Senin, 08 Maret 2010

Sambut Harlah, Pelajar NU Jateng Ajak Netizen Kirim Foto dan Video

Solo, Haedar Nashir. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Tengah mengajak para pengguna sosial media untuk ikut serta menyemarakkan hari lahir (Harlah) IPNU ke-63 dengan mengirim foto dan video melalui akun instagram.

Sambut Harlah, Pelajar NU Jateng Ajak Netizen Kirim Foto dan Video (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, Pelajar NU Jateng Ajak Netizen Kirim Foto dan Video (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, Pelajar NU Jateng Ajak Netizen Kirim Foto dan Video

“Teknisnya, kader IPNU-IPPNU maupun masyarakat umum bisa mengirimkan foto maupun video yang menarik dan kreatif, berisi ucapan Harlah IPNU ke-63, lewat? akun Instagram-nya, kemudian dimention ke akun resmi PW IPNU Jateng,” terang pengurus Bidang Sosial Media dan Penyiaran PW IPNU Jateng Muhammad Nuskan Abdi, Kamis (16/2).

Ditambahkan dia, karya yang telah dikirim akan diumumkan pemenangnya setelah tanggal 3 Maret 2017. Para pemenang tiap kategori akan mendapatkan hadiah yang menarik dari panitia.

Haedar Nashir

“Jangan lupa diberikan keterangan atau keterangan gambar yang dikirim. Sertakan juga hashtag #ipnujateng, #harlahIPNU63 dan #videoharlahipnujateng,” ujar dia.

Haedar Nashir

Abdi juga berharap pada momentum Harlah IPNU yang ke-63, IPNU tetap eksis untuk belajar berjuang dan bertaqwa dalam mempertahankan Islam ala Aswaja an-Nahdhiyyah dan NKRI di dalam gempuran budaya luar dan radikalisme. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Habib, Khutbah Haedar Nashir

Rabu, 24 Februari 2010

Ghasab Akses Internet

Assalamu’alaikum wr. wb. Redaksi yang terhormat, bagaimanakah hukumnya meng-hack jaringan internet yang beredar di luaran sehingga kita bisa ikut menikmati layanan internet dari hasil hack tersebut? Wa’alaikum salam wr. wb. (Hasibulah)

Jawaban

Ghasab Akses Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Ghasab Akses Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Ghasab Akses Internet

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Mungkin yang dimaksudkan dengan pertanyaan di atas adalah mengakses jaringan internet orang lain dengan terlebih dahulu membobol password-nya.  

Haedar Nashir

Bahwa zaman sekarang kebutuhan terhadap internet memang tak dapat terelakkan. Kita rela mengeluarkan uang untuk mendapatkan layanan internet. Namun di tempat-tempat tertentu kita bisa mengaksesnya dengan gratis. Maraknya internet di satu sisi membawa dampak yang positif, tetapi di sisi lain juga membawa dampak yang negatif.

Bahkan dengan segala cara acapkali ditempuh untuk mendapatkan layanan internet, termasuk meng-hack jaringan internet, dengan cara membobol password-nya. Jika tidak dipassword, maka tidak ada persoalan, karena pemiliknya memang menyediakan layanan tersebut untuk bisa dinikmati semua orang. Tetapi jika dipassword kemudian kita menjelbolnya tanpa sepengetahun yang punya maka ini jelas bermaslah. 

Haedar Nashir

Dalam pandangan kami meng-hack jaringan internet adalah termasuk dalam kategori ghasab yang jelas-jelas diharamkan. Sebab, itu bagian mengambil hak orang lain dengan cara yang tidak dibenarkan. “Hak” dalam konteks ini bukan hanya mencakup soal harta benda, tetapi juga yang lainnya, termasuk di dalamnya jaringan internet.  

          ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Penjelasan Tentang Ghasab. Ghasab secara bahasa adalah mengambil sesuatu secara zhalim, sedang menurut syara` adalah menguasai hak orang lain dengan cara yang tidak benar. Sedangkan pengertian “hak” disini mencakup harta-benda dan selainnya” (Muhammad az-Zuhri al-Ghamrawi, as-Siraj al-Wahhaj ‘ala Matn al-Minhaj, Bairut-Dar al-Fikr,tt, h. 266)

Demikian penjelasan singkat yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat, dan kita termasuk golongan orang-orang bertakwa. (Mahbub Ma’afi Ramdlan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam Haedar Nashir

Senin, 15 Februari 2010

PMII Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

Pontianak, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Pontianak bekerja sama dengan PCNU Kota Pontianak menggelar  lomba Qiraatul Kutub (baca kitab kuning) di Gedung Pemuda KNPI di Jalan Sultan Abdurrahman, Sabtu (19/5/2012).

PMII Gelar Lomba Baca Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Gelar Lomba Baca Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

Peserta pada lomba berasal dari pondok pesantren seluruh Kota Pontianak yang berjumlah 24 peserta yang terdiri dari santri dan santriwati. Kegiatan lomba dibuka oleh Ketua PC NU Kota Pontianak, Nur alam S.Ag dan Ketua PC PMII Kota Pontianak, Suryadi.

Suryadi dalam sambutannya mengatakan, lomba kitab kuning diadakan lebih untuk menggali literatur-literatur klasik Islam yang menyimpan pengetahuan yang mendalam terkait khazanah referensi Islam.

Haedar Nashir

"Selain itu, lomba kitab kuning digelar untuk memacu semangat belajar santri dan santriwati pada kitab kuning. Sebab, ragam corak pengetahuan tentang islam yang bersumber dari pemikir-pemikir islam dahulu masih relevan tatkala dikaitkan dengan realitas problema kemasyarakat kini," ungkapnya, Sabtu.

Haedar Nashir

Lomba qiraatul kutub tersebut memperebutkan piala tetap PCNU Kota Pontianak. Bertindak sebagai juri, Dosen STAIN Pontianak sekaligus pengurus tim bahtsul masail PWNU Kalbar, Saiful Hilmi M Si dan Kader PMII, Abdul Ghani.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : tribunpontianak

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Humor Islam, Pendidikan Haedar Nashir

Kamis, 11 Februari 2010

PBNU Minta Pemerintah Lakukan Pemerataan Ekonomi

Cirebon,Haedar Nashir

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta kepada pemerintah untuk tidak hanya menekankan pertumbuhan ekonomi, tapi pemerataan. Menurut dia, jangan sampai kekayaan Indonesia hanya dikelola oleh konglomerat saja.

“Dulu ada KUR (Kredit Usaha Rakyat, red.), saya pulang ke desa ini, bertanya ke tangga, ‘pernah nggak dapat?’ ‘Nggak?’ Eh, yang dapat Haji Abu Bakar yang sudah punya agunan, KUR gagal, tidak tepat sasaran,” katanya pada pembukaan Rapat Pleno PBNU 2016 di Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Ahad (24/7). ?

PBNU Minta Pemerintah Lakukan Pemerataan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Pemerintah Lakukan Pemerataan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Pemerintah Lakukan Pemerataan Ekonomi

Kiai Said meminta agar pemerintah memperhatikan dan mendukung ekonomi kerakyatan sebab hal itu sangat fundamental dari ekonomi bangsa ini, bukan ekonomi ala konglomerat.

Haedar Nashir

Ia mencontohkan, ekonomi kerakyatan itu tidak didukung saja terus bergerak dan berjalan. Contohnya di malam Jumat di makam Sunan Gunung Jati, bisa milyaran rupiah uang berputar.

Oleh karena itu, sambungnya, NU selalu berusaha membangun kekuatan rakyat dari sisi agama, budaya, dan ekonomi.

Haedar Nashir

Sementara Ketua Panitia Pleno PBNU H Eman Suryaman lebih rinci menegaskan soal pemerataan tersebut. Menurut dia, saat ini 50 persen kekayaan Indonesia dikelola oleh 1 persen penduduk Indonesia.

Dari 1 persen tersebut, kata dia, bila diperas lagi, yang menguasai 30 orang konglomerat. Hal Inilah yang menyebabkan terjadinya ketimpangan ekonomi.

“Maka kita harus mencari jalan keluar, memberikan masukan kepada pemerintah, bagaimana konsep dan solusinya,” katanya di Aula Utama Rapat Pleno yang bertema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Kemandirian Ekonomi Warga” yang berlangsung 23-25 Juli ini.

Karena itulah, lanjut dia, Pleno PBNU kali mengangkat tema kemandirian. Artinya ke depan harus ada pemerataan ekonomi dengan berupaya menciptakan pengusaha-pengusaha baru dari kalangan bawah menjadi menengah.

Salah satu tawaran strategi dalam mengupayakan hal itu adalah memberikan kemudahan akses kepada warga, khususnya permodalan dan perizinan supaya ada kalangan pengusaha baru. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah Haedar Nashir

Selasa, 26 Januari 2010

Perpisahan Kelas, Sekolah Ini Khatamkan 30 Kali Al-Quran

Banjar, Haedar Nashir - Ratusan siswa dan alumni Madrasah Aliyah Al-Azhar Kota Banjar menggelar perpisahan kelas dan Isra Miraj. Pada kesempatan ini mereka merampungkan Al-Quran sebanyak 30 kali khatam sejak pagi sekitar pukul 5.30-9.00 WIB di ruang kelas serta halaman sekolah, Rabu (11/5).

Menurut Ketua Panitia Irfan Saeful Rohman, sebanyak 142 siswa yang telah dinyatakan lulus perlu mendapatkan dorongan motivasi dari guru, orang tua, serta lingkungan menuju jenjang selanjutnya.

Perpisahan Kelas, Sekolah Ini Khatamkan 30 Kali Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpisahan Kelas, Sekolah Ini Khatamkan 30 Kali Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpisahan Kelas, Sekolah Ini Khatamkan 30 Kali Al-Quran

"Usaha kita upayakan para siswa melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Doa pun kita panjatkan melalui khataman ini agar mereka dipermudah jalannya oleh Allah," terangnya kepada Haedar Nashir.

Irfan berharap melalui kegiatan ini siswa senantiasa cinta terhadap agama dan NKRI. Pasalnya, siswa yang telah lulus juga perlu mendapatkan arahan agar tidak terjebak paham yang tidak jelas arahnya.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

"Semua alumni selalu kita kumpulkan dalam momentum tertentu. Intinya agar kita tahu perjalanan para alumni sekolah ini," pungkasnya.

Kepala sekolah Al-Azhar Drs KH Muin Abdurrohim menegaskan, siswa yang telah lulus diimbau untuk memegang teguh ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

"Saya berpesan semua alumni MA Al-Azhar senantiasa dekat dengan pesantren, dekat kiai serta wajib menjaga keutuhan NKRI dari segala paham transnasional yang bertentangan dengan Pancasila," tegasnya.

Dari informasi yang dihimpun Haedar Nashir, sebanyak 31 siswa telah diterima di perguruan tinggi yang ada di Indonesia melalui jalur program SNMPTN. (Muhafid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Amalan Haedar Nashir

Rabu, 20 Januari 2010

Habib Syech: Ingin Hidup Mudah, Jangan Punya Musuh

Bantul, Haedar Nashir. Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf mengatakan, jika ingin hidup menjadi mudah, maka jangan sampai mempunyai musuh. Orang yang memiliki musuh, hidupnya akan berat dan susah.

Habib Syech: Ingin Hidup Mudah, Jangan Punya Musuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Ingin Hidup Mudah, Jangan Punya Musuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Ingin Hidup Mudah, Jangan Punya Musuh

Hal tersebut disampaikannya di sela-sela senandung shalawat bersama para Jamaah, Selasa (08/10), dalam acara Habib Syech Bershalawat, yang diadakan oleh Akademi Kebidanan Yogyakarta, di lapangan Akbid Yogyakarta, Jl. Paris km.6, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta.

Habib Syech melanjutkan dengan menyitir salah satu ayat Al-Qur’an yang berbunyi Quu anfusakum wa ahliikum naara, yang artinya jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Hal tersebut dimaksudkan Habib Syech untuk menanggapi permasalahan Negeri yang dipenuhi dengan korupsi oleh para wakil rakyat.

Haedar Nashir

Menurut Habib Syech, jika ada pejabat yang melakukan korupsi, yang paling menderita dan menjadi korban adalah keluarga; anak dan istri. Oleh karenanya, Habib Syech menghimbau para Jamaah agar senantiasa menjaga diri sendiri dan keluarga dari jeratan api neraka.

“Jika ingin menjadi orang yang baik, kita juga harus berusaha, dan selain menjadi orang yang baik, kita juga harus menjadi bangsa yang baik,” imbuhnya.

Haedar Nashir

Allah, lanjutnya, tidak menyuruh untuk berkorban sesuatu yang berat pada diri kita, melainkan yang sedikit saja yang ada pada diri kita. Terlebih berkorban untuk bangsa. “Secara sederhana, yakni dengan cara bersyukur, baik gaji sedikit maupun gaji banyak,” tandas Habib Syech.

Didepan sekitar lima ribuan jamaah yang memadati lapangan, malam itu Habib Syech menutup dengan memberikan pesan, “Ada siang, ada malam, ada orang yang korupsi, juga ada orang baik, itu semua agar kita tau mana yang baik, dan mana yang tidak baik,” pungkasnya. (Dwi Khoirotun Nisa’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu Haedar Nashir

Senin, 11 Januari 2010

Ini Keutamaan Puasa Sembilan Hari di Bulan Dzulhijjah

Dzulhijjah disebut sebagai salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Di dalamnya terdapat kewajiban haji bagi yang mampu menunaikannya. Sementara orang yang tidak mampu dianjurkan memperbanyak amalan sunah lainnya seperti sedekah, shalat, dan puasa.

Karenanya, kesempatan beribadah tidak hanya diberikan kepada jama’ah haji. Siapapun mendapat kesempatan beramal meskipun dalam bentuk yang berbeda-beda.

Ini Keutamaan Puasa Sembilan Hari di Bulan Dzulhijjah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Keutamaan Puasa Sembilan Hari di Bulan Dzulhijjah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Keutamaan Puasa Sembilan Hari di Bulan Dzulhijjah

Anjuran memperbanyak amal saleh itu termaktub dalam beberapa hadits. Misalnya hadits riwayat Ibnu ‘Abbas yang ada di dalam Sunan At-Tirmidzi:

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Artinya, “Rasulullah SAW berkata: Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini,” (HR At-Tirmidzi).

Hadits di atas menunjukkan beramal apapun di sepuluh hari pertama Dzulhijjah sangat dianjurkan. Namun kebanyakan ulama menggunakan hadits di atas sebagai dalil anjuran puasa sembilan hari pada awal Dzulhijjah. Hal ini terlihat dalam pembuatan judul bab hadits tersebut. Ibnu Majah memberi judul bab hadis di atas dengan “shiyamul ‘asyr (puasa sepuluh hari)”.

Dalam kajian hadits, pemberian judul bab sekaligus menunjukan pemahaman seorang rawi terhadap hadis yang diriwayatkan. Artinya, secara tidak langsung Ibnu Majah selaku perawi menjadikan hadits itu sebagai dalil kesunahan puasa. Karenanya, Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Hadits ini menjadi dalil keutamaan puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, karena puasa termasuk amal saleh.”

Kendati disebutkan puasa sepuluh hari dalam hadits di atas, ini bukan berati pada tanggal 10 Dzulhijjah juga dianjurkan puasa. Malah puasa pada tanggal itu dilarang karena bertepatan dengan ‘Idul Adha. Terkait maksud “ayyamul ‘asyr” ini, An-Nawawi sebagaimana dikutip Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi menjelaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Yang dimaksud sepuluh hari di sini ialah sembilan hari, terhitung dari tanggal satu Dzulhijjah.”

Berdasarkan pendapat An-Nawawi ini, siapapun disunahkan untuk beramal sebanyak-banyaknya di bulan Dzulhijjah khususnya puasa sembilan hari di awal bulan. Dalam hadits lain, saking penasarannya sahabat tentang keutamaan beramal sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, mereka bertanya kepada Rasul SAW, “Apakah jihad juga tidak sebanding dengan beramal pada sepuluh hari tersebut?” Rasul menjawab, “Tidak, kecuali ia mengorbankan harta dan jiwanya di jalan Allah (mati syahid),” (HR Ibnu Majah).

Dengan demikian, Rasul menyetarakan pahala beramal di sepuluh hari Dzulhijjah dan mati syahid. Karena konteks negara kita bukan perperangan, dalam kondisi aman dan damai, tentu memperbanyak amal di bulan Dzulhijjah, terutama puasa, lebih diprioritaskan. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita Haedar Nashir