haedar Nashir

“Biasanya setelah terkumpul semua, selanjutnya dilakukan pembacaan sholawat Nabi (srakalan) secara bersama-sama. Masyarakat di desa mempercayai pada saat pembacaan tersebut, ruh Nabi Muhammad SAW akan hadir untuk memberikan rahmat,” jelasnya.

Tidak berhenti sampai disitu saja, sebab setelah prosesi pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW selesai tandas Mahfud, barang bawaan tadi ditukar dengan barang bawaan tetangga sekitar untuk dimakan bersama-sama.

Haedar Nashir

“Disitulah tercipta tali silaturahim antar sesama warga nahdliyin. Tanpa melihat status, mereka makan bersama-sama dalam satu wadah. Dan tradisi itu tidak bisa dihilangkan karena itu tradisi NU,” terangnya.

Untuk tahun ini, PAC GP Ansor Kecamatan Dringu berencana akan memberikan santunan kepada fakir miskin, anak yatim dan kaum dhuafa. Santunan tersebut akan diwujudkan dalam bentuk pakaian maupun makanan tergantung porsi kebutuhan dari masing-masing warga nahdliyin.

“Santunan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian pemuda Ansor Kecamatan Dringu kepada warga yang sangat membutuhkan. Harapannya, santunan ini dapat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tandasnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Meme Islam Haedar Nashir

Dua Ulama Lebanon Minta Peran NU dalam Perdamaian Dunia

Jakarta, Haedar Nashir - Dua ulama asal Lebanon meminta NU untuk turut serta menjadi juru damai dunia Islam. Hal itu disampaikan Ketua Front Amal Islam Lebanon Syekh Zuhair Al-Juaid yang ditemani Syekh Ghazi Yousuf Hneineh. Permintaan disampaikan kedua ulama tersebut kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di gedung PBNU, Jakarta, Senin sore (5/9).

Menurut Syekh Zuhair yang disampaikan dalam bahasa Arab, NU adalah lembaga yang punya visi yang sama dengan lembaganya, yaitu sama-sama berhaluan Islam Ahlussunah wal-Jamaah yang memiliki cita-cita dan mengampanyekan perdamaian.

Dua Ulama Lebanon Minta Peran NU dalam Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Ulama Lebanon Minta Peran NU dalam Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Ulama Lebanon Minta Peran NU dalam Perdamaian Dunia

Sehingga, tambah dia, lembaganya, Front Amal Islam Lebanon dan NU harus bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Haedar Nashir

Saat ini, lanjut dia, yang diterjemahkan yang dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia oleh Ahmad Zainal Aziz, di dalam Islam telah tumbuh gerakan keonaran yang mengkafirkan sesama umat Islam. Tak hanya itu kelompok tersebut sampai menghalalkan pembunuhan.

“Ini tantangan berat karena bersumber Islam sendiri,” tegasnya. Oleh karena itu, ia mengajak NU untuk merapatkan barisan dan bersama-sama menyelesaikan persolan ini.

Haedar Nashir

KH Said Aqil Siroj menyambut baik permintaan tersebut karena NU memiliki konsentrasi yang serupa, yaitu perdamaian dunia. Ia mengusulkan peningkatan kerja sama kedua lembaga untuk peran-peran menjaga kedamaian. Hal itu bisa dimulai dengan kerja sama di bidang pendiaikan, sosial, ekonomi, dan dakwah. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Olahraga Haedar Nashir

Sabtu, 12 Agustus 2017

Sekatenan 2014, Maulid Nabi ala Keraton Digelar Sebulan Penuh

Solo, Haedar Nashir. Alun-alun utara Keraton Surakarta yang sebelumnya tampak lengang, kini dipenuhi penjual aneka dagangan. Karena, Sekatenan 2014 akan diselenggrakan selama hampir sebulan. Tradisi Sekatenan sebagai perayaan Maulid Nabi dimulai sejak Jumat (20/12) hingga Sabtu (18/1).

Sekatenan 2014, Maulid Nabi ala Keraton Digelar Sebulan Penuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekatenan 2014, Maulid Nabi ala Keraton Digelar Sebulan Penuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekatenan 2014, Maulid Nabi ala Keraton Digelar Sebulan Penuh

Menurut Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta KP Winarno Kusumo, acara Sekatenan diadakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw.

“Sekaten yang menjadi tradisi keraton sudah ada sejak dahulu. Sampai sekarang Sekatenan secara turun temurun selalu diselenggarakan untuk masyarakat,” kata KP Winarno yang acap disapa Kanjeng Win, Sabtu (28/12).

Haedar Nashir

Malam Sekatenannya, tambah Kanjeng Win, berlangsung sejak satu minggu (7-14/1) mendatang. Seperti tahun sebelumnya, Sekatenan ini ditandai dengan keluarnya Gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Gunung Sari.

Sedangkan acara puncaknya jatuh pada Selasa (14/1) yang ditandai dengan keluarnya Gunungan Mulud atau Grebeg Mulud. Selain itu, Sekatenan diisi dengan sejumlah rangkaian acara seperti jamasan pusaka Keraton Solo dan sejumlah ritual keagamaan, pungkas Kanjeng Win.

Haedar Nashir

Sekatenan memudahkan warga Solo untuk mengetahui datangnya bulan Mulud atau Rabi’ul Awwal. Karena, bulan itu ditandai dengan keramaian Sekatenan dan Grebeg Mulud. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, Daerah, AlaNu Haedar Nashir

Kelompok Hasmi Sangkal Tudingan Teroris

Jakarta, Haedar Nashir. Sebuah kelompok bernama Hasmi atau Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami menyangkal tudingan teroris untuk mereka yang telah tersebar luas di berbagai media massa.

Kelompok Hasmi Sangkal Tudingan Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Hasmi Sangkal Tudingan Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Hasmi Sangkal Tudingan Teroris

Dalam rilis pers yang diterima Haedar Nashir tertanggal 28 Oktober 2012 kemarin, Dr Muhammad Sarbini atas nama Ketua DPP Hasmi menyatakan, teror baru yang mengatas namakan Hasmi bukanlah kelompok mereka dan hanya merupakan kemiripan nama.

Dikatakan Hasmi merupakan Ormas Islam resmi yang terdaftar di Kemdagri dirjen kesbangpol dengan no 01-00-00/0064/D.III.4/III/2012 yang didirikan sejak tahun 2005 yang berdomisili di jalan raya  Cimanglid Gang Purnama RT 05/01 Sukamantri Tamansari Bogor dan bergerak dalam bidang dakwah umum, sosial dan pendidikan.

Haedar Nashir

“Kami atas nama DPP Hasmi menegaskan bahwa nama organisasi Hasmi sebagaimana yang telah disebutkan dalam pemberitaan oleh media elektronik sama sekali bukan  organisasi kami. Bahwa kami adalah ormas Islam yang berkonsentrasi pada dakwah umum dan pendidikan resmi,” demikian dalam rilis pers tersebut.

Haedar Nashir

Hasmi juga meminta anggota dan simpatisan agar tetap tenang dan bertindak proporsional dalam menyikapi berbagai berita dan manuver yang dilakukan atas nama organisasi ini.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sholawat, Meme Islam Haedar Nashir