Jumat, 08 September 2017

Dari Yaman sampai NTT, Nahdliyin Gelar Tahlil Kiai Sahal

Jakarta, Haedar Nashir. Suasana duka masih dirasakan oleh warga dan pengurus NU setelah meninggalnya Rais Aam KH Sahal Mahfudh. Bacaan Yasin dan tahlil terus dikumandangkan oleh warga NU dari seluruh pelosok tanah air dan di belahan dunia lainnya.

Jajaran PWNU Nusa Tenggara Timur bersama imam masjid se-kota Kupang menggelar tahlil dan Yasin bersama peringati malam ketujuh meninggalnya KH Sahal Mahfudh di Masjid At-taqwa Naikoten Koten Kota Kupang, Kamis (30/1).?

Hadir dalam tahlil dan yasisnan bersama, pengurus Wilayah NU NTT, Imam Masjid se-kota Kupang dan seluruh banom NU NTT. Yakni, GP Ansor, Banser, IPNU, PMII Kupang dan sejumlah Alumni PMII.?

Dari Yaman sampai NTT, Nahdliyin Gelar Tahlil  Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Yaman sampai NTT, Nahdliyin Gelar Tahlil Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Yaman sampai NTT, Nahdliyin Gelar Tahlil Kiai Sahal

Ketua PW NU NTT Jamaludin Ahmad dalam sambutan mengatakan tokoh ulama dan tokoh negara seperti almarhum KH Sahal Mahfudh harus sudah menjadi dia sebagai panutan umat dan panutan bangsa karena ia adalah ulama dan tokoh negarawan.

Di Pekalongan, PCNU Kota juga menggelar tahlil pada Rabu (29/1). Acara yang berlangsung di Gedung Aswaja Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan dihadiri oleh jajaran pengurus cabang, lembaga, badan otonom, pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) dan Ranting NU se Kota Pekalongan diisi dengan pembacaan surat Yasin dan tahlil.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

"Kegiatan peringatan tujuh hari wafatnya mbah Sahal merupakan inisiatif kami warga Nahdliyin sebagai bentuk rasa cinta dan hormat kepada beliau sebagai pemimpin tertinggi di Nahdlatul Ulama," ujar Sekretaris PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom.

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kota Pekalongan KH Zainuri Zainal Mustofa melihat sosok Mbah Sahal adalah figur yang sangat moderat dan tidak kaku dalam menerapkan hukum Islam.

Menurutnya, KH Sahal disamping disiplin dalam penerapan hukum Islam juga toleran terhadap masalah lain seperti dalam pendirian Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang pertama ia mendirikan BPR syariah karena menganggap praktek bank konvensional dianggap riba dan BPR syariah sebagai solusi agar masyarakat terhindar dari transaksi ribawi yang memang dilarang dalam Islam.?

Akan tetapi di lain waktu, ujar Kiai Zainuri, Mbah Sahal juga mendirikan BPR konvensional, karena untuk melayani masyarakat yang masih belum percaya penuh terhadap lembaga keuangan berlabel syariah, apalagi memang hukum bank di dalam Nahdlatul Ulama sendiri masih terdapat perbedaan pendapat, ada yang menghukumi haram ada pula yang menghukumi mubah.?

Tahlil juga digelar di Gedung PCNU Pringsewu, Lampung Jum’at (31/01) oleh pengurus cabang beserta perangkat organisasi NU lainnya.

Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Pringsewu KH Sujadi yang merupakan Mustasyar PCNU Pringsewu, Ketua MUI Kabupaten KH. Hambali Para Pengasuh Pondok Pesantren dan segenap Pengurus dari MWC dan Ranting NU di Kabupaten Pringsewu?

Tak ketinggalan, Kamis (30/1) malam, Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Plosorejo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan menggelar tahlilan di rumah Fatoni, salah satu warga NU setempat yang dipimpin oleh Kiai Zuhdi, Wakil Ketua Ranting NU Plosorejo.?

Dalam tausiahnya ia mengatakan, “Bisa kita lihat sosok Mbah Sahal yang bisa kita ambil ibaroh, ia telah meninggalkan kenangan indah bagi bangsa ini. Disana-sini silih berganti, tak henti-hentinya bangsa ini mendoakannya.”

Di Probolinggo, kegiatan silaturahim yang bertajuk turba (turun ke bawah) yang digelar oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo di Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU Kecamatan Sumberasih, Ahad (26/1) juga sekaligus diisi dengan digelar tahlil untuk mendiang KH Sahal Mahfudh.? “Kami disini berdoa bersama-sama agar almarhum Mbah Sahal diterima segala amal sholehnya dan diampuni sebala kekhilafannya serta ditempatkan di surganya Allah SWT. Hal ini sepada dengan perjuangan beliau terutama dalam membesarkan NU untuk kemaslatan seluruh umat Islam,” kata Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Shofia.

Di Yaman Pengurus Cabang Istimewa (PCI-NU) Yaman menggelar khataman Al-Qur’an dan tahlil pada hari ketiga wafatnya KH Sahal Mahfudh, Senin (27/1) di kampus Universitas Darul Ulum As-Syar’iyyah Hudaidah-Yaman.?

Acara tersebut dihadiri oleh ratusan pelajar Indonesia, Malaysia, Kamboja dan Thailand dimulai dengan pembukaan, yang dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an 30 juz secara seksama, kemudian dilanjutkan dengan tahlil yang diteruskan dengan doa.?

Muhammad Fathullah selaku Ketua PCI-NU,berpesan kepada warga Nahdiyin untuk melanjutkan cita-cita dan pemikiran yang sudah diajarkan oleh KH MA Sahal Mahfudh.?

Usai acara prakata dan sambutan, acara di isi dengan pemutaran video prosesi pemakaman KH Sahal Mahfud. Walaupun tidak bisa hadir mengantar jenazah, namun pemutaran video menjadi pelepas kerinduan akan sosoknya.(mukafi niam/ajhar/muiz/samsul/muslih/faizin/najih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri Haedar Nashir

KH Maimoen Zubair: Masa Kekhalifahan Sudah Habis

Rembang, Haedar Nashir?



Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair mengatakan, kemerdekaan Indonesia diraih tidak mudah. Harus melalui perjuangan yang panjang. Menurutnya, umat Islam punya peran penting dalam perjuangan kemerdekaan melalui resolusi jihad yang dikeluarkan oleh para kiai sepuh.

"Bulan Ramadhan punya arti penting bagi bangsa Indonesia. Kebangkitan Nasional pada 1908 terjadi saat Ramadan. Demikian pula momen Sumpah Pemuda tahun 1928. Proklamasi kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945, juga bertepatan dengan hari kedelapan bulan Ramadan," katanya pada taushiyah Safari Ramadan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang berlangsung di rumah KH Mustofa Bisri di lingkungan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Kelurahan Leteh, Rembang, Selasa (6/6) sore.

KH Maimoen Zubair: Masa Kekhalifahan Sudah Habis (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Maimoen Zubair: Masa Kekhalifahan Sudah Habis (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Maimoen Zubair: Masa Kekhalifahan Sudah Habis

Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang tersebut menegaskan Indonesia harus mempertahankan konsep negara kesatuan yang berasaskan Pancasila seperti sekarang ini.

Menurutnya, masa kekhalifahan sudah habis dengan berakhirnya era Khulafaur Rasyidin, dimulai Abu Bakar hingga Ali bin Abi Thalib.

Haedar Nashir

"Masa kekhalifahan sudah habis. Untuk Indonesia, konsep kenegaraan yang cocok adalah seperti sekarang ini. Kemerdekaan Indonesia menjadi inspirasi bagi negara-negara di belahan dunia lain. Terbukti dengan digelarnya Konferensi Asia Afrika I di Bandung," beber kiai akrab disapa Mbah Moen sebagaimana ditulis Tribun Jateng.

Saking cintanya kepada Indonesia dan Pancasila, Mbah Moen mengaku di kediamannya memajang lambang nasional burung garuda di tempat yang tinggi. Oleh sebagian kalangan, ia dinilai sebagai kiai yang aneh.

Haedar Nashir

"Biarlah saya dianggap kiai yang aneh," tutur Mbah Moen.

Kiai sepuh ini bercerita, semasa ibu kota Indonesia pindah ke Yogyakarta, Presiden Soekarno pernah bertandang ke Rembang. Dalam kesempatan itu, sang proklamator menyitir sebuah ayat Al-Qur’an dalam Surat Ar Rum.

"Saya masih ingat, beliau meyakini proses kemerdekaan Indonesia layaknya perjuangan Nabi Muhammad yang tengah berada di tengah peperangan besar," paparnya.

Mbah Moen menandaskan Islam tak boleh dimonopoli oleh suatu bangsa.

"Pada zaman Nabi, yang membesarkan Islam bukan hanya bangsa Arab. Panglima perang yang tangguh kala itu, Salman Alfarisi, berasal dari bangsa Persia," tuturnya.

Dalam mengatasi perpecahan di Indonesia, Mbah Moen berpesan agar para elite nasional lebih dulu bersatu. Jika yang berada di level atas sudah bersatu, yang ada di tataran bawah atau akarrumput juga mudah disatukan. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pesantren, Kyai Haedar Nashir

Nobar “Kalam-Kalam Langit”, GP Ansor Makassar Siap “Kepung” Bioskop

Makassar, Haedar Nashir. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Makassar mengagendakan menonton bareng film "Kalam-Kalam Langit" yang akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 14 April 2016.

Ketua GP Ansor Makassar, Agus Salim Said, mengatakan telah mengkomunikasikan hal tersebut dengan seluruh pengurus dan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) GP Ansor Makassar. "Ratusan anggota Ansor dan Banser siap ‘mengepung’ bioskop di Makassar," kata Agus, Selasa, 22 Maret 2016.

Nobar “Kalam-Kalam Langit”, GP Ansor Makassar Siap “Kepung” Bioskop (Sumber Gambar : Nu Online)
Nobar “Kalam-Kalam Langit”, GP Ansor Makassar Siap “Kepung” Bioskop (Sumber Gambar : Nu Online)

Nobar “Kalam-Kalam Langit”, GP Ansor Makassar Siap “Kepung” Bioskop

Agus yang baru-baru ini sukses menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Makassar, menuturkan nonton bareng itu juga merupakan instruksi dari Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU).

Haedar Nashir

Tujuannya untuk mendukung program Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LESBUMI PBNU) dan Jamiyyatul Qurra wal Huffazh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (JQH PBNU), yang telah ikut bersama memproduksi film tersebut.

Menurut Agus, film tersebut diharapkan akan menguatkan semangat keislaman anggota GP Ansor Makassar, khususnya dalam menjalankan aqidah Ahlussunnah wal-Jamaah. Agus berharap tidak hanya Ansor tapi juga seluruh keluarga besar NU, seperti IPNU-IPPNU, Fatayat, Muslimat NU, dan warga Nadhliyin khususnya kaum muda ikut berpartisipasi menonton film "Kalam-Kalam Langit"

Haedar Nashir

Sekadar diketahui, film "Kalam-Kalam Langit" merupakan sebuah film yang mengetengahkan drama dengan setting lokasi pesantren dan keindahan alam kota “seribu masjid”, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Film produksi Putar Film Production ini bercerita tentang mahabbah (cinta) seorang anak bernama Jafar yang sejak kecil telah dididik membaca tilawah Al-Quran oleh ibunya yang mantan qariah. Namun, di luar dugaan, sang ayah justru menentang keras Jafar mengikuti ajang lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dengan alasan bahwa ajang tersebut hanya menjualbelikan ayat-ayat Allah saja.

Jafar diperankan Dimas Seto. Dimas berharap film ini menjadi tontonan yang menarik dengan kehidupan para santri yang ikut di ajang Musabaqah Tilawatil Quran tingkat nasioal.

"Dalam film ini saya akan melantunkan ayat fabiayyi alaa iraabikumaa tukadzdzibaann (maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan) dalam surah Ar-Rahman yang disebut berulang-ulang, menjadi ikhtibar manusia disebut al-insaan karena dia sering menjadi pelupa sehingga diperlukan teguran dan peringatan, kedua adalah manusia senantia kufur nikmat, dan terakhir adalah melalui surah ini Allah Subhanahu wa Taala hendak memancing manusia agar berpikir tentang segala nikmat yang telah Allah berikan kepada manusia," papar Dimas. (Ahsan Almaswajah/Abdullah Alawi)

Nobar “Kalam-Kalam Langit”, GP Ansor Makassar Siap “Kepung” Bioskop

Makassar, Haedar Nashir

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Makassar mengagendakan menonton bareng film "Kalam-Kalam Langit" yang akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 14 April 2016.

Ketua GP Ansor Makassar, Agus Salim Said, mengatakan telah mengkomunikasikan hal tersebut dengan seluruh pengurus dan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) GP Ansor Makassar. "Ratusan anggota Ansor dan Banser siap ‘mengepung’ bioskop di Makassar," kata Agus, Selasa, 22 Maret 2016.

Agus yang baru-baru ini sukses menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Makassar, menuturkan nonton bareng itu juga merupakan instruksi dari Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU).

Tujuannya untuk mendukung program Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LESBUMI PBNU) dan Jamiyyatul Qurra wal Huffazh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (JQH PBNU), yang telah ikut bersama memproduksi film tersebut.

Menurut Agus, film tersebut diharapkan akan menguatkan semangat keislaman anggota GP Ansor Makassar, khususnya dalam menjalankan aqidah Ahlussunnah wal-Jamaah. Agus berharap tidak hanya Ansor tapi juga seluruh keluarga besar NU, seperti IPNU-IPPNU, Fatayat, Muslimat NU, dan warga Nadhliyin khususnya kaum muda ikut berpartisipasi menonton film "Kalam-Kalam Langit"

Sekadar diketahui, film "Kalam-Kalam Langit" merupakan sebuah film yang mengetengahkan drama dengan setting lokasi pesantren dan keindahan alam kota “seribu masjid”, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Film produksi Putar Film Production ini bercerita tentang mahabbah (cinta) seorang anak bernama Jafar yang sejak kecil telah dididik membaca tilawah Al-Quran oleh ibunya yang mantan qariah. Namun, di luar dugaan, sang ayah justru menentang keras Jafar mengikuti ajang lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dengan alasan bahwa ajang tersebut hanya menjualbelikan ayat-ayat Allah saja.

Jafar diperankan Dimas Seto. Dimas berharap film ini menjadi tontonan yang menarik dengan kehidupan para santri yang ikut di ajang Musabaqah Tilawatil Quran tingkat nasioal.

"Dalam film ini saya akan melantunkan ayat fabiayyi alaa iraabikumaa tukadzdzibaann (maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan) dalam surah Ar-Rahman yang disebut berulang-ulang, menjadi ikhtibar manusia disebut al-insaan karena dia sering menjadi pelupa sehingga diperlukan teguran dan peringatan, kedua adalah manusia senantia kufur nikmat, dan terakhir adalah melalui surah ini Allah Subhanahu wa Taala hendak memancing manusia agar berpikir tentang segala nikmat yang telah Allah berikan kepada manusia," papar Dimas. (Ahsan Almaswajah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam Haedar Nashir

Kamis, 07 September 2017

Sang Juara Bertahan Tumbang di Tangan Al-Mubarok FC

Jember, Haedar Nashir

Mempertahankan prestasi lebih berat daripada meraihnya. Kalimat bijak ini setidaknya dialami oleh Nuris United FC saat bentrok dengan Al-Mubarok FC dalam laga semifinal Liga Santri Nasional (LSN) Region V Jawa Timur di lapangan Pondok Pesantren Darussalam, Blok Agung, Banyuwangi, Ahad (4/9).

Baca: Juara Liga Santri Nusantara 2015 Berjaya di Malaysia

Sang Juara Bertahan Tumbang di Tangan Al-Mubarok FC (Sumber Gambar : Nu Online)
Sang Juara Bertahan Tumbang di Tangan Al-Mubarok FC (Sumber Gambar : Nu Online)

Sang Juara Bertahan Tumbang di Tangan Al-Mubarok FC



Dalam pertandingan yang disaksikan lebih dari 1000 santri itu, Nuris United FC akhirnya harus mengubur impiannya untuk mengangkat tropi yang kedua kalinya setelah dibekap Al-Mubarok FC melalui drama adu tendangan penalti dengan skor 4-3.

Haedar Nashir

Pertandingan di babak pertama berlangsung sengit. Al-Mubarok FC yang sebelumnya tampil biasa-biasa saja, tenyata di luar dugaan mampu mengimbangi permainan cepat Nuris United FC. Bahkan pemain belakang Nuris United FC nyaris membikin gol bunuh diri. Permainan pun menjurus kasar. Dua kartu kuning dikeluarkan wasit untuk pemain Al-Mubarok FC, dan satu kartu kuning diberikan kepada pemain Nuris United FC. Babak pertama berkesudahan dengan skor kacamata (0-0).

Memasuki babak kedua, tensi permainan menjurus kasar terus meningkat. Wasit terpaksa mencabut kartu merah untuk pemain Al-Mubarok FC karena dia sudah dua kali kena kartu kuning. Sejak saat itu, Nuris United kian leluasa mengobrak-abrik pertahanan lawan. Kendati Nuris United FC unggul dalam ball position, namun gol tak juga tercipta. Serangan demi serangan yang dibangun Nuris United FC selalu bisa dimentahkan oleh lini belakang Al-Mubarok FC. Alih-alih cetak gol, dua kartu kuning malah dilayangkan untuk pemain Nuris United FC. Babak kedua berakhir dengan kedudukan tetap 0-0.

Haedar Nashir

Pertandingan dilanjutkan dengan adu tendangan penalti setelah perpanjangan waktu 7 x 2 menit, skor tetap sama kuat, 0-0.

Dalam adu tendangan penalti ini, Nuris United FC akhirnya terjungkal. Dua penendang Nuris United FC gagal menyarangkan bola. Tendangan Ibnu berhasil diblok oleh Sofyan, penjaga gawang Al-Mubarok FC. Sedangkan tendangan Rizky melenceng ke samping kanan gawang. Richard Rahmad termasuk yang sukses mengeksekusi penalti. Dengan demikian, play maker Nuris United FC yang menjadi muallaf sejak dua tahun lalu itu, sampai saat ini sudah mengoleksi 5 gol.

Sementara di kubu Al-Mubarok FC, hanya Hadi Wijaya yang gagal mencetak gol karena tendagannya berhasil diblok oleh penjaga gawang Nuris United FC.

Di laga sebelumnya, tuan rumah Darunnajah FC memastikan diri maju ke babak final setelah menggulung Al-Qodiriyah dengan angka 6-1. Di babak pertama, Darunnajah FC sudah unggul 2-0. Empat gol tambahan dicetak di babak kedua. Sedangkan Al-Qodiriyah berhasil memperkecil kekalahan dengan mencetak 1 gol

“Kualitas permainan semakin merata. Buktinya, di luar dugaan Al-Mubarok bisa mengalahkan juara bertahan, Nuris United FC,” tukas Wakil RMI Cabang Jember, Khoirus Sholihin kepada Haedar Nashir melalui sambungan telepon seluler. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Nahdlatul, AlaNu Haedar Nashir

Rabu, 06 September 2017

ISNU Desak Pemerintah Realokasi Subsidi BBM

Jakarta, Haedar Nashir

Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) menilai alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang dicanangkan pemerintah belum tepat sasaran. Akibatnya, sebagian besar anggaran mubazir dan tak mendukung pertumbuhan ekonomi kecil.

Pandangan ini mencuat dalam Diskusi Panel Ahli II yang digelar PP ISNU di kantor PBNU, Jakarta, Selasa (14/5). Selain Ketua Umum PP ISNU Ali Masykur Musa, hadir pula guru besar FE Universitas Brawijaya Ahmad Erani, dan Priagung Rakhmanto dari Reforminer Institute.

ISNU Desak Pemerintah Realokasi Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Desak Pemerintah Realokasi Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Desak Pemerintah Realokasi Subsidi BBM

Ali Masykur mengatakan, pemerintah harus merelokasi subsidi dengan mengurangi subsidi BBM bagi pemilik kendaraan bermotor yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan penggunaan kendaraan pribadi berbanding lurus dengan miskinnya infrastruktur publik, terutama fasilitas transportasi umum.

Ali Masykur menjelaskan, dari BBM bersubsidi jenis premium, 53 persen diserap mobil pribadi, 40 persen motor, 4 persen kendaraan usaha, dan hanya 3 persen untuk angkutan umum. Sementara solar dikonsumsi 43 persen oleh mobil barang, 40 persen mobil bus, dan 16 persen mobil pribadi, dan 1 persen angkutan umum.

”Angka-angka ini menunjukkan ketidaktepatan sasaran penerima subsidi karena premium justru dinikmati oleh segmen kelas menengah pemiliki kendaraan pribadi yang kurang mustahik, yang kini jumlahnya 56,5 persen dari seluruh total populasi Indonesia,” katanya.

Haedar Nashir

Menurut dia, realisasi subsidi BBM sejak 2010 selalu melampaui asumsi, baik dalam volume maupun besaran anggaran. Pada 2013 ini, kuota BBM bersubsidi yang dipatok 46 juta kiloliter dengan pagu Rp193 triliun diprediksi akan menumbus 49-50 juta kiloliter dalam realisasinya, dan dapat menguras APBN hingga Rp 297 triliun.

”Padahal subsidinya dari 46 juta kiloliter itu ekuivalen dengan 190-an triliun. Jadi tidak ada manfaat dalam arti percepatan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi kecil dalam konteks BBM,” ujarnya.

ISNU juga mendesak perombakan postur subsidi BBM demi rasa keadilan. Cara yang paling memungkinkan adalah dengan menaikkan harga BBM secara bertahap. Subsidi BBM untuk petani dan nelayan harus ditambah, dengan membangun tambahan jumlah SPBU di sekitar pesisir dengan pola distribusi tertutup.

Dana penghematan, sambung Ali Masykur, dialokasikan untuk program anti-kemiskinan di pedesaan, tetapi bukan dalam bentuk BLT. Sebagian untuk pembangunan infrastruktur publik dan transportasi umum, sebagian lain untuk investasi di sektor energi baru terbarukan agar Indonesia secara perlahan mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan energi fosil.

"ISNU mendukung kebijakan pemerintah dengan syarat, pertama keputusannya cepat, realokasinya diubah, baru (harga BBM) boleh naik," tuturnya.

Haedar Nashir

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama Haedar Nashir

Semarak LSN Region Banten, Manahijussayadat Pesta Gol

Tangerang, Haedar Nashir. Pesta Sepakbola Santri yang dikemas dalam Liga Santri Nusantara berlangsung sangat semarak. Sesuai target RMINU, tidak kurang dari 1000 Pesantren terlibat dalam perhelatan tahunan ini. Provinsi Banten, sebagai salah satu Region dalam LSN 2016 turut menggelar pertandingan dengan melibatkan ratusan santri dari berbagai pondok Pesantren yang ada di Banten.?

Semarak LSN Region Banten, Manahijussayadat Pesta Gol (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak LSN Region Banten, Manahijussayadat Pesta Gol (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak LSN Region Banten, Manahijussayadat Pesta Gol

"Ini upaya menggali potensi santri, tidak hanya mengaji, tapi santri juga harus memiliki berbagai keahlian dalam berbagai bidang diantaranya olahraga sepakbola,” kata Huda Ketua Panitia LSN 2016 Region Banten.

Senada dengan Huda, Koordinator Region Banten Ahmad Fauzi menyampaikan optimismenya terhadap potensi-potensi santri/pesantren. Ia mencontohkan bahwa saat ini setidaknya ada 8 menteri yang berasal dari santri/pondok pesantren.?

"Di Banten ini ada Ribuan Pesantren dan ratusan ribu, banyak diantaranya kelak akan menjadi pemain-pemain sepakbola yang handal, politisi atau bahkan akan menjadi pemimpin-pemimpin negeri,” terangnya.

Haedar Nashir

Adapun Pesantren-pesantren yang terlibat dalam LSN 2016 ini diantaranya dari Lebak yakni ? Pondok Pesantren (PP) Manahijussayadat dan PP El-Karim. Dari Pandeglang yakni PP Al-Munir, PP Malnu dan PP Al Falah. Dari Kabupaten Serang antara lain PP Darunnadwah, PP Riyadul Hidayah, PP Darussalam dan PP Darul Ahibah. Dari Kabupaten Tangerang PP Darul Muttaqien, PP Daarul Falahiyah dan PP Islahul Ummah, dan dari Cilegon hanya satu tim yakni dari PP Jauharotunnaqiyah.

Dari beberapa pertandingan yang digelar sejak Sabtu (27/8) beberapa tim harus rela angkat koper lebih awal karena mengalami kekalahan, diantaranya adalah Tim Darunnadwah yang tak berkutik ? melawan Manahijussayadat dari Lebak dengan skor telak 0-6.?

Tim lain yang harus pulang kandang adalah Islahul Ummah yang kalah 0-2 dari lawan mainya Riyadul Hidayah, Tim El-Karim yang takluk 0-2 oleh Tim Daarul Muttaqien dan Tim Daarul Falahiyah yang harus mengakui keunggulan Tim Al- Munir dengan skor 0-2 juga. (Red: Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan, Hikmah Haedar Nashir

Selasa, 05 September 2017

PBNU Lantik PCNU Kendal

Kendal, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdalatul Ulama (PBNU) melantik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kendal, Jawa Tengah, masa khidmat 2012-2017, Ahad (2/9) kemarin di Pendopo Kabupaten Kendal.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Pengurusan ini merupakan hasil Konferensi Cabang (Konfercab) NU yang dilaksanakan beberapa bulan yang lalu di Pondok Pesantren APIK Kaliwungu Kendal. 

PBNU Lantik PCNU Kendal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Lantik PCNU Kendal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Lantik PCNU Kendal

PCNU Kendal dilantik berdasarkan Surat Keputusan PBNU Nomor 205/A.II.o4.D/08/2012 tertanggal 30 Agustus 2012. Tampak hadir dalam pelantikan tersebut Zainal Arifin Junaidi, mantan sekjen PBNU di era Gus Dur. Arifin yang kelahiran Kendal hadir sebagai anggota mustasyar PCNU Kendal. Selain Arifin tampak juga Mujib Rahmat yang juga Kader NU kelahiran Kendal.

Haedar Nashir

Dalam sambutannya ketua PCNU Kendal KH Muhammad Danial berharap pengurus PC NU Kendal yang baru dilantik bisa bekerja dengan baik dan kompak.

Haedar Nashir

Dilaporkan juga pelantikan kali ini dimeriahkan oleh kegiatan Workshop kewirausahaan di gedung Muslimat NU dan Pasar Rakyat di lapangan Tamangede Gemuh yang pelasanakaanya atas prakarsa PBNU.

Wakil Bupati Kendal, H.M. Mustamsikin dalam sambutanya mewakili Bupati Kendal menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya Pasar Rakyat yang tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh warga NU namun juga oleh masyarakat Kendal umumnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Fahroji

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Haedar Nashir